[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 1)

POSTER PERFECT WIFE.jpg

 

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

 

 

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 1st

“Tolong ambilkan ranselku”

“Baiklah hyung”

Pria itu melangkah dengan cepat mengambilkan tas hyung nya. Tak lama kemudian seorang pria jangkung berjaket hitam keluar dari dalam kamar dan berjalan perlahan menuju ruang tengah.

“Ayo kita berangkat !” ucap Chanyeol

“Kau duluan saja hyung, aku akan segera menyusul” sahut Sehun sambil menyiapkan bukunya untuk dimasukan kedalam tas. “Aku tidak mungkin bisa pergi duluan tanpa kalian” balas Chanyeol.

“ Kalau begitu hyung harus menunggu beberapa menit lagi ” ujar Junior yang tepat berdiri disamping Sehun. Setelah beberapa menit menunggu dihalaman, terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearah pria itu.

“ Mari hyung kita berangkat ” ajak Bam bam. “Baiklah” sahut Chanyeol pelan.

Lalu pergilah keempat pria itu menuju Kampus mereka. Saat ditengah perjalanan mereka terus saja berbincang mengenai Kampus baru yang akan menjadi tempat dimana pria – pria tampan itu bisa meraih kesuksesan.

“Menurut kalian, bagaimana suasana kampus kita ?” tanya junior dengan penuh semangat.

“Aku tidak tahu mungkin sama saja” jawab Chanyeol sambil menyetir mobil.

“Aku berharap bisa belajar banyak tentang segalanya disana ” ucap Bam bam, lalu pria itu bersandar dijendela mobil sambil melihat indahnya suasana dipagi hari.

“ Kau bercanda ?, mana mungkin kau bisa belajar disana. Aku yakin kau pasti akan tergoda oleh gadis – gadis disana ” balas sehun sambil menatap Bam bam sekilas. “ Kau menantangku hyung ? ” tanya Bam bam yang mulai terlihat marah.

“Aku tidak ingin menangtangmu, aku hanya ingin kau tahu semua kampus sama saja, dan tidak akan ada yang berbeda ” sahut sehun

“ Itu menurut mu, karena kau tidak pernah bisa menyesuaikan diri ” balas Bam bam dengan pandangan sinis.

“ Apa maksudmu ? ” tanya Sehun lantang. Melihat sikap kedua saudaranya, Chanyeol tidak bisa berkutik. Ia hanya mampu berbicara “ Sudahlah, kalian sudah besar ” ucap Chanyeol. Namun tetap saja dihiraukan sehingga pertengkaran itu tidak bisa dihentikan.

Tidak lama kemudian sampailah keempat pria itu diKampus, mereka berjalan perlahan menuju kelas falkultas mereka masing – masing. Tidak disangka saat sedang melewati lapangan Kampus, mereka bertemu dengan seorang gadis berambut hitam yang diikat satu sedang berjualan disekeliling lapangan. Melihat seorang empat pria yang mempesona melewati lapangan, tidak berpikir panjang gadis muda itu segera menghampiri mereka .

“ Anyeonghasseyo Eun ji imnida, apakah kalian siswa baru disini ? ” tanya Eun ji tiba – tiba . “ Wahh … kalian sangat tampan, maukan kalian membeli beberapa buku ini ? ”. Ia langsung menawari buku – buku komiknya kepada mereka.

“ Tolong menyingkirlah dari kami ” sahut Chanyeol sinis yang langsung berjalan perlahan menjauh dari gadis itu. “ Tunggu dulu !, aku ini sedang menjual buku komik pada kalian ” ucap Eun ji sambil menghalangi mereka untuk pergi.

“ Kami tidak peduli, tolong pergilah kau jangan menggangu suasana pagiku ” sahut Bam bam sinis. Lalu pergilah mereka menjauh dari gadis itu, karena merasa kesal sekaligus malu Eun ji langsung melemparkan salah satu dari buku komiknya kearah mereka yang tidak berada jauh darinya, namun tidak disengaja buku tersebut mengenai kepala salah satu dari pria – pria itu.

“ Aduhhh .. ! ” teriak Sehun

“ Kau tidak apa ? ” tanya Junior

“ Aku baik – baik saja, siapa yang telah melempar buku ini ? ” sahut Sehun sambil mengambil buku berwarna merah muda bergambarkan binatang keledai itu yang tergeletak ditanah. Melihat kejadian tersebut dengan segera Eun ji melarikan diri dari tempat tersebut.

 

*

“ Hahaha .. ” tertawa Eun ji yang langsung duduk dibangku temannya. “ Kau kenapa ? ” tanya temannya tersebut.

“ Aku tidak apa – apa ” sahut Eun ji, namun tiba – tiba saja gadis itu memeluk tubuh temannya.

“ Menurutmu apakah aku telah berbuat kejahatan, eoh ? ” tanya Eun ji sambil menatap wajah gadis itu. “ Apa yang kau katakan ?” sahut Joy sambil melepaskan pelukan Eun ji.

“ Sepertinya dia akan segera tau, ohh .. tidak aku telah melanggar tata tertib diriku sendiri ” ujar Eun ji yang terlihat mulai frustasi.

“ Sudahlah coba kau ceritakan padaku , apa yang sebenarnya terjadi ” balas Joy

“ Tadi saat aku sedang menjual bukuku, tiba – tiba aku melihat sekelompok pria sedang berjalan melewati lapangan, lalu aku mencoba menawari mereka bukuku namun mereka menghiraukannya lalu pergi begitu saja. Karena aku kesal aku lempar saja buku – buku ini kearah mereka dari belakang, tapi ternyata bukunya kena kepala salah satu dari mereka ” jelasnya.

