[EXOFFI FREELANCE] One of these night #1

One Of These Night.jpg

Author:

 Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

Tittle:

One of these night #1 (You’re my END and my BEGINNING)

Main cast:

-Oh Sehun(exo) || -Park Hyojin(oc/you)

Support cast:

-Park Jimin(bts) || -Bae/Park irene(RV) || -Yooyi a.k.a Hyojin lovely cat || -Various artis.

Genre:

Drama, Fluff, Romance, Fantasy, hurt.

Rating: General

PG: (warning)NC 17

Recommended song: Red Velvet: One Of These Night || Red Velvet: First Time

~Summary~

Cinta sejati. Apa benar ada didunia ini? Jika ada, apa cinta kita adalah salah satunya. Cinta dimana kita kembali di pertemukan dalam 3 kehidupan yang berbeda.

Disclaimer:fanfiction ini murni dari otak saya tidak ada unsur plagiat atau apapun yg ada hanya inspirasi.kalau ada kesamaan dalam nama , maupun judul, saya mohon maaf sebanyaknya , karena seperti yg saya bilang tadi MURNI DARI OTAK SAYA.

Oke ….TOLONG BACA A/N SAMPE ABIS YAHHHHH:-D

 

One Of These Night #1

Aku yang menghentikan waktu itu dengan cerita lama ini. Aku jauh menghabiskan lebih banyak waktu daripada saat aku mencintaimu.

Diluar bima sakti, dalam jarak , tempat yg jauh.

Aku yang menyeberangi kenangan putih kita. Karena setidaknya, bahkan dalam mimpi, tidak apa-apa.

-Red Velvet: One of these night.

 

Gadis itu sedang mengitari taman perbatasan antara kerajaan Veonix dan kerajaan Zeronix, dia begitu cantik dibalut dengan gaun berwarna babypink serta rambutnya yang berwarna coklat emas dianyam oleh penata rambut kerajaan yang sangat profesional.

 

Mata indah gadis itu berwarna hitam bening, bulu mata panjang nan lentik, alis mata terukir sempurna, hidung kecilnya yang menjulang. Rahang yang lancip, serta bibir mungil nya yang berwarna plum. Sungguh sempurna , tapi ada sesuatu yang membuat gadis itu sungguh membuat orang-orang enggan mendekatinya.

 

Dia tidak pernah berbicara, dia juga tidak pernah menghiraukan panggilan-panggilan yang tertuju padanya. Ia tidak memiliki teman seorangpun , hanya ada seekor kucing cantik dan lucu yang selalu menemaninya.

 

“Yooyi_ya…neon eodi_aa” suara seorang pelayan yang senantiasa mendampingi gadis itu kemanapun. Wajahnya terlihat begitu cemas, sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling taman itu.

 

Tiba-tiba wajah itu berbinar , kaki jejangnya yang dibalut sepatu hak berbahan kain terbaik yang sengaja dibuatkan untuknya melangkah menghampiri sesuatu.

Tapi wajah berbinar itu berubah menjadi cemas.

 

Pelayan tadi langsung menghampiri nonanya yang terlihat cemas itu.

 

“eo…Yooyi_yaa eottheokaji nona, aku akan mencari bantuan” gadis itu hanya mengangguk sambil menatap kucing kesayangannya itu.

 

“apa yang kalian lakukan?” tiba-tiba sebuah suara berat seseorang membuat kedua orang itu menatap sumber suara.

 

“oh…yang mulia pangeran Sehun. Saya hanya mencari kucing kesayangan tuan putri. Tapi ternyata kucing itu ada diatas pohon” pelayan itu menjelaskan, tak menyadari kedua orang itu sedang bertatapan.

 

“Pangeran” Sehun langsung buyar dari lamunannya dan menatap gadis yang saat itu terus memberi tatapan cemas pada binatang berbulu tebal yang saat ini sedang duduk santai disalah satu dahan pohon.

 

“aku akan menurunkannya , kalian tunggu disini” Sehun sang pangeran gagah perkasa, akhirnya menaiki pohon maple itu dengan mudah.

 

Gadis cantik itu tersenyum sambil menatap kucingnya yang saat ini ada didekapan Sehun. Saat namja itu menyodorkannya gadis itu langsung mengambilnya. Tersenyum sekilas lalu membungkuk sebelum berlalu meninggalkan Sehun.

 

“ma-maafkan tuan putri , pangeran” pelayan itu menunduk patuh.

 

“siapa dia?apa dia putri raja Park Jongsuk?” pelayan itu membungkuk lagii mengiakan pertanyaan Sehun.

 

“ne…nama putri adalah Park Hyojin, dia putri bungsu yang mulia Raja” Sehun mengangguk mengerti. ‘Park Hyojin’ namun setelah itu Sehun hanya menggidikkan bahunya acuh.

 

“kalau begitu aku pergi” pelayan itu membungkuk , setelah Sehun hilang dari pandangannya pelayan itu juga pergi.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sekolah kerajaan adalah sebuah sekolah yang berisikan anak-anak raja dari berbagai daerah.

 

Tak terkecuali Sehun yang saat ini sedang dibalut pakaian kerajaan yang mewah, dengan rambut yang ditata keatas berjalan bersama teman-teman pangerannya.

 

“Chanyeol_aa , kemarin aku bertemu dengan seorang putri. Dia putri bungsu Raja Park Jongsuk. Setahuku Raja hanya memiliki 2 anak Pangeran Park Jimin dan Putri Park Irene.” Chanyeol terlihat berfikir.

 

“oh aku ingat, Raja Park memang memiliki seorang anak perempuan lagi yang diasuh oleh adiknya yang ada di Gyeorae. Raja Park Hongki” Sehun mengangguk.

 

“dia begitu menawan, bahkan aku yakin putri Irene kalah dengannya.” tambah Kai yang saat ini juga bersama mereka.

 

“kau melihatnya? Dimana?” tanya Sehun bertubi-tubi.

 

“tadi pagi aku melihatnya , disekolah. Mungkin dia masuk kelas tahap pertama” tebak Kai, tiba-tiba Sehun penasaran dengan putri misterius itu.

 

“ahh…aku ingin berkeliling dulu, kalian bisa keruang makan duluan” Sehun berjalan dengan cepat menuju kelas tahap pertama.

 

Setiba disana , Sehun berjalan dengan pelan melalui ruang kelas tahap pertama disana banyak pangeran-pangeran dan putri-putri bahkan mereka memandang Sehun saat ia melewati kelas itu, namun putri yang ia cari tidak ada disana.

 

Sehun melewati ruangan demi ruangan disekolah itu , saat mata pangeran itu melewati sebuah ruangan , disana terdapat seorang gadis cantik duduk sendiri tanpa siapapun selain guru yang mengajarnya.

 

‘apa kau mengerti putri’ guru itu menggunakan bahasa isyarat. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum manis.

 

Guru itu menyudahi pelajarannya , namun saat itu juga ia melihat Sehun didepan pintu kelas . Membuat Hyojin -putri cantik itu- tertegun.

 

“Pangeran ….apa ada yang bisa saya bantu” guru itu membungkuk.

 

Sehun menatap Hyojin sejenak, sebelum membuka suaranya.

 

“kenapa dia hanya sendiri seonsaengnim? Kenapa dia tidak masuk kekelas tahap pertama yang disana” Guru itu memandang sejenak kearah Hyojin.

 

“dia hanya tidak suka keramaian, saya permisi dulu Pangeran” guru itu membungkuk lalu meninggalkan Sehun dan Hyojin diruangan itu.

 

“kenapa kau tidak suka keramaian?” Hyojin tak mengindahkan ucapan Sehun , gadis itu hanya membuang tatapannya pada buku yang ada didepannya.

 

“hei….apa kau tuli?” Hyojin langsung menatap Sehun, mata beningnya terlihat memerah.

 

“dan apa kau juga bisu?” tepat saat itu juga sebuah kristal bening mengaliri pipi putihnya yang sebening porselen.

 

Hyojin mengambil sebuah kertas lalu mencelupkan kuas kecil itu pada tinta yang ada diatas mejanya.

 

‘kau sudah tau, jadi jangan lagi menemuiku. Pangeran yang sempurna’ Sehun terbelalak melihatnya sebelum kemudian berucap.

 

“ma…maafkan aku” putri itu langsung pergi meninggalkan Sehun sambil membawa Kucing gembulnya.

 

“apa itu alasan dia menyendiri?” Sehun menatap punggung Hyojin yang terekspos karena gaun yang ia pakai.

 

….

 

Hyojin tersenyum bahagia sambil mengajak kucingnya itu bermain dilantai pertama istana. Namun sebuah suara membuat Hyojin mengalihkan pandangannya.

 

“hei kau…jangan bermain disini, teman-temanku akan datang dan aku tidak ingin kau ada ditempat ini. Appa pergi kepusat , jadi tidak ada yang bisa melindungimu cacat” Hyojin tertunduk dengan air mata yang menganak dipelupuk indahnya, sebelum mendongak dan mengangguk.

 

Gadis itu membawa kucingnya ketaman yang ada diistana. Hyojin sangat cantik dengan gaun biru muda dan rambut indahnya tergerai ,dibagian poni dianyam dengan unik serta dihiasi mahkota kecil dikepalanya.

 

“Putri , pangeran menunggu anda dimeja makan. Biar saya membawa Yooyi” Hyojin tersenyum tanda terima kasih , lalu pergi menghampiri oppanya.

 

 

Jimin berdiri dari kursi sambil merentangkan tangannya menyambut pelukan sang adik. Hyojin tersenyum manis.

 

‘bagaimana oppa? Apa kita menang?’ tanya Hyojin dengan bahasa isyaratnya.

