[EXAC’T SERIES] She’s Dreaming

sh

Title : She’s Dreaming [EXACT Series]
Author : kaisoo_wife
Main cast : Luhan , Shim Jaeyoung (OC)
Genre : Romance
Rating : PG-21
Length : Oneshoot

 

A night thick with moonlight , It’s our only time together …
Enjoy it !
Semua warna tampak menyilaukan—dengan langit biru tak berawan, aroma rumput segar di pagi hari, serta batang pohon Sycamore yang menjulang tinggi tumbuh di tepi sungai jernih.
Rasanya hangat.
Sangat hangat.
Namun Jaeyoung segera menampik semua kenyataan itu ketika merasakan tubuhnya basah.
Dia kedinginan.
Meskipun tahu bahwa musim telah berganti ke musim panas, Jaeyoung tidak mampu menikmati hangatnya sinar mentari.
Pasti ada yang salah disini.
Ya.
Tak lama kemudian Jaeyoung berhasil menemukan jawaban yang tepat setelah selesai memperhatikan keadaan sekitar.
Dia sedang berada di sungai yang luas. Tanpa sehelai benang pun.
Dan dia tidak sendirian.
“Shim Jaeyoung … “
Seorang pria berambut blonde datang menghampirinya. Wajah tirus yang rupawan, mata yang menarik, bibir tipis merah muda, serta senyum yang menggoda.
“Kemarilah . “ pria itu menarik tangan Jaeyoung hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua.
“Ak-aku tidak bisa berenang . “ Jaeyoung menahan nafas , jantungnya berdegup kencang saat menyadari bahwa pria itu juga dalam kondisi tubuh yang sama dengannya.
“Sssttt … kau tidak akan tenggelam. Percayalah. “ pria itu tertawa pelan lantas mengangkat kedua kaki Jaeyoung melingkari pinggangnya. Mengalungkan kedua lengan gadis itu pada lehernya dan memeluk tubuh polosnya erat-erat.
Seketika itu juga Jaeyoung merasa dirinya menghangat. Dia benar-benar terbakar dari ujung rambut sampai ujung kaki . Darahnya berhenti mengalir ke kepala hingga otaknya tidak bisa lagi berfungsi dengan baik.
“Bagaimana jika ada yang melihat—“
“Tidak ada orang lain disini selain kita . “ sela pria itu pelan, berusaha meyakinkan.
Kedua dahi mereka bersentuhan. Pria itu menggerakkan wajahnya ke depan dan bernafas tepat di depan bibir Jaeyoung. Mata terkunci pada bibir gadis itu seolah meminta izin agar dibiarkan menciumnya.
“Bolehkah aku… “
Jaeyoung kesulitan menghirup oksigen. Kelopak matanya terasa berat . Aroma tubuh pria berkulit pucat yang berada dekapannya telah berhasil menyebarkan racun ekstasi.
“Kiss me .” bisiknya diluar kendali . Kemudian menutup kedua mata sepenuhnya saat merasakan bibir pria itu mendarat di atas bibirnya. Terus menjelajah ke garis rahang , leher , hingga terus turun ke bawah.
Jaeyoung tidak yakin dia bisa bertahan lama hingga akhirnya …
“ HAH ! “ Jaeyoung tersentak dengan nafas tersengal. Dada naik turun seiring dengan usahanya menyeimbangkan pasokan udara ke dalam paru-paru.
Shit.
Untuk kesekian kalinya dalam beberapa minggu terakhir, dia selalu terbangun dalam keadaan tubuh dipenuhi keringat dan pikiran yang kacau. Perasaannya bergemuruh dengan hormon yang meluap-luap.
Ini sungguh tidak sehat.
Mimpi erotis itu datang lagi. Mengganggu tidur tenangnya hingga membuat Jaeyoung yakin bahwa dia harus segera berkonsultasi dengan dokter sexsolog jika tidak ingin dirinya tampak seperti seorang maniak idiot.
Ya. Harus .
“ Xi apa ? “
“Xi Luhan . “
“ Chinese? “
“ Hu-um. Dan dia dokter.”
“ Pria? “
“ Yes, honey. Why?”
Jaeyoung terdiam sesaat. Memijat pelan batang hidungnya seraya melemparkan tatapan gusar keluar jendela.
Para pejalan kaki berlalu-lalang di depan cafe, mengenakan pakaian berlapis untuk menghalau udara musim gugur.
“Apa kau berniat menjatuhkan harga diriku, Seo Yeji? Aku tidak mungkin menceritakan keluhan mimpiku padanya. Ini aib wanita ! ”
