[EXAC’T SERIES] LOTTO – haneul88

14495435_1091987740918609_2123771802484147528_n

LOTTO

Author : haneul88

Starring : Kim Minseok, Byun Baekhyun, and OC

Genre : AU, a bit violence and romance || PG – 17!!!

Disclaimer : Jangan terlalu berharap tentang isi fanfiction dengan judul terlewat keren ini, :3 . FF absurd warning keras!!!!! Jangan nyesel kalo uda terlanjur maksa buat baca, :’v /ditendang/ many warning for many harsh word :vv

Special Thank’s :

My beta reader : Elsa @HyeKim *mwah, :’v

Poster and header title by : ©Cp artposter *Loveyu mak, :’v

Visit Our WordPress –> https://cantikapark61.wordpress.com/…

Warning!

Warning!

Warning!

Enjoy This!

― 2016© Haneul’s Presents All Rights Reserved ―

Happy Reading!! ^^

Jauh dari keramaian malam kota Seoul, di balik sebuah kuil tua tak terawat, di situlah kegiatan ‘malam’ yang sebenarnya terjadi.

Yeah yeah yeah yeah Yeah yeah yeah yeah
Oh yeah yeah Oh yeah yeah
Sebuah mobil keluaran Negara Swedia, Koenigsegg CCXR Trevita yang merupakan mobil termahal didunia tahun ini dengan harga USD 4,8 tampak melaju dengan kecepatan tinggi dari kejauhan namun berhenti secara mendadak didepan sebuah kuil tua yang terletak dipinggir jalan, jauh dari keramaian malam kota Seoul. Seorang pria tampak keluar dari mobil itu setelah membuka pintu sisi kiri yang merupakan tempat pengemudi dengan pintunya yang terlipat mengarah kedepan.
Pria itu, dengan setelan jas berwarna hitam dengan garis-garis yang tak terlalu jelas dipadu celana kain berwarna senada dan sepatu pantofel hitam mengkilatnya keluar dari mobil mewahnya dengan tatapan dinginnya, siap membuat siapapun akan meleleh jika tak sengaja melakukan eyes contact dengan dirinya. Tiga kancing teratas jas yang pria itu kenakan tak ia kancingkan membuat dada bidangnya terekspose karena orang itu tak memakai kemeja di dalam jas tersebut. Yeahh,… meskipun begitu setidaknya untaian tali kain yang digunakan pria itu sebagai kalung agak sedikit menutupi dada menggodanya itu, dan…. For the god sake! hal itu membuat kesan bad boy sangat tampak pada pria itu hanya dari penampilannya.
Ketika kita melihat seseorang berhenti di sebuah kuil sekalipun sudah terlihat tua dan meskipun sepertinya agak tak terawat mungkin kita akan berpikiran bahwa ia akan melakukan berbagai ritual penyembahan disana, dan kemudian berdo’a pada dewa Brahma, Shiwa, ataupun Visnu. Namun, jika kita melihat dari penampilan luar pria itu, mungkin kita akan berpikir ulang jika pria itu akan berdo’a di dalam kuil tersebut. Bukan karena apa, tapi lihatlah penampilannya, mungkinkah seseorang dengan cara berpakaian seperti preman itu akan berdoa’a di dalam? Maksudku, bukankah mereka biasanya justru akan menggunakan pakaian yang rapih dan terlihat sopan, tak terkesan urakan seperti yang pria itu ketika akan beribadah?
Lelaki itu berjalan tegap dengan langkah agak panjangnya mengarah kehalaman kekuil tua itu yang penuh dengan guguran daun kering. Keheningan malam yang terasa mencekam terpecahkan oleh suara ketukan sol sepatu pria itu dengan tanah merah kering dibawahnya. Ketika tubuh bagian samping kirinya sudah hampir mendekati pintu kuil yang terlihat tertutup rapat itu, mungkin kita akan beranggapan bahwa ia akan membuka pintu tersebut atau mungkin membuka paksa jika memang benda yang terbuat dari kayu itu terkunci karena tujuan awalnya menurut presepsi kita ia akan berdoa di dalam. Namun semua itu salah! pria itu melewati pintu itu begitu saja dan berbelok di samping bangunan. Jalan yang pria itu lewati begitu gelap, namun anehnya ia berjalan dengan santai seakan sudah benar-benar hafal seluk beluk tempat itu.
Just by passing by, oh yeah
I can see that you’re way different from other girls
I look back and luck will still find me