 

“tentu saja Saeng_aa , oppa selalu menang” Hyojin kembali tersenyum.

 

“kau passti lapar, ayo kita makan. Kudengar Irene mengadakan pesta. Kau harus berdandan dengan cantik Saeng. Oh…ani tanpa berdandan pun kau sudah sangat cantik” Hyoji menunduk.

 

‘aku tidak ikut pesta oppa, aku masih ada tugas yang diberi Hong seonsaengnim’ gadis itu menggerakkan tangannya , yang disambut paham oleh Jimin.

 

“ohhh…makan lah Saeng” Hyojin mengangguk lalu melahap makanannya dengan penuh nafsu.

 

“tadi oppa bertemu Pangeran Sehun” Jimin kembali membuka pembicaraan.

 

“dia bertanya tentang dirimu” Hyojin langsung menatap Jimin yang berada tepat didepannya.

 

.

.

.

.

.

.

Hyojin duduk disebuah ayunan ditaman istana mereka sambil mengelus kucing gembulnya.

 

(“dia ingin minta maaf denganmu, dan ingin bertemu dengan kau malam ini”) Hyojin menggeleng, dia tidak boleh mempermalukan eonninya dipesta nanti.

 

Langit sudah mulai gelap, Hyojin masih berada diayunan itu. Yooyi sudah terlelap karena merasakan elusan lembut tangan Hyojin.

 

Sayup-sayup terdengar suara orang-orang yang mulai berdatangan. Hyojin hanya memakai gaun tidurnya berwarna putih.

 

(‘tuhan…apa mau namja itu?apa dia ingin mempermalukan keluarga kami, aku tidak ingin menjadi beban lagi’) bahkan Hyojin ragu apakah suara hatinya seperti itu. Gadis itu mulai mengangkat kucing gembulnya layaknya menggendong seorang bayi, namun saat gadis itu mendongak kedepan. Sesosok tampan menatapnya.

 

Hyojin terdiam, namja itu semakin mendekatinya.

 

“hai…maaf so’al tadi siang ak-” Hyojin berlalu meninggalkan Sehun.

 

“aku hanya ingin minta maaf, apa kau tidak bisa memaafkan ku” Gadis itu berbalik , kemudian menggerakkan sebelah tangannya yang bebas.

 

‘aku memaafkan mu , pergilah aku tidak ingin bertemu dengan siapapun’ Sehun dapat mengerti maksud Hyojin, gadis itu berbalik beranjak pergi. Sehun menatap punggung cantik itu sampai hilang dari jangkauannya.

 

….

 

“ya…Irene_ssi kau mengundang Sehun kan?” tanya seorang putri dari kerajaan Hetronix bernama Olivia jung.

 

“eo… Tadi dia permisi sebentar, aku akan berbicara dengan appa tentang pertunangan kami” Irene tersenyum angkuh.

 

“kalian memang serasi , sama-sama sempurna” sambung Olivia sambil menyesap anggurnya.

 

.

.

.

.

.

.

Hyojin sedang mengelilingi taman perbatasan kerajaan bersama Yooyi. Ia menatap kesekeliling dengan takjub. Namun sebuah suara membuat kegiatannya berhenti dan suasana hatinya jadi buruk.

 

“hei….akhirnya kita bertemu lagi, aku masih merasa bersalah. Boleh kita berteman? Aku akan menebus kesalahanku” Hyojin terdiam menatap hamparan bunga didepannya.

 

Berteman?baru kali ini ada seseorang yang menawarinya pertemanan.

 

“aku tulus ingin menjadi temanmu, dan aku tidak akan mengecewakanmu. Aku berjanji” Gadis itu langsung berbalik menatap mata Sehun mencari kebohongan disana.

 

Beberapa saat Sehun terpaku, mata indah gadis itu menunjukkan bahwa iya begitu bahagia. Tapi expresinya begitu lugu dan polos.

 

Hyojin perlahan mengangkat jari kelingkingnya menuju Sehun. Sehun yang mengerti langsung tersenyum bahagia.

 

“yaksok” mereka saling membalas senyum.

 

“kau ingin melihat sisi taman yang lebih indah dari ini?” Hyojin mengangguk antusias.

 

“kalau begitu genggamlah tanganku” gadis itu terbelalak, baru kali ini dia memgang tangan seorang namja dan itu membuatnya begitu gugup.

 

Dengan ragu Hyojin mengulurkan tangannya menggapai tangan Sehun. Saat tangan mereka sudah saling menggenggam , ada rasa seperti tersengat listrik tapi begitu menyenangkan.

 

“pejamkan matamu” Hyojin menurut saja.

 

Cleck~~

 

Sehun menjentikkan jarinya, dalam hitungan detik mereka sudah sampai disebuah sungai kecil yang tenang deras dengan airnya yang jernih.

 

“buka matamu” dengan perlahan Hyojin membuka matanya. Mata indah gadis itu membeliak sambil menampakkan wajah takjubnya yang lugu.

 

‘apa kau sudah bisa sihir’ tanya Hyojin dengan bahasa isyaratnya yang perlahan.

 

“sihir?” Hyojin mengangguk.

 

“eo tentu…aku sudah berada ditahap keempat sekolah kerajaan, ya…kami hanya mempelajari sihir disana” Hyojin mengangguk polos.

 

“baguskan? Bagaimana kalau tempat ini kita jadikan tempat bertemu kita setiap hari?” Hyojin mengangguk, masih menikmati keindahan taman itu.

 

“jika kau lebih dulu datang, kau bisa menungguku dibawah pohon maple itu. Arra?” Hyojin mengangguk sambil tersenyum.

.

.

.

.

.

.

.

Katakan padaku, apakah ini yang pertama kalinya?

Apakah benar kau seperti ini untuk pertama kalinya sepertiku?

Hatiku ingin tahu semuanya Seperti orang bodoh, apakah aku semakin dalam dariku atau tidak?

 

Cintai aku seperti setiap hari adalah hari yang baru

Pada akhirnya kita adalah satu

Entah bagaimana, bagaimanapun aku ingin menjadi yang pertama dan juga yang terakhir

Seperti setengah bagian, kita mengisi satu sama lain sepenuhnya.

-Red Velvet: First time

 

Hari-hari dilalui mereka dengan begitu indah, tapi persahabatan antara pria dan wanita tidak pernah berjalan dengan lancar. Selalu ada kejanggalan dalam perasaan mereka, sahabat tapi itu masih terlalu biasa.

 

Sehun adalah laki-laki normal yang dewasa, terbukti umurnya sekarang 25 tahun. Dia pandai bertarung , tampan , dan baik hati. Gadis mana yang tidak terpikat padanya. namun sekian banyak putri cantik yang mendekatinya, tidak ada satupun yang mampu meluluhkan hati pangeran tampan itu.

 

Namun tiba-tiba hati Sehun bergetar hanya dengan melihat senyum indah gadis yang selama ini menjadi temannya. ya…Park Hyojin putri kerajaan tetangga, gadis yang memiliki begitu banyak kekurangan namun disisi lain juga memiliki begitu banyak kesempurnaan.

 

Hyojin duduk disebuah bangku yang berada tepat dibawah pohon maple dimana ia dan Sehun biasa bertemu. Kali ini dia begitu cantik dengan gaun mencapai tanah berwarna green soft , ditambah sarung tangannya dan payung yang senada dengan apa yang ia pakai.

 

Gadis itu memandang kesekeliling taman itu, tapi tidak ada sesuatu yang menarik baginya.

 

Tiba-tiba sebuah tangan kekar bertengger dibahunya, dengan gerak cepat gadis itu menoleh kebelakang. Tepat 2 detik kemudian sebuah senyuman indah mengembang dibibir pinknya.

 

“apa kau sudah lama menunggu?” tanya Sehun sambil memposisikan dirinya duduk disamping gadis itu, Hyojin hanya menggeleng.

 

“dimana Yooyi?” namja itu kembali bertanya sambil melihat pangkuan Hyojin.

 

‘dia sedang sakit, jadi Shin ahjumma membawanya ketabib’ Hyojin memberi Sehun bahasa isyaratnya.

 

“sakit? Wah…sayang sekali, padahal aku membawakannya sesuatu” ucap Sehun dengan nada kecewanya.

 

‘Mwowae?’ ucap Hyojin dengan bahasa isyaratnya.

 

“tada…..aku membuatnya saat ke Jeju, banyak sekali kerangka siput-siput kecil yang indah. Jadi aku mengumpulkannya untuk membuat kalung itu agar Yooyi bisa memakainya” Hyojin mengambil kalung untuk Yooyi itu dengan matanya yang berbinar.

 

“dan ini untukmu” Hyojin langsung menemukan sebuah gelang dengan berbagai kerangka-kerangka siput kecil yang indah.

 

‘untukku’ Hyojin mengarahkan tangan kanan nya kedada.

 

“em…apa kau menyukainya?” gadis itu mengangguk keras.

 

“berapa umurmu?” tanya Sehun tiba-tiba , membuat Hyojin mengerutkan keningnya.

 

‘kenapa tiba-tiba?’ Sehun tersenyum.

 

“beritahu saja aku” Hyojin terlihat mengingat-ingatnya.

 

‘20 tahun’ Sehun mengangguk.

 

“wah….kau masih muda sekali” Sehun berujar kagum. Mata mereka bertemu beberapa saat membuat detak jantung mereka tak karuan.

 

“ini sudah malam, aku akan memberitahumu kabar bahagia.” Sehun menggenggam tangan Hyojin.

 

“kajja, aku akan mengantarmu” Gadis itu hanya tersenyum, kemudian ikut menggenggam tangan besar Sehun.

