[EXOFFI FREELANCE] Blind (Chapter 3)

FF BLIND.jpg

Title : BLIND

Author : BanHana Chance

Cast :

-Park Chanyeol {EXO K}

-Jang Nina {OC}

Support cast :

-Jang Nara {OC}

-Bobby {IKON}

Genre : Sad, Romance, Schooll life

Length : Chaptered

Rating : PG17

Disclaimer : FF INI MURNI DARI IMAGINASI AUTHOR. DILARANG KERAS PLAGIAT

Summary : Impian Park Chanyeol sebagai pemain basket tingkat internasional kandas di tengah jalan akibat penyakit yang di derita-nya dan juga pengorbanan-nya untuk memperjuangkan cinta-nya. Akankah sang dokter bisa menyelamatkan-nya? atau justru Chanyeol harus menggantung semua harapan terbesar-nya.

Author Note’s : FF ini murni dari imaginasi author. Kalau pun ada kesamaan alur cerita atau sebalik-nya itu pasti hanya sebuah kebetulan saja. FF ini terinspirasi dari film Magic Hour. Banyak TYPO’S dimana-mana.

.

.

~oOo~

2 Bulan Kemudian……

Chanyeol terlihat begitu gugup saat akan memasuki gerbang sekolah-nya. Sudah lama sekali Chanyeol tidak masuk sekolah karena kecelakaan 3 bulan silam.

Bahkan setiap hari Chanyeol akan merasa sangat bosan menjalani Home Schoolling dengan Tutor itu-itu saja. Hanya Nina yang bisa membuat Chanyeol kembali bersemangat lagi. Itu pun jika Nina sempat.

Chanyeol mulai menarik nafas-nya. “Huhhh kau harus bisa berlagak cool seperti biasa Park Chanyeol.” Ucap Chanyeol sambil mengusap rambut-nya ke atas.

Namun saat hendak melangkahkan kaki-nya, tiba-tiba Nina datang dan memeluk tangan Chanyeol.

“Hay…chagiya? sudah siap sekolah?” tanya Nina senang.

“Sudah pasti chagi. Woahhh pasti gadis-gadis itu sangat merindukan-ku haha.” Ucap Chanyeol enteng dan membuat Nina marah kepada-nya.

“Mwoo….??? gadis siapa yang kau maksud eoh? Dasar namja byeontae…!!!” teriak Nina marah.

“Haha jelas saja gadis yang selalu meneriaki-ku di pinggir lapangan basket lah, siapa lagi?” ejek Chanyeol.

“Terserah kau.” Ucap Nina singkat dan pergi meninggalkan Chanyeol dengan kesal.

“Yak…chagiya tunggu aku, aku kan hanya bercanda eoh?” ucap Chanyeol sambil mengejar Nina.

.

.

~oOo~

Saat di dalam kelas semua siswa langsung bersorak kepada Chanyeol yang kali ini tengah berdiri di tengah pintu dan di belakang-nya ada Nina.

“KYYAAAA OPPAAAA KAU SUDAH SEMBUH…..” Teriak salah satu teman perempuan Chanyeol membuat Nina mendengus kesal dan memutar kedua bola mata-nya malas.

“OPPA KENAPA KAU BISA KECELAKAAN.”

“OPPA KENAPA KAU MENYEMBUNYIKAN TEMPAT KAU DIRAWAT? KITA KAN JADI TIDAK BISA MENJENGUKMU OPPA…”

“OPPA AKU MENGKHAWATIRKAN-MU.”

Chanyeol terlihat merasa salah tingkah melihat para fans-nya itu. sementara itu Nina hanya mendengus kesal terbakar api cemburu melihat rengekan yeoja menyebalkan yang selalu mengikuti Chanyeol kemanapun. Terutama di lapangan basket.

“Ahh mianhae cinguya. Tapi waktu itu adalah pukulan terberat bagiku. Jadi aku tidak memberitahu dimana aku dirawat.” Ucap Chanyeol menjelaskan.

“Gwaenchana oppa. Melihat kau sudah bersekolah saja aku sudah senang.” Lagi-lagi yeoja itu membuat Nina kesal dan mengumpat di dalam hati-nya dan pergi ke tempat duduk-nya membuat Chanyeol semakin tidak enak.

