[Kris Birthday Project] 11:11 | L.Kyo

09

Title: 11:11 | Author: L.Kyo | Cast: Cheng Xiao (WSJN), Wu Yifan (Actor-Singer) | Support Cast:  Zhang Yixing (EXO), Bae Joohyun (Red Velvet) | Genre: Romance | Rating: PG-15 | Lenght: Vignette | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission. Recomendasion Song 11:11 by Taeyeon (SNSD)

 

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

 

—oOo—

tumblr_inline_ntz4fxukqu1qdm9s5_500

Wu Yifan (Actor/Singer)

 

cqhxa5yviaaldjo

Cheng Xiao (WSJN)

 

H A P P Y  R E A D I N G

 

Xiao percaya jika ia bisa melupakan Yifan. Sudah 2 tahun berpisah, bukankah waktu selama itu ia bisa menghilangkan sosok Yifan dalam otaknya? Xiao hanya menghela nafas tatkala manik matanya menatap lelaki itu duduk makan siang di ujung sana.

 

Bahkan ia bersama wanita lain. Yah, walaupun itu bukan kekasihnya. Tetap saja ada percikan perih yang Xiao rasakan. Wanita itu tinggi dan kulitnya pucat, tak ada cela di tubuhnya. Pantas saja jika Xiao merasa minder jika ia membandingkan dengan dirinya.

 

Heol. Sungguh membuang waktu pikir Xiao. Ia sudah gagal move on. Seharusnya ia sudah punya pacar dan membuat Yifan merasa kepanasan terbakar api cemburu. Tapi apakah seorang Wu Yifan, sosok yang terkenal pria dingin merasakan cemburu. Xiao rasa itu mustahil.

 

“Kopimu mendingin Cheng”. Teman pria di depannya menjentikkan jarinya, menyadarkan lamunan Cheng Xiao yang sudah kemana-mana. Gadis itu terkesiap lalu meneguk secangkir kopi itu secara oneshot.  Aiguu, Yixing hanya melotot dalam diam.

 

“Yixing-ah, bagaimana menurutmu tentang pria di sana?” Cheng Xiao iseng menanyakan Yifan pada Yixing. Yixing kan’ terkenal polos dan jujur. Dan Yixing adalah orang tepat untuk menggali sebuah pendapat.

 

“Jangan bermimpi! Ia tak menyukai tipe sepertimu. Menyerahlah!” Apa-apaan ini? Cheng Xiao melengos. Yixing tak tahu saja jika Wu Yifan pernah tergila-gila padanya. Tapi tetap saja itu hanyalah masa lalu.

 

***

 

“Aku tidak bisa denganmu lagi”. Angin sepoi siang tatkala itu terasa menusuk dan membakar kulit Cheng Xiao. Tubuhnya sampai membeku seperti terjebak dalam bongkasan es. Yah, sama seperti saat kau mendekat pada Yifan. Terasa begitu dingin, bahkan hanya mendengar suara beratnya.

 

“Maafkan aku. Mungkin aku saja yang tidak bisa menerima ini”. Yifan terkekeh lirih. Dan Cheng Xiao tahu jika Yifan merasakan suatu hal perih di dalam dirinya. Cheng Xiao akan ke Amerika untuk menuntut ilmu sebentar, namun apa yang ia dapatkan bukanlah sebuah dukungan melainkan suatu hantaman yang begitu keras.

 

Cheng Xiao ingin menangis, tapi terlalu malu untuk itu. Ini mimpinya, ia akan kekanakan jika merelakan mimpinya hanya karena sebuah cinta. Nyatanya Yifan tak bersedia dan memutuskannya secara sepihak. Ini memang brengsek, namun ia tak sepatutnya menyalahkannya.

 

Cheng Xiao menunduk dan sebuah kutukan atau tidak. Tepat pukul 11:11, perpisahan itu terjadi. Percaya atau tidak, ini adalah hari sialnya. “Baiklah”. Tanpa mengatakan panjang lebar untuk membela, Cheng Xiao hanya berucap satu kata lalu berlalu. Meninggalkan Yifan yang masih duduk di bangku motornya. Menatap punggung Cheng Xiao hilang di tikungan.

