[EXOFFI FREELANCE] Fall – (Chapter 5)

FALL.jpg

Author:

Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

Tittle:

Fall (chapter 5)

#Hurt

Main cast:

-Oh Sehun(exo) -hwang Sejin(oc/you) -Xi Luhan (chinese actor)

Support cast:

-All EXO member, -Bae joo hyeon a.k.a Irene(RV), Jung soojung ,          Various artist -and other

Genre:

School life, romance ,Drama ,Fluff , my be Sad

Rating: G

PG:17

Lenght: chapter

Prepost: chapter 1 || chapter 2 || chapter 3 || chapter 4

~summery~

Sejin pernah mengalami rasanya jatuh cinta , tapi cinta itu juga yang memberinya rasa sakit yang begitu mendalam baginya. Sehingga gadis itu trauma akan yang namanya cinta.

Sehun adalah laki-laki yang tampan , tentu saja dia adalah most wanted disekolahnya , playboy itu juga dia. Bahkan namja itu memiliki kepintaran diatas rata-rata.

 

 

Sehun sudah menyelesaikan diskusi mereka dan segera beranjak pergi mencari keberadaan Sejin. Sungguh tadi Sehun sangat ingin mengejar gadis itu , namun ia juga harus bertanggung jawab atas kelompoknya.

 

Namja tampan itu menyusuri jalanan setapak menuju air terjun yang dituju Sejin, langkahnya begitu santai. Namun tak sampai beberapa detik langkahnya mulai melambat, makin lambat sampai namja itu tak lagi melanjutkan langkahnya.

 

Matanya terpaku pada pemandangan didepannya, hatinya tiba-tiba begitu nyeri, jantungnya berdebar begitu kecang, matanya mulai berkabut dan memerah.

 

“Kenapa kau tidak mengerti Jin_aa”

 

CHAPTER 5

 

Sejin berjalan beriringan dengan Luhan dengan rasa canggung yang begitu kentara, terbukti saat tatapan mereka saling bertemu Sejin maupun Luhan langsung menatap kearah lain agar menghindari tatapan satu sama lain.

 

Malam sudah mulai turun, api unggun pun sudah dinyalakan. Beberapa dari mereka keluar demi menikmati hangatnya api didepan mereka. Sejin sendiri lebih memilih bergumul didalam tenda dengan selimut yang membalut seluruh tubuhnya.

 

Gadis itu kembali teringat kejadian saat di air terjun tadi. Jantungnya kembali berdegup kencang.

 

“wooooooo” terdengar sorakan diluar sana, Sejin masih saja membaringkan tubuhnya.

 

Tiba-tiba pintu tenda dibuka dengan tergesa-gesa oleh seseorang, membuat Sejin langsung mendudukkan tubuhnya.

 

“ya…ya.. Sejin_aa kau pasti tidak percaya?” Sejin menatap soojung dengan tanya.

 

“ayo” Soojung langsung saja menarik tangan Sejin tanpa mempedulikan protesan yang ia terima.

 

Sejin masih saja mengatai Soojung, sampai pada saat matanya melihat pemandangan didepan yang membuat jantungnya serasa diremas kuat. Ia masih menatap kedua orang yang sedang bercumbu didepannya itu. Sampai pada saat sang namja melepaskan pangutannya dan menatap sang gadis dengan begitu lembutnya.

 

“aku mencintaimu.” tepat saat kata itu diucapkan, setetes cairan bening mengalir dari pelupuk mata indah gadis itu.

 

“ahhh…aku lupa, tadi eomma menelponku. Aku kembali ketenda Jung_ah.” Soojung menatap Sejin penuh iba, samar-samar ia melihat bahu sahabatnya itu bergetar menahan tangis.

 

Soojung menatap benci kearah Sehun, kemudian menyusul sahabatnya itu.

 

Luhan juga melihat semuanya, ingin sekali namja itu memukul Sehun sampai ia tak sanggup lagi berdiri. Tapi ia kembali berfikir, atas dasar apa ia memukul Sehun.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“kau yakin tidak ingin ikut kami Jin_aa?” tanya Seulgi sambil menatap lembut sahabatnya itu.

 

“em…aku sedikit tidak enak badan.” jawab Sejin lemah, Soojung dan Seulgi saling bertatapan.

