[EXAC’T SERIES] One and Only

on

Title: One and Only
Author: L.Kyo♪ [IG: ireneagatha_]
Artworker: Vincyterix@PosterChannel
Cast: Shin Gaeun(OC/YOU), Park Chanyeol (EXO)
Genre: Comedy, Fluff, Romance
Rating: PG-15
Lenght: Ficlet
Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

One and Only

“Playboy sepertimu, apa yang kau tahu tentang kesetiaan?” Gaeun nyerocos tak henti-hentinya. Bahkan lelaki yang duduk –tak sopan- dihadapannya malah mengulum permen karetnya santai lalu meniupnya hingga suara –poop- tanda permen karet itu meletus.
“Tentu saja aku paham Shin”. Berselang kemudian Chanyeol turun dari meja Gaeun dan mensejajarkan pandangan pada Gaeun yang menatap lelaki itu seolah malas. “Berhentilah menggodaku seolah-olah kau adalah kekasihku. Dasar tak tahu diri!” Gaeun beranjak, mengambil buku dimeja dan pergi.
Chanyeol terdiam sesaat lalu tertawa kecil. Bukan senyuman manis melainkan ada maksud lain dibalik itu semua. “Beginikah ditolak wanita?” Chanyeol menggelengkan kepalanya frustasi.
***
“Chanyeol itu tampan!”
“TIDAK!”
“Chanyeol itu sangat populer!”
“AKU TIDAK BUTUH ITU!”
“Chanyeol tinggi dan keren!”
“MEMANG KEUNTUNGAN APA YANG AKU DAPAT?”
Jimin terdiam saat berulang kali ia mendapatkan beberapa pernyataan dengan nada dan suara yang lantang tanda tak adanya persetujuan didalam Gaeun. “Lelaki playboy itu istimewa. Kau tahu, jika mereka menemukan sesosok gadis yang benar-benar membuat dada mereka berdegup kencang, kau harus ingat! Mereka tidak akan pernah melepaskannya begitu saja”. Ucap Jimin.
Gaeun hanya menaikkan sebelah alis. “Lalu?” Gadis itu seolah tak peduli dan melanjutkan menonton film di tabletnya. “Ya Tuhan! Itu artinya 1:100 wanita dan kau adalah pemenangnya!”. Gaeun berdesis lalu mengganti posisinya memunggungi Jimin.
Gadis berkepang dua itu pun tak tinggal diam, bahkan ia mengambil tablet itu hingga sang empunya melotot. “Sudah kukatakan. Aku tidak mau dengan lelaki brengsek itu. Aku lelah dengan semua celoteh dan rayuan busuknya”. Gaeun murka dan mulai bersiap menyiapkan pedang amarahnya.
Jimin menggaruk tengkuknya dan meletakkan tablet Gaeun. “Aku menyerah. Tapi kau harus ingat! Aku berani bertaruh juga! Dia sangat menyukaimu. Suatu saat kau akan mempercayaiku. Kau adalah satu, satu dari kesekian wanita yang berada disekitarnya. Kau adalah yang paling bersinar, ha – nya ka – u!” Jimin mengejanya dengan sangat sempurna. “Aku ingin menyumpal mulutmu!”
***
“Hei!” Chanyeol mengikuti bak seekor anjing yang mengajar majikannya. “Hei!” Lagi, Chanyeol mencari sebuah perhatian. “HEI!” Karena merasa diabaikan, akhirnya ia mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu membuat Shin Gaeun memandangnya dengan mata merah. “Berhenti mengikutiku. Parasit!”
Oh yaampun, betapa lara dan pilunya Park Chanyeol saat ia disebut-sebut sebagai “PARASIT” lagi. “Tunggu! Berhentilah berpikir bahwa aku adalah pria terbrengsek. Kau tidak tahu apa yang aku lakukan selama ini? Apa kau pernah melihatku mengejar seseorang seperti ini? Kau tidak lihat aku berbeda sekarang?” Pada akhirnya kesabaran Chanyeol sudah diambang batas.
Namun gadis itu hanya menatap Chanyeol datar. “Sayangnya aku tidak peduli tentang perubahanmu!” Gaeun meremat bukunya lalu berlalu. “Lalu bagaimana caranya agar kau mempercayaiku? Kau ingin aku melakukan apa? Makan cabe? Kau tahu kan aku tidak suka pedas? Aku siap melakukannya!” Chanyeol menelan salivanya ketika ia mengatakan itu diluar alam bawah sadarnya.