“ Tapi cuma dia satu-satunya dokter terbaik di Seoul yang Jongin kenal. Lagipula dia sudah sepakat tidak akan menarik bayaran karena kau adalah teman dari istri sahabatnya. Bukankah aku jenius? “
“ Oh, jenius sekali. Tolong katakan pada suamimu bahwa aku akan menendang bokongnya jika sampai dokter itu menganggapku sebagai seorang sexfreak-young-lady. “
“Aku yang akan mewakilkanmu kalau itu memang terjadi.” gelak Yeji dari sana.
Jaeyoung langsung memutuskan sambungan dengan wajah kesal. Dia harus duduk menunggu sekitar lima belas menit di cafe itu untuk melakukan tatap muka dengan seorang dokter sexsolog yang bernama Xi Luhan— seorang pria chinese , dan merupakan sahabat Jongin.
Oke baiklah. Dia pasti bisa melakukannya.
Demi menghilangkan mimpi mengerikan itu, dan demi menyelamatkan sisa-sisa kehormatannya sebagai seorang wanita muda yang belum pernah menjalin hubungan intim dengan pria manapun.
Atau mungkin juga dia harus— pergi. Lenyap dan menghilang dari permukaan bumi ini secepatnya.
Jaeyoung mendadak kaku.
Seorang pria berparas manis dan berkulit pucat melangkah santai menuju mejanya. Mengenakan sweater putih rajutan, celana jeans hitam, serta coat coklat tebal sepanjang lutut.
“Hei . “ sapanya ringan. Mulai menarik kursi dan duduk tenang dihadapan Jaeyoung .
Jaeyoung masih mematung. Satu-satunya hal yang menjadi titik fokusnya pada saat itu adalah rambut blonde si dokter serta garis-garis lembut wajahnya.
“Apa kau nona Shim Jaeyoung?”
Jaeyoung mengangguk tanpa tenaga. Mata tidak berhenti meneliti wajah pria didepannya.
“Kau … dokter Xi Luhan?”
Pria itu menyeringai kecil. “Ya. Seo Yeji sudah memberitahuku posisi pertemuan kita, dan dia juga turut menjelaskan ciri-cirimu padaku secara detail. Makanya aku bisa menemukanmu dengan cepat.“
“Oh . “
Hanya itu yang mampu Jaeyoung ucapkan. Otaknya masih sibuk mencerna situasi karena mendapati bahwa pria yang sedang duduk dihadapannya kini adalah sosok yang sama persis dengan pria yang ada di dalam mimpinya.
“Jadi apa masalahmu , nona Shim?” tanya Luhan. Memegang ballpoint di tangan kanan dan menyiapkan sebuah buku catatan kecil di atas meja.
“Aku bermimpi tentangmu.” Jawab Jaeyoung datar , seperti robot yang terkena malfungsi kinerja mesin. Mata tidak berkedip sedikitpun.
“Kau memimpikanku? “Luhan sontak mengangkat pandangan dari lembaran kertas yang sedang dia tulis mengenai identitas Jaeyoung. Seulas senyum jahil terbentuk di bibirnya.
“ Hal macam apa yang kau mimpikan hingga harus berkonsultasi dengan dokter sexsolog , nona Shim?”
Pipi Jaeyoung menghangat. Dia tidak bisa bohong karena jawabannya sudah pasti sangat jelas.
“Kita … berenang. “ jawabnya hati-hati.
“Berenang? “ Luhan menaikkan alis matanya takjub. “ Apa kita mengenakan pakaian?”
“A-apa?”
“ Ini adalah bagian terpenting dari mimpimu. Apa yang kita lakukan selain berenang? ” Goda Luhan. Entah kenapa dia langsung tertarik melihat rona merah yang tak kunjung hilang dari wajah Jaeyoung.
“ Bukankah seharusnya kau memberikanku solusi untuk menghilangkan mimpi buruk itu? Aku sudah menderita selama satu bulan! “
Jaeyoung merasa tidak nyaman di tempat duduknya. Tatapan intens yang dia terima terlalu mengintimidasi.
“Solusi … “
Tiba-tiba Luhan memajukan tubuh kedepan, menopang dagu dengan sebelah tangan dan tersenyum manis pada Jaeyoung.
“ … mungkin kita harus mulai berkencan setelah ini agar aku berhenti menghantui mimpi-mimpi indahmu setiap malam, nona Shim. Bagaimana menurutmu?“
Jaeyoung kembali mematung. Pikirannya mulai dikuasai oleh hal-hal yang lain.
Dia tidak akan menendang Kim Jongin.
Dia akan menghabisi pria itu.
END

2 thoughts on “[EXAC’T SERIES] She’s Dreaming

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s