 

“makanlah….kau belum makan sejak tadi malam.” perintah Soojung, namun hanya mendapat gelengan lemah dari Sejin.

 

“aku tidak lapar, pergilah!!mereka pasti menunggu kalian.” dengan gerak ragu, kedua gadis cantik itu pun mulai beranjak.

 

“jangan seperti ini Jin_aa” ucap Soojung lirih. Sebelum meninggalkan Sejin sendiri didalam tendanya.

 

Air mata kembali mengalir dari pelupuk indahnya, semua yang ia takutkan akhirnya terjadi. Semua yang tidak ingin ia rasakan kembali ia rasakan, setelah sekian lama membuang perasaan itu agar tidak pernah hadir lagi dalam hidupnya.

 

Namun ia hanya manusia biasa yang tidak dapat mengelak apa kehendak yang Maha Kuasa.

 

Drrtt…ponselnya bergetar singkat menandakan pesan masuk.

 

From:+69********

Aku mencintaimu. Tapi kau tak pernah mengerti

Aku menginginkanmu. Tapi aku tak bisa

 

Sejin menatap dengan mata sembabnya, air mata terus mengalir.

 

To:+69********

Terima kasih sudah mencintaiku. Tapi aku sudah mempunyai seseorang yang aku cintai.

Maafkan aku

 

Gadis itu kembali menangis, menghilangkan rasa sakit didadanya. Perlahan Sejin kembali mengambil ponselnya dan menekan speed dial.

 

Tak selang 3 detik, seseorang langsung menjawab panggilan Sejin.

 

(“imo…bisakah Han ahjussi menjemputku.?”) Sejin bertanya dengan suara lemahnya.

 

(“ada apa sayang?kau baru bisa pulang besokkan?”) Ny.Kim terlihat cemas.

 

(“aku sakit imo”) Ny.Kim langsung membelalakkan matanya.

 

(“jinjjayeo…baiklah imo akan menyuruh Han ahjussi menjemutmu. Kau berkemaslah”) perintah Ny.Kim dijawab gumaman dari Sejin.

 

Setelah mengakhiri panggilan dengan Ny.Kim, Sejin mulai bangkit dan mengemasi barang-barangnya.

 

 

Han ahjussi membantu Sejin mengeluarkan barang-barangnya, didepan rumah yang cukup besar dengan d’sign alam begitu kental disetiap sudut mata memandang. Sejin keluar sambil menarik kopernya menuju rumah itu.

 

“aigooo….kau kenapa na’ imo sangat khawatir” semprot Ny.kim saat Sejin sudah memasuki rumahnya.

 

“aku hanya kelelahan imo…bisa aku kekamar sekarang?” Ny.kim mengangguk sembari tersenyum, gadis itu berjalan dengan pelan. Namun saat dipertengahan tangga tubuhnya oleng dan tak sadarkan diri.

 

 

Ny.Kim menatap cemas keponakannya itu yang saat ini terbaring lemah dikasurnya. Tepat disebelah gadis itu ada seorang dokter yang sedang memeriksa keadaannya.

 

“Maagnya kambuh dan dia begitu lemah saat ini, jadi saya beri dia infus. Pastikan Nona Hwang meminum obatnya Nyonya” Ny.Kim mengangguk-angguk menanggapi perkataan Dokter Lee.

 

“kamsahamnida uisanim” Dokter Lee tersenyum kemudian meninggalkan kamar Sejin.

 

“ada apa sayang? Apa ada yang mengganggumu akhir-akhir ini?” Sejin hanya menggeleng lemah sambil tersenyum kearah Bibinya tersebut.

 

“bisa imo tinggalkan aku sebentar? Sepertinya aku harus tidur” Ny.Kim hanya mengangguk menanggapi keponakannya.

 

 

“ya…Soojung_aa, dimana Sejin?” teriak Seulgi saat tidak mendapati sosok Sejin didalam tenda mereka.

 

“jangan bodoh Seulgi_aa , dia pasti sedang keair terjun” Soojung terus sibuk dengan pekerjaannya.

 

“ranselnya juga tidak ada”

 

“MWO?” pekik Soojung, gadis itu langsung memeriksa tenda mereka dan betul saja. Sejin beserta barang-barangnya sudah tidak ada.

 

“kita harus memberitahu ini pada mereka” Seulgi mengangguk mantap, sebelum akhirnya mereka berdua mengahampiri kawanan kelompok mereka.

