[Kris Birthday Project]

Wuyifan || Jane (OC)

you can play :

by:Vvixxo

Matanya lurus kedepan, tangannya terkepal tepat disamping tubuhnya, tapi pikirannya berkata untuk melepaskannya. gadis dihadapannya masih saja menunduk, tak bergeming sama sekali. keheningan menyelimuti mereka, angin malam merasuki tubuh mereka perlahan. perlahan, kepalan tangan wuyifan terlepas, bibirnya tertarik kesamping. dia bergerak melepas mantel tebal ditubuhnya, tangannya yang sama bergetarnya dengan hatinya, berusaha menyelimuti tubuh gadis dihadapannya dengan mantelnya.

refleks mata gadis itu berotasi ke pria dihadapannya, matanya penuh dengan air mata yang ingin keluar, yang sedang ia tahan sebisa mungkin.

“kenapa kau masih seperti ini?”

alis mata wuyifan terangkat sedikit.

“kau tidak marah?”

untuk kesekian kalinya, senyum wuyifan semakin berkembang.

“aku-

5 years ago.

kau bisa panggil wuyifan si brengsek atau apapun yang setara dengan itu. sifatnya yang sedikit keras, selalu merasa dirinya benar dalam hal apapun. penampilannya, bisa dibilang cukup menarik, dia sangat peduli soal itu. untuk datang kesekolah saja, dia bisa setiap hari mengganti sepatunya, jam atau bahkan topinya. wajahnya, hampir dapat membuat wanita semi-menyembah kepadanya, matanya sedang tapi tajam, alisnya lurus sedikit tebal, bibirnya atasnya sedikit lebih tebal daripada bawah, tapi pesonanya memang ada di bibir dan matanya. semua hampir menjadikannya semi-tuhan jika mereka tidak cepat sadar dia manusia ter-brengsek didunia.

jika wanita yang biasa dibodohi olehnya dikumpulkan, mungkin bisa membentuk sebuah negara kecil dengan nama wuyifan’s, bayangkan saja seberapa banyak itu.

ini awalnya pria brengsek yang sifatnya bahkan lebih buruk dari hewan ini menjadi lebih jinak dan manusiawi. kenalkan namanya Jean. si pawang hewan.

di Ruang Olahraga , Si brengsek sedang mencoba membela dirinya sendiri , karena membuat gadis dikelasnya menangis karena dirinya melemparkannya bola basket kearah bahu, si gadis menangis tersedu.

“ayolah tuan, mana mungkin aku sengaja melalukannya?”

tangan mr.kim terlipat didepan perut, kepalanya terus terusan menggeleng tak percaya.

“tuan masih tidak percaya?”

wuyifan mengikuti gerakan mr. kim, tangannya sama sama terlipat didepan perut, sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

“saya tidak menyangka, amat sangat tidak menyangka. segitu mudahnya tuan menyimpulkan aku salah hanya dengan tangisan gadis itu?”

****

wuyifan terdiam teriliun kata, matanya bergerak gerak tak jelas segala arah, dia diam dan tak mengelak lagi ketika Mr.Kim menariknnya keruang keamanan, menyuruh penjaga sekolah memutar rekaman beberapa menit yang lalu dan setelah itu dia diam, mengiyakan kesalahannya.

di rekaman, terlihat dia tengah merundingkan sesuatu dengan teman-temannya, tertawa menatap gadis sasarannya, lalu tangannya yang mengenggam bola bergerak keatas, bola terlempar tepat disasaran. bahu gadis itu memar dan dia berhasil membuatnya tak berhenti menangis.

wuyifan seharusnya berterima kasih pada Mr.Kim untuk hukuman lari keliling lapangan sekolah 50 kali, itu saja sudah yang paling baik, kata Mr.Kim. wuyifan mulai berlari dengan tatapan Mr.Kim yang senantiasa mengikutinya.

“aku ada urusan, jangan kabur. aku tetap akan mengawasimu dari jauh”

sinar matahari perlahan mulai bersahabat, awan mendung menyelemuti langit cepat, dan masih ada 35 putaran lagi untuk bisa duduk dan beristirahat. seragam olahraganya mulai basah karena keringat, beberapa peluh mulai meluncur di wajahnya dengan mudah.

hujan deras mulai perlahan turun ketika benar-benar tidak ada cahaya yang berhasil menembus awan abu abu diatasnya. dirinya masih tetap berlari, menembus titik titik hujan. dia terdiam ketika hujan berhenti menyentuh tubuhnya saat sebuah payung menutupi nya, dengan sebelumnya suara langkah banyak mengikutinya yang tidak ia gubris.

sebuah jari kecil menyentuh bahunya. dia menoleh keobjek. seorang gadis dengan seragam tengah berdiri tepat dibelakangnya, membiarkan rambut panjang dan seragamnya basah.

