[EXOFFI FREELANCE] CAN I TRUST YOU? (Chapter 2)

poster1

 

Judul : CAN I TRUST YOU? (CHAPTER 2)

Author : OR

Cast : OH SEHUN, BYUN BAEKHYUN, SHIN EUNBI (OC)

Supporting Cast : KIM JUNMYEON (EXO), KIM TAEHYUNG (BTS), KIM MINSEOK (EXO)

Genre : AU, FANTASY, ROMANCE, FAMILY

Length : MINI CHAPTER

Rating : PG-17

Disclaimer : Cerita ini fiksi dan murni ide dari otak saya. Jadi, jika ada kesamaan peran karakter maupun jalan cerita saya minta maaf., karena saya tidak tahu menahu. Aku pernah kirim ff ini ke hunnie fanfiction Indonesia juga dan untuk sekedar informasi saja untuk menghindari kesalah pahaman

Poster BY VincyterixPoster Channel

ENJOY READING GUYS ^^

““““““““““““““““““““““““““““““`

Dunia itu keras, yang lemah akan kalah dengan yang kuat

Dan yang tak pandai bertahan hidup akan menghilang dengan mengenaskan

“““““““““““““““““““““““““““““““

Preview

Kulihat ia menatapku untuk beberapa saat dan segara mungkin ia mengalihkan kembali pandangannya kearah tanganku yang sebenarnya sudah terulur dari tadi

Ia menyambut tanganku dan kulihat wajahnya asing, aku tak pernah melihat wajahnya

Tapi untuk sesaat entah kenapa aku terkunci oleh tatapannya itu aku melihat wajahnya sangat tampan mata hidung dan bibirnya itu semua sangat indah

Namun berbeda dari sehu rahangnya agak sedikit kurang tegas dan ia memiliki tubuh yang lebih mungil dari sehun namun tetap saja ia lebih besar dariku

Kulihat ia tersenyum sambil menatapku dan dengan spontan akupun ikut tersenyum juga melihat senyumnya itu

Rasa ragu yang aku pikirkan beberapa waktu yang lalu tiba tiba saja lenyap ketika melihat senyumnya, dan akupun merasa tak ragu untuk memperkenalkan diri padanya

“kenalkan namaku eunbi”

“baekhyun. Byun baekhyun itu namaku”

@@@ CANT I TRUST YOU @@@

Eunbi POV

“apa yang kau lakukan disini baekhyun-ssi? sebelumnya aku tak pernah bertemu denganmu” ucapku

“aku kesini untuk menemui eomma ku, dan aku memang tak tinggal disini” ucapnya santai

“lalu dimana kau tinggal?”

“di kota, diistana tepatnya” jawabnya

Mataku sontak membulat aku menutup kedua mulut dengan kedua telapak tangan dan menatap wajahnya segera

“jadi maksudmu kau seorang iblis?” Tanyaku dengan suara yang sangat lemah dibagian akhir namun tetap terdengar oleh telinganya

Kulihat ia hanya mengangguk sebagai jawaban dan ia memajukan tubuhnya kearahku refleks aku memundurkan tubuhku menjauhinya

Kulihat ia menatapku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan, selang beberapa menit ia tersenyum kepadaku senyum yang tadi sempat membuat rasa raguku menghilang kepada dirinya

Ia kembali memundurkan wajah serta badannya dan ia menaruh jari telunjuknya didepan bibir tipisnya itu

“jangan beritau siapaun oke?” tanyanya

“wae? Kenapa aku tak boleh memberitau siapapun? Kalau kau tak ingin orang orang mengetahui identitasmu mengapa kau memberi tauku?” tanyaku bertubi-tubi pada sosok lelaki didepanku ini

“karna aku mempercayaimu eunbi-ssi” jawabnya dengan menatap mataku lekat yang akhirnya membuat kinerja jantungku sedikit cepat

“ke..naa..pa..kau percaya padaku?” tanyaku tak dapat membendung rasa takutku

Bagaimana tidak? saat ini didepanku berdiri seorang iblis. Walaupun wajahnya tak terlihat seperti iblis dan lebih cocok menjadi malaikat tapi siapa yang tau hanya dengan melihat covernya saja bukan?

