[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate (Chapter 3)

IMG_20160117_121538.jpg

Tittle : The Wolves and Soulmate

Author: candypinknet

Length: Multichapter

Genre: Fantasy—Romance—Drama—Family

Rating: Teenager

Main Cast : Oh Sehun & Ahn Nina (Original Cast)

Additional Cast : EXO member—Ahn Sojin—Ahn Edison—Kang Aurora—and many more

Summary: Setelah meniup lilin ulang tahunnya yang ke-19, hidup Ahn Nina perlahan-lahan mulai berubah. Berawal dari mimpi setiap malam tentang serigala abu-abu, lelaki berparas tampan yang tak ia kenal dan perang keluarga Canis Lupus.

Disclaimer : The story is belong to me.

Note : Cerita ini udah gue publish di wattpad & cover by @penguin_guard

Sorry for any typo(s) and nice to meet you guys!

BAB 3 – Pertemuan Pertama

Nina kehabisan kata-kata ketika terbangun dari tidurnya. Kepalanya pusing, pandangannya kabur dan pergelangan tangannya di ikat oleh tali. Dia ingin menangis, tapi tidak bisa. Di pikirannya sekarang adalah tentang penyesalannya. Matanya memandangi bangunan yang kosong tidak ada siapapun, termasuk Freddie.

Dia mencoba bangun dan terjatuh lagi. Dia tidak menyerah dan melakukannya lagi. Berhasil! Batinnya senang. Dia mencoba untuk mengambil beberapa langkah dan sekarang dia seperti orang mabuk yang mencari jalan keluar dari kantor polisi.

“Ponselku,” Katanya sambil meraih tasnya dengan susah. Tangannya di ikat di belakang dan posisinya sekarang benar-benar tidak menguntungkan. “Dimana, dimana ponselku?”

Kepalanya menghadap belakang, tangannya meronggoh isi tasnya dan dia mulai merasakan pegal yang luar biasa. Dia berbalik dan meraba-raba isi tasnya sambil berdoa dalam hati agar bisa menemukan ponselnya dan juga menolongnya.

“Nina,”

Nina terdiam mendengarnya. Suara bisikan halus seorang laki-laki yang sedang memanggilnya. Dia mulai merinding, mengingat bahwa dia hanya seorang diri sekarang.

“Apa kau bisa mendengarku?” Suara itu lagi. Nina menahan nafasnya dan mengigit bibir bawahnya. Dia benar-benar takut sekarang ketika suara tersebut muncul lagi. Berarti, apa yang ia dengar sebelumnya bukanlah imajinasinya.

“Ahn Nina jawab aku! Kau dalam bahaya sekarang!”

“Aku bisa mendengarmu.” Balas Nina pelan dan dia menelan ludah. “Kau siapa?”

“Tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah mengeluarkanmu dari tempat terkutuk ini.”

“Aku harus bagaimana?” Tanyanya putus asa. Dia sudah masih meronggoh isi tasnya dan menyadari bahwa ponselnya hilang. “Ponselku hilang, tidak, kemungkinan besar sudah di ambil oleh Freddie. Siapapun kau, tolong keluarkan aku dari sini.”

“Sebentar lagi,”

“Apa?”

“Sebentar lagi aku sampai. Tunggu aku, Nina.”

  • ··

Rumah megah layaknya kastil tersebut sedang dalam suasana dingin. Beberapa pasang mata hanya diam, dan lainnya memberikan pendapat mereka. Manik coklat terang itu memandang keluar jendela, membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi pada gadis tersebut. Dia menelan ludah dan memandang kedua orangtuanya. “Aku akan pergi.”

“Kami tidak setuju.”

“Dia dalam bahaya.” Balasnya lagi kesal. “Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. Aku sudah menunggunya selama delapan belas tahun.”

“Kami tahu, Sehun-“

“Jika kalian tahu, seharusnya kalian membiarkan aku pergi!”

Kris melirik adik bungsunya. Melihat adiknya yang memohon sedari tadi untuk pergi keluar dan menjemput Nina membuatnya ingin membantu, tapi dia tidak bisa melakukan apapun lagi. Dia sudah cukup membantunya dalam mimpi Nina, dan sekarang dia tidak ingin ikut lebih dalam lagi. Kris menghela nafas berat dan mengalihkan perhatiannya.

