[Vignette] Delusion Signal | by L.Kyo

clx4qlsuyaamcbg

Title: Delusion Signal | Author: L.Kyo♪ [IG: ireneagatha_] | Cast: Jung Yoonhee (OC/YOU), Oh Sehun (EXO) | Genre: Romance, Fantasy | Rating: PG-15 | Lenght: Vignette | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

 

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

 

_____

 

HAPPY READING

 

Jika Yoonhee memilih dari banyaknya dunia disney, dia akan menjatuhkan pilihannya pada Snow White. Jika dilihat dari karakter dan jalan ceritanya membuat Yoonhee masih  ingin memimpikannya didunia nyata. Bukan berarti ia memilih menelan apel ataupun bola ayam goreng dan menelannya, lalu menghentikan jalan nafasnya dan mati hanya karena ingin menemui pangeran tampan.

 

Ia punya pangeran didunia nyatanya sendiri. Jika saja dunia benar-benar ada seperti dunia Harry Potter atau menjadi J.K Rowling membuat hal fantasy untuk menuruti semua gudang imajinasinya yang mungkin banyak orang mengganggap dirinya ‘nyeleneh’.

 

Bahkan otak childishnya  masih setia membayangkan pangeran nyatanya memakai pakaian kerajaan minimal pakaian kerajaan Korea ataupun petinggi dengan balutan yang berwarna merah, selempang dan emas dikedua bahunya. Sama seperti sosok Pangeran Shin dan Pangeran Yul didrama favoritnya.

 

Tapi ada hal konyol yang Yoonhee  percayai. Sebuah rumor yang sebenarnya banyak orang mengabaikannya. Dan Yoonhee dengan tekad bulat ingin menemukannya. Kata para senior, ada sebuah buku yang bisa membawaku kedunia yang kamu inginkan. Itu hanya terjadi hanya beberapa jam dan kembali kedunia nyata.

 

Sudah genap sebulan ini Yoonhee ingin menghancurkan semua rak di Perpustakaannya. Dia ingin menjadi Pangeran nyatanya – Sehun – untuk menjadi pasangan dalam dunia delusinya. Hanya sekali. Yoonhee sudah lelah menyapa Sehun dan yang ia dapatkan hanya deheman lirih keluar dari bibir seksinya.

 

“Mau kemana lagi kau?” Gaeun memperbaiki kacamatanya saat Yoonhee merapikan bukunya tergesa. “Aku ada urusan”. Sebelum  ia beranjak, Gaeun sudah menahan lengan. Ia tahu apa yang dilakukan Yoonhee.

 

“Kau melakukannya lagi? Hentikan delusimu! Sehun terlalu tampan bagimu dan aku bersumpah dia tak akan pernah tertarik denganmu. Lupakan buku mistis itu, itu hanya rumor dan tak akan pernah terjadi!” Omelan Gaeun sama sekali tidak akan membuat tekad Yoonhee  lunak.

 

“Apapun yang kau katakan, sampai mulutmu berbusa aku tak peduli. Aku percaya mitos itu biarkan aku merasakan bagaimana hangatnya bahu Sehun nanti!!” Pujian Yoonhee untuk Sehun membuat orang yang masih didalam kelas menatapnya aneh.

 

Tapi itu bukan pertama kali bagi mereka. Siapa yang tak tahu Jung Yoonhee, ratunya delusi dikampus ini. Yang pasti Yoonhee hanya mendapatkan gelengan dari mereka. Gaeun menepuk dahinya.”Hati-hati dengan mulutmu. Kau tak  lihat mereka memandangmu aneh. Lupakan itu dan lebih baik kau isi perutmu dengan makanan. Ayo!” Yoonhee menepis, menolak ajakan Gaeun.

 

“Aku tidak lapar. Aku pergi. Bye. Aku akan menemuimu nanti dikelas sore ini”. Yoonhee mengecup pipi Gaeum. Membuat gadis itu bergidik ngeri..”Apa yang harus aku lakukan dengan anak itu. Ahh sudahlah!”