 

Yifan merasa bodoh. Ia tak bisa berpisah dengan Cheng Xiao walau hanya sehari. Tapi ini terlalu berat tak bisa melihat gadisnya selama bertahun-tahun. Gadisnya? Sepertinya Yifan harus menarik kata-katanya itu. Yifan menekan starter motornya lalu melaju.

 

Suara deru motor Yifan cukup membuat Cheng Xiao berjalan terhenti sesaat. Dan beberapa second, kendaraan itu sudah berada di depannya. Dan Yifan menatapnya penuh arti. Cheng Xiao tak tahu maksud itu. Yifan turun dari motornya dan tanpa ragu, lelaki itu menarik bibir Cheng Xiao ke bibirnya, menikmati setaip lembut dan kerinduan bibir Cheng Xiao selama bertahun-tahun.

 

Dia brengsek memang. Meminta mengakhiri hubungannya lalu dengan kurang ajarnya menikmati bibir Cheng Xiao yang nota bene sekarang adalah sang mantan kekasih. Ini gila, tapi Yifan tak bisa menahannya. Pahit memang. Tapi gadis itu hanya terdiam, menahan semua air matanya yang siap berlinang. Oh shit, Cheng Xiao harus mengakhiri ini.

 

Ia segera mendorong Yifan lalu berlari kecil, menutupi pipi merahnya yang merona dan rasa sakit yang awalnya tak sangat sekarang seperti ditusuk dengan sebuah pisau tajam. Yifan mempermainkan sekarang!

 

***

 

“Xiao, pergi ke Cafe denganku malam ini mau tidak?” Yixing mengikuti langkah kaki Cheng Xiao yang masih sibuk dengan bawaan beberapa buku tebal ditangannya. Gadis itu berhenti seolah risih tatkala pria itu terus membuntutinya. “Kau lupa jika laporan ini harus selesai besok?”

 

“Kita kan kerja kelompok. Cukup pembagian tugas dan kita mengumpulkan file besok digabungkan. Lagipula pria yang kau tunjuk jadi menjadi teman kelompok kita. Aku pikir dia pintar, jadi tak akan ada tugas menumpang. Ayolah, aku ingin menikmati Cafe baru di sana. Ahh atau?”

 

Belum lama ia shock berat, karena dengan mustahilnya ia satu kelas dengan Yifan. Waktu pemilihan jam mata kuliah yang mereka ambil sama. Jadi tentu saja ada kemungkinan besar akan ada tugas dalam kelompok besar. Dan saat pembagian team, tanpa sadar kedua mata mereka beradu. Dan momen perpisahan mereka beberapa tahun bak film yang terputar kembali di depan mata mereka.

 

“Aku akan kerjakan sendiri”. Xiao melengos bahkan ia tak sadar jika seseorang sedang berdiri di depannya. “Jangan egois. Tidak ada gunanya jika kita berkelompok”. Bawaan Xiao ringan saat buku yang ia bawa sudah tak ia pegang melainkan sudah berada di tangan orang lain.

 

Dan suara berat itu pun menyadarkan Cheng Xiao dari lamunannya. “Yi … Yifan?” Lelaki itu menatap Xiao dingin. “Hmm? Bukankah malam ini kau akan keluar dengan temanmu? Kita akan selesaikan tugas ini sekarang! Aku sudah menghubungi Bae Joohyun untuk datang ke Perpustakaan”.

 

Setelah mengatakan itu, Yifan meletakkan tumpukkan buku itu di meja. Tak jauh dari mereka berpijak. “Xiao-ya! Ada apa?” Yixing menepuk pundak Cheng Xiao namun gadis itu hanya menggelengkan kepalanya kaku. “Tidak! Aku akan ke kamar mandi sebentar Xing! Kau temani dia dulu!”

