[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 16 A)

byunpelvis

Author : ByunPelvis

Cast : Byun Baekhyun, Lee Kyungra (OC/You), Kim Jong In.

Other cast : member EXO lainnya.

Genre : Hurt ,  Romance.

Rating : General.

Leght : Chapter

Disclaimer  : Cerita murni dari pemikiran saya. Maaf untuk typo ☺.

*

“ALLOW ME”

chapter 1   Chapter 2   chapter-3 chapter-4   chapter-5  chapter-6

chapter-7  chapter-8  chapter-9chapter-10  chapter-11

chapter-12 chapter-13 chapter-14 chapter-15

*

*

“Kyungra-ya , kau yakin akan kembali apartementmu?”

“iya imo, tidak apa kan?”

Bibi Do memandang Kyungsoo yang juga duduk disana dengan tatapan pasrah. Pagi-pagi Kyungra sudah mengemasi barangnya dan meminta untuk diantar ke apartement miliknya. Padahal gadis itu ditawarkan untuk menetap diapartement baru Kyungsoo tapi entahmeng apa menolak.

“ya, tidak usah macam-macam. Tinggal saja disini.” Protes Kyungsoo dengan wajah juteknya. Pagi-pagi sepupunya sudah membuatnya kesal.

“aku merindukan tempat tinggalku oppa. Jebal eoh, aku merasa nyaman diapartement lamaku?”

Kyungsoo menghela nafas berat lalu menyambar kunci mobilnya. Percuma saja memaksa sepupunya yang keras kepala itu untuk tetap tinggal. Pria itu berjalan keluar apartement diikuti Kyungra dan bibinya.

“Bibi akan ke apartementmu besok.”

“arraseo. Aku pulang dulu imo.”

Kyungra melambaikan tangannya lalu mengekori Kyungsoo.

Mobil melaju membelah jalanan Seoul, Kyungra menyenderkan kepalanya dikaca dan juga melihat jalanan.

“kenapa kau memilih pulang ke apartement kecilmu?”. Kyungsoo memulai pembicaraan karena sejak tadi keduanya diselimuti keheningan. Kyungra menoleh pada kakak sepupunya dengan pandangan sebal.

“ya Oppa, aku lebih nyaman dirumahku sendiri daripada diapartement besarmu itu.”

“waahh kau gadis aneh.”

“dan kau pria sombong menyebalkan.”

“ya!”

Kyungra menjulurkan lidahnya dan kembali menoleh pada jalan. Sebenarnya alasan Kyungra pindah bukanlah karena apa yang dikatakannya tadi. Ia pindah lantaran tidak tahan dengan Byun Baekhyun yang mendatanginya hampir setiap hari. Walaupun ia tak bertemu tapi rasanya sangat risih.

Matanya kini menangkap sebuah tempat yang tak asing baginya. Tempat itu adalah cafe tempatnya bekerja dulu, ia menoleh pada sudut cafe dan disanalah biasanya ia berdiri menunggu seseorang. Jika mengingat itu hatinya pasti sesak luar biasa. Bayang-bayang Baekhyun seolah muncul dimana saja.

“Oppa.”

“eum?”

“jangan beritahu dia jika aku kembali keapartementku. Jangan katakan apapun jika dia datang mencariku”

Kyungsoo hanya diam, pria itu tak bisa langsung menyetujui kata-kata Kyungra. Sudah cukup untuknya melihat dua orang yang sebenarnya saling mencintai itu terluka. Kyungra memang tipe gadis yang sulit untuk memaafkan jika dia merasa disakiti. Dan yang bisa menyembuhkan hati gadis itu pastilah hanya Baekhyun. Makannya ia tak akan melarang Baekhyun untuk kembali pada Kyungra, bahkan ia mendukung jika Baekhyun kembali mendekati Kyungra.

.

.

.

Chanyeol yang sedang fokus dengan posnselnya terganggu saat melihat Baekhyun terus memijat kepala dan sedikit mengeluh.

“Baekhyun-ah apa kau sakit lagi?”