 

 

Setiba digerbang raksasa istana Kerajaan Veonix, Sehun menatap Hyojin dengan senyum hangatnya.

 

“aku pulang, besok aku menunggumu ditempat biasa. Arrayeo?” Hyojin hanya mengangguk. Saat Sehun ingin beranjak pergi, tiba-tiba tangan gadis itu menahannya membuat Sehun berbalik.

 

“waeyeo?” Hyojin mendekatkan wajahnya kewajah tampan Sehun, sedetik kemudian bibir mungil Hyojin mendarat dipipi putih Sehun. Hanya sekilas namun memberi efek besar bagi tubuh Sehun.

 

‘gumawo’ Hyojin membuat isyarat terima kasih dengan tangan kanannya.

 

Setelah itu Hyojin pergi menuju istananya dengan degup jantung yang begitu cepat. Tak jauh berbeda, Sehun pun seperti itu , perasaan yang mampu membuncah hatinya untuk pertama kalinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aku harus mengatakannya, karena rasa ini datang hanya saat aku bersamamu.

Melihat senyummu, matamu, dan wajah polosmu. Aku sungguh tidak mengerti awalnya.

Tapi sekarang aku mengerti, aku mencintaimu. Lebih dari apapun, aku menginginkanmu lebih dari segala apapun didunia ini.

-Oh Sehun

 

Sudah bulan ke-8 mereka bertemu ditaman itu dan menjadi teman, kabar bahagia yang ingin Sehun katakan juga sudah ia sampaikan.

 

ya…Sehun sudah mempelajari sihir dimana ia bisa membaca fikiran dan hati seseorang. Jadi Hyojin tidak perlu lagi memperagakan dengan isyaratnya.

 

Saat ini Sehun sedang berbaring dipangkuan Hyojin, dibawah pohon maple yang menjadi saksi apa yang mereka lakukan selama ini.

 

Gadis itu terus memandang wajah Sehun yang terlelap dipangkuannya sambil mengelus surai hitam namja itu dengan lembut dan telaten.

 

(‘aku bahagia Sehun_aa!!’) Hyojin berujar dalam hatinya.

 

“jijjaro…waeyeo?” tanya Sehun masih menutup matanya, menikmati sentuhan lembut gadis itu. Hyojin lupa kalau namja itu sudah bisa mendengar apa yang Hyojin ucapkan dihatinya.

 

Nmja itu bangkit dari berbaringnya kemudian menghadap kearah Hyojin yang saat ini menatapnya.

 

“berjanjilah kau tidak akan marah atau menjauhiku” Hyojin langsung mengangguk cepat sambil menatap Sehun harap-harap cemas.

 

“Aku mencintaimu” seketika Hyojin terdiam , matanya mencoba menatap kearah mana saja asal tidak kemata Sehun yang saat ini menatapnya intens.

 

“aku tidak peduli dengan semua kekurangan yang kau miliki, aku tidak memandang semua itu Jin_aa. Awalnya aku juga ragu dengan perasaan ini. Tapi saat aku bertanya kepada eomma, kenapa jantungku berdebar saat bertatapan denganmu dan melihat senyummu, aku nyaman saat bersamamu. Dan eomma menjawabnya kalau aku sedang jatuh cinta. Ya….aku jatuh cinta padamu Jin_aa” mata Hyojin kali ini menatap mata Sehun nyalam.

 

‘begitu banyak kekurangan yang kumiliki Sehun_aa, kau akan hidup dalam kesunyian didunia ini, kau tidak akan pernah mendengar tawa yang akan membahagiiakanmu dan tangis yang akan membuatmu juga bersedih, kau lelaki yang tampan dan pintar. Banyak putri-putri diluar sana yang menginginkanmu. Bahkan mereka lebih sempurna dariku Hun_aa. Aku hanya akan menjadi beban hidupmu dan aib keluargamu.’ Hyojin menggeleng-geleng.

 

“lalu kau pikir untuk apa aku mempelajari sihir itu eo? Aku hanya ingin mendengar suaramu. Walaupun tidak secara langsung, aku begitu bahagia.” Sehun mendekat kearah gadis itu.

 

“percayalah, ini yang pertama bagiku Jin_aa. Aku berjanji akan membahagiakanmu, apapun yang terjadi” air mata sudah berdesakan untuk keluar, nafas gadis itu juga mulai sesak.

 

Hyojin menunjuk dada kirinya lalu menunjuk kearah dada kiri Sehun.

 

“jinjjaro?” tanya Sehun dengan matanya yang berbinar bahagia, gadis itu mengangguk sambil tersenyum haru kearah namja didepannya.

 

Langsung saja Sehun merengkuh tubuh gadis itu kedalam pelukannya, menyalurkan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini. Memeluk erat tubuh ringkih itu seolah tidak ada lagi waktu setelah ini untuk memeluk tubuh itu.

 

Sehun melepaskan pelukannya , menatap sosok sempurna yang saat ini begitu mengagumkan baginya.

 

“boleh aku menyentuh bibir sucimu ini?” mata Sehun tak berpaling sedikitpun dari mata indah Hyojin. Gadis itu mengangguk pelan. Namja itu tersenyum sesaat sebelum mendekatkan wajahnya pada wajah rupawan didepannya. Tangan kekar Sehun menyusup pelan ketekuk gadis itu sambil mendekatkan wajahnya, hidung mereka sudah saling menyentuh tinggal sedikit pergerakan kecil, kedua bibir itu menyatu sempurna.

 

Cup~ bibir Sehun berhasil meraih bibir Hyojin, hanya saling menempel tidak ada pergerakan sedikitpun. Namun 5 detik setelah itu Sehun mulai membuka bibirnya dan langsung melahap bibir mungil didepannya, melumatnya dengan hati-hati dan menangkup wajah cantik gadis itu dengan kedua tangannya. Hyojin gadis itu juga mulai menikmati setiap sentuhan yang Sehun berikan, tangannya mulai naik dan menangkup pipi kiri Sehun dengan tangan kanannya. Mencoba membalas dan mengimbangi pergerakan namja itu.

 

Lumatan-lumatan lembut tak terelakkan lagi, Sehun terus menyesap bibir manis itu begitupun sebaliknya. Sampai saat Hyojin mulai memukul pelan dada Sehun akhirnya mereka mengakhiri ciuman itu.

 

Dahi serta pelipis mereka masih menyatu, nafas mereka terengah. Sehun membuka perlahan kelopak matanya dan nampak lah wajah rupawan pujaan hatinya yang masih terpejam.

 

“aku tau alasan kenapa aku ingin sekali berteman denganmu” Hyojin perlahan membuka matanya dan menatap Sehun yang tak lebih dari 5cm didepannya.

 

“karena kau takdirku, cinta sejatiku. Dan sampai kapanpun itu tidak akan berubah” air mata menganak dipelupuk gadis itu. Ia bahagia, sangat . Karena dia juga merasakan hal yang sama dengan Sehun.

 

Siang sudah berganti jadi malam. Sehun dan Hyojin berjalan bersama menyusuri jalan kecil menuju istana kerajaan Veonix, tangan mereka saling menggenggam dan senyum kecil tersungging dibibir masing-masing.

 

 

Mari kita berjalan dengan berpegangan tangan dibawah langit berbintang

-Red Velvet: First time

 

Hyojin mencoba memakai gaun tidurnya, tapi sudah sekitar 10 menit ia melakukannya tidak ada kemajuan sedikitpun. Setelah mengadakan pesta seharian dirumah, akhirnya Hyojin bisa beristirahat, namun usahanya itu sia-sia.

 

Tuk~tuk beberapa kerikil menabrak jendela kamar Hyojin, gadis itu tidak menghiraukannya ia masih berkutat dengan resleting gaun tidurnya.

 

Tuk~tuk

Habis kesabaran akhirnya Hyojin mencoba memeriksa apa sebenarnya yang terjadi dengan kerikil-kerikil itu. Dengan santai ia membuka jendela kamarnya yang besar lalu menatap kesekelilingnya.

 

(‘tidak ada orang’) batinnya , lalu kembali ingin menutup jendela. Namun matanya menangkap sesuatu diatap dekat cerobong asap. Dengan perlahan Hyojin mendongakkan kepalanya, tepat saat kepala itu sudah mendongak nampaklah sosok tampan yang saat ini tersenyum hangat kearahnya.

 

‘sehun’ ucapnya dalam hati. Sehun hanya mengangguk lalu menghampiri Hyojin dengan teleportnya.

 

‘sejak kapan kau ada disini?’ Sehun terlihat menimbang-nimbang.

 

“mungkin 20 menit yang lalu, atau 15 menit” Hyojin membelalakkan matanya.

 

‘jadi kau…melihat semuanya?’ Sehun hanya tersenyum lalu mendekat kearah Hyojin.

 

“berbaliklah, aku akan membantumu” dengan ragu Hyojin membalikkan tubuhnya, dari situ Sehun dapat melihat punggung putih gadis itu yang tidak terdapat cacat sedikitpun.

 

“kita tidak bertemu hari ini, kau sibukkan dengan pesta ulang tahun Jimin” jari Sehun ikut menyentuh punggung Hyojin seiring pergerakan tangan Sehun yang menutup resleting gaun tidur gadis itu, membuat sang empu merasa gejolak didalam dirinya.

 

Sehun mengecup tengkuk Hyojin lembut, melingkar lengan kekarnya dipinggang ramping gadis itu.

 

Hyojin dapat mencium alkohol menyeruak dari nafas Sehun, alarm panik berbunyi nyaring dari dirinya.