 

***

 

Message by Xiao

 

‘Aku rasa aku harus menghapus segalanya. Ini tidak akan jadi masalah, hanya menunggu waktu saja. Segalanya akan menemukan tempat yang baik, kan? Ini akan segera berlalu. Aku harap saat kita bertemu lagi, tak ada rasa sakit yang sama seperti saat ini’

 

Yifan meremat ponselnya menatap layar ponselnya. Pesan lama itu masih ia simpan selama 2 tahun ini. Lagipula Xiao sudah melupakannya. Bahkan gadis itu pun terlihat menghindarinya. Kalimat terakhir di pesan Xiao membuat Yifan terhenyak sesaat.

 

Saat ia harus berpisah dengan Xiao, saat mereka masih remaja labil di umur belasan tahun. Ia menyadarinya, ia mungkin sedang menjalani cinta monyet yang masih terlalu kekanakan apa itu pentingnya sebuah impian. Ia tidak peduli dengan impian Cheng Xiao dan bahkan berucap sebuah perpisahan. Baiklah, Yifan brengsek kala itu. Tapi tetap saja, ia benar-benar tak percaya jika kalimat itu benar-benar terlaksanakan oleh Cheng Xiao.

 

Gadis itu menatapnya biasa seolah hanya seorang teman kampus. Gadis itu memang pintar melupakannya. Dan bagi Yifan, entahlah ia masih berusaha dengan itu. Ya, berusaha membiasakan diri saat tatapan gadis itu seolah mengintimadasinya.

 

Baiklah, sebaiknya Yifan menyegarkan pikirannya sebelum Cheng Xiao kembali dari toilet.

 

***

 

‘Aku rasa aku harus menghapus segalanya. Ini tidak akan jadi masalah, hanya menunggu waktu saja. Segalanya akan menemukan tempat yang baik, kan? Ini akan segera berlalu. Aku harap saat kita bertemu lagi, tak ada rasa sakit yang sama seperti saat ini’

 

Xiao meremat ponselnya geram dan menatap ekspresi menyedihkan di depan kaca wastafel. “Apa yang aku ketik saat itu? Tak ada rasa sakit apanya? Apa yang aku pikirkan disaat usia belasan tahun saat itu? Kau tidak tahu cinta masih berani mengetik nya seperti ini? Apa yang aku pikirkan?”

 

Cheng Xiao menarik rambut panjangnya. Meratapi pesannya 2 tahun lalu yang masih setia ia simpan. Bahkan tulisan kecil dibawah pesannya, ‘read’, menandakan bahwa Yifan mungkin sudah lelah dan tak mau tahu dengan pesan sialnya itu. Seharusnya ia tak peduli dan berhenti memberikan pesan terakhir, seolah dia masih mengharapkan cinta Yifan dan buktinya lelaki itu meresponnya.

 

Sudah dipastikan jika Yifan tak tertarik padanya. Lihat saja sejak ia kembali ke Korea, menjadi satu kampus. Saat berpapasan lelaki itu sama sekali tak menyapanya. Sungguh dingin, sangat dingin. “Sebaiknya aku harus hentikan ini! Benar-benar tidak nyaman. Menjadi biasa apa susahnya? Kenapa sangat menyiksa untukku. Dia hanya membantuku membawa buku dan menawarkan untuk mengerjakan tugas. Apa yang salah? Hentikan, hentikan! Kenapa kau terus berdetak seperti itu?”

 

Cheng Xiao menepuk dadanya kesal. “Baiklah, aku bisa. Lupakan masa lalu. Wu Yifan adalah teman kelompokku. Lupakan Yifan masa lalu. Fokus! Fokus!” Cheng Xiao mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. “You can do it!”

 

***

 

“Sudah jam 11 lebih 10. Dimana sih Joohyun?” Mungkin Yixing tak tahu, tapi bagi Yifan dan Cheng Xiao itu seperti sebuah kalimat keceplosan. Mereka sama-sama fokus ke laptop masing-masing. Munafik memang. Tapi hei, itu sudah berlalu. Saatnya melupakan hal itu dan berlagak tak terjadi apa-apa.

