[EXOFFI LINE@] Mistake (Oneshot)

myhome_11

[FF from Adders) Mistake
#EXOFFI #MistakeAndnAprlynPus

Tittle : Mistake
Author : AndnAprlynPus
Main Cast : Oh Sehun, (y/n)
Genre : Sad
Lenght : Oneshoot
Rating : G
Disclaimer : Real buatan saya

Hujan deras membasahi kota Jakarta malam ini, suara petir melengkapi suasana malam ini seakan melodi menyeramkan penghantar tidur. Kamu terduduk di sofa tanpa melakukan aktivitas apapun. Merenungkan sesuatu, mengingat kejadian masa lalu yang masih terekam jelas di otakmu. Kamu menatap meja makan yang ada di depanmu, rasa sesak datang begitu saja.

Kamu tengah mengoles roti dengan selai coklat kesukaan seseorang. Senyum di bibirmu merekah, menunggu kedatangan seseorang yang berarti untukmu.

Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu mengagetkanmu. Dengan segera kamu merapikan meja makan, menata rambutmu yang tadi hanya diikat asal-asalan saja menjadi rapi. Kamu berlari menuju pintu kemudian membukanya, terlihat di sana seorang lelaki tampan dengan boneka panda yang mengcover wajahnya itu.

Walau wajahnya tertutup, kamu masih mendengar ia mendengus kesal, “Lama sekali? Mungkin jika terlambat lima menit lagi, aku dan panda akan mematung dan berlumut di sini,” ucapnya sambil mengerucutkan bibir.

Kamu tertawa kecil, lalu menyuruhnya masuk, “Berlebihan sekali,” kamu menggelengkan kepalamu. Kamu berjalan menuju meja makan, terlihat lelaki itu, Oh Sehun, kekasihmu tengah memakan roti yang tadi kamu oleskan selai coklat dengan lahap.

“Hati-hati makannya, nggak ada yang mau ngerebut kok,” ucapmu sambil mengusap noda coklat yang ada di ujung bibirnya. Ia tersenyum, meraih tanganmu kemudian mengecupnya dengan lembut, “Iyaa calon istrikuu.”

Kamu menelungkupkan wajahmu di antara kedua lututmu. Berusaha menahan air mata yang sebentar lagi menyeruak memaksa untuk mengalir keluar dari pelupuk matamu, namun seberapa kamu mencoba, air mata itu tetap mengalir turun melewati kedua pipimu. Kamu terisak. Rasa rindu dan sakitmu menyatu menyerang hatimu yang telah rapuh.

Kamu menyeka air matamu itu yang entah mengapa tak bisa berhenti. Kamu menatap ruang tamu yang ada di belakang sofa yang sedang kamu duduki. Sebuah memori kembali muncul di pikiranmu, seakan film yang tanpa sengaja terputar. Seberapa kamu mencoba menghapusnya, namun tetap saja memori itu akan kembali teringat dengan sendirinya.

Kamu tersenyum ketika tanganmu terasa menghangat, begitu juga kedua pipimu. Tanganmu yang dingin digenggam erat oleh Sehun. Sehun tersenyum manis kepadamu. “Ehem- ayah mertua boleh saya pinjam sebentar perempuan cantik yang ada di sebelah saya ini? Sebentar saja, jam sepuluh nanti kita akan pulang. Saya akan mengantarkan anak ayah mertua satu-satunya dengan keadaan sama seperti saat kita berangkat. Saya janji!” ucapnya sambil menyodorkan jari kelingking kanannya pada ayahmu.

Ayahmu kembali tertawa sambil mengkaitkan jarinya dengan jari Sehun, kemudian menggelengkan kepalanya. Ayahmu merasa tidak salah melepaskanmu untuk Sehun, mempercayakannya agar menjagamu selama empat tahun ini. Kedua orang tuamu juga orang tua Sehun juga sudah menerima hubungan kalian berdua. Senyum di bibir Sehun merekah, ia mengajakmu untuk berdiri, kemudian membungkukan badannya ke arah ayahmu, “Gamsahamnida, abeonim. Kita pergi dulu. Annyeonghigasipsiyo!” kalian pun pergi untuk merayakan anniversary empat tahun kalian.

