[EXOFFI FREELANCE] SACRIFICE OF LOVE (Chapter 4)

sacrifice-of-love-part-1

Title  : SACRIFICE of LOVE – 4

Author : BanHana Chance

Cast :

– Xi Luhan

-Seohyun (SNSD)

-Oh Sehun (EXO K)

Support cast :

Byun Baekhyun (EXO K)

Park Chanyeol (EXO K)

Zhang Yixing (EXO K)

Kwon Yuri (SNSD)

Genre : Sad, Romance, School life, Friendship, Mariage life

Lenght : Chaptered

Rating : PG17

“yaakk Chanyeol-ssi kau sudah mabuk sekarang. Kajja ku antarkan kau pulang.” Ajak Yixing dan mengangkat tubuh Chanyeol yang tergeletak lunglai.

Saat di jalan tiba-tiba Chanyeol berbicara sendiri.

“yaak neo…Zhang Yixing, kenapa kau begitu menyukai Seohyun eoh?.”

Pertanyaan Chanyeol barusan membuat Yixing tidak fokus menyetir mobil nya.

“Apa yang kau bicarakan? Kau sekarang mabuk. Jadi tidur sajalah.” elak Yixing dengan nada bicara kesal.

“Aku tahu… tapi sampai kapan pun kau tidak akan pernah mendapatkan Seohyun karena dia sudah ditakdirkan bersama Luhan. Arrachi…?.” sahut Chanyeol sedikit mengigau dan tiba-tiba dia tertidur dengan suara dengkuran yang sangat keras membuat Yixing risih mendengarnya.

~oOo~

.

Saat hendak masuk ke dalam rumah tiba-tiba ada yang menahan tangan Luhan.

“A.a..apa yang kau lakukan disini Seohyun-ah? Dan apa yang terjadi kepadamu eoh?”. Tanya Luhan dengan gegabah karena melihat tubuh Seohyun yang acak-acak an dan terdapat luka lebam di sudut bibir Seohyun yang menyisakan darah bekas pukulan.

