[EXOFFI FREELANCE] Sacrifice of Love – (Chapter 3)

Sacrifice of love Part 1.jpg

Title : SACRIFICE of LOVE – 3

Author : BanHana Chance

Cast :

– Xi Luhan

-Seohyun (SNSD)

-Oh Sehun (EXO K)

Support cast :

Byun Baekhyun (EXO K)

Park Chanyeol (EXO K)

Zhang Yixing (EXO K)

Kwon Yuri (SNSD)

Genre : Sad, Romance, School life, Friendship, Mariage life

Lenght : Chaptered

Rating : PG17

 

Terlihat seorang yeoja berada di luar sana. Tanpa habis fikir Luhan pergi menghampiri nya.

Luhan mengerutkan keningnya, dia heran siapa yeoja berambut hitam pekat dengan bando pita berada di depan nya saat ini.

 

Yeoja tersebut membalik kan badan nya kemuadian tersenyum kepada Luhan dan membuatnya membelalak kan mata nya.

 

“Anyeong… Luhan oppa.. ahh kau lama sekali”. Ucap yeoja tersebut dengan senyum manis terukir di muka nya. Luhan yang tadinya melongo kemudian menjawab pertanyaan yeoja tersebut.

“Ahh aku tadi sibuk Yuri-ssi. Kau tahu darimana nomor ponselku?”. Jawab Luhan sambil menggaruk-garuk tengkuknya meskipun tidak gatal.

“Sudahlah oppa, jangan fikirkan itu, kajja kita olah raga”. Ajak Yuri sambil menarik tangan Luhan.

~oOo~

Pagi itu mereka berhenti di sebuah taman sambil makan ice cream vanilla kesukaan yuri. Ice cream vanilla adalah kesukaan Seohyun. Hal ini mengingatkan nya kepada Seohyun saja, gadis yang sangat dia cintai.

 

“Hahaha oppa kau makan nya belepotan sekali”. Ucap yuri kemudian membersihkan bibir Luhan dengan jari nya. Tanpa mereka ketahui, ternyata Seohyun melihat nya dan kemudian dia menangis.

 

Seohyun merasakan dada nya sangat sesak sampai dia terjatuh di atas tanah. Belum sampai dia terjatuh, tiba-tiba Yixing datang dan membantunya berdiri. Yixing pun memeluk Seohyun yang tengah menangis dan mengajaknya pergi.

 

“Sudah siang, kajja kita pulang. Nanti kita terlambat sekolah nya”. Ajak luhan kepada Yuri. Sementara itu yuri hanya menganggukkan kepala nya kemudian berdiri dan mereka pulang bersama.

“Selamat tinggal oppa…. besok kita olah raga bersama lagi. Aku tunggu di depan rumah mu seperti tadi ya oppa”. Ucap yuri kepada luhan sambil melambaikan tangan nya. Luhan pun ikut membalas lambaian tangan dari yuri.

~. . . .~

Sementara itu Yixing yang dari tadi hanya memperhatikan Seohyun melamun jadi ikut sedih dengan keada’an nya saat ini.

“Kau tidak apa Seohyun-ah? Gwaenchanayo..sudahlah Yuri memang seperti itu orang nya. Dia sangat manja kepada siapa pun”.

 

Seohyun yang dari tadi melamun bahkan tidak memperhatikan Yixing sama sekali.

“Andai kau tahu Seohyun-ah, aku sangat mencintaimu sejak pandangan pertama. Tapi kenapa kau selalu mengabaikan ku, kau tidak pernah sedikit pun melirik ke arah ku. Kenapa kau tidak pernah bisa pergi dari Luhan. Tidak kah ada ruang kosong yang tersisa di hati mu untuk ku?” (gumam Yixing dalam hatinya).

