[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Still Here -by AYUSHAFIRAA

Banyak yang mengatakan, kalau kita harus memulai sesuatu dari kanan terlebih dahulu. Katanya, kanan lebih baik. Maka dari itu, kuputuskan untuk melihat yang baik-baik dengan mata kananku dan menutup mata kiriku. Kenapa? Karena mata kiriku, berbeda dari mata orang lainnya.

Aku benci itu.

 

STILL HERE

Poster and Storyline presented by AYUSHAFIRAA

Starring Liu Yi Fei as Lee Woohee x Wu Yi Fan as Kris Wu ┘

| Teen || Romance, School-life, Supernatural, Sad |

Disclaimer

Dibuat dengan sepenuh hati, dengan alur cerita hasil khayalan saya sendiri yang didukung oleh beberapa alur pada film jepang ‘Another’, selebih dan sekurangnya berasal dari otak saya. Jika terdapat beberapa kesamaan dengan karya orang lain, itu murni ketidaksengajaan.

 

Wattpad • Kakaostory

 

♫♫ Super Junior – Daydream ♫♫

.

.

.

Gadis itu nampak terdiam di tempat berdirinya saat ini. Semilir angin yang berhembus menyibakkan rambut panjangnnya yang lurus sepunggung. Adegan ini mirip sekali seperti iklan sampo. Baiklah, lupakan masalah iklan sampo.

Kembali ke gadis itu, saat di lihat dari depan, ia tak ubahnya seperti bajak laut wanita yang mengenakan sebelah penutup mata di mata kirinya namun kain penutupnya tidak berwarna hitam, melainkan putih. Sekilas, orang akan menganggapnya mengalami infeksi mata. Tapi yang dialaminya, lebih parah dari itu.

Lee Woohee, 18 tahun. Seorang pelajar kelas 3 SMA yang sejak kecil harus bersahabat dengan kain penutup mata setelah dirinya diketahui memiliki penglihatan mata kiri yang melebihi dari fungsi mata pada umumnya. Dengan mata kirinya itu, Woohee mampu melihat apa-apa yang tak kasat mata dan tidak mampu dilihat orang lain, seperti, hantu misalnya. Untuk itulah, orang tua gadis malang itu memutuskan untuk menutup mata kiri putri semata wayang mereka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Woohee-ya!” kejut lelaki berambut coklat-yang sedikit pirang, teman sekelas Woohee, Kris Wu. Namun sayang, Woohee tak merasa terkejut sama sekali.

“Sedang menikmati angin segar lagi? Kenapa tidak mengajakku?”

“Kenapa aku harus mengajakmu?” tanya Woohee sewot sambil melirik lelaki tinggi blasteran China-Kanada yang kini berdiri di sampingnya.

Panasnya terik matahari menyentuh ubun-ubun keduanya, tentu saja, mereka berdua kini berada di tempat tertinggi yang ada di area sekolah. Di mana lagi kalau bukan di atap sekolah yang sepi? *witwiw!

Bola mata lelaki itu berputar malas, “Daripada kau sendirian, bukan?”

“Kalau ada orang yang menemanimu, kau jadi bisa mengobrol banyak. Kau bisa berbagi cerita dengan mereka yang menemanimu, dan kalau kau kesulitan kau- pft!” telunjuk Woohee menempel di bibir Kris.

“Kau terlalu banyak bicara, Kris!”

“YAK! LEE WOOHEE TUNGGU AKU!”

Hm, kata orang, mereka berdua itu teman tapi mesra. Keduanya saling suka, namun tak pernah sekalipun mengutarakan perasaan masing-masing. Yang perempuan, jaim. Yang lelaki, tak punya nyali. Oh, ayolah! Mau sampai kapan mereka terus seperti itu?-_-

Kris tak mengalihkan pandangannya sedetikpun dari sosok Woohee yang sedaritadi sibuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mereka. Kebetulan, guru tersebut memiliki kepentingan lain sehingga hanya bisa meninggalkan tugas setumpuk untuk kelas mereka.

Woohee yang duduk tepat di belakang Kris membuat Kris harus membalikkan badannya untuk dapat duduk berhadapan dengan gadis cantik yang sedikit pendiam itu.

