[EXOFFI FREELANCE] Please! See My Heart (Chapter 2)

see-my-heart-req

Credit

Poster By: Kyoung @Poster Channel (https://posterfanfictiondesign.wordpress.com/)

Title : Please! See My Heart

Author : Penelope298 (Twitter: @licioussindy)

Cast : Oh Sehun (EXO), Shim Yoori (OC), Park Chanyeol (EXO), Jung Hyora (OC), Kim Jongin (EXO)

            Genre : Romance, Hurt, Campus Life, Family

Rating : PG-17

Length : chapter

Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat! Don’t be a sider

My Wattpad: Penelope298

Sumarry: Sehun merupakan anak orang konglomerat namun ia tidak pernah percaya akan nama nya cinta bagi nya itu mustahil ada di dunia ini karena masa lalu nya tentang cinta yang begitu kelam tapi suatu hari ia berhasil menemukan cinta sejati nya.. siapa kah wanita yang berhasil merubah hati nya yang bagaikan es dan tak tersentuh

champs-elysees.jpg

Paris merupakan negara fashion terbesar di dunia dimana banyak brand yang berkelas untuk ratu dan raja nya shopping dan sudah melahirkan designer ternama di belahan dunia. Banyak nya pasangan yang ingin jalan-jalan maupun honey moon di negara tersebut, termasuk keluarga shim yang sudah lama tinggal di negara paris itu.

 

Yoori beranjak dari ranjang nya saat matahari menyinari ruangan kamar nya yang dominan berwarna pink dan ungu karena gadis itu pencinta warna tersebut. Ia siap bergegas untuk sarapan dan membicarakan hal penting kepada kedua orang tua nya walaupun pasti orang tua nya akan kaget mendengar permintaan anak sulung nya ini. Setelah selesai mandi ia pun memilih baju mana yang ia akan kenakan dan jatuh pada tank top putih yang di balut cardigan bercorak macan dan celana hot pants dan jangan lupakan aksesoris kalung berbentuk salib untuk melengkapi penampilan nya.

 

Semua keluarga nya sudah berkumpul di ruang makan sambil menunggu kedatangan anak sulung nya yang super duper lama kalau soal penampilan. Yoori menarik kursi di samping adik nya yang bernama Yura dengan nafas yang terputus-putus bayangkan saja ia berlari dari lantai 3 ke bawah hanya karena takut di omelin oleh kedua orang tua nya. Semua orang yang berada di ruang makan menatap heran ke arah yoori dalam benak mereka “kenapa ini anak”.

 

“Valen, kenapa harus lari seperti itu nak?” eomma nya tersenyum melihat kelakuan putri sulung nya ini kenapa harus sampe berlari seperti itu.

 

“Eomma, aku hanya takut di omelin sama eomma dan appa maka nya aku lari seperti di kejar setan lagian kan appa selalu bilang ga boleh telat buat makan sarapan bareng” yoori memanyunkan mulut nya yang mengundang tawa dari semua orang yang ada di kediaman shim

 

“Eonni ada-ada aja ya bisa sampe kepikiran kayak gitu” yura terbahak-bahak mendengar eonni nya satu ini.

 

“Appa ada yang mau aku bicarakan tapi please appa jangan shock dulu ya” Yoori sudah deg-deg duluan buat menyampaikan omongan nya.

 

“Katakan valen ada apa sayang” appa berusaha tenang padahal hati nya sudah tak sabar untuk mendengarkan omongan yoori.

 

“Begini appa eomma kan aku sudah besar lagian umur ku saja sudah 20 tahun dan selama ini aku ga pernah minta apa pun ke appa eomma tapi hari ini aku sudah bertekad dan memantapkan hati ku untuk bilang bahwa aku ingin melanjutkan kuliah ku ke german ya tentu nya melanjutin jurusan design ku yang di sini tapi kalian tenang saja aku bisa jaga diri kok pasti nya tiap minggu bakalan hubungin kalian juga kan paris sama german dekat, boleh kan?” yoori menunduk kan wajah nya takut-takut ga di kasih pergi sama orang tua nya dan ia sudah sangat siap kalau orang tua nya ga kasih ia buat belajar sendiri di german dan berusah untuk mandiri.