 

‘Se-sehun_aa kau mabuk, kenapa?’ Sehun membalikkan tubuh Hyojin kemudian menyambar bibir gadis itu dengan ganas , membuat gadis itu kewalahan. Sisa-sisa anggur dari bibir Sehun terasa dibibirnya.

 

Saat air mata meluncur begitu saja dipelupuk mata namja itu, Hyojin sadar kalau Sehun tidak sepenuhnya mabuk.

 

‘kau-kau menangis, waeyeo?’ tanya Hyojin saat ciuman mereka berakhir. Mata Sehun memerah air mata menganak dipelupuk namja itu.

 

Hyojin langsung saja memeluk tubuh kekar Sehun, namja itu menangis sejadi-jadinya dipelukan pujaan hatinya. Perasaannya sungguh kacau saat ini. Ia ingin seperti ini untuk waktu yang lama, ya….dalam pelukan hangat gadisnya, meluapkan segala rasa sakit dan gundah yang ia rasakan.

 

‘menangislah , aku akan selalu menjadi sandaranmu. Saat kau sedih dan saat kau bahagia’ Sehun semakin menangis pilu mendengar kata-kata gadis itu.

 

Sehun bukan lelaki yang cengeng atau lemah. Namun saat semua terasa begitu sulit bagi namja itu. Ia akan menangis.

 

Apa sebenarnya terjadi?

Kenapa Sehun seperti itu?

Apa sesuatu yang buruk akan terjadi?

 

.

.

.

.

.

.

.

Hyojin menyusuri jalan setapak yang dipenuhi oleh bunga dengan santai sambil mengelus tubuh gembul Yooyi yang penuh bulu.

 

Kejadian 5 hari yang lalu membuat Hyojin bertanya-tanya , kenapa Sehun menjadi sekacau itu. Bahkan namja itu sampai tertidur dipelukannya.

 

Akhirnya gadis itu sampai dibawah pohon maple tempat mereka biasa bertemu. Hyojin mendudukkan dirinya dibangku yang terdapat dibawah pohon maple itu. Matanya menatap kesekeliling taman itu.

 

 

Sudah sekitar 2 jam ia berada ditaman itu, tapi tidak ada tanda-tanda seseorang yang datang. Hatinya membatin, tidak biasanya. Sehun akan mengiriminya surat apabila namja itu tidak bisa menemuinya. Namun hari ini tidak ada kiriman apapun untuknya, jadi ia berfikir bahwa mereka akan bertemu seperti biasanya.

 

Tiba-tiba suara beberapa ekor kuda terdengar mendekat kearah Hyojin, gadis itu berdiri untuk memastikan. Ternyata itu para pengawal kerajaannya.

 

“Tuan putri, Yang mulia raja menyuruhku untuk menjemput anda. Ada hal penting yang beliau ingin sampaikan pada seluruh warga kerajaan” Hyojin mengangguk , lalu masuk kedalam kereta kuda mewah yang menjemputnya.

 

Kereta itu meleset pergi menuju kerajaan Veonix.

 

 

Hyojin turun disambut pengawal kerajaan ayahnya, dengan langkah santai gadis itu menyusuri lantai marmer istana sambil menggendong kucingnya. Tibalah ia disebuah ruangan luas yang hanya dikhususkan untuk keluarga kerajaan , Hyojin perlahan membuka pintu berdaun dua yang menjulang itu.

 

Disana sudah terdapat Ayahnya Raja Park Jongsuk, kakak laki-lakinya Park Jimin, dan Kakak perempuannya Park Irene. Hyojin menghampiri mereka.

 

“kau selalu menyusahkan cacat” cibir Irene sambil menatap Hyojin sinis.

 

“Park Irene” ucap Jimin sambil menatap kearah Hyojin dengan senyum menenangkannya

 

“Ayah akan mengadakan makan malam dengan keluarga calon suami Irene minggu nanti, jadi Ayah harap kalian mempersiapkan diri kalian, karena ini akan menjadi persekutuan antara kerajaan besar diAsia. Arrachi?” Raja Park menegaskan anak-anaknya.

 

Mereka bertiga mengangguk. Raja Park menatap Hyojin yang saat ini menundukkan wajahnya.

 

“Jin_aa,” gadis itu mendongak menatap sang Ayah.

 

“Ayah harap kau tidak menghilang lagi kali ini, karena Ayah ingin memperkenalkanmu” Hyojin mengangguk.

 

“kalian boleh kembali keaktivitas kalian” ketiga anak Raja Park mengangguk. Mereka kemudian bubar, namun saat Hyojin tiba ditangga menuju lantai bawah, suara Irene membuat langkahnya terhenti.

 

“kau akan ikut makan malam bersama kami? Jaga sikapmu, jangan sampai keluarga calon suamiku tau kalau kau itu bisu. Kau harus bertanggung jawab jika pernikahanku batal nanti. Kau memang aib keluarga , kenapa eom-” belum sempat Irene menyelesaikan ucapannya, suara Jimin lebih dulu menginterupsi.

 

“Eomma kami, bukan Eomma-mu yang jalang itu. Dia istri sah Appa, bukan kekasih gelapnya” Irene terdiam dengan wajahnya yang mengeras.

 

“sebenarnya dia yang lebih berhak dirumah ini, bukan anak haram sepertimu” Irene menatap marah kearah Jimin.

 

“jaga bicaramu Park Jimin” ucap Irene sinis.

 

“aku berhak berbicara apapun dirumah ini, apalagi membela adik kandungku” dengan emosi yang meluap Irene meninggalkan tempat itu.

 

‘gumawoyeo oppa’ ucap Hyojin dengan bahasa isyaratnya.

 

“cheonmayeo…ayo kita makan siang” Hyojin mengangguk antusias lalu menggandeng lengan kekar Jimin.

..

.

.

.

..

.

.

.

.

.

 

Hyojin menatap keluar jendela kamarnya , saat ini hujan deras mengguyur kota mereka. Ia begitu merindukan sosok Oh Sehun saat ini. Perasaannya masih kalut. Setelah kejadian malam itu mereka tidak pernah bertemu lagi.

 

Bahkan Sehun pergi saat Hyojin masih terlelap, tanpa memberikan ucapan apapun.

 

Tiba-tiba mata gadis itu membulat melihat sesuatu didekat hutan yang tak jauh dari istana. Dengan gerak cepat gadis itu keluar kamar sambil membawa satu koleksi payungnya. Suasana istana begitu sepi, mungkin karena orang-orang sedang beristirahat diruangan masing-masing.

 

Hyojin sudah sampai ditanah lapang sebelum memasuki hutan itu. Matanya mengedar mencari sosok yang begitu ia rindukan. Hujan begitu deras malam ini, gadis itu terus mencarinya.

 

Memanggil? Berteriak? Semua itu akan dilakukan Hyojin jika ia bisa. Kali ini ia benar-benar sedih dengan kekurangannya. Karena biasanya gadis itu tidak mempedulikan kekurangannya.

 

Manik indahnya mulai memerah, air mata sudah menganak disana. Sungguh ia begitu takut kalau semua ini hanya ilusinya, fantasynya. Karena ia begitu merindukan sosok tampan itu.

 

Semua sia-sia, hujan masih mengguyur deras. Gadis itu berdiri ditengah lapangan. Tak lama terdengar suara cengiran kuda, dan lampu-lampu yang menyorot sembarang.

 

“astaga, tuan putri …akhirnya kami menemukanmu putri. Raja saat ini begitu cemas, karena saat pelayan Shin masuk kamar anda. Anda tidak ada disana” Hyojin tak bergeming, pengawal-pengawal kerajaan itu kemudian menuntunnya menuju kereta kuda.

 

Tepat saat kereta itu mulai bergerak, air mata mengalir lancar dari pelupuk matanya. Ia memiliki firasat buruk terhadap Sehun.

 

 

Kereta kuda itu mulai menjauh, tak berapa lama keluar sosok bertubuh tegap dibalut jubah hitam keluar dari balik pohon dihutan itu. Sosok berjubah itu membuka penutup kepalanya dan nampaklah siapa sosok itu sebenarnya.

 

Oh Sehun, namja itu memang berada disana. Tapi ia masih belum sanggup bertatap wajah dengan sosok yang begitu dicintainya itu.

 

“maafkan aku Jin_aa” samar-samar terlihat setetes air mata mengalir diwajah mulusnya yang putih.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pertemuan antar kerajaan itu masih 4 hari lagi. Namun persiapan sudah dilakukan dari dua hari yang lalu. Hyojin mengelilingi istana keluarganya yang sudah begitu mewah , karena patung-patung buatan seniman ternama di Eropa menghiasi setiap sudut istana mewah itu.

 

Foto lukisan keluarganya yang begitu besar menghiasi dinding istana. Hyojin tak henti-hentinya berdecak kagum.

 

“Irene_aa siapa dia?” Hyojin langsung tersadar dari kekagumannya, karena mendengar suara asing seseorang.

 

Irene menatap kearah Hyojin dengan tatapan yang begitu dingin, seolah mengatakan ‘kau selalu meyusahkan’ .

 

“dia adik Bungsu ku, namanya Putri Park Hyojin” Irene langsung memberikan tatapan dengan artian ‘cepat pergi’. Hyojin langsung pergi tanpa menghiraukan sapaan teman Irene tadi.

 

“kenapa dia seperti itu? Sungguh tidak sopn” Irene hanya menggidik kan bahu acuh , lalu kembali membicarakan persiapan pertemuan antara ia dan calon suaminya.

 

 

Hyojin baru keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan gaun tidur sambil mengeringkan rambutnya. Saat gadis itu membuka lemarinya ia terdiam. Lalu kembali menutup lemari itu dan mulai mengarahkan tatapannya menuju ranjang besarnya.

