[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Adelfós(Brother) – XavirenaD

myhome_1

[KRIS BIRTHDAY PROJECT]
Adelfós(Brother) – XavirenaD
Kris Wu, Wu (Oh) Sehun || Au,Brothership, Bit Humor, Sad|| G

Happy Reading Happy People.

Kris menghela nafas lelah, selama berjam-jam berkutat dengan dokumen yang seolah beranak karena tak ada habisnya, menengok ke arah jam sebentar “jam 10 Sehun pasti akan marah lagi” lalu tersenyum kecil, Wu Sehun adik semata wayang Kris Wu yang kelewat cerewet itulah yang sering di katakan Jongdae sekertaris pribadinya tapi secerewet apa pun sehun Kris menyayangi Sehun melebihi apapun.

Malam sudah sangat larut saat Kris pulang namun Sehun masih berada di ruang keluarga menonton film yang di tayangkan salah satu stasiun televisi “kau belum tidur?” Kris berjalan mendekat lalu duduk di sebelah Sehun

“seseorang berjanji akan pulang cepat agar bisa makan malam bersama dengan adiknya tapi sepertinya dia lupa” Jawab Sehun kelewat datar pandangannya masih tertuju pada Film di hadapannya, Kris meringis baru ingat akan janjinya pada Sehun “Mian tadi banyak sekali pekerjaan yang harus hyung selesaikan” Kris menunggu respon Sehun namun tak ada jawaban

Kris hampir menyerah untuk membujuk sehun dan berniat istirahat namun urung ketika Sehun memegang lengannya “Kata siapa hyung boleh pergi?! Duduk!” Sifat alami Sehun keras kepala dan tak suka di bantah mirip sekali dengan ibu mereka, Kris kembali mendudukan dirinya memperhatikan Sehun yang berjalan ke dapur untuk apa Sehun menyuruhnya duduk kalau dia di tinggalkan.

Semua pertanyaan Kris terjawab ketika melihat Sehun kembali dengan kue tart di tangannya “Harusnya aku memberikannya tadi bukan sekarang lihatlah ini sudah jam dua” Sehun duduk di hadapan Kris dengan wajah marah “lihat aku bahkan membuat kue untukmu tapi kau terlambat kakak macam apa kau itu?” dengan telaten Sehun menyalakan lilin berangka dua puluh enam pada kue, Kris menatap kue tart dan Sehun secara bergantian “Sehun ini baru tanggal empat, ulang tahun hyung tanggal enam” Kris mencoba mengingatkan adiknya “aku ingat” ucap Sehun mendongak menatap kakaknya “tapi hyung lupa kalau besok aku akan pergi” Kris mengingat-ingat lagi dia baru ingat Sehun akan pergi bersama teman-temannya “kau kan workaholic jadwal makanmu saja sering lupa apa lagi aku, coba saja sepuluh tahun dari sekarang kau pasti akan lupa kalau punya adik setampan aku” Ucap Sehun kelewat percaya diri, Kris menggeleng “tak mungkin aku lupa pada adikku ini” Kris mencubit pipi Sehun yang di balas jitakan penuh sayang dari Sehun.

“besok kau berangkat jam berapa?” Kris bertanya sambil menikmati Black Forest buatan Sehun “telan dulu baru bicara menjijikan” Sehun melempar bantal sofa tepat di wajah Kris “Jam tujuh kami harus berkumpul di sekolah, kenapa? Mau mengantar?” dari nada suaranya jelas sekali Sehun sangat berharap dan Kris sadar akan hal itu “tentu saja aku takut adikku tersesat di jalan” Sehun cemberut “awas kalau kau bohong ku pastikan kau akan menyesal” Sehun beranjak, sebelum pergi Sehun memeluk Kris cukup erat “Happy Birthday bro” jujur Kris terharu jarang adiknya mau memeluknya “Thanks lill bro” Kris mengusap punggung Sehun sebentar karena Sehun langsung melepaskan pelukan mereka “aku berharap semoga Junhee noona tahu kalau kau menyukainya dan juga” Sehun menyeringai jahil “semoga gigimu tidak terlalu offside lagi” Sehun kabur dan Kris terdiam mencerna perkataan Sehun lalu “WU SEHUN AWAS KAU!” Sehun hanya cekikikan mendengar teriakan kakaknya.