Baekhyun menggeleng saat ditanya Chanyeol. Pria tinggi itu mendesah kesal karena sejak tadi Baekhyun tidak menanggapinya dengan suara. Jelas-jelas temannya itu terlihat  kesakitan dan pucat. Beberapa hari ini Baekhyun terlihat kacau, bahkan ia sangat sering tidur di ruang kerjanya.

“Ya Byun Baekhyun, jika kau seperti ini keadaan malah semakin buruk. Kyungra-”

“Yeol, keluarlah”

“ya Baek.”

.

Chanyeol tak bergerak sedikitpun dari sofa, jika sudah seperti itu Baekhyunlah yang memilih untuk keluar. Baekhyun menghiraukan panggilan Chanyeol dan keluar dengan menutup pintu cukup keras. “dasar monster” Cibir Chanyeol.

Dengan langkah lemas Baekhyun berjalan dikoridor rumah sakit. Beberapa perawat perempuan menyapanya tapi ia hanya menanggapinya dengan senyum super tipis yang bahkan terlihat tidak iklas. Namja itu mengecek jam dipergelangan tangannya dan jarum masih menunjukan pukul 9 pagi. Semua pekerjaannya diserahkan pada sekertaris karena ia tak memiliki jadwal penting.

Baekhyun akan mengunjungi apartement Kyungsoo, tapi sebenarnya tubuhnya sedang kurang vit. Pandangannya sedikit mengabur saat keluar dari evalator, ia bertumpu pada dinding untuk menyangga tubuhnya.

Benar jika dirinya tidak sehat, belakangan ini Baekhyun jarang mengonsumsi kabohidrat. Hampir setiap malam ia meneguk soju dan telat tidur, tentu kondisi tubuhnya menurun drastis. Dirinya sendiri yang patut disalahkan karena tak menjaga pola kesehatannya, padahal statusnya saat ini adalah direktur rumah sakit yang perannya sangat penting.

Baekhyun merogoh saku tuxedo  saat merasakan ponselnya bergetar. Ada pesan masuk disana. Pria itu lega setelah membaca isinya.  Kini tubuhnya seolah mendapat suplemen kekuatan.

“aku harus kesana.”

Baekhyun sedikit berlari menuju tempat dimana mobilnya terparkir. Rasa pusing dikepalanya seolah lenyap setelah mebaca pesan.

“ah tapi aku harus pulang dulu untuk mengganti pakaianku.”

.

.

.

Kyungra duduk diranjang tempat tidur lamanya. Semuanya masih sama dan tertata rapi, bahkan barangnya tak berpindah sedikitpun. Entah siapa yang telah membersihkan tempatnya selama ini. sudah tiga tahun ia meninggalkan apartement tapi debu pun tak mengotori tempat itu.

Kyungsoo baru saja pulang setelah membantu memasukan barang-barangnya. Gadis itu teringat sesuatu dan mencari ponsel didalam tas selempangnya. Setelah mendapatkannya Kyungra membuka aplikasi pesan dan mengetik sesuatu disana, tak lama gadis itu mencari nama seseorang sebagai penerima.

“Awas saja jika tidak datang.”

Kyungra meregangkan ototnya yang terasa kaku, entah mengapa suasana apartementnya membuatnya nyaman.

Beralih ketempat lain, kini seorang pria sedang sibuk meliukan tubuhnya dengan gerakan sexy. Beberapa penonton dibawah sana berteriak histeris karena melihat sang idola perform dengan dance baru. Gadis yang sedang berdiri dibalik back stage mengerucutkan bibirnya karena sebal. Diliriknya para gadis muda yang hampir meneteskan air liur saat memandangi kekasihnya.

“ya , kuharap ini terakhir kalinya kalian tergoda dengan calon suamiku. Awas saja.”

Shinbi menyeruput susu pisang dengan tidak bersemangat. Gadis manis itu sangat sebal karena Jong In ada jadwal manggung padahal besok adalah hari pernikahan keduanya. Shinbi memejamkan matanya karena menikmati rasa susu pisang kesukaannya.