 

Sebenarnya Yixing sangat sedih dengan perlakuan Seohyun kepadanya. Namun apa boleh buat, Seohyun memang tidak akan pernah bisa melupakan Luhan. Apalagi Luhan adalah orang yang selalu ada di samping nya dan bahkan sekarang dia dengan sangat mudah mendapatkan wanita baru di sisi nya.

~~~Chapter 3~~~

~oOo~

{Author POV}

 

Sudah hampir satu bulan lama nya Yixing dan Yuri tinggal di Korea. Nampak nya mereka berdua sudah mulai menyukainya. Yuri yang setiap hari olah raga dengan Luhan kini mulai menyukainya. Bahkan dia sempat menyatakan perasaan nya kepada Luhan, meskipun pada akhirnya di tolak oleh nya.

 

Begitupula dengan Yixing. Dia juga semakin akrab dengan Seohyun. Bahkan setiap hari mereka berangkat sekolah naik bus bersama.

 

Padahal Yixing bisa berangkat sekolah bersama Yuri menggunakan mobil. Tapi Yixing menolak dengan alasan dia tidak ingin semua siswa mengetahui kalau Yuri adalah saudara tiri nya.

 

Luhan pun demikian. Meskipun sudah satu bulan putus dengan Seohyun, tetapi setiap hari dia tetap mengirimkan coklat kepada Seohyun yang dia letakkan di laci Seohyun setiap pagi. Luhan tidak pernah bisa membuka hatinya untuk siapa pun kecuali Seohyun. Entah sampai kapan dia bisa bertahan dengan perasaan nya sendiri.

.

.

 

2 minggu kemudian…..

 

Hari ini seluruh siswa sedang mempersiapkan acara untuk pentas seni di sekolah. Seluruh siswa harus mengikuti nya tanpa terkecuali. Mau tidak mau mereka harus mencari pasangan untuk di ajak duet karena ketentuan nya setiap siswa wajib menampilkan satu namja dan satu yeoja.

 

Kebetulan sekali pemilihan peserta di undi oleh Kim Songsaengnim.

“Kyaaaa… aku dengan Tiffany gadis cupu itu?.” Teriak Chanyeol dengan gegabah namun Tiffany sangat senang kegirangan dengan Chanyeol.

 

Baekhyun juga mendengus kesal karena dirinya duet bersama Taeyeon. “hhaiisshhh kenapa aku harus dengan gadis menyebalkan itu eoh?” Selanjutnya yaitu Yixing dengan Sunny, Yuri dengan Jisoo dan Luhan dengan Seohyun.

 

Tunggu dulu, Luhan dengan Seohyun? Apa Kim Songsaengnim tidak salah pilih? Atau memang dia ingin menyatukan kedua pasangan yang telah lama putus itu? Seohyun terlihat sangat gelisah. Dia sebenarnya tidak menginginkan hal ini terjadi. Tapi ini semua sudah ditentukan oleh undian.

 

Berbeda dengan Luhan, dia tampak sangat senang dengan pilihan ini. Hampir satu bulan lama nya mereka tidak bertegur sapa. Mungkin ini adalah salah satu kesempatan untuk Luhan bisa bersama dengan Seohyun lagi karena 2 bulan lagi mereka sudah harus keluar dari SMA ini (Kelulusan).

 

Luhan mendekati Seohyun dengan rasa malu-malu. “hhmm Seohyun-ah, kau bisa bermain piano kan? Bagaimana kalau kau bermain piano sambil menyanyi, dan aku memainkan gitar. Aku ingin kita menyanyikan lagu ciptaan ku?”

Seohyun menganggukkan kepala nya dan berkata.“Hmm baiklah, kapan kita mulai latihan nya? Dan dimana kita latihan?”

 

Luhan sedikit berfikir dengan pertanyaan Seohyun tadi.

“Bagaimana kalau kita latihan dirumah ku saja. Kebetulan eomma ku meninggalkan piano di rumah. Tidak pernah ku pakai sih karena kurasa piano itu sangat sulit.” Seohyun tertawa mendengarkan perkataan luhan barusan.

“Jelas saja sangat sulit Luhan-ah, karena kau tidak pernah mencoba nya.” Senyum Seohyun kini terukir di bibirnya. Yaa senyum yang sangat Luhan rindukan selama ini

 

