[EXOFFI LINE@] Remote Control (Oneshot)

myhome_15

[FF FROM ADDERS] Remote Control

Tittle : Remote Control

Author : BooKim

Cast :

• You

• Byun Baekyun

Genre : Teen

Leght : One Shoot

***

Brak. Aku menunduk karena ada sesuatu yang terasa menabrak kakiku. Dan aku mendapati sebuah mobil remote controlj tergeletak manis di dekat kaki ku. Aku mendengus. Aku sudah tau siapa pelaku nya.
“(Y/N)-ya !”
Benar saja. Tidak lama kemudian suara cempreng nya sudah terdengar. Oh tuhan.
“Apa mobil ku masuk ke halaman rumah mu lagi?”
Ia bertanya dengan wajah tanpa rasa bersalah. Ingin rasanya aku memukul wajah nya saat ini juga. Ini sudah ke 25 kali nya dalam minggu ini mobil remote control nya masuk kehalaman rumah ku.

Dan well, mobil itu hanya merusak lima pot tanaman kaktus ku, mematahkan bunga krisan miliki eomma, dan yang terakhir mengotori dinding yang baru saja di cat.
“Apa ini yang kau inginkan Byun Baekyun?” Aku bertanya dengan nada bengis seraya mengangkat mobil remote control ke depan wajah nya.


Ia tertawa. Heol. Apa yang lucu. Dasar gila.
“Wah, kau sudah hafal nama lengkap ku. Kau memang tetangga yang baik”
Aku mendengus. Bagaiman aku tidak mengenal nya. Ia kan yang selalu saja memporak-porandakan halaman rumah ku. Baru seminggu ia pindah ke sebelah rumah ku. Dan ia selalu saja membuat keributan.
Aneh nya. Untuk apa remaja usia 17 tahun memainkan remote control. Dasar Childish.
“Aku pulang dulu ya. Bye tetangga” Ia mengambil remote control tersebut kemudian tersenyum dan pergi tanpa rasa bersalah.
Oh tuhan, pinjamkan aku palu Thor saat ini juga. Aku ingin menghabisi Byun Baekhyun.
***
“(Y/N!)”
Aku terlonjak kaget. Saat ada yang yang menepuk bahu ku tiba. Aku baru saja kembali dari minimarket. Dan sudah ada yang menepuk bahu ku.
“Selamat malam tetangga”
Wajah itu lagi. Kenapa tuhan tidak memusnakan saja makhluk yang bernama Byun Baekhyun. Asal kau tau, tadi siang Namja itu baru saja merusak tanaman kaktus yang baru kubeli. Tentu saja kaktus itu rusak karena remote control sialanh itu. Huh, kalau begini terus aku 6 cepat tua.
“Apa mau mu?!”
“Kenapa kau sangat ketus?”
“Aku kesal padamu!”
“Kesal kenapa?”
Ia memiringkan kepala kemudian menatap ku dengan wajah persis anak anjing. Aku ingin muntah saat ini juga. Dengan ringan, aku kemudian memukul kepala nya menggunakan kantong belanjaan ku. Omong-omong, isi nya adalah pembalut.
“Kenapa kau memukul ku?”

h
“Itu karena kau selalu menganggu hari-hari ku. Kau sudah membuat keributan sejak hari pertama kau pindah. Kau merusak kaktus ku dengan mainan mu itu!”
Aku meledak. Aku menunjuk langsung wajah nya itu.
“Aku tidak sengaja”
Heol. Tidak sengaja? Sudah 26 kali merusak halaman ku dan ia bilang itu tidak sengaja?
“Kau benar-benar menyebalkan!” Aku memukul perut nya kemudian berjalan meninggalkan makhluk bernama Baekhyun itu.

Namun, baru beberapa langkah aku berjalan, ia sudah memanggil lagi.
“Hei, (Y/N). Kau meninggalkan roti isi mu”
Aku menoleh kemudian melihat Namja itu tengah memegang kantong belanjaan ku.

