[EXOFFI FREELANCE] Blind – (Chapter 2)

FF BLIND.jpg

Title : BLIND

Author : BanHana Chance

Cast :

-Park Chanyeol {EXO K}

-Jang Nina {OC}

Support cast :

-Jang Nara {OC}

-Bobby {IKON}

Genre : Sad, Romance, Schooll life

Length : Chaptered

Rating : PG17

Disclaimer : FF INI MURNI DARI IMAGINASI AUTHOR. DILARANG KERAS PLAGIAT

Summary : Impian Park Chanyeol sebagai pemain basket tingkat internasional kandas di tengah jalan akibat penyakit yang di derita-nya dan juga pengorbanan-nya untuk memperjuangkan cinta-nya. Akankah sang dokter bisa menyelamatkan-nya? atau justru Chanyeol harus menggantung semua harapan terbesar-nya.

Author Note’s : FF ini murni dari imaginasi author. Kalau pun ada kesamaan alur cerita atau sebalik-nya itu pasti hanya sebuah kebetulan saja. FF ini terinspirasi dari film Magic Hour. Banyak TYPO’S dimana-mana.

`oOo`

Ke esokan harinya……..

.

Chanyeol kini terlihat murung seperti biasanya. Dia tidak mau bertemu dengan siapa-pun termasuk orang tua-nya sendiri.

Hanya suster saja yang masuk untuk mengecek kesehatan-nya. Itu pun jika Chanyeol sedang tertidur. Kalau tidak sang suster bisa mendapatkan satu makian dari Chanyeol.

.

.

Tok tok tok….

Suara ketukan pintu terdengar membuat Chanyeol melirik sejenak ke arah pintu dan kembali memandangi ke jendela arah luar.

.

“Anyeonghaseyo…Chanyeol-ssi. Apakah hari-mu bahagia?” tanya Nara dengan sopan.

“Cih…bahkan rasanya ingin mati saja.” Jawab Chanyeol kesal.

.

“Baiklah….bolehkah aku memeriksa keadaan-mu?” tanya Nara ramah namun Chanyeol tetap saja diam.

.

.

Ketika hendak memeriksa keadaan Chanyeol tiba-tiba tangan kanan Chanyeol yang tidak terluka melempar alat untuk memeriksa-nya dari tangan Nara.

.

Brakkk….

“Apa kau sudah gila…??? sampai kapan kau akan terus menyiksa dirimu sendiri seperti ini eoh? Kau terlihat sangat lemah…!!!” bentak Nara habis-habis an.

.

Namun Chanyeol hanya melirik kesal ke arah Nara. “Sudah selesai bicara-nya? Kalau sudah keluarlah.” Ucap Chanyeol malas.

.

.

“Dasar namja gila. Baiklah aku tidak akan memeriksa-mu lagi. Kalau kau butuh apa-apa pergilah sendiri.” Ucap Nara dan langsung pergi meninggalkan kamar Chanyeol.

.

.

.

Deg….

.

Seketika hati Chanyeol terasa tertusuk ribuan pisau.

“Mwo….sendiri? sampai kapan aku akan terus seperti ini. Dasar tidak berguna…!!!! hhhuuuaaaaaaaa…………..!!!!!!! teriak Chanyeol frustasi.

.

.

~oOo~

{Bobby POV}

Bobby kini tengah membawa sepaket bungan krisan berwarna putih. Dengan setelan kaos oblong dan celana jins dengan rambut up layaknya justin beiber kini Bobby tengah berjalan ke suatu tempat.

.

“Woahhh….daebbak….Park Chanyeol pasti sangat senang aku kesini. Hhahahaa.” Ucap Bobby dalam hati-nya.

.

.

.

Chapter 6

.

~oOo~

“Hay Park Chanyeol… lama kita tidak bertemu kawan…” ucap Bobby sambil menaruh sepaket bunga untuk Chanyeol.

“Wae….?” tanya Chanyeol datar.

“Aku kan hanya ingin menjenguk-mu. Kudengar kaki dan tangan seorang atlit basket Internasional ini mengalami patah tulang ya..??” ejek Bobby.

.

Chanyeol melirik ke arah Bobby datar. “Apa kau sudah selesai bicara? Kalau sudah pergilah. Trimakasih bunga-nya.” Ucap Chanyeol datar.