Yuri yang tidak mendapatkan kesempatan dengan Luhan pun merengek manja kepada Yixing.

“Yaa Yixing-ah eottokeh…kenapa aku tidak dengan Luhan oppa? Kenapa dia dengan Seohyun? Aahh aku tidak suka!” rengek Yuri dan membuat Yixing semakin kesal terhadapnya. Yixing sendiri merasa kesal karena tidak satu kelompok dengan Seohyun.

“Baiklah semua-nya, karena pasangan masing-masing sudah di tentukan, tinggal kalian pilih dimana tempat berlatih dan kalian fikirkan apa persembahan yang akan kalian tampilkan nantinya. Arraseo ?.” ucap Kim Songsaengnim di lanjutkan dengan semua siswa.

“ndeee…..”

 

Kim songsaengnim kemudian meninggalkan kelas dan pelajaran hari ini sudah selesai dan hari ini seohyun langsung ke rumah luhan untuk berlatih.

{Luhan House}

 

“Masuklah, kebetulan aku hanya bersama nenek di rumah. Orang tua ku berada di Beijing. Mungkin mereka ke Korea saat aku wisuda nanti.” Seohyun hanya meng-oh kan perkataan Luhan sambil berjalan mengikuti Luhan di belakangnya.

“hhmm kita latihan di kamar ku saja.”

 

Tiba-tiba Seohyun menghentikan langkah kaki-nya. dia begitu kaget karena dia tidak pernah sekalipun ke rumah Luhan, bahkan ke kamarnya sekalipun.

“yaa eottokeh? Bagaimana bisa aku masuk ke kamar namja eoh?.”

 

Luhan hanya tersenyum kepada seohyun lalu tiba-tiba mendekatkan kepalanya.

“gwaenchana… aku tidak akan melakukan apapun kepadamu. Kebetulan piano nya ada di kamarku. Tidak mungkin kan aku mengeluarkan piano sebesar itu sendirian.”

 

Kekhawatiran seohyun pun mulai hilang karena Luhan benar-benar tidak melakukan hal-hal yang buruk kepadanya.

.

.

2 jam kemudian……

 

“Permainan piano mu bagus, suara mu juga bagus sekali Seohyun-ah. Semoga penampilan kita berdua bisa memukau.” Ucap Luhan sembari mengacak rambut Seohyun.

 

Deg….

 

Tiba-tiba hati Seohyun merasakan rindu yang sangat dalam setelah apa yang Luhan lakukan kepadanya. Biasanya dia sangat manja dengan Luhan saat mereka bersama. Namun perasaan rindu itu harus dia kubur karena 2 bulan lagi dia sudah berganti marga menjadi Oh.

 

“Kajjaa kita keluar.” Ajak Luhan sambil berjalan menuju pintu. Tiba-tiba tangan Seohyun menghentikan langkah Luhan.

“Oppa…..” ucap Seohyun dengan nada lemah. Hati Luhan terasa teriris mendengar rintihan suara Seohyun. Baru pertama kali ini Seohyun memanggilnya dengan sebutan oppa.

 

Perlahan Luhan mulai menghadap ke arah Seohyun yang kini tengah terisak. Luhan bisa merasakan betapa rindu nya gadis itu kepadanya.

 

Tiba-tiba saja seohyun berdiri dan memeluk Luhan dengan erat. Luhan masih terpaku dengan dirinya saat ini.

 

Isakan tangis Seohyun membuat Luhan semakin tidak tahan mendengarnya.

“Waeyoo Seohyun-ah?.” Tanya Luhan sambil menatap iris mata Seohyun yang mengeluarkan air mata.

“aku… aku sangat merindukan mu oppa..” Seohyun semakin mempererat pelukan nya dengan Luhan. Dia benar-benar tidak bisa pisah dari Luhan.

 

Perlahan suara isakan Seohyun mulai menghilang dan mereka mulai merenggangkan pelukan mereka.

 

“oppa…aku tidak ingin mengakhiri ciuman kita waktu itu, kau adalah first kiss ku oppa, aku ingin menciumu sekali lagi sebelum kita benar-benar berpisah.”

 

Kata-kata Seohyun barusan membuat Luhan geram. Rahang-nya mengeras dan hati-nya terasa begitu sesak.

 

“Seohyun-ah sudah berapa kali aku bilang kepadamu eoh kalau kita tidak akan pernah berpisah. Kau adalah takdirku. Dan sampai aku matipun kau adalah takdir ku. Arra…?”

 