 

 

***

 

EA 780 B. Sederet angka yang Yoonhee dapatkan dari komputer. Buku itu ada dan nyata. Dan Yoonhee semakin tak terkendali karena buku itu. Ia terus saja mengubek rak E dari ujung. Tak ingin ia kecolongan satu buku saja bahkan ia mau saja diam didalam Perpustakan semalaman.

 

Tak ada yang bisa mengendalikan Yoonhee jika ia belum membuktikannya sendiri.”Aku tak akan menyerah. Buku itu pasti disini. Aku yakin 100%”. Yoonhee menghela nafasnya, merasakan punggung dan bahunya yang pegal. Belakang lehernya seakan mau patah karena beberapa jam ia terus mendongakkan kepalanya.

 

“Sialan, waktunya makan siang!” Dan pada akhirnya ia memilih duduk untuk meluruskan punggungnya. “Masih ada beberapa jam untuk sore ini.”. Nyatanya ia lelah, bahkan matanya sudah memerah. Dan beberapa detik, Yoonhee rubuh. Bahkan dinginnya AC tak membuatnya untuk pergi. Rasanya seperti ia mendapatkan serbuk sihir untuk tidur.

 

“Masa bodoh dengan kelas nanti. Kepalaku pusing!” Yoonhee menarik buku dihadapannya. Dan sihir apa, Yoonhee sudah terlelap. Tumpuan yang menjadi alas kepala Yoonhee bercahaya. Setelah cahaya itu reda, tampak kode buku dengan sangat jelas. Buku misterius EA 780 B.

 

***

 

Suara kicauan burung dan luasnya padang rumput yang teraba dingin. Dalam beberapa detik,Yoonhee belum tak sadarkan diri. Ia masih merasakan hawa dingin dari angin yang menembus pori kulit putihnya. Dan ia merasakan tubuhnyaseperti sedang diayunkan, ah bukan.

 

Yoonhee rasa tubuhnya sedang menaiki sesuatu. Tapi sungguh, gerakannya seakan berirama. Semacam ada yang membawanya dengan sebuah kendaraan? Tunggu! Alis Yoonhee berkernyit, ia mencium yang menjadi umum di indera penciumannya.

 

Mata Yoonhee membuka sempurna, dan alam segala lapang pandangannya, beberapa bukit terpampang indah disana. Bahkan beberapa kelopak bunga warna-warni sedang bermekaran, kupu-kupu terbang dan lebih menakjubkan sayap mereka muncul seperti serbuk emas layaknya seperti didunia sihir.

 

Dunia sihir? Ini dunia dongeng. Yoonhee menegakkan tubuhnya tapi ia segera meremat orang didepannya. Bagaimana tidak? Ia sedang menaiki kuda bersama orang didepannya. Sejak kapan ia tertidur dengan menaiki  kuda? Siapa orang yang ia pegang ini?

 

“Ya! Kau sedang menculikku Turunkan aku!” Teriak Yoonhee. Ia tak percaya, dunia mana yang membuatnya tak sadar dan tiba-tiba ia berada disini. Sungguh, ia tak menemukan buku itu disana. Ia sangat yakin, ia sedang bermimpi kali ini.

 

Tumpangan kuda itu terhenti. Yoonhee terkesiap, memasang kuda-kuda untuk turun dan menendang alat kemaluan pria itu jika ia bisa. Sdsan bagus, kuda itu terhenti. Dan dengan keberaniannya, ia melompat sebelum kuda itu benar-benar berhenti.

 

Dan kembali Yoonhee ternganga, sejak kapan juga ia memakai gaun mahal seperti ini. Ia meremat gaun itu dengan penuh ketakutan. Apa dia saat ini mati didunianya dan sekarang ia sedang menjalani kehidupan berikutnya? Tidak bukan? Yoonhee meremat rambutnya dan terlebih ia merasakan suatu benda dingin dan keras diatas puncak kepalanya.