.

“Woahhh daebbak… kau sedang mengusirku sekarang eoh? Gwaenchana….aku tidak lama kok disini. Aku hanya memeberitahumu. Bahwa tim basket ku menang turnamen kemarin dan seorang pelatih asal Belanda akan membawa tim ku untuk melanjutkan turnamen tingkat Internasional di Polandia bulan depan. Hahaha… bukan-kah itu impian-mu dari dulu eoh….” ejek Bobby.

.

Chanyeol merasa sangat marah kali ini. “Apa kau berniat pamer kepada-ku?” tanya Chanyeol sedikit membentak.

“Ohhh….jelas….. memang aku berniat pamer dengan rival ku. Haha seperti itulah kehidupan. Seperti menara pasir. Semakin lama mereka di atas, maka orang yang dibawah-nya akan sangat mudah untuk menghancurkan-nya. Saat menara pasir itu akan roboh, maka angin akan menghempaskan-nya jauh-jauh dan menghilang. Ppuusshhhh…………..” ucap Bobby sambil memperagakan tangan-nya layak-nya menghempas sebuah pasir.

.

“Dasarrr….kau sekyaaa…..pergi kau atau aku akan membunuh-mu.” Bentak Chanyeol kepada Bobby.

“Omo omo…. memang-nya kau bisa membunuhku dengan keadaan cacat seperti itu. Berdiri-pun kau tak sanggup. Hah, tidak penting lama-lama disini. Bye Park Chanyeol….. sampai bertemu di turnamen dengan Kaki dan tangan cacat-mu itu. Hahahaa…” ejek Bobby dan pergi meninggalkan Chanyeol.

.

.

.

Chanyeol pun terlihat sangat frustasi.

.

~oOo~

{Nina POV}

Dari luar kamar Chanyeol kini terlihat Nina sangat terpukul. Dia menangis melihat keadaan kekasih sang sangat terpuruk.

Betapa Nina ingin memeluk-nya dan menenangkan Chanyeol, tapi dalam hati-nya tidak sanggup.

.

Saat ini Chanyeol tengah menangis sesenggukan karena merasa hidup-nya tidak berarti sama sekali.

.

.

“Hiks….apa yang harus ku lakukan untuk-mu chagiya….” ucap Nina dalam hati-nya sambil berpaling dari balik pintu.

.

.

~oOo~

{Author POV}

Sudah hampir 3 minggu ini Chanyeol berada di dalam rumah sakit. Kali ini entah malaikat apa yang tengah menempel ditubuh Chanyeol.

Dia tidak marah-marah lagi seperti hari biasanya. Kali ini Nara datang untuk memberikan makanan untuk Chanyeol.

.

.

“Ini makanan dari Nina. Dia harap kau memakan-nya. Nina membuatkan semua ini untuk-mu. Jadi makan-lah.” Ucap Nara sambil memberikan sekotak makanan untuk Chanyeol.

.

Dan yang benar saja. Saat Chanyeol menerima makanan itu dan mulai membuka-nya, tiba-tiba saja air mata Chanyeol tersenyum dan menitihkan air mata.

.

.

“Dimana Jang Nina?” tanya Chanyeol kepada Nara.

“Mwo…kau mencari adik-ku?” tanya Nara kaget.

“Kau fikir aku mencari-mu eoh? Bahkan aku sudah bosan melihat wajah-mu setiap hari. Cepat panggilkan dia untuk-ku.” Suruh Chanyeol ketus.

“Kau fikir adik-ku itu seorang pengangguran yang bisa datang kesini kapan saja eoh? Jelas dia masih bersekolah lah. Tidak sepertimu yang tidak mempunyai harapan hidup.” Ejek Nara.

.

“Apa yang kau katakan eoh?” tanya Chanyeol kesal.

“Kau tidak dengar. Kau itu namja yang mudah putus asa. Coba saja kau bersikap dewasa sedikit dan mau makan dan terapi. Pasti luka-mu itu cepat sembuh. Kau itu hanya di gretak musuh basket mu saja sudah frustasi. Hahh payah…” ejek Nara.

.

Chanyeol membelalak-kan mata-nya. “Tahu darimana kau kalau musuh-ku datang?” tanya Chanyeol penasaran.

