[EXOFFI FREELANCE] Innocent Chanyeol (Drabble)

121424797

 

INNOCENT CHANYEOL

Dinopeach

Park Chanyeol. Sean Lee

Romance

PG 17

Drabble

Selamat menikmati, dan hargai karya penulis ya.

Fanfic ini juga pernah dipost di sini bersama fanfic-fanfic saya yang lain.

Selamat membaca J

.

.

.

.

.

.

.

“Gila sekali orang yang mengatakan bahwa seorang Park Chanyeol punya imej innocent” Sean mendengus melipat tangan di depan dada. Memandang bengis Chanyeol yang sedang menguras tabung besar isi popcorn yang di belinya sebelum datang ke rumah Sean untuk melihat Kungfu Panda 3 bersama.

“Kenapa?” Chanyeol menoleh, masih memangku popcorn. Kakinya dinaikan ke atas sofa, bersila. Wajahnya membulat dengan pipi penuh popcorn yang belum sepenuhnya terkunyah.

Alih-alih menanggapi wajah Chanyeol yang kelewat imut dari Baekhyun, Sean memutar bola mata lalu bercedak. Kepalanya menggeleng teratur, “Polos katanya, huh!” Sean merebut popcorn dari rangkulan Chanyeol, melahap segepal.

“Aku memang polos” menelan kunyahan di dalam mulut, Chanyeol meraih botol coke di meja depannya. Menyeruput sedikit, lalu menarik lengan Sean, memutar tubuh kecil gadis kuncir kuda itu menghadapnya. Menatap Sean tepat di matanya, sedikit memapas jarak.

“Seorang lelaki yang menyimpan file dewasa di laptonya, masihkah harus ku anggap polos?” Sean menonyor dahi Chanyeol agar ada sedikit ruangan di antara wajah mereka. Sean hampir dibuat kehabisan nafas.

“Sudah kubilang, Sehun dan Kai yang men-download nya, bukan aku!” bibir Chanyeol mengerucut, kebiasaannya saat kesal. Sean menggigit bibir, menahan keinginan untuk meraup candunya.

“Kenapa tidak kau kirim saja pada Sehun atau Kai..” Sean memutar tubuh, kembali memandang televisi walau tidak ingin, hanya menghindar dari wajah Chanyeol yang benar-benar membuatnya gila, “..malah disimpan.” Gadis itu melanjutkan, mendengus lalu mengerucurkan bibir mengikuti yang Chanyeol lakukan.

Chanyeol mulai geram, disikatnya ponsel di bawah bantal sofa sampingnya. menekan-nekan layarnya sedikit kasar lalu menyodorkannya pada Sean. Gadis itu masih tak berkutik.

“Ini, hapus. Kau tak percaya.” Tangan Chanyeol masih mengambang di udara ketika mata Sean hanya melirik sebagai tanggapan. Chanyeol akhrinya mendengus, kembali dengan kasar menekan-nekan layar ponselnya. Tanpa kata-kata, Chanyeol membanting agak keras benda tipis itu pada permukaan kayu meja di depannya.

“Sudah ku hapus” Chanyeol melipat tangannya di depan dada, meniru yang Sean lakukan, matanya menatap datar tampilan layar televisi yang sedang menyajikan pertarungan panda sang peran utama dengan beberapa makhluk aneh berwarna hijau.

Sean sempat gemetar saat mendengar bunyi nyaring ketukan ponsel Chanyeol pada meja. Berasumsi kalau Chanyeol benar-benar marah, lelaki itu akan bersikap kasar pada apapun yang ada di sekitarnya, kali ini Sean bisa saja masuk daftar ‘apapun yang ada di sekitarnya’.

Sean sebenarnya bukan bermaksud membuat Chanyeol marah, hanya menggoda saja. Seorang yang mengenal Chanyeol menulis bahwa Chanyeol adalah seorang lelaki yang polos saat sudah mengenal lelaki itu, tulis seorang itu dalam sebuah situs internet.

Sean mengangguk setuju saat pertama kali membacanya. Setelahnya, terbesit di otaknya untuk menggoda Chanyeol tentang hal yang beberapa hari yang lalu membuat keduanya hampir putus-Chanyeol ketahuan menyimpan file dewasa di ponselnya-, dan sekarang mungkin akan terjadi lagi.