“Haishh jinjja. Kubunuh kalian semua berani-berani nya menggoda Chanyeol.” Umpat Nina saat duduk di bangku-nya membuat Chanyeol terkekeh melihat muka cemburu-nya.

***

Songsaengnim saat ini tengah menuju ke dalam kelas. Namun ada yang berbeda kali ini di belakang songsaengnim ada seorang namja yang mengikuti-nya dari belakang.

Dia terlihat begitu tampan dan maskulin. Banyak sekali yeoja yang memandangi-nya. apalagi namja tersebut berjalan ke arah kelas Nina dan Chanyeol.

“Selamat pagi semua. Hari ini kita kedatangan siswa baru.” Ucap Hyolin songsaengnim.

“Woah…..daebbak. apakah seorang namja yang sangat tampan eoh?” tanya seorang siswa yeoja itu.

“Siswa baru silahkan masuk.” Suruh Hyolin songsaengnim.

Nina terlihat begitu penasaran dengan namja baru yang dimaksud songsaengnim barusan. Berbeda dengan Chanyeol yang mengabaikan semua siswa yang terlihat begitu penasaran. “Ck apa dia lebih tampan dariku?” ucap Chanyeol sangat PD namun masih bisa di dengar oleh telinga Nina. “Dasar namja narsis kau Park Chanyeol.” Kekeh Nina.

Jjrreennnggg…….

Semua yeoja berteriak histeris melihat seorang namja yang begitu tampan masuk ke dalam kelas mereka. Demi neptunus Chanyeol mengepalkan kedua tangan-nya saat mengetahui siapa siswa baru itu. Begitupula dengan Nina. Dia merasa sangat kesal.

“Anyeonghaseyo, Bobby Imnida…aku siswa pindahan dari YG High Schooll. Aku harap kita bisa berteman baik.” Sapa Bobby sambil tersenyum menyeringai ke arah Park Chanyeol.

Chanyeol terlihat begitu kesal dengan tatapan membunuh kepada Bobby. Sepertinya perang baru akan dimulai di sekolah dan kelas sama. Bisa jadi Bobby akan bergabung dengan tim basket Chanyeol, atau justru sebalik-nya.

“Baiklah kau bisa duduk di samping Park Chanyeol.” Suruh Hyolin songsaengnim.

“Neh Saem.” Jawab Bobby sambil berjalan ke arah kursi yang dimaksud songsaengnim tadi. Semua yeoja di kelas tersebut tidak berkedip sama sekali melihat Bobby.

Saat berjalan menuju bangku nya, tiba-tiba Bobby melihat ke arah Nina namun di balas tatapan sinis oleh Nina. ”Dasar yeoja menyeramkan.” Kekeh Bobby namun masih di dengar oleh Nina.

“Hay Park Chanyeol? Lama tidak bertemu eoh?” ucap Bobby sambil menjulurkan tangan-nya kepada Chanyeol namun tidak di balas oleh Park Chanyeol.

“Baiklah…” ucap Bobby sambil membuang kembali jabatan salam-nya yang sia-sia.

.

.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Chanyeol secara tiba-tiba.

“Neh? Aku hanya ingin lebih dekat dengan-mu saja Chanyeol-ah. Apa tidak boleh?” tanya Bobby enteng membuat Chanyeol ingin muntah saja.

“Sudahlah jangan basa-basi, aku muak melihat muka mu.” Jawab Chanyeol sinis.

Bobby menarik nafas-nya panjang.

“Huhhh….kau tahu apa alasan aku kesini?” ucap Bobby menggantungkan kalimat-nya membuat Chanyeol mengernyitkan dahi-nya. “Karena aku ingin menjadi rival-mu. Tidak hanya di Lapangan, tapi juga untuk itu.” Ucap Bobby sambil memberi kode mata ke arah Nina.

Jawaban Bobby barusan sontak membuat Chanyeol hampir saja memukul-nya. “Apa yang kau katakan eoh?” bentak Chanyeol sambil mencekram kerah baju Bobby membuat semua siswa melihat ke arah mereka berdua termasuk Nina.