“Kau tidak perlu tahu, yang jelas aku ini bukan hanya seorang dokter. Tapi seorang detektif cantik. Hahaa.” Ucap Nara dan pergi meninggalkan Chanyeol begitu saja.

.

“Haishhh…..dasar yeoja tidak waras.” Gerutu Chanyeol dan mulai memakan makanan buatan dari Nina.

.

.

~oOo~

{Bobby POV}

Bobby kali ini tengah berlatih basket dengan teman-teman yang lain-nya. Sebenar-nya Bobby sangat pandai dalam bermain basket.

Skill nya juga bagus. Akan tetapi emosi yang berlebihan mengakibat-kan tim nya selalu kalah dari tim Chanyeol. Maka dari itu dia selalu menganggap Chanyeol sebagai musuh-nya.

.

.

Bobby dan kali ini amarah Jungkook ter“Haiiisshhh…….. kenapa kalian begitu payah eoh? Kalau kalian tetap seperti ini bagaimana tim kita bisa lolos di turnamen bulan depan eoh?” bentak Bobby kepada semua tim basket-nya.

“Kau ini bicara apa? Kau meremehkan kita semua?” tanya Jungkook kepada pancing.

“Mau apa kau?” tanya Jungkook songong sambil mendorong Bobby.

.

Salah satu teman yang lain-nya melerai mereka berdua agar tidak saling bertengkar.

.

.

.

Namun ditengah-tengah panas-nya pertengkaran antara Bobby dan Jungkook, tiba-tiba seorang Yeoja datang dengan membawa sebatang bunga krisan berwarna putih.

Bobby dan Jungkook bersama teman-teman lain-nya mengernyitkan dahi mereka heran dengan yeoja yang datang membawa bunga krisan tersebut.

.

.

Chapter 7

{Author POV}

Hari ini suasana sangat cerah. Nara berencana untuk mengajak Chanyeol jalan-jalan. Kebetulan sekali Nina yang menyuruh-nya karena ada urusan mendadak. Jadi Nina tidak bisa menemani Chanyeol hari ini.

.

Sebenarnya Nara sangat tidak enak dengan Chanyeol karena dia adalah kekasih dari sang adik. Tapi apa boleh buat, untuk memenuhi keinginan sang adik apa pun dilakukan oleh Nara.

“Apa harimu baik Chanyeol-ah?” tanya Nara ramah.

“Nde..” jawab Chanyeol singkat.

“Oh iya soal namja yang kemarin datang kesini itu siapa?” tanya Nara.

“Kau tidak perlu tahu.” Jawab Chanyeol malas.

“Hmmm….baiklah…” ucap Nara kesal.

.

.

“Oh iya sejak kapan kau menjadi dokter eoh?” tanya Chanyeol secara tiba-tiba.

“Sudah hampir 3 tahun ini. Wae….?” tanya Nara.

“Berarti aku harus memanggilu eonni kah?” tanya Chanyeol.

“Yakk….aku tidak setua itu. Aku dan Nina itu sebenar-nya saudara kembar tapi tidak identik. Sejak SMA aku mengikuti program askelerasi. Jadi Nina kelas 1, aku sudah kelas 3. Kuliah nya pun belum sampai 2 tahun aku sudah menjadi sarjana kedokteran.” Jawab Nara sombong.

“Woahhh…..daebbak….berarti kita seumuran dong? Oh iya kenapa kau tidak bersekolah si SM High School eoh bersama Nina?” tanya Chanyeol.

.

Nara pun menarik nafas-nya panjang.

“Huhhh….sebenar-nya aku ingin, tapi Nina melarangku karena dia malu tidak lebih pintar dariku. Maka dari itu aku disekolahkan eomma di Amerika.” Jawab Nara kesal.

.

.

Chanyeol pun memandang ke arah wajah Nara dengan seksama.

“Apa yang kau lihat eoh?” tanya Nara hingga salah tingkah.

“Ani….kalau difikir-fikir wajah-mu memang kembar dengan Nina. Memang sih…tidak identik. Tapi sama. Tapi…..”

“Tapi apa…???” tanya Nara bingung.

“Tapi…………masih cantik Nina…hahahaa….” ejek Chanyeol tertawa dan membuat Nara kesal.