Pria itu berjalan dengan tenangnya setelah menunjukkan sekilas kartu yang ia miliki kepada pria penjaga yang ada d idepan. Yeah.. pria itu akhirnya sampai pada destinasi utamanya. Sebuah club yang cukup mewah dan terkenal namun hanya terkenal untuk kalangan para pecinta dunia malam yang sebenarnya. Asal kalian tahu, kuil di depan hanya sebuah kamuflase. Kuil itu menutupi bangunan sebenarnya.
Tempat itu, penuh sesak dengan puluhan orang didalamnya, sekalipun tempat itu sebenarnya cukup luas. Baru saja pria tadi masuk kedalam pub itu, sebuah kegaduhan sedikit terlihat diujung matanya meskipun cukup untuk membuat heboh tempat ini. Seorang pria berbadan kekar yang entah beratnya berapa ratus kilo itu, tampak menyeret seorang gadis, atau mungkin wanita Dibelakangnya dengan cengkraman tangan terlihat cukup erat. Wanita itu memberontak minta dilepaskan, berbeda dengan tiga wanita lain dibelakangnya yang tampak biasa-biasa saja mengikuti pria yang paling depan seakan sebagai penunjuk arah.
Keempat wanita itu, sudah termasuk wanita yang memberontak. Menggunakan pakaian minim mereka yang benar-benar kekurangan bahan dengan belahan dada yang kelewat rendah. Dan, oh my goddd…. Pakaian itu benar-benar melekat sempurna bak pakaian kekecilan membentuk tiap lekuk tubuh wanita-wanita itu. Bahkan penjang pakaian itu tak sampai separuh panjang paha mereka. Membuat banyak pria yang tidak sengaja atau mungkin sengaja terlihat honry dan meneguk ludah mereka kasar. Shit! Hormon para pria disana terlewat parah dan sulit tuk dikendalikan.
Yeaah… sejujurnya pria itu, pria yang pergi ketempat ini dengan Koenigsegg CCXR Trevita-nya merupakan salah satu dari sekian banyak pria yang menatap lekat wanita-wanita itu. Wanita yang berada di awal barisan, yang paling berontak, pria itu, melihat diri dari wanita tersebut berbeda dari wanita lain. Seakan ada magnet yang membuat pria-pria menjadi tertarik padanya hanya dengan perlakuan kecilnya seperti itu. Ini aneh, ia tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.
“Minseok-i Hyung!” sebuah suara cempreng dan nyaring namun masih menandakan suara seorang laki-laki tertangkap indra pendengar pria tadi. Ia menoleh mencari sumber suara, dan ia menemukannya. Sebuah smirk mematikan tercetak jelas dibibir pria itu, membuat beberapa gadis meleleh karenanya.
Pria yang dipanggil Minseok itu menolehkan pandangannya pada wanita-wanita tadi sebentar, sebelum ia berbalik menuju temannya itu. Ia merasa keberuntungan akan berada dipihaknya kali ini. Wanita itu, harus menjadi miliknya malam ini.

Lipstick, Chateau
Wine Colour (La La La La)
White Champagne
Shower with bubbles (La La La La)

