[EXAC’T SERIES] Monster

mo

Author : Cantikapark61
Main cast : DO KYUNGSOO
Genre : Romance, Psycho,
Rating : General
Lenght : Oneshot
Disclamer : THIS STORY IS PURE FROM MY MIND. PLEASE DON’T BE A PLAGIARISM.

HAPPY READING ALL ^^

Fuck you!”
Kyungsoo menoleh ketika mendengar umpatan yang tergolong kasar memasuki gendang telinganya. Di depannya saat ini, terlihat seorang gadis cantik yang meremas ujung sweater-nya dengan tatapan takut-takut. Bukan. Bukan gadis itu yang mengumpat, tetapi seorang gadis lain yang menatap gadis itu nyalang.
Kyungsoo mengenal gadis cantik yang takut-takut itu. Kang Hana namanya. Mereka berada dalam satu kampus dan jurusan yang sama, namun jarang berbicara satu sama lain. Well, gadis itu begitu tertutup, polos, dan pendiam. Berbeda dengan Kyungsoo yang terkenal ramah, baik hati, dan terbuka.
“Maafkan aku.”
Bodoh. Kyungsoo mengumpat.
Sebuah maaf tidak akan menyelesaikan masalah bukan?
Gadis itu menerima sebuah tamparan yang keras di pipi kanan, membuat kepalanya tertoleh ke kiri. Semua orang menghentikan kegiatannya dan lebih memilih menonton pertunjukkan keren yang berada di sudut ruangan. Tentu saja mereka lebih tertarik akan kekerasan daripada skripsi atau tugas yang belum kunjung selesai.
Gadis keji itu –Yoon Dae Ra- tetap menyudutkan Hana dengan tangan besinya. Sedangkan Hana sendiri menunduk ketakutan seraya menggigit bibirnya kuat.
Jika gadis itu hanya menunduk, apakah masalah akan selesai? Tidak.
Gadis itu bahkan kembali ditampar dengan keras berkali-kali. Tak ada yang menolong karena Hana memang tak memiliki teman. Sekalipun menolong, mereka akan kena imbasnya. Dae Ra adalah anak dosen. Lantas, apakah masalah akan terselesaikan?
Kyungsoo bangkit dari duduknya dengan decitan pelan –namun dapat membuat semua kawannya menatap ke arahnya, termasuk Hana dan Dae Ra. Ia berjalan perlahan ke arah mereka –kedua gadis itu- dengan kedua tangan yang berada di saku. Pemuda itu melemparkan senyum kecil lalu menarik sebuah kursi yang berada di pojokan –tepat berada di samping mereka. Kyungsoo menduduki kursi itu tanpa membalikkannya lalu melipat kedua tangannya di sandaran kursi seraya bertopang dagu. Semua orang mengernyitkan dahinya atas tindakan Kyungsoo. Cari mati eh?
“Lanjutkan saja, aku akan tutup mulut.”
Dae Ra mendengus kecil lalu menatap tajam Kyungsoo yang membawa sebuah ponsel. “Lalu mengapa kau merekamku? Ingin melapor?”
“Tentu. Tidak dengan mulut tetapi lewat video. Ini termasuk pelanggaran HAM, neo arra?”
Gadis itu mendecih lantas bersedekap dada yang otomatis menanggalkan kegiatannya mencengkram bahu Hana. Kyungsoo bisa melihat jika Hana menghembuskan napasnya lega.
“Lakukan saja, aku tidak takut!” Gadis itu mendongakkan dagu lalu menunjuk Hana ketika berkata, “Aku tak salah, dia yang salah!”
Hana menjengit kaget lantas menggigit bibirnya takut. Astaga gadis itu! Dia hanya diam tak berkata apapun sedari tadi. Setidaknya bantu Kyungsoo di sini!
Kyungsoo menghembuskan napasnya perlahan lalu mengangkat kedua tangannya ke udara –tanda akan mengalah. “Oke-oke. Lakukan apa yang kau mau. Semua orang melihatmu Han Dae Ra, melihat keburukanmu,” ujarnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Hana. “Hana-ssi. Jika bersalah katakan maaf dan lakukan sesuatu, bukannya berdiam diri menerima tamparan seperti itu. Namun, jika kau tidak bersalah katakanlah tidak. Jangan mau direndahkan orang lain. Semua orang tahu jika kau tak bersalah disini.”
Bukannya terperangah, gadis itu malah mendesis pelan. “Jika semua orang tahu dan aku mengatakan tidak, apakah mereka akan membantuku? Mereka bahkan hanya melihatku terpojok yang hampir menangis di sini. Setidaknya, aku tidak dikeluarkan dari universitas ini. Apakah mereka akan membelaku nanti? Apakah mereka akan menangisiku ketika aku pergi?” Hana mendecih pelan. “Tidak. Tidak akan ad-”
“Aku. Aku akan menolongmu. Aku tahu apa yang orang lain tak tahu tentangmu.”
Hana terperangah. Gadis itu bergeming di tempatnya seraya memandang Kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun, pemuda itu tahu sesuatu akan tatapan itu.