“Oppa……..” tiba-tiba Seohyun pingsan dan tersungkur di pelukan Luhan.

~~~Chapter 4~~~

Tanpa berpikir panjang Luhan langsung mengangkatnya masuk ke dalam rumah

“Omooo Luhan-ah? Apa yang terjadi eoh?.” Tanya Ibu Luhan dengan gegabah.

“Haishhh eomma sekarang bukan saat nya untuk bertanya saat suasana seperti ini, cepat eomma ambilkan air hangat ke kamar ku.” Ketus Luhan.

“Aahh nde ndee arraseo, sebentar eomma ambilkan.” Jawab ibu Luhan dengan gegabah.

“Sepertinya ada seseorang yang menghajarnya Luhan-ah, apa kau tidak ingin menyelidikinya?.” Tanya ibu Luhan.

“Tidak eomma, karena aku sudah tahu siapa pelaku nya. Dia pasti akan mati di tangan ku.” Jawab Luhan dengan wajah penuh kebencian.

Sementara itu ibu Luhan pergi meninggalkan mereka berdua sendirian. Kini tinggal Luhan dan Seohyun yang berada di dalam kamar.

Luhan mulai memandangi wajah Seohyun yang penuh dengan luka memar. Benar saja selama ini Seohyun tidak pernah diperlakukan layaknya seperti orang yang tidak waras. Tetapi baru kali ini Luhan melihat orang yang dicintai mendapatkan ketidakadilan seperti ini dan hal ini membuat Luhan benar-benar marah.

“tenang saja seobaby, aku akan membalas semua ini kepada orang yang telah menyakitimu.” Bisik luhan dengan lirih.

Luhan pun mengecup kening Seohyun yang tertidur pulas dan hendak pergi meninggalkan nya.

Tanpa Luhan ketahui, tiba-tiba mata Seohyun mengeluarkan air mata dengan mata terpejam. Dia benar-benar merasakan sakit yang amat dalam.

Benar, orang tua memang selalu tidak adil dan anak selalu menjadi barang taruhan nya. Mereka tidak pernah merasakan rasa sakit dan tekanan batin yang di alami oleh putri nya. Yang mereka fikirkan hanya harta, harta, dan harta.

.

~oOo~

.

Pagi ini suasana begitu sejuk. Mata Seohyun perlahan mulai terbuka karena sinar matahari yang mulai muncul dari celah-celah gorden kamar Luhan.

“kau sudah bangun seobaby?” tanya Luhan dengan senyuman terpancarkan dari muka nya.

“aahh oppa….?” tiba-tiba Seohyun memegang i tangan nya yang sakit.

Karena kaget mendengar keluhan Seohyun, Luhan langsung lari menghampirinya.

“waee? Ada yang sakit?” tanya Luhan dengan gegabah.

“tidak oppa.” Jawab Seohyun dan dia mulai melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Luhan

“oppaa….aku merindukan mu….”

.

~oOo~

2 Minggu kemudian…..

Ini sudah minggu ke dua Seohyun tinggal dirumah Luhan. Entah keberanian apa yang membuat gadis itu tiba-tiba tidak ingin pulang dan lebih memilih tinggal bersama Luhan. Jujur saja Seohyun kemarin malam sempat meminta Luhan untuk menikahi-nya.

Tapi lagi-lagi ibu Luhan melarang dengan alasan dia harus kuliah dulu dan mendapatkan pekerjaan. Beliau tidak mau Luhan mengalami kesulitan saat berumah tangga di usia muda. Apalagi Luhan sama sekali belum mengenal dunia perkantoran.  Maka dari ibu sang ibu lebih memilih menolak daripada menyesal di kemudian hari.

“Mianhae Seohyun-ssi. Bukan maksud eommonim untuk menolak-mu sebagai menantu. Tapi….eommonim memikirkan masa depan kalian berdua. Eommonim tahu kalau keputusan-mu untuk meminta menikah dengan Luhan itu dengan alasan agar pernikahan-mu dengan Sehun dibatalkan. Tapi kembali lagi, ini semua demi kebaikan kalian berdua. Kumohon kau mengertilah Seohyun-ssi. Eommonim akan sangat senang jika kau menikah dengan Luhan. Eommonim berharap kalian berdua bisa bersabar neh.”