Wanita dengan pakaian minim mereka, asap rokok yang beterbangan, tempat dengan cahaya yang remang-remang, gelembung-gelembung wine yang berbuih dalam gelas kecil-nya, dan juga seorang Dick Jokey dengan permainannya yang menambah menarik akan malam indah ini. Ini kegiatan malam yang sebenarnya, kegiatan malam yang Minseok maksud. Malam panjang yang menyenangkan. Malam yang dingin dipasangkan dengan kegiatan panas. Bukankah itu menyenangkan? Merasakan puncak kepuasan dengan melepaskan akan semua yang tertahan. Melepaskan beban hidup yang sebenarnya beralih kepada dunia lain yang menyenangkan walau untuk sesaat.
Minseok berjalan dengan begitu elegant membuat beberapa wanita penggoda berjalan kearahnya, merayunya mencoba untuk mendapatkan Minseok yang dengan beberapa keringat bercucuran itu Demi Tuhan! membuatnya terlihat lebih menggoda. Namun, apa daya, Minseok menepis perlakuan tangan-tangan pelacur itu dengan tak berperasaaan.
“Yo! What’s up bro?!”
“What’s up Baekhyun-ah,” Minseok mengeluarkan senyum miring andalannya membuat beberapa wanita yang tak sengaja meihatnya menjerit tertahan.
“Ku kira kau sudah lupa bagaimana cara untuk datang kesini.” Pria yang menyapa Minseok tadi, Bakhyun tersenyum meremehkan dan tertawa sinis.
Yeahh,… mereka sudah terbiasa dengan semua itu, saling mengejek, mengumpat, dan sebagainya.
“Tadinya aku berpikir seperti itu, namun nyatanya otakku memiliki ingatan untuk mengingat lokasi lebih tajam dari seekor burung Nutracker Clark.”
Baekhyun mengerlingkan matanya malas dengan Minseok yang seperti ini. “Apa kau spesies baru yang masih satu genus dengan burung itu? bisakah kau kujadikan hewan peliharaan dirumahku?”
“Cih kau mulai. Menyebalkan!”
“Yeahh.. sudah dari dulu. Banyak yang mengakuinya. Tapi aku tampan. Catat itu baik-baik.”
“Tapi aku lebih tampan dan tentu saja menggoda. Lihat sedari tadi banyak wanita yang melirikku.”
Baekhyun mendengus kesal dengan pernyataan Minseok. Dirinya tak pernah berubah sejak terakhir kali Baekhyun melihat ujung batang hidungnya.
“Yeahh.. terserah. Jadi apa tujuanmu sebenarnya kesini? Tunanganmu membatalkan pernikahan kalian? Saham perusahaanmu yang menurun tajam? Atau ibumu yang memutuskan mengapus namamu dalam barisan keluarga terhormat tuan Kim?”
“Do’a mu terlalu buruk kawan. Umm… aku hanya ingin bertemu sahabat sehidup sematiku disini. Sahabat tercintaku.” Minseok tersenyum layaknya orang gila yang baru keluar dari RSJ kali ini.
“Bitch! Sejak kapan kau menganggapku seperti itu?”
“Memangnya aku tadi berkata apa?”
“Oh, Shit!” Baekhyun mengerling malas, kemudian mengangkat sebelah tangannya dan seorang bartender yang merupakan salah satu pekerja Baekhyun menghampiri mereka. “Masih sama seperti dulu kan?-“ Baekhyun mengangkat kedua alisnya dua kali kepada Minseok. “dua botol Golden Grain.” Baekhyun menoleh kepada pekerjanya memintanya agar dibawakan dua botol yang Baekhyun maksud.
“Chakkanman! Tidak tidak tidak! Sprakling wine saja! Aku tak mau cepat-cepat teler seperti itu. ini harus jadi malam yang panjang dude!”
“Aishh… Whatever-“ Baekhyun mengerling malas. “Turuti apa maunya Clak!” Baekhyun bicara pada bartender didepanya yang bernama Clack itu. Clack hanya menunduk sebentar kemudian membalikkan tubuhnya untuk membawa apa pesanan teman bos-nya itu.