“Woohee-ya, lihat aku!”

Woohee mengabaikan Kris dan terus fokus pada tugas-tugasnya.

“Yak, Lee Woohee~” panggil Kris dengan nada manja. Lelaki itu sungguh menggelikan.

“Ada apa, Kris Wu?” gadis itu menopang dagunya menatap Kris.

Kris tersenyum lebar.

“Aku selalu penasaran apa ada hantu yang berkeliaran di sekitarku atau tidak. Jadi, maukah kau melakukannya untukku?”

Woohee terdiam, sementara Kris tak henti memohon padanya. Cih! Permintaan konyol! Woohee menjadi ‘bajak laut’ seperti ini juga sengaja untuk menghindari penampakan-penampakan hantu yang tak diterima surga, dan sekarang, lelaki yang disukainya memohon agar ia melihat hantu-hantu itu? yang benar saja!

“Kau tidak mau ya?”

Raut kekecewaan terlihat jelas di wajah Kris. Bagaimanapun, Woohee tidak akan tega melihat Kris yang seperti itu.

Woohee menghembuskan nafasnya kasar, tangan kanannya perlahan mencoba membuka kain penutup mata yang telah lama menutupi mata kirinya.

Bola mata lelaki itu melebar, tak menyangka. Ini adalah pertama kalinya bagi Kris melihat mata kiri seorang Lee Woohee selama 8 tahun persahabatan mereka. Kris tak pernah tahu, kalau ternyata, mata kiri Woohee benar-benar berbeda dari mata orang biasa.

“Jangan terkejut atau aku akan membencimu selamanya.”

“Aku mengerti.”

Tarik nafas, buang.

“Di sebelah kirimu, ada makhluk hitam yang begitu tinggi. Dia terlalu tinggi dan aku tidak mau menenggakkan kepalaku hanya untuk melihat wajahnya.”

“Seorang wanita tanpa wajah sedang memelukmu saat ini. Sepertinya dia sangat menyukaimu.” lanjut Woohee.

Bulu kuduk Kris merinding seketika. Kris terpaku, tak berani bergerak sama sekali.

“Kenapa di kelas kita banyak sekali hantu? Mereka… membuatku mual.”

“Sudah! Sudah! Jangan dipaksakan, Woohee-ya!” ucap Kris saat melihat wajah Woohee mulai pucat.

“Kenapa mereka banyak sekali? Kenapa… kenap…a kenapa mereka… harus melihatku seperti…”

BRUK!

“Woohee-ya!!!”

.

.

.

Pagi itu, Woohee terus mencolek-colek punggung Kris. Namun, sang empunya punggung sama sekali tak meresponnya. Ini sudah hari ke berapa Kris mendiamkannya, Woohee mulai putus asa. Tanpa tahu kesalahannya apa, Kris menghukumnya seperti ini. kalau dipikir berulang kali, Kris jahat sekali.

“Yak! Kris Wu! Sebenarnya ada apa denganmu? Aku salah apa?”

“…….”

“Yak! Kau dengar aku atau tidak?!”

Woohee mendengus kesal. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, gadis itu menggeplak kepala Kris keras-keras hingga lelaki tinggi itu meringis keras dan menoleh ke arahnya untuk sekejap. Ya, hanya sekejap, karena setelah itu, Kris memilih untuk keluar dari kelas meski kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.

“Ada apa denganmu, Kris?” gumam Woohee, menyedihkan.

.

.

.

“Kris! Kris! Kris Wu!” panggil Woohee sedikit berteriak.

GREP!

Tangan kecil Woohee akhirnya bisa menahan tangan Kris agar tidak terus berjalan cepat menjauhinya.

Kris terdiam.

“Kau ini kenapa?! Apa yang salah denganku sampai kau begitu teganya menjauh dariku?!”

“Bukan… bukan kau, Woohee-ya.” Akhirnya, Kris angkat bicara.

“Apa maksudmu?” dahi Woohee mengkerut, bingung.

“Aku yang salah karena telah memulai semuanya. Persahabatan kita itu salah. Aku tidak seharusnya berteman dengan gadis aneh sepertimu. Kita… tidak seharusnya bertemu.”

