[KRIS BIRTHDAY PROJECT] A Dweeb

a-dweeb

A Dweeb
||Length: 500+ | Rating: G | Genre: School, Romance||
||Main Cast: Wu Yi Fan (Kris), Xiao Qin (You)||

-chabaronim proudly presents-

Di sini aku, duduk di bangku perpustakaan, menyalin catatanku tiap-tiap kata, tiap-tiap baris, dan tiap-tiap lembarnya. Membosankan memang. Namun ini rutinitasku, aku suka dan ini aku.
Kekasih yang tak akan marah apabila diduakan. Ya, buku namanya. Dia yang menemaniku, dia yang ada di sampingku. Pagi-siang-sore bahkan tidak ada pergantian jam baginya menemaniku.

Tapi…

Aku bukan buku. Aku manusia. Aku bisa bahagia, aku bisa menangis, aku bisa tertawa, aku juga bisa marah dan tentunya aku tak ingin diduakan. Maafkan aku, buku. Aku tahu kau tak akan marah. Jadi, bolehkan aku menduakan hatiku untukmu dan untuknya?

Lihatlah dia! Badannya tinggi, rambut brunette tak beraturannya, bajunya yang setengah keluar, celana cingkrang yang bahkan tak menutupi mata kakinya dan mulutnya yang tak henti-henti mengunyah dan meletup-letupkan permen karet. Hmmm… dengar-dengar ia dua puluh senti di atasku, wow.

Kalau dipikir-pikir, untuk apa model brandal sekolah itu ada di sini? Sudah jelas, bukan kemauannya. Kalau ia tak berulah ia tak mungkin ada di sini. Pasti ada beberapa anak yang pulang menangis karena babak belur di tangannya. Ckckck.
Wu Yi Fan, tapi ia lebih sering disapa Kris, oh! Memangnya ada yang berani menyapanya? Mmmm… mungkin petinggi-petinggi sekolah, tentunya bukan aku. Padahal kami sekolah di tahun yang sama, tapi mengapa aku merasa level Yi Fan jauh lebih tinggi daripada aku? Kalau dilihat-lihat memang dari ujung kaki sampai kepala tidak ada yang selevel memang aku dengan seorang Wu Yi Fan.

Sebenarnya aku sedikit bingung, kira-kira apa ya yang ada di pikiran Yi Fan? Mengapa ia tidak bosan-bosannya menerima hukuman menata buku di perpustakaan? Itu memang hal simpel, tetapi bukankah ini sudah waktunya untuk berhenti? Maksudku, ia bahkan menghabiskan tiga hari dalam seminggunya untuk menerima hukumannya menata buku.
Mengapa ia suka menghabiskan waktunya sia-sia?
Aku tahu dan sangat tahu aku memang sendirian di sini, di perpustakaan ini, selalu. Kalau begitu harusnya teman-temannya ada di sini untuk membantunya,kan? Seorang Wu Yi Fan kan bukan aku? Kemana mereka? Setahuku kalau di lapangan mereka selalu ada. Tapi ini kan bukan lapangan lagipula siapa yang mau menemaninya menjalani hukuman.
Aku mengangkat bahuku tak peduli. Memangnya siapa Wu Yi Fan—Adstaga! Aku baru ingat, harusnya aku sekarang sudah selesai mempelajari rumus-rumus kalkulus, mengapa dari tadi aku membuang waktuku melamun tak jelas begini.
Aku berjalan menuju rak letak buku-buku matematika dan fisika berada. Mataku mulai menyortir cepat dari kiri ke kanan buku-buku dengan ketebalan mirip yang tertata rapi dibalik rak. Eh? Seri kalkulusnya menghilang?
Aku berbalik arah kemudian berjalan menuju bibi penjaga perpustakaan, “Ahjumma, buku kalkulusnya tidak ada?”
Bibi itu mengangkat sebelah alisnya, “tidak ada? Tadi ada di sana. Coba cari lagi.” Bibi itu menunjuk nujuk rak yang sama dengan rak tempatku mencari buku itu.

Aku kembali ke bangku bacaku dengan wajah merengut dan bibirku yang ada beberapa senti dari depan wajaghku. Aduh, bagaimana ini. Apa aku belajar yang lain saja? Tapi aku sebentar lagi ada tes. Akhhh! Bagaimana in—

Tuk. tuk.

Suara dua kali ketukan terdengar hasil benturan sesuatu dengan meja bangku yang sedang kududuki. Hal itu tepat di depan mataku dan tertangkap oleh daun telingaku, aku membelalakan kedua mataku. Buku kalkulus! Astaga! Kau ini di mana, Buku.
“Astaga! Aku mencarinya dari tadi. Terima kasih!” Aku menoleh ke samping, “Yi Fan?!”

Oh Tuhan. Wu Yi Fan tersenyum padaku, “sama-sama, Xiao Qin.”

“Yi-Yi Fan, darimana k-kau tau namaku?”
fin.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s