Detik selanjutnya ia tersedak saat Jong In tiba-tiba sudah berdiri disampingnya.

“aisshh kkamjakya! YAK…. kau mengejutkanku, Prince.”

“aigoo Princess apa kau mengagumi penggemarku? Mengapa menatap mereka tanpa berkedip huh?”

“anhiya. Kau kira aku menyukai sesama jenis hah? ya aku sedang mengancam mereka dengan tatapanku. Mereka tidak tau jika pria yang dikagumi akan menikah dengan- y-ya hajima!“

Jong In terkekeh saat  Shinbi gugup, padahal ia hanya mendekatkan wajah saja. Jika didepan umum kekasihnya berlagak jaga image.

“aduh kenapa aku memiliki kekasih yang cemburuan heuh?” tanya Jong In dengan mencubit pipi Shinbi, sedangkan yang dicubit semakin merengut.

“Jong In-ah”

“Shinbi-ya ayo pulang. Kau harus istirahat.”

“ya bukankah kita akan menemui sahabatmu yang sudah kembali dari Amerika itu?”

Jong In menepuk kepalanya karena lupa. Ini sudah hampir seminggu sejak kepulangan Kyungra tapi ia belum menemuinya sama sekali. Salahkan saja kesehariannya yang sibuk dengan kekasih dan pekerjaannya sebagai dancer.

“terpakasa kita membatalkannya. Besok adalah hari penting kita. Bukankah kita harus mempersiapkan segalanya?”

“Kim Jong In, tapi aku sangat penasaran dengan Lee Kyungra itu.Bagaimana bisa  kau sangat menyukainya, sampai-sampai dulu kau menganggapku sebagai dirinya.” Ucap Shinbi dengan nada terdengar kesal.

Jong In memutar malas kedua bola matanya, jika terus diladeni pasti kekasihnya akan terus mengoceh.

“diam atau aku menciummu di sini.”

“Yakk Kim Jong In”

.

.

Suara bel terdengar berulang kali, Kyungra yang sedang berada didapur tersenyum senang karena orang yang ditunggunya dari tadi sudah datang. Beberapa makanan sudah siap, hanya kurang pelengkap saja.

Kakinya melangkah dengan dibantu tongkat penyanggah. Senyumnya semakin lebar saat melihat sosok diluar sana melalui intercom.

Pintu di buka, Kyungra tersenyum semakin lebar.

“Kyungie.”

“kyaaaa Jungkook-ah.”

Tubuhnya terhempas ke pelukan namja dihadapannya, Jungkook bahkan berputar-putar karena sangking senangnya.

“Kookie aku sangat merindukanmu. Ya Tuhan ini pertemuan kita sejak 5 tahun yang lalu kan? Kyaa aku bahkan lupa bagaimana wajahmu.”

“aku juga sangat merindukanmu Kyungi-ya. Benar, lima tahun aku tak bertemu sahabat terbaikku ini , rasanya sangat hampa.Wahhh kau semakin cantik saja.”

Kyungra menangkup wajahnya dengan kedua tangan dan tersenyum sangat manis.

“benarkah?”

“eumm itik buruk rupa sudah berubah menjadi angsa yang sangat cantik aigooo”

Karena gemas Jungkook mencubit kedua pipi Kyungra. Awalnya gadis itu kesakitan tapi setelahnya tertawa bersama .

Tawa itu tedengar sangat menyakitkan bagi seseorang yang saat ini sedang diam menyaksikan pemandangan jauh dihadapannya. Kakinya lemas tapi tangannya terkepal erat, jangan tanyakan bagaimana perasaannya saat ini. Baekhyun , yang awalnya diam-diam akan menemui Kyungra kini tak lagi berani memajukan langkahnya.

“bodohnya aku.” lirihnya menertawakan diri sendiri. Kini kisahnya malah semakin menyedihkan, Baekhyun kira ucapan Kyungra saat ditaman hanya sebuah kebohongan. Baekhyun tadinya tak percaya jika Kyungra memiliki pria lain, tapi sekarang tepat didepan matanya semuanya terbukti jelas.