“YAK PARK CHANYEOL, BOBBY, APA YANG KALIAN LAKUKAN EOH?” bentak Hyolin songsaengnim namun tidak digubris oleh kedua insan yang tengah melempar tatapan membunuh itu. apalagi Chanyeol masih mencekram kerah baju Bobby.

“ Kau boleh saja mengambil kedudukan-ku sebagai jawara tim basket. Tapi tidak untuk Nina atau kau akan kubunuh.” Ancam Chanyeol kesal sambil melepaskan kerah baju Bobby namun terkesan seperti mendorong-nya kesal.

“Cih….coba saja kalau kau bisa.” Ejek Bobby sambil memperbaiki kerah baju-nya yang sedikit berantakan membuat Chanyeol naik darah.

Seluruh siswa di kelas itu bergumam. “Woahh seperti-nya bakal ada rival di kelas kita.”

.

.

.

~oOo~

{Author POV}

Sudah satu minggu lebih Bobby bersekolah di SM High Schooll. Chanyeol merasa hubungan-nya dengan Nina terganggu oleh-nya. Tetapi Nina tidak mengetahui kalau Bobby menyukai-nya. Bobby juga sudah bergabung dengan tim basket untuk menggantikan Chanyeol. Karena Chanyeol belum boleh bermain basket selama 1 tahun kedepan.

.

.

“Chagiya……” teriak Nina dari kejauhan. Chanyeol pun langsung menghampiri Nina yang berada di depan pintu gerbang sekolah-nya.

“Kenapa kau disini sendirian?” tanya Chanyeol.

“Aku menunggu-mu chagi, hari ini kan kau harus ke Rumah Sakit untuk cek up kondisi-mu.” Jawab Nina.

“Oh iya aku lupa, kajja kita berangkat sekarang.” Ajak Chanyeol sambil merangkul pundak Nina.

.

.

Dari kejauhan terlihat Bobby sangat kesal melihat adegan mesra antara Chanyeol dan Nina.

“Kau lihat saja Nina, tidak lama lagi kau akan berada di pelukan-ku.” Ucap Bobby sambil mengepalkan tangan-nya.

.

.

~oOo~

Sementara itu Nara kini tengah mengobati pasien yang baru saja kecelakaan. Darah-nya berlumuran di baju dan tangan Nara. Nara adalah dokter muda yang sangat jenius dan dia sudah menangani korban kecelakaan beratus kali dan sudah hampir 50 kali dia mengikuti operasi bedah bersama dokter ahli di rumah sakit tempat dia bekerja.

“Huh….akhir-nya selesai juga. Suster tolong pindahkan pasien ini ke ruang VIP nde?” suruh Nara sambil mengelap peluh-nya saat keluar dari ruang operasi.

Tiba-tiba Nara ingat ketika dia tengah menyelamatkan Chanyeol yang baru kecelakaan waktu itu.

“Kenapa aku selalu memikirkan-mu?” ucap Nara sedih.

.

.

Selang beberapa detik kemudian, tiba-tiba Nina datang dengan Chanyeol.

“Eonni……” teriak Nina sambil melambaikan tangan-nya.

Nara pun membalas-nya dengan senyuman. Namun saat melihat namja disamping Nina adalah Chanyeol, tiba-tiba senyuman itu luntur seketika. Namun Nara berusaha untuk tetap tersenyum meskipun itu menyakitkan.

.

.

“Hay? Bagaimana kabar mu Chanyeol-ssi?” tanya Nara.

“Aku baik-baik saja Noona-ssi.” Jawab Chanyeol.

Deg……

“Segitu tua nya diriku sampai kau memanggilku Noona eoh?” tanya Nara kesal.

“Haish….eonni….Chanyeol kan hanya bercanda. Haha.” Ucap Nina.

“Hehehe eonni juga bercanda.” Namun saat Nara melepas sarung tangan-nya tiba-tiba Nina terlihat begitu lemas seketika ketika melihat darah di sarung tangan tersebut.

Brukk….

Chanyeol dan Nara terkejut ketika Nina merosot ke tanah.

“Yakk neo gwaenchana?”

“Chagiya neo gwaenchana?”

Tanya Nara dan Chanyeol secara bergantian.

“Igo…singkirkan benda itu dari tangan-mu eonni. Itu darah…” ucap Nina lemas.