Oh tuhan, aku tidak menyadari jika kantong itu terjatuh dan Baekhyun melihat isinya.
Dengan menahan malu, aku kemudian berjalan mendekat dan mengambil kantong itu dari tangan nya. Jangan harap aku akan mengucapkan terima kasih.
“Hei, ternyata kau ini bisa datang bulan juga ya (Y/N)”
“Apa katamu Byun Baekhyun?!!”
***
Aku menggigil. Tubuh ku sudah benar-benar basah karena kehujanan. Aku tadi nekat berlari menerobos hujan dari halte di depan komplek menuju rumah. Dan sial nya saat tiba dirumah, rumah ku terkunci dan aku tidakf punya kunci nya. Jadilah sekarang aku duduk menggigil di teras.
Aku memegang kepala ku yang mulai sakit. Aku memang tidak bisa kehujanan. Jika aku kehujanan kepala ku akan sakit. Dan sekarang aku sedang mengalami nya. Pandangan ku mulai berkunang-kunang.
Samar-samar aku melihat ada seseorang yang berjalan menghampiri ku. Aku berusaha untuk melihat lebih jelas siapa orang itu. Namun, tidak lama kemudian semua menjadi gelap.
***
Aku terbangun. Aku merasa tubuh ku sangat hangat. Ketika aku memeriksa, baru menyadari jika tubuh ku di tutupi oleh selimut bergambar pororo. Tunggu, sejak kapan aku punya selimut pororo? Karena merasa aneh, aku memeriksa sekeliling, dan mendapati jika aku tidak berada dikamarku.
“Kau sudah bangun Im (Y/N)?”
Aku menoleh kearah asal nya suara, dan menemukan sosok Baekhyun tengah menghampiri ku seraya membawa nampan. Ia tersenyum. Dan itu terlihat sangat manis. Hei, apa yang kau fikirkan Im (Y/N), apa kau baru saja mengatakan jika Baekhyun itu manis? Oh, hujan membuatku gila.
“Aku dimana?!”
“Kau dikamarku” Ia berkata seraya meletakkan nampan diatas meja. Kemudian mendudukkan diri dipinggir kasur.
“Mengapa aku berada disini? Dan mengapa aku memakai kemeja kedodoran ini?!” Aku menatap Baekhyun tajam ketika menyadari jika aku sudah tidak lagi memakai seragam sekolah ku.
“Seragam mu basah. Jadi aku mengganti nya”
“Apa?! Kau mengganti nya?!”
Aku refleks mencengkram kerah kemeja Baekhyun. Yang benar saja, Namja gila ini sudah melihat tubuh ku. Dan bahkan aku sempat memuji nya manis tadi.
Ia tertawa, “Santai saja. Aku bercanda. Kau ini laki-laki atau perempuan, cengkraman mu sangat kuat” Ia perlahan melepaskan cengkraman tangan ku.
“Jadi siapa yangg mengganti pakaian ku?!”
“Ibuku. Dia yang mengganti nya. Aku tadi mengikuti mu dari halte. Aku ingin memanggil untuk meminjamkan payung karena aku sudah membawa jas hujan. Tapi kau malah berlari”
Aku terdiam. Aku dan Baekhyun memang tidak satu sekolah. Namun, sekolah kami bersebrangan.
“Sekarang, ayo makan dulu. Ibuku sudah membuatkan sup kepala sapi. Ini sangat enak”
“Terima kasih” Akhirnya aku mengucapkan kata itu. Meskipun dengan nada pelan.
“Apa? Aku tidak dengar”
“Tidak ada pengulangan”
“Ya sudah. Aku juga tidak ingin mendengar nya”
Hening. Suasana menjadi hening beberapa saat.
“Hei, ayo makan, biar aku suapi”
“Tidak usah. Aku bisa makan sendiri”
“Kalau kau makan sendiri, kau akan mengotori selimut pororo kesayangan ku”
Selimut pororo kesayangan? Heol, Childish.
“Tapi—“
“Tidak ada penolakan. Ini rumah ku. Jadi ikuti peraturan ku. Jangan membantah”
Akhirnya dengan terpaksa aku mengangguk dan menurut untuk disuapi makhluk bernama Baekhyun ini. Ternyata, setelah dilihat-lihat, dia benar-benar manis.
***
Dua bulan kemudian.
Meskipun ia sudah bersikap baik padaku dua bulan yang lalu. Namun, keesokan hari nya sifat menyebalkan nya itu kembali menjadi-jadi. Remote control nya itu semakin sering memasuki halaman ku. Meskipun tidak merusak kaktus ku –karena aku sudah memindahkan nya ke tempat aman-, namun tetap saja, benda itu sangat menganggu. Apalagi saat aku sedang menyiram tanaman.
“(Y/N)!!”
Siapa yang berteriak malam-malam begini. Aku menoleh keluar jendela dan menemukan sebuah layar proyektor besar berukuran 5 meter sudah terbentang di halaman rumah ku. Hei apa-apaan itu.
“Apa yang kau lakukan malam-malam begini Byun Baekhyun?!” Aku melangkah keluar kamar ku –melalui jendela- kemudian menghampiri nya. Kamar ku memang berada di bawah jadi aku tidak perlu repot untuk menuruni tangga.
“Apa-apaan ini? Untuk apa layar besar ini?!”
“Ini untukmu”
Untuk ku? Dasar gila.
Tanpa di komando. Mulai muncul sesuatu dilayar itu. Hei tunggu dulu, itukan aku, aku yang sedang menyiram bunga, aku yang sedang duduk didekat jendela, dan berbagai macam aktifitas yang sering aku lakukan. Apa maksudnya semua ini?
“Coba terus perhatikan layar nya”
Sesudah Baekhyun memberikan komando, dilayar muncul gambar diriku yang sedang berdiri bingung menatap layar. Aku kemudian menunduk karena merasa ada yang menabrak kaki ku, tentu saja itu adalah remote control.
Tunggu dulu, ada kamera di remote control ini. Jadi selama ini?
“Maaf karena selama ini aku selalu mengganggu mu. Merusak kaktus mu. Aku tau aku ini menyebalkan. Tapi, aku menyayangi mu Im (Y/N)”
Aku menoleh kearah Baekhyun yang kini berdiri dibelakangku. Namja itu tampak gugup. Hei, apakah ini sebuah penembakan?
“Aku sudah menyukai mu sejak pertama kali kita bertemu. Basi memang jika aku mengatakan itu cinta pada pandangan pertama. Tapi itulah yang kurasakan. Aku sengaja menggunakan remote control ini untuk melihat aktifitas mu. Menganggumi semua yang kau lakukan”
Aku terdiam tanpa kata. Kenapa sekarang jantung ku berdetak kian kencang.
“Bogosipeun naui sarang unmyeong ijyo pihalsudo eobjyo. Everyday, I’m so lucky