“Yakk….dasar menyebalkan…!!!” bentak Nara.

.

.

~oOo~

{Author POV}

Kali ini suasana terlihat begitu panas antara Bobby dan Jungkook yang tengah beradu pendapat. Namun ditengah susana panas tersebut, tiba-tiba seorang Yeoja datang dengan membawa sebatang bunga krisan berwarna putih.

Bobby dan Jungkook bersama teman-teman lain-nya mengernyitkan dahi mereka heran dengan yeoja yang datang membawa bunga krisan tersebut.

Yeoja tersebut sekarang tengah memakai jaket berwarna hitam dengan topi dan masker membuat semua orang tidak mengenal-nya.

.

.

“Siapa yeoja itu eoh?” tanya Jungkook penasaran.

“Molla….” jawab Bobby.

.

.

Namun tiba-tiba saat yeoja itu mulai mendekat, dia mulai membuka topi dan masker-nya membuat Bobby membelalak-kan mata-nya.

.

“Neo….???” ucap Bobby dan tiba-tiba…..

.

Pprrraaakkkkkk……..

.

“Sepaket bunga krisan kini berhasil mendarat di pipi Bobby membuat pipi-nya yang mulus itu terdapat sedikit darah segar akibat terkena tamparan dari bunga krisan.

.

“Yakk….apa yang kau lakukan eoh….” bentak Bobby.

“Apa yang kulakukan? Kau masih bertanya apa yang kulakukan? Sekarang kutanya, kenapa kau memberikan sepaket bunga krisan kepada Chanyeol eoh?” tanya yeoja tersebut.

“Yakk…. Nina-ssi, memang-nya kenapa?” tanya Bobby enteng.

“Kau kira Chanyeol itu apa?” bentak Nara.

“Haha….kukira Chanyeol sudah meninggal, makanya ku kirim dia bunga Krisan. Ada yang salah?” tanya Bobby enteng.

.

.

Dasar…..namja gila….!!!” teriak Nina dan menampar pipi Bobby dan membuat darah Bobby menempel di tangan Nina. “lihat saja nanti kalau sampai Chanyeol sembuh, dia akan mengalahkan-mu di turnamen tahun depan. Kau ingat itu.” Ancam Nina dan pergi meninggalkan Nina.

.

.

Namun dalam hati Bobby terasa sangat sakit melihat gadis yang baru saja menampar-nya pergi dengan amarah yang sangat membludak. “Kenapa kau tidak pernah membuka sedikit hati-mu untuk ku eoh Nina-ah?” ucap Bobby dalam hati-nya.

.

.

~oOo~

{Nina POV}

Jantung Nina terasa berhenti berdetak, kaki nya lemah, tangan nya kaku, bibir-nya terasa ngilu atas keberanian-nya mengancam Bobby tadi.

.

“Apa yang kulakukan barusan?” ucap Nina gemetar.

Namun saat melihat tangan-nya yang terdapat bercak darah tadi tiba-tiba membuat Nina berteriak dan hampir saja pingsan.

“Kyyaaaa…….darahhhh…….eottokae….apa aku akan pingsan disini eoh? Yakk jangan Nina-ssi. Kau pasti kuat. Darah kan tidak terlalu mengerikan. Toh kau juga punya darah.” Gerutu Nina sambil berjalan menuju toilet untuk membersihkan darah di tangan-nya.

.

Wajar saja Nina memang takut darah sejak kecil karena dia dulu pernah terjatuh dari sepedah saat belajar bersama Nara.

.

.

~oOo~

{Nara & Chanyeol POV}

Nara dan Chanyoel kali ini tengah berada di sebuah taman dekat dengan Seoul Hospital.

.

“Park Chanyeol…..kuharap kau mau sembuh untuk Nina nde…?” ucap Nara tiba-tiba.

“Waeyeo….”

“Nina begitu terpukul mengetahui keadaan mu seperti ini. Jadi kuharap kau mau menjalankan terapi untuk-nya. Nina tidak berani berbicara dengan-mu sejak kau bentak dulu. Jadi dia menyuruhku mengatakan-nya kepada-mu.” Ucap Nara lirih.

.

Chanyeol kali ini begitu merasa bersalah kepada Nina. Nina adalah gadis yang setia mencintai Chanyeol, tapi malah dia perlakukan layak-nya musuh.