“ Kenapa kau bisa berfikir sebodoh itu ? ”

“ Aku kira bukunya gak akan kena mereka, lagian juga jarak mereka lumayan jauh dariku ”

“ Tapi kalau dipikir secara logika pasti akan kena mereka ”

“ Lalu sekarang bagaimana ?, aku bisa gila kalau seperti ini terus ”

“ Tapi apa mereka tau jika kau yang melempar buku itu ? ”

“ Aku tidak tau karena begitu mengenai kepalannya aku segera lari, tapi tadi mereka tidak mengejarku, aku rasa mereka tidak tau ”

“ Baguslah ”

“ Bagus apanya nanti kalau mereka tau gimana, bisa – bisa aku mendapat masalah ”

“ Tenanglah ”

“ Baiklah, tapi sampaikan rasa maafku pada pamanmu kalau aku tidak bisa menjual semua buku komiknya ”

“ Tidak apa nanti akan aku katakan padanya ”. Lalu tidak lama kemudian dosen Shim masuk kedalam kelas, dan pelajaran dikelas Eun ji dimulai.

 

_

Sesudah pelajaran berakhir, Eun ji berlari keluar dari kelasnya menuju area parkiran dikampus nya. Ia terlihat sangat terburu – buru, lalu segeralah Eun ji pergi. Saat ditengah perjalanan hal yang tidak terduga terjadi, tiba – tiba saja saat gadis itu sedang mengendarai sepeda motor, ban motornya meledak dan mengakibatkan ia hilang kendali lalu menabrak pembatas jalan. Seketika banyak orang yang menghampiri Eun ji dan mencoba menolong nya, karena mendapat luka yang cukup serius dibagian keningnya. Gadis itu segera dibawa ke rumah sakit.

Sekitar 3 jam Eun ji pingsan dan akhirnya ia terbangun, walaupun sedikit terasa pusing di kepalanya tapi ia tetap mencoba untuk membuka kedua matanya. Karena teringat oleh sepeda motornya Eun ji langsung bangun dari tempat tidurnya dan berjalan perlahan menuju keluar kamar. Saat hendak ingin melewati meja Resepsionis tidak diduga ia melihat sekelompok pria itu tengah berdiri disana. Mereka terlihat sedang berbincang dengan para suster, namun karena pandangan Eun ji sedikit buram sehingga ia tidak bisa melihat dengan jelas. Tetapi terdengar sedikit kata – kata yang keluar dari mulut salah satu dari mereka, yang berkata “ Tolong rawat gadis itu ”. Karena tidak peduli akhirnya Eun ji segera beranjak dari tempat itu dan langsung pulang kerumahnya.

 

_

 

“ Kau baik – baik saja eonnie, keningmu kenapa ? ” tanya adik Eun ji. “ Aku baik – baik saja, tolong ambilkan aku semangkuk nasi lagi aku sangat lapar ” sahut Eun ji yang langsung memberikan mangkuk itu kepada adiknya. Dengan segera gadis belia itu mengambilkan semangkuk nasi untuk eonnienya. Melihat keadaan Eun ji, tertulis dibenak adiknya bahwa kakaknya sedang mendapat sebuah masalah.

“ Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Min ho -ah ?” tanya Eun ji dengan mulut penuh makanan. “ Aku tidak tau, sudahlah cepat habiskan makanan mu ” sahut Yeri tegas.

“ Hei !, kenapa kau jadi marah ” balas Eun ji. “ Maaf, tapi aku tidak tau bagaimana keadaannya sekarang, mungkin dia sudah punya kekasih diJepang ” gadis itu berkata sambil menundukan kepalanya.

“ Sudahlah move on saja, masih banyak pria yang lebih tampan darinya ” saran Eun ji. “ Baiklah ” ucap Yeri datar.

Setelah mereka makan malam, Eun ji kembali mempersiapkan strategi untuk berjualan besok agar semua buku komik karya paman Choi bisa terjual habis. Ia sama sekali tidak mementingkan kesehatannya yang belum pulih, tapi mengingat bahwa uang semesterannya belum dibayar terpaksa Eun ji harus bekerja mencari uang tambahan.

“ Yeri, kau besok jangan lupa untuk membagikan brosur iklan buku ini ” ucap Eun ji sambil memberikan brosur – brosur itu pada Yeri.

“ Dari mana eonnie dapat brosur ini ? “ tanya Yeri. “ Paman Choi yang memberikannya, agar kita lebih mudah menjual buku – bukunya “ sahut Eun ji.

“ Baiklah “ balas Yeri singkat

“ Pokoknya kita harus berjuang “ gadis itu berkata dengan penuh semangat. “ Tapi eonnie aku punya ide yang bagus, bagaiman kalau kita membuka usaha pakaian dirumah, aku bisa membuat desain pakaian yang bagus sekali” ujar Yeri sambil tersenyum.

“ Tapi aku tidak punya uang, sudahlah kita jalani saja dulu yang sekarang inif. Aku akan berjanji padamu jika tabunganku sudah cukup, aku akan menyewa tempat untuk membuka butik pakaian” ucap Eun ji. “Eonnie serius ?” tanya Yeri.

“Tentu saja” sahut Eun ji. “ Baiklah aku akan segera membuatkan desain baju yang sangat bagus dan indah” balas Yeri yang langsung pergi menuju kamarnya .

Tidak lama setelah Yeri pergi kekamarnya, Eun ji segera mengerjakan tugas kuliahnya yang belum sempat diselesaikan. Rasa pusing dikepalanya akibat terjatuh tidak membuat semangat gadis itu turun. Tidak disadari Eun ji belajar hingga larut malam, yang menyebabkan gadis itu tertidur dimeja belajarnya .