.

.

.

“ya….Chingu_ya, Sejin tidak ada ditenda.” semua kegiatan yang dilakukan teman-temannya itu langsung terhenti.

 

“kau bilang tadi dia sakit…” sahut Baekhyun yang mulai memasukkan barang-barangnya kedalam ransel biru miliknya.

 

“ya…tadi pagi dia memang sakit, tapi-” sebelum Seulgi mengakhiri kalimatnya, sebuah panggilan masuk keponsel Soojung.

 

(“Jin_aa….kau dimana eo?”) tanya Soojung langsung berteriak ketika mengetahui siapa yang memanggilnya, semua memperhatikan Soojung tak terkecuali Sehun yang dengan tajam mendengar percakapan 2 gadis cantik itu.

 

(“aku dijemput supir imo ku, dan mungkin beberapa hari kedepan aku tidak bisa masuk sekolah. Eommaku akan mengantarkan surat izinku besok kesekolah.”) jelas Sejin dengan suara paraunya.

 

(“kau sakit apa Jin_aa…?dan berikan alamat dimana kau berada sekarang, aku tidak mau penolakan. Arrachi!!”) Sejin tersenyum kecil diseberang sana.

 

(“arraseo…aku akan mengirimimu pesan, sudah dulu ne pulsa ku sudah diujung jalan. Jaga dirimu baik-baik Jung_aa”) Soojung tersenyum sebelum terdengar suara tuttt yang memeka kan telinga.

 

“apa dia baik-baik saja?” tanya Minhee.

 

“dia sakit dan….” Soojung memberi jeda sejenak pada kalimatnya sambil menatap tajam kearah Sehun.

 

“sepertinya cukup parah.” Sehun mengerti tatapan yang Soojung berikan padanya. Apa ini salahnya?

 

 

Sehun dan Luhan berdiri diatas tebing air terjun hutan Mosam itu. Tidak ada yang berniat untuk memulai percakapan, keheningan pun menjadi latar belakang pertemuan mereka.

 

“kau bajingan Xi Luhan” Sehun langsung mengarahkan bogemnya pada wajah rupawan Luhan, membuat namja itu terhuyung seketika karena serangan tiba-tiba namja albino didepannya itu.

 

“kau yang bajingan Oh Sehun” Luhan mulai berusaha berdiri, Sehun menarik kerah kemeja kotak-kotak yang Luhan kenakan.

 

“kau membantu Sejin, kau mendekati Sejin, dan bahkan kau berani menciumnya. Dia milikku, ingat itu.” Luhan mendecih meremehkan, kemudian melepas secara paksa cengkraman Sehun.

 

“satu-satunya bajingan disini adalah kau Oh Sehun, kau mengaku dia milikmu. Tapi atas dasar apa kau mengatakannya eo? Dia hanya pacar palsumu kan dan dia hanya kau manfaatkan agar kau bisa kembali dengan cinta pertamamu i-” Sehun kembali mengarahkan bogemnya dengan keras, membuat sudut bibir Luhan sedikit mengeluarkan darah segar.

 

“a-aku mencintainya.” Sehun berkata dengan suara yang bergetar emosi.

 

“kau menciumnya Luhan_ssi, atas dasar apa kau melakukannya eo?” Luhan kembali mendecih meremehkan.

 

“entahlah, mungkin aku juga mulai tertarik padanya. Dan dia tidak menolak semua perlakuanku, kupikir ya….dia juga memiliki perasaan yang sama sepertiku” Luhan berkata dengan santainya, tak melihat aura hitam yang keluar dari tubuh Sehun.

 

“kau selangkah didepanku Oh Sehun, jika kau mencintainya jangan sia-siakan dia. Karena Sejin adalah gadis yang tidak mudah percaya begitu saja dengan pernyataan cinta tanpa pembuktian dan pengorbananmu mendapatkan cintanya.” Genggaman tangan Sehun mulai mengendur, ia kembali berfikir Sejin memang gadis yang sangat sulit ditaklukkan.

 

Tanpa sepatah katapun, namja tampan itu pergi meninggalkan Luhan yang masih setia menikmati luka disudut bibirnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sejin duduk menyender pada dashboard kasurnya sambil sesekali menatap kearah jendela. Wajahnya begitu pucat ditambah tatapan sayunya membuat ia terlihat begitu menyedihkan.