 

Tepat sekali. Disana terlihat sosok tampan yang berbaring menyamping sambil menumpu kepalanya dengan tangan kiri dan menatap Hyojin dengan tatapan sendunya.

 

“Bogoshippeo?” Hyojin masih terdiam, meyakinkan dirinya kalau itu hanya hayalan belaka.

 

“aku bukan hayalanmu, aku benar-benar ada disini Jin_aa” Gadis itu langsung berlari menghampiri Sehun yang saat itu sudah mendudukkan tubuhnya.

 

Hyojin sungguh tak kuasa lagi menahan air matanya, gadis itu langsung menangis didalam pelukan Sehun. Sedangkan namja itu mengelus lembut puncak kepala pujaan hatinya itu.

 

‘kau kemana saja eo? Aku sungguh merindukanmu Hun_aa!!’ Sehun hanya mengangguk-angguk sambil mengeratkan pelukannya.

 

Hyojin menatap Sehun dengan mata sembabnya yang begitu memilukan hati.

 

“uljimayeo…aku disini. Aku akan menemanimu malam ini” namja itu mulai mendekatkan wajahnya kewajah rupawan Hyojin.

 

Bibir Sehun menyapu lembut bibir Hyojin, bahkan mereka berdua sudah menutup kedua mata mereka. Sehun melumat bibir atas Hyojin dengan lembut, seolah benda itu adalah benda paling rapuh didunia ini. Perlahan Hyojin mulai membalas ciuman Sehun, kali ini ciuman mereka mulai menuntut, tangan namja itu yang awalnya dipinggang gadisnya mulai naik keatas. Mengelus-elus punggungnya dengan penuh gairah sambil sesekali menelengkan kepalanya kekiri dan kekanan mencari posisi yang nyaman untuk menikmati bibir manis gadisnya itu.

 

“ehhh…” nafas berat Hyojin membuat sesuatu didalam diri Sehun mendesak. Dengan perlahan namja itu melepaskan tautan bibir mereka.

 

Mereka berdua saling bertatapan seolah berbicara lewat tatapan mata mereka. Gadis itu mengangguk. Kemudian tangan Sehun yang masih setia dipunggung Hyojin, mulai naik mencari sesuatu disana, matanya tak lepas dari mata sendu gadisnya.

 

Sreett~

 

Tepat saat itu terdengar suara resleting gaun Hyojin yang ditarik perlahan sehingga memperlihatkan punggung putihnya yang mulus tanpa cacat sedikitpun.

 

Sehun mulai mengecupi bibir gadis itu, lalu turun kedagu kemudian kerahang lancipnya dan sampailah pada leher jejangnya. Namja itu dapat mencium wangi sabun yang gadis itu gunakan saat ia mandi tadi. Sehun memberikan kecupan-kecupan kecil disana, tak berapa lama mulai menggigit perlahan permukaan kulit Hyojin, menghiasap , dan melumatnya hingga terciptalah sebuah tanda merah keunguan disana.

 

Hyojin tak kuasa dengan apa yang Sehun lakukan. sebagai pelampiasan, gadis itu meremas pundak lebar Sehun sambil menutup matanya. Nafasnya berat, membuatnya begitu menggoda.

 

Sehun menuntun gadisnya berdiri , lalu kembali melumat bibir plum yang begitu kissable itu. Perlahan namja itu menurunkan gaun tidur Hyojin, mengelus pundak hingga telapak tangan gadis itu kemudian menyematkan jari-jemari mereka satu sama lain.

 

Tangan Sehun kembali menyusuri sekitaran leher Hyojin tanpa melepaskan ciuman mereka. Tubuh gadis itu sudah terbuka dibagian atasnya tanpa penutup apapun. Tangannya turun menuju pundak Hyojin , semakin kebawah dan sampailah tepat didada kiri gadis itu. Dengan hati-hati tangan Sehun mulai menangkup benda kenyal nan sintal itu.

 

Meremasnya begitu pelan, seolah menyalurkan gairah yang menjalari tubuh mereka. Hyojin melepaskan ciumannya hanya untuk bernafas.

 

“kau milikku malam ini Jin_aa, jadi mendesahlah meski didalam hati dan fikiranmu. Sebutlah namaku” bisik Sehun seduktif. Hyojin hanya mengangguk dan mulai melepaskan pakaian Sehun.

 

Sehun namja itu juga tak henti-hentinya meremas dada gadisnya dan mencetak tanda kepemilikannya ditubuh Hyojin.

 

‘ahh…H-hun_ahh’ Sehun menjatuhkan gaun tidur Hyojin, sehingga tubuh gadis itu sudah full naked, dengan perlahan Sehun menuntun gadis itu menuju ranjangnya, menindih tubuh tanpa sehelai benang itu sambil kembali mempersatukan bibir mereka.

 

Malam itu , di tengah derasnya Hujan. Didalam kamar gadis itu. Mereka menyatukan cinta mereka seutuhnya, dengan segenap perasaan bahagia, gundah, takut, dan kecewa.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Suara-suara burung dan bau khas setelah hujan serta sinar matahari yang mulai menusuk indra penglihatan. Gadis itu mulai membuka perlahan kelopak indahnya, mengumpulkan segenap nyawanya sebelum sepenuhnya sadar.

 

Gadis itu kembali teringat apa saja yang sudah ia lalui semalaman tadi. Dengan hati-hati ia menoleh kesamping.

 

Tidak ada orang disana, namun rasa hangat yang masih terasa ditempat itu membuatnya tersenyum. Kemudian tatapannya beralih pada tubuh nakednya yang dibalut selimutnya. Perlahan ia membuka selimutnya dan melihat dengan jelas bercak darah disprei tempat tidurnya.

 

Hyojin gadis itu kemudian berjalan menuju cermin besar dikamarnya, masih dibalut selimut tipisnya. Tepat dipantulan itu ia melihat dirinya begitu berantakan dengan bercak keungun disekitar leher dan dadanya.

 

Gadis itu menyentuh dengan hati-hati salah satu tanda dilehernya. Dan kejadian tadi malam kembali berputar layaknya film dokumenter yang disetel kembali.

 

(“ Jin_aahh….Sarang_ehhh Saranghae”)

 

(‘ ahh…please’)

 

Ia tersenyum sebelum melesat kekamar mandi, membenahi dirinya.

 

 

Hyojin duduk sarapan bersama seluruh anggota keluarganya. Raja Park langsung saja menghadiahi putri bungsunya itu dengan senyuman khas Ayah pada anak kesayangannya.

 

“kau terlihat bahagia, dear!!” Hyojin hanya tersenyum menanggapi ucapan ayahnya.

 

“tinggal beberapa hari lagi, jadi persiapkan kalian. Mungkin setelah makan malam itu seminggu sesudahnya kita akan mengadakan pernikahan mereka.” ucap Raja Park sambil menatap Irene.

 

 

Hyojin sedang mengayun tubuhnya dan tubuh Yooyi ditaman istana.

 

‘kau tau Yooyi_ya, aku sangat bahagia. Tadi malam aku dan dia melakukannya. Menyatukan cinta kami seutuhnya. Aku begitu bahagia’ Yooyi mengeong seolah mendengar kata hati Hyojin.

 

“tuan putri, boleh saya bertanya?” pelayan kepercayaan Hyojin menghampirinya. Ia hanya tersenyum sambil mengangguk sebagai jawaban.

 

“apa tuan putri terluka?” Hyojin menggeleng sambil tersenyum.

 

“maaf tuan putri, tapi bercak darah disprei anda karena apa?” Gadis itu terdiam beberapa saat, sebelum menggerakkan tangan kanannya dengan artian.

 

‘aku datang bulan pukul 2 dini hari tadi, jadi aku tidak tau kalau sampai mengenai sprei. Maaf merepotkan mu’

 

“ah…ani. Maafkan saya tuan putri. Anda sama sekali tidak merepotkanku. Kalau begitu saya permisi” Hyojin hanya mengangguk.

 

 

Malam sudah turun kembali, Hyojin membuka pintu kamarnya sambil membawa Yooyi yang sudah terlelap. Ketika pintu sudah ia kunci, terdengar suara berat seseorang.

 

“Night dear” Hyojin langsung mencari asal suara itu. Tepat didepan jendela besar kamarnya berdiri sosok tampan dengan senyum tipisnya.

 

Perlahan Hyojin menaruh Yooyi dikasur khusus untuknya. Lalu menghampiri sosok itu.

 

“aku sangat merindukanmu, dear” Sehun meraih tubuh gadis itu. Membawanya kedalam pelukan hangat yang tercipta ditubuh kekarnya.

 

“bagaimana harimu?” Hyojin mempererat pelukannya pada tubuh namja itu.

 

‘aku hanya mengelilingi istana bersama Yooyi’ Sehun terkekeh pelan. Sebelum melepaskan pelukannya dan menatap intens gadisnya.

 

Perlahan wajahnya menghapus jarak antara mereka, sampai bibir manis itu saling bertaut.

 

 

Hyojin terdiam, dibelakangnya Sehun memeluk tubuhnya dengan sebuah selimut tipis yang membalut tubuh naked mereka. Ya…mereka kembali melakukannya.

 

Sehun terus mengecup pundak Hyojin, mengeratkan pelukannya saat angin malam menerpa mereka. Saat ini keduanya sedang duduk pada sebuah sofa yang menghadap jendela. Menatap kelipan bintang yang bertabur indah diangkasa.

 

‘Hun_aa!!kenapa aku merasa kau ingin meninggalkanku?’ saat itu juga kegiatan Sehun terhenti, fikirannya kembali kacau.