Kulihat ia menarik sudut bibirnya

“karna aku tau kau tak akan menyebarluaskan tentang identitasku eunbi-ssi” ucapnya lagi lagi membuatku bingung

Kenapa ia sangat percaya kalau aku tak akan menyebarluaskan identitasnya ini?

“karena kau orang baik” ucapnya lantas aku menatap wajahnya langsung pada maniknya

Bagaimana ia bisa tau pertanyaanku? Padahal aku tak menyuarakannya

“karna aku bisa membaca pikiranmu eunbi-ssi” ucapannya kali ini membuat ku sedikit tersentak, dia bisa membaca pikiranku? Jinja? Wah daebak tapi termasuk membaca kepribadianku juga? Bagaimana dia bisa tau aku orang baik? Batinku

“ya aku juga bisa membaca kepribadianmu” ucapnya ucapnya enteng

“kau benar benar bisa membaca pikiran baekhyun-ssi?” Tanyaku untuk memperjelas semuanya

wae? Kau masih tak percaya?” aku hanya mentapnya dalam diam sebagian diriku mempercayainya namun aku masih saja meragukan, kalau memang ia bisa membaca pikiranku itu artinya ia orang jahat bukan? Pikirku

aniya aku tak akan berbuat seperti orang jahat didepanmu” ucapnya

“kau masih tak percaya? Oke baiklah apa aku harus juga menyebutkan kalau kau menyukai seseorang benama oh se..” ucapnya sontak membuat ku membulatkan mataku

Dengan cepat aku membekap mulutnya itu dan ku tatap matanya tajam, sekarang aku percaya bahwa dia memang dapat membaca pikiran orang

Baekhyun melepaskan tanganku dari bibirnya kulihat ia tertawa kecil, dan sekarang entah mengapa aku merasa sangat malu karna tertangkap basah menyukai seseorang yang tidak menyukaiku

Apa dia juga mengetahui bahwa sehun tak menyukaiku? Pikirku

“tentu saja aku tau, sehun lebih menyukai yeoja bernama irenen itu bukan?” kali ini aku menatap baekhyun lebih tajam

Baekhyun benar benar sangat menyebalkan, dan juga benar benar berbahaya aku harus berhati hati, aku tak boleh memikirkan apapun dalam otakku saat berbicara dengannya

Kulihat baekhyun lagi-lagi tertawa sepertinya ia membaca pikiranku yang tadi

Sial sepertiya akan sulit untuk tak memikirkan apapun

Author POV

Eunbi masih saja memikirkan tentang pertemuan serta perkenalannya dengan lelaki iblis itu, apa semua iblis dapat membaca pikiran manusia? Batinnya

Eunbi hanya menggelengkan kepala untuk mengusir semua pikiran tentang lelaki iblis itu, waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi namun eunbi masih saja tak dapat menutup matanya

Setelah keluar mencari angin bukannya bisa tertidur eunbi malah makin tak dapat tertidur akibat pertemuannya dengan baekhyun

Ia benar benar penasaran dengan sosok bernama baekhyun itu, appanya pernah memberi tau bahwa semua iblis jahat, apa baekhyun juga jahat? Tapi sepertinya ia tak berbahaya tadi pikir eunbi

Setelah lelah dengan semua pikirannya akhirnya eunbi dapat terlelap tidur, walaupun tetap pikirannya dipenuhi oleh sosok itu

“Apa rencanamu baekhyun-sii” ucapannya sebelum menutup matanya dan masuk kedalam mimpinya