Empat tahun? Kamu tertawa miris. Mukamu kini sudah memerah, kedua matamu sembab bahkan lingkaran hitam begitu terlukis di sana. Penampilanmu begitu kusut sama seperti hatimu, kusut dan tak berbentuk lagi. Kamu meraih remot, kemudian menyalakan televisi di tengah kencangnya suara petir yang menyambar. Persetan dengan semuanya, kamu butuh hiburan. Namun, air matamu kembali membasahi kedua pipimu, bahkan kini bahumu ikut terguncang. Kamu memukul pelan dadamu yang terasa sakit.

Suara televisi terasa lebih keras dibanding petir yang terus menyambar di luar menurutmu, “Ya kini kalian sudah di kenal oleh banyak orang, bahkan tak sedikit yang menyukai kalian. Bagaimana perasaan kalian? Semua media mengabarkan tentang kalian. Semoga kalian terus bersama ya!” ucap presenter di salah satu saluran televisi dengan Bahasa Korea. Isak tangismu bertambah kencang.

Kamu menampar pipinya hingga membekas merah di sana, “Apa maksudmu? Apa yang salah dengan hubungan kita? Aku rasa selama ini kita baik-baik saja, Oh Sehun!” ucapmu. Air mata sudah membasahi kedua pipimu. Kilatan merah terpancar dari kdua bola matamu.

Sehun menatapmu dengan tajam, “Apa kau tuli hah?! Aku bilang, aku bosan dengan hubungan kita yang datar ini! Bahkan mungkin kucing saja bisa muntah melihat hubungan kita yang biasa ini. Aku mencoba sabar menghadapimu! Aku ingin fokus dengan pekerjaanku sekarang. Aku tak mau kau menghancurkan semuanya! Rengekanmu itu merusak gendang telingaku, CHILDISH!”

Kamu menatap Sehun tidak percaya. Apa yang tadi ia katakan? Childish? Kekanakan? Rengekan? Apa yang dia maksud? “Apa? Childish? Hei Tuan Oh! Aku rasa selama empat tahun ini aku tak pernah merengek apapun kepadamu, aku menerimamu apa adanya. Aku tak memintamu untuk membelikanku barang-barang yang mahal. Aku tak meminta semua hadiah yang kamu berikan kepadamu. Apa yang menyebabkanmu seperti ini? Ohh~ atau ada perempuan lain?”

Sehun berdecih, “Lihat, pencemburu sekali perempuan satu ini. Aku berkata jika aku ingin fokus dengan pekerjaanku, childish! Kau hanya membela dirimu sendiri. Sebenarnya, sudah lama aku ingin mengakhiri hubungan ini. Namun, aku hanya tak ingin kamu menangis seperti anak kecil, kemudian kamu bunuh diri akibat semua pikiran negatif di otakmu itu, childish!”

Deg- hatimu terasa remuk, hancur begitu saja hingga kamu rasa mereka tak akan bisa menyatu lagi. Kamu menatap Sehun tak percaya. Lalu empat tahun ini tak berarti apa-apa untuknya? Begitukah sifatmu di mata Sehun? Jadi selama ini, dia hanya berpura-pura di mata semua orang? Batinmu. Kamu ingin berteriak jika diperbolehkan. Kamu ingin memukul orang yang ada dihadapanmu ini hingga ia sadar apa yang ia lakukan sekarang. “Hiks- ji..ka itu ma..umu, ki..ta akhi..ri s..ekarang. Aku membencimu, Oh Sehun!” empat kata terakhir kamu ucapkan dengan penuh penekanan.

Sehun tersenyum sinis, “Ck~ akhirnya aku bebas dari seorang childish sepertimu, Hahh- aku pikir sekarang aku bisa menghirup udara segar. Okay childish, terima kasih atas hari-hariku yang penuh dengan rengekanmu itu. Selamat tinggal!” Perlahan, Sehun hilang dari pandanganmu. Kamu menutup pintu, kemudian terduduk lemas.

