[EXOFFI LINE@] My Last Four Words For You (Chapter 2)

myhome_4

[FF from adders] My Last Four Words For You [Chapter 2]

Title:My Last Four Words For You
Author:dkdina
Main Cast:Kyungsoo,Kim Joon Myun,Han Yoo Ra(OC)
Length:Chaptered
Genre:Romance
Rating:PG-15
Disclaimer:Fanfiction ini asli buatan saya sendiri. Ide dan alur berasal dari pikiran saya sendiri. Jika ada kesamaan, itu merupakan sebuah ketidaksengajaan.
Author’s Note:FF ini pernah dipublish di facebook dan blog pribadi

~Happy Reading~

Kyungsoo pulang ke rumahnya dengan wajah berseri-seri. Ia merasakan jutaan kupu-kupu sedang beterbangan di perutnya. Ia memang sudah lama menyukai gadis bernama Han Yoo Ra itu, namun kepribadiaannya yang pendiam tidak cocok untuk mengungkapkan perasaannya dengan terus terang.
“Ada apa denganmu, Kyungsoo-ya?” Kyungsoo yang tadinya sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba dikejutkan oleh suara hyung-nya.
“Eoh? Aniyo, aku tidak apa-apa, Hyung. Memangnya aku kenapa?” Kyungsoo berusaha menahan tawanya.
“Ada apa denganmu apanya? Dari ekspresimu, terlihat jelas kalau kau sedang bahagia. Kau sedang jatuh cinta, ya?” Joon Myun menyenggol lengan adiknya berusaha menggodanya. Ia kini duduk di samping Kyungsoo.
“Aniyo. Hyung, Kau tidak usah sok tahu,” Kyungsoo membantah pertanyaan Joon Myun dengan kikuk.
“Sok tahu apanya? Aku berbicara sesuai kenyataan. Hei, aku mau memberimu nasihat sebagai kakakmu. Dengarkan baik-baik, Kau ini masih kecil dan harus fokus pada sekolahmu. Jangan memikirkan hal-hal seperti itu, biasanya cinta antara dua orang yang masih sekolah itu tidak bertahan lama. Jadi, lebih baik kau belajar dengan baik dan ketika kau sudah dewasa nanti, kau boleh jatuh cinta,” Joon Myun berlagak layaknya orang bijak.
“Siapa yang bisa menjamin hal itu, Hyung? Bahkan orang bijak pun tidak bisa,” Kyungsoo menatap hyung-nya sebal.
“Jadi, kau benar sedang jatuh cinta?” goda Joon Myun lagi.
“YA! Kalau kau datang ke kamarku hanya untuk membuatku marah lebih baik sekarang kau pergi, Hyung!” Kyungsoo berdiri dan mengusir kakaknya, ia sudah tidak tahan lagi menahan amarahnya.
“Hei, aku hanya bercanda, adikku tersayang,” Joon Myun menarik tangan Kyungsoo berusaha mendudukkannya kembali, “aku sebenarnya ingin menceritakan sesuatu padamu.”
“Mwo?”
“Aku… mempunyai perasaan terhadap seseorang. Tapi, aku tidak berani mengungkapkannya,” Joon Myun memulai ceritanya.
“Jadi kau yang sedang jatuh cinta? Dasar, kau ini,” Kyungsoo menatap hyung-nya tidak percaya, “terus terang saja, Hyung, kurasa kau salah jika menceritakannya padaku. Kau tahu aku bukan tipe orang yang bisa memberimu masukan dalam hal semacam itu.”
“Aku tidak memintamu memberi masukan. Aku hanya memintamu mendengarkan ceritaku,” Joon Myun mengerucutkan bibirnya kesal.
“Hhh, baiklah. Cepat ceritakan sebelum aku jatuh tertidur.”
Joon Myun tersenyum senang mendengar ucapan adiknya.
“Tapi kalau ceritamu terlalu menggelikan, jangan salahkan aku jika aku benar-benar tertidur,” Kyungsoo memberi rambu-rambu pada hyung-nya.
“Oke, Pak. Jadi begini, wanita itu adalah anak dari bosku di restoran tempatku bekerja paruh waktu. Setiap hari aku melihatnya memasuki restoran dan naik ke lantai atas. Dia terlihat sangat baik hati dan ramah, dia sering menyapa pelanggan yang ada di restoran ayahnya,” Joon Myun menceritakan semuanya dengan detail.
“Apa dia juga menyapamu?” Kyungsoo bertanya dengan polosnya.
“Tidak,” Joon Myun menunduk lesu.
“Ppfftt,” Kyungsoo berusaha menahan tawanya.
“Ya! Kau menertawakanku?”
“Ani,” Kyungsoo masih membungkam mulutnya agar tawanya tidak meledak lagi, “tapi, Hyung, kau bilang dia ramah. Lalu kenapa dia tidak menyapamu? Seharusnya dia juga menyapamu dan tidak hanya menyapa pelanggan saja.”
“Kenapa kau jadi marah padaku? Mungkin dia tidak melihatku,” Joon Myun berusaha membela dirinya.