 

_*_

 

“Yeri, aku berangkat dulu” teriak Eun ji yang tengah memakai helm

“Baiklah, hati – hati eonnie” sahut Yeri

Sesampainya Eun ji dikampus , ia langsung berlari menuju kelasnya.

“Anyeong” sapa Eun ji yang langsung duduk disamping temannya

“Nde, Eun ji keningmu kenapa ? “ tanya Joy

“ Tidak apa – apa hanya luka kecil “ jawab Eun ji. “ Syukurlah, aku kira kau terluka parah” balas Joy.

“ Apakah kau mau membantuku membagikan brosur keseluruh anak kampus ?” ucap Eun ji sambil menunjukan benda itu kepada temannya. “ Brosur, untuk apa ?” tanya joy.

“Pamanmu yang memberikan brosur ini padaku, dan aku rasa dengan cara ini aku bisa menjual semua buku milik pamanmu. Dengan begitu semua bukunya bisa terjual habis” sahut Eun ji.

“Tapi lebih baik menjualnya secara langsung jadi tidak perlu menggunakan brosur” saran joy. “Tapi hari ini aku tidak bisa, aku mohon bantu aku” balas Eun ji.

“ Baiklah ayo” ajak joy. Lalu segeralah mereka untuk membagikan brosur keseluruh siswa di kampus. Tak disangka sekelompok pria itu datang dan menghampiri Eun ji.

“Hei kau !” panggil Chanyeol. “ Kalian, ada apa ?” jawab Eun ji sambil menundukan kepalanya dihadapan keempat pria itu.

“Hei, bisa tidak kau angkat kepalamu” ucap Chanyeol

“Baiklah, aku minta maaf karena telah melukai kepala adikmu. Sungguh aku benar – benar tidak ada maksud apapun” ucap Eun ji yang langsung mengangkat kepalnya. “ Kau ini bicara apa, coba aku lihat keningmu ” sahut Chanyeol sambil menyentuh kening wanita itu.

“Ini hanya luka biasa, jangan lupa untuk selalu mengganti perbannya” ucap Chanyeol. Lalu pergilah keempat pria itu meninggalkan Eun ji. Namun karena hal itu membuat temannya Eun ji yang satu ini menjadi terkesan. “Mereka siapa ?” tanya joy pelan.

“Aku juga tidak tau, mungkin mereka adalah sekelompok pria yang aku bilang waktu itu” sahut Eun ji. “Maksudmu pria yang kau lempar pakai buku itu” tanya joy kembali. “ Ihss … kau janga berkata seperti itu. Tapi mereka tampan juga” sahut Eun ji sambil senyum – senyum sendiri.

“Kau ini bergurau, mereka tidak tampan tapi luar biasa. Baiklah aku akan segera mencari tau tentang mereka” ucap joy yang langsung pergi meninggalkan Eun ji sendirian. “ Sebenarnya mereka itu siapa ?” tanya Eun ji dalam hatinya. Lalu segeralah gadis itu kembali kekelasnya karena pelajaran akan dimulai.

 

_*_

 

 

“Hyung, apakah gadis itu tau bahwa sebenarnya kita yang telah melakukan itu ?” tanya junior. “ Aku tidak tau, mungkin dia tidak mengetahuinya” jawab Chanyeol yang tengah menyetir mobil.

“Tidak mungkin dia tidak tau, aku yakin pasti dia mengetahuinya” curiga Bam bam.

“Buku itu masih kau simpan ?” tanya Chanyeol. “Masih ada dimeja belajarku, aku sengaja menyimpannya sebagai tanda kebencian” sahut Sehun.

“ Sudahlah untuk apa kita memikirkan gadis itu, cepatlah menyetirnya aku sudah sangat lapar” keluh Bam bam.

“Baiklah” ucap Chanyeol. Ditengah perjalanan tiba – tiba saja mobil yang mereka kendarai berhenti. Lalu segeralah Chanyeol memeriksa keadaan mobilnya, tidak disangka ban mobil mereka tertusuk paku.

“Haaaa … ban mobilnya bocor” ucap Chanyeol. “Ada apa hyung ?” tanya Bam bam tiba – tiba.

“Cepat kau hubungi petugas bengkel untuk datang kesini” sahut Chanyeol.

“Baiklah” pria itu langsung menghubungi petugas bengkel. Namun karena jarak dari bengkel ke tempat mereka cukup jauh, sehingga tidak ada pilihan lagi selain menunggu. Karena merasa bosan ketiga saudara Chanyeol memutuskan untuk beristirahat sejenak didalam mobil sambil menunggu petugas bengkel datang .

Tak lama kemudian seorang pengendara motor melintasi tempat itu. Melihat ada bantuan kecil datang Chanyeol langsung meminta bantuan padanya. “Berhenti ! bisakah kau membantuku mengganti ban mobilku” teriak Chanyeol. Tak disangka pengendara motor itu adalah Eun ji, karena merasa takut gadis itu mencoba untuk melarikan diri. “Maaf aku tidak bisa membantumu” ucap Eun ji sambil menarik gas motornya secara perlahan.

“Tunggu, aku tidak bisa mengganti ban mobil. Karena ketiga adikku tertidur didalam mobil dan aku tidak mungkin membangunkan mereka” balas Chanyeol yang berusaha mencoba menghalangi gadis itu. Karena merasa kasihan Eun ji akhirnya memutuskan membantunya. Karena ia masih memakai helem dan masker saat membantu pria itu. Sekitar lima belas menit Eun ji menggantinkan ban itu, dan akhirnya terselesaikan dengan baik.