Tawa Kyungra terdengar sampai ketelinganya, tawa bahagia itu sangat dirindukannya. Hatinya seperti tersayat saat Kyungra menarik pria masuk dengan tangan saling menggenggam.

Sakarang barulah Baekhyun maju melangkah dan mendekati apartement Kyungra. Nafasnya menggebu menahan amarah. Tangan Baekhyun terangkat untuk menekan digit pasword dan akan membuka pintu itu. Baekhyun sangat ingin menyeret keluar pria yang ada didalam sana . Tapi tangannya berhenti setelah menekan tiga angka.

“tidak, Kyungra akan sangat marah jika aku disini. Tidak.”

Baekhyun mundur dan berbalik pergi. Punggung kesedihan itu terlihat sangat jelas, wajah yang pucat semakin membuatnya terlihat kacau.

Didalam apartement namja bernama lengkap Jeon Jungkook memandangi pintu dengan sedikit curiga.

“Kyungie , seperti ada suara diluar. Bukankah ini bunyi digit pasword?”

Kyungra mendengarnya dan mengangguk.

“benar, apa ada orang diluar?”

Jungkook mengendikan bahunya, Kyungra hendak berjalan menuju pintu tapi dihalang Jungkook.

“biar aku saja yang melihatnya.”

“eum”

Kyungra mengamati Jungkook yang berjalan menuju pintu, pria yang manisnya hampir menandinginya itu menengok kesana kemari setelah pintu dibuka.

“tidak ada siapapun.”

“ah sudahlah. mungkin hanya anak kecil yang usil.”

Jungkook mengangguk mengerti dan kembali keruang makan. Matanya membulat saat melihat beberapa makanan kesukaannya tersaji dimeja. Kyungra terkekeh melihat sahabatnya tergoda.

“kau rugi jika tidak datang. Aku membuatkannya spesial untukmu.”

“benarkah? Aigoo kau sahabat terbaikku.”

Jungkkok duduk dan langsung mencicipi makanan buatan Kyungra. Dulu saat masih SHS keduanya sangat sering masak dan makan bersama , ya karena dulu Jungkook adalah tetangganya sebelum mempunyai tempat tinggal di Busan.

“kita bicara setelah makan.”

“tentu kita harus bicara. Sudah sangat lama kita tidak bercanda satu sama lain. ya apa kau mau mengobrol tentang masa lalu heuh?”

Kyungra tertawa jika mengingat masa-masanya dengan Jungkook. Walau dulu banyak teman yang membullynya tapi ia tak merasa sedih karena Jungkook selalu membelanya dan juga melindunginya. Jungkook sudah seperti sosok malaikat untuknya.

“arraseo, selamat makan.”

.

.

.

“kau gila? Ya!”

“maaf , aku terlanjur berkata jika kau adalah kekasihku.”

Jungkook barusaja menyemburkan cola yang diseruputnya. Kyungra mengatakan hal yang benar-benar membuatnya terkejut.

“Tidak….. hanya saja mengapa harus aku hah?”

“karna kau satu-satunya sahabatku yang bisa diandalkan. Kim Jong In, dia kan akan menikah.”

Jungkook menggeleng melihat wajah memohon Kyungra.

“astaga, jadi kau memintaku datang hanya untuk itu? . Tega sekali, padahal kita baru bertemu.”

“ya kau yang jarang pulang.” Protes Kyungra .

“apa? hei kau yang pindah keluar negri disaat aku sudah pulang ke Korea.” Kini Jungkook juga protes , bahkan dengan nada tidak terima.

“jadi apa kau mau membantuku?”

“Kyungie, tapi aku kan sudah-“

“jebal Kookie-ya. eoh?. Ini terakhir kalinya aku memohon padamu.”

Jungkook menghela nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar. Tapi sebenarnya pria itu gampang terbujuk, jadi tentu saja pada akhirnya ia menerima.