.

“Tolong….besok kau ajak Nina kesini eoh?” ucap Chanyeol.

“Baiklah….” jawab Nara tersenyum.

.

.

~oOo~

{Bobby POV}

Bobby terlihat begitu frustasi karena ucapan dari Nina tadi. Kali ini dia tengah berada di lapangan basket sendirian. Teman-teman nya barusaja pulang.

.

“HHHUUUUUUAAAAA……………!!!!!! kenapa semua ini terjadi pada-ku waeeee…..” teriak Bobby sambil melempar bola basket dengan kencang berkali-kali.

.

“Appa…..basket…..dan Nina…..kenapa kau membuatku sangat membencimu Park Chanyeol…!!!! kenapa kau mengambil semua-nya dariku eoh? Kkyyaaaa…..!!!!!” teriak Bobby sangat frustasi.

.

“Dan kau Nina….kenapa kau selalu menutup hati-mu untuk-ku. Kau tahu kan aku sangat mencintai-mu eoh…..???” teriak Bobby sambil melempar bola tepat di ring basket dengan keras.

.

.

Chapter 8

~oOo~

{Nina POV}

Hari ini Nina sangat…..senang. Karena apa? Yaa karena Chanyeol meminta-nya untuk bertemu.

Nina kali ini tengah berjalan menuju ke ruangan Park Chanyeol dirawat.

.

.

Setelah beberapa menit kemudian akhir-nya dia sampai. Kali ini Park Chanyeol tengah dipapah oleh sang kakak yaitu Nara.

.

Deg….

.

Tiba-tiba hati Nina terasa begitu sakit. “Haishh….apa yang kau pikir-kan Nina? Eonni Nara kan hanya membantu Park Chanyeol untuk berdiri. Kau tidak boleh berfikiran yang macam-macam.” Ucap Nina dalam hatinya.

.

Nina mulai berjalan menghampiri mereka berdua. “Anyeonghaseyo….eonni…Chanyeol-ah…” sapa Nina.

Wajah Chanyeol begitu sumringah melihat Nina yang baru saja datang. Chanyeol pun mulai membuka tangan-nya lebar-lebar dan membuat Nina tiba-tiba menitihkan air mata.

.

“Hiks….chagiya…..” ucap Nina dan langsung lari memeluk Chanyeol membuat Nara tidak enak melihat-nya.

.

“Ahh aku keluar dulu nde..?” ucap Nara dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Saat tengah berada di luar tiba-tiba Nara terdiam sejenak. Kali ini dia memegang dada-nya yang terasa sangat sesak. Berulang kali Nara memukul dada-nya.

.

“Haishhh…apa yang kau pikirkan Nara? Kau tidak boleh menyukai namjachingu dongsaeng-mu sendiri. Aahhh ani ani ani…..” ucap Nara dan langsung pergi meninggalkan mereka.

.

.

~oOo~

“Mianhae chagiya aku sudah terlalu kasar kepada-mu. Kau mau memaafkan-ku eoh?” tanya Chanyeol menyesal.

“Sudahlah chagiya…aku tahu apa yang kau rasakan. Aku memaafkan-mu kok sejak dari awal.” Ucap Nina.

“Gomawoyeo chagiya.” Ucap Chanyeol dan kembali memeluk Nina.

.

Seketika Nina melepaskan pelukan dari Chanyeol. “Waeyeo chagi?” tanya Chanyeol heran.

“Aku mau mulai sekarang kau harus terapi. Jangan malas-malasan lagi. Arraseo….?” suruh Nina.

“Aigooo….nde…sayang.” jawab Chanyeol sambil mengelus rambut Nina.

.

.

~oOo~

{Bobby POV}

Sepertinya kali ini Bobby akan merencanakan sesuatu lagi untuk mencelakakan Chanyeol.

Dia tidak terima karena Nina telah menampar-nya. Apalagi mendengar kabar bahwa keadaan Chanyeol sudah membaik. Bobby benar-benar merasa sangat kebingungan. Dia takut kalau Chanyeol kembali ke lapangan basket dan mengalahkan Bobby untuk ke sekian kai-nya.

.

Dari tadi Bobby mondar-mandir layaknya orang kebingungan.