Luhan dan Seohyun hanya terduduk di depan Nyonya Xi dan Tuan Xi. Mereka berdua terlihat begitu sedih. Sebenar-nya hal tersebut tidak masalah untuk Luhan, tapi dengan Seohyun? Apa dalam waktu 4 tahun ke depan dia masih bisa bertahan, atau malah sudah mengganti marga nya menyadi Nyonya Oh Seohyun.

“Aku tidak tahu eommonim, tapi aku akan bertahan demi Luhan. Apa-pun yang terjadi.” Ucap Seohyun membuat Luhan mendongak-kan kepala-nya. tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Seohyun berusan.

“Tapi chagi….”

“Ssstttt….gwaenchana Oppa, aku yakin bisa menjalani semua-nya.” ucap Seohyun sambil menggenggam erat tangan Luhan yang saat ini berada di samping-nya.

“Luhan juga akan kami bawa ke Beijing Seohyun-ssi.” Kali ini Tuan Xi yang bersuara membuat semua pasang mata yang berada di ruang makan itu memelalak-kan mata-nya sempurna. Tadi tema nya ada di ruang makan untuk sarapan pagi.

“Neh?”

“Maaf karena Ahboji memeberitahu-mu secara mendadak. Tapi kau harus kuliah Luhan dan setelah lulus nanti kau harus mengganti posisi Ahboji di perusahaan. Dengan begitu kau bisa kembali ke Korea untuk melamar Seohyun. Bukan-kah itu kedengaran sangat baik untuk masa depan kalian berdua?”

“Andwee Ahboji. Kalau aku pergi ke Beijing, itu tanda-nya aku harus melepaskan Seohyun kepada laki-laki brengsek itu. Nan shirreo….!!!!” luhan benar-benar marah saat ini. Dia langsung membawa Seohyun keluar rumah dan menarik tangan-nya paksa.

“Ohh yeobo….apa keputusan-mu itu benar? Aku pusing memikirkan mereka berdua. Ohh andai saja perusahaan kita sekarang tidak mengalami masa sulit, pasti kita bisa membantu perusahaan Appa Seohyun agar pernikahan-nya dengan Sehun bisa gagal.” Resah Nyonya Xi sambil memijat pelipis-nya.

“Oh iya…kenapa Seohyun berada di rumah kita? Apa dia kabur dari rumah?” tanya Tuan Xi heran.

“Ah itu….aku juga tidak tahu yeobo apa yang sebenar-nya terjadi, tapi semenjak kejadian dua minggu lalu, Seohyun bersikeras tidak mau keluar dari rumah ini dan bahkan kedua orang tua-nya pun tidak ada yang tahu keberadaan-nya sekarang.” Ucap Nyonya Xi dan kali ini dia mendekatkan bibir-nya ke telinga Tuan Xi sambil berbisik. “Aku curiga kalau Seohyun diperkosa Oh Sehun waktu itu.”

“Eeiiiiii……kau ini bicara apa eoh?” tegas Tuan Xi.

“Aku serius yeobo. Kalau kau datang ke Seoul lebih awal, pasti kau akan tahu kejadian mengenaskan yang menimpa Seohyun malam itu.”

“Omooo Luhan-ah? Apa yang terjadi eoh?.” Tanya Ibu Luhan dengan gegabah.

“Haishhh eomma sekarang bukan saat nya untuk bertanya saat suasana seperti ini, cepat eomma ambilkan air hangat ke kamar ku.” Ketus Luhan.

“Aahh nde ndee arraseo, sebentar eomma ambilkan.” Jawab ibu Luhan dengan gegabah.

“Sepertinya ada seseorang yang menghajarnya Luhan-ah, apa kau tidak ingin menyelidikinya?.” Tanya ibu Luhan.

Luhan kini tengah membawa Seohyun ke sebuah taman di belakang halaman rumah-nya dan tetap dengan cengkraman di lengan-nya membuat bekas berwarna merah.

“Xi Luhan berhenti…..!!!!!”

Tiba-tiba Luhan menghentikan langkah kaki-nya.

“Wae? Apa kau ingin aku meninggalkan-mu ke Beijing juga?” tanya Luhan mengintimidasi membuat Seohyun tertunduk dan memundurkan kaki-nya beberapa langkah.

“Kenapa? Kenapa kau tidak menjawab? Apa kau memang benar-benar ingin pergi dari-ku dan lari bersama Oh Sehun orang yang telah memperkosa-mu?”

PPLLAAKKK…..!!!!!

Luhan meringis sambil memegang pipi-nya yang memerah bekas tamparan dari Seohyun.