“Baiklah, sekarang sudah selesai” ucap Eun ji. “ Gamsahabnina” sahut Chanyeol.

“Sama – sama” jawab Eun ji.

“Apakah kau seorang mahasiswa ?” tanya pria itu

“Bukan, aku hayalah seorang penjual biasa” sahut Eun ji.

“Benda apa yang ada dimotormu, apa itu adalah buku ?” tanya chanyeol kembali sambil melihat kearah motor Eun ji. “Iya, aku sedang menjual buku komik” sahut Eun ji.

“Boleh aku membeli semua buku – buku itu, kebetulan aku suka membaca komik ?” tawar Chanyeol.

“Tentu saja boleh” sahut Eun ji sambil tersenyum. Lalu dengan segera gadis itu mengambil semua buku komik itu, dan memberikannya kepada Chanyeol. Ketika diberikan uang oleh pria itu, tanpa pikir panjang Eun ji langsung mengambil uang nya dan pergi meninggalkan pria itu. Tapi tanpa ia sadari sebenarnya Chanyeol tau bahwa gadis yang menolongnya adalah Kim eun ji.

Tak lama setelah itu, ketiga saudaranya terbangun. Mereka terkejut melihat setumpukan buku komik didepan mereka. “Ini benda apa hyung ?” tanya Junior.

“Itu setumpukan buku yang tidak berguna” sahut chanyeol sambil menyetir mobil.

“Untuk apa kau membeli semua ini ?” lanjut Bam bam

“Aku hanya ingin mengoleksi beberapa buku komik saja” sahut chanyeol

“Sepertinya aku mengenal salah satu komik ini” ucap Sehun sambil memegang sebuah buku komik yang sama dengan yang ia punya. “Hei, komik seperti itu banyak dijual diluar tentu saja pasti ada yang sama. lagipula komik itu tidak bagus” balas Bam bam.

“Kalau kau sudah tau tolong diamlah” ucap Chanyeol tiba – tiba. Lalu segeralah mereka pulang kerumah.

 

_*_

 

Ketika hendak ingin berangkat ke kampus, Eun ji menyempatkan diri untuk mencari pekerjaan tambahan. Sekitar 30 menit gadis itu berkeliling mencari pekerjaan di sekitar kota seoul, namun tetap tidak ada lowongan pekerjaan baginya. Akhirnya Eun ji memutuskan untuk melanjutkannya ketika pulang kuliah nanti. Seperti biasa sesampainya ia di kampus, Eun ji kembali menjual buku komik kepada seluruh mahasiswa disana. Namun seperti biasa juga tidak ada satupun yang terjual. Eun ji merasa lelah berkeliling kampus, ia pun memilih untuk beristirahat sejenak ditaman Kampusnya, tepatnya dibawah pohon rindang yang telah tersedia sebuah kursi panjang. Gadis itu menatap datar kearah pohon yang tepat berada diatasnya. Eun ji merasa bahwa kehidupan pohon jauh lebih baik darinya. Mereka tidak perlu bekerja ataupun belajar, semua yang mereka butuhkan sudah tersedia. Tidak seperti kehidupan nya.

Akibat hembusan angin yang menembus tubuhnya, gadis itupun terlelap dalam mimpi dipagi hari. Setelah beberapa jam Eun ji tertidur, akhirnya ia terbangun dari mimpinya. Ketika membuka kedua matanya, Eun ji melihat sekelompok pria itu sedang memandanginya. Gadis itu mengira bahwa ia masih di dalam dunia mimpi. Namun ketika mencoba kembali menutup mata dan membuka matanya lagi, hal yang sama terus terjadi. Hingga akhirnya Eun ji berdiri dari kursi itu dan mencoba menyentuh mereka untuk memastikan apakah ia masih berada didunia mimpi atau tidak. “Aku yakin pasti kalian ini hanyalah khayalanku” ucap Eun ji sambil memukuli salah satu pipi diantara mereka. “Hei, apa yang kau lakukan ?” tanya Bam bam yang telah ia pukuli pipinya.

“Menyingkirlah, kami hanya ingin duduk dikursi itu” lanjut Sehun sambil menatap sinis kearah gadis itu.

“Aku yakin kalian hanyalah patung dalam mimpiku” ucap Eun ji. “Apa yang kau bicarakan, apa kau ini sudah tidak waras” balas Chanyeol yang terus saja menatap Eun ji.

“Aku tidak gila hanya saja aku sedang butuh uang” semakin lama Eun ji berbicara tentang hal yang aneh – aneh kepada keempat pria itu.

“Noona, bangunlah ini bukanlah mimpi” ucap junior yang tengah mencoba mnyadarkan gadis itu.

“Sudahlah aku yakin pasti aku masih ada didalam dunia mimpi, sekarang aku minta kalian keluar dari mimpiku” ujar Eun ji. “Aku rasa dia sudah tidak waras” balas Sehun sambil berjalan mundur menjauhi gadis itu.

“Baiklah kami akan keluar dari mimpimu, tapi sekarang kau hanya perlu kembali duduk di kursi itu dan menutup matamu kembali” ucap Bam bam. “Baiklah” ucap Eun ji. Lalu gadis itu kembali duduk di kursi dan tertidur beberapa menit, dan ketika bangun sekelompok pria itu sudah menghilang dari hadapannya. Dan ia yakin pasti semua itu hanyalah mimpi.