@@@@@

“panggilkan baekhyun dan suruh dia menghadapku sekarang” ucap raja iblis kepada slah satu anak buahnya

Ia penasaran apa bekhyun sudah mulai mencari tau tentang keberadaan anak dari kakaknya itu

“ada apa raja memanggilku?” Tanya baekhyun setelah masuk kedalam ruangan milik rajanya itu

“apa kau sudah mencari tau tentang keberadaan anak dari wanita itu?” Tanya tanpa bertele tele

“belum tuan”

jinja? Tak biasanya kau telat melaksanakan perintahku baek” ucapnya santai namun ada nada tak suka didalamnya dan baekhyun tau itu

Maka dari itu baekhyun mengangkat wajahnya menatap raja sebentar dan kembali menundukkan wajahnya

“maafkan saya raja” ucap baekhyun

“baiklah tak apa, tapi aku ingin kau mulai mencari tau tentang anak itu mulai sekarang” ucap sang raja lagi

“baik raja” jawabnya

“ah satu lagi, bagaimana keadaan ibu baek?” mendengar pertanyaan itu baekhyun lantas mendongak, ia sedikit tersentak mendengar pertanyaan yang diajukan sang raja namun dengan cepat ia menghilangakannya

“dia baik-baik saja raja” ucapnya dengan tenang

“baguslah, kuharap ia selalu sehat sampaikan salamku untuknya” ucapnya

Lagi lagi baekhyun menatap wajahnya rajanya ia tak tau apa maksud dari rajanya yang menanyai keadaan ibu, ia yakin raja pasti ingin melakukan sesuatu kepada ibunya

“baiklah kau bisa pergi sekarang baek”

“baik raja”

,,,,,,,,,

“eunbi-yaa!” teriak sehun dari jauh

Merasa dipanggil eunbi menolehkan tubuhnya kebelakang menatap sosok yang tadi memanggilnya

Eunbi dapat melihat sehun berlari kecil menghampirinya yang sedang duduk sebuah ayunan yang berada ditaman belakang rumahnya

Eunbi hanya menatap sehun dengan datar, jujur ia masih kesal karna sehun tak menepati perkataannya yang kemarin, maka dari itu eunbi kembali mengalihkan pandangannya dan tak ingin menatap manik milik sahabatnya itu

“ya kim eunbi sedang apa kau?” Tanya sehun yang kini sudah berada disampingnya menduduki salah satu anyunan

Ditaman belakang rumahnya sang appa sengaja membuatkan ayunan untukku

“kau bisa melihatnya sendiri” ucap eunbi sinis

“eyy kau marah padaku?” eunbi hanya mendengus kecil mendengar pertanyaan sehun

Ia benar benar sudah kesal dengan salah satu kejelakan yang sehun miliki, yaitu selalu lupa dengan perkataannya sendiri

Karna sudah sangat kesal eunbi memilih meninggalkan taman itu dan kembali kekamarnya moodnya benar benar sudah hancur

Namun baru selangkah tangannya sudah ditahan oleh sebuah tangan yang lebih besar siapa lagi kalau bukan milik sehun

Karna sehun menahan tangannya yang otomatis kulitnya bersentuhan dengan kulit eunbi membuat kinerja jantung eunbi bekerja dua kali lebih cepat, maka dari itu dengan cepat eunbi melepaskan tangan sehun dengan mengentakannya

Akibatnya sehun kaget dengan sikap eunbi, tak biasanya eunbi bersikap kasar pada sehun, sehun lantas berdiri dan memposisikan tubuh jangkungnya itu didepan eunbi dan menatap wajah sahabatnya itu

Dengan cepat eunbi mengalihkan pandanganya menghindari tatapan sehun

Sehun merasa eunbi menghindari tatapannya sehunpun memegang dagu sahabatnya itu sehingga memaksa eunbi menatapnya

Namun eunbi masih saja menghindari tatapan sehun, eunbi lebih memilih memadang baju yang dipakai sehun