Chanyeol tak berkutik dari televisi saat sean berbalik menghadapnya, menurunkan lipatan tangannya. Gadis itu perlahan meraih ponsel Chanyeol di atas meja, sempat memandang Chanyeol yang memerah di bagian daun telinganya.

Benar-benar marah, ya?

Sean meletakkan ponsel Chanyeol di atas sofa saat matanya selesai memastikan kalau Chanyeol benar-benar menghapur file laknat itu dari ponselnya. Tak urus dampak lanjutnya, entah Sehun yang tidak akan lagi mau menemaninya bermain video game atau Kai yang menolak untuk memberi tips ‘Bagaimana meluluhkan hati gadis?’ lagi.

Sean sejenak menyeruput coke miliknya sebagai persiapan untuk memulai cakap meminta maaf pada Chanyeol, “Babe..” Sean berdecit.

Chanyeol masih diam, wajah tampannya masih tetap ditekuk.

Sean merapatkan posisi dengan Chanyeol, mencuil lengan berotot kekasihnya, “Chanyeol”

Chanyeol hanya berdehem sebagai jawaban, matanya tak kunjung melepas fokus dari televisi.

Sean makin merapatkan posisinya, menyiku lengan Chanyeol selanjutnya.

“Chanyeol-ah, aku tidak bermaksud membuatmu marah.” Sean mengapit lengan Chanyeol, menyandarkan kepalanya di sana. menggeliat manja, mencoba merajuk. Chanyeol sendiri terlihat mengabaikannya, lelaki itu meraih coke di meja, menyesapnya lalu menaruhnya kembali ke meja. Tak menggubris Sean sama sekali.

Sean mendengus kecewa, tangannya terangkat, mengelus rahang Chanyeol, “Sorry” gadis itu mengecup singkat pipi Chanyeol, membuat sofa bergerak sebentar.

Sean sempat putus asa saat Chanyeol tak memberi respon sama sekali. Biasanya, lelaki  itu akan memekik kecil saat Sean mendaratkan ciuman padanya. Sekarang? Sama sekali tak bergerak, mulutnya pun tak terlihat terbuka untuk mengucap kata atau hanya sekedar terbatuk.

Baru saja Sean melepas apitan tangannya pada lengan Chanyeol, lelaki itu tiba-tiba menangkup wajahnya lalu meraih bibir Sean dengan lembut. Mata Sean cepat-cepat membola.

Hanya sebentar, wajah Sean merona, tubuhnya terbakar, dan perutnya terserang badai kupu-kupu. Dan di seberang, Chanyeol tersenyum seakan tidak terjadi apapun. Memang polos.

“Aku memaafkanmu” Chanyeol menyentuh pipi Sean saat gadis itu hanya diam sebagai reaksi.

Um..” Sean mengguman sebagai jawaban, matanya masih kosong menatap manik berbinar Chanyeol. Chanyeol terkekeh mendengarnya, lalu terkikik geli, “Kau lucu” lelaki itu kembali mencuri bibir Sean, gemas.

Sean melonjak.

“Sangat lucu” kembali, Chanyeol melempar serangannya. Kali ini lebih lama, sempat menjilat rasa coke yang tersisa.

“Chanyeol-ah..” Sean berdecit saat Chanyeol melepas tautannya.

“Ya, sayang?” Chanyeol membelai sudut bibir Sean.

“Apa Kai juga mengajarimu ‘Cara melumat bibir kekasihmu’?”

Chanyeol tak sempat membalas gurauan Sean, gadis itu cepat-cepat meraih lehernya. Meraup candunya.

Chanyeol sempat terkekeh mendapati tingkah Sean.

“Tidak, kau yang mengajariku” balas lelaki itu penuh desah.

“Dasar polos!”

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

.

Credit cover on picture.

Tinggalkan komentar sebagai apresiasi dan penghargaan tersendiri bagi penulis.

Sekian

-dinopeach-

3 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Innocent Chanyeol (Drabble)

  1. Simpen Video Yadong O.O oohhh Chanyeol mint di gorok wkwkwkwk. Keren ceritanya Authornim. Pas Chanyeol marah berasa dia beneran marah pantes marah coba bayangin Sean yang setatus ceweknya nggak percaya sama dia kan ngenes banget😄 tapi akhirnya luluh dengan kecupan manis.
    Polos!!? Dia mah udah nggak polos kkkkk
    Nice Authornim😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s