 

Ia benci saat-saat seperti ini, kenapa? Karena ia hanya duduk tanpa melakukan apapun. Terdengar suara dari luar rumah bibinya itu, namun ia lebih memilih memandang kearah jendela dengan tatapan kosongnya. Infus masih setia mendampingi hari nya sejak 2 hari yg lalu.

 

Tiba-tiba pintu kamar terbuka secara perlahan, menampakkan seorang wanita paruh baya cantik tersenyum kearahnya.

 

“kau sudah baikan sayang?” Sejin tersenyum kecil menanggapi ucapan bibinya tersebut.

 

“ada seseorang yang ingin menemuimu na’.” Sejin menatap diam bibinya sebelum berucap.

 

“nugu?” tanya nya, wajah pucatnya terlihat berfikir.

 

“imo akan menyuruhnya kesini, kau tunggu sebentar ne” Ny.Kim mengelus lembut puncak kepala Sejin, sedangkan sang empu terlihat sibuk dengan fikirannya sendiri.

 

Tak selang beberapa menit pintu kamar itu terbuka, membuat tatapan Sejin langsung beralih pada sumber suara. Mata nya terlihat melebar beberapa saat, namun sedetik kemudian ia langsung kembali menatap jendela.

 

“neo….gwenchana?” tanya seseorang itu dengan hati-hati.

 

“em.” Sejin hanya menggumam menjawab pertanyaan orang itu.

 

“ini masih jam sekolah, kenapa kau keluar?sebaiknya kau kembali. atau para seonsaengnim akan memberimu sanksi.” ucap Sejin tanpa menatap sedikit pun orang yang sedang berdiri disamping ranjangnya tersebut.

 

“Jin_aa ak-” belum selesai orang itu berbicara, Sejin langsung menyela.

 

“jangan memanggilku seperti itu, ahjumma….” teriak Sejin dengan suara paraunya, tak beberapa lama kemudian seorang pelayan memasuki kamarnya.

 

“aku ingin istirahat, tolong beritahu orang ini untuk keluar.” pelayan tersebut hanya mengangguk patuh.

 

“maaf tuan, Nona Sejin harus istirahat. Jadi saya harap anda keluar.” Sejin sudah berbaring tanpa memerhatikan wajah orang iitu.

 

“arraseo…jaga dirimu Sejin_ssi.” orang itu mematuhi perkataan Sejin, namun Sejin malah menangis dalam diam. Ia merasa orang itu sudah semakin jauh dengan dirinya.

 

“mengapa begitu menyakitkan…” gumam gadis itu dengan suara begitu lirih nyaris bergetar hebat.

.

.

.

.

.

.

.

 

Sejin sedang asyik berbincang dengan Soojung saat ini. Mereka tertawa saling berbagi cerita satu sama lain. Kedua nya larut dalam tawa masing-masing, tak ada yang menyadari seseorang sedang berdiri didepan pintu sambil membawa sebuket bunga mawar berwarna babypink itu tersenyum.

 

“masuklah na…Sejin pasti menunggumu.” ucap Ny.Kim sambil mengelus lembut bahu orang itu.

 

“ani…ahjumma, tolong berikan ini pada Sejin. Aku akan kembali mengunjunginya nanti.” orang itu tersenyum hangat memperlihatkan eyesmile nya. Tubuh tinggi tegap orang itu beranjak. Ny.kim menatap punggung orang itu dengan iba.

 

“tetaplah berusaha na….ahjumma yakin Sejin akan kembali padamu.” orang itu berbalik kemudian kembali tersenyum.

 

“ne…kamsahamnida ahjumma” setelah itu, punggung atletisnya menghilang dipintu keluar.

 

 

“Sehun mengunjungimu?” tanya Soojung saat tawa mereka mulai mereda.

 

“eum…” Sejin menggumam pelan.

 

“apa yang ia inginkan dari mu eo?” Sejin hanya menggeleng pelan.

 

“aku tidak ingin membahasnya lagi Jung_aa.” gadis itu membaringkan tubuhnya.

 

“besok aku dan Luhan akan mengunjungimu…jangan kemana-mana eo!!” Sejin mengangguk sambil memejamkan matanya.