There’s curiosity in your eyes, you’ve already fallen for me

Setelahnya, Kyungsoo meninggalkan kelas dengan sebuah senyuman.

MONSTER

–CANTIKAPARK PRESENT at 2016–

Setelah kejadian itu terjadi, Kyungsoo tak mendengar kabar apapun. Maksudnya, Ia tak mendengar kabar jika Hana dikeluarkan ataupun kabar jika gadis itu berlutut meminta maaf. Kyungsoo berusaha tak acuh akan hal itu namun ketika mendengar kabar yang berhembus saat kelas belum dimulai tadi, pemuda itu mulai memikirkannya. Dae Ra menikah, hamil katanya.
Ah, sebab itukah Dae Ra memarahi Hana? Berusaha agar gadis itu menutup mulutnya? Atau memang beritanya telah menyebar dan Hanalah yang menyebarkannya?
Kyungsoo kira Dae Ra mempermasalahkan akan hasil tugas kelompoknya yang buruk karena ulah Hana padahal semua mahasiswa jurusannya tahu jika Dae Ra tak membantu apapun. Ah, atau karena Hana mengetahui sesuatu yang dapat menjadi kartu as untuk melawan Dae Ra, ia di-bully?
Okay, lupakan masalah itu. Yang membuat Kyungsoo mengangkat salah satu alisnya saat ini adalah Hana berada di depannya dengan sebuah senyuman tulus yang entah mengapa membuat hati Kyungsoo berdesir. Astaga, perasaan apa ini?

Why is my heart racing?

“Terimakasih.”
“Untuk?”
Gadis itu menundukkan wajahnya, tersenyum malu. Oh My, Kyungsoo menyukai tingkah malu-malu gadis itu. “U-untuk semuanya.”
“Memang apa yang kulakukan?”
Kyungsoo berusaha memancing Hana agar berkata lebih, namun gadis itu hanya menunduk malu. Membuat Kyungsoo gemas untuk mengangkat dagu gadis itu agar melihatnya. “Menyadarkanku tentang sesuatu.”
“Merendah bukan berarti kalah dan menjunjung harga diri bukan berarti kita sombong atau menang.” Hana mengangkat kepalanya lantas berbicara, “Tetapi terkadang, akan ada yang menderita di balik kemenangan atau kekalahanmu.”
“Itu sebabnya kau hanya diam ketika disiksa?”
“Diam tak berarti aku salah.”
“Tetapi diam membuat semua orang beranggapan kau salah.”
Kyungsoo tertarik dengan gadis ini -sungguh. Hana begitu pandai membantah perkataannya, namun kenapa kemampuan bersilat lidahnya tak digunakan untuk melawan Dae Ra?
Kyungsoo dapat melihat sebuah senyuman samar terukir di bibir gadis itu sebelum lenyap ketika karbon dioksida telah keluar dari mulutnya.
“Kau tahu alasannya.”
Kyungsoo mengangguk. Ia memang tahu alasannya. Otaknya pintar, selalu juara satu di kelas. “Tentu. Aku bahkan tahu lebih banyak tentangmu.”
Kali ini giliran Hana yang menukikkan alis. “Apa maksudmu?”
“Kau bahkan lebih pintar dariku,” sahut Kyungsoo. “Jadi, bisakah kita berteman?”
Hana semakin menaikkan alisnya tinggi lalu tersenyum lebar setelahnya. “Tentu saja!”
Senyuman itu, Kyungsoo menyukainya.