sumgyeowotdeon nae mameul gobaek hallae neoreul saranghae” (Chen-Best Luck)
Baekhyun mulai bernyanyi seraya memegang kedua tangan ku. Oh tuhan, suara nya sangat indah. Dan mengapa jantung ku berdetak semakin tidak menentu. Pipi ku memanas.
“Maukah kau menjadi pacarku? Ah, begini kah cara nya menembak? Aku belum pernah menembak gadis sebelum nya. Aku hanya menonton nya di drama”
Ia tersenyum kikuk seraya terus mengeggam tangan ku. Mau tidak mau aku tertawa melihat nya.
“Jadi maukah kau menerima ku?”
Aku terdiam. Kemudian menatap matanya langsung. Aku melihat ketulusan disana. Jadi, kuputuskan untuk mengangguk. Kufikir, tanpa kusadari aku menyukai makhluk bernama Byun Baekyun ini. Mungkin sejak kejadian hujan waktu itu. Entahlah, cinta itu rumit. Aku tidak tau bagaimana cara menjelaskan nya.
“Aku menyayangi mu (Y/N)”
Baekhyun memelukku dengan erat. Aku pun membalas pelukan nya. Namun tidak lama kemudian terdengar teriakan.
“BYUN BAEKHYUN! APA YANG LAKUKAN DISANA?! APA KAU SUDAH MENYELESAIKAN PR MU? AYO CEPAT PULANG”
“Iya bu”
Aku tertawa melihat ekspresi Baekhyun yang seperti anak kecil saat menjawab panggilan ibunya.
Akhirnya kini aku memiliki makhluk bernama Byun Baekyun. Makhluk pecinta pororo,perusak kaktus, dan penyuka remote control. Namun, aku tetap menyayangi nya.
Fin

(A/N:Got No Feel? I’m Sorry.I just amateur writer. You can visit my wp acc for find another story. Gamsahamnida ^^)

Wp: @BooKim01

#EXOFFI #Baekhyun #Imagine

2 thoughts on “[EXOFFI LINE@] Remote Control (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s