“Hahaha Cuma karena ini? Aigoo… yasudah kajja kita masuk ke dalam.” Ajak Nara dan di ikuti Nina yang dipapah oleh Chanyeol.

.

.

.

~oOo~

Saat sudah di dalam, Nara tengah memeriksa keadaan Chanyeol. Nina hanya duduk menemani sambil memainkan ponsel-nya.

“Kau berbaringlah.” Suruh Nara.

“Bagaimana apakah kaki mu masih sering sakit?” tanya Nara sambil tetap memeriksa kaki Chanyeol.

“Ani, hanya saja kalau dibuat berjalan seharian masih sering terasa sakit.” Jawab Chanyeol.

“Kau harus sering-sering olah raga dan jangan bermain basket dulu arraseo…?” ucap Nara.

“Nde…” jawab Chanyeol malas.

Nina pun tetap asik memainkan ponsel-nya dan tidak menghiraukan percakapan Nara dan Chanyeol sama sekali.

Namun saat hendak memeriksa tangan Chanyeol tiba-tiba Nara tersandung dan jatuh kedalam pelukan Chanyeol.

Bug…..

“Ahh….” rintih Nara sontak membuat Nina melihat adegan Nara jatuh ke dalam pelukan Chanyeol.

“Hati-hati eonni….” ucap Nina tanpa ada rasa cemburu sama sekali dan kembali memainkan ponsel-nya.

Nara sontak langsung bangun dan langsung merapikan baju-nya. Keadaan berubah drastis menjadi sangat canggung.

Sebenar-nya Chanyeol sih biasa-biasa saja, namun Nara yang merasa bahwa dirinya kini tengah merasa sangat malu dan jantung-nya berdetak tak beraturan.

.

.

“Kajja…kita pulang chagiya. Sudah selesai kan?” ajak Nina.

“Ndee chagi.” Jawab Chanyeol dan berdiri menghampiri Nina.

“Eonni gomawo, aku pulang dulu nde…?” ucap Nina.

“Ah eo. Hati-hati di jalan.” Ucap Nara dan di balas senyuman oleh Nina.

.

.

Saat mengetahui Nina dan Chanyeol mulai jauh, Nara tiba-tiba terjatuh ke atas lantai. Badan-nya terasa sangat gemetar.

“Huhhh…..tenang Nara tenang……kau tadi hanya terjatuh saja. Anggap saja tidak terjadi apa-apa.” Ucap Nara sambil menenangkan diri-nya.

.

.

~oOo~

Meskipun hari menjelang sore, Nina dan Chanyeol masih  berada di sebuah taman. Mereka berdua tengah menikmati ice cream berdua.

“Sudah lama sekali ya chagi kita tidak makan ice cream seperti ini.” Ucap Nina masih menjilati ice cream nya.

“Aigoo…. apa selama itu aku tidak kemana-mana?” tanya Chanyeol.

“Hahaha bukan itu maksud-ku, kau kan lama sekali tidak berkencan dengan-ku.” Jawab Nina enteng.

“Hmm….bagaimana kalau nanti malam kita berkencan? Kau mau?” tanya Chanyeol.

“Haha kau bercanda? Jelas saja aku mau, aku merindukan-mu chagi?” jawab-nya sambil memeluk tangan Chanyeol dan menyandarkan kepala-nya di pundak Chanyeol.

“Baiklah…ku tunggu jam 8 malam di depan rumah. Jangan sampai terlambat arraseo?” suruh Chanyeol.

“Siapp….bos…” ucap Nina sambil berlagak hormat seperti tentara Yoo Si Jin membuat Chanyeol terkiki geli.

.

.

~oOo~

{Author POV}

Malam ini Nina tengah bersiap-siap untuk pergi berkencan bersama Chanyeol. Dia terlihat sangat cantik dengan rambut hitam pekat terurai panjang, lipstick pink yang mewarnai bibir cerry-nya dan juga dress berwarna Pink sangat cocok dikenakan di tubuh mungil Nina.

Tok tok tok….

tiba-tiba Nara mengetuk pintu kamar Nina.

“Masuk…” ucap Nina.

Nara pun masuk ke dalam kamar Nina.

“Woahhh kau mau kemana Nina? Wangi sekali?” tanya Nara.