 

“hei…apa yang kau bicarakan sweetheart. Bagaimana aku bisa meninggalkanmu eo? Kau adalah oksigenku, hal pertama yang selalu hadir dibenakku dari aku bangun tidur sampai aku terbangun lagi. Bahkan dalam mimpi pun hanya ada kau disana” Hyojin tersenyum bahagia.

 

“berjanjilah bahwa kau akan terus mencintaiku apapun yang terjadi” Hyojin meraih pipi kanan Sehun sebelum mengecup rahang namja itu.

 

‘aku berjanji, kau juga harus berjanji Hun_aa’ Sehun tersenyum sebelum berujar.

 

“aku bahkan sudah berjanji sebelum kau yang memintanya dear” Hyojin berbalik kemudian memeluk tubuh kekar Sehun.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu itu tiba. Seluruh keluarga kerajaan Veonix sudah bersiap menyambut tamu mereka. Tak terkecuali Hyojin yang saat ini begitu cantik dengan gaun coklat yang menyentuh lantai begitu kontras dengan kulit putihnya.

 

Gadis itu begitu bahagia, bahkan bibir mungil itu tak hentinya menyunggingkan sebuah senyuman manis.

 

(“KELUARGA KERAJAAN ZERONIX SUDAH TIBA DIKERAJAAN VEONIX”) langsung saja semua anggota keluarga menghampiri pintu besar menjulang tinggi istana itu.

 

Pintu utama terbuka, disana terlihat sekitar 6-8 orang sedang berjalan menuju mereka dengan dikelilingi pengawal. Senyum terpancar satu sama lain. Namun ada beberapa senyum yang memudar.

 

“Terima kasih sudah menerima undangan makan malamku JoonMo_aa” yang disebut hanya tertawa lalu menjawab.

 

“apapun ku lakukan untuk calon best’an” kedua pria berumur itu tertawa bahagia, kemudian mereka memasuki istana megah itu.

 

Mata Hyojin tak lepas sedikitpun dari seorang namja yang hanya menatap lurus kedepan.

 

.

 

Sampailah mereka diruang makan megah milik istana Veonix, mereka mulai duduk dikursi makan itu.

 

“Jongsuk_aa, perkenalkan dia istriku Ratu Han Jaesu, dia anak pertamaku Pangeran Oh Sejoon dan istrinya Putri Kang Seorin , lalu dia anak bungsuku Pangeran Oh Sehun” kali ini pikiran Hyojin mulai berantakan, ia masih belum mengerti dengan semua ini. Kenapa Sehun? Apa jangan-jangan?.

 

“ohh…sungguh keluarga bahagia. Perkenalkan dia anak pertamaku Pangeran Park Jimin, dan dia anak keduaku Putri Park Irene , dan yang terakhir ini pertama kalinya aku mengenalkan pada kalian anak bungsuku Park Hyojin” mereka saling menyunggingkan senyum.

 

“benarkah?pantas saja dia begitu mirip dengan mendiang Ratu Song Haejin. Kau begitu cantik na’” Hyojin hanya merendahkan kepalanya tanda terima kasih.

 

“kalau begitu kita makan dulu, baru setelah ini kita membahas pernikahan antara Pangeran Oh Sehun dan Putri kami Park Irene”

 

Brak~ seketika itu juga, seperti ada sesuatu yang retak. Namun tidak ada satu orangpun yang menyadarinya.

 

Tubuh gadis itu bergetar hebat sambil menyantap makanannya. Hatinya begitu nyeri saat ini. Jimin yang merasa sesuatu terjadi pada Hyojin langsung menyentuh pundak gadis itu.

 

“waeyeo?kau sakit?” seketika semua mata tertuju pada mereka. Tak terkecuali Sehun yang akhirnya menatap Hyojin.

 

“dear, jika kau sakit bilang saja” ucap Raja Park lemah lembut.

 

Hyojin hanya mengangkat tangannya sambil tersenyum lemah. Gadis itu menjerit dalam hati.

 

‘apa maksud semua ini? Kenapa semua orang terlihat begitu bahagia saat aku begitu hancur. Apa kau sudah mengetahuinya dari awal? Kenapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya padaku Sehun_aa’ air mata menetes kepiring makanannya yang tidak disadari siapapun.

 

‘dear, kau mendengarku?kumohon sekali ini saja dengarkan penjelasaku. Aku sudah menemukan hidupku yang sebenarnya saat bersamamu, melihat mu bahagia itu adalah anugerah terindah dihidupku. Aku melakukan semua ini demi kebahagianmu’ Sehun mengirim telepati yang dapat Hyojin dengar.

 

Gadis itu hanya diam, tak berani berkata apapun. Tangan kanannya menggenggam tangan Jimin, memberi isyarat pada namja itu untuk mengikutinya. Dengan senang hati Jimin mengikuti Hyojin. Sebelumnya permisi kepada penghuni meja makan.

 

“waeyeo?” tanya Jimin sambil menyentuh pundak adik kesayangannya itu.

 

‘oppa aku merasa tidak enak badan, jadi aku kekamar dulu. Maaf meninggalkan makan malam ini’ Jimin hanya tersenyum maklum sambil mengusap puncak kepala adiknya dengan lembut.

 

“arraseo… Oppa akan memberitahu mereka, istirahatlah” Hyojin tersenyum lemah kemudian pergi menuju kamarnya.

 

 

Dup~

Pintu kamarnya ditutup pelan, sambil bersandar pada pintu itu Hyojin merosotkan tubuhnya sambil menangis.

 

‘kenapa kau menghianatiku Hun_aa’ gadis itu menjerit dalam hati. Ia begitu hancur, dengan kasar gadis itu menjambak rambutnya hingga beberapa helai terlepas dan tatanan rambut indahnya sudah tak beraturan lagi.

 

Ia menangis pilu, berjalan penuh amarah menuju meja riasnya sebelum memporak porandakan apa saja yang ada disana. Terdengar beberapa suara pecahan, namun gadis itu masih setia menghancurkan kamarnya.

 

‘kau menghianatiku Hun_aa’ gadis itu tersungkur ditepi kasurnya sambil memeluk kedua lututnya. Menangis sepuasnya agar rasa sakitnya hilang. Namun semua sia-sia.

 

 

“Jimin_aa !! Mana Hyojin na’” tanya Raja Park saat melihat Jimin hanya berjalan sendiri menuju meja makan.

 

“dia bilang dia sedikit tidak enak badan, lalu permisi untuk kekamar” jelas Jimin sambil tersenyum kearah keluarga kerajaan Zeronix.

 

“tidak apa-apa, kita akan bertemu lagi dengannya saat pernikahan Sehun dan Putri Irene nanti” Sehun menatap kearah tangga, yang menjadi jalan menuju kamar gadisnya.

 

“Sehun , Irene kalian boleh mengobrol sebentar, kami ada beberapa urusan yang harus dibicarakan” Sehun hanya mengangguk menanggapi ucapan Ibunya, dengan langkah pelan Sehun menghampiri Irene dan mengulurkan tangannya.

 

“kajja” Irene dengan senyum bahagia menyambut telapak tangan Sehun.

.

.

.

.

.

.

.

.

Clek~~pintu kamar itu terbuka. Dan betapa terkejutnya pelayan yang masuk itu melihat keadaan kamar Putri mereka.

 

“omo!!putri…apa yang terjadi, Yang Mulia, Pangeran.” Pelayan itu menghampiri Hyojin yang terbaring lemah dilantai dengan wajah pucatnya.

 

Tak beberapa lama terdengar suara kaki berlari menuju kamar itu. Tepat wajah Raja Park dan Jimin begitu cemas, langsung menghampiri tubuh ringkih gadis itu.

 

“Hyojin, bangun na’” Raja Park menepuk-nepuk pipi anaknya.

 

“Jin_aa. CEPAT PANGGIL TABIB” teriak Jimin panik sambil menatap adiknya itu, sontak saja semua prajurit mencari tabib diseluruh kota.

 

 

“Tuan Putri sangat depresi yang mulia, dia butuh ketenangan untuk beberapa saat. Dan berikan ramuan ini dua kali sehari” Raja Park tersenyum sambil menyambut ramuan itu.

 

“terima kasih” setelah itu semua kembali keaktivitas masing-masing.

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

Akhirnya hari yang membahagiakan bagi beberapa orang itu tiba, semua kerabat serta anggota keluarga kerajaan-kerajaan dipenjuru korea datang kesana.

 

Sehun sudah dibalut setelan khas kerajaan dan disampingnya Irene begitu cantik dengan gaun indah berwarna putih susu , hampir senada dengan kulitnya. Semua orang tak henti-hentinya memuji mereka berdua.

 

Mata Sehun tak berhenti menjelajah keseluruh penjuru kerajaan itu. Tidak ada seseorang yang ia cari.

 

“ya…Sehun_aa semoga bahagia” Chanyeol datang sambil memeluk sahabatnya itu.

 

“kalian begitu serasi” Irene tersenyum mendengar penuturan Chanyeol.

 

“kau terlihat gelisah, apa yang kau pikirkan eo?” Sehun langsung menggeleng mendengar penuturan sahabatnya tersebut.

 

Akhirnya acara pemberkatan dimulai, Sehun dan Irene sudah berdiri dialtar. Setelah mengucapkan janji suci, keduanya mulai berhadapan.

 

“berikan ciumanmu kepada istri sahmu Pangeran” Sehun mencium puncak kepala Irene, kemudian langsung meraup bibir mungil gadis itu. Namja itu merasa aneh, menurutnya ini salah tapi inilah kenyataannya.

 

Suara tepuk tangan menggema keseluruh istana.