She got me gone crazy. Why is my heart racing?

You’re beautiful, my goddess. But you’re closed up, yeah yeah

I’ll knock so will you let me in?

I’ll give you a hidden thrill

Hubungan mereka semakin dekat tiap harinya semenjak Kyungsoo menawarkan sebuah pertemanan. Gadis itu menyukai Kyungsoo –telah terlihat jelas di matanya. Jika kalian mengenalnya lebih dekat, gadis itu hangat, namun sayangnya tertutup. Dia menyukai Kyungsoo, namun tak pernah mencoba untuk membuat hubungan mereka lebih dekat. Malahan, Kyungsoo yang semakin gencar mendekati Hana. Gadis itu begitu tertutup. Seperti menyembunyikan sesuatu atau takut akan sesuatu.

There’s curiosity in your eyes, you’ve already fallen for me

Don’t be afraid, Love is the way, Shawty I got it.

You can call me monster

Namun, pada tanggal 17 September 2016 hari ini, Kyungsoo berhasil mendapatkan gadis itu. Hana menerima ajakan kencannya. Pemuda itu bukan main senangnya ketika Hana menganggukkan kepalanya tanda kesetujuaannya.
Awal berkencan, mereka seperti pasangan pada umumnya. Bercerita di sembarang tempat, nonton bioskop, bergandengan tangan setiap kali jalan bersama, dan selalu menyempatkan diri untuk makan siang ataupun malam bersama.
Hingga tiga bulan kemudian, sikap Hana berubah. Kyungsoo tak tahu apa penyebabnya. Hana tiba-tiba menjauh secara perlahan. Selalu menolak ajakan Kyungsoo dan melengos pergi ketika mendapati Kyungsoo ada di sampingnya. Terkadang, Kyungsoo juga mendapati gadis itu menatapnya bengis dan kecewa. Sebenarnya, ada apa?
Apakah kalian bisa menebaknya?
Kyungsoo meraih tangan Hana ketika gadis itu lagi-lagi akan membelok ke lorong lain ketika bertemu Kyungsoo, lantas pemuda itu menarik tangan Hana kasar hingga menuju ke taman belakang kampus.
Pemuda itu geram akan tingkah Hana. Gadis itu menghindar tanpa mau menjelaskan apapun. Bertingkah seperti dahulu lagi, dingin dan tak acuh padahal ketika mereka berkencan, Hana begitu hangat. Telah seminggu lamanya Hana tak mengacuhkannya dan seminggu itu pula Kyungsoo berusaha untuk bersabar. Namun kali ini, pemuda itu kesal. Hana berbicara dengan pemuda lain. Okay, katakan saja jika Kyungsoo adalah pencemburu berat karena memang benar seperti itu kenyataannya. Hana tak pernah berbicara dengan laki-laki selain Kyungsoo, keluarganya, dan dosen. Harap garis bawahi kalimat tadi. Tak hanya itu saja, Kyungsoo mendapati Hana tersenyum cerah bersama lelaki lain sementara dirinya sedang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Kyungsoo bukanlah tipe penyabar. Ia pencemburu berat.

