[Kris Birthday Project] Brianne by ShanShoo

kris

ShanShoo’s present

Kris x OC

college-life, fluff // vignette // PG-15

(http://ikhsaniaty.wordpress.com/)

 -o-

“Kupikir, kau tak memiliki ekspresi seperti itu. Mengingat setiap harinya aku selalu melihat wajahmu yang datar dan … sedikit ketakutan? Entahlah,”

.

.

Kris Wu berpendapat kalau Brianne Oslyn adalah sosok gadis culun dan antisosial setiap kali ia berusaha untuk mendekat dan berbicara dengannya. Berkali-kali Kris menepis jarak di antara ia dan gadis itu, Brianne selalu mengetahuinya, dan selalu menghindarinya pula. Seolah Kris adalah seorang penjahat kelamin yang harus ia jauhi, jika tidak, maka tamatlah riwayatnya.

O, tolong jangan memandang Kris Wu dengan pandangan yang dimiliki Brianne. Kris tentu bukanlah seorang penjahat kelamin. Dia adalah laki-laki baik yang selalu menebar senyum pada siapapun yang ia temui. Bahkan Kris sering memberi Brianne senyuman, meski gadis itu tidak menyadarinya, atau … berpura-pura tidak melihat.

Kris ingat kala pertemuannya dengan Brianne dua hari yang lalu. Gadis itu terlihat mengenakan kaus putih polos dan berlengan pendek, dipadukan dengan celana jins kedodoran yang ia lipat keluar di bagian bawahnya hingga sebatas pergelangan kaki. Rambutnya yang pirang pucat diikat menjadi satu ke belakang, wajahnya tampak polos, tak ada riasan apa pun―menurutnya―selain polesan lipgloss berwarna bening dan sedikit bersinar kala tertimpa cahaya mentari. Matanya yang sayu terbingkai oleh sebuah kacamata minus. Entahlah, setiap kali Kris mendapati gadis itu berjalan berlawanan arah dengannya, selalu ada daya tarik tersendiri yang membuat Kris untuk mendekati dan mengajak berbincang Sang Gadis Culun.

“Pagi ini adalah pagi yang manis, bukan?” itu kata Kris, begitu Brianne hampir melewati presensinya begitu saja.

Gadis itu lantas berhenti melangkah, ia berusaha menilik sosok Kris di sampingnya secara hati-hati. Sebelah tangannya menggenggam erat tali tas sampirnya.

Tak ada respons yang berarti, hanya ada keterdiaman Brianne yang melatarbelakangi pagi yang manis untuk Kris. Oke, bukan berarti Kris akan menyerah saja dengan sikap yang ditunjukkan Brianne padanya. Kini, Kris mulai menjungkitkan kedua sudut bibirnya ke atas, membentuk sebuah senyuman manis yang … demi Tuhan, bahkan Brianne yang tak melihat paras Kris sepenuhnya pun tahu, kalau senyuman milik Kris sangatlah memikat hati.

“Omong-omong, tali sepatu kananmu tidak diikat dengan benar,” kata Kris setelah dirasa Brianne tak akan memberinya tanggapan apa pun.

Sontak saja, Brianne menurunkan pandangannya ke arah sepatu yang dimaksud Kris. Maniknya melebar, panik. Sedangkan telinganya mendengar Kris terkekeh pelan kemudian berkata, “Aku cuma bercanda.” Dan langsung disambut dengan tatapan tak suka gadis itu.

“O, kau marah?” Kris mengerjap jenaka. “Kupikir, kau tak memiliki ekspresi seperti itu. Mengingat setiap harinya aku selalu melihat wajahmu yang datar dan … sedikit ketakutan? Entahlah,” katanya seraya mengedikkan bahu, singkat.

Sedari tadi, Brianne memang berniat untuk membalas perkataan Kris. Akan tetapi, ia teringat satu hal. Ashley, sosok gadis yang diidolakan oleh banyak pemuda di universitas ini pernah mengancamnya untuk tidak merespons satu pun ucapan Kris, atau ia akan berurusan lebih jauh dengan gadis itu. Bisa gawat jadinya kalau Brianne berucap sepatah kata saja pada Kris. Karena meski saat ini  Ashley tidak ada di sekelilingnya, Brianne tahu, kalau Ashley Morath memiliki banyak mata-mata.

Kris mulai cukup kesal menanti Brianne untuk membuka mulut. Ia mulai mengetukkan ujung sepatunya sedikit tak sabar. Tapi senyumannya masih terpatri, malah terlihat berkali-kali lipat lebih manis dari sebelumnya. Dua detik kemudian, Kris melirik jam tangannya, berpura-pura mendesah kecewa, disusul ucapan, “Kau benar-benar tak ingin untuk sekadar mengobrol denganku?” yang terdengar menggema di telinga Brianne.

Masih tak ada jawaban. Yang ada, Brianne terlihat semakin gelisah. Ia menggigit bibir bawahnya sambil sesekali membetulkan posisi kacamata minusnya.

“Dengar, ya” o, yeah, Brianne melontarkan sepatah kata itu bukan karena ia ingin, tetapi karena terpaksa. Sepasang mata bulat beriris hijau bening itu juga terpaksa membalas tatapan terkejut Kris sehabis mendengar Brianne bersuara. “Aku tidak punya waktu untuk berbicara denganmu, Mr. Wu.”

“Wow! kau bisa berbicara?” Kris seakan tak mengacuhkan perkataan Brianne barusan, dan lebih memilih untuk menunjukkan rasa senangnya dengan cara tersenyum lebar-lebar, sehingga memperlihatkan deretan gigi depannya yang rapi dan putih. “Ini adalah sebuah keajaiban!” ujarnya. Seakan hanya ia satu-satunya orang yang bisa mendengar bagaimana suara merdu milik Brianne menjejali telinganya.