“Hehe… aku mau kencan dengan Chanyeol eonni. Sudah lama sekali kita tidak berkencan. Rasanya tidak sabar ingin cepat-cepat bertemu Chanyeol.” Jawab Nina senang.

Raut muka Nara berubah menjadi sedih. “Ahh…baiklah kalau begitu hati-hati ya? Eonni ke kamar dulu nde?” ucap Nara dan pergi meninggalkan Nina.

“Hmm eo.”

.

.

~oOo~

Entah kenapa Nara terlihat sangat sedih setiap kali melihat Nina bersama Chanyeol akhir-akhir ini. Apalagi sekarang Nara tengah menyaksikan Nina tengah berpelukan dengan Chanyeol di depan rumah mereka. Nara terlihat sangat iri melihat kemesra’an mereka berdua.

“Kenapa kalian berdua begitu menyakitiku.” Ucap Nara dari balik jendela kamar-nya sambil menitihkan air mata.

.

.

~oOo~

Sementara itu Bobby dan teman-teman nya tengah jalan-jalan ke suatu tempat. Tanpa mereka sadari kini mereka tengah berpapasan dengan Chanyeol dan Nina yang tengah membeli ice cream.

Melihat semua itu membuat Bobby sangat geram dan mengepalkan tangan-nya kesal. “Awas saja kau Park Chanyeol, aku akan menghapus semua tawa mu itu seketika.” Ucap Bobby dalam hati-nya.

.

.

“Yak….Bobby apa yang kau lihat eoh? Kajja kita pergi sekarang.” Ucap salah satu teman-nya membuyarkan lamunan Bobby.

Bobby dan teman-teman nya pun melanjutkan perjalanan mereka.

.

.

“Haha chagiya apa yang kau lakukan eoh?” ucap Nina saat mengetahui kejahilan Chanyeol karena mengoleskan ice cream di hidung Nina.

“Hehe mianhae chagi, sini aku bersihkan.” Ucap Chanyeol sambil mengusap ice cream di hidung Nina.

“Oh iya chagi, selama kita tidak bertemu apa kau pernah bertemu Bobby?” tanya Chanyeol tiba-tiba membuat Nina kaget.

“ani. Ah kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Nina.

“Aniyo, aku hanya takut Bobby menyakitimu chagi.” Ucap Chanyeol khawatir.

“Aku sama sekali tidak bertemu dengan Bobby chagi. Tidak penting berurusan dengan-nya.” Jawab Nina bohong.

‘Mianhae chagi, sebenar-nya aku menemui Bobby waktu itu mengembalikan bunga krisan yang diberikan waktu itu.’ Ucap Nina dalam hati-nya.

.

.

.

~oOo~

Nara merasakan dirinya serba salah. Dia tidak boleh egois akan perasaan-nya kepada Chanyeol karena dia harus memikirkan betapa sayang-nya Nina kepada Chanyeol. Maka dari itu dia berfikir bagaimana cara nya agar perasaan ini cepat hilang.

“Aku harus bagaimana? Kenapa perasaanku campur aduk seperti ini Tuhan?” ucap Nara sambil berulang kali memukul dada-nya yang terasa sesak.

.

.

~oOo~

“Chagiya….kau adalah namja yang sangattttt aku cintai.” Ucap Nina di tegah-tengah gemerlapnya lampu taman sambil menyandarkan kepala-nya di bahu Chanyeol.

“Jinjja….? woahh….berarti aku menjadi namja yang sangat beruntung bisa mendapatkan yeojachingu sepertimu chagiya.” Jawab Chanyeol manja.

“Oh iya, kau harus janji jangan pernah mendekati Bobby, arraseo…?” ucap Chanyeol sedikit membesarkan volume suara-nya.

“Wae?” tanya Nina heran.

“Aniyo, aku tidak suka saja kalau kau dekat-dekat dengan-nya. Pokok-nya jangan pernah mendekati-nya walau hanya satu detik saja, arraseo?” ucap Chanyeol tegas.

“Nde…..” jawab Nina sedikit heran.

‘Memang-nya kenapa jika aku mendekati Bobby? Perasaan dia tidak berbuat jahat kepada-ku.’ Ucap Nina dalam hati-nya.