“Jangan pernah gunakan kata-kata menjijik-kan itu di depan ku Luhan-ah. Aku benar-benar tidak menyangka kau sekasar ini kepada-ku.”

“Bukan itu maksud-ku chagi…aku…”

“Cukup….!!!” seohyun memotong perkataan Luhan. Perlahan dia memejamkan mata-nya dan menarik nafas dalam-dalam. “Aku…aku akan melepaskan-mu sekarang juga. Pergilah Luhan-ah.”

DEG

“MWO?”

“Dengan begitu kau bisa hidup bahagia di Beijing, ani…kau bisa kembali ke Korea dan hidup bahagia bersama-ku, Oppa…aku…akan menunggu-mu.” ucap Seohyun lirih di akhir kalimat-nya.

Tiba-tiba Luhan langsung menarik tubuh Seohyun ke dalam pelukan-nya.

“Berjanjilah….berjanjilah kau tidak akan lari dari pelukan-ku Seobaby. Aku akan kembali. Tunggu sampai aku kembali. Aku mencintai-mu Seobaby…”

~oOo~

{Author POV}

Hari ini sudah minggu ke 3 dan Luhan berencana mengantar Seohyun pulang kerumah-nya. namun sebelum pulang dia juga ke sebuah restaurant untuk makan siang.

“Kau pesan saja, aku ke toilet dulu Oppa.”

“Ah neh.”

Namun di tengah-tengah perjalanan, Seohyun merasakan pening yang amat sangat hingga menyebabkan tubuh-nya merosot ke lantai.

“Ahgasi neo gwaenchanayeo…..ahgasi….kau mendengar-ku?” tanya seorang pelayan restaurant itu yang tadi sempat pergi ke toilet dan mendapati Seohyun sudah terkapar di lantai.

“Chakkanman. Biar saya cari bantuan dulu Ahgasi.”

“Andwe…” ucap Seohyun sambil menahan lengan pelayan itu. “bantu aku berdiri saja.” Dengan sigap pelayan itu membantu Seohyun berdiri.

“Gomawo.”

“Ahgasi seperti-nya kau masih lemah, bolehkah saya membantu-mu?”

“Aniyo…aku baik-baik saja. Kau boleh pergi sekarang.”

Akhir-nya pelayan itu pergi meninggalkan Seohyun. Seohyun cepat-cepat masuk ke dalam toilet karena dia merasakan perut-nya amat sangat mual. Seperti ingin memuntahkan seluruh isi di dalam perut-nya saja.

“Huekkk huekkk huekkk”

“Uhukkk uhukk uhukk”

Seohyun memandangi diri-nya di depan kaca toilet. Terlihat begitu pucat dan lemah. Namun karena tidak ingin Luhan mengkhawatirkan-nya, dia buru-buru memakai lipstick untuk menyamarkan bibir-nya yang pucat.

“Gwaenchanayeo? Kenapa kau begitu lama?” tanya Luhan ketika mendapati Seohyun kini sudah berada di depan-nya.

“Ah tadi aku mengalami diare. Oppa kita pergi saja sekarang.”

“Tapi kita kan baru memesan makanan.”

“Aniyo Oppa. Seperti-nya hari ini aku ingin cepat-cepat istirahat.”

Dengan berat hari akhir-nya Luhan mengantarkan Seohyun pulang. Meskipun pada awal-nya dia ingin mengajak Seohyun jalan-jalan sebentar.

~oOo~

{Author POV}

Seohyun dan Luhan kini sudah berada di depan rumah dan mereka berdua memutuskan untuk masuk ke dalam rumah untuk menemui kedua orang tua Seohyun.

“Gwaenchanayeo. Aku akan bilang kepada mereka Seobaby.”

“Tapi Oppa….” luhan mengusap puncak kepala Seohyun Lembut.

“Gwaenchana. Kau tenang saja.”

“Tunggu dulu Oppa…” Seohyun menghentikan langkah-nya sejenak. Mata-nya menyipit ketika melihat sebuah mobil yang tak asing lagi di mata-nya kini tengah terparkir di halaman rumah-nya

“Wae?”

“Seperti-nya aku mengenal mobil ini.” Mata Seohyun membulat sempurna. Dia memutuskan untuk berlari memasuki rumah-nya dan di susul oleh Luhan.

BRRAAKKKK

Dengan nafas terengah-engah Seohyun berhenti di sebuah ruangan tamu dan mendapati seorang yang sangat dia benci. Ya siapa lagi kalau bukan Oh Sehun. Luhan pun begitu. Mata-nya terbelalak, rahang-nya mengeras, dan kedua tangan-nya mengepal.