“Maaf, aku harus segera ke kelas.” Begitu juga dengan Brianne, gadis itu tak mau terlibat lebih jauh lagi, baik itu dengan Kris atau Ashley. Ia hanya menginginkan kehidupan yang damai di tempatnya belajar. Ia tak mau kehidupan semasa kuliahnya menjadi suram hanya karena Kris dan Ashley yang terus menerus mengganggu kehidupannya.

Wait a minutes, Anne.” Kris mencengkeram tangan Brianne kala gadis itu hendak pergi, bahkan tak segan memanggil nama sang gadis dengan nama yang ia buat sendiri. Tapi Brianne terlalu tak acuh sekadar untuk menanggapi hal itu.

“Apa lagi?” tanya Brianne, meski sebenarnya kalimat tanya itu hanyalah berupa bisikan untuk dirinya sendiri.

Kris menyisir rambut cokelat terangnya ke belakang, menimbulkan kesan memesona yang tak bisa ditolak oleh gadis mana pun. Terlebih, dengan setelan pakaiannya yang begitu pas melekat di tubuhnya―omong-omong, Kris memiliki selera fashion yang bagus juga―benar-benar membuat Kris terlihat tampan dan memukau. Tak salah bila sang idola seperti Ashley menyukai sosok Kris yang memang hampir menyerupai sosok malaikat tanpa sayap.

“Karena kau sudah mau berbicara denganku, maukah kau pergi makan siang bersamaku?” Brianne terpaku di tempat, sementara Kris melanjutkan, “Kau tidak usah khawatir, aku yang mentraktirmu,”

“Haruskah aku menerima ajakanmu?” tanya Brianne pada akhirnya.

“O? Tentu, kalau kau tidak keberatan.” Jawab Kris, menyengir lebar.

“Baiklah, kalau begitu aku keberatan―”

“Tapi sayangnya aku tidak menerima ‘keberatan’mu, Miss Oslyn.” Potong Kris, cepat, sebelum Brianne sempat menandaskan kalimatnya.

Ada jeda tiga detik lamanya, sembari Kris melirik jam tangannya lagi. “Pukul sebelas siang, aku akan pergi ke kelasmu.”

“Apa?” sepasang manik gadis itu membelalak sempurna. Apa katanya tadi? Kris akan datang ke kelasnya? Apa dia sudah gila? Bagaimana kalau Ashley tahu dan dia akan menambah kesuraman dalam hidupnya nanti? Mengingat kehidupan Brianne sekarang sudah cukup berat, dan ia tak mau menambahnya lagi. “Tidak, jangan―”

“Sampai bertemu lagi!” Kris baru sadar kalau ia mencengkeram tangan Brianne cukup lama. Maka, ia melepaskan tangannya kemudian melambai kecil pada gadis itu, sebelum akhirnya Kris beranjak pergi meninggalkannya di koridor yang telah dipadati banyak mahasiswa.

Mati sudah kau, Brianne. Waktu hidupmu sudah tidak lama lagi. Kau pasti akan segera mati di tangan―

“O, ya, Anne!” seruan Kris dari kejauhan, membuyarkan lamunan dan kecemasan di wajah Brianne. Segera ia mencari sumber suara, dan mendapati Kris berbalik arah dan berjalan mendekat ke arahnya. “Aku tahu kalau Ashley tak mengizinkanmu untuk berdekatan denganku.” jeda beberapa saat sebelum Kris melanjutkan kalimatnya, “Jangan khawatir soal Ashley. Dia tak mungkin bisa memaksaku untuk menyukainya. Karena sekali aku tidak menyukainya, maka aku tidak akan menyukainya sampai kapan pun.”

Dunia Brianne terasa berhenti sejenak. Jantungnya mulai berdetak keras, menyebabkan rasa tak nyaman timbul dan membuat rona merah menjalari kedua pipinya.

Terlebih, ketika Kris memberinya senyuman manis itu lagi―

“Jadi, jika Ashley kembali mengancammu, beri tahu aku, oke?”

―Brianne tahu, kalau masa-masa suramnya akan mengikis secara perlahan.

fin

ShanShoo’s note :

Yeaaaay! Happy birthday buat Abang Yifankuh :*** /tiup terompet/ /nyiapin kue ulang tahun/

Harapannya semoga abang panjang umur dan selalu diberi kesehatan. Amiiin ….

Huhu, maafin yha kalau ffnya gak jelas begini. Jujur aja, aku beneran enggak pede buat nge-post ff retjeh ini :””

Tapi makasih buat yang udah baca sampai selesai, dan semoga kalian suka :””)

Review kalian aku tunggu banget😀

Tertanda,

ShanShoo♥

5 thoughts on “[Kris Birthday Project] Brianne by ShanShoo

  1. Bang yifan!! Selamat ulang tahun/tiup terompet/makan kue dari kakak/ aduh.. Senyumanmu itu loh bang! Apa kabar? Aduh, aty kangen bang yifan sama kakak. Tenang bang, nanti hadiahnya nyusul/padahal enggak/ apa?! Ff retjeh?! Yang gini disebut ff retjeh?! Malahan aty dag dig dug dan senyum sendiri bacanya! Bener2 bagus kak, aty suka kok! Hore, ada kapel baru!!/nyalain kipas/panas bang yifan ada pasangannya/kalau aku?/DOAR!!😀😀😀 :”D

  2. Kok si ipannya manis manis gula sih? Padahal diakan kalo senyum konyol banget, apalagi senyum lebar.*maaf menistakan dirimuh bang
    Si anne sampe malu malu mau lagi, jadi greget :v

    ffnya jelas kok, bagus^^
    Keep writing and fighting!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s