 

“cepat sembuh” setelah itu Soojung pergi meninggalkan Sejin yang memejamkan matanya.

 

Terdengar pintu tertutup, gadis itu kembali membuka matanya kemudian mengambil ponsel rosegold yang bertengger dinakas tempat tidurnya.

 

From: +69********

Apa aku melukaimu? Maafkan aku, karena aku kau seperti ini. Aku mencintaimu sungguh. Kau alasan ku untuk tetap hidup. Tetaplah Sehat.

 

Sejin menatap pesan itu berulang kali. Hanya dua orang yang berkemungkinan mengirim pesan ini.

 

Clek~pintu terbuka. Ny.kim menatap wajah pucat Sejin.

 

“Jin_aa, Ahjumma ingin kerumahmu sebentar. Appamu menyuruh imo mengambil beberapa oleh-oleh yang ia bawakan untukmu. Besok ia akan mengunjungimu.” Ny.Park tersenyum.

 

“imo pergi” Ny.Kim mencium puncak kepala Sejin.

 

 

Sehun menatap kearah jendela sambil sesekali memhela nafas dengan kasarnya, Irene yang menyadari itu pun berinisiatif untuk mendekatinya.

 

“wae geurraeyeo?” tanya Irene dengan suara imutnya. Sehun masih menatap keluar jendela tanpa menghiraukan gadis disampingnya.

 

“ooo…ini pasti karena Sejin, iyakan?” Sehun langsung menatap wajah Irene yang sedang berada didepannya itu.

 

“oh…sungguh naif, mana Oh Sehun yang playboy dan dingin itu eo? Aku lebih suka kau seperti itu dari pada sekarang. Kau terlihat lemah.” Sehun mendecih sebelum menatap Irene begitu tajam.

 

“kau yang membuat menjadi Oh Sehun playboy dan dingin. Kau yang menghancurkan hidup dan perasaanku saat itu. Dan kini saat aku sudah menemukan seseorang yang mampu merubahku, kau kembali datang. Seolah mengemis kembali cinta yang sudah kau buang. Asal kau tau…cinta itu tidak pernah ada, jika pun ada cinta itu sudah kubuang jauh dan tidak akan kau temukan lagi dimanapun.” kedua mata mereka saling bertatapan tajam.

 

“kau akan menyesal Oh Sehun.” Irene berujar pelan namun penuh penekanan.

 

Sehun hanya berlalu meninggalkan Irene yang sedang berada dalam puncak emosinya. Namja tampan itu beranjak menuju gerbang sekolah, mencari taksi kemudian menaikinya dan pergi.

 

 

Sejin masih menatap luar jendela, saat ini gerimis mulai turun sehingga beberapa tetesan air terlihat pada jendela dan pintu balkon kamarnya. Gadis itu terus saja menatap ponselnya yang tak henti-hentinya bergetar karena panggilan yang terus menerus masuk.

 

Namun tak ada satu panggilan pun yang ia hiraukan, ia nampak kalut. Bibir mungilnya terus ia gigit tanpa alasan.

 

“HWANG SEJIN” sebuah teriakan langsung membuat tubuh Sejin terlonjak, ia kembali menggigit bibir bawahnya.

 

“KU MOHON…SEKALI INI SAJA TOLONG DENGARKAN PENJELASANKU.” Sejin menggeleng-geleng, ia tidak boleh memercayai lelaki itu lagi.

 

Hujan diluar sana semakin deras, wajah Sejin terlihat begitu khawatir. Maniknya sesekali menatap pintu balkon.

 

“JEBAL….SEKALI INI SAJA, AKU INGIN BERKATA YANG SEJUJURNYA KEPADAMU JIN_AA.” hati Sejin kembali bergetar saat namja itu kembali memanggilnya dengan panggilan itu.

 

Dengan ragu Sejin berjalan menuju balkon kamarnya, matanya mulai memerah. Melihat begitu derasnya Hujan diluar sana.

 

Namja itu tersenyum melihat Sejin sedang berdiri dibalkon kamarnya.

 

“Pergilah…kau tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tidak mau kau terus menggangguku. Kau lelaki yang pintar untuk mengetahui situasi Oh Sehun_ssi.” Sejin berbalik.

 

“ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. Kumohon tetaplah disana.” tubuh Sehun sudah sepenuhnya basah, namun Sejin tetap tidak peduli. Lebih tepatnya pura-pura tidak peduli.

