[EXOFFI FREELANCE] Story About Us (Ficlet)

story-about-us

Story About Us

Story & Art by DTH9707 (Twitter: @xdth9707 IG: dth9707)

CAST

You can find it at the story

GENRE

Romance, Little bit Comedy

LENGTH

Ficlet

Rating

General

Summary

“Kita berbeda. Karena kisah cinta kita hanya ditulis oleh yang Maha Kuasa, hanya diri-Nya yang mempunyai skenario terbaik. Tidak akan tertukar ataupun keliru. Kitalah pemeran utamanya..”

.

This is story pure of my mind. So, please comment for your appreciate. And, typo at everywhere. The story published at personal blog blackangel1004.wp.com

.

Langit malam kota Seoul, serta gemerlap lampu-lampu yang memperindah pemandangan suasana malam saat itu. Keindahan pemandangan malam hari itu, sepertinya tidak dapat menghibur suasana hati seorang gadis cantik yang sedang menggunakan balutan dress keluaran terbaru milik brand ternama Terani Couture, sebuah dress berwarna hitam dibagian atasnya  berbahan polyster dengan rok diatas lutut bercorak animal print. Rambut lurusnya yang ia urai begitu saja sehingga makin memperlihatkan kecantikannya malam ini.

Raut kesal nampak sekali di wajahnya, tak peduli dengan suasana romantis yang disajikan oleh salah satu restoran bintang lima yang ada di ibu kota Korea Selatan. Buat apa suasana romantis tapi tak ada kejutan romantis di dalamnya? Lihat saja sekarang, pria yang ada di hadapannya! Duduk tenang dan menghabiskan makanan yang ia pesan. Gadis itu sudah tertipu rupanya.

Ia sempat heran dengan kekasihnya yang tidak memiliki rasa romantis sama sekali itu, tiba-tiba mengajaknya makan malam. Ditambah lagi, pria itu menculiknya melalui asistennya untuk merombak penampilannya dari atas sampai bawah. Gadis itu sempat merasakan melayang ke langit dengan perubahan kekasihnya, akhirnya kekasihnya itu berubah seperti tokoh utama pria romantis seperti yang ada di film, novel atau drama.

“Kau sudah selesai makan? Kalau begitu, ayo kita pulang!” ucapan yang terlontar dari pria yang ada di hadapannya tentu saja membuatnya melongo tak percaya.

P U L A N G

Apakah tak ada kejutan spesial baginya? Apakah ini hanya acara makan malam biasa? Kalau acara makan malam biasa, ia tidak perlu mengajak dirinya ke restoran mahal seperti ini. Cukup mengajaknya ke restoran kaki lima saja yang sering mereka lakukan, tak perlu seperti ini. Kekasihnya itu juga tak perlu menculiknya dan merombak penampilannya sedemikian cantiknya bak Miss World ataupun model-model cantik yang bekerja di bawah perusahaannya.

Gadis itu mendengus sebal, “Ya sudah. Aku juga ingin cepat tidur!” ucapnya kesal. Ia pun segera berdiri dari kursinya dan kemudian melenggang pergi mendahului kekasihnya itu. Pria yang memiliki kulit putih itu hanya tersenyum kecil melihat tingkah kekasihnya yang sedang kesal kepadanya.

.

Suasana mobil yang sunyi hanya alunan musik yang mengisi kekosongan yang terciptakan di antara sepasang kekasih yang sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing, sebuah lagu yang berjudul ‘Who is This Song For’ dinyanyikan oleh salah satu member boyband ternama di  Korea Selatan, Nam Tae Hyun, yang hanya mengisi kesunyian tersebut.

Pria tampan yang sedang fokus memperhatikan jalan, sedangkan kekasihnya sedang sibuk merendam kekesalan terhadap pria yang ada di sebelahnya. Gadis itu memandang jalanan kota Seoul melalui jendela mobil sambil mencoba menghilangkan kekesalannya, namun tidak mempan. Lagu pun berganti, mengalunkan lagu dari Super Junior berjudul ‘No Other’, makin menambah kejengkelan gadis itu. Bukan karena ia tak suka dengan lagu itu, malah ia sangat menyukai lagu-lagu yang dibawa oleh boyband  tersebut, namun yang menjadi permasalahannya adalah music video dari lagu tersebut.