 

“Tiara?” sungguh, antara senang karena ia benar-benar ada didunia dongeng. Atau merasa takut karena ia tak akan kembali kedunia nyatanya. Tapi tunggu, siapa yang menemaninya menaiki kuda tadi?

 

“Putri Jung! Kenapa anda turun seperti itu? Bukankah putri yang memintaku menemanimu berjalan-jalan?” Suara itu membuat Yoonhee membalikkan tubuhnya. “OH SEHUN?” Yoonhee berteriak lantang. Bagaimana tidak? Delusi pangeran nyatanya kini menjadi nyata. Ia bisa melihat Sehun memakai pakaian kerajaan.

 

Dan sungguh Sehun sangat tampan. “Sehun-ah, kau sangat tampan”. Dan sosok itu tersenyum lembut. “Sangat merasa terhormat jika tuan putri memujiku seperti itu. Aku merasa tersanjung saat anda memujinya” Sehun membungkukkan badannya.

 

“Ahh tidak tidak. Jangan melakukan itu. Kau memang asli tampan”. Dan dalam beberapa detik, Yoonhee menepuk bahu Sehun. “Ayo temani aku berkuda. Ahh tidak, ajari aku berkuda!” ia tahu ini mimpi, setidaknya ia merasaka Sehun memelnya dri belakang. Dan ia akan bebas memainkan delusinya kali ini.

 

“Baiklah. Ayo!” Sehun meremat tangan Yoonhee dan sungguh sensasi hangat dari tangan Sehun sungguh seperti nyata. Mata Yoonhee seakan tak mau berkedip. Rasanya ia ingin menghabiskan waktu untuk memandang pahatan indah diwajah Sehun.

 

“AKK!” Dan cerobohnya Yoonhee menginjak gaunnya dan terjatuh. Dan matanya seakan gelap, seperti ada sebuah black hole menariknya. Kepalanya pusing luar biasa dan semuanya menjadi gelap total. Hanya suara Sehun yang masih terngiang ditelinganya.

 

***

 

“Yoonhee! Yoonhee!” Suara berat seseorang menyadarkan Yoonhee dari tidurnya. “Jangan ganggu aku bodoh!” Yoonhee mengelap bekas air liurnya lalu memperbaiki posisi tidurnya.

 

“Apa yang kau katakan aku adalah pangeran? Kau tak ingin kuliah?” Suara itu membuat Yoonhee membuka matanya. Dan demi apa, ia seakan bertranformasi dalam sekejap. Bukankah ia ada didalam dunia dongeng saat itu?

 

“Kenapa aku kembali?” Bahkan pertanyaan Sehun ia abaikan. “Apa yang kau katakan kembali? Lepaskan tanganmu!” Sehun melepas tangan Yoonhee dari pergelangan tangannya lalu berlalu.

 

“Sehun? Se … Hun !!?”  Yoonhee memandang tangannya. “Bodoh! Apa yang baru saja aku lakukan? Pangeran kuda putih itu? Sungguh itu benar—benar. Dan …” Yoonhee terdiam. “Apa yang baru saja terjadi padaku!!”

 

Yoonhee mengambil tasnya dan berlari. Ia harus ikut kelas sore ini dan meminta maaf pada Sehun. Sungguh, ia tak ingin terlihat aneh didepannya. Sesaat Yoonhee menghilang, buku itu pun menghilang. Tampaklah cahaya perak muncul di rak paling ujung. Dan kode dalam buku itu pun hilang setelah cahaya itu sirna. Membiarkan keberadaan buku itu terus menjadi misterius.

 

-FIN-

 

Hei, aku kangen ama EXOFFI. Terakhir post FF waktu Lay bday >///< Lagian sih pake acara keyboard laptop rusak dan sekarang komputer juga udah beli CPU baru. Jadi WELKAM DELUSI~~~~ Kkkkkk~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s