“Omo…Seohyun-ah…darimana saja kau? Sudah 3 minggu ini kau tidak pulang dan tidak memberi kabar sama sekali eoh? Kau tahu Oh Sehun sangat mencemaskan-mu arrachi…” ucap sang ibu sambil menghampiri Seohyun bediri sekarang.

“Hmm…Neo nuguya?” tanya Nyonya Seo kepada Luhan yang masih berdiri di belakang Seohyun.

“Dia Xi Luhan. Nan namjachingu.”

Berasa di hantam oleh ribuan batu api menyala, Nyonya Seo terlihat sangat terkejut dengan apa yang barusaja dikatakan Seohyun kepada-nya.

“Mwo…???”

“Neh, Luhan Oppa kemari ingin melamar-ku.” Ucap Seohyun acuh.

“Dangsin-eun michyeoss-eo eoh???”

“Ani. Aku benar-benar akan melamar Seohyun sekarang Imo.” Sahut Luhan berusaha se-sabar mungkin.

Nyonya Seo memijat pelipis-nya dan berjalan ke arah Sehun yang kali ini tengah berdiri mematung dengan ucapan Luhan barusan.

“Ahaha…. nak Sehun Imo bisa bicarakan semua ini baik-baik. Imo akan menjelaskan-nya. kuharap kau mengerti nak Sehun.”

“Shirreo!!! Seperti-nya aku harus bilang kepada Ahboji bahwa pernikahan ini dibatalkan. Eo?” ucap Sehun dengan seringaian licik-nya.

Luhan dan Seohyun yang mendengar-nya pun terlihat sangat bahagia.

“Tapi nak Sehun…!!!!”

Sehun berlalu meninggalkan Nyonya Seo. Dan saat dia sudah berada di depan Luhan, tiba-tiba dia mencondongkan tubuh-nya mendekat dan membisik-kan sesuatu.

“Aku tahu kau mencintai Seohyun. Semoga pernikahan kalian berjalan lancar. Dan satu hal Luhan-ssi…” ucap Sehun sedikit berbisik. “Jaga anak-ku untuk-mu…kurasa kau bisa menerima-nya sebagai anak-mu eoh?” sehun tersenyum menyeringai dan langsung pergi begitu saja.

Luhan masih berdiri mematung dengan tangan mengepal.

“Oppa wae geurae?” tanya Seohyun bingung.

Bukan-nya menjawab, Luhan justru langsung pergi keluar.

“Oppa….neo eodigha….”

“Oh Sehun berhenti….!!!!!!” teriak Luhan dan Sehun pun menghentikan langkah kaki-nya.

“Wae Luhan-ssi?” tanya Sehun meremehkan.

“Apa maksud-mu tadi eoh?”

“Ahh,,, seperti-nya kau sangat ingin tahu Luhan-ssi? Baiklah aku akan memberitahu-mu. 3 minggu yang lalu aku telah melakukan-nya dengan Seohyun. Woahh….dia benar-benar menggoda.” Luhan masih bersikukuh untuk tetap diam dan menahan amarah-nya.

“Aku melakukan-nya sangat lama dan seperti-nya dia sekarang sudah hamil. Dan itu adalah anak-ku.” Sambung Sehun penuh kemenangan.

“Wae? Kenapa kau melakukan-nya waeeee…..!!!!!!” teriak Luhan penuh amarah.

“O..o…o…kau tidak perlu marah seperti itu Luhan-ssi. Awal-nya aku sudah berniat untuk menikahi Seohyun. Tapi…berhubung kau sudah mengatakan-nya di depan-ku, jadi aku tidak keberatan dan kau juga tidak keberatan kan jika menerima bayi itu sebagai anak-mu? Kuharap kau tidak menjadi Appa tiri yang menyebalkan. Arra….” sehun langsung memasuki mobil-nya dan melajukan mobil-nya cepat.

Luhan masih mematung di dempat-nya berdiri sekarang.

“Oppa….” panggil Seohyun lirih sambil memegang lengan Luhan. Namun apa ini? Kenapa Luhan malah melepaskan lengan Seohyun dan pergi meninggalkan dia begitu saja?

“Oppa tunggu….” seohyun berlari menyusul Luhan dan berhasil menghentikan langkah kaki-nya.

“Aku harus siap-siap ke Beijing sekarang. Jaga dirimu baik-baik eoh?”

“Tapi…kenapa begitu mendadak?” kali ini Seohyun mulai meneteskan air mata-nya.

“Aku akan kembali. Jika kita memang ditakdirkan bersama.” Ucap Luhan sangat lirih namun masih terdengar oleh Seohyun.

“Mwo…??? Oppa….apa kau berniat ingin meninggalkan-ku sekarang?”

“Entahlah….”

~oOo~

{Sehun House}

Malam ini suasana di rumah Sehun sama seperti biasa. Banyak wanita-wanita jalang yang keluar masuk rumah nya.