Seohyun tersenyum dengan perkataan Luhan tadi. Kemudian Luhan mulai mendekatkan wajah mereka. Wajah mereka kini tinggal berjarak 1cm saja. Seohyun pun mulai merasakan deruan nafas Luhan dan dia mulai memejamkan matanya.

 

Perlahan benda yang sangat lembut mulai menempel di bibir Seohyun. Seohyun bisa merasakan kerinduan yang amat dalam dari diri Luhan

 

Ciuman mereka semakin panas bahkan Luhan mulai membawa Seohyun ke atas ranjang. Tanpa mereka berdua sadari, posisi Luhan sekarang kini berada di atas tubuh Seohyun. Oh Tuhan salahkan Luhan yang tidak bisa menahan nafsu-nya. bukan-kah dia tadi sudah berjanji tidak akan berbuat macam-macam kepada Seohyun?

 

Saat mereka sedang lama berpagutan, Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dan membuat mereka bangun dari posisi nya semula.

 

“Yaaa Luhan-ah……apa kau di dalam? Nenek buatkan kau makan siang eoh? Cepat keluar.” Luhan yang setengah kaget pun mencoba mengatur nafas nya dan siap-siap untuk keluar dari kamar nya.

 

Sementara Seohyun yang kini sedang terpaku karena rasa takut sekaligus malu hanya diam saja di atas ranjang luhan. Bisa dilihat wajah-nya sudah merah seperti tomat. Hampir saja mereka melakukan hal gila untuk anak SMA.

 

“Yakk Seohyun-ah. Apa kau akan tetap berada di sini sampai nanti malam? Kajja kita keluar.” Ajak Luhan dengan sedikit merapikan baju nya.

 

“oppa….” ucap Seohyun dengan senyuman manis terukir di wajah nya.

“Neh?” pekik Luhan.

“Gomawo….”

 

~oOo~

{school life}

 

Semua siswa kini mulai berdandan untuk menyiapkan acara pentas seni nya. Banyak siswa yang berhamburan kesana-kemari untuk mempersiapkan diri mereka masing-masing. Yuri yang dari tadi hanya sibuk mendandani dirinya sendiri kini tengah berjalan menuju toilet.

 

Dan sesampainya di toilet, dia bertemu dengan Seohyun. Perlahan Yuri mulai memicingkan matanya. Sepertinya dia akan melakukan hal buruk kepada Seohyun.

 

Dan benar saja, saat Seohyun masuk ke dalam toilet, tiba-tiba Yuri mengkunci pintu nya dan membuang nya ke dalam kloset.

 

“hhh itu akibatnya kalau kau berani-berani nya mendekati luhan oppa ku Seohyun-ssi.” (ucap Yuri dalam hatinya dan kemudian dia pergi meninggalkan Seohyun sendirian).

 

Dan parahnya lagi dia memberi tanda bahwa semua toilet kini tengah rusak sehingga tidak ada satupun orang yang masuk.

 

~oOo~

 

Dan kini acara pentas seni tengah dimulai. Luhan dan Seohyun mendapatkan urutan ke 5. Sementara itu Luhan tengah bingung mencari Seohyun yang menghilang.

 

Tas dan semua barang-barang Seohyun ditinggalkan di meja rias termasuk ponsel nya sehingga membuat Luhan kesulitan mencarinya.

 

“Seohyun-ah kau kemana… sebentar lagi kan kita akan tampil.” Luhan semakin bingung mencari Seohyun yang sampai sekarang tidak di ketahui keberadaan nya.

 

Dan setelah ia telusuri, disebuah toilet yang rusak tersebut Luhan menaruh rasa curiga. Tanpa pikir panjang, Luhan langsung membuka pintu tersebut dan dia buka satu persatu pintu toilet tersebut.

 

Ada satu pintu yang mencurigakan karena tidak bisa dibuka. Dan saat dia dobrak pintu itu, Luhan menemukan Seohyun tengah tergeletak dengan tubuh sangat menggigil ketakutan. Luhan membelalakkan matanya dan langsung memeluk Seohyun.

 

“Gwaenchanayo…siapa yang melakukan ini kepadamu eoh?.” sementara itu Seohyun tetap menggigil ketakutan dan tidak menjawab pertanyaan Luhan, malah menangis ketakutan.

 