Memakan cabe utuh? Heol. Bahkan makan nasi goreng buatan Pamannya beberapa waktu lalu saja sudah membuat keringatnya bercucuran. “Apapun?” Gaeun akhirnya berbalik. Dan lelaki itu menggangguk ceria. “Tck, aku tidak tertarik! Lupakan saja”. Gaeun berbalik meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri mematung.
“Apa orang sepertiku tidak boleh menjadi lebih baik?” gadis itu berhenti ketika Chanyeol membuka suaranya lagi. “Lalu apa aku melakukan hal dosa besar jika aku benar-benar mencintai seorang wanita? Aku mencoba mengungkapnya namun aku juga merasa hancur ketika gadis yang aku sukai malah menghindariku!”
Gaeun menahan nafasnya, mencoba untuk tak berbalik. “Aku tahu, aku adalah lelaki brengsek. Kau benar, aku adalah lelaki playboy dan aku memang mempermainkan mereka. Dan aku rasa mendapatkan karma sekarang. Sekarang aku yang merasa dicampakkan! Menyedihkan sekali”. Ucap Chanyeol lirih.
“Bagus jika kau tahu tentang perasaan itu. Jangan menyalahkan orang lain karena semua orang dan bukan hanya aku yang melihat sisi luarmu seperti ini. Kau tidak berhak mengatakan padaku bahwa aku seolah-olah menganggapmu dosa besar. Semua juga akan berpikiran sama. Bahkan setiap katamu dan ahh.. bahkan jika itu bukan gombalan sekalipun, telingaku terdengar geli jika mendengar suaramu. Mungkin aku terlalu banyak menerima semua rayuan gombalmu”. Penjelasan panjang lebar dari Gaeun membuat bola mata Chanyeol ingin keluar rasanya.
“Ya! Kau … kau benar-benar …” Gerah rasanya, gerah hingga Chanyeol melepas topinya. “Dengar baik-baik!” Langkah Chanyeol melebar hingga gadis itu memundurkan langkahnya. “Jaga jarakmu! Mundur!” Gaeun mendorong dada Chanyeol menjauh. “Lihat! Kau bahkan memperlakukanku seperti ini. lalu bagaimana kau bisa melihat kebaikanku ini? Kau akan menyesal!” Chanyeol protes.
Gaeun hanya mendegus lalu membuang muka. Baiklah, dia memang terlalu naif. Oh Tuhan, kita lupa bahwa Shin Gaeun tak pernah didekati pria. Didekati pria pun ia terlihat uring-uringan. Risih dan tentu saja bingung apa yang dilakukan selanjutnya. “Aku tidak tahu. Sudah jangan menggangguku. Aku tidak mau berurusan dengan playboy sepertimu”.
Tidak mau tahu dan tetap prinsip monoton itulah yang membuat Chanyeol jengah. “Kalau begitu, kau mau jadi pacarku? Aku akan menunjukkan perubahan dan aku yakin kau akan berubah pikiran tentangku?” Gaeun melongo dengan apa yang baru saja ia dengarkan. “Apa? Menjadi pacarmu? Heol!” Gadis itu melenggang pergi namun sentuhan hangat meremat jemarinya membuat tubuhnya serasa tersengat.
Untuk pertama kalinya ia disentuh pria ditelapak tangan, bagian tubuh paling sensitif yang bisa saja membuat jantungnya berhenti berdetak. “Kau lihat? Begini saja kau sudah deg-deg an. Apalagi berpacaran denganku! Dijamin cuma kau yang hanya dipikiranku. Bahuku siap untuk menjadi sasaranmu!” PLAK! Pipi Chanyeol merah padam.
Demi Tuhan, Chanyeol terbelalak kaget luar biasa. “CHANYEOL-AH! AKU AKAN MEMBUNUHMU SETELAH INI!” Pipi Gaeun merah padam, matanya memerah menahan malu yang teramat. Mungkin ini layaknya lelucon tapi sungguh bagi Gaeun ini suatu hal yang seharusnya ia tak rasakan secepat ini. Gaeun melenggang pergi meninggalkan Chanyeol yang berdiri menggaruk tengkuk lehernya.
“Dia polos sekali”. Lelaki itu menggaruk tengkuk lehernya lalu tampak sederetan giginya yang rapi. “Ini bagus”. Ia memandang tangannya sendiri lalu menatap punggung Gaeun yang berjalan terburu disana. “Gaeun-ah! Tunggu aku!”

-FIN-

Like Fanspage EXO Fanfiction Facebook

6 thoughts on “[EXAC’T SERIES] One and Only

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s