What to do, I just hit the lotto

“Ku dengar salah satu pengunjungku menawarkan wanita yang dibawanya. Maksudku, akan ada permainan, dan seseorang yang menang akan mendapatkan lotre berupa seorang gadis cantik. Entahlah. Kau tertarik?”
“Well, aku sudah mengincar salah seorang gadis –mungkin- malam ini. Tak ada salahnya mencoba sebenarnya, yeahh… tergantung bagaimana gadis yang menjadi ‘hadiah’ itu.”
Baekhyun berdecih pelan “Selalu saja seperti itu.”
Kericuhan sedikit terdengar manakala dua orang bertubuh besar -yang Minseok lihat kala pertama kali masuk ketempat ini- tampak sedikit kesulitan menarik seorang gadis dengan rambut panjangnya berwarna merah cerah yang menutupi mukanya membuat beberapa orang cukup penasaran dengan tampang gadis itu. Pria bertubuh gempal itu kesulitan karena gadis yang dibawanya tampak memberontak dan tak bisa diam menurut. Gadis itu tampak mencoba menarik kedua tangannya yang digenggam kuat oleh masing-masing dari mereka namun gagal. Karena yeaahh… sudah terlihat cukup jelas siapa yang memiliki tenaga lebih disana.
Brak
Gadis itu dilempar begitu saja, kesebuah kurungan yang tempak seperti penjara namun bukan seperti penjara, lebih seperti kandang hewan. Banyak manusia hidung belang disana mendekat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Gadis itu menunduk, ia terjatuh dengan posisi bersimpuh tampak pasrah bukannya memberontak seperti tadi yang ia lakukan.
Seorang pria dengan jas mahalnya tampak mendekati kurungan tersebut. Minseok menatap pria itu dengan kepalanya yang dimiringkan. Ia merasa pernah mengenal orang itu. namun entah dimana. Pria itu berjongkok, tampak seperti mensejajarkan wajahnya dengan gadis itu.
“Kau takut? Kau menyesal berakhir disini? Lihatlah, banyak yang menunjukkan tatapan laparnya padamu.” Pria itu berucap dengan senyum miring diakhir pada gadis yang ada didalam kurungan itu. dan yeahh.. ini membuat pria itu sedikit emosi ketika gadis di dalam kurungan tersebut tak sedikitpun merespon ucapannya. Gadis itu tetap pada posisi awalnya.
“Bicth! Setidaknya jika ada seseorang yang mengajakmu bicara kau tidak mengabaikannya seperti ini! tunjukkan wajahmu!”
Gadis itu tak merespon. Pria yang sedang emosi itu bertambah murka tiba-tiba. Pria itu, memasukkan tangannya kedalam sela-sela besi itu, mencengkram rahang gadis tersebut dengan kuat. “Yeahh… jadi kau menyesal? Menyesal telah menjadi dirimu?”
Semua pengunjung tempat ini terpana. Terpaku begitu saja. Beberapa orang bahkan meleparkan kata-kata mutiara mereka karena tak percaya. Bukan, ini bukan terkait dangan apa yang mereka berdua –yang menjadi tontonan semua pengunjung pub ini- ucapkan. Namun ketika gadis itu menengadahkan kepalanya tiba-tiba membuat bagaimana rupa wajah gadis itu terlihat jelas, semua orang tak menyangka. Oh hell, siapa yang tak mengenalnya? Gadis dari seorang pengusaha kaya yang amat terkenal di negeri gingseng ini, yang terkenal dengan keangkuhan dan kesombongannya. Banyak yang berusaha mendekati gadis itu, tak tekecuali Minseok yang nyatanya ketika Minseok mencoba mengungkapkan perasaanya gadis itu menolaknya mentah-mentah.
Minseok menyeringai. Membuat Baekhyun yang ada disampingnya bergidik ngeri. “I’ll get you babe.”
Pria yang berjongkok tadi, berdiri dengan angkuhnya menatap semua pengunjung. “Well, aku yakin kalian semua telah tau siapa gadis ini bukan?” Pria itu menyeringai “Gadis itu, untuk kalian yang beruntung malam ini. Selamat bersenang-senang.”
Yeahh… dan permainanpun dimulai.
Sekitar 20 orang berkumpul, dalam meja berbentuk oval dan duduk diatas kursi yang telah tersedia. Tiap-tiap dari mereka tampak melemparkan tatapan menusuk satu sama lain. Tatapan saling membunuh tak ingin terkalahkan tampak kelewat terlihat pada mata mereka. Maklum, ‘hadiah’ untuk malam ini sangat langka, dan sulit untuk diraih sebelumnya. Dan jika seseoran memberikan secara cuma-cuma seperti ini, siapa yang tak tergiur?
Dengan dua buah dadu yang terlempar membuat semua wajah tampak tegang karena hanya benda kubus itulah penentu di akhir. Namun hal tersebut terkecuali untuk Minseok, ia tampak tenang disaat seperti ini.
Berbagai teriakan frustasi terdengar dan beberapa seperti desisan ketika mereka kalah menebak. Perbandingannya memang cukup besar, 1:2 antara genap dan ganjil. Tapi, oh hell. Jika mereka salah menebak tetap saja ia akan gugur bukan?
“Ganjil,”
“Ganjil,”
“Ganjil,”
“Genap,”
Minseok berpikir sejenak. Tinggal lima orang tersisa dari 20 orang yang ada. “Genap.”
Seorang wanita dengan pakaian amat mininya bak menjadi seorang juri disana melempar dadu yang ada di genggamannya. Dua dadu tersebu berputar-putar. Satu dadu telah berhenti dan melihatkan lima titik. Satu dadu yang lain sebagi penentu, dan tiga titik tampak begitu jelas dengan warna emasnya. Yeahh… dua orang tersisa. Ini akan menjadi final. Pertarungan antara dua orang bertahan. Pria yang menjadi lawan Minseok, tampak cemas tanpa sebab. Apa mungkin pria itu tahu bahwa dulunya Minseok adaah penjudi terhebat?
“Genap,” pria yang menjadi lawan Minseok tetap pada jawaban seperti sebelumnya, genap.
Minseok menangkat sebelah alisnya. Sedikit meremehkan apa yang pria lawannya itu pilih. “Ganjil.” karena ganjil membawa keberuntungan untuk Minseok.
Dua dadu itu melambung sedikit sebelum terjatuh dan, yeahh, empat dan lima. Itu berarti Sembilan, dan Minseok menang. Teriakan frustasi yang panjang terdengar dari pria yang ada disebrang Minseok. Sedangkan Minseok hanya tersenyum miring namun tak dapat menyembunyikan kebahagiannya. Baekhyun dibelakangnya sedang heboh memukuli punggung sahabatnya itu dan mengucapkan berbagai kalimat yang tak Minseok dengar dengan pasti.
You’re Lotto
La La La La

