[EXAC’T SERIES] CLOUD 9 – D.O.ssy

cloud-9

CLOUD 9

.

Presented by D.O.ssy

Contributing Artists Kris Wu, Jung Raena (OC) | Genre Romance, Fantasy, Crime | Rating PG 17 | Lenght Ficlet | Poster by NJXAEM@PosterChannel

http://chocolate46.wordpress.com/

.

WARNING! Ini PG 17. Untuk 17 tahun ke atas ya, please. Aku kasih peringatan dini, karena di fanfic ini terdapat konten yang tidak pantas untuk pembaca di bawah umur.

.

You got me flying up
­
[EXO – Cloud 9]

.

Kau cantik, sayang.

Kau membuatku melayang ke langit kesembilan. Sangat tinggi. Tinggi sekali. Kupikir kalau aku terjatuh, aku akan mati mengenaskan, namun kau menyediakan awan putih yang dapat kuraih untuk tetap bertahan. Matamu serupa langit bertahtakan seribu bintang. Suara desahanmu kala kukecup bibir manismu mengalun bagai dentingan harpa menggelitik telinga.

“Panggil namaku, Rae.”

“Kris …”

“Lebih keras.”

“Krisss … sshhh …”

Ya. Kau surga. Kau surga.

Aku ingin selalu ada di sampingmu. Menyentuhmu tiap hari. Kendati kau sering memancing ombak dalam dada ketika jemari lentikmu menari indah di atas permukaan wajahku. Kulitmu yang putih mulus menyerupai boneka plastisin, membuatku berkali-kali berpikir aku layaknya orang yang mengalami gangguan kejiwaan, yang tergila-gila pada manekin hidup, yang ketakutan kalau ragamu retak tiba-tiba. Bagaimana mungkin seorang wanita serapuh dirimu mampu membuatku jungkir balik akibat sesak napas? Memang, aku kini terlihat menyedihkan.

Katakan padaku bahwa aku tidak sedang bermimpi, lantaran saat ini aku seakan melihat malaikat yang datang ke bumi. Tidakkah aku berlebihan jika kusebut malaikat itu adalah dirimu? Ah, teman-teman pasti bakal menertawakan bila melihat keadaanku sekarang yang mabuk, yang kecanduan, yang sakau, akan segala sentuhanmu. Kau itu umpama narkotika, sayang.

“Kris …” Kau memanggilku pada suatu pagi yang cerah, sembari merapatkan tubuh polosmu pada dada muskularisku yang agak berkeringat. “Aku akan menceraikan Minseok minggu depan.”

Aku membulatkan mata, terkejut. Kemudian melempar pandang pada kedua berlian beningmu yang senantiasa berkilau polos setiap waktu. Dasar. Jangan salahkan aku hingga hampir melupakan tujuan awalku, kau saja yang terlalu menggodaku.

“Aku akhirnya tahu rahasianya.”

“Rahasia?” Aku memberikan respon secukupnya, tidak ingin terlihat terlalu kentara.

“Hmm. Ternyata dia adalah seorang Exorcist.”

“Apa? Exorcist? Apa itu?” Aku berpura-pura tidak tahu.

“Ya. Exorcist. Dia memiliki buku misterius yang kutemukan di loker besi yang disembunyikan tepat di bawah ruang kerja Minseok. Menurut cerita orang-orang, buku itu adalah buku yang digunakan oleh Exorcist untuk menuliskan nama-nama makhluk jahat yang bakal dia musnahkan.” Kemudian kau terbahak. “Ini gila. Selama ini aku punya suami seorang Exorcist? Yang benar saja. Memangnya di dunia ini ada makhluk-makhluk takhayul seperti itu?”

“Lalu kau tahu apa sandi lokernya?” tanyaku, berhati-hati.

“Tentu. Sandinya tanggal lahirku. Minseok itu agak pelupa, tanggal lahirku dipakai untuk semua sandi rahasianya.” Kau masih tertawa dengan santainya. “Jadi, kau percaya tentang ini, Kris?”

Aku tersenyum miring. “Tentu saja tidak.”

“Syukurlah. Kau betul-betul pria dewasa yang tidak berlarut-larut dalam dunia fantasi anak-anak, Kris.” Kau mengerling manja, lantas mengalungkan kedua lengan lembutmu di leherku, seduktif. “Lagipula, kita sudah dua bulan bersama. Tidak berniat untuk melamarku?”

Aku terkekeh kecil, bergerak menindih tubuhmu, dan berusaha mengalihkan pembicaraan. “Aku kurang memuaskanmu semalam?”

Kau kembali tergelak, meledekku. “Bersamamu, aku tak akan pernah puas.”

Aku menyeringai. Kuanggap itu sebagai perizinan untuk menjamahmu sekali lagi. “Karena ini yang terakhir, aku bakal membuatmu tak bisa bangun lagi. Persiapkan tenggorokanmu untuk menjerit, Tuan Putri.”

Kau meraih pipiku, menciumku terlebih dahulu, seolah telah siap terhadap apapun yang akan terjadi. Kuakui, kau memang wanita berani, yang lagi-lagi menjeratku dalam jeruji kecantikanmu. Bahkan aku yang terkuat di kaumku sekalipun seringkali terjatuh berkali-kali hanya karena senyumanmu yang seindah mawar merekah di musim semi. Tapi akan kupastikan, tidak untuk kali ini. Seperti sumpah yang telah aku kumandangkan di hadapan Raja, aku tidak akan mati oleh setangkai mawar berduri, ataupun overdosis disebabkan sebutir ekstasi.

