[KRIS BIRTHDAY PROJECT] (Can’t Be Good) – (OtokAI)

poster_0

 

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] (Can’t Be Good) – (OtokAI)

Yijin melangkahkan kakinya menuju gudang belakang sekolah. Aneh memang, disaat siswa lain yang baru sampai pergi menuju kelas, entah kenapa Yijin malah pergi kesana.
Dan, bingo. Tepat ketika Yijin membuka pintu gudang ia menemukan Yifan yang berdiri disamping jendela, dengan sebelah tangan yang terlihat sedang menjepit benda berasap. Yijin pun langsung memulai aksinya.
“Uhuk. Ya, Yifan bisa kau matikan rokokmu? Sepertinya aku kesulitan bernafas” Yijin berkata dengan tangan yang memegang dadanya seolah menahan sesaknya asap dari mulut dan hidung Yifan.
“Astaga Yijin. Apa kau pikir aku percaya dengan akting kehabisan nafasmu itu? Sudah lebih dari 119 kali kau melakukannya”
Merasa Yifan dengan mudah menebak apa yang dilakukannya, Yijin mendecak sebal.
“ck, kenapa kau berkata seperti itu?. Dan tadi apa kau bilang, 119 kali?, Apa kau menghitungnya selama ini? Wow daebak” Yijin membulatkan matanya, terkejut dengan apa yang Yifan katakan.
“Terserah apa katamu. Ngomong-ngomong kenapa kau kesini?”
“Aku ingin menemanimu.”
“Dengan melewatkan jam pertamamu?” Yifan mengangkat sebelah alisnya.
“Tak masalah bagiku selama itu bersamamu” Yijin mengedipkan sebelah matanya pada Yifan.
“Berhenti menggodaku. Apa kau mau aku menusuk matamu itu?” Yifan menunjuk mata Yijin seolah ia akan benar-benar menusuk mata Yijin jika Yijin tidak menghiraukan perkataannya.
“Kenapa kau jahat sekali?” Yijin mengerucutkan bibirnya tidak terima dengan perkataan Yifan.
“Baiklah-baiklah maafkan aku. Sekarang kembalilah kekelas, aku tidak mau disalahkan karena kau bolos menemaniku.” Yifan mengibaskan tangannya mengusir Yijin dari ruangan itu.
“Ish.. Baiklah. Bye.”
10 menit yang cukup menyiksa bagi Yijin.
——————————-
“Berdasarkan CT-Scan paru-paru Anda, saya dapat menyimpulkan bahwa akhir-akhir ini Anda terlalu sering menghisap asap dan Saya jelas tahu bahwa gadis seperti Anda bukanlah perokok. Jadi.. alangkah baiknya jika Anda menghindari perokok”
‘Menghindari perokok? Yifan? Tidak. Aku tidak mungkin bisa menjauhinya’ lirih Yijin dalam hati.
——————————-
Yijin kembali mendatangi Yifan digudang seperti biasa. Disana tampak Yifan yang sedang duduk melamun. Tentunya dengan benda yang selalu setia terselip di kedua jarinya.
Berbeda dengan biasanya, kali ini Yijin menghampiri Yifan dengan langkah yang ragu. Ketika sampai dihadapan Yifan, dengan tangan yang bergetar Yijin mengambil rokok dari tangan Yifan.
“Hei, apa yang kau lakukan?”
“Engg… a-aku hanya….” jawab Yijin terbata.
“Sudahlah, cepat kembalikan padaku” titah Yifan. Sungguh ia tidak suka ada yang menggangu rutinitasnya.
Yijin hanya diam. Mati-matian ia mengendalikan paru-parunya agar tetap stabil dikeadaan seperti ini.
“Cepat kembalikan” tanpa sadar Yifan menaikkan nada bicaranya. Membuat Yijin semakin bergetar ketakutan.
“Uhuk…tidak, aku uhuk..tidak akan mengembalikannya” Yijin menyembunyikan rokok milik Yifan dibalik tubuhnya.
“Terserah. Ambil saja jika kau mau” Tangan Yifan beralih merogoh kotak rokok dikantung celananya, kemudian mengambil 3 batang sekaligus lalu menghisapnya.
Tanpa pikir panjang Yijin melepaskan sebatang rokok tadi dan kembali merebut 3 batang rokok dari tangan Yifan, kemudian ia hisap rokok itu.
“Sshh uhuk…. Jika kau tidak mau berhenti uhuk… aku juga akan melakukannya.” Nafasnya semakin tersenggal.
Yifan tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Yijin. Dengan sigap ia berdiri dan menggapai tangan Yijin yang memegang rokok. Namun tangannya kalah cepat dari Yijin.