I’m a bit impatient. I’m not that gentle

I hated you but I want you

That’s right, my type. My heart doesn’t lie

Hana memberontak, membuat Kyungsoo semakin menggenggam tangannya erat dan kuat. Gadis itu meringis kesakitan –tentu saja- lalu tersenyum kecut.
“Sekali buruk tetaplah buruk, bukankah begitu?”
Pernyataan atau pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Hana yang membuat Kyungsoo berhenti melangkah ketika mereka hampir sampai pada bangku biasanya. Hana tersenyum miring. “Wae? Takut ketahuan, babe?”
“Apa maksudmu?”
Kyungsoo bertanya dengan salah satu alis menukik tajam sebelum pemuda itu mengumpat lalu kembali menarik Hana kasar. Sekarang, bukan taman tujuannya melainkan tempat rahasianya.
Hana semakin memberontak ketika Kyungsoo tak berhenti menariknya meskipun taman telah terlewati. Ia menggigit bibir bawahnya takut seraya meremas ujung kaus kebesarannya kuat. Gadis itu belum siap, sungguh.
Perjalanan mereka memakan waktu hingga beberapa jam yang membuat Hana semakin gusar di tempatnya. Memori akan kejadian seminggu yang lalu kembali muncul di benaknya. Memori menyedihkan sekaligus menakutkan. Kyungsoo membunuh orang.
Sebenarnya, Hana tak ingin mengikuti Kyungsoo seperti ini. Namun karena rasa penasaran yang tinggi apa yang dikerjakan Kyungsoo setiap harinya membuat Hana penasaran setengah mati. Memang mereka berpacaran selama dua bulan tiga minggu lamanya, namun selama itu pula, Hana tak mengetahui apapun tentang latar belakang dan keseharian Kyungsoo. Kyungsoo memang akan memberitahu Hana ketika Hana bertanya, namun Hana tidak percaya apa yang pemuda itu katakan.
Hana pernah bertanya apa pekerjaan Kyungsoo hingga pemuda itu dapat tinggal di apartement yang terletak di wilayah gangnam-gu, Apgujedeong. Pemuda itu tak memiliki orang tua semenjak tiga tahun yang lalu, lantas, apakah Kyungsoo memiliki warisan sebanyak itu hingga dapat membayar apartement, biaya kuliah, dan biaya kehidupannya sekaligus? Maka dari itu, Hana mengikutinya.
Dan kejadian selanjutnya adalah kejadian yang tak pernah ingin Hana lihat. Kyungsoo membunuh seseorang dengan sadis. Awalnya hanya menyayat kulit dengan cutter hingga mengeluarkan darah beberapa kali, namun setelahnya –jangan bicarakan lagi. Sungguh, Hana ingin mencekik Kyungsoo jika itu memang bisa.
Awalnya, Hana curiga ketika tak menemukan kucing yang ia berikan kepada Kyungsoo di apartement-nya. Dan gadis itu harus benar-benar terkejut ketika kucing itu mati mengenaskan di tempat sampah taman sepi tak jauh dari apartement. Luka sayat berterbaran dimana-mana. Badan kucing yang awalnya gemuk ketika ia berikan menjadi kurus kering. Kyungsoo adalah seorang psycho gila.
“Kau monster. Kau seorang pembunuh.”
Kyungsoo menolehkan pandangan sebentar ke arah Hana lalu memukul kemudinya kuat. “Sejak kapan kau tahu?”
“Sejak kau membuang kucing yang kuberikan di taman. Kau tahu? Aku seorang saksi pembunuhan sekarang ini.”
Kyungsoo mendesis tajam seraya menggenggam erat kemudi setirnya. “Apa yang kau lihat?”
“Kim Seung Tae. Mantan hakim agung psycho yang diberitakan bunuh diri kemarin,” ungkap Hana. “Kau membunuh Do Kyungsoo! Kau membuatku melihat pembunuhan yang mengerikan itu! Kau membuat menjadi seorang saksi pembunuhan! Kau membuatku gila! Dan Kau duduk tenang di sini seperti tak melakukan apapun!!!!”

I feel a tremble. I’m flipping over your life

I’m sorry you make me so crazy, you know you do

“SIAPA DIRIMU SEBENARNYA??!!”

Everyone’s afraid of me, so I’m untouchable man. But in the end, you can’t reject me

You’ll hide and steal glances at me then get surprised (who?)

I’m your antinomy, I’m a part of your existence (how we do?)