 

“Tentu saja boleh sayang kan itu impian kamu masa appa dan eomma melarang keinginan anak kami satu ini tapi kamu harus ingat tetap jaga sopan santun di sana walaupun tidak ada kami” eomma mengelus rambut yoori sambil menenangkan yoori yang begitu kelihatan ketakutan saat menyampaikan maksud hati nya.

 

“Merci ( terima kasih ) eomma appa” yoori berhambur memeluk kedua orang tua yang begitu ia sayangi dan kagumi dari kecil, akhir nya impian nya buat ke german terwujud sudah.

 

“Aku boleh ikut eonni ke german ga appa eomma?”  kata yura yang merasa diri nya harus mandiri juga seperti eonni nya.

 

“Boleh sayang” kata appa

 

“Yey aku boleh ikut eonni” yura joget-joget di ruang makan semua orang melihat nya lucu dan gemas di saat bersamaan kalau ga ada yura mungkin suasaan di kediaman shim bakalan sepi.

****

Sehun, Chanyeol dan Hyora telah sampai di universitas german yang menjadi universitas terbaik dan termewah yang ada di sana, bayangkan saja anak-anak penjabat bahkan presiden melanjutkan ilmu pendidikan nya di kampus ini betapa mahal nya biaya kuliah di universitas itu. Namun sejak dari tadi mereka tidak luput dari semua mata yang memandang takjub ke arah mereka dari awal memasukkin gerbang sampai memarkirkan mobil nya di kampus. Bahkan para perempuan yang berkuliah di sana ingin sekali bisa berdampingan dengan Sehun atau sekedar ngobrol saja dengan nya. Bisa di katakan Sehun termasuk jajaran konglomerat di asia dan selaku pemegang saham di kampus ia menuntut pendidikan. Mobil buggati milik nya sukses menjadi incaran para mahasiswa di sana harga mobil nya saja sekitaran IDR 500M kalau di rupiahkan ke indonesia dan mobil itu hanya ada 5 di dunia.

N5TifKVmSe.jpg

“Lihatlah Xavier banyak sekali perempuan yang ingin menerkam mu dan mangajak ke ranjang mereka tapi sayang kau hanya memikirkan sih cewe itu apa untung nya sih tuh cewe bagi mu lagian udh meninggal gitu” chanyeol merangkul pundak sehun namun ia lupa kalau pembahasan seperti itu tidak boleh di bahas di depan muka saudara tercinta nya.

 

Muka Sehun mulai tegang dan rahang yang mengeras pertanda amarah nya bangkit di pagi hari yang cerah gara-gara mendengar omongan seorang park chanyeol karena berhasil membawa cewe dari masa lalu nya. Ia bersumpah kalau chanyeol bukan saudara nya maka sudah habis di tangan nya namun ia hanya bisa menahan kekesalan nya kelihatan dari buku kuku nya yang mulai memutih dan tangan yang terkepal dengan erat.

 

Pletak ( suara jitakan )

 

“Charlie,  kau lupa apa emang pura-pura bodoh kalau omongan mu itu membangkitkan iblis yang akan menerkam mu lalu membuang mu ke neraka sehingga menjadi tulang dan jiwa yang mengenas kan perhatikan muka di sebelah kita ini betapa mengerikan” kata hyora yang merinding melihat wajah sehun yang bagaikan raja iblis karena omongan seorang park chanyeol sudah lama sekali mereka tidak mengungkit cewe dari masa lalu nya sehun dan sekarang cuma gara-gara omongan sobat nya satu itu muka sehun kembali beringas dan menampilkan wajah mengintimidasi.

 

“Oops! seperti nya aku salah bicara deh, hhhmm sehun Entschuldigung ( maaf ) aku tak bermaksud kembali mengungkit cewe masa lalu mu itu cuma aku hanya ingin melihat mu kembali ceria dan hangat kepada para wanita” chanyeol merasa bersalah sekaligus iba melihat sehun yang seperti ini terus menerus bahkan dulu seorang sehun merupakan sosok yang hangat dan ceria bukan seperti sekarang bagaikan es yang tak bisa di sentuh.

