[KRIS BIRTHDAY PROJECT] LET ME GO!

85429b57516218b005f92aecf282dccb

LET ME GO!

.

Presented by Gecee

.

Vampire!AU, (failed) comedy, slice-of-life || Ficlet || PG-15

.

Starring EXO’s Kris

.

Specially made to celebrate Kris Wu’s birthday

.

I own the plot.

.

“Hentikan! Apa itu yang barusan?!”

 

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Kepala Kris terasa berdenyut, bagaikan dihimpit balok dari berbagai sisi rasanya. Pandangannya berputar dan berkunang-kunang. Rasa mual menghampiri perutnya, membuatnya seolah teraduk-aduk. Tangan terasa kebas, dan kakinya bagai tak mampu menopang berat tubuhnya.

Ini mengindikasikan satu hal: Kris butuh makanan.

Tetapi di mana? Ia sedang berada di jalan raya pusat perbelanjaan sekarang. Tak mungkin karena kelaparan ia menyerang orang secara sembarangan dan terang-terangan, kecuali kalau ia mau membuka identitasnya sebagai vampir.

Tidak, Kris tidak bisa mengambil resiko itu.

Jadi, pemuda itu melanjutkan langkah meski terhuyung-huyung. Setidaknya untuk melakukan penyerangan agar mendapat makanan, ia butuh tempat sepi yang tak mengundang perhatian.

Untunglah, penantiannya akhirnya berujung. Matanya yang awas menangkap sosok seorang gadis yang sedang menelepon di sebuah gang sempit. Mengambil langkah cepat, Kris pun menghampirinya.

“Tolong aku!” ujarnya.

Ne?

“Jika aku tidak segera minum darah maka aku akan mati.”

Meski dengan penerangan samar, Kris dapat menangkap manik gadis itu yang membulat. Kris paham. Siapa memangnya yang tidak terkejut ketika dihadapkan pada situasi seperti ini?

“M-minumlah d-darahku.” Sang gadis menjawab dengan terbata-bata.

Kris tak menyangka akan mendapat persetujuan secepat ini. Biasanya korbannya akan memberontak terlebih dahulu atau melakukan penyerangan.

Huh? Kau yakin? Baiklah.”

Perlahan Kris menyandarkan kepala pada leher gadis tersebut. Meski lapar, ia tak langsung melakukan penyerangan dengan rakus. Ia bahkan masih memberi kesempatan pada sang gadis untuk merubah pikirannya, tetapi kelihatannya gadis itu diam saja.

Well, kalau kau tidak keberatan, terima kasih.”

Kris mulai membuka mulutnya, membiarkan taring itu keluar dari peraduan, lalu menancapkannya dalam pada leher sang gadis. Membiarkan taring tajam itu merobek kulit halus sang gadis kemudian darah segar mengalir dari dalam.

“AUW! AAAAKKKHHH!!!”

Gadis itu malah berteriak. Cepat-cepat Kris menarik mulutnya.

“Hentikan! Apa itu yang barusan?!”

Kris mengerjap dua kali, bingung. Bukankah sudah jelas apa yang sedang ia lakukan?

“Tentu saja meminum darahmu!” balas Kris juga dengan teriakan.

“Tapi ini amat sakit!”

“Kenapa? Kau kira ini akan terasa erotis seperti sedang dihisap atau apapun itu? Bagaimana aku bisa meminum darahmu jika tidak dengan begini?”

Aish! Aku tidak menyangka jka kau akan merobek urat leher dan tenggorokanku! Maksudku, astaga … seberapa dalam bekas gigitan ini? Aduh!”

Kris menggelengkan kepalanya, tak habis mengerti. Ya Tuhan, apakah gadis ini tidak pernah melihat film vampir sebelumnya? Apakah ini pertama kalinya gadis itu mengenal makhluk bernama vampir?

“Aku dapat gigi taring ini sudah dari sananya!” Kris merasa tidak terima. “Tentu saja aku menggunakannya!”

“Tidak bisa!” Gadis itu menggunakan tangan untuk merapikan rambutnya yang terlihat sedikit awut-awutan. “G-gunakan itu pada orang lain kalau begitu! Ini tidak seperti yang kubayangkan, kau tahu?!”