Music video yang telah membuatnya baper tingkat dewa, kapan ia punya kekasih se-romantis itu? Diberikan bunga? Dinyanyikan sebuah lagu dengan alat musik? Diikatkan tali sepatu yang terlepas? Dicucikan mobilnya? Namun, ia tidak punya mobil sih. Diberikan cincin? Gadis itu makin mengerucutkan bibirnya kesal ketika mengingat semua isi yang ada di music video  tersebut. Lagu pun berganti lagi, sekarang giliran Ikon dengan lagu ‘What You Doing’, salah satu lagu favoritnya juga. Music Video serta lirik lagunya yang membuatnya baper tingkat dewa. Kenapa lagu-lagu yang diputar adalah lagu-lagu bergenre romantis? Makin membuatnya kesal saja.

Lampu kuning pun berubah menjadi merah, sehingga membuat laju mobil berjenis Audi RS7 berwarna hitam itu pun berhenti. Sebuah pamflet menarik perhatian gadis itu, sebuah pamflet yang bergambarkan salah satu drama korea ‘Descendants of The Sun’. Gadis itu mendengus kesal lagi jika mengingat salah satu drama korea yang menurutnya romantis. Bagaimana Kapten Yoo Si Jin mengikat rambut Dokter Kang, ataupun disaat Kapten Yoo yang selalu menyelamatkan Dokter perempuan yang cantik itu, membuat gadis itu iri saja.

Gadis itu pun menoleh kearah kekasihnya yang masih memasang wajah tenang. Bandingkan saja dengan Kapten Yoo, pria yang ada disampingnya ini tak punya sisi romantis dari segi manapun. Mobil yang ia tumpangi kembali melaju dengan kecepatan sedang. Gadis itu pun masih menatap kesal kekasihnya.

“Apakah kau masih lapar, Ri Chan-ah? Sepertinya, kau ingin memakanku hidup-hidup.”

“Jika itu tidak membuatku masuk penjara, akan kulakukan dengan senang hati!” jawab Ri Chan sambil kembali menatap ke arah depan.

“Kenapa juga kau mengajakku kesana hanya untuk makan malam saja? Sudah tahu porsinya sedikit dan tidak membuatku kenyang, lebih baik makan di restoran kaki lima saja yang porsinya membuat kenyang!” runtuk kesal.

“Dan juga,..” gadis itu menjambak rambut sisi kanan dan kirinya dengan kedua tangannya, “.. kau tak perlu mendandaniku seperti ini!” lalu mengibaskannya kesal.

Ri Chan melipatkan kedua tangannya dan membanting badannya kesandaran kursi mobil. Ia kembali memandang ke arah jendela mobil, “Kau sukses melambungkan ku ke langit, kemudian menghempaskanku ke tanah. Kau berhasil, Sehun-ah. Aku bangga padamu!”

Pria bernama Sehun, mengerutkan dahinya tak paham dengan kalimat yang dilontarkan kekasihnya itu. “Aku kira, kau sudah berubah. Menunjukkan sedikit sisi romantismu yang sama sekali tidak kau tunjukkanku selama tujuh tahun kita menjadi sepasang kekasih, tapi ternyata perkiraanku salah. Kau tidak berubah sama sekali!”

Sehun hanya bisa bersikap tenang mendengarkan semua keluhan yang tiba-tiba kekasihnya utarakan. “Kau tahu, kenapa aku sangat terobsesi dengan ‘romantis’ selama ini?” tanya Ri Chan kepada Sehun, namun tidak di jawab oleh pria itu. “Karena aku berharap, tiba-tiba kau bisa bertindak seperti itu, seperti tokoh utama pria di film, yang menunjukkan sisi romantisnya kepada tokoh utama wanitanya. Aku berharap kau bisa bersikap romantis walaupun sedikit. Aku ingin seperti ada yang ada di cerita-cerita romantis seperti itu, aku iri terhadap itu semua.”

Tiba-tiba Sehun menghentikan lajunya di pinggir jembatan Sungai Han, kemudian pria itu menoleh ke arah kekasihnya yang tak melihat ke arahnya. “Kenapa kau iri dengan hal seperti itu? Itu hanyalah sebuah cerita fiktif, Chan-ya.”

Gadis itu menoleh ke arah kekasihnya, “Aku tahu dan aku mengerti. Namun, apakah aku salah jika berharap kau bisa bersikap romantis sedikit kepadaku?” Ri Chan kembali menatap ke arah depan.

Sehun menghembuskan napasnya pelan, “Chan-ya, lihat aku sebentar!”