Sehun benar-benar menikmati suasana malam itu dan yang benar saja. Saat ini suasana hatinya benar-benar sangat baik.

.

.

“aku akan membalaskan dendam mu seobaby”…..

Luhan mulai memasuki rumah Sehun dengan dandan-an layak nya wanita jalang. Aahh yang benar saja. Semua orang juga mengetahui kalau Luhan itu Beauty Face. Wajahnya memang sangat cantik bagi kalangan laki-laki.

Tik tok tik tok tik tok…..

Suara hils milik Luhan terdengar oleh telinga Sehun dan yang benar saja, Sehun kali ini benar-benar terkecoh oleh kecantikan Luhan.

Sebenarnya Luhan sangat jijik berdandan seperti perempuan bahkan hanya untuk menemui Sehun si lelaki bangs***t…{sensor}

“omooo kau benar-benar sangat cantik.” ucap Sehun sembari menelusuri helaian rambut palsu milik Luhan.

Luhan hanya tersenyum karena dia tidak ingin Sehun mengetahui kalau suara Luhan layaknya  seperti laki-laki normal.

Sementara itu Sehun mulai menciumi leher milik Luhan dan membuat Luhan semakin jijik ingin muntah. Dan saat ciuman Sehun mulai memanas tiba-tiba saja…

Crotttt…. tes tes tes….

Darah mengalir deras dari perut Sehun, yaa benar saja. Luhan telah menusuk nya dan menghajar Sehun beberapa kali karena amarah nya kini tengah melonjak di tambah bayang-bayang Seohyun yang tengah berbaring lemah dikamarnya dengan luka memar.

“kauu dasar laki-laki bangs***t…. dasarr kau sekyaa….!!! berani-berani nya kau memukul seorang gadis eoh. Apa kau tidak punya malu eoh?.” Teriak Luhan dengan terus memukul Sehun dengan keras.

Sementara itu Sehun kini benar-benar tidak sadarkan diri. Banyak darah yang keluar dari perutnya ditambah dengan beberapa pukulan dari Luhan.

~oOo~

2 bulan kemudian….

“Hari ini kau mau makan apa, aku yang traktir.” tanya Baekhyun kepada Yuri.

“ahh oppa…aku ingin makan apa saja yang oppa belikan.” Jawab Yuri dengan manis.

Setibanya di restourant Baekhyun dan Yuri pun mulai memesan makanan. Saat menunggu tiba-tiba mata Yuri melihat Luhan dan Seohyun yang tengah berjalan masuk ke restourant tersebut.

“oppa…..palli….” teriak Yuri sambil melambaikan tangan nya kepada Luhan isyarat untuk menyuruhnya datang bergabung tanpa mempedulikan perasaan Baekhyun yang tampak sedikit tidak senang dengan kedatangan Seohyun.

“yaa sejak kapan kau disini?.” tanya Luhan sambil duduk.

“aku mulai berkencan dengan Baekhyun oppa, ternyata dia tidak menyebalkan seperti yang Chanyeol oppa katakan.” Yuri terkiki geli dengan ucapan nya barusan.

Seohyun tiba-tiba kaget mendengar pernyataan Yuri barusan. Apa? berkencan? Sejak kapan? Kok bisa? Ucap Seohyun dalam hati nya.

“Oh Luhan-ssi bagaimana kuliah mu di Beijing? Apa menyenangkan?” tanya Baekhyun membuyarkan lamunan Seohyun.

“Ah cukup menyenangkan. Ada hal yang harus ku urus di Seoul, jadi aku memutuskan untuk kemari. Yaahhh meskipun hanya beberapa hari saja.”

.

~oOo~

.

Acara makan siang sudah selesai. Kini Luhan dan Seohyun hendak pergi untuk jalan-jalan sebentar.

“hari ini aku akan mengantarkanmu pulang.”

Tiba-tiba langkah Seohyun terhenti. “Sireoo….” jawab Seohyun dengan bergetar.

Luhan heran mendengar ucapan Seohyun barusan dan mengerutkan keningnya. “wae..?.” tanya Luhan penasaran.

“oppa…nikahi aku sekarang juga. Jeballl oppa…” Seohyun tiba-tiba menangis dan memeluk Luhan.

Sejenak luhan memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Seohyun.