“ada apa?”

gadis itu memiliki rambut dibawah bahu, hitam legam. matanya biru laut, bibirnya beukuran sedang, hidungnya sedikit mancung, dan cantik. ada beberapa perekat luka diwajahnya, ujung bibirnya sedikit merah memar. tangannya yang tengah membawa payung terbalut perban putih.

“ADA APA?! KAU BARUSAN BERTANYA ITU?”

alis wuyifan terangkat, betapa anehnya gadis dihadapannya yang notabenenya sama sekali tidak ia kenal.

“memang benar ya kata orang, kau itu berhati batu”

“haha-

kepalan tangan gadis itu memuluk wajah tampan wuyifan, ralat- wajah dekil nya.  tangan wuyifan refleks memegang bagian wajah yang terpukul, bibirnya cepat membentuk huruf O besar.

“kenapa kau memukulku?”

jangan tanya bagaimana lagi keadaan wajah tampan wuyifan, habis dilalap warna merah dan biru jadi satu. gadis itu menyerang nya bertubi tubi, dengan membiarkan si korban benar benar tidak tau apa salahnya.

kini mereka sama sama terduduk dijalanan lapangan, dan wuyifan dengan beberapa luka diwajah dan warna abu abu diseragamnya akibat terjatuh dan si gadis yang terduduk setelah lelah memukul pria disampingnya. payung diatas wuyifan tak pernah bergerak menjauh atau membiarkan tubuhnya basah. si gadis masih tetap membiarkan tubuhnya basah.

wuyifan menatapnya.

“kenapa kau membiarkan tubuhmu basah?”

gadis itu menoleh ketika sadar diajak bicara.

“tidak tau”

“begitu saja kau tidak tau kenapa”

wuyifan cepat mengambil payungnya dari tangan si gadis. membiarkan hujan sama sama tidak bisa membiarkan tubuh mereka basah karena hujan deras ini. pembuluh darah di pipi si gadis pecah tanpa sadar.

“aku hanya tidak ingin saja”

“ya-lain kali jangan begitu. bilang aku jika kau kehujanan, aku tidak akan pernah membiarkannya”

“cih-kau pintar sekali merayu gadis yang tidak kau kenal”

“haha. kau tidak bisa dirayu ternyata. ohya, namamu?, dan kenapa kau memukulku?”

“Jean. kau melempar bola ke bahu sahabatku , bahunya retak”

“aku akan menemuinya setelah ini, dan aku hanya ingin tau, kenapa kau membiarkan tubuhmu basah tadi?”

si gadis menatap arah berlawanan, memainkan tangannya.

“hanya ingin kau tak basah, itu saja. bawel”

detik itu seketika dengan hebatnya dapat memecahkan rona pipi milik wuyifan. setelah itu semua mulai terlihat lebih baik.

****

wuyifan pov

Namanya jean. mengenalinya saja baru kali ini tapi dia sudah dengan mudahnya melahap wajah-super-tampan milikku. dia pergi setelah berbicara sebentar denganku, memberikan ku satu kotak p3k. dia cukup baik, sedikit terlihat tidak tertarik denganku.

setelah hari itu, kami menjadi lebih dekat dari sebelumnya, sesekali kami makan siang bersama di tempat makan cepat saji depan sekolah, Resto ayam. dia menyukai chef disana, jika diterawang umurnya berkisar 25 sampai 30. bahkan dia tidak tertarik dengan wajah muda dan tampan milikku, tapi malah memilih chef tua yang belum menikah. dia selalu bilang tidak ingin dengan pria yang memiliki kekasih lebih dari jumlah penduduk di korea. berlebihan.

aku percepat ceritanya.

kami lulus dengan nilai yang cukup bagus, aku mengambil Teknik Nuklir di Seoul. aku hampir beberapa bulan tidak mendapatkan kabar darinya setelah hari kelulusan, teman teman dekatnya bilang mungkin dia sibuk. bahkan aku saja tidak tau dia kuliah dimana setelah ini.

sekitar beberapa bulan setelah dia tidak menghubungiku, dia memberikan beberapa pesan singkat.

wuyifan.

aku akan pergi ke     untuk beberapa tahun.

temui aku. 

***

dia berdiri di depan gerbang sekolah, mengenakan kaos putih dan outer biru jins dan rok merah muda. dia membawa sebuah kotak besar di kedua tangannya. wajahnya menunduk kebawah. dia memainkan septu putihnya ke pasir dibawahnya.

“kemana saja kau?”

dia menatapku dengan tatapan yang tak biasa, airmatanya seperti ingin turun tapi enggan. dia meremas remas outer birunya, rahangnya mengeras.

tanganku reflek menarik bahunya, membawanya lebih dekat denganku, memeluknya.

“kau baik-baik saja?”

“aku akan pergi”

dia melingkarkan tangannya dipinggangku, memelukku lebih erat. entah. aku sebenarnya benci saat memeluknya bersamaan dengan bahunya yang bergetar dan basah di mata.

aku mencoba melepaskan pelukkannya.

“aku lelah, bisa seperti ini sebentar?”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s