Air matamu terus mengalir keluar, menandakan betapa sakitnya hatimu sekarang. Sehun telah menghancurkan segalanya. Menghancurkan kepercayaanmu, kenanganmu, hatimu, hubunganmu, semuanya hingga tak tersisa. Kamu meremas rambutmu, menyalurkan rasa sakit hatimu yang tak kunjung hilang. Ini bukan seperti Sehun yang kamu kenal, ini bukan Sehun yang selama empat tahun menemanimu. Namun, sampai kapanpun kamu mengelak tentang hal tersebut, ia tetap Sehun. Oh Sehun yang selama empat tahun bersamamu. Oh Sehun yang telah berhasil melambungkanmu sangat tinggi, dan ketika kamu terjatuh ia menjauhimu, tak ingin menangkapmu. Nan maeumi aphayo.

Saat itulah hubunganmu berakhir, dua tahun kamu tak bertemu dengannya. Dua tahun kamu tak bisa melupakannya. Kini kamu tidak seperti kamu yang orang lain kenal. Kini kamu lebih sering melamun, menyendiri, dan tak mau berkomunikasi. Bahkan kedua orang tuamu sudah tahu semuanya dan tak bisa mengembalikan jati dirimu seperti dulu. Kamu dipindahkan ke Jakarta untuk melupakan semuanya.

Tok.. tok.. tok..
Suara ketokkan pintu membuyarkan semua lamunanmu. Kamu beranjak berdiri kemudian membasuh wajahmu dengan air, menghilangkan bekas air mata yang menempel di pipimu, jika bisa kamu juga sangat ingin menghilangkan lingkaran hitam yang dua tahun ini menempel di kelopak matamu. Kamu berjalan menuju pintu, perlahan membuka kunci kemudian membukanya. “Sia..pa?” tubuhmu melemas. Dia yang selama ini menghantui pikiranmu kini ada di depan matamu.

Dengan tubuh basah kuyup, ia menggenggam tanganmu yang sama dinginnya dengan tangannya, “Tolong maafkan aku. Maafkan kesalahanku dua tahun yang lalu. Aku mohon! Aku berkata seperti itu karena aku ingin membuatmu benci kepadaku, aku tak ingin meninggalkanmu, aku tak ingin berhubungan jarak jauh denganmu. Aku ingin menemuimu ketika aku sudah sukses dan mendapatkan yang aku mau. Kamu mau kembali padaku? Aku akan melamarmu secepatnya,” ucapnya.

Air matamu yang susah payah kamu hilangkan tadi kembali meluncur bebas dari pelupuk matamu, “O..h Se..hun?”

Ya! Dia Oh Sehun. Lelaki yang selama ini membuatmu mejadi seperti zombie. “Ya, aku Oh Sehun. Selama satu tahun aku menjalani traineeku. Sekarang aku sudah sukses. Maafkan aku yang telah menggoreskan luka yang begitu dalam di hatimu. Mungkin maaf saja tak cukup untukmu. Tapi, maafkan kebodohanku. Aku terus dihantui rasa bersalah selama ini, aku mencintaimu,”

Kamu ingin membencinya kemudian menamparnya. Namun, tubuhmu tak dapat sinkron dengan otakmu. Tubuhmu berkata lain begitu juga hatimu. Kamu berhambur kepelukannya, memukul dadanya dengan kencang. Baju yang ia kenakan kini tak hanya basah oleh air hujan, namun juga air matamu. Kamu mendekapnya erat, begitu juga Sehun. Menyalurkan perasaan rindu yang selama ini sudah kalian pendam, mencoba mengatakan “aku mencintaimu” dengan pelukan tersebut. Kini Oh Sehun menjadi Sehun EXO. Lelaki yang dulu kamu kenal sebagai kekasihmu, dan sekarang kamu mengenalnya sebagai artis terkenal dengan berjuta penggemar juga sebagai kekasihmu lagi.

Keut~ Tamat!

#EXOFFI #Mistake

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s