Karena Eun ji tidak masuk kelas, ia terpaksa kembali pulang. Saat ditengah perjalanan Eun ji melihat spanduk makanan Mie Ramen terpajang disana. Seketika perut gadis malang itu berbunyi, namun karena ia tidak memiliki cukup uang ia harus menahan rasa lapar itu. Setelah melupakan hal tentang makanan Eun ji kembali mencari pekerjaan, dan ternyata keberuntungan berada di tangannya. Ia diterima menjadi pelayan disalah satu Cafe Bubble Tea dikota Seoul, dan tak harus menunggu lama disaat itu juga Eun ji langsung bekerja.

 

_

 

“Aku pulang” teriak Eun ji sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.

“Kau dari mana saja eonnie, aku sangat menghawatirkanmu” ucap Yeri

“Sudahlah kau tidak perlu cemas, aku hanya terlambat 3 jam saja” balas Eun ji

“Baiklah” sahut Yeri

Melihat kedaan sang kakak yang dipenuhi oleh air keringat. rasa curiga mulai muncul dibenak yeri. “Eonnie apa kau baru saja bekerja ?” tanya Yeri. “Kau ini bicara apa, aku tidak bekerja” jawab Eun ji.

“Tapi kenapa kau terlihat sangat lelah” ucap Yeri. “Tentu saja aku lelah seharian belajar dikampus, dan seperti biasa berjualan buku komik. Apakah buku komik yang kau jual semuannya terjual habis ?” tanya Eun ji .

“ hanya 1 buku yang terjual, itupun sahabatku yang membelinya” sahut Yeri.

“Sudah tidak apa – apa, lagipula aku punya sedikit uang dari hasil menjual buku kemarin, kebetulan kemarin ada yang membeli semua buku – buku itu. Sekarang kau ambil uang ini dan segeralah membayar uang sekolahmu” ucap Eun ji lalu segera memberikan uang itu kepada Yeri.

“Tidak perlu secepat ini eonnie, lagipula aku masih diberi banyak waktu oleh sekolah. Jadi kau tidak perlu memberikanku uang itu” balas Yeri sambil mengembalikan uang itu kepada eonniemu.

“Kau berkata apa, sudalah terima saja uang ini. bersusahpaya aku mendapatkan uang ini” ucap Eun ji.

“Kau sangat baik sekali eonnie, aku janji akan menjadi adik yang baik untukmu” sahut Yeri. seketika kata – kata Yeri menyentuh persaan Eun ji dan mereka berpelukan dengan penuh kasih sayang bersaudara.

 

 

_*_

 

 

“Eun ji – ya, cepat antarkan minuman ini kemeja nomor 5” perintah atasan Eun ji

“Baiklah paman” ucap Eun ji

Dengan hati – hati gadis itu mengatarkan minuman itu kemeja nomor lima, anehnya hanya ada dua orang dimeja itu tetapi empat minuman yang mereka pesan. Namun Eun ji tidak memperdulikan nya, lalu segeralah ia meletakan minuman Bubble Tea itu diatas meja. “Silahkan nikmati minumannya” ucap Eun ji.

“Kau sungguh sangat tidak sopan pada pembeli” ucap Bam bam

“Apa yang kau katakana” ucap Eun ji. Ketika melihat dua pria itu, Eun ji tiba – tiba diam terpaku dan sama sekali tidak bisa bergerak. “Apa yang kalian lakukan disini ?” tanya Eun ji.

“Seperti biasa hanya bersantai di sore hari” sahut Chanyeol. Dan tidak disangka terdengar lagi suara 2 orang pria dari balik tubuh Eun ji. “Maaf hyung kami terlambat, tadi sangat macet” ucap Junior. lalu segeralah kedua pria itu duduk dikursi.

“Tidak apa” sahut Chanyeol.

“Hyung dia itu kan gadis yang tidak waras itu, sedang apa dia disini ?” tanya Sehun.

“Hei … apa yang barusan kau katakana, aku ini tidak gila” sahut Eun ji. “Benarkah, apa mungkin kau masih mengira bahwa kau masih ada didunia mimpi” ujar Bam bam.

“Dunia mimpi apa aku tidak mengerti” balas Eun ji bohong. “Kau tidak perlu bohong, mengaku sajalah bahwa kau ingin menjadi penggemar kami” ucap Sehun.

“Penggemar, untuk apa aku jadi penggemar kalian tidak ada gunanya. Kalian ini hanyalah sekelompok serigala berdara dingin” sahut Eun ji.

“Serigala berdarah dingin, itu seharusnya menjadi julukanmu” ucap Bam bam

“Kalian sungguh sangat keterlaluan, sekarang aku minta kalian pergi dari sini” gadis itu terlihat marah. “Untuk apa, aku baru saja sampai” ujar Sehun.

“Kau sungguh sangat menyebalkan” balas Eun ji. “Kau pikir aku tidak tau bahwa gadis yang membantuku untuk mengganti ban mobilku adalah gadis yang tengah berdiri didepanku sekarang ini” ucap Chanyeol.

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan” sahut Eun ji. “Sudahlah, lagi pula semua buku komik yang aku beli darimu sudah kubuang karena ceritanya tidak jelas” balas Chanyeol.

“Mwo !, kenapa semua bukunya kau buang” teriak Eun ji. “Karena tidak ada gunanya bagiku” sahut Chanyeol.

“Kau sungguh tidak punya perasaan, kau pikir mudah untuk menjual semua buku itu. Aku sudah sangat senang semua bukunya bisa terjual habis, dan uangnya bisa aku pergunakan untuk kebutuhanku” ucap Eun ji.

“Jadi semua buku komik itu hyung beli dari gadis itu” balas Bam bam

“Iya hanya untuk sekedar balas budi” ujar Chanyeol. “Iya kau benar hanya untuk balas budi, baiklah kalau kalian sudah selesai cepatlah pergi darisini” ucap Eun ji lalu pergi meninggalkan mereka.