“Akan banyak musuh di sana. Terlebih lagi Nina bukanlah orang sembarangan, Sehun. Mereka pasti benar-benar tidak akan membiarkannya pergi begitu saja.” Kata Ayahnya sambil bangun dari kursinya dan memandang Sehun tegas. “Sekali tidak, tetap tidak!”

“Aku akan tetap pergi,” Balas Sehun tidak menyerah. “Aku akan menyelamatkan dia.”

Kris dan lainnya menghela nafas berat setelah mendengarkan pernyataan Sehun yang tetap tidak mau menyerah. Mata coklatnya memandangi punggung Sehun yang semakin lama semakin menghilang, karena dia pergi dari ruangan besar. Kris pamit dan mulai mengejar Sehun yang masuk ke dalam kamarnya.

Hyung, aku akan menyelamatkannya.” Kata Sehun ketika Kris baru saja membuka pintu tua milik kamar Sehun. Kris mendekatinya dan memandangnya bingung. “Bagaimana? Jarak kita terlalu jauh, Sehun!”

“Aku tidak peduli. Sejauh apapun itu, aku akan datang untuknya.”

“Kau akan datang dengan rupa serigalamu?” Tanya Kris. “Bagaimana reaksi dia nanti? Dia pun sekarang begini, karena rasa penasarannya. Sehun-“

Sehun terdiam. Tangannya yang semula merapikan barang-barang keperluannya untuk nanti menjadi berhenti. Kris tiba-tiba merasa bersalah melihatnya. “Sehun-“

“Jika dia melihatku, dan dia takut atau dia tidak ingin melihatku lagi, aku akan menurutinya, Hyung. Walaupun aku harus menghindarinya, tidak bisa mendekatinya, bahkan tidak menyentuh tangannya, aku tidak apa-apa. Yang terpenting adalah dia selamat.”

  • ··

Nina tersentak kaget ketika mendengar suara pintu yang membuka pintu terdengar di telinganya. Dia langsung kembali ke posisi awalnya dan mencoba untuk pura-pura tidur. Tapi, dia gemetar tidak karuan ketika suara pintu mulai terbuka.

“Nina?”

Suaranya bukan suara Freddie.

Siapa dia? Batin Nina.

Nina tetap berpura-pura tidur walaupun langkah kaki tersebut semakin mendekatinya. Nina mencoba bernafas senormal mungkin, tidak cepat dan juga tidak lambat. Seseorang berada tepat di sampingnya dan dia mencium aroma khas tempat di mimpinya. Orang tersebut berjongkok, memandangi Nina dan dia bersumpah bisa merasakan hembusan nafasnya yang menyentuh kulitnya. Seseorang tersebut memegang pipinya, hangat dan lembut. Nina masih berpura-pura tidur.

“Aku sudah mengecek seluruh ruangan dan tidak terdapat Freddie atau pengikutnya yang lain. Bagaimana keadaannya?”

Kris! Itu suara Kris! Bagaimana bisa?

“Dia baik-baik saja, Hyung. Sebaiknya kita pergi dari sini tanpa pertengkaran apapun.” Balas orang yang tak ia kenal. Tangan hangat itu menyentuh pinggangnya dan lututnya, dia di gendong oleh orang tak ia kenal tersebut. Nina masih berusaha untuk pura-pura tertidur, walaupun seseorang menggendongnya.

Tiba-tiba, semua listrik mati total. Orang tersebut menggendongnya di punggungnya. Nina mencium wangi harum vanila di rambutnya dan rasanya sangat familiar. Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya? Tapi, siapa? Kenapa aku tidak tahu siapa dia ketika mendengar suaranya?

“Kita akan keluar sekarang. Lari dan langsung masuk ke mobil, paham?” Kata Kris. Nina membayangkan bagaimana mimik wajahnya sekarang. Pasti mengesalkan seperti biasa, batinnya.

“Aku paham.”

