[EXAC’T SERIES] Artificial Love – Anemone

14572394_1095046630612720_5395850424524063744_n

 Artificial Love

Presented by Anemone

|| Cast : Kim Jun Myeon`EXO – Jung Doyeon(OC) || Length : Drable – || Genre : Romance || Rating : PG-15 || Cover : HanArt.

Disclaimer : FF ini resmi buatan aku sendiri, dan cerita ini hanya sebuah karangan. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, judul dan yang lainnya, karena itu semua unsur ketidak sengajaan. Maaf juga kalau banyak kesalahan dalam penulisan. No copy and paste without my permission, don’t forget to comment and like.
ANEMONE STORYLINE 2016.

***Happy Reading***

Artificial Love.

“Hubungan kami dangkal. Romantisnya kau dapat dihitung dan itulah batasmu. Indra terdistorsi dan perbatasan realitas tidak jelas.”
_Author pov.


Tak!
“Menyebalkan.” desis gadis cantik itu sambil meletakkan pisau di tangannya kasar hingga menimbulkan bunyi. Bibirnya mengerucut dan wajahnya terlihat sukar. Menatap malas sayuran yang baru di potongnya. Sedangkan dua orang dibelakangnya hanya diam. Doyeon, Jung Doyeon menghela nafas pelan lalu berbalik dan berkacak pinggang. Dua wanita cantik berpakaian jas formal itu menunduk. Lagi, Doyeon menghela nafas kasar.
“Apa harus aku yang memasak?” tanyanya. Dia dihubungi hanya untuk ini. Yang benar saja. Doyeon bahkan harus meninggalkan pekerjaannya di rumah sakit. Salah satu dari dua wanita berjas itu menjawab.
“Ya, Nona.” Doyeon mencibir, “pesan saja di restoran.”
“Tapi, Tuan muda ingin anda yang memasak.” Do Yeon menurunkan kedua tangannya, mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Tangan kanannya meremas celemek biru muda yang di pakainya. Gemas sendiri.
“Lalu dimana dia sekarang?” kesalnya. Ketara sekali dari nada bicaranya yang lantang. “Aku disini.” ujar seorang pria, yang tiba-tiba muncul. Pria tampan itu mendekat dan tersenyum manis yang malah membuat Doyeon mual. Doyeon bahkan mengalihkan pandangannya.
Dua wanita berjas yang sepertinya bodyguard itu undur diri. Kini tinggal sepasang insan itu. Kim Jun Myeon, atau yang kerap kali disapa Suho mengulung lengan kemejanya hingga siku. Dan menjajarkan dirinya disamping Doyeon. Tersenyum geli melihat sayur-sayuran yang terlihat asal di potong.
“Bisa kau ambilkam celemek di lemari?” pintanya tanpa melirik dan fokus memotong sayuran.
Doyeon yang sedari tadi diam, menghela nafas dan mendekati lemari disudut dapur untuk mengambil celemek. “Ini.” ujarnya sambil menyodorkan celemek.
Suho terkekeh pelan, membuat Doyeon menyerit. Suho menoleh dan menunjukkan kedua tangannya, “bantu aku memakainya. Tanganku kotor dan amis.” ujarnya membuat Doyeon tersenyum masam. Suka tidak suka, Doyeon membantu Suho memakai celemek. Dan saat mengikat tali, Doyeon sengaja mengikatnya dengan kencang membuat Suho meringis. Suho hanya bisa mengeleng pelan dan kembali memotong daging.
“Terimakasih.” ujar Suho.
“Dari pada kau diam saja. Cucilah sayurannya.” ujar Suho.
“Ya.” jawab Doyeon malas.
“Kau harus belajar memasak. Karena aku suka wanita yang pandai memasak.” gumam Suho. Doyeon pura-pura tidak mendengar dan fokus mencuci sayuran.
“Bukan begitu, kalau seperti itu sayurannya tidak bersih. Seperti ini.” Suho mendekat dan membantu Doyeon mencuci sayuran. Doyeon kaget saat Suho tiba-tiba memegang tangannya, terlebih posisi mereka sangat dekat. Doyeon memaki dalam hati. Doyeon tersadar posisi mereka terlalu dekat mundur kebelakang.
“Aku tidak suka memasak, Kau tau itu.” kesal Doyeon.
Suho terkekeh, “Kau harus belajar mulai sekarang. Aku meminta bibi Ahn mengajarimu.”
“Apa?”
“Kalau kau ingin menikah denganku. Kau harus bisa memasak.” ujar Suho.
“Siapa yang mau menikah denganmu.” Doyeon melepas celemeknya lalu melemparnya asal. Doyeon tersentak saat Suho menarik tangannya saat hendak pergi. Suho tersenyum dan menarik Doyeon lebih depan hingga dada mereka bersentuhan. Doyeon menahan nafasnya.
“Katakan lagi.” ujar Suho membuat Doyeon meringis karena Suho mencekram lengannya terlalu kuat.
“Lepas!” desis Doyeon sambil meronta.
Deg!
Doyeon terdiam saat Suho menarik dagunya, “temanku dari Prancis akan datang. Tetap disini. Atau kau menyesal.” gumam Suho dan diakhiri kecupan singkat membuat Doyeon mengeram kesal. Suho tersenyum miring dan melepas Doyeon.
“Brengsek!” kesal Doyeon dan pergi dari dapur dengan kesal. Suho terkekeh pelan, “ya itulah aku.” gumamnya dan kembali melanjutkan memasak.