Persaan gadis itu menjadi sedih saat ia dihina oleh orang lain, bahkan Eun ji terus saja mencoba untuk menahan air matanya. Gadis itu berusaha menguatkan dirinya. Setelah merasa lebih baik Eun ji kembali melakukan pekerjaannya hingga selesai.

 

_*_

 

 

“Eonnie, minggu depan aku ada kegiatan keluar sekolah untuk tugas terakhirku, setelah itu aku ujian dan segera lulus dari SMA” ucap Yeri sambil tersenyum pada eonnienya.

“Iya aku tau, berapa biayanya ?” tanya Eun ji pelan

“Aku juga belum tau tapi sepertinya sangat mahal, tapi jika eonnie tidak mengizinkannya aku tidak perlu ikut” sahut Yeri.

“Kau boleh pergi, sudahlah tenang saja aku akan membayar berapapun biayanya”

“Baiklah, kalau perlu aku akan membantu eonnie untuk mencari uang agar aku tidak terlalu memberatkanmu”

“Kau tidak perlu melakukan itu, kau hanya perlu belajar dengan sungguh – sungguh agar kehidupanmu tidak sepertiku”

“Tapi eonnie”

Lalu pergilah Eun ji meninggalkan adiknya diruang tengah. Gadis itu memilih beristirahat sejenak didalam kamarnya dan memikirkan apa yang harus ia lakukan kedepannya. Semua pekerjaan yang ia kerjakan selama ini belum cukup untuk memenuhi kehidupannya. Tiba – tiba ponsel Eun ji berdering, dan tidak diduga bibinyalah yang menghubunginya. “Anyeonghasseyo, eonnie ini aku Kim naeun” sapa Naeun. “Ada apa kau menghubungiku malam – malam ?” tanya Eun ji.

“Eomma memintamu untuk datang kerumah besok” sahut Naeun. “Untuk apa aku kesana” tanya Eun ji kembali.

“Aku juga tidak tau, tapi eomma bilang kalau dia membutuhkanmu” sahut Naeun. “Baiklah besok aku akan kesana” ucap Eun ji.

“Baiklah sudah dulu” balas Naeun. “Nde” sahut Eun ji singkat. Setelah ia berbicara pada adik sepupunya Eun ji merasa bahwa bibinya pasti akan memberikan sebuah pekerjaan padanya. Seketika beban dipikirannya mulai berkurang, dan tidak disadari ia terlelap dalam mimpinya.

_

 

Dipagi hari Eun ji seperti biasa mengantar adiknya berangkat sekolah terlebih dahulu lalu pergi kekampus. Sesampainya disana Eun ji melihat brosur buku komiknya berserakan di tanah, dan melihat sebuah spanduk yang terpajang ditembok pos kemanan yang bertulisakan

“DILARANG MENJUAL BUKU KOMIK DI AREA KAMPUS”

Eun ji tidak mengerti apa yang terjadi, tapi ia tau bahwa ini sudah menjadi keputusan dari kampus untuk melarangnya berjualan. Mungkin sekelompok pria itu sudah tau apa yang Eun ji sudah lakukan pada mereka, dan mereka tak segan untuk melaporkan hal itu pada pihak Kampus. Tapi Eun ji tetap kuat menghadapinya, dan ia yakin masih banyak jalan yang terbuka baginya. Dengan santai ia berjalan menuju kelasnya.

“Pagi Joy” sapa Eun ji

“Pagi, Eun ji kau sudah tau kalau semua siswa melaporkanmu tentang penjualan buku komik plagiat. Lalu mereka meminta untuk melarang mu berjualan diarea sekolah” ucap Joy.

“Iya aku sudah tau, apakah paman Choi tau tentang hal ini ?” tanya Eun ji

“Dia sudah tau, tapi ia tidak marah justru paman merasa bersalah padamu” ucap Joy

“Kenapa dia merasa bersalah padaku, tolong kau sampaikan padanya aku minta maaf karena kesalahku. Ia mendapat banyak masalah” ucap Eun ji

“ Baiklah, tapi sekarang kau berkerja dimana ?” tanya Joy kembali

“Aku sekarang berkerja disalah satu Cafe Bubble Tea” sahut Eun ji

“Wahh …aku ikut senang, oh iya aku sudah mempunyai beberapa informasi tentang sekelompok pria itu” balas Joy sambil tersenyum.

“Sudahlah jangan bicarakan tentang mereka, aku tidak ingin mendengarnya” keluh Eun ji

“Tapi ini sangat penting, ternyata mereka itu bersaudara dan uniknya mereka sangat misterius. Katanya mereka adalah siswa pindahan dari Amerika” ucap Joy

“Aku tidak peduli, lagi pula untuk apa aku mengetahui informasi tentang mereka” Eu ji berbicara seakan – akan ia tidak ingin mengenal mereka lagi.

“Baiklah aku tidak akan mengatakan apapun tentang mereka” balas Joy

Karena merasa boan Eun ji memilih untuk keluar dari kelasnya sembari menghirup udara segar dipagi hari, begitu juga dengan Joy. Namun hal yang tidak diduga terjadi. “Ehh … lihat deh sekelompok pria itu lewat lapangan” ucap Joy sambil menunjuk kearah keempat pria itu.

“Biarkanlah mereka “ balas Eun ji yang terlihat tidak memperdulikannya sama sekali.

“Wahh … dipagi hari mereka sangat tampan, apalagi diterpa sinar matahari” ucap Joy. “Tampan apanya, sudahlah jangan lihat mereka” protes Eun ji.