Luhan pun mengangkat Seohyun dan membawanya ke ruang kesehatan.

 

~oOo~

 

“Baiklah para hadirin, kini acara telah selesai. Karena pasangan Seohyun dan Luhan tidak berada disini, kita tutup saja acara hari ini dan..” belum sempat MC melanjutkan bicara nya tiba-tiba Luhan dan Seohyun datang.

“Tunggu sebentar, saya akan menutup acara ini dengan penampilan terakhirku dan seohyun.”

 

Sementara itu Yuri membelalakkan matanya.

“Bagaimana bisaa?.” Ucap Yuri dalam hati nya dan membuatnya geram.

.

.

Petikan gitar kini mulai berbunyi dibarengi dengan suara piano yang sangat merdu. Suara Seohyun menambah keindahan keduanya..Seohyun menyanyikan lagu yang diciptakan oleh Luhan. Yaitu Miracle in December.

 

Lagu itu dia ciptakan tepat setelah Luhan putus dengan Seohyun satu bulan yang lalu, yaitu bulan December. Semua orang yang berada di gedung tersebut benar-benar terpukai, bahkan Chanyeol sampai menitihkan air mata.

 

“Yaa eottokeh..hiks..kenapa mereka sangat sweet sekali eoh Baekhyun-ssi…hiks.” ucap Chanyeol sembari mengusap air mata nya dengan syal Baekhyun.

“Yaakk apa yang kau lakukan eoh? Benar-benar menjengkelkan.” Sahut Baekhyun sambil menarik syal miliknya.

 

Sementara itu Seohyun yang sedang menyanyi tiba-tiba menitihkan air mata dan membuat Luhan tampak sedih melihatnya.

 

“Tenang saja seobaby ku yang cantik. Aku akan menjagamu sampai aku mati sekalipun.” (ucap Luhan dalam hati nya sembari memandang Seohyun yang kini tengah menghayati lagu yang dinyanyikan nya).

 

Prokk prokk prokk prokk….

 

Suara tepuk tangan kini menghujani mereka berdua. Benar-benar penampilan yang sangat memukai.

 

Semua penonton pun berdiri dan memberi bunga kepada keduanya.

 

“Kerja keras yang bagus Seobaby ku yang cantik.” Bisik Luhan kepada Seohyun. Seohyun hanya tersenyum manis kepada Luhan.

 

 

2 bulan kemudian……

 

Hari ini adalah hari kelulusan Seohyun dan teman-teman nya. Mereka sangat bahagia hari itu karena semua wali siswa datang untuk menyaksikan wisuda para putra dan putri nya termasuk Luhan.

 

Kebetulan sekali orang tua Luhan hari ini datang karena dia sudah berjanji akan datang di hari wisuda Luhan. Namun berbeda dengan Seohyun, orang tua nya tidak datang karena ada pekerjaan yang sangat mendadak sehingga mereka tidak bisa menjadi wali untuk Seohyun.

 

“Yaa Seohyun-ssi, selamat ya akan kelulusan mu.” Ucap seorang wanita paruh baya kepada Seohyun.

“Ndee khamsahamnidaa. Hmm ahgasi wali dari siapa?”. Tanya Seohyun dengan senyum terhias di wajah nya.

“Saya…Luhan eomma. Kemana wali mu? Apa mereka tidak datang?.” Tanya eomma Luhan sambil menengok kanan-kiri.

“Hhmm nde ahjuma, orang tuaku ada pekerjaan mendadak sehingga tidak bisa datang kesini.” Ucap Seohyun dengan raut muka sedikit cemberut.

 

 

Tiba-tiba saja ada seorang namja datang tanpa sopan santun langsung menarik tangan Seohyun ke sebuah lorong.

 

“Yaakkk apa yang kau lakukan eoh?.” Bentak Seohyun kepada namja itu.

Namja itu menyeringai kepada Seohyun.

“Apa salahnya aku menjadi wali untuk calon tunangan ku eoh? Lagian setelah pulang dari acara ini kau juga harus pergi bersama ku ke suatu tempat.” Ucap Sehun.

 

Seohyun mulai menarik nafasnya perlahan dan…

 

Plaakkk…..

 