Tes! Airmata Woohee menetes begitu saja tanpa seijinnya. Kata-kata yang ia dengar baru saja dari mulut seorang Kris Wu benar-benar menusuk tepat ke hatinya. Menyakitkan.

“Lelaki brengsek! Aku benci padamu!”

Woohee berlari meninggalkan Kris dengan airmata yang mengalir membasahi pipinya.  Kris juga sakit, sakit melihat Woohee harus menangis karena dirinya. Mungkin, inilah cara terbaik yang bisa dilakukan Kris untuk menebus dosanya pada Lee Woohee.

 

[Flashback]

 

PLAK!

Di koridor sebuah rumah sakit, semua mata tertuju pada seorang pria paruh baya yang menampar pipi seorang siswa SMA, mereka tak lain adalah Ayah Woohee dan Kris. Tamparan keras dari tangan besar ayah Woohee mampu membuat sudut bibir Kris berdarah. Ayah Woohee marah besar setelah tahu apa yang telah terjadi pada anaknya merupakan kesalahan bodoh anak lelaki tinggi itu.

“KAU PIKIR SIAPA DIRIMU, HUH?! AKU DAN IBU WOOHEE SAJA TIDAK PERNAH MEMAKSANYA UNTUK MELIHAT HAL-HAL YANG TIDAK INGIN DILIHATNYA! DAN KAU?! KAU BOCAH INGUSAN YANG TIDAK MENGERTI PENDERITAAN WOOHEE-KU DENGAN BODOHNYA MEMOHON AGAR WOOHEE-KU MELIHAT SEMUANYA?!” suara Ayah Woohee meninggi, emosinya sudah tidak bisa diredam lagi.

“Sungguh, maafkan aku, Tuan Lee.” Kris terus membungkuk berulang kali, meminta maaf atas apa yang telah terjadi pada Woohee meski ia sendiri tahu maaf saja tidaklah cukup.

“Menjauhlah dari Woohee-ku! Dengan begitu, tidak akan ada lagi yang memaksanya untuk membuka penutup matanya!”

Menjauh.

Menjauh..

Menjauh…

Kris meremas ujung seragamnya kuat-kuat,

“Baiklah, aku akan menuruti perkataanmu, Tuan.”

 

[Flashback End]

 

“Maafkan aku.”

.

.

.

Kris tersentak kaget saat salah seorang di antara teman sekelasnya memberitahu kalau Lee Woohee baru saja mengalami kecelakaan yang entah disengaja atau tidak yang jelas mobil milik gadis itu ditemukan ringsek dengan tubuh gadis itu yang terjepit diantaranya. Menurut temannya yang lain yang menjadi saksi mata, sambil menangis Woohee sengaja menabrakkan mobilnya ke tiang beton jalanan.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?! KENAPA TIDAK LANGSUNG MENOLONGNYA?!” teriak Kris pada petugas kepolisian dan beberapa petugas medis yang terlihat hanya menonton Woohee yang sedang sekarat di mobilnya.

“Dia menolak untuk dievakuasi. Katanya, dia sedang menunggu kedatangan temannya yang bernama Kris.” Jelas salah satu petugas medis.

“Dasar gadis bodoh!”

Tanpa ba-bi-bu lagi, Kris menerobos garis polisi, menghampiri mobil Woohee.

“Woohee-ya!!! Woohee-ya, ini aku!!! ini aku Kris!!! Woohee-ya!!!”

Dengan darah segar yang terus mengalir dari kepalanya, Woohee mencoba untuk membuka mata. Melihat sosok Kris lagi membuatnya benar-benar bahagia. Airmatanya menetes, airmata bahagia, Kris datang, lelaki itu datang untuknya.

“Akhirnya… kau datang.” Lirih Woohee dengan senyuman mengembang. Kepala gadis itu bersandar pada stir mobilnya.

“Kau tidak menjauhiku lagi, aku… senang sekali.”

“Berhenti bicara, gadis bodoh! Kau harus selamat!”

.

.

.

Konsep 1. 06/11/15.