Begitu sang gadis mengambil langkah, buru-buru Kris menahan pergelangan tangannya. Ayolah, Kris tidak bisa membiarkan sumber makanannya pergi begitu saja saat ia sendiri belum kenyang.

“Kau tidak boleh pergi.”

Kembali dwimanik itu membulat. “Kenapa?”

“Aku belum selesai menghisap darahmu!”

“Lalu yang tadi itu?”

“Kau pikir aku bisa tetap menghisap saat kau berteriak sangat keras?”

“Tetap aku tidak mau!” Gadis itu berusaha melepaskan diri, tetapi genggaman Kris terlalu kuat.

“Ini tidak akan lama, dan tidak akan sesakit sebelumnya. Aku hanya perlu menghisap darahmu, tidak lebih.”

Sang gadis terlihat sedang berpikir untuk beberapa saat. Sepertinya ia sedang mempertimbangkan kata-kata Kris.

Namun tampaknya Kris tidak bisa menunggu barang setengah menit lagi. Tanpa pemberitahuan berikutnya, pemuda itu kembali menyandarkan kepalanya di leher sang gadis. Memosisikan mulut tepat di titik luka di mana darah segar masih mengalir.

Ya! Aku belum mengizinkanmu! Hei!”

Gadis itu meronta, berusaha melepaskan diri dari Kris, tetapi tidak dapat. Hisapan pemuda itu terlalu kuat, dan sepertinya Kris tak ada niat untuk melepas mangsanya. Ia terus menerus menghisap, mengabaikan injakan yang diberikan sang gadis, teriakan, bahkan pukulan tas yang menyerangnya.

Tidak bisa. Kris tidak bisa melepasnya begitu saja di tengah ia sedang kelaparan.

“Aduh! Geli … ini menggelikan! Kumohon, berhenti!”

Meski tetap meronta, tetapi sesekali suara tawa geli sang gadis terdengar.

Sekitar dua menit kemudian, ketika sudah merasa cukup, barulah Kris perlahan mengangkat kepalanya. Lidahnya menjilat sisa darah yang mengotori sekitar mulutnya.

Ehm … “ Kris menatap sang gadis agak canggung. “Terima kasih karena telah menolongku tetap hidup. Terima kasih sudah menyumbangkan darahmu untukku.”

“Lalu, bagaimana caramu bertanggung jawab tentang luka ini?” ujar sang gadis dengan nada tinggi. “Lukanya pasti akan berbekas, ya, kan?”

“Tidak akan berbekas,” sahut Kris dengan nada tenang. Seharusnya.

“Baiklah, kupegang kata-katamu. Tetapi kalau sampai bekasnya tidak hilang bahkan untuk satu garis pun,” gadis itu mendekatkan wajahnya pada Kris dan menatapnya lurus-lurus, “aku tak akan melepasmu.”

“B-baik … “

Teringat akan sesuatu, Kris mengeluarkan dua buah plester kecil yang ada di saku jaketnya, lalu menyerahkannya pada sang gadis. “Ini, untuk menutup lukamu.”

Gadis itu meraih plester tanpa berkata apa-apa, kemudian mengambil langkah meninggalkan Kris sendirian. Kris yang bingung dan heran akan tingkah sang gadis.

Masih terngiang di benaknya bagaimana polosnya gadis itu menyerahkan diri sebagai mangsa, tetapi beberapa saat kemudian berteriak kesakitan dan tidak terima. Masih ia ingat pula pengakuan sang gadis tentang bagaimana ekspetasinya terhadap vampir semula.

Satu hal, Kris mendapati bahwa gadis itu menarik.

Dan ia ingin bertemu dengannya lagi.

 

– fin –

A/N

Niatnya ingin bikin vampire tapi yang ada failed failed failed abis! Ga ada feel vampirenya, kacau banget hwhwhwwhw

Anyway, happy birthday to Kris gege. May your coming year surprise you with the happiness of smiles, the feeling of love and so on. I hope you will find plenty of sweet memories to cherish forever.

And, a review won’t be hard, right?🙂

© 2016 Gecee’s Story
(https://gcchristina.wordpress.com/)

One thought on “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] LET ME GO!

  1. Ini cewek kok di gigit vampire malah geli? Gilaak, di tusuk jarum aja sakit, apalagi di tusuk taring!!
    Ini sebenernya yang salah siapa sih??? Kok aku bingung sendiri??????? Jadi pengen ikutan gigit 😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s