[EXOFFI FREELANCE] Secret (Teaser)

unduhan (3).jpg

Judul : Secret

Author : Smiley_30

Leght : in chaptered

Rating : PG-15

Main Cast : KIM LICA (OC)

PARK CHANYEOL

OH SEHUN

Aditional Cast : OC

Disclaimer:

This story is mine and all the way story purely the result of my thinking . if there is any similarity was only a mere accidental . Do not copy or take this story without my permission .

Summary :

CHOOSE KILL ME OR LOVE ME?

Entah mengapa perjalanan ini membuat perjalanan ini membuatku merasa aneh sejak tadi, seakan ada hal yang akan terjadi. otakku mulai berotasi untuk memikirkan sebuah hal agar aku bisa berpaling dari perasaan aneh ini, mataku mulai melirik ke keseluruhan mobil dan berhenti di sebuah benda kecil yang terlihat usang karena jarang dipakai, ya itu adalah sebuah radio.

tanganku mulai meraih tombol radio mobil itu dan  mulai  memutarnya  untuk menghilangkan perasaan aneh yang menghantuiku. aku mulai mengacak-acak saluran satu persatu dengan kesal. tak lama aku mulai berhenti disalah satu saluran yang nomor saluran itu sangat sama dengan tanggal hari ini. apa ini hanya kebetulan?

perasaan aneh tadi mulai kembali menyerang otakku. tak lama terdengar alunan melodi yang indah,aku mulai merasa tenang hingga ketika telinga ku dengan teliti menankap kata “die” atau berarti “mati”di lirik lagu itu, aku langsung terdiam dan segera mematikan radio itu dengan kasarnya dan kini aku mulai berkeringat dingin, hal-hal tadi membuatku semakin terhanyut dalam perasaan aneh tadi.

” kau baik-baik saja?” sahut seorang pria tampan yang dari tadi tengah sibuk dengan stirnya yang kini melihatku dengan tatapan perhatian. dia adalah kakak ku Xiu Min.

“aa… aku baik- baik saja” jawabku dengan sedikit gugup.

aku mulai mencoba untuk tenang dan mulai menghentikan hal-hal yang terngiang di otakku saat ini. kepalaku mengarah ke arah kaca spion mobil,  bola mataku  menangkap sesuatu yang janggal yaitu sebuah mobil sedan hitam yang sepertinya tanpa ku sadari membututiku dari tadi, dan hatiku mulai merasakan ketidak nyamanan. perasaan ku bercampur aduk ditambah dinginnya angin malam yang menyapaku sejak tadi.

” kak, aku rasa mobil itu sedang mengikuti kita!”

kakak ku kemudian menolehkan kepalanya kebelakang dan sekilas melihat mobil sedan dengan kacanya yang sangat gelap, di tambah cahaya lampu jalan yang mulai meredup.

” aku juga merasakan hal yang sama, dari tadi aku melihat  mobil itu selalu ada dibelakang mobil kita”

” bisakah kita cepat, aku ingin sampai segera” sahutku dengan nada cemas

“baiklah, tenang saja kita akan baik-baik saja kau akan selamat” ucapan kakak berusaha menenagkanku dan menambah kecepatan mobilnya. Dan ternyata benar, mobil itu memang mengikuti kami dari tadi terbukti mereka juga menambah kecepatannya bahkan semakin cepat dan hampir menabrak bagian belakang mobil kami.

kakak ku tidak tinggal diam, segera kakinya menancap gas dan semakin mempercepat kecepatannya, jantungku berdegup kencang seakan ingin copot tatkala kecepatan mobil semakin kencang dan tak  terkendali akibat mobil sedan hitam yang semakin kencangnya.

aku melihat kakak yang semakin cemas dan pucat dan berusaha fokus di kemudinya. aku tidak tau apa motif mobil itu apakah dia ingin membunuh kami? mobil sedan itu kemudian menabrak bagian belakang mobil kami hingga membuatku terdorong ke depan dan hampir terluka terkena kaca mobil, kakak ku terus berusaha untuk semakin menghindari mobil itu, tapi tidak ada artinya karena karena mobil itu tepat berada disamping kami sekarang, apa yang akan terjadi?

kecepatan mobil terus bertambah,  seakan menambah rasa takut ku yang semakin mengebu.  aku  melihat ke belakang dan mobil sedan itu masih mengejar, dan kemudian kembali tepat disamping kami. mobil itu kemudian menabrak bagian samping mobil kami, dan membuat mobil kami terbanting dan lepas kendali hingga membuat mobil kami terbalik.

” kakak….”

” brak……….”

”   Aww…. Kepalaku terasa sakit seperti dipukul ribuan kali. Aku tak bisa  menggerakkan tanganku semuanya terasa berat dan kaku. Mataku juga sepertinya tak ingin dibuka, rasanya mataku sangat berat untuk dibuka . Perlahan-lahan aku melihat banyak  selang menempel di dadaku   dan ada alat bantu oksigen menempel di mulutku beserta infus panjang yang menempel ditanganku  Dimana ini?  Aroma obat-obatan ada dimana-mana, sepertinya aku sedang ada di sebuah ruangan yang terang terkena sinar matahari yang menerobos masuk. Apakah aku berada di Rumah sakit?

“kamu sudah bangun” sapa suster itu ramah sembari tersenyum kepadaku. Aku tak bisa membalasnya karena semua badanku terasa sakit. “aku akan memanggil dokter untuk memeriksa mu tunggu sebentar ya!.” Sahut suster itu dan meninggalkanku.  aku berusaha mengingat kenapa aku ada disini. Dan tiba-tiba kejadian yang kualami melayang di pikiranku.