“Kau pikir aku mau pergi dengan mu sesuka hatimu. Kalau saja orang tua ku tidak dalam masalah, aku tidak akan sudi menikah dengan mu. Aahh bahkan aku juga tidak pernah sedikit pun menyukai namja brengsek seperti mu!” bentak Seohyun dengan keras.

 

Sementara itu Sehun yang tidak terima dengan perkataan Seohyun langsung menampar wajah Seohyun.

 

Plakk…

 

“Aahhh…..” rintih Seohyun dengan memegang pipi nya yang merah kesakitan.

“Kau pikir akan semudah itu kau pergi dariku eoh? Bahkan sebelum kau pergi, aku akan lebih dulu membunuh mu.” Ancam Sehun dengan tangan yang mencekram pipi Seohyun.

 

Seohyun pun yang tidak terima langsung mendongak kan kepala nya dan “Kau pikir aku takut dengan ancaman mu? Tidak sama sekali. Bahkan sampai kau membunuhku sekalipun. Aku tidak akan pernah takut kepadamu.”

 

Sehun yang semakin geram kepada Seohyun pun mulai mengangkat tangan nya. Tetapi saat akan menampar Seohyun, tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Luhan.

 

“Yaa’ jauhkan tangan kotor mu ini eoh?.” ucap Luhan dengan nada bicara yang sangat datar.

 

Sementara itu Sehun yang kaget dengan kedatangan Luhan langsung mengibaskan cengkraman tangan Luhan.

 

“Apa masalahmu? Ini bukan urusan mu!” sahut Sehun dengan nada sedikit membentak.

“Ahh bukan urusan ku, tapi ini akan menjadi urusan ku kalau kau berani-berani nya menampar seorang gadis. Aaiishhh bahkan itu tidak layak lagi dikatakan sebagai seorang laki-laki.” Ejek Luhan dengan tertawa menyeringai.

 

Sehun pun tidak terima dan langsung mengangkat kemeja Luhan dan kembali mengancamnya.

“Kau laki-laki bodoh, bahkan aku bisa menyingkirkan mu sekarang juga. Aku berhak melakukan apapun kepada calon istri ku sendiri.” Balas Sehun dengan tertawa penuh kemenangan.

 

Luhan yang tadinya terlihat sangat kuat tiba-tiba lemah mendengar perkataan Sehun barusan. Hatinya terasa ditusuk oleh beribu-ribu pedang mendengar bahwa Seohyun adalah calon istri nya.

 

Sehun pun melepaskan cengkraman nya kepada Luhan dan langsung menarik tangan Seohyun pergi meninggalkan Luhan yang terpaku dengan dirinya saat ini.

 

Seohyun hanya bisa melihat Luhan yang lemah. Dia bisa melihat betapa sedihnya Luhan saat ini.

 

“Maafkan aku Luhan-ah….karena terlambat memberitahu tentang perjodohan ku dengan Sehun…” ucap Seohyun dalam hati-nya sambil terus ditarik paksa oleh Sehun.

 

~oOo~

 

Sementara itu Seohyun hanya menangis dari tadi. Mobil Sehun membawa Seohyun entah kemana. Yang jelas sudah hampir setengah jam mereka pergi meninggalkan sekolah setelah acara selesai tadi.

 

Seohyun sangat sedih karena tidak bisa menikmati acara-acara terakhir nya dengan teman-teman nya terutama Luhan.

 

“Yakk’ apa kau akan terus menangis sampai nanti eoh?” tanya Sehun dengan nada datar.

 

Seohyun hanya diam saja dan terus saja menangis memikirkan Luhan. Rahasia yang selama ini dia sembunyikan selama ini akhirnya terbongkar. Mungkin hal ini sangat menyakitkan bagi Luhan. Tapi menurutnya hal ini terlalu cepat diketahui Luhan.

 

Dia sangat paham dengan sifat Luhan yang keras kepala ingin memiliki Seohyun sampai akhir hayatnya.

 

Entah harus darimana dia memulai pembicaraan nya dengan Luhan. Yang jelas seohyun hanya ingin minta maaf karena menyembunyikan hal sebesar ini hingga memutuskan hubungan nya dengan Luhan, namja yang sangat dia cintai sampai detik ini.

~oOo~

“Yaa luhan-ah, apa yang kau fikirkan? Oh iya eomma tidak melihat Seohyun dari tadi. Kemana dia?” tanya eomma nya dengan pandangan terus fokus saat menyetir.