__-__

Kris berdiri menatap foto Sehun yang tersenyum lebar tak dapat Kris pungkiri Sehun memang tampan seperti ayah mereka tanpa Kris sadari sudut bibirnya ikut tersenyum hanya sesaat hingga dia sadar dia tak akan bisa melihat senyum Sehun secara langsung “Kris hyung” Kai menatap Kris sedih dia tahu Kris sangat menyayangi Sehun begitu pun sebaliknya, Kris berbalik “oh hai Kai kau sudah pulang? Dimana Sehun? Kau bersamanya kan?” Kris kembali tersenyum, Kai menggeleng “Hyung kumohon” Kai tak bisa lagi menahan tangisannya dia tak sanggup melihat Kris seperti ini “Hyung sadarlah! Sehun sudah pergi! Kita baru menguburnya pagi ini!” Kai mengepalkan tangannya saat melihat senyum di wajah Kris menghilang “Maafkan aku hyung maaf kalau saja aku memegang Sehun lebih erat dia tak akan terbawa arus Maafkan aku hyung” Kai menunduk mencoba menghentikan air matanya yang terus turun, sedangkan Kris dia tak menunjukan ekspresi berarti.

“Kris ayo makan, satu suap saja oke?” Junhee berusaha membujuk Kris yang masih terdiam menatap foto Sehun di tangannya “apa Sehun juga sudah makan? Dia sangat suka makan es krim” Kris tersenyum tapi pandangannya kosong “Kau tahu aku harus membeli es krim setiap hari agar Sehun tak kehabisan stok” Junhee menggigit bibirnya tak sanggup melihat Kris seperti ini “Junhee-ah Kai bilang Sehun sudah meninggal hahaha anak itu suka sekali bercanda” Junhee memeluk Kris “Sudah cukup Kris, Kumohon” Kris terdiam “Sehun akan menangis jika melihat hyung kesayangannya seperti ini” Junhee ikut menangis ketika Kris menangis bahkan berteriak memanggil nama Sehun. Bagi Junhee Sehun sudah seperti adik kandungnya sendiri, dia juga kehilangan Sehun sama seperti Kris.

“Aku sudah berjanji akan mengantarnya tapi aku bohong, aku bodoh karena lebih memilih klienku” Kris terus merancau dan Junhee terus berusaha untuk menyuapi Kris “Sehun benar aku menyesal karena tak mengantarnya” Junhee menangis melihat keadaan Kris yang sangat kacau”Sehun.. tadi dia bersamaku Junhee dia memintaku untuk membelikannya es krim, aku harus pergi” Kris bangun dari duduknya “Kris” Junhee ikut berdiri “Sehun menginginkan es krim aku harus pergi” Junhee berusaha menahan Kris dengan memegang tangannya “Sehun sudah pergi Kris dia sudah tiada” tangis Junhee makin tak terbendung melihat keadaan Kris “Kau bohong! KALIAN SEMUA BOHONG SEHUN MASIH HIDUP!” seiring dengan teriakan Kris dua orang berbaju putih memasuki ruangan “SEHUN MASIH HIDUP! DIA MASIH HIDUP! JANGAN HALANGI AKU!” kedua orang itu menahan tangan Kris, Junhee menjauh membiarkan kedua orang berbaju putih itu melakukan tugasnya “Sehun masih hidup adikku masih hidup…Sehun Maafkan Hyung~” Kris melemah saat obat bius bereaksi pada tubuhnya.

“Seperti yang kau lihat Junhee Keadaan Kris semakin buruk, aku tak yakin dia bisa segera keluar” Yixing dokter rumah sakit jiwa tempat Kris di rawat ikut memperhatikan Kris dengan pandangan simpati “dia kehilangan kedua orang tuanya saat masih remaja dan kini dia kehilangan Sehun adik satu-satunya, mentalnya pasti sangat terguncang ” Junhee menghela nafas tak sanggup melihat orang yang ia cintai seperti ini “kumohon lakukan sesuatu, aku tak sanggup melihatnya seperti ini” Dengan pandangan memohon Junhee menatap Yixing “aku akan berusaha semampuku, dia juga sahabatku tenang saja” Junhee lega mendengarnya “Kris pasti sembuh” Ucap Junhee yakin.
.
.
.
.
Daily News, November 6, 2016.
“Putra Kedua keluarga Wu Tewas terseret arus Sungai Seomjin”

Seoul Reports, Desember 12, 2016.
“WU Corp kehilangan Dua pewaris utamanya”

Daily Business, March 23, 2018.
“Kim Jongdae resmi menjadi penerus Wu Bersaudara”

3 thoughts on “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Adelfós(Brother) – XavirenaD

  1. Ohhy god apaan ini
    Malem2 baca bginian
    Y allahhh nyesek
    Abang ma ade gueee knp miris bgt kehidupanny
    Othhoooorrrr balikin abang Wu ama dede Oh

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s