 

 

Sehun menetap dikerajaan Veonix bersama istrinya, mereka tinggal satu atap tak terkecuali dengan Hyojin. Namun semua bagai tidak merasakan kehadiran gadis itu lagi. Senyum bahagianya, wajah cantiknya yang berseri dan mata indahnya yang berbinar. Semua telah hilang.

 

Gadis itu menatap kosong taman istana dari balkon kamarnya, membiarkan angin menerpa wajahnya. Senyum bahagia, mata indah yang berbinar disana tidak ada lagi. Yang ada hanya lah tatapan kosong dengan kantung mata yang menghiasinya. Senyum bahagia kini hanya sebuah wajah yang sendu dan terluka.

 

Gadis itu kesepian, semua yang ia sayangi meninggalkannya Ibu, Sehun, dan sekarang Yooyi. Kucing gembul itu sudah mati beberapa hari yang lalu karena tertabrak kereta kuda kerajaan. Dan itu semua menambah luka dihati gadis itu.

 

Cleck~ pintu kamar terbuka menampakkan seorang pelayan dengan baju seragamnya.

 

“tuan Putri, yang mulia Raja memanggil anda dimeja makan” Hyojin hanya mengangguk tanpa menatap pelayan itu.

 

Setelah pelayan itu pergi, gadis itu berjalan menuju pintu kamarnya dan mulai menghampiri sang Ayah.

 

Hampir semua orang ditempat itu menatapnya prihatin. Dia gadis yang ceria, namun semuanya musnah sudah.

 

“Dear, ayo makan. Juru masak Jung membuatkan makanan kesukaanmu” gadis itu merespon dengan anggukan lemah sambil duduk disamping oppanya. Namun tepat didepannya Sehun juga duduk sambil menatapnya dalam.

 

“Appa akan membelikanmu kucing seperti Yooyi, walau harus keujung dunia sekalipun” ucap Raja Park mencoba menghibur Hyojin. Tetapi gadis itu hanya menggeleng lalu menggerakkan tangannya.

 

‘gwenchanayeo Appa, aku tidak mau kucing lagi. Aku takut sedih lagi saat mereka pergi’ beberapa dari mereka hanya mengangguk pelan. Berbeda dengan Sehun yang merasa kata-kata gadis itu menyinggung dirinya.

 

“Hun_aa kau coba ini” suara Irene membuyarkan lamunannya.

 

“em” jawabnya singkat. Akhirnya makan malam itu diisi dengan perbincangan antara mereka semua, namun tak ada yang mengetahui bahwa beberapa dari mereka berperang dengan fikiran masing-masing.

.

.

.

 

.

.

.

.

.

Hyojin berjalan dengan tatapan kosong menuju taman istana. Saat ia menuruni tangga, dengan tak sengaja ia menginjak gaunnya sendiri dan hampir terjungkal kedepan kalau saja tangan kekar milik seseorang menahan tubuhnya.

 

Keduanya bertatapan lekat sebelum salah seorang dari mereka berdehem cukup keras.

 

‘gumawo’ setelah menggerakkan tangan nya gadis itu berjalan dengan cepat sambil menutup mulutnya karena tangis yang tercipta disana.

 

 

Kamar adalah tempat yang menenangkan bagi gadis itu. Taman dan semua tempat-tempat indah didaerah itu malah membuatnya sakit. Ya…sakit karena mengingat kenangan yang selama ini ia dan namja yang saat ini sudah resmi menjadi kakak iparnya lalui.

 

Semua sudah terjadi dan gadis itu berharap hidupnya tenang hingga akhir hayatnya, walaupun ia tak bahagia.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sehun tidak bisa melakukan itu semua dengan seorang gadis yang beberapa minggu ini sudah sah menjadi istrinya. Kenal? Ia hanya sekedar tau latar belakang gadis itu. Cinta? Oh…ini lebih terdengar tidak mungkin. Alasan utama ia menikahai gadis itu agar ia tak mengecewakan keluarganya terutama sang ayah. Terlalu klies memang, tapi itu kenyataannya.

 

“Pangeran…yang mulia Raja memanggil anda untuk menemuinya” ucap seorang pelayan. Sehun hanya mengangguk.

 

 

Disebuah ruangan yang cukup megah itu terdapat kurang lebih 50 orang yang sedang serius mendengarkan seseorang yang sedang berdiri tepat didepan mereka.

 

“mereka menyatakan perang dengan kerajaan kita, jadi saya harap kita semua dapat menghadapi mereka dengan cerdik” semua mengangguk setuju.

 

“na’ ….kau dan Jimin akan jadi pemimpin diperang ini” Raja Park menatap anak-anaknya dengan senyum hangatnya.

 

“nde” jawab mereka bersamaan.

 

“Kita semua akan pergi keperbatasan sore ini, tapi Sehun akan tetap tinggal dirumah untuk menjaga Putri Irene dan Putri Hyojin, dan beberapa prajurit lainnya” semua mengangguk.

 

“kita akhiri sampai disini” setelah itu Raja Park meninggalkan ruang pertemuan.

 

 

Hyojin berbaring menyamping sambil menatap luar jendela, kamar itu sudah begitu gelap karena penerangan yang ia padamkan.

 

Clek~ pintu kamar terbuka dengan pelan, gadis itu masih tetap fokus pada pandangannya.

 

Namun saat suara decitan pelan ranjangnya dan sebuah tangan kekar yang melingkar dipinggang rampingnya, langsung membuat gadis itu terlonjak kaget dan mulai membalikkan tubuhnya.

 

‘o-oppa’ suara hati gadis itu. Dengan gerak cepat ia langsung bangkit, membuat tangan kekar namja yang disebutnya oppa itu terlepas.

 

“maafkan aku Jin_aa, aku mencintaimu sangat. Tapi semua orang tidak ada yang mengerti kumohon” Hyojin menggeleng.

 

‘a-aku sudah memaafkan mu oppa, kau sekarang kakakku. Lebih tepatnya suami sah kakak perempuanku. Aku tidak ingin mengecewakannya karena dia segalanya bagiku oppa. Jadi ku mohon pergilah dari kamarku’ Gadis itu menggerakkan tangannya cepat.

 

“aku benci kau menyebutku dengan panggilan itu Jin_aa. Kumohon sekali ini saja, biarkan aku memandangmu lebih lama untuk terakhir kalinya” pelupuk mata Hyojin sudah dipenuhi oleh air mata, yang siap meluncur kapan saja.

 

‘kau akan pergi?’ kali ini Sehun terdiam. Kenapa ia berkata demikian, Sehun juga tidak tau. Tapi yang sangat ingin namja itu lakukan adalah melihat gadisnya, mencium aroma, bibir dan semua yang ada ditubuh gadis itu, menyentuh kulit lembutnya, dan yang paling ia inginkan dari gadis itu adalah mendengar suara hatinya yang menyebut namanya secara lengkap dengan perasaan cinta dan kasihnya.

 

“em…terima kasih , kau sudah hadir dalam hidupku memberi warna disetiap sudut tergelap dan terterang dihatiku. Kau hal yang paling aku cintai didunia ini Jin_aa tidak ada yang lain…” sehun menghentikan sejenak kata-kata nya.

 

“walau kita tidak bersama” air mata sudah lolos dari pelupuk indah Hyojin. Gadis itu secara tiba-tiba langsung meraih leher Sehun dan menangis dipundak lebar namja itu.

 

Sehun langsung saja membalas pelukan hangat Hyojin sambil mengelus lembut puncak kepala gadis itu. Hyojin masih menangis disana, walau tidak ada suara yang terdengar.

 

‘aku mencintaimu Hun_aa….kau segalanya. Jangan tinggalkan aku sendiri’ Sehun menggeleng pelan.

 

“aku akan selalu bersamamu, sampai kapanpun itu.” Sehun menarik pelan kedua pundak Hyojin agar dapat melihat wajah rupawannya.

 

“Uljimayeo…” Sehun mendaratkan bibirnya pada kedua kelopak mata indah Hyojin sambil menghapus air mata gadis itu.

 

Kemudian ciumannya beralih kedahi Hyojin. Kedua mata mereka berbicara, saling berkomunikasi masing-masing. Dengan gerak tak terduga Hyojin langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Sehun yang setengah terbuka.

 

Melumatnya dengan perlahan, menyalurkan rasa cinta dan rindunya kepada sosok tampan tersebut. Sehun perlahan mulai mengimbangi gerakan bibir gadisnya. Menutup mata dan menangkup kedua sisi wajah Hyojin. Agar ia dapat menyalurkan semua perasaan didadanya.

 

Hyojin tiba-tiba melepas pangutan mereka, membuat Sehun menatap gadis itu dengan tanya. Namun beberapa detik kemudian tatapan itu berubah menjadi begitu lembut dan menggoda.

 

Dan pada malam itu mereka kembali menyatukan tubuh mereka, tapi ada sedikit perasaan cemas yang terselip dihati masing-masing.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hyojin menatap Sehun yang saat ini sedang menunggangi kuda perkasanya, sambil memakai pakaian besi khas peperangan.

 

Bibir namja itu mengulas senyum tipis kepada Hyojin yang sedang berdiri dibalkon rumahnya. Dengan perasaan yang meletup-letup Hyojin balik membalas dengan senyum sederhananya.

 

Setelah kuda itu melesat pergi bersama kuda-kuda lainnya, gadis itu kembali menuju kamar dan merebahkan ttubuhnya diatas ranjang kayu.

 

Cleck~~ pintu terbuka menampakkan sosok cantik sedang berjalan begitu anggun kearahnya.

 

“sarapan sudah siap, cepatlah turun” suara itu masih sama seperti biasanya. Penuh dengan amarah dan kekesalan.