Kris bergerak duluan dengan pistol di tangan kanannya. Nina menahan teriaknya ketika orang yang membawa tubuhnya bergerak dengan cepat seperti sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Dan tiba-tiba dia merasakan bahwa-

-dia melayang…

Dan menyadari bahwa dia baru saja melompat bersama orang ini. Laki-laki tersebut sempat meringis pelan ketika kakinya menyentuh tanah. Nina merasakan angin luar dan bersyukur bahwa dia sudah tidak berada di dalam gedung tersebut.

“Ayo cepat!” Teriak Kris yang membuat laki-laki tersebut semakin mempercepat langkahnya. Suara pintu mobil terbuka dan laki-laki tersebut menaruhnya ke dalam dengan hati-hati. Kris mulai menyalakan mesin mobil dan suara bunyi pistol yang terkena kaca mobil membuat Nina sempat tersentak kaget.

“Mereka menemukan kita,” Kata Kris. “Kita harus pergi sekarang. Sehun, tembak mereka.”

Tunggu-

Sehun?

OH SEHUN?

Kris mulai menjalankan mobilnya dan Sehun menyiapkan pistolnya. Dia membuka kaca mobil dan mulai menembak ke arah musuh dengan hati-hati. Kris semakin mempercepat laju mobilnya dan kepala Nina sempat terkena pintu mobil yang membuatnya sedikit sakit. Tangan Sehun melindungin kepalanya dengan telapak tangannya.

“Sekarang kita kemana?”

“Kemana saja yang terpenting tidak di sini.”

  • ··

Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan mereka masih menuju tempat yang aman. Sehun melirik Nina yang masih tertidur dan tersenyum. Seperti apa yang ia lihat di mimpi, bagaimana rambut hitamnya yang tergerai, bibirnya, kulitnya yang pucat, wajah yang cantik dan tampak tenang tersebut benar-benar membuat jantungnya berdetak tak karuan.

“Apa dia belum terbangun juga?” Tanya Kris. “Kita akan di marahi habis-habisan ketika penghuni rumah tahu bahwa kita kabur dengan helikopter demi dia. Dan berterimakasihlah kepada ku, karena kakakmu ini mempunyai banyak koneksi.”

“Terimakasih, hyung. Kau yang terbaik.” Balas Sehun dengan wajah cerah. Kris hanya menggelengkan kepala melihatnya. Beberapa jam yang lalu, Sehun menampakan wajah gelapnya, sekarang kebalikannya. Kris melihat Nina dari kaca spion mobil dan tersenyum. Persis sekali seperti di mimpi, batin Kris kagum.

“Ah,”

Sehun langsung memandang Nina khawatir. Di satu sisi dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap gadis yang sedang tertidur di pangkuannya tersebut.

“Aku dimana? Dan kau siapa? Kenapa aku bisa di sini?”

Sehun menelan ludah tanpa sadar ketika manik coklat tersebut menatapnya. Dia melihat bayangan lain dengan sekilas; pantai, gadis itu tertawa, sebuah rumah. Dan bayangan tersebut menghilang di gantikan pandangan penasaran gadis tersebut. “Kau di mobil. Kami baru saja menyelamatkanmu dari Freddie dan pengikutnya. Kita akan pergi ke salah satu tempat yang cukup aman.”

“Kau siapa?” Tanyanya sambil bangun dari pangkuannya. Mereka duduk bersampingan dengan jarak yang cukup dekat. Wangi mint tercium dari aroma Nina dan dia tahu bahwa aroma tersebut hanya dia yang bisa menciumnya. Dia memandang manik coklat terang tersebut dengan lama dan tersenyum. “Aku Oh Sehun.”

  • ··

Telat update. Maafkan ya. Sibuk sekali hiks.

Semoga suka & sampai bertemu lagi di bab selanjutnya! Terimakasih.

8 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate (Chapter 3)

  1. Waw waw mereka akhirnya ketemu di dunia nyata, mereka itu sebenernya makhluk apa sih, rumit amat masalahnya
    Btw itu waw banget naik helikopter 😂😂

    Untuk author, gpp kok up-nya lama, namanya orang sibuk yekan :v ku tetep nunggu kok
    Fighting Thor!

  2. wah…………Makin penasaran sama kelanjutanx,authornim ga apa-apa kok,udah terbiasa sama kata menunggu,krena kamk tau kalo menjadi seorg author itu ga mudah

    keep writing Author-nim

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s