“ya kim eunbi mengapa kau menghindari tatapanku eoh?” Tanya sehun dengan kesal

Eunbi masih saja diam, tak menjawab pertanyaan sehun merasa didiamkan sehun akhirnya benar benar kesal dengan sikap sahabatnya ini

“ya eunbi tatap mataku!” bentaknya yang sontak membuat eunbi menatap mata sehun

Eunbi dapat melihat raut wajah sehun kesal, namun ia lebih kesal lagi karna sehun seelalu tak ingat perkataannya sendiri

“kau kenapa bi­-yaa­?” Tanya sehun lebih lembut

“bukan urusanmu” jawab eunbi sinis dan berjalan meninggalkan sehun

Tak habis akal sehun menarik tangan eunbi lagi dan kali ini sehun memeluk eunbi dari belakang

Sontak tubuh eunbi menegang, ia tak suka saat sehun menyentuh tubuhnya karna jantungnya akan berdegup kencang dan ia takut kalau sehun akan mendengarnya

“apa yang kau lakukan oh sehun! Lapaskan aku!” bentakku, tubuhnya berusah melepaskan diri dari pelukan sehun namun tenaga sehun lebih besar dan akhirnya eunbi mengalah dan berhenti berusahaa melepaskan diri

Sehun merasa kalau eunbi sudah berhenti bergerak ia kemudian menaruh dagunya dibahu milik sahabat kecilnya itu

“kenapa kau menghindariku bi-yaa?” Tanya sehun

Eunbi hanya diam, ia tak tau harus menjawab apa

Disatu sisi ia sedang menikmati perlakuan sehun saat ini namun disisi lain ia masih sangat amat kesal dengan sehun hingga tak ingin menjawab pernyaan yang diajukan oleh sehun

Merasa pertanyaan tak dijawab sehun menarik tubuh eunbi menghadapnya sehun menatap wajah eunbi dan ia tau sekali bahwa sahabatnya itu marah dengannya dan sehun tak tau apa yang membuat sahabatya itu marah

“kau marah bi­-yaa?” Tanya sehun dengan suara beratnya

Eunbi hanya menggeleng sebagai jawaban

Sehun tau ada yang disembunyikan oleh sahabatnya itu

“ayaolah bi beri tau aku” ucap sehun dengan nada yang sedikit memohon

Eunbi kemudian menghela nafas kasar, ia paling tidak bisa menolak permintaan sehun

“ya aku memang marah padamu” jawab eunbi

wae?

Eunbi mendengus kembali sahabatnya yang satu ini memang benar benar

“kau benar benar tak tau apa yang membuatku marah oh sehun?” Tanya eunbi dengan dongkol

Dengan polosnya sehun menggelengkan kepala

“sudahlah lagian tak penting juga” ucap eunbi, jujue eunbi sudah sangat malas dengan sifat pelupa sehun

“bagaimana bisa tidak penting? kau menghindariku akibat masalah ini eunbi” ucap sehun tak terima

“ayolah katakan kau kenapa?”

Baiklah eunbi menyerah kali ini ditatapnya sehun dengan tatapan yang sehun tak pernah lihat sebelumnya

Marah

Ia melihat eunbi meratapnya dengan tatapan marah

“kau melupakan janjimu oh sehun” ucap eunbi datar

Sehun hanya diam mendengar suara datar eunbi, seumur hidupnya ia tak pernah mendengar nada bicara yang seperti ini dari eunbi

“kau selalu melupakan janji dan perkataan yang telah kau ucapkan sehun”

Kali ini sehun benar benar bungkam seribu bahasa, ia tak tau apa yang dimaksud eunbi lebih tepatnya tak tau janji apa yang ia lupakan