 

Hyojin langsung saja bangkit menuju ruang makan di istana itu.

 

 

Hyojin menatap meja makan yang saat ini begitu sepi. Hanya ia dan kakak perempuannya yang sudah duduk tepat ditempat ia biasanya.

 

Keduanya menikmati sarapan dalam keheningan, sebelum salah satu dari mereka memecah dengan berujar.

 

“kau pernah jatuh cinta?” seketika Hyojin mendongakkan kepalanya yang sempat tertunduk tadi. Menatap sang kakak dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

“apa yang kau lakukan jika orang yang kau cintai menghianatimu?” Hyojin merasa peerkataan Irene seperti menyinggung dirinya , apa jangan-jangan.

 

“Sehun…dia selalu tersenyum saat aku membahas tentang mu dalam pembicaraan kami, awalnya aku mengira ia hanya simpati padamu. Tapi sejak kejadian dimalam pestaku itu aku mulai yakin. Ada sesuatu yang Sehun pendam terhadapmu” Hyojin terbelalak samar saat mendengar penuturan Irene.

 

“aku selalu melihatmu pergi entah kemana saat siang hari dan saat malam mulai turun kau baru pulang keistana. Awalnya aku tidak berniat sedikitpun mengetahui apa yang kau lakukan, tapi saat aku melihat Sehun mengantarmu pulang. Saat itu juga aku mulai penasaran, apa yang sudah kalian lakukan selama ini” Irene menatap Hyojin yang saat ini menatapnya tak percaya.

 

“aku selalu menyuruh beberapa pengawal untuk mengawasi kalian, berawal dari pertemanan yang hanya saling peduli satu sama lain, lalu berubah menjadi kasih sayang diantara kalian. Sampai pada saat Sehun menyatakan perasaannya kepadamu” Hyojin merasa menjadi penghancur saat ini juga.

 

“aku mengetahui semuanya, namun aku hanya diam. Sampai saat aku meminta Appa untuk menjalin kerja sama dengan kerajaan Zeronix. Dengan cara menikahkan ku dengan pangeran kerajaan itu. Dan dengan bodohnya Appa langsung saja menyetujuinya” Irene\ menyeringai menang.

 

“aku juga mencintai Sehun. Hyojin_aa” Hyojin terpaku, baru kali ini Irene memanggil dengan nama aslinya. Membuat hatinya bergetar.

 

“sayangnya…Sehun sudah lebih dulu mencintaimu sebelum aku menyatakan cintaku padanya” Irene mulai menatap tepat pada manik mata kelam Hyojin.

 

“aku bahagia saat Sehun menerima pernikahan ini. Namun-” Irene menghentikan sejenak kata-katanya.

 

“aku telah membuat kesalahan besar, membuat kalian tinggal dibawah atap yang sama” kali ini mata Hyojin terbelalak sepenuhnya.

 

‘eo-eonnie’ lirih Hyojin dalam hati.

 

“aku melihat semua yang kau lakukan dengan Sehun tadi malam” tepat saat itu Hyojin merasa jantungnya seperti meledak.

 

“ada kata-kata terakhir” Hyojin merasakan sakit pada jantungnya, nafasnya mulai terputus-putus.

 

“kau harus lenyap Jin_aa, karena kau alasan kenapa Sehun mau menikahiku. Ya…dia ingin bersama mu walau tidak secara langsung”

 

Darah sudah keluar dari mulut Hyojin, perut serta jantungnya seperti dicabik-cabik sesuatu.

 

“kau adik yang baik Jin_aa. Tapi aku membencimu, selamat tinggal” Irene tersenyum menang menatap Hyojin dengan nafas begitu berat terbaring tak berdaya dilantai.

 

Irene sudah mencampurkan racun pada makanan yang Hyojin makan tadi, dengan memasang wajah so’ paniknya Irene mulai berteriak seolah ia tidak tahu apa-apa.

 

“Pelayan Shin,…..” teriaknya membuat sang pelayan itu datang.

 

“astaga… Putri, apa yang terjadi” Pelayan Shin menepuk-nepuk pelan pipi Hyojin. Namun sayangnya tidak ada pergerakan disana.

 

“maldo andwae~”lirih pelayan itu pelan.

 

“kenapa ? Apa yang terjadi pada adikku pelayan Shin” Irene mengguncang-guncang tubuh pelayan Shin.

 

“ini sudah berakhir” ucap pelayan Shin masih menatap jasad Hyojin yang terbaring lemah dipangkuannya, tak menyadari Irene yang sudah memasang smirk nya penuh kemenangan.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya, semua prajurit perang kembali pulang. Namun wajah mereka semua terlihat begitu suram, sejak diberitahu oleh salah satu prajurit bahwa Hyojin sudah meregang nyawa, Raja Park begitu terpukul begitu pula dengan Jimin.

 

Tetapi sesuatu mengganggu penglihatan, sebuah peti mewah dibawa oleh beberapa prajurit lain.

 

Irene menatap heran orang-orang yang membawa peti itu.

 

“Appa? Wae geuraeyeo?” Raja Park menatap haru anak nya tersebut, ia sungguh tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja terjadi.

 

“dear…maafkan Appa.” Irene menatap tak mengerti Raja Park.

 

“Sehun gugur saat perang.” 4 kata yang dilontarkan Jimin langsung membuat dunia Irene serasa berhenti, dan saat waktu kembali berjalan dunianya itu hancur seketika.

 

“maldo andwae~~” suara Irene mulai bergetar, lalu dengan ragu menghampiri peti mewah yang sudah disandingkan dengan peti mewah yang lain.

Tepat saat ia menggeser penutup peti itu, terpampang jelaslah jasad tampan pujaan hatinya yang sudah terbalut jas rapi, menutupi tubu kakunya yang tak bernyawa lagi.

 

“MALDO ANDWAE~~” kali ini gadis itu berteriak histeris. Berlari mengahampiri Raja Park kemudian mengguncang-guncang tubuh pria paruhbaya itu.

 

“KENAPA SEMUA TERJADI APPA~~” Raja Park menggeleng.

 

“KENAPA?? AKU SUDAH BERJUANG UNTUK MENDAPATKANNYA, LALU SAAT KAMI BISA BERSAMA KENAPA TUHAN MENJEMPUTNYA? AKU BAHKAN MEMBUNUH ADIKKU SENDIRI HANYA UNTUK MENDAPATKANNYA” Raja Park terbelalak mendengar penuturan Irene.

 

“Kau!!” tuduh Jimin sambil menunjuk wajah Irene.

 

“JADI KAU PENYEBABNYA!!AKU SUDAH MENDUGA DARI AWAL BAHWA KAU DALANG DARI KEMATIAN HYOJIN. KENAPA KAU TEGA EO?” Irene kalang kabut, ia benar-benar kelepasan kali ini.

 

“HUKUM DIA….”Teriak Jimin, Irene memeluk lengan Raja Park dengan erat.

 

“Appa…miannheyeo , aku tidak bermaksud untuk melakukan semuanya” Raja Park terpaku, ia sungguh kecewa pada Irene. Terbukti, Raja Park tidak bergeming sedikitpun saat Irene memohon-mohon kepadanya.

 

 

Pada hari itu sepasang peti mewah bertengger ditengah-tengah para bangsawan bangsawan yang datang.

 

Apakah ini akhirnya? Kita tidak ditakdirkan bersama.

-Park Hyojin.

 

Suara tangis haru terdengar dari mulut Ratu Oh, ia menatap nanar peti yang berisi anaknya tersebut. Dan yang tak kalah sedih adalah Jimin, saking terpukulnya ia hanya menagis dalam diam.

 

Mari kita bertemu lagi (sekali lagi dari malam ini)

 

Mari kita bertemu lagi (sekali lagi dari malam ini)

-Red Velvet: One Of these Night)

 

Kkeut…

 

 

 

Huaa satu lagi, maaf gaje yahh. Aku terinspirasi ama lagu Red velvet eonniedeul yang di album The Velvet. Menurut aku hampir semua lagu-lagu di album The Velvet itu rada-rada mellow, apalagi singel utamanya yang One Of These Night. Sumpah bikin baperrrr…

Mian kepanjangan yyahhhh…..

Hargai saya sebagai author….and Big thanks for ANGEL READERS

Tunggu satu lagi, ff ini tu aku bagi three shoot, yang setiap Shootnya itu beda genre and waktu.

Ceritanya mereka ini kembali dipertemukan dalam 3 kali kehidupan yang berbeda,

 

Udah ntu aja

 

Annyeong

Regrat

Sehun’s wife a.k.a Norhalisa

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] One of these night #1

  1. Ngena bgt ceritanya. Kasian Hyojin sering disakiti kakak tirinya. Tapi romancenya bagus kena feel juga. Sehun perannya juga bagus, kasian juga cintanya tak terijinkan. Keep writinv author FIGHTING

  2. Kok aku pengen nangis baca ini 😢 dan endingnya kenapa mereka mati ? Tp gak apa2 malahan berarti sehun hyojin bisa bersatu walau di alam baka

  3. Oppa aq akan menunggumu di kehidupan selanjutnya,,#inmydream hehehehe 😜😜😁😁
    Ceritany bikin baper ngerasa jadi hyojin..

    Please jngan lma2 ngepost ny,pnasaran gimana klanjutanny cinta hunjin di kehidupan selanjutny.
    Di tunggu next chapterny chingu,,HWAITING!! 🙏😊😊

  4. Hwaaaa……sedih bnget..
    Gak nyangka klau sehun bklan mti jga…
    Hahahhaha….
    Keren….

    Wlaupun awlnya lgi ngntuk…tpi pas bca ni ff jdo fkus bnget.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s