[EXOFFI LINE@] Sial (Ficlet)

myhome_13

[FF FROM ADDERS]

Sial
By starlightboo

Luhan x You / Fluff / Ficlet / T

Disclaimer : Ide cerita murni dari imajinasi+insiparasi dari temen yang lebih berasa kayak kembaran. Luhan punya Tuhan YME, belum sempet jadi punya author karena author terlalu sibuk. /seketika dilempar sualou thehun/

Happy reading ^ㅇ^!

***

Sudah lebih dari satu jam aku terbaring di kasur dan menatap langit-langit kamar. Mereka belum berubah. Masih tetap sama seperti sebelumnya, polos dan hanya dihiasi satu bolam lampu. Aku tidak menunggu sesuatu terjadi pada langit-langit ini. Sesuatu yang dapat merubahnya, bahkan mungkin menjadi lebih menarik. Bukan. Bukan itu alasanku masih tetap setia memandanginya.

Hanya saja aku…..
Aku menghela nafas.

Sial!

Tanganku terangkat, menuliskan namamu di udara.

Sial!

Kau lagi-lagi hinggap di otakku.
***

Pria di hadapanku ini sedang menggoreskan spidolnya di papan tulis. Ia berusaha menuliskan sesuatu. Aktivitasnya terhenti ketika tinta hitam yang baru saja ia goreskan itu membentuk beberapa huruf.

‘Love is’

Kemudian ia menarik paksa spidolnya, membentuk garis yang cukup panjang tepat di bawah kalimat itu. Aku hanya diam. Tak ada niat dariku untuk menganggunya.

Pria yang diketahui bernama Luhan ini mengulurkan tangannya, memberi spidol. Kepalanya ia gerakkan sedikit. Ia memberi isyarat kepadaku agar aku mengisi garis panjang tadi.

Sebenarnya aku tidak benar-benar mengerti apa maksudnya.

Beberapa detik yang lalu, pada waktu pulang, aku melangkah menuju gerbang sekolah dengan gontai. Hari ini sangat melelahkan bagiku. Aku ingin cepat-cepat pulang. Namun Luhan menghalangi jalanku dan itu cukup membuatku jengkel. Oke, ku akui ia berhasil membuatku jatuh cinta dengan pesonanya. Tapi tolonglah. Kali ini saja. Jangan memperburuk hariku dengan kenyataan pahit yang kau bawa, Luhan. Kenyataan kalau kau tak pernah menyapaku seperti itu, kenyataan kalau kau membuatku menunggu selama ini. Menunggumu yang tak pernah mengubrisku.

Ya… mau tidak mau aku harus menuruti perintah untuk mengikutinya yang berujung pada kelas sepi ini.

Eeemmm apa aku harus mengisinya? Tunggu. Aku harus mengisinya dengan apa?

“Apa saja,” Luhan membuka mulut.

Aku terkesiap. Apa ia bukan manusia? Apa mungkin ia vampire? Oh oke. Itu konyol. Tapi ia seperti bisa membaca pikiranku!

Akhirnya, karena aku menyerah mencari kata-kata yang pas untuk mengisi garis panjang tersebut, aku menuliskan kata ‘Cinta’ di sana. Aku tau bukan itu yang dimaksud Luhan. Ia bertanya soal arti ‘Love’ yang sesungguhnya menurutku.

Ku tebak, ia akan tertawa terbahak-bahak.
Eh, tunggu.
Ia tak kunjung memberi respon lain selain diam.

“HAHAHA!”

Sial!

Aku baru saja ingin bilang kalau tebakanku salah. Tapi ternyata pendapatku yang baru saja ingin kubilang itulah yang salah besar!
Sial!

Seharusnya aku merasa tertindas dan marah ditertawakan seperti itu. Tapi nyatanya, dadaku sesak melihat tawanya yg benar-benar….

ARGGGHHHH
Menyerap oksigen di sekitarku!

Oh! Aktingku buruk sekali di saat seperti ini. Aku hanya bisa mengerucutkan bibir, tanpa ada sedikitpun muka kecewa. Mungkin aktingku ini lebih tepat disebut sebagai pose selfie snapchat.

Luhan mulai lelah tertawa, volumenya menurun. Dan ketika ia berhenti tertawa, ia hanya tersenyum tipis padaku. Manis. Tapi entah apa artinya.

***

‘Love is
Cinta’

***

Apa kalian pernah berfikir seperti apa yang ku fikirkan sekarang?

Andai saja aku bisa menghapus histori ingatan seseorang semudah menghapus histori browsing. Aku akan segera menghapus ingatan Luhan soal kejadian tadi sore.

Oh Tuhan, Aku harus senang, sedih, marah atau apa?!

Aku senang Luhan menyapaku. Aku senang Luhan ingin berbicara denganku, mengingat ia selalu menjawab “usaha mencari topik pembicaraan”-ku dengan kelewat singkat.

Di sisi lain, aku sedih ia membangkitkan rasa yang sudah mulai terkubur. Bagaimanapun aku tak bisa bersabar untuk menunggunya lagi. Ini sudah terlalu lama. Mungkin bisa dibilang sudah kedaluwarsa. Ada orang lain yang lebih pantas mendapatkan cintaku ketimbang dia. Pernyataan tersebut dibenarkan eomma. Eomma mendukungku 1000% untuk move on.

Marah? Ya, aku marah. BAGAIMANA BISA IA TERLIHAT BEGITU TAMPAN KETIKA AKU DALAM KEADAAN YANG BENAR BENAR MEMBINGUNGKAN! Aku ini harus senang atau sedih?

Apa sekarang aku sedang sial?

Sial!

Jantungku berdegup cepat.

Sial!

Senyumnya seakan terukir di langit-langit kamarku ini.

Sial!

Aku bahkan tidak bisa berteriak. Aku hidup di antara rumah-rumah lain. Jadi, mana mungkin!
Sial!

KAU MEMANG SIALAN LUHAN!
Setidaknya, beri aku kebebasan untuk mengungkapkan ekspresi. Aku berusaha menangis agar aku menjadi sedikit lega. Setetespun air mata tak kunjung jatuh dari mata ini.

Karena kau membuatku merasakan semua jenis rasa. Aku tidak bisa memilih ekspresi mana yang harus aku ungkapkan lebih dulu.

Dan yaa….

Sekarang aku frustasi. Tanpa sadar aku bangkit. Lalu menari hula-hula, tarian populer pantai hawai.
SIAL!!!
‘Dert dert’

Ponselku bergetar. Ada pesan masuk dari nomor yang tidak diketahui.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Oke aku mungkin mulai gila. Tapi ternyata kau benar.

Love is cinta

‘Love’ yang diambil dari bahasa inggris memiliki arti sebagai ‘Cinta’. Dan entah sejak kapan aku mulai sadar kalau cinta memang sulit diartikan. Tapi satu hal yang aku tahu pasti tentang cinta……

Adalah kau”
Oh, sial!

FIN

#EXOFFI #Luhan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s