‘Aku hanya tidak ingin kau jatuh ke tangan yang salah Nina-ah.’ Ucap Chanyeol dalam hati-nya sambil melihat ke arah Nina.

.

.

~oOo~

Chanyeol kali ini sudah berada di depan rumah Nina. Sementara itu dari dalam terlihat Nara tengah memperhatikan kedua-nya.

“Gomawo chagiya sudah mengantarkan-ku pulang sampai rumah. Kau jangan pergi kemana-mana setelah ini langsung saja pulang kerumah arraseo?” ucap Nina.

“Nde…arraseyeo.” Jawab Chanyeol.

Saat Nina hendak masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Chanyeol menarik tangan Nina secara tiba-tiba dan menyebabkan bibir mereka saling bertemu.

Chu…..

Nina terlihat kaget dengan apa yang dilakukan Chanyeol barusan. Chanyeol benar-benar mencuri first kiss nya kali ini.

Namun dari dalam rumah Nara terlihat sangat terpukul. Matanya melihat mereka berdua saling berpagutan. Tiba-tiba mata Nara mengeluarkan air mata begitu deras. Tubuhnya mulai terhuyung ke lantai tidak tahan melihat mereka berdua.

“Oh tuhan eottokaeh….. hiks…aku sudah tak tahan lagi hiks…” ucap Nara langsung lari masuk ke dalam kamar-nya.

.

.

Chanyeol dan Nina saling bertatapan dan mengatur nafas-nya perlahan.

“Chagiya….” ucap Nina lalu di hentikan oleh Chanyeol dengan menutup mulut Nina dengan satu jari-nya.

“Huussttt…..sudah ku bilang kau hanya milik-ku, cepat masuklah nanti kau kedinginan chagi.” Ucap Chanyeol sambil mengelus pipi Nina manja.

“Nde chagia….” jawab Nina dan langsung masuk ke dalam rumah-nya. Chanyeol pun mulai mengemudikan mobil-nya.

.

.

~oOo~

Cekrekk……

Nina baru saja menutup pintu dan kali ini dia masih terdiam terpatung membayangkan apa yang dilakukan-nya dengan Chanyeol tadi.

Senyum manis dari wajah Nina dari tadi tidak pudar. “Aigoo…. aku ini kenapa? Haha Park Chanyeol kau benar-benar membuat-ku sangat bahagia hari ini. Oh iya eonni harus tahu ini…..eonni…..kau dimana……” teriak Nina sambil berjalan mencari kakak-nya itu.

.

.

“Eonni……kau dimana……?”

Terdengar suara Nina dari luar kamar Nara. Nara terlihat sangat kebingungan mencari tisu untuk membasuh kedua mata-nya yang basah akibat menangisi kejadian tadi.

Namun belum sempat mendapatkan tisu tiba-tiba pintu terbuka.

Cekrekkk…..

“Eonni…apa kau di dalam?” panggil Nina sambil melihat ke arah kamar Nara namun Nara tidak ada di dalam-nya.

Nina pun mulai masuk ke dalam, dan kali ini dia mendapati Nara tengah berada di balkon depan kamar-nya.

“Eonni….apa yang kau lakukan disini?” tanya Nina penasaran.

Namun Nara tetap saja tidak menjawab pertanyaan Nina.

“Eonni….kau bisa sakit kalau lama-lama di balkon eonni, kajja kita masuk ke dalam, aku ingin bercerita banyakkkkk sekali dengan-mu eonni.” Ucap Nina sambil menarik tangan Nara.

Namun saat Nara mulai berbalik ke arah Nina, tiba-tiba sebuah tangisan muncul begitu saja dari diri Nara.

“Yak….eonni kau kenapa eoh? Apa ada yang menyakiti-mu? Katakan biar aku yang menghajar-nya, siapa yang berani-berani nya membuat eonni ku menangis seperti ini.” Ucap Nina pernuh amarah.

“Hiks…..eonni harus bagaimana? Apa eonni harus membuang jauh-jauh rasa cinta ini…hiks…” ucap Nara terus menangis.

“Eonni kau jatuh cinta? Nuguseyo?” tanya Nina penasaran namun tangisan Nara bertambah semakin kencang.