 

“Mungkin ia sedang ada kelas”. Duga Xiao. “Tidak kok, dia sedang dalam perjalanan kesini”. Sahut Yifan. Kikuk memang, tapi mereka berdua berusaha membuat keadaan senyaman mungkin. Cheng Xiao mengangguk.

 

“Benarkah? Kalau begitu aku akan memesan minuman dingin”. Yixng beranjak. “JANGAN!” Yixing mengurungkan niatnya karena teriakan mereka membuat Yixing mengerutkan keningnya. “Kenapa? Kalian tidak ingin cemilan?” Tanya Yixing.

 

“Aku ada keripik di ranselku. Makan saja!” Yifan segera membuka ranselnya dan mengeluarkan semuanya. “Woah, aku tidak menyangka di tas mu banyak makanan. Aku kira isinya buku. Aku akan menarik kata-kataku tentangmu. Kau tak sepenuhnya lelaki dingin seperti yang kita bicarakan? Iya kan’ Xiao?” Persetan dengan Yixing.

 

Cheng Xiao menarik bibirnya, menunjukkan kurva bibirnya semanis mungkin. Kalau saja Yixing tahu tentang mereka, Cheng Xiao bakal memelintir bibir Yixing saat ini juga.

 

“Kalian sudah berkumpul? Maaf aku terlambat”. Joohyun duduk dan meletakkan ranselnya panik. “Tak apa Hyun. Kita baru saja mulai”. Tentu saja Xiao bersyukur, setidaknya kemunculan Joohyun sedikit mencairkan suasana. Bagi Xiao, yah bukan waktunya untuk memikrkan masa lalu, kan?

 

Kalau saja memang sudah tak ada kecocokan dan keuntungan apa jika ia terlalu berharap. Cheng Xiao melirik rupa Yifan yang sedang sibuk memperhatikan laptopnya. Wajah tegas dan dingin itu sudah tak menjadi miliknya. Bibir itu yang dulu melumat lembur bibirnya sudah tak menjadi miliknya juga. Xiao menghela nafasnya panjang. Dan tanpa sadar Yifan melihat helaan nafas gadis itu. ‘Mungkin ia sedikit tak nyaman di dekatku’. Pikir Yifan. “Teman-teman, aku akan membeli minuman sebentar di depan. Kalian lanjutkan pekerjaan kalian”. Tanpa sadar, pandangan mereka kembali beradu.

 

Namun yang berubah adalah perasaan mereka. Sama-sama mengendalikan diri untuk tak terjebak di masa lalu. Yah, mereka sudah sama-sama sepakat untuk tak mempunyai rasa sakit atau jatuh cinta saat mereka bertemu kembali. Setidaknya butuh waktu kan untuk membiasakan diri?

 

FIN

 

#HappyKrisDay ~ Yehe~ Semoga menjadi aktor profesional di sana yah Dudanya Suho. Xixixixi~ Oya, akhir-akhir ini aku lagi suka sama Cheng Xiao. Berasa liat manga hidup. AKu suka dia. DAn hidayah apa sampai aku bisa pakai cast dia, aku pakai jadi pasangan Krisseu. Habis cantik sih ><

5 thoughts on “[Kris Birthday Project] 11:11 | L.Kyo

    • Cheng xiao yg d foto itu tik.. cantik kan? Kek keluar dri anime. Memb wsjn. Stalk aja^^

      Kkk~ aku emang ada mau bkin ff chap lg tp ak jg ada ud ada ff nct-rv chapter. Tkut e ff chap itu diketeteran kalo g aku selesein dlu.

      • Huuh cantikan kak ren dianya, dan aku baru tahu tadi pas buka IG dispact rilis photo anggotanya, ya kan kak? Udah adakah kakak bikin ff? Yah kok nct x rv kak? Aku gk tahu para memb dia soalnya, kalau boleh sih kak kakak bikin ff cast kek semisal Lu sama Lu hehehe ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s