“kejadiaan itu….

“kecelakaan itu….

“ kakak…….”

“kakak…, kakak kau dimana? Kakak apa yang terjadi padamu?

Aku berusaha untuk bangkit dari ranjang untuk mencari kakak, namun untuk kesekian kalinya badanku terasa berat. Tidak, kakak…., aku harus bisa…. Aku terus berusaha untuk membangkitkan badanku…

“hei apa yang kau lakukan, tenanglah….” Sahut seorang pria berkacamata bulat yang berpakain seperti dokter. “ tenanglah…”

Aku menurut dan mencoba untuk tenang walaupun air mata ku tetap jatuh dan membasahi pipiku.

“ tenanglah, kamu akan sembuh. Polisi sebentar lagi akan datang kamu bisa menjelaskan semuanya”

Aku berusaha untuk membuka mulut dan mengucapkan kata kakak, walaupun terbata-bata.

“kakak?, kau bilang kakak?Aku menggukkan kepalaku. Berusaha meyakinkannya.

Raut muka dokter itu mulai berubah menjadi pucat, seperti sedang ingin menyampaikan hal yang tak ingin aku bahkan siapapun dengar, apakah hal yang buruk?

“ maafkan aku, nona lica, kakakmu…. Tuan Xiu Min …. Tidak bisa kami selamatkan dari kejadian naas itu” sahutnya dengan intonasi yang melemah dengan menundukkan kepalanya  sebagai tanda minta maafnya yang paling dalam.

Kalimat itu bagaikan  petir yang menyambar hatiku dengan kuat, air mataku tak bisa terbendung lagi.

“ apa yang kalian lakukan? Bagaimana kakak ku…..”

“ dokter macam apa kalian…..”

“ apakah kalian tau betapa sakitnya hatiku kehilangan orang yang aku sayangi’’

Aku berusaha bangkit untuk melihat keadaan kakak, dan tak kuasa mengucapkan kalimat itu berkali-kali dengan terbata-bata sehingga nafasku menjadi sesak.

Dokter hanya bisa mencoba mencoba menahanku dan menenagkanku dan menahan tangis melihat keadaan pasienya.

Aku tak bisa menahan air mata ku yang kini makin deras keluar, aku tak bisa kehilangan kakakku, ini hari pertama ku bertemu dengannya tapi ini menjadi hari terakhir ku, kalau tau akan seperti ini aku akan memilih tidak bertemu dari pada kehilanganmu.

‘Kakak…., kakak….’’

Kau sudah janji untuk menjagaku dan membuatku tersenyum setiap saat.

Kakak…. Kenapa kau berbohong dan meninggalkanku, kau bilang kita akan selamat kau sudah janji kenapa kau mengingkarinya. air mata ku terjatuh dengan deras dan membuatku kehabisan nafas dan pingsan.

“pernahkah kalian merasakan kehilangan?”

“pernahkah dalam hidup kalian merasa tidak ada lagi gunanya untuk hidup?”

‘pernahkah kalian merasakan sedihnya hatiku saat ini……’’

Hembusan daun-daun kering yang berjatuhan dari asalnya, seakan membuat gersangnya hati ini.  Kicauan burung bagaikan suara –suara kematian yang sedang menghantuiku.

Hari yang tak kuharapkan, hari yang kubenci akhirnya datang,

hari pemakaman kakak,  Aku hanya bisa menangis melihat upacara pemakamannya, mungkin  hanya itu yang bisa kulakukan, karena tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Mungkin jika aku diberi permintaan satu saja, aku ingin kakak ku kembali.

hanya aku yang menangis karena kepergiannya,ayahku hanya tetap bertahan dengan ekspresi naif nya yang membuatku semakin membencinya.belum lagi dengan tindakannya yang langsung percaya kalau itu adalah kecelakaan yang murni dari kesalahan kakak ku, sehingga kasus ini dalam proses penutupan dengan arti yang menabrak kami waktu itu akan bebas berkeliaran kapan saja,aku tau aku tak bisa mengharapkan ayah ku untuk membuka misteri ini, tapi aku akan berjuang, untuk membalas dendam kakak, walaupun aku harus mati.

aku yakin lawan  bisnisnya pasti senang karena bisa menguasai perusahaan kakakku. Aku bisa membaca niat busuk mereka dari rautan wajah palsu mereka, aku hanya bisa yakin bahwa yang menabrakku dengan kakak saat itu adalah musuh kakak ku.

Aku terus menangis dan menyandarkan pipiku di batu nisannya. Aku tak ingin pergi kemanapun. Sudah banyak orang  yang mencoba membawaku pulang untuk menenangkanku, namun semuanya aku tolak.  Yang aku inginkan sekarang adalah kakak. hanya itu.

Awan mulai berubah warna dan memberi  petanda bahwa hujan akan turun. Namun lagi-lagi tak kuhiraukan . suara gemuruh mulai menampakkan dirinya dan kemudian hujan pun mulai turun dengan lembut. Rintik-rintik hujan yang mengenai tubuhku semakin menambah kesedihan ku. Aku tak memperdulikan  rintik-rintik hujan yang semakin deras mengenai tubuhku, hingga tiba-tiba rintik-rintik itu berhenti membasahiku. dan ketika ku lihat ada payung yang kini melindungiku

‘ siapa kau?……

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Secret (Teaser)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s