“Berarti dia tidak pernah memperhatikanmu dan itu artinya dia tidak mempunyai perasaan apapun padamu, Hyung,” Kyungsoo mengutarakan pendapatnya dengan wajah polosnya tanpa merasa bersalah.
Pletak…
Sebuah jitakan sukses melayang di dahi Kyungsoo. Kyungsoo hanya mengelus dahinya dengan telapak tangan dan menatap hyung-nya dengan kesal.
“Kau mau protes? Kau layak mendapat itu. Lebih baik aku pergi sekarang, bercerita padamu memang tidak ada gunanya,” Joon Myun berjalan meninggalkan kamar Kyungsoo.
“AKU KAN SUDAH BILANG KAU SALAH JIKA MENCERITAKAN HAL SEPERTI ITU PADAKU!” teriak Kyungsoo dari dalam kamar.
“Kyungsoo! Jangan teriak-teriak malam-malam begini!”
“Ne, Eomma.”
Joon Myun terkikik mendengar ibunya memarahi Kyungsoo.
***
Hari selanjutnya, ketika Joon Myun sudah pulang kuliah, ia segera menuju tempatnya bekerja paruh waktu. Ketika ia hendak memasuki restoran itu, dari arah yang berlawanan terlihat seorang gadis SMA berjalan menuju ke arah yang sama dengan Joon Myun. Gadis yang tadinya sibuk memainkan ponselnya, kini menyadari keberadaan Joon Myun yang tengah berdiri di sampinya di depan pintu masuk restoran.
“Annyeonghaseyo… apakah Anda ingin makan siang di sini? Silakan masuk, Tuan,” ucap gadis itu dengan wajah manisnya.
“Ah, aniyo. Aku adalah pekerja paruh waktu di sini,” Joon Myun menggelengkan kepalanya.
“Ah, arrasseo. Kalau begitu, aku masuk dulu,” ucap gadis itu sambil menunjuk sisi dalam restoran dengan telunjuknya. Joon Myun hanya menganggukkan kepalanya. Ia merasa sangat senang, dirinya seperti melayang di udara, akhirnya wanita yang dicintainya menyadari keberadaannya di dunia ini.
Enam jam kemudian, jam dinding yang bertengger manis di dinding restoran itu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun, Joon Myun masih belum beranjak dari restoran itu. Ia mencoba melakukan segala pekerjaan yang bisa ia kerjakan walaupun itu hanya membersihkan sebutir nasi yang terjatuh di pojok ruangan. Jika tidak ada pekerjaan, ia berusaha membuatnya ada. Alasannya bertingkah seperti itu tidak lain adalah ia berharap bisa bertemu dengan pujaan hatinya sekali lagi walau hanya untuk lima detik saja.
Tap tap tap…
Dari tangga, terdengar suara langkah kaki seseorang. Joon Myun segera mengalihkan pandangannya menuju sumber suara itu, dan benar saja, anak pemilik restoran itu turun sambil memanggil ayahnya.
“Di mana ayahku?” tanya gadis itu pada Joon Myun yang tentu saja menimbulkan getaran di hatinya.
“Bos sedang keluar sebentar. Ada apa, Nona?” Joon Myun mengeluarkan suaranya selembut mungkin.
“Tidak, aku hanya ingin berbicara sesuatu dengannya. Kalau ayahku nanti pulang, tolong katakan padanya aku mencarinya.”
“Ne.”
Gadis itu membalikkan badannya hendak kembali ke lantai atas, namun ia buru-buru membalikkan badannya lagi.
“Kenapa kau masih di sini?” gadis itu menunjukkan mata bulatnya heran.
“Eoh? Saya lembur, lagipula tidak ada tugas kuliah. Jadi, lebih baik saya lembur membantu bos di sini.”
“Ah, begitu rupanya. Kau jangan pulang terlalu malam, keluargamu bisa khawatir menunggumu,” gadis itu menasihati Joon Myun.
“Ne,” Joon Myun menunjukkan senyuman kegembiraannya. Gadis di hadapannya membalas senyuman itu, kemudian kembali menaiki anak tangga demi anak tangga. Joon Myun mengepalkan tangannya bahagia, ia bertingkah layaknya seorang pemain sepakbola yang baru saja membuat sebuah gol yang indah.

~TBC~

One thought on “[EXOFFI LINE@] My Last Four Words For You (Chapter 2)

  1. wah sakit hati ku oppa,knp kau begibikan daku,wah joonmyun siapa tuh yeoja ga mungkinkn kalo kakak beradik itu menyukai yeoja yang sama(sotoi banget si)

    wah kdi makin penasaran,lucu banget si joon sama dyo itu hahaha

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s