“Baiklah, kalau gitu kita masuk kelas aja, nanti kita bisa dimarahin sama dosen Park kalau terlambat” ucap Joy dengan wajah cemberut.

“Baiklah” balas Eun ji singkat

 

_*_

 

 

“Permisi bibi” teriak Eun ji yang tepat berada didepan pintu pagar rumah bibinya.

“Masuklah” suruh bibi Jung

Segeralah Eun ji berjalan perlahan masuk kedalam rumah itu. Melihat sebuah tokoh kue yang terdapat didalam rumah itu membuat Eun ji semakin yakin bahwa peluang besar sudah mendekat kearahnya. “Anyeonghaseyo bibi” sapa Eun ji sambil tersenyum.

“Baguslah kau datang tepat waktu” ucap bibi

“Tapi aku tidak bisa lama – lama karena setelah ini aku harus pergi” balas Eun ji. “Baiklah, aku hanya ingin menanyakan kabar tentang Yeri bagaimana dia sekarang “ tanya bibi.

“Dia baik – baik saja, sehat dan semakin lama sudah mulai mandiri” sahut Eun ji

“Baguslah. Kim Eun Ji aku tau kau sekarang ini sedang membutuhkan uang, kebetulan aku belum lama ini membuka usaha kue dan aku juga sedang membutuhkan orang untuk mengantarkan pesanan kue. Apa kau mau bekerja denganku?” tanya bibi. Mendengar hal itu membuat Eun ji menjadi sangat gembira, bahkan tanpa harus berpikir lagi ia langsung menyetujuinya.

“Benarkah, tentu aku mau” jawab Eun ji sambil tersenyum

“Baguslah, kau bisa bekerja besok siang hingga sore hari” ucap bibi

“Gamsahabnida, kau baik sekali padaku” balas Eun ji

“Kau tidak perlu berterima kasih, aku ini adalah bibimu tentu saja aku harus membatumu” ucap bibi. Setelah itu Eun ji segera berpamitan pada bibinya dan langsung pergi menuju tempat kerjanya.

Sesampainya Eun ji disana, tidak disangka ia harus melihat sekelompok pria berdarah dingin itu lagi yang sedang duduk bersantai ditempat kerjanya. Tidak ada pilihan selain harus segera masuk ketempat itu melewati mereka. Eun ji mencoba tenang agar ia tidak harus berbicara dengan mereka namun takdir berkata lain. “Hei pelayan yang baru datang, tolong bawakan pesanan kami” ucap Bam bam.

“Kau pikir kau siapa seenaknya menyuruhku” balas Eun ji sambil menoleh kearah mereka.

“Bisakah kau bersikap sopan pada kami” ucap Sehun sambil menatap gadis itu.

“Untuk apa aku bersikap sopan pada kalian, jika kalian tidak bersikap sopan padaku” sahut Eun ji.

“Kami tidak bersikap sopan padamu karena kamu hanyalah gadis biasa yang rendahan” ucap Bam bam.

“Apakah kalian sudah puas menghinaku” balas Eun ji

“Belum, kami masih banyak permainan untukmu” guman Chanyeol

“Bermainlah sendiri dengan permainan kalian yang aneh sama seperti kalian” ucap Eun ji yang langsung pergi meninggalkan mereka.

Mencoba untuk tidak mengingat kata – kata itu, Eun ji memilih untuk meminum air yang banyak agar pikirannya menjadi fresh. Namun tetap saja kata – kata itu teringiang – ngiang ditelingannya, Eun ji menguatkan dirinya karena dia tau bahwa sekelompok pria berdarah dingin itu akan menganggunya terus . akhirnya Eun ji positif thinking untuk kedepanya.

 

_*_

 

 

Pekerjaan pertama Eun ji sebagai pengantar kue dimulai disiang hari, ia menjalani pekerjaannya dengan baik, dan tugas pertama nya sudah menunggunya.

“Nona Kim, tolong antarkan pesanan kue ini” ucap bibi

“Baiklah aku akan mengantarkan kuenya” sahut Eun ji. lalu segeralah Eun ji mengantarkan pesanan kue itu kealamat yang tertera pada kertas yang diberikan oleh bibi. Beruntungnya alamat rumah ini cukup mudah untuk ditemukan sehingga tidak memberatkan Eun ji. Setelah selesai mengantarkan kuenya ia kembali kerumah bibinya untuk melanjutkan pekerjaan nya.

Hingga akhirnya semua pekerjaan Eun ji selesai, dari mulai bekerja dirumah bibinya hingga diCafe. Dan beruntungnya saat bekerja diCafe Eun ji tidak harus bertemu dengan pria – pria itu, dengan begitu ia tidak mendapat hinaan lagi dari mereka. Sebelum pulang kerumah Eun ji pergi terlebih ahulu pergi menuju Super Market. Ia sengaja pergi kesana untuk membeli beberapa kebutuha Yeri. Namun sialnya lagi – lagi Eun ji dipertemukan dengan mereka, namun kali ini hanya dua orang yang ia lihat. Mencoba untuk bersikap tenang, tanpa pikir Eun ji berjalan masuk kedalam tempat itu.

Namun anehnya mereka tidak mengganggu Eun ji, tetapi terus memandanginya dengan pandangan aneh. Kemudian saat Eun ji tengah berada dikasir untuk membayar belanjaan nya, tiba – tiba saja Sehun menghampirinya. “Hei, sedang apa kau disini ?” tanya Sehun tiba – tiba.