Accept me for who I am

Put away your fearful worries. Enjoy the pain that you’re able to endure

Fall deeper inside

Kyungsoo membanting setir ke kanan. Membuat sebuah decitan panjang yang memekakkan telinga. Pemuda itu memukul kemudinya sekali kemudian menghembuskan napasnya berat.
“Maafkan aku.”
Hana semakin erat mencengkram kausnya lalu memalingkan wajah ketika setetes air mata jatuh mengalir di pipinya. Ia ketakutan. Ia merasa bodoh selama ini karena tak tahu siapa sebenarnya pemuda itu. Gadis itu segera menghapus jejak air matanya lalu menatap Kyungsoo melalui pantulan kaca jendela. “Siapa sebenarnya dirimu?”
“Do Kyungsoo.”
“Bukan. Bukan seperti ini Kyungsoo yang kukenal. Kyungsoo baik. Kyungsoo si ramah. Kyungsoo si lemah lembut. Kyungsoo si ceria. Kyungsoo si pintar. Kyungsoo si murah senyum-”
“Aku Do Kyungsoo!”
“BUKAN KAU KYUNGSOO YANG KUCINTAI!!!” Hana balas berteriak. Matanya berkilat kemarahan menatap Kyungsoo tepat di manik matanya.
Kyungsoo mengembangkan senyum miringnya. Ia sudah pernah mengira jika Hana tak akan mau dengannya jika tahu siapa sebenarnya seorang Do Kyungsoo. Gadis itu pasti akan menolaknya mentah-mentah. Meneriakinya seolah-olah semua adalah salahnya. Merasa bodoh karena telah menyukai Kyungsoo. Gadis itu pasti kecewa dan marah. Pemuda itu menghela napasnya berat. Seburuk itukah ia di mata Hana? “Jadi, apakah kau hanya menyukai seorang Kyungsoo yang sempurna? Kau tak menyukai semua keburukanku? Apa kau pikir semua orang sempurna? Apa kau pikir semua orang tidak memiliki kecacatan? Kau bahkan punya Kang Hana! Kau hanyalah seorang anak haram dari keluarga Kang! Kau pe-”
PLAK
“JAGA UCAPANMU DO KYUNGSOO!!” Jerit Hana. Ia tak tahan dengan ucapan pemuda itu. Segera, Ia buka sabuk pengamannya dan akan membuka pintu ketika Kyungsoo kembali membenturkan badannya ke sandaran kursi dan memakaikan sabuk pengaman kembali. Pemuda itu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi setelah mengunci pintu mobilnya.
Ia mencintai gadis itu. Gadis itu adalah cinta pertamanya. Hana adalah kekasih pertamanya. Hana adalah gadis special baginya. Hana adalah orang yang pertama kali mengetahui keburukannya –kecuali semua teman kotornya tentunya. Kyungsoo ingin memiliki gadis itu, bagai manapun caranya. Jika gadis itu tak menginginkannya, maka Kyungsoo yang akan memaksa. Jika Hana tak bersamanya, maka semua lelaki tak boleh bersamanya.
Hana memberontak. Gadis itu menggoyang-goyangkan lengan Kyungsoo seraya menjerit ketakutan. “Hentikan mobil ini! Do Kyungsoo! Kau gila! Hentikan mobil ini atau aku lompat dari mobil sekarang juga!”
Kyungsoo tak mengindahkan perkataan Hana. Membuat Hana semakin geram karenanya. Karena marah, Hana melepaskan sabuk pengamannya. Gadis itu membuka kunci manual pintunya kemudian membuka pintu ketika Kyungsoo menahan tangannya. Gadis itu menarik-narik lengannya agar terlepas dari genggaman, membuat Kyungsoo tak memperhatikan jalan dengan benar.
Semuanya terjadi begitu saja. Ketika mobil Kyungsoo yang dalam kecepatan tinggi hilang kendali lalu menabrak sebuah truk yang melintas. Mereka meninggal, begitu saja di tempat. Takdir memang kejam, bukan begitu?

I’m engraved in your heart. So even if I die, I wanna live forever.

Come here girl, You call me monster

I’ll go into your heart

Creeping, creeping, creeping. Creeping, creeping, creeping

You. Creeping

Aku akan tetap mencintaimu meskipun aku telah mati. Setidaknya, kita dapat bersama di alam sana. Maafkan aku karena takdir begitu kejam terhadap kita. Kita memiliki masalah masing-masing yang terlalu sulit untuk dihadapi. Jadi, biarkan kita hidup bersama di alam sana dengan bahagia. Jika memang kita tak dapat bertemu, aku ingin kita bertemu lagi dilain kehidupan. Sebagai seorang Do Kyungsoo yang kau inginkan. -DO KYUNGSOO

THE END

Like Fanspage EXO Fanfiction Facebook

2 thoughts on “[EXAC’T SERIES] Monster

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s