“Baiklah. Tapi hanya satu hari saja. hahh kau ini aneh-aneh saja. jika ingin membuatnya cemburu pakai saja cara yang lain.”

“aku bukan ingin membuatnya cemburu. Tapi aku ingin membuatnya berhenti mendatangiku.” Lirih Kyungra. gadis itu menunduk untuk menyembunyikan airmatanya.

“hei, seharusnya kau cerita saja padaku. Siapa yang telah membuat uri Kyung-e seperti ini?”

“dia…-“

“apa dia cinta pertamamu itu?”

“Kookie-ya”

“ceritakan semuanya. Arraseo?” .

.

.
Hari sudah berlalu, tapi selalu sama bagi satu orang ini. kesedihannya tak pernah pergi dari hidupnya , malah sekarang semakin bertambah parah. Baekhyun bangun tidur pukul 10 pagi, dan saat sadar sekarang ia berada dikamar orang lain. Kepalanya berdenyut sakit saat beranjak dari ranjang.

Pintu kamar terbuka, disana ada sosok tinggi yang berjalan mendekatinya dengan memawa segelas susu.

“kau sudah bangun Direktur?”

“apa kau yang membawaku? Kenapa tidak keapartementku?” tanya Baekhyun langsung dengan mata terpejam menahan pening.

“lihat! lihat! bukannya berterimakasih malah protes.”

Park Chanyeol selalu dibuat sebal oleh Baekhyun, ia memaksa Baekhyun menggenggam gelas berisi susu hangat.

“minumlah.”

Tanpa protes Baekhyun meneguknya hingga habis, Chanyeol tersenyum puas dan mengambil gelas kosong itu. betapa menyedihkan temannya yang satu ini, semalam saat pulang kerja ia ditelfon petugas bar untuk menjemput seseorang yang mabuk berat. Ternyata orang yang pingsan di bar adalah Baekhyun. ia tak akan sangat khawatir jika Baekhyun dalam keadaan baik-baik saja. Chanyeol menemukan Baekhyun pingsan dengan keadaan tubuh sangat panas, ya temannya itu sempat demam dalam keadaan mabuk.

“orang gila mana yang mengisi perut kosongnya dengan bir. Cihh”

Chanyeol berbalik dan menutup pintu . Baekhyun baru mengingat tentang tadi malam, pria itu menjambak rambutnya saat ingat menghabiskan alkohol cukup banyak. Jika soju yang diminumnya tak akan membuatnya semabuk tadi malam.

.

.

Baekhyun hanya mengamati makanan yang ada didepannya. Lidahnya terasa pahit saat menyatu dengan makanan.

Melihat itu Chanyeol menghentikan mengunyah. Dengan kesal ia menyodorkan semua lauk kesukaan baekhyun.

“makanlah. Setelah ini kau harus pulang. Bukankah malam ini adalah pesta pernikahan Jong In? Dan kau datang kan?”

Walau moodnya buruk tapi Baekhyun tetap memaksa nasi itu masuk kedalam perutnya. Ia juga harus meminum vitamin untuk menjaga tubuhnya. Ini hari minggu dan mereka bisa bersantai, karena biasanya hari minggu adalah tugas dokter magang.

“Byun Baekhyun kau tak memiliki telinga? Aigoo aku sudah seperti istrimu saja.”

“aku akan datang.”

Chanyeol tak sengaja mengigit lidahnya sendiri setelah mendengar apa yang Baekhyun katakan. Matanya membulat dan mengerjap karena masih tak percaya.

“k-kau akan datang?”

”hemm”

“ahhh kau datang karena Kyungra juga nanti ada disana kan?”

Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan datarnya namun menusuk. Yang ditatap melunturkan senyumnya dan berdehem.

“eoh oke. Aku diam.”

.

.

.