“Bukan urusanmu” sahut Eun ji sinis

“Memang bukan urusanku, namun kau belum bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan padaku” ucap Sehun

“Memangnya apa yang telah aku lakukan padamu ?” tanya Eun ji

“Kau lupa, bukanya kau yang melempar buku itu kekepalaku” sahut Sehun

“Aku tidak melakukan itu, sudahlah jangan ganggu aku” balas Eun ji yang segera membayar belanjaannya, lalu langsung berjalan keluar dari tempat itu. Namun tidak disangka Sehun terus mengikuti langkah Eun ji.

“Sebenarnya maumu apa ?” tanya Eun ji yang langsung menghentikan langkahnya.

“Aku tidak menginginkan apapun” sahut Sehun

“Lalu kenapa kau terus mengikutiku ?” tanya Eun ji

“Hyung mengatakan padaku bahwa aku yang harus memulai permainan ini” balas Sehun

“Sebenarnya apa tujuanmu ?” tanya Eun ji kembali

“Kau ingat dengan kejadian yang menimpamu waktu itu” jawab Sehun

“Kejadian apa ?” tanya Eun ji

“Aku dan saudarakulah yang telah membawamu keRumah Sakit” ucap Sehun

“Jadi kau yang telah membawaku keRumah Sakit, tapi aku curiga padamu jangan – jangan kau penyebab dari kecelakaan yang aku alami” balas Eun ji

“Tentang kecelakaanmu bukan kami yang melakukannya, bahkan seharusnya kau mengicapkan terimah kasih padaku. Jika waktu itu aku dan dan saudaraku tidak menolongmu, pasti kau sudah menjadi mayat sekarang” jelas Sehun

“Nde Kumawo” balas Eun ji sinis.

“Kim eun ji aku ingin bertanya padamu, maukah kamu berkencan denganku ?” tanya Sehun secara tiba – tiba.

“Kau sudah gila, aku tidak mungkin berkencan dengan pria sepertimu” sahut Eun ji

“Aku akan memberimu uang jika kamu ingin berkencan denganku” ucap Sehun

“Aku tidak butuh uangmu” ucap Eun ji yang langsung pergi meninggalkan pria itu.

Namun saat Eun ji berjalan pergi, Sehun mengatakan suatu hal padanya. “Pikirkan tawaranku tadi, aku tunggu jawabanmu besok” teriaknya. Namun Eun ji tetap tidak memperdulikannya.

 

_*_

 

 

“Kim eun ji kemarin aku melihatmu membawa kue, memangnya kau sekarang berkerja apa ?” tanya Joy

“Aku membantu bibiku untuk mengantar kue, dan itu sangat melelahkan” sahut Eun ji

“Sudahlah, lebih baik kau mencari pekerjaan yang lebih mudah tapi menghasilkan uang yang banyak” ucap Joy

“Memangnya ada pekerjaan seperti itu ?” tanya Eun ji

“Mungkin saja ada, tapi aku tidak tau apa saja pekerjaan itu” sahut Joy

“Kau membuatku menjadi bad mood” balas Eun ji

Tak terasa bad mood Eun ji berubah menjadi rasa lapar, tanpa pikir panjang mereka pergi kekantin untuk menghilangkan rasa lapar mereka. Tidak disangka saat gadis itu tiba dikantin, disana terdapat Sehun dan semua saudaranya sedang makan siang. Krtika melihat Sehun, Eun ji menjadi teringat akan tawaran itu. Sehingga ia semakin merasa kesal. Tak disengaja Sehun berbalik melihat Eun ji yang sedang berdiri dipintu masuk kantin, bahkan pria itu langsung memanggilnya. “Kim eun ji kemarilah !” teriak Sehun. Terkejut namanya diteriaki Eun ji segera berlari menjauh dari area kantin dan meninggalkan Joy sendirian disana. Karena merasa tak nyaman Eun ji memilih untuk pergi dari kampus dan pergi ketempat bibinya untuk bekerja.

 

_*_

 

 

“Hyung apakah kau sudah berkencan dengan Kim eun ji ?” tanya Junior

“Belum dia menolaknya” sahut Sehun

“Berkencan, untuk apa kau ingin berkencan dengannya ?” tanya Chanyeol

“Aku hanya ingin bermain – main saja dengan dia” sahut Sehun pelan

“Tidak biasanya kau seperti ini, baru kali ini aku mendengar kau mengajak wanita kencan” ucap Bam bam

“Aku tidak sengaja melakukan itu” balas Sehun

“Tapi itu bagus hyung, biarkan gadis itu merasakan yang namanya jatuh cinta lalu menjadi patah hati” ucap Junior

“Kalian jangan melakukan itu, eomma tidak pernah mengajarkan kita untuk menyakiti hati perempuan” sahut Chanyeol

“Eomma tidak ada disini, kalaupun ada itu tidak akan pernah merubah segalanya” ucap Sehun

“Itu pasti akan berubah” seru Chanyeol

“Coba buktikan Hyung, apakah kau bisa menemukan eomma ?” tanya Sehun

“Sudahlah hyung kalian jangan bertengkar, aku setuju eomma kita sudah tidak ada, jadi lebih baik kita tidak perlu memikirka hal itu lagi “ ucap Junior

“Baiklah kalau kalian tidak percaya padaku, aku akan membuktikanny” Chanyeol langsung pergi setekah mengatakan hal itu. Karena merasa kesal pada saudaranya ia memilih untuk berjalan – jalan mengelilingin kota Seoul dimalam hari. Tidak diduga saat hendak ingin menyebrang Chanyeol melihat Eun ji bersama dengan dengan seorang gadis belia sedang berjalan dipinggir trotoar, namun tiba – tiba sang gadis itu terjatuh, lalu segeralah Eun ji membantunya. Karena merasa penasaran Chanyeol mendekat kearah mereka.

 

Od

odheashenaa

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s