Nina yang tidak tega melihat kakak-nya menangis seperti itu langsung memeluk-nya.

“Gwaenchana eonni….masih ada namja yang lebih hebat diluar sana. Eonni kan cantik, pasti banyak namja yang tertarik dengan eonni.” Ucap Nina menenangkan Nara.

“Eottokaeh….eonni sudah terlanjur cinta Nina-ah.” Jawab Nara memelas. “Kalau saja eonni dulu tidak ikut jalur akselerasi, pasti eonni bisa menikmati indah-nya masa SMA, indah-nya memiliki pasangan, sama seperti anak muda normal lain-nya.” Sambung Nara menyesal.

“Sudahlah eonni jangan bicara seperti itu, eonni adalah wanita yang paling hebat, di usia muda eonni yang sekarang ini eonni bisa memiliki gelar DR. Aku saja iri dengan-mu. Eonni bisa mencari namja yang paling hebat di dunia ini. Percayalah eonni. Yasudah eonni istirahat dulu nde? Nina ke kamar dulu, jalja….” ucap Nina lalu pergi meninggalkan Nara.

Nara termenung melihat kepergian Nina.

“Kau tahu Nina-ah, Kau lah yang membuat eonni seperti ini, kalau saja dulu kau tidak menyuruh eonni bersekolah di Amerika, pasti aku bisa merasakan indah-nya sekolah SMA sama seperti-mu.” Ucap Nara penuh penyesalan.

Wajar saja Nara berkata seperti itu, dari dulu dia memang selalu mengalah kepada Nina dengan alasan dia tidak ingin menyakiti perasaan dongsaeng-nya itu. Nara benar-benar mengorbankan semua-nya termasuk perasaan-nya. Maka dari itu Nara tidak tega jika melihat dongsaeng-nya itu tersakiti karena sejak kecil Nara memang di didik menjadi seorang yang penyayang.

.

.

~oOo~

“Selamat pagi semua-nya…..” ucap Nina menghampiri keluarga-nya di meja makan.

“Cepat makan yang banyak Nina-ah, kau terlihat sangat kurus akhir-akhir ini.” Suruh Eomma-nya.

“Mwo….??? aku kurus….??? eonni apa aku terlihat kurus? Eomma pasti bohong kan eonni?” ucap Nina khawatir.

Nara tertawa renyah melihat tingkah konyol dongsaeng-nya itu. “Hahaha kau ini, cepat makan, kau berangkat bersama eonni apa berangkat sendiri?” tanya Nara.

“Aku berangkat bersama Chanyeol eonni, jadi kau duluan saja.” Jawab Nina senang.

Seketika senyum manis di bibir Nara terlihat memudar mendengar nama itu. Ya nama namjachingu dari dongsaeng-nya, Park Chanyeol. Siapa lagi kalau bukan namja yang sudah membuat mata Nara menjadi sembab seperti itu.

.

.

“Eomma….appa….Nara berangkat kerja dulu nde…” ucap Nara sambil membungkuk-kan badan-nya.

“Yak…eonni kau kan barusaja makan sedikit, kenapa terburu-buru sekali?” tanya Nina heran.

“Ah sepertinya aku sudah terlambat, aku pergi dulu nde.” Jawab Nara dan cepat-cepat keluar rumah sebelum mulut cerewet Nina itu bertanya yang tidak-tidak lagi.

“Aku hanya tidak ingin melihat kemesra’an mu dengan Chanyeol saja Nina-ah.” Ucap Nara dalam hati-nya sambil berjalan menuju mobil-nya.

.

.

~oOo~

Sementara itu terdengar ponsel Nina.

“Yoboseyeo?”

“Ahh kau sudah di depan.”

“Tunggu dulu neh, aku kesana sekarang.”

Tut..

“Eomma aku berangkat sekolah dulu neh, bye.” Pamit Nina tanpa menghiraukan eomma nya yang berteriak karena susu nya tidak dihabiskan.

.

.

“Chagiya…..woah….kau wangi sekali.” Ucap Nina sambil memasuki mobil Chanyeol.

“Bagaimana keadaan-mu chagi? Apa tadi malam kau tidur nyenyak.” Tanya Chanyeol.