Ri Chan enggan menuruti kemauan Sehun. Ia tetap bersikukuh dalam posisinya sekarang. “Chan-ya!” pria itu menarik Ri Chan sehingga gadis itu melihat tajam ke arahnya. “Wae?”

Sempat Sehun memejamkan matanya sebentar sebelum memulai pembicaraan. “Jangan iri kepada cerita yang ada di film, drama, lagu dan sebagainya? Itu hanyalah cerita fiktif yang hanya ditulis oleh manusia, direka-reka dan hanya sebuah karangan saja.”

Sehun menatap lembut wajah kekasihnya itu, “Kita berbeda. Karena kisah cinta kita hanya ditulis oleh yang Maha Kuasa, hanya diri-Nya yang mempunyai skenario terbaik. Tidak akan tertukar ataupun keliru. Kitalah pemeran utamanya..”

Sehun menyingkirkan rambut Ri Chan yang menutupi pipi gadis itu, kemudian kembali menatap gadis itu, “..jadi mari kita menjadi pemeran cerita paling keren, agar cerita yang kita jalani berakhir dengan keren.” Ucap Sehun mengakhiri kalimatnya, bersamaan dengan itu juga, ia melepaskan kedua tangannya yang berada di kedua lengan gadis itu.

Ri Chan terdiam. Ia terdiam karena mendengar semua perkataan Sehun yang baru saja pria itu katakan. Seperti tersentak oleh sesuatu, ia menyadari suatu hal. Sekarang, ia merasa malu berada di hadapan pria itu. Ri Chan sedikit menundukkan kepalanya, rasanya dirinya akan menangis.

Kemudian Sehun mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dari balik saku jasnya. Ia pun membuka kotak tersebut, sebuah cincin perak bermatakan sebuah cubic zirkonia yang memancarkan kemilaunya pun muncul.

“Will you marry me?”

Satu kalimat. Hanya satu kalimat yang membuat Ri Chan tak bisa membendung perasaannya lagi, matanya sudah berkaca-kaca. Ia tidak menyangka akan dilamar dengan cara seperti ini. Sehun tersenyum ketika melihat perubahan drastis di wajah kekasihnya itu. Ri Chan yang tak bisa berkata-kata lagi, memeluk Sehun tiba-tiba dan menangis di dalam pelukan pria itu. Sehun mengelus belakang kepala gadis itu, mencoba menenangkan kekasihnya, tak lupa ia juga mendaratkan ciuman di puncak kepala Ri Chan.

“M-ma-maafkan aku, atas apa ya-yang t-telah aku ucap-k-kan, S-Sehun-ah. Aku tidak bersyukur dengan apa adanya dirimu,” ucap Ri Chan yang masih sesegukan.

Sehun melepaskan pelukannya dan memandang gadisnya lembut, “Tidak usah meminta maaf kepadaku. Akulah yang bersalah selama ini, karena tidak bisa memperlakukanmu dengan baik. Akulah yang beruntung karena mendapatkanmu. Kau memiliki kesabaran untuk menghadapi ‘manusia robot’ selama ini. Sekarang, biarkanlah aku yang berubah untukmu.”

“Maukah kau bersabar sedikit lagi untukku, sampai aku berubah, sayang?”

Dengan air mata yang masih membanjiri wajahnya, Ri Chan menganggukkan kepalanya layaknya anak kecil. “Dan, maukah kau menerima lamaranku?” Ri Chan menganggukkan kepalanya kembali dengan semangat.

Namun, tiba-tiba gadis itu kembali melanjutkan tangisannya yang justru membuat Sehun bingung. “Sudah-sudah, jangan menangis lagi. Kau terlihat seperti anak kecil!” ujar Sehun yang menarik Ri Chan ke dalam pelukannya.

Sekitar sepuluh menit berlalu, tangisan Ri Chan pun mulai mereda. Sehun masih senantiasa untuk memeluk dirinya agar ia tenang. “Sehun-ah,” panggil Ri Chan.

“Kenapa, sayang?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”

“Apa itu? Katakan saja!”

“A-aku positif…”

DEG

The End

ada quotes gitu terus akhirnya terinspirasi buat nulis itu.. kalimatnya Sehun itu juga ngambilnya dari quotes.. sekian..

11 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Story About Us (Ficlet)

  1. wah awalx si si sehun emang ngeselin,tpi yeoja mana coba y ga nangis pas digituin sama namjachingunya sendiri,trus pas di end tu apaan ya autor???

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s