“Oh iya, dia wanita yang cantik. Apa kau tidak ingin menikah dengan nya saat kau lulus kuliah nantinya?.” Tanya eomma Luhan lagi.

 

Luhan mendengar pertanyaan eomma nya pun hanya bisa mendengus sebal.

 

“Aku tidak ingin menikah dengan nya, dia wanita yang jelek, cerewet, manja, dan makan nya banyak. Aku tidak suka.” Jawab Luhan dengan ketus.

 

Eomma Luhan pun tertawa keras dengan jawaban Luhan barusan.

 

“Hahaha waeyeoo… Bukan kah selama ini dia wanita yang selalu kau ceritakan sama eomma? aahh kau putus dengan nya yaa?” tanya sang ibu dengan wajah mengejek.

“haishhh eomma tidak perlu tahu masalah anak muda. Arrachi…?.” ketus Luhan.

“hehe ndee eomma paham dengan perasaan mu sekarang ini.” Tiba-tiba sang ibu memegang tangan Luhan dan menatap nya.

“Luhan-ah, kejar cinta mu, kalau masih ada kesempatan kedua, kenapa tidak?.”

 

Sejenak perkataan sang ibu barusan membuat Luhan semakin tidak bisa melupakan kejadian tadi siang. Benar-benar menyebalkan.

.

~oOo~

 

Sementara itu Sehun dan Seohyun tetap berjalan menuju suatu tempat yang jelas sangat indah, bangunan yang tertata rapi sedemikian rupa, seorang pelayan yang sangat sopan menyambut mereka berdua

 

“Dimana kita sekarang?” tanya Seohyun dengan heran.

“Kau berada di rumah ku, cepat masuklah.” Ajak Sehun. Tetapi ajakan Sehun barusan justru ditolak oleh Seohyun dan dia pergi meninggalkan Sehun begitu saja.

 

Karena merasa ajakan nya di tolak oleh Seohyun, Sehun pun marah dan menarik tangan Seohyun dengan kuat dan membawanya masuk ke dalam kamar.

 

“yyaakk apa yang kau lakukan eoh? Yak Oh Sehun appo.” Teriak Seohyun karena tangan nya di tarik begitu keras oleh Sehun.

 

Sehun terus menarik tangan Seohyun sampai badan nya terjatuh diatas ranjang milik Sehun. Dan saat itu juga Sehun mencium bibir Seohyun dengan penuh amarah.

 

Seohyun yang tidak bisa melawan hanya menangis dan pasrah karena tubuhnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Sehun.

 

Jari Sehun semakin ganas dan mulai membuka kancing baju milik Seohyun. Karena kaget dengan perlakuan Sehun, tiba-tiba Seohyun mendorong Sehun hingga terjatuh.

 

“Apa yang kau lakukan brengsek…!!!!”

“Apa yang kulakukan katamu? Jelas saja aku ingin menidurimu gadis manis.” Ucap Sehun penuh seringaian membuat Seohyun bergidik ngeri mendengar-nya.

 

Tetapi Sehun tidak ingin kalah begitu saja. Dia tetap menarik Seohyun ke atas ranjang dan apa yang terjadi selanjutnya……

 

~oOo~

.

Suara alunan musik klasik dan lima botol soju kini menemani Luhan, Chanyeol, dan Baekhyun. Mereka bertiga kini merayakan hari kelulusan nya.

 

Yixing dan Yuri pun juga ikut datang karena undangan dari Baekhyun. Kebetulan saja Baekhyun belum sempat mengungkapkan perasaan nya kepada Yuri semenjak tabrakan dua bulan silam.

 

Sejak saat itu lah Baekhyun mulai menyukai nya.

 

“aaahhh akhirnya kita sudah boleh minum-minum juga.” Ucap Chanyeol dengan nada bicara yang sangat konyol.

“yaakk itu tidak baik buat jantung mu eoh, kau akan kehilangan sikap hyperaktiv mu itu kalau kebanyakan minum.” Jawab Baekhyun sedikit mengejek Chanyeol.

 

Luhan dari tadi hanya melamun saja. Bahkan saat Yuri menawarkan secangkir soju pun Luhan menolak dan tetap saja melamun.

 

 

“Oppa…. kau kenapa? Kau tidak ingin bersenang-senang dengan kita?.” Tanya Yuri dengan manja saat mengetahui Luhan mulai beranjak pergi meninggalkan mereka semua.