Woohee-ya, apa kabar? Kau baik-baik saja bukan? Maafkan aku karena tidak bisa mengirimimu pesan lagi setelah ini, aku akan sangat sibuk sekali dengan duniaku yang sekarang. Jangan benci aku ya, aku tidak mau mendengarmu membenciku lagi.

Konsep 2. 06/11/15.

Hey, kalau aku mengatakan hal-hal seperti ini lewat pesan sepertinya aku tidak punya nyali sekali ya? Aku mencintaimu tapi aku tidak mampu untuk mengakui perasaanku padamu. Lee Woohee, aku mencintaimu.

Konsep 3. 06/11/15.

Maafkan aku… aku sungguh tak ingin meninggalkanmu, Woohee-ya. Aku tak sanggup meninggalkanmu. Aku tlah mencobanya tapi aku tetap tidak bisa, aku tidak bisa jauh darimu. Aku ingin terus bersamamu, Lee Woohee.

 

Gadis yang memakai penutup mata di mata sebelah kirinya seketika membisu di atas kursi rodanya. Digenggamnya sebuah ponsel merek ternama yang sudah terkotori oleh darah kering, sebuah ponsel yang tak lain adalah milik Kris Wu. Gadis itu, Lee Woohee yang sudah lulus dari sekolah tingkat menengah atasnya.

Dalam sebuah surat sekitar setahun yang lalu, Kris menyuruhnya untuk datang ke sekolah dan mengecek apa yang ada di dalam loker milik lelaki itu setahun kemudian. Saat ini, tanggal 6 bulan 11 tahun 2016, Woohee datang dengan harapan ia bisa kembali bertemu dengan lelaki itu namun ternyata itu hanya harapan kosong belaka.

Kris meninggal, tepat setahun yang lalu, dan Woohee baru tahu tentang hal itu dari petugas kebersihan sekolah yang menyaksikan sendiri betapa lelaki yang ia cintai sekarat di depan loker sekolah.

“Siswa itu datang ke sekolah dengan wajah pucat dan memohon pada saya untuk menuntunnya menuju lokernya. Dia tampak tidak sehat. Dan ternyata benar, siswa itu tak lama muntah darah dan jatuh terkapar di depan loker. Dia meminta saya untuk menaruh ponsel itu di lokernya dan memberi amanat kepada saya untuk tidak memberikan kunci loker itu pada siapapun kecuali siswi bernama Lee Woohee, itu pun setelah satu tahun.”

Begitulah katanya. Kris mengalami komplikasi parah setelah mendonorkan darah untuk Woohee yang saat itu kehilangan banyak darah setelah mengalami kecelakan fatal. Kris hanya mampu bertahan selama beberapa hari dan lagi, dengan tega-teganya ia menyuruh semua orang di sekeliling mereka untuk merahasiakan kepergiannya untuk selamanya itu dari Woohee sejak jauh-jauh hari. Semuanya, sudah Kris rencanakan dengan baik.

“Jadi ini yang kau inginkan, Kris?” bulir airmata lagi-lagi jatuh dari pelupuk mata Woohee.

“Baiklah, kalau itu memang maumu.”

Woohee memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Dengan sebelah tangannya, ia membuka penutup mata kirinya dan kembali memasangkan penutup mata itu, namun kali ini, ia memasang kain berwarna putih itu untuk menutupi mata kanannya. Gadis itu sudah memutuskan, ia akan hidup dengan mata kirinya, selamanya.

Dia… masih di sini, bersamaku.

 

니가 떠난 날부터 조금씩 추락한다
(Sejak hari kau meninggalkanku, perlahan-lahan aku
runtuh)
다시 One more time
(Sekali lagi, sekali lagi)
이렇게 끝난다니 믿을 수가 없는걸요
(Bagaimana bisa berakhir seperti ini? Aku tak bisa
mempercayainya)
고작 정도로 많았던 약속들은 어떻게 어떻게
(Berapa banyak janji yang tak terhitung, apa yang harus
kulakukan? Apa yang harus kulakukan?)
Super Junior – Daydream.

 

STILL HERE.

6 thoughts on “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Still Here -by AYUSHAFIRAA

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s