“KUBILANG KEMBALIKAN BENDA ITU SHIN YIJIN.” Yifan berteriak tepat didepan wajah Yijin. Sedetik kemudian Yifan terkejut melihat tubuh Yijin yang tiba-tiba meluruh kelantai.
“Yijin.” Yifan menepuk pipi Yijin.
“Yijin bangunlah.” Merasa masih tak mendapat respon Yifan langsung menggendong Yijin dan berlari membawa Yijin menuju rumah sakit.
————–
at Korean’s Nation Hospital
Yifan terlihat duduk termenung menunggu Yijin. Pandangannya kosong menatap lantai. Ia juga bingung harus menghubungi siapa atas insiden yang menimpa Yijin. Setaunya Yijin hanya hidup sendiri.
Ia terus berpikir tentang Yijin yang tiba-tiba datang merebut rokok miliknya dan dengan nekatnya menghisap benda tersebut. Namun yang paling menggangu pikirannya adalah kenapa sekali hisap bisa membuat Yijin tumbang? Meski Yijin tidak terbiasa dengan itu, setidaknya tidak separah ini akibatnya. Lagipula kenapa tiba-tiba Yijin memintanya berhenti menghisap benda itu? Padahal selama ini Yijin tidak pernah mempermasalahkan hal itu.
CKLEK
Pintu disebelah Yifan terbuka menampakan pria berseragam dokter dihadapannya. Menyadari hal itu Yifan langsung berdiri menghampirinya.
“Dok, bagaimana teman saya?”
“Sebaiknya Anda lihat saja sendiri”
Saat hendak melangkah pergi, seperti teringat akan sesuatu Dokter itupun kembali berbalik.
“Ehmm Tuan. Saya mohon bantuan Anda untuk menghindarkan nona Yijin dari asap, terutama asap rokok, karena itu sangat berbahaya untuk paru-parunya”
“Paru-paru? Maksud Anda?”
“Jadi begini, sudah lebih dari 6 bulan Yijin divonis mengidap radang paru-paru, dan akhir-akhir ini radangnya semakin parah. Dan seperti inilah jadinya jika ia terlalu banyak menghisap asap rokok.” Jelas Dokter yang hanya dibalas dengan mimik terkejut dari wajah Yifan.
Tanpa menunggu lama Yifan langsung masuk keruang rawat Yijin. Disana terlihat Yijin yang terbaring dengan selang oksigen dihidungnya.
“Yijin, apa kau baik-baik saja?”
“Ah Yifan. Aku baik-baik saja, jangan khawatir” seulas senyum Yijin berikan pada Yifan.
“Maafkan aku. Karenaku kau jadi seperti ini”
“Tidak. Ini bukan salahmu.”
“Maaf, maafkan aku Yijin” isakan lirih terdengar dari bibir Yifan, sungguh Yifan merasa sangat bersalah pada Yijin.
“Berhentilah meminta maaf. Lagipula apa yang harus kumaafkan?”
Tak ada jawaban dari Yifan. Yijin bisa melihat tatapan Yifan yang kosong. Yijin mencoba menyentuh lengan Yifan, Yifan pun mendongak menatap Yijin.
“Kau melamun? Ada apa?”
“Hah? Ti-tidak. Aku tidak melamun”
“Kau tidak bisa membohongiku Yifan. Katakanlah apa yang kau pikirkan?”
“Aku. Aku tidak bisa menghentikannya. Maafkan aku Yijin.”
Yijin bukanlah orang bodoh yang tidak mengerti maksud Yifan. Rokok. Apalagi kalau bukan itu.
“Tak apa Yi. Aku mengerti.”
“Tidak Yijin. Aku sudah terlalu banyak membuatmu tersiksa karena benda itu….. A-aku tidak bisa dekatmu lagi” Yifan menundukan kepalanya, merasa pengecut karena dirinya tidak bisa terlepas dari benda sialan itu.
Yijin tercekat mendengar kalimat dari bibir Yifan.
“Aku bisa menahannya Yifan” Yijin mencoba meyakinkan Yifan.
“Maafkan aku” Yifan berbalik meninggalkan Yijin. Yijin yang tahu Yifan pergi langsung bangkit mencoba menggapai lengan Yifan.
“Tunggu Yifan. Aku bisa menahannya, sungguh. Paru-paruku masih bisa menahan asapmu. Aku bisa Yifan.” Yijin menatap kedua mata Yifan, mencoba kembali meyakinkan Yifan. Namun apa yang ia dapat. Yifan melepaskan tangannya dan melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Yijin.
Yijin menatap punggung Yifan yang perlahan hilang dibalik pintu. Ingin sekali ia mengejar Yifan, namun ketika menyadari dirinya yang berjuang sendirian untuk meyakinkan Yifan tanpa Yifan hiraukan. Ia menyerah.

‘Maafkan aku Yijin. Aku tak cukup baik untukmu. Berbahagialah tanpaku’

-END-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s