“Huhhh aku harus merencanakan sesuatu agar Chanyeol tidak bisa bermain basket lagi. Selamanya kalau bisa.” Ucap Bobby sambil berfikir untuk rencana busuk-nya.

.

~oOo~

{Nina POV}

Hari ini Nina berencana mengajak Chanyeol jalan-jalan ke taman. Sudah lama sekali Nina tidak pergi berkencan dengan Chanyeol. Mungkin sudah hampir 1 bulan.

.

“Chagiya apa kau senang hari ini eoh?” tanya Nina sambil mendorong kursi roda yang di duduki Chanyeol.

“Nde chagi. Huhh neomu-neomu boghosipeo chagiya…” ucap Chanyeol manja.

“Kita hari ini ke taman saja ya chagi, pasti sudah lama sekali kau tidak ke taman.” Tanya Nina.

“Ani. Kemarin aku ke taman bersama dokter Nara.” Ucap Chanyeol.

.

Tiba-tiba Nina berhenti sejenak. Jantung-nya terasa berhenti berdetak seketika.

“Waeyeo chagi?” tanya Chanyeol dan memuyarkan lamunan Nina seketika.

“Ah aniyo…kajja kita berangkat sekarang.

.

.

Namun saat tengah pergi tiba-tiba mereka berdua berdua bertemu dengan Nara. Nara terlihat kaget melihat mereka berdua.

.

“Kalian berdua mau kemana?” tanya Nara basa-basi.

“Kita mau ke taman eonni. Bolehkan aku ajak Chanyeol ke taman.

“Oh…boleh, tapi jangan lama-lama ya, nanti Chanyeol kedinginan.” Ucap Nara khawatir.

“Kenapa eonni sangat khawatir sekali? Kan masih ada aku eonni?” tanya Nina penasaran.

“Ah aniyo….hanya saja Chanyeol kan baru saja sembuh. Yasudah eonni tinggal dulu ya, masih ada pasien yang harus eonni tangani. Bye-bye.” Ucap Nara dan pergi meninggalkan mereka berdua.

.

.

“Sepertinya kalian berdua sudah saling mengenal chagiya.” Tanya Nina begitu saja.

“Ah kau ini bicara apa? Kita hanya sekedar dokter dan pasien saja. Aku tidak akan berpaling darimu chagiya. Hanya kau yang kucintai. Arra…???” ucap Chanyeol meyakinkan.

“Baiklah kajja kita pergi.” Ajak Nina dan mendorong kursi roda milik Chanyeol.

.

.

~oOo~

{Nara POV}

Nara kini tengah berada di toilet sendiri dan mengurung dirinya disana.

“Ah sakit sekali disini.” Ucap Nara sambil memukul-mukul dada-nya.

“Apa yang aku fikirkan. Ini sangat terlalu cepat untuk jatuh cinta. Tidak mungkin aku mencintai-nya. Kita barusaja kenal kenapa aku begitu sakit meihat mereka berdua. Hiks….” ucap Nara sambil menangis.

.

.

~oOo~

{Author POV}

2 Minggu kemudian…..

Sudah 2 minggu ini Chanyeol menjalankan terapi. Benar-banar berkat Nina Chanyeol bisa bersemangat seperti ini. Apalagi Nina lah orang yang telah berjuang demi mengembalikan senyuman dari Chanyeol.

.

“Woahhhh daebbak….palli..palli…chagiya…kurang sedikit lagi kau bisa menjangkau-ku chagiya.” Ucap Nina menyemangati Chanyeol yang kali ini mencoba berjalan ke arah Nina.

.

“Wah….kau hebat chagi. Ayo kurang sedikit lagi chagiya…fighting…”

Meskipun Chanyeol merasa kesulitan bahkan terkadang merasa sakit pada kaki-nya, tapi ambisi Chanyeol untuk sembuh sangat besar.

.

.

“Kyyaaa…..kau hebat chagiya…” ucap Nina sambil memeluk Chanyeol.

Chu….

Satu kecupan mendarat dipipi Chanyeol. Tidak sengaja Bobby dan Nara melihat-nya dari kejauhan.

.

“Sial……” ucap Bobby dan menendang batu di samping-nya.

Begitupula dengan Nara, dia terlihat sangat cemburu.

.

.

 

3 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Blind – (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s