 

“Sudahlah lebih baik kita ke kelas sekarang” sehun berjalan di depan chanyeol dan hyora meninggalkan rasa bersalah yang meliputi hati kedua sahabat nya.

 

“Kau sih bicra seperti itu kan sehun kembali menjadi sosok yang dingin lagi” hyora menyusul sehun dan meninggalkan sosok chanyeol yang berdiri mematung melihat sehun dari punggung nya.

 

“Sebenar nya apa sih yang ada di otak aku ini kenapa bisa-bisa nya kembali bicara tentang masa lalu sehun padahal aku ga mau lihat ia kembali kayak patung es berjalan, sial” chanyeol mengacak rambut nya dengan frustasi dan kembali menyusul hyora dan sehun.

 

****

 

“Kita ke cafe yuk, kepala aku rasa nya mau pecah gara-gara kelas Professor Marteen bayangkan saja tiap hari kuis dan tugas yang di berikan selalu deadline seminggu rasa nya mau mati saja kalau begini cara nya” chanyeol menggerutu dan ia paling benci kelas prof marteen tiap kali ujian saja nilai nya tidak pernah tembus angka 50.

 

“Itu emang otak mu yang bodoh masa ujian saja ga pernah tembus angka 50 bagaimana sih kau ini padahal tiap hari ujian kita di ajarin sehun mulu” hyora menatap chanyeol dengan tatapan meremehkan di dalam benak nya isi otak sahabat nya ini apa sih sebenar nya selalu rangking 50 dari 200 mahasiswa

 

“Berisik sekali kalian ini menganggu kosentrasi belajar ku saja tau ga!!” bentak sehun

 

“Sehun, kau ga usah belajar aja selalu dapat nilai bagus ngapain belajar lagi kan otak jenius mu itu selalu berjalan apalagi IQ mu itu 172 lebih baik sekarang kita ga usah mikirin pelajaran dulu saja dan waktu nya bersenang-senang” kata chanyeol yang merangkul pundak kedua sahabat nya.

****

7e7276e0985f46980e351669f83ec553.jpg

Yoori dan Yura memilih barang apa dan baju apa yang mereka bawa ke german di saat itu juga ternyata waktu telah menunjukkan waktu pukul 5.00 UTC dimana waktu penerbangan jam 8.00 UTC. Mereka pun telah siap untuk pergi ke airport karena sudah tidak banyak waktu lagi apabila telat sedikit saja sudah bisa di pastikan mereka tidak jadi ke german. Eomma dan appa nya telah menunggu di ruang keluarga sebelum anak kesayangan nya pergi meninggalkan negara kelahiran nya untuk melanjutkan pendidikan di negara german tanpa ada nya mereka. Sungguh sebenar nya mereka tidak ikhlas apabila harus melepaskan anak gadis dua-dua nya padahal sejak dari kecil selalu bersama dengan mereka dan sekarang mereka harus melepas nya.

 

“Eomma dan appa kenapa melamun?” yura bingung dengan keadaan orang tua nya.

 

“Sudah selesai kalian packing nya, kami pikir kalian tidak jadi ke german dan tetap memilih di sini bersama eomma dan appa” tanya eomma yang menatap kedua anak nya sarat akan kesedihan dari lubuk hati nya, ia belum sanggup melepas anak gadis kecil nya.

 

“Kami tau pasti eomma dan appa ga rela melepas kami kan dan kami juga sebenar nya sanggup ga sanggup buat hidup di negara orang tanpa ada nya eomma dan appa tapi karena kami mau belajar mandiri dan menjadi orang yang bisa membanggakan kalian sehingga kami membuat keputusan seperti ini” yoori memeluk eomma dan appa di susul yura yang ikut bergabung memeluk eomma dan appa nya.

 

“Yasudah kalian sekarang waktu nya ke airport kalian ga mau ketinggalan pesawat kan, satu pesan dari kami, kalian harus bisa jaga diri dan hindari pergaulan yang bisa menjerumuskan kalian ke  pergaulan yang salah walaupun kita telah lama tinggal di sini bukan berarti budaya asia hilang gitu aja dari diri kita karena tanah kelahiran kita di korea” appa memberi nasehat sebelum anak gadis nya pergi ke negara orang.