Gadis itu, bagai lotre untuk Minseok. Ya, gadis itu Jung Da-Hee adalah cinta pertama Minseok dimasa lalu, orang yang pertama membuatnya jatuh cinta dan orang pertama yang membuatnya patah hati seketika. Jung Da-Hee pula, gadis yang pertama menarik perhatian Minseok ketika pertama kali memasuki tempat ini.
Jung Da-Hee, gadis cantikku yang angkuh bersiaplah untuk bertekuk lutut padaku malam ini. Batin Minseok.
“Yo Man! Kau yang terbaik!” itu kata terakhir yang Minseok dengar sebelum ia berdiri, kemudian menghampiri gadis itu.
“Merindukanku manis?” Minseok berjongkok didepan gadis itu yang masih terkurung dalam kurungan besi itu.
Gadis itu mendongakkan kepalanya. Kedua bola matanya melebar seketika tak menyangka akan bertemu dengan pria ini lagi. Yap, gadis itu masih ingat. Ia mengingat tiap-tiap pria yang mengutarakan perasaan mereka padanya jika ia memang memiliki ciri khusus. Dan seringai yang Minseok tampilkan, masih sama dengan senyum miring yang Minseok tunjukkan ketika ia menyatakan perasaan padanya.
“Your ass!”
“Ohh… tak baik seorang gadis secantik dirimu berkata buruk seperti itu. Gunakan saja kata-kata kotor yang kau miliki untuk mengerang dibawahku malam ini sayang.”
“Shit! Aku tak akan melakukan itu.”
“Oh ya? Bisakah? Bagaimana jika kita lakukan didalam situ saja? Bukankah kau tak perlu kesana kemari?dan pula kau tak akan bisa keluar. Aku yang membawa kunci gemboknya”
“Menjijikkan!”
“Itu menyenangkan sayang, mereka semua hanya dapat melihat dan medengar tanpa dapat merasakan, dan juga-”
“Stop it! Stop it Minseok!”
Minseok menyeringai. Ia berdiri dari posisi sebelumnya dan mendekati pintu itu. Memasukkan kunci yang ia bawa kedalam lubang gembok dan, terbuka. Takut Da-Hee akan kabur dan ia akan gagal malam ini. ketahuilah, meskipun Minseok terlihat banyak menyeringai namun otaknya memikirkan berbagai kemungkinan yang membuatnya berpikiran selangkah lebih maju.
Pemuda itu mengenggam pergelangan tangan Da-Hee erat dan menarik gadis itu keluar dari jeruji besi melangkah cepat -membuat Da-Hee tersandung beberapa kali- menuju mobil Minseok yang ia letakkan di depan kuil tadi. Membawa Da-Hee membelah jalanan yang sepi ini menuju apartemen Minseok.
Yeahh… apa yang Minseok harapkan untuk malam ini benar terjadi. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuknya. Minseok menyeringai puas. Da-Hee hanya membulatkan matanya malas. Ia bersyukur setidaknya ia tak didapatkan pria-pria tua hidung belang. Meskipun Minseok pada dasarnya sama saja.
Zeshh…
Suara mesin mobil yang Minseok bawa sedikit memecah keheningan malam dengan keceatan tinggi. Membuat beberapa helai daun kering di jalanan terbang begitu saja.
Cz she is his lotto, He’ll never let her go.

-END-

Author’s Note :
Ending ngambang? Sudah kuduga, :’v . Well jujur sebelumnya aku gaprnah brpikir buat bikin songfic Lotto, karena emang dari awal ga terlalu paham dengan ini lagu, :’v eh ternyata kehendah berkata lain, aku dapet lotto, cast umin pulak, :’v abang yg imutnya ga ketulungan eh malah harus berakhir aku buat kaya gini bwahahah…. xD
Ini challenge banged buat aku, jujur :’3 hope you like it! I’m sorry for many harsh word, :’v
Thank’s for reading~ jangan lupa tinggalkan jejak… ^^
jangan protes kalo berantakan penataan letaknya :’3 aku sendiri gatau ini kenapa, :’v

One thought on “[EXAC’T SERIES] LOTTO – haneul88

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s