“aku bisa saja menikahimu kapan pun aku mau. Tapi berikan aku satu alasan. Aku tidak ingin menikahimu karena kau terpaksa.” Jawab Luhan meyakinkan seohyun.

Seohyun menghela nafas, “Sebenarnya aku tidak mengenal Sehun bahkan aku tidak pernah bertemu dengan nya dari awal. Appa ku mengalami kebangkrutan karena eomma menginvestasikan beberapa aset perusahaan appa dengan berlian. Tapi eomma di tipu oleh teman-teman nya sehingga eomma harus ganti rugi.” ucap Seohyun sambil menangis terisak.

“salah satu cara untuk membantu perusahaan appa yaitu aku harus bersedia menikah dengan Sehun, anak dari teman appa.” Sahut Seohyun.

Luhan hanya bisa menarik nafas nya panjang-panjang.

“Neh arra. Aku sudah tahu semua-nya.”

“tapi oppa…. ada hal yang membuat ku sangat terpuruk.” Ucap Seohyun skali lagi dan tangisan nya kali ini benar-benar sangat kencang.

“Hiks…Sehun telah merenggutnya dariku oppa…. dia telah mengambil barang yang paling berharga dalam hidup ku.”

Deg …

tiba-tiba jantung Luhan serasa berhenti berdetak. “Jadi benar. Apa yang dikatakan Sehun waktu itu benar. Apa….apa Seohyun benar-benar hamil.” Ucap Luhan dalam hati-nya.

“ Hiks bahkan kita belum sempat menikah oppa…hiks aku ingin membunuh bayi ini oppa…kalau perlu sekarang kau bunuh saja aku oppa.”

Luhan benar-benar tidak bisa berkata apa-apa sekarang ini. Luhan sangat kecewa dengan Seohyun.

Tiba-tiba Luhan melepaskan pelukan nya dengan Seohyun dan mulai pergi meninggalkan nya tanpa berbicara sepatah kata pun.

Seohyun pun membelalakkan mata nya atas perlakuan Luhan sekarang.

“oppa………”

“Khajima…..”

“jeballl…….”

“hiks… oppa…………”

Seohyun jatuh dan tersungkur dan menangis sekencang-kencang nya.

Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini kepada mu disaat kau terpuruk seperti iniSeohyun-ah. Tapi kali ini kau benar-benar membuatku menjadi lelaki Pengecut. Mianhae Seobaby….

~oOo~

8 Tahun kemudian….

Pagi itu suasana sangat sejuk. Seohyun dan Luhan tengah berjalan menyusuri kota Seoul menggunakan sepatu roda. Mereka terlihat sangat bahagia. Bahkan mereka sempat bertemu dengan teman-teman nya di sekolah dulu.

“yaa yeobo..apa yang kau lakukan eoh mencubit pipi anak kita terlalu keras?.” bentak Yuri kepada Baekhyun karena Baekhyun gemas dengan pipi anak nya seperti bakpao yaitu Xiumin.

“hahaha kau ini Yuri-ah sangat protektive sekali sampai-sampai kau memarahi suami mu seperti ini.” sahut Tiffany yang kini tengah menggendong buah hati nya dengan Chanyeol yang masih berumur 1 tahun yang di beri nama Joya.

Sementara itu Yixing datang bersama sang istri dan putri nya yaitu Irene dan Soora.

“wahhh kebetulan sekali kalian semua di sini. Wah siapa ini yang belum datang?” tanya Yixing

“ahh itu mereka, yaa Luhan-ah palli…cepat kau ajak Seohyun kesini!.”

Luhan yang melihat Teman-teman nya pun langsung mengajak Seohyun kesana. “Seohyun-ah, kajja…”

“Haii…sudah lama sekali ya kita tidak bertemu. Aku dengan Seohyun baru sampai dari Beijing kemarin malam. Sepertinya Seohyun sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pagi. Katanya dia ingin olah raga pagi di Seoul.” Ucap Luhan sambil mengelus rambut Seohyun.

“aahh appa…apa yang kau katakan, kau membuat ku malu saja.” Jawab Seohyun dengan manja.

“yahhh beginilah, setelah kematian ibu nya, dia sangat manja kepadaku, aku harap sifat nya sama seperti ibu nya dulu, selalu manis setiap saat.” Jawab Luhan dengan melamun.

*Flashback*