“Haish….aku tidak ingin membahas kejadian tadi malam, aku malas.” Jawab Nina dan….

chu……

Satu ciuman singkat mendarat di bibir Nina sontak membuat jantung Nina berdegup sangat kencang.

“Yakk dasar Chanyeol gila….kemarin kau mencium-ku bukan berarti aku memperbolehkan-mu menciumku setiap saat kan…!!!” teriak Nina kesal.

“Sudahlah….kajja kita berangkat.” Ucap Chanyeol tersenyum bahagia.

Namun berbeda dengan Nina. Dia terlihat sangat gugup dengan apa yang barusaja dilakukan Chanyeol kepada-nya.

“Omo….aku merasakan-nya lagi…” ucap Nina dalam hati-nya.

“Kenapa kau diam saja chagi?” tanya Chanyeol membuyarkan lamunan Nina.

“Ah ani…..sudahlah tetap fokus menyetir saja arraseo…?” ucap Nina sedikit sinis kepada Chanyeol.

“Nde…arraseo…” jawab Chanyeol enteng.

.

.

~oOo~

@Schooll

Saat Chanyeol dan Nina hendak masuk ke dalam kelas, dia berpapasan dengan Bobby. Mereka bertiga diam sejenak. Chanyeol dan Bobby saling melempar tatapan sinis membuat Nina heran.

Nina menatap dua namja itu secara bergantian.

“Oke…oke….ini masih pagi. Aku tidak mau melihat acara seperti ini. Dan kau Bobby…!!!!” ucap Nina sambil menunjuk ke arah Bobby. “Kau ini kurang asupan kebahagia’an dari orang tua kah? Kenapa kau selalu mengganggu Chanyeol? Bukan-kah posisi captain dari tim basket Chanyeol sudah kau duduki? Kenapa kau masih saja mengganggu Chanyeol hah?” tanya Nina sinis membuat rasa sesak di hati Bobby.

“Yak…chagiya apa yang kau lakukan eoh?” tanya Chanyeol bimbang.

“Kau juga diam chagi.” Bentak Nina membuat Chanyeol kaget dan diam seketika.

“Memang-nya kalian ini kenapa? Apa ada masalah yang tidak ku ketahui?” tanya Nina kesal kepada mereka berdua.

“Ani…” jawab Bobby dan Chanyeol secara bersamaan.

Nina tertawa renyah. “Hah….sudah kelihatan kalian berdua pasti menyembunyikan sesuatu dariku.” Jawab Nina dan langsung meninggalkan mereka berdua.

.

.

Kali ini Chanyeol memulai pembicaraan kepada Bobby.

“Jangan dekati Nina atau kau akan menyesal.” Ancam Chanyeol dan di acuhkan oleh Bobby.

“Terserah kau saja. Yang jelas aku tidak akan menyerah.” Jawab Bobby sinis dan berlalu meninggalkan Chanyeol.

“Lihat saja apa yang akan kulakukan jika kau berani-berani nya mendekati Nina.” Ucap Chanyeol dalam hati-nya.

.

.

.

.

TBC…..

WARNING….!!!!

(((Hay hay chingudeul….. maaf yaa untuk Chapter 2 kemarin itu mempunyai banyak sekali Typo dan aku malu sekali melihat-nya. karena apa? Karena Chanpter 2 itu belum aku edit sama sekali. Aku benar” ceroboh.)))

Semoga saja kalian tidak terganggu dengan Chapter 2 dan untuk Chapter 3 ini aku sempatin edit karena kemarin sibuk tes kesehatan. Aku tidak akan kasih tahu kalian apa alasan-nya, pasti itu tidak penting juga buat kalian.

Untuk Chapter selanjut-nya tunggu yaaa karena FF BLIND ini aku kirim ke EXOFFI seminggu sekali. FF ini tidak panjang kok, tidak sampai belasan Chapter.

Sekian dari Author terimakasih.

Jangan lupa RCL YAAA…..

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Blind (Chapter 3)

  1. aku kasian liat nara😦 ,tp juga nggk mau liat nina &chan pisah gr” boby dan nara.. itu kenapa sih boby terobsesi banget ngrebut kbahagiaan chanyeol.. ikutan kesel gw bacanya hehehe😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s