 

Gadis itu kembali memasuki kamarnya, dengan air mata yang perlahan mengalir dari pelupuk matanya.

 

“AKU MENCINTAI MU….JIN_AA” Sejin terdiam tepat saat kata-kata itu terlontar dari bibir Sehun.

 

Ia tak kuasa lagi, dengan tenaga yang seadanya. Gadis itu berjalan cepat sambil membawa sebuah payung ditangannya.

 

 

Sehun menatap kecewa kearah balkon kamar didepannya. Tepat dilantai dua. Namja itu tertunduk, hatinya begitu nyeri matanya pun mulai memerah. Ini semua salahnya, ia terlambat menyadari perasaannya sendiri. Dan malah membuat gadis yang ia cintai berbalik membencinya. Mungkin.

 

Clek~terdengar pintu yang dibuka secara tergesa-gesa. Sehun masih menatap sepatunya yang ikut basah karena air yang begitu deras mengguyurnya.

 

Greb~~

 

Sehun merasakan sebuah tubuh hangat merengkuhnya. Air hujan yang turun begitu derasnya tidak lagi mengguyurnya.

 

Surai hitam menyapa penglihatannya, serta wangi feromon yang begitu kental menyapa indra penciumannya.

 

“jangan seperti ini kumohon” sosok itu mendongak, menampakkan wajah sembabnya yang begitu menyedihkan.

 

“hei….apa yang kau lakukan, kau masih sakit….apa yang terjadi nan-” Sehun terdiam ketika gadis itu menggeleng.

 

“cukup aku yang sakit…aku tidak ingin kau sama sepertiku” Sehun tersenyum mendengar kata-kata gadis itu.

 

“aku mencintaimu” kali ini Sejin terdiam, mata mereka bertatapan dalam.

 

“maafkan aku atas yang yang sudah terjadi.” Sehun mengusap lembut pipi kanan Sejin.

 

“emm…aku juga mencintaimu” Sejin tersenyum. Sebelum mendaratkan kecupan singkat dipipi dingin Sehun.

 

Sehun tersenyum, kemudian meraih kedua sisi wajah Sejin sebelum melahap bibir mungil didepannya dengan begitu lembutnya. Sehun memberikan lumatan lumatan kecil penuh cinta tanpa ada nafsu sedikitpun. Begitu pula Sejin yang ikut membalas lumatan tak kalah lembut.

 

Keduanya larut dalam ciuman romantis dibawah rinai air hujan. Tak menyadari seseorang sedang menatap penuh kecewa melalui pintu gerbang rumah itu.

 

“jadi dia orang yang kau cintai Jin_aa”

 

TBC

 

A/N:

Annyeong Readers……

Gimana? Alay/gaje/gak ngefeel? Maaf banget buat segala kekurangan dan keterlambatannya yahh….

 

Nahh…kalian bisa nebak gak siapa yang smsin Sejin. Kali ini aku bakalan kasih clue siapa yang ngirim sms ke Sejin.

 

Kalo ada yang benar…aku bakalan update dua chapter sekaligus. Gimana? Udah klo gitu langsung aja.

 

  1. dia maknae diboygroupnya….
  2. Dia 96L
  3. Tinggi badannya 188cm
  4. Dia rapper
  5. Salah satu lagu boygroup mereka COFFEA SHOP

Udah bisa ketebakkan…mudah banget. Kalo begitu see you for next chapter

Oke makasih banget sama readers yang setia nunggu ni ff gaje. Beneran aku tersentuh banget sama comment2 kalian.

 

Ohh chakkaman….jangan lupa baca ff aku yg judulnya One Of These Night yahhh.

 

Regrat

Sehun’s wife a.k.a Norhalisa

4 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Fall – (Chapter 5)

  1. hwa…..Lupa namax masi harus buka google dulu kn ga asik,annyeong aku read baru disini,haa……Siapa y ngeliat kejadian itu ya,ga pp asalkan jin-hun bahagia

  2. siipp.. akhirnya sehun berani ngomong kalau dia cinta sama sejin..
    .
    .
    ????? zelo (B.A.P)???? bakal ada pendatang baru lagi dong.. apa sejin sebelumnya mengenal dia..
    jadi makin penasaran

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s