****

Doyeon terkejut saat melihat dua pria tinggi nan tampan yang Suho bilang temannya. Tidak hanya Doyeon, dua pria itu juga terkejut. Terlebih yang memiliki tatapan mata tajam. “Ah, kenalkan. Calon istriku.” ujar Suho sambil merangkul pinggang Doyeon. “Tersenyum.”
bisiknya membuat Doyeon dengan terpaksa tersenyum. “Jung Doyeon.” gumamnya.
“Park Chan Yeol.” Walaupun terkejut, Chan Yeol bersikap biasa. Sedangkan temannya terdiam dan menatap tajam Doyeon, membuat Doyeon mengalihkan pandangan. Chan Yeol menatap was-was temannya.
“Oh Se Hun.” ujarnya dengan senyum tipisnya.
“Kalian lapar? Calon istriku memasakkan sesuatu untuk kalian.” ujar Suho dengan senyum manisnya. Doyeon hanya bisa mengangguk. Yang memasak siapa coba. Pikir Doyeon.
“Tutupi kebaikkanmu seperti kau menutupi aibmu.” gumam Suho pelan membuat Doyeon menatapnya tajam. Kenapa Suho selalu tau apa yang dipikirkannya. Apa dia cenayan?

Doyeon mencekram erat roknya, dan melirik Suho yang terlihat santai melembar candaan yang sebenarnya tidak lucu sama sekali. Tapi anehnya, Chan Yeol tertawa keras, dan mereka saling membalas candaan. Sedangkan Se Hun hanya tersenyum menimpali, Doyeon tau pria itu tidak banyak bicara. Tanpa sengaja pandangan mata mereka bertemu, Doyeon terdiam kaku dan melengos membuat Se Hun tersenyum masam.

“Bagaimana masakkannya?” tanya Suho.
“Enak hyung.” ujar Chan Yeol.
“Kau dengar itu. Aku rasa kemampuanmu sudah lebih baik.”
Suho mengelus puncak kepala Doyeon. Pandangan itu membuat Se Hun mengeram pelan, Ia tau Doyeon sangat tidak suka memasak. Lalu sekarang? 7 tahun waktu yang lama, dan semua pasti berubah. Tapi Se Hun ingat, Doyeon pernah mengatakan kalau ia tidak ingin belajar memasak. Dan jika menikah, Ia ingin suaminya tidak memaksanya untuk bisa memasak. Doyeon menatap malas Suho.
Dalam hati Doyeon menyumpahi Suho. “Pria gila.” batinnya.
Chan Yeol melirik Se Hun yang mencekram erat sumpitnya. Chan Yeol sangat cemas. Di tau bagaimana perasaan temannya. Ia juga terkejut kembali bertemu dengan Doyeon dan fakta jika gadis bermarga Jung itu calon istri Suho. Dulu saat SMA, Doyeon dan Se Hun berkecan. Dan setelah lulusan, hubungan mereka merenggang tanpa sebab. Doyeon yang pergi kuliah ke LA dan Se Hun yang melanjutkan kuliahnya di Prancis.
“Bisakah ini cepat berakhir.” batin Doyeon.