“aahh sepertinya aku harus pulang Yuri-ssi, eomma ku sudah menunggu.” Jawab Luhan dan langsung pergi meninggalkan teman-teman nya begitu saja.

.

.

.

~oOo~

 

“Mwoo…. kau menyatakan perasaan mu tanpa harus memberiku kesempatan untuk kencan begitu? Kau ini pria macam apa? Jangan-jangan kau pria yang suka mempermainkan wanita ya! Jawab aku Byun Baekhyun.” bentak Yuri dengan suara yang sangat keras.

“haiiisshhh bukan seperti itu, aku menyukaimu sudah sejak kita pertama bertemu. Sejak aku tidak sengaja menabrak mu waktu itu. Sebenarnya sudah lama aku ingin mengajakmu berkencan. Tapi aku tahu kau menyukai Luhan. Jadi ku urungkan niatku mendekatimu.” Jawab Baekhyun dengan kesal.

“Tapi tetap saja kau itu seperti seorang badboy.”

“Kau juga sama saja.” Kali ini giliran Baekhyun yang bersuara.

“Mwo…??? apa maksud-mu hahh?”

“Kau juga sama saja. Kenapa kau tidak bilang kepada semua orang kalau Yixing itu saudara-mu.” Yuri benar-benar kehabisan kata-kata sekarang.

 

Tiba-tiba Yuri tersenyum simpul sambil melirik Baekhyun yang kini tengah cemberut.

“Yaakk oppa….aku kan hanya bercanda. Kapan kita mulai berkencan?” Tanya Yuri sambil mengedipkan matanya berulang kali sambil melakukan Aegyeo nya.

 

Baekhyun sedikit bergidik tetapi akhirnya dia tersenyum juga.

“sekarang saja kita mulai berkencan.” Jawab Baekhyun sambil merangkul Yuri dan mengajaknya pergi.

 

“Yixing-ah…..bilang kepada Mom n Daddy aku pulang telat. Oke…????”

 

Yixing terlihat begitu frustasi dan mengacak rambut-nya kasar.

“Dasar gadis bodoh. Berani-nya dia bicara seperti itu.”

“Jadi kau dan Yuri…..” tanya Chanyeol setengah mabuk.

“Sudah lupakan…”

 

“yaakk Chanyeol-ssi kau sudah mabuk sekarang. Kajja ku antarkan kau pulang.” Ajak Yixing dan mengangkat tubuh Chanyeol yang tergeletak lunglai.

 

Saat di jalan tiba-tiba Chanyeol berbicara sendiri.

“yaak neo…Zhang Yixing, kenapa kau begitu menyukai Seohyun eoh?”

 

Pertanyaan Chanyeol barusan membuat Yixing tidak fokus menyetir mobil nya.

“Apa yang kau bicarakan? Kau sekarang mabuk. Jadi tidur sajalah.” elak Yixing dengan nada bicara kesal.

“Aku tahu… tapi sampai kapan pun kau tidak akan pernah mendapatkan Seohyun karena dia sudah ditakdirkan bersama Luhan. Arrachi…?.” sahut Chanyeol sedikit mengigau dan tiba-tiba dia tertidur dengan suara dengkuran yang sangat keras membuat Yixing risih mendengarnya.

 

~oOo~

 

Saat hendak masuk ke dalam rumah tiba-tiba ada yang menahan tangan Luhan.

 

“A.a..apa yang kau lakukan disini Seohyun-ah? Dan apa yang terjadi kepadamu eoh?”. Tanya Luhan dengan gegabah karena melihat tubuh Seohyun yang acak-acak an dan terdapat luka lebam di sudut bibir Seohyun yang menyisakan darah bekas pukulan.

 

“Oppa……..” tiba-tiba Seohyun pingsan dan tersungkur di pelukan Luhan.

To be continued……

 

Semoga saja Seohyun mau bilang sama Luhan kalau Sehun sudah berbuat jahat kepada-nya dan keluarga-nya. dan semua akan berjalan dengan baik.

Cha….chapter 3 sudah kelar. Jangan lupa seperti biasa RCL yaaa

Khamsahamnida….

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Sacrifice of Love – (Chapter 3)

  1. haha,sehun jahat knp dia ngelakuin it,luhan y sabar ya menghadapi seohyun,baek sm yuri y langgeng ya,yising hwaiting

    keep writing authornim

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s