Disebuah gereja tua sebuah janji suci dengan lancar diucapkan seorang pria. Dengan menggenngam erat tangan gadisnya ia menyumpah janji pada Tuhan. Saat giliran si wanita yang mengucapkan janji juga berjalan sangat lancar, Jong In menoleh dan membuka tudung yang menutupi wajah wanitanya. Sekarang status lajangnya sudah dilepaskan, Jong In sudah terikat sebagai seorang suami bagi Shinbi. Jong In mendekatkan wajahnya dan hanya dalam beberapa detik bibirnya sudah menempel. Shinbi tersenyum ditengah tautan itu, dengan penuh perasaan Jong In melumatnya.

Suara riuh terdengar mengiringi kemesraan itu, diantara hadirin ada Kyungra yang menyaksikan. Ia cukup lega karena Jong In benar-benar menemukan gadis yang dicintai selain dirinya. Masih diingatnya saat dulu Jong In menyatakan cinta, pria itu pernah bilang tak ada wanita lain yang bisa dicintai. Tapi saat ini kata-kata itu lebur dengan kehadiran Shinbi.

“pabboya” . lirih Kyungra masih tersenyum menyaksikan Jong In. Pandangan Kyungra tiba-tiba berubah, yang dilihatnya saat ini hanya gereja kosong  yang berhiaskan bunga-bunga. Matanya terpaku saat melihat seseorang berjalan pelan melewatinya.

“baekhyun?”

Pria yang menyekiti hatinya itu duduk dibanku paling depan dan terlihat sedang berdoa. Pandangan itu seperti sangat nyata. Samar-samar Kyungra mendengar Baekhyun menyebut namanya.

“tidak, jangan menangis.”

Kyungra bangkit dari duduknya dan mendekati Baekhyun yang duduk dibaris depan. Langkahnya rasanya sangat berat dan jarak baekhyun seolah semakin jauh.

“Uljima, Baekhyun-ah.” Ucap Kyungra sekeras mungkin. Tapi sepertinya Baekhyun tak mendengar suaranya, Kyungra terus mendekat tapi Baekhyun semakin jauh jaraknya.

“Baekhyun-ah.”

“nona?”

Kyungra tersentak saat seseorang menyentuh bahunya. Gadis itu menolehkan kepalanya kesegala arah. ini masih digereja, tapi suasana disana sudah sepi.

“acaranya sudah selesai nona. Dan kami harus membersihkan gereja ini.”

Kyungra malah kebigungan dan berdiri untuk meminta maaf, bodohnya ia karena tertidur diacara pernikahan Jong In. Setelah menyaksikan proses pernikahan tanpa sadar dirinya tertidur. Padahal ia ingin mengucapkan selamat langsung pada Jong In dan Shinbi. Sungguh memalukan ia tertidur diantara banyak tamu.

“astaga ada apa denganku?”

Kyungra berbalik sebelum benar-benar keluar gereja. Diamatinya kursi depan yang sama persisi dalam mimpinya. Ia terus bertanya mengapa harus memimpikan Baekhyun ada di gereja, rasanya tidak mungkin.

Kyungra merasakan sesauat yang aneh.  Matanya terarah kelengannya, betapa terkejutnya saat ternyata ada tuxedo hitam menutupi bahunya.  Parfum mint yang menyeruak kehidungnya tidak terasa asing. Ia ingat dulu sangat menyukai bau parfum itu, dan si pemiliknya jelas ia tau siapa.

Seketika Kyungra tertegun, mungkinkah?

“mengapa kau terus melakukan hal seperti ini?”

Kyungra meremas ujung kemeja itu, ia tak pernah tau jika Baekhyun ada didekatnya. Pria itu benar-benar tidak berhenti.

.

.

.

TBC

7 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 16 A)

  1. Aduuh aduuhh ko aku baca ini malah ke bawa suasana ya 😅,, huhu keren keren banget ff nya apalagi disini baekhyun gak pantang menyerah buat bisa dapetin kyungra lagi, aku aku sukaaa..
    Ditunggu cepet cepet next chapternya yaa authorr udah gak sabar nihh 😅

  2. aduh lagi enak enak baca eh udah tbc aja
    cepetan update ya kak udah lama nungguin kelanjutannya dan semakin penasaran dengan ending nyaa…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s