****

“Kau sengaja!” teriak Doyeon setelah tamu mereka sudah pergi.
Suho tersenyum, memasukkan kedua tangannya di saku celananya. Dan memandang Doyeon seperti, ‘apa?’
“Kau tau sesuatu bukan?” tanya Doyeon.
“Ya. Se Hun mantan kekasihmu.” ujar Suho santai membuat Doyeon mendengus.
“Dunia ini benar-benar sempit. Chan Yeol dan Se Hun adalah juniorku.” gumamnya.
“Aku tidak mengerti denganmu.” Doyeon memijit pelipisnya. Kepalanya pusing.
Suho terkekeh, “Aku ingatkan. Kau itu milikku Jung Doyeon. Dan jangan coba-coba lari dariku.” Doyeon menatap tajam Suho yang berdiri didepannya. “Kau hanya menjadikanku alat untuk bisa masuk ke parlemen!”
Doyeon tersenyum tipis. “Jangan lupa, keluargaku membantu ayahmu hingga menjadi perdana menteri.” ujarnya dengan senyum menyebalkam menurut Doyeon.
“Hah. Hubungan ini memuakkan!”
“Mengasyikkan menurutku.” Doyeon kehabisan kata. Suho mendekat dan Doyeon mundur seiring dengan langkah Suho.
“Dan semakin mengasyikkan jika kita menikah.” gumam Suho. Doyeon yang oleng hendak terjatuh tapi Suho dengan sigap menahan pinggang Doyeon. Mereka saling tatap, Suho menyalipkan anak rambut kebelakang telinga Doyeon.
“Aku menginginkanmu malam ini.” Suho menyeringai. Doyeon langsung mendorong tubuh Suho.
“Jangan jual mahal. Bukan kah kau selalu menikmati setiap sentuhanku. Kau bahkan memintaku untuk lebih, lebih-”
“Cukup!” teriak Doyeon dan air mata jatuh dari sudut matanya.
Suho mendengus, “Aku benci air mata.” ujarnya dan melepaskan Doyeon.
“Kau bisa pulang.” ujarnya lalu berlalu bergitu saja meninggalkan Doyeon yang menangis tanpa suara.
“Bodoh. Kau tidak boleh lemah dimatanya. Aku benci hubungan palsu ini.” Doyeon menghapus kasar air matanya.
Suho yang mendengar ucapan Doyeon mengepalkan tangannya. “Jika cinta itu menyakitkan, mengapa kau tetap ingin menjalaninya? Jika cinta itu tidak membuahkan kebaikan, mengapa kau tetap mempertahankannya? Lalu apa ini cinta?”

END.

Akhirnya series ini kelar juga. Jelek ya. Maaf ya. Sudah mepet ini idenya. Silahkan kalau ingin baca yang lain juga. Terimakasih.

2 thoughts on “[EXAC’T SERIES] Artificial Love – Anemone

  1. Aku suka tokoh pria possesive, tapi suho? huwaaaa myeonieekuu jadi jahat huhuhu TT__TT okeh lupakan wkwkwk tapi sejujurnya aku suka karakternya suho di sini, jalan ceritanya juga. Tapi aku bingung kenapa suho memperlakukan wanita yang dicintainya seperti itu? untuk mempertahankan gadis itu di sisinya? yak!! myeonnie kau tidak seharusnya berbuat begituu~~ *getook suho*

    ah iya aku mau koreksi, untuk leght kamu menuliskan Drable. Tapi menurutku tulisanmu ini udah termasuk Ficlet atau One shoot. Karena drable sendiri hanya terdiri dari 100-200 kata doang dan tulisanmu lebih dari itu sepertinya hehhe

    Tapi over all aku suka ceritanya! Nice Story ^^~

    #Maafkomentarnyakepanjangan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s