“Luhan-ah aku senang sekali hari ini kau akan menikahi ku. Setelah kematian Sehun, appa ku menarik kembali aset-aset perusahaan nya. Ada perusahaan asing yang membantu appa ku. Aku ingin kita membesarkan anak ini bersama-sama sampai kita mati.” ucap Seohyun di depan altar pernikahan.

“ndee seobaby, bukankah pernah ku bilang, kita ini jodoh, bahkan sampai mati pun kau tetap jodoh ku.” jawab Luhan dan kemudian mereka saling berciuman setelah janji pernikahan mereka.

.

.

~oOo~

“aahh Luhan-ah cepattt sepertinya bayiku akan keluar jeball….” teriak seohyun di dalam mobil sambil meremas tangan Luhan menahan sakit.

“sabar seobaby, sebentar lagi kita akan sampai.”

.

~oOo~

.

“Maaf Tuan, sepertinya terjadi masalah dengan kandungan istri anda. Kita harus melakukan nya tetapi kita juga harus menyelamatkan salah satu dari mereka.”

Luhan tersungkur dan saat itu juga dia menemui Seohyun yang tengah berada di ruang operasi.

“Luhan-ah, selamatkan bayi ini, meskipun dulu aku membencinya, tetapi aku ingin dia hidup bahagia Luhan-ah, jeball..hiks.”

.

~oOo~

Proses pemakaman Seohyun berlangsung damai. Luhan juga mulai meng ikhlas kan kepergian nya. Dia datang dengan menggendong baby seohyun bersamanya pada saat pemakaman tersebut

Luhan mencoba untuk tegar demi sang bayi. Hanya baby seo lah yang membuat hari-hari Luhan bahagia.

Tak lupa sebelum Seohyun meninggal, dia sempat memberikan nama bayi nya dengan nama Seohyun apabila lahir dengan selamat.

.

*Flashback End*

“yaakk appa kau melamun lagi, kajja appa kita beli ice cream vanilla itu.” rengek seohyun kecil dengan manja.

Yang benar saja, sifat Seohyun kecil tidak beda jauh dengan ibu nya. Dia juga menyukai ice cream vanilla sama dengan sang ibu. Hal itu lah yang membuat Luhan merasakan kalau Seohyun tetap berada di samping nya.

“yasudah aku pergi dulu ya, besok kalau ada waktu luang kita bertemu lagi, bye.” ucap Luhan dan pergi meninggalkan teman-teman nya.

“woahh daebbakk, luhan oppa benar-benar hebat yaa yeobo..dia bisa menjadi ayah sekaligus ibu yang baik bagi Seohyun kecil, wajahnya juga mirip seperti ibunya.” ucap Yuri sambil memeluk tangan Baekhyun.

.

~oOo~

.

Luhan dan Seohyun kini tengah berbaring di tengah tempat duduk depan balkon rumah nya sambil melihat bintang.

“appa…apakah eomma sekarang bahagia bersama Tuhan disana?” tanya seohyun kecil dengan manja dan memeluk Luhan.

“pasti, eomma sekarang tersenyum dengan kita, kata eomma Seohyun ku yang manis ini harus jadi wanita yang baik, rajin, dan juga pandai.” sahut Luhan dengan mencium ujung kepala seohyun.

Tiba-tiba Seohyun berdiri di depan Luhan dan berlagak seperti superman.

“ndee appa…aku akan menjadi gadis kecil yang cantik dan seperti yang eomma ingin kan.” Jawab seohyun dengan Aegyeo nya.

Luhan pun terkiki geli melihat seohyun yang lucu.

Malam itu benar-benar terasa damai. Seohyun pun tertidur di pangkuan Luhan. Luhan tetap memandangi langit yang penuh dengan bintang.

“aku tau Seobaby…saat ini kau tengah tersenyum kepadaku.” ucap Luhan sambil menitihkan air mata bahagia

Tbc…..

Maaf yaaa chapter ini sangat pendek sekali, atau bahkan terlalu panjang, tidak greget dan membosankan. Memang cerita-nya benar-benar nglantur dan sinetron banget. Arra…

Semoga kalian suka dan kritik saran kalian sangat dibutuhkan disini.  Jangan lupa RCL yaaa. Khamsahamnida….

3 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] SACRIFICE OF LOVE (Chapter 4)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s