 

“Siap appa, kalian jaga kesehatan ya kalau begitu kami pamit, au revoir ( sampai jumpa )” yoori dan yura mencium pipi kedua orang tua nya untuk terakhir kali.

 

“Demoiselle ( nona muda ) mari silahkan masuk, saya bawakan koper nya” kata supir sim

 

“Merci ( terima kasih )” kata yoori dan yura

 

Perjalanan menempuh ke airport sudah memakan waktu 1 jam karena padat nya lalu lintas apalagi jam nya orang pulang kerja pasti macet sekali dan mobil yang di tumpangi mereka telah sampai di lobby drop off airport Charles de Gaulle.

 

“Oncle ( paman ) sim, tolong jaga orang tua kami ya selama kami ga ada di samping kedua orang tua kami dan kalau ada apa-apa langsung laporkan ke kami” kata yoori yang bersiap keluar dari mobil nya dan mengangkat koper di bantu supir sim.

 

“Préparé jeune femme ( siap nona muda )”

 

“Kalau begitu kami masuk dulu, prudence ( hati- hati ) pak di jalan dan au revoir ( sampai jumpa )” yoori dan yura melambaikan tangan nya ke arah supir sim.

a766bdd994b3337349ec5decb1c132fb.jpg

* di sebelah kanan style ( yoori ) dan di sebelah kiri style ( yura )*

 

Yoori dan yura menunggu keberangkatan di boarding gate sambil memainkan iphone masing-masing. Wajah mereka begitu antusias sebentar lagi mereka akan meninjakkan kaki nya di negara german.

 

“Eonni apa appa sudah membeli penthouse di german?” tanya yura yang menoleh ke arah yoori yang memakai kacamata hitam keluaran hermes.

 

“Pasti sudah lah kalau belum kita mau tinggal dimana coba, ada-ada aja kamu ini nanya tuh yang masuk akal” yoori geleng-geleng liat kelakuan dongsaeng nya ini.

 

“Pour les passagers qui visent à l’Allemagne devraient procéder à numéro de la porte 2 avion était prêt ( bagi para penumpang yang bertujuan ke jerman dipersilahkan menuju gate nomor 2 pesawat telah siap)” suara panggilan dari informan di airport.

 

Yoori dan yura bergegas menuju gate no 2 dan  mereka sudah duduk di business class. Pesawat telah take off menuju negara german dan kurang lebih memakan waktu 2 jam. Tak terasa yoori dan yura telah sampai di airport Frankfurt. Mereka bergegas keluar dari airport sambil melihat orang yang akan jadi supir nya selama di german.

 

“Nah itu dia” kata yura sambil membawa koper nya dann di ikuti yoori dari belakang.

 

“Willkommen junge Dame ( selamat datang nona muda )” kata supir josh

 

“Danken ( terima kasih )” Kata yoori

 

“Lassen Sie mich meinen Koffer junge Dame bringen ( mari saya bawakan koper nona muda )”

 

“Ordnung ( baiklah )” kata yoori dan yura

 

Mobil yang membawa mereka telah melaju di tengah kemacetan yang telah melanda negara german karena aktivitas yang selalu padat oleh orang-orang yang kerja di jam segini. Akhir nya mobil yang membawa mereka telah sampai di penthouse yang di belikan oleh kedua orang tua nya. Yoori dan yura turun dari mobil Audi A8 yang di bantu supir josh mengangkat koper mereka dan menuju lantai 18.

One-Hyde-Park-Penthouse_Luxury-Everywhere_HQ_923.jpg

Betapa kagum nya yoori dan yura melihat interior penthouse yang di belikan appa nya dan itu sesuai dengan selera mereka banget. Mereka menghempaskan diri nya di sofa putih dan silver sungguh pegal sekali punggung mereka sedari tadi bayangkan saja harus duduk selama 4 jam dan sekarang baru bisa merasakan sofa yang empuk ini.

 

*****

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s