Setelah puas dengan bibirmu, aku turun ke dagu, lalu ke ceruk leher jenjangmu, menghirup rakus aroma tubuhmu; black orchid, peony, jasmine, tuberose. Sungguh wewangian yang mewah, namun tak semegah apa yang mengalir di urat nadimu. Kau mendesis tatkala kukecup perlahan di sekitaran tulang rahangmu. Rintihan kecil berubah jadi desahan keras saat aku mulai menggigiti sekitaran leher sebelah kirimu. Kau meremas bahuku, sambil mengerang kenikmatan, nyaris kembali menulikan telingaku.

Lama-lama desauanmu semakin kencang. Genggaman di bahuku pun kian kuat. Kau tiba-tiba memberontak.

“Krisss … Ahhh, sakiiiittt ….” Begitu katamu, sambil berupaya mendorong tubuhku.

Percuma. Aku sudah sangat bernafsu, terlebih ketika harumnya darahmu mulai merasuki indera penciumanku. Aku mendadak buta akan perasaan kasih sayang yang telah aku pelajari sepanjang dua bulan hidup di dunia manusia. Ternyata selama ini aku terlena oleh sebuah rasa dinamakan cinta. Rasa yang amat manis, tetapi di saat bersamaan mampu membuat para manusia menjadi makhluk yang lemah, bodoh dan hina. Beruntung, aku tidak terlibat terlalu jauh dengan cinta, lantaran bisa-bisa aku diejek oleh teman sebangsaku sendiri.

Aku menenggelamkan taringku makin dalam, sementara kau menjerit kesakitan. Aku menjilati cairan pekat yang mengalir dari nadimu, sedangkan kau berteriak ketakutan. Mungkin kau ngeri melihat wujudku yang berubah mengerikan, bola mataku yang menjadi merah menyala, taringku yang tajam, wajahku yang pucat serta kuku jariku yang panjang. Atau barangkali kau menyadari datangnya malaikat maut yang tinggi besar dan menyeramkan tengah berdiri tegap persis di belakangku, bersiap untuk mencabut nyawamu dengan paksa. Aku tidak peduli.

Aku menikmati seluruh tubuhmu hingga tetes darah penghabisan. Kau luar biasa, sayang. Kau yang terbaik. Bahkan setelah mati pun, kau tetap membuatku melayang ke langit kesembilan, membuatku terus ketagihan, sampai-sampai belasan panggilan masuk di ponselku kuabaikan.

Akhirnya, di dering kedua puluh aku bangkit dengan terpaksa. Duduk di tepi tempat tidur, lantas mengangkat telepon dengan malas.

“Hm. Aku sudah tahu …. Bukunya tersimpan di ruang bawah tanah. Sandi lokernya, 900808 …. Ya, ya. Cepat temukan. Lalu beri tahu aku misi selanjutnya …. Oke.”

Aku mengusap sisa darah di bibirku, kemudian menutup tubuhmu yang terbujur kaku tanpa busana itu dengan selimutku. Tanpa menunggu waktu bergulir lebih lama, aku bergegas menuju kamar mandi. Yah, tenang saja. Aku berjanji bakal mengubur jasadmu nanti, setelah menghabisi suamimu terlebih dahulu. Tanpa buku itu, Exorcist tak akan ada apa-apanya bagiku.

.

FIN

.

Kritik dan saran sangat ditunggu, mohon tinggalkan jejaknya setelah baca ya.

Salam, D.O.ssy

11 thoughts on “[EXAC’T SERIES] CLOUD 9 – D.O.ssy

  1. Halo, Kak Dessy! Masih inget sama aku gak? Hehehe.

    Jadi ceritanya aku tertarik karena ada warning PG-17-nya /lalu digampar/. Gadeng, aku tertarik karena cover-nya, terus liat genre fantasy crime dan kebetulan akhir-akhir ini lagi tertarik sama genre ini. Kirain PG-17 karena bakal ada adegan bunuh-membunuh yang keji, tapi ternyata… ada sesuatu yang lebih… ya… begitu… MAAF KARENA AKU BANDEL. TAPI INI KEREN. Kebetulan banget tadi abis baca artikel tentang penguin selingkuh di LINE TODAY (Ok, ini informasi gak penting). Aku antara mau menyumpahi Raena yang berani-beraninya selingkuh dari Baozi atau mengasihani dia yang mati di tangan selingkuhan sendiri :’) Kayaknya kalo ada sequel-nya bakal seru kak, mau liat Kris melawan Xiumin (tolong Xiumin saja yang menang tolong musnahkan Kris)(merapal dalam hati)(semoga Kak Dessy peka).

    Ok sudahi saja dulu komen kepanjangan ini.
    Maaf merusuh di kolom komentarmu kak </3
    Keep writing, Kak Dessy!

    • inget atuh, nike
      kita selapak di sini, masa tidak saling mengingat hehe🙂
      eh iya dirimu kan masih di bawah umur, hus husss kenapa ke sini?😛 /tjanda/
      ya begitulah makanya kupakek PG 17 karena ya ehemmm.
      kalo ada sequel ya gak jauh beda dari penguin selingkuh itu. yang diselingkuhi yang kalah. /gakdeng/😄
      gapapa malah kuseneng km komen sepanjang ini nike. thankyou so much much much ya udah mampir (meskipun sebenernya gak boleh) hehe😀 lav lav❤

    • kris tuh vampire yang ingin membinasakan kaum exorcist (pemburu vampire). makanya doi memanfaatkan istrinya Minseok buat tau dimana buku exorcistnya disembunyiin. begitu chinguk🙂

    • wkwkwk. kak veeee, ini fanfic fantasy crime abal-abal kak, duh jadi malu, imajinasiku liar sekali😄 maafin maafin ahahaha. nanti Taeil mah kubikin lebih sadis lagi😛

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s