Melihat sehun yang terdiam membuat eunbi mendengus kembali

“lihat? Aku bahkan sudah memberi tau apa kesalahanmu, jangan bilang kau tak ingat janji yang mana?” kali ini sehun benar benar tak dapat menjawab apa apa lagi, sehun kembali memikirkan janji apa yang ia ingkari sampai eunbi marah padanya

Dan tunggu? Ia bilang selalukan? Apa aku memang selalu melupakan janjiku? Batin sehun

Melihat sehun yang sedang berfikir membuat rasa kesal eunbi naik sampai ubun ubun

“kau berjanji padaku bahwa kau akan menemuiku kemarin malam, tapi apa? Kau tak menemuiku padahal aku sudah melihatmu pulang”

Kali ini sehun menatap eunbi dengan tatapan heran. Tunggu eunbi marah hanya karna ia tak menemuinya? Sehun tak percaya hanya karna itu eunbi marah padanya

“kau marah padaku hanya karna itu?” sehun bertanya dengan nada tak percaya

Dan kali ini eunbi yang dibuat tak percaya, bisa bisanya ia menganggap hanya karna itu?

mwo? Kau bilang hanya karna itu? Kau ta? kalau hanya sekali kau tak menepati janjimu mungkin aku tak akan marah, tapi kau selalu melakukan itu setiap hari oh sehun!” ucap eunbi dengan nada tinggi

“mungkin bagimu itu hanya hal sepele, tapi kau tau? Aku benar benar tak punya siapa lagi untuk menemaniku saat aku bosan sehun, kau tau aku selalu kesepian karna semua orang yang selalu ada disisiku semua pergi melaksanakan tugasnya” eunbi menarik nafas sejenak

“dan kau selalu berkata akan menemuiku setelah pulang tapi apa? Kau bahkan selalu mengingkari itu oh sehun! Dan tau apa lagi yang membuatku semakin kesal? Karna kau sama sekali tak ingat bahwa pernah mengatakan itu, bahkan tak ada permintaan maaf sekalipun dari mu!” ucap eunbi panjang lebar

Ini pertama kalinya eunbi berteriak kepada sehun, dan sehun sedikit tersentak dengan perkataan eunbi

Namun bukannnya permintaan maaf sehun malah membentak kembali eunbi

“kau pikir hanya itu yang aku pikirkan kim eunbi?! Aku juga memikirkan hal lain yang lebih penting dari itu!” bentak sehun

Eunbi sangat sangat kaget mendengar itu, semumur umur ia tak pernah dibentak sehun, semarah marahnya sehun ia tak pernah dibentak seperti itu olehnya

“kau itu sudah besar kim eunbi! Bersiakaplah dewasa! Kau bukan anak kecil lagi! aku memiliki urusan yang lebih penting dari pada menemuimu setelah tugas ku! Jangan bersikap seperti anak kecil kau sudah dewasa harusnya kau tau itu!” bentak sehun

Eunbi terkejut bukan main perkataan sehun benar benar membuat hati eunbi terluka bagaimana tidak? ia tak pernah dibentak sebelumnya oleh sehun dan ditambah sehun mengatakan sikap eunbi seperti anak kecil?

Mata eunbi sekarang benar benar sudah berat, air matanya mendesak untuk keluar ia kecewa benar benar kecewa

Ia menatap sehun sejenak lalu segera berlari meninggalkan sehun, ia ingin menangis, ia ingin meluapkan semua perasaannya dan juga kekecewaanya terhadap sehun

Sehun sudah berubah, sehun bukanlah sahabatnya lagi, sehun bukan lagi sahabat yang akan selalu berada ketika eunbi bersedih karna sekarang sehunlah yang membuat eunbi bersedih

Sehun bukanlah sahabat yang selalu bernyanyi ketika ia ingin tidur, bukan lagi sahabat yang akan menenangkannya ketika ia ketakukan dan mimpi buruk

Dan sehun mungkin sudah tak menganggapnya sahabat lagi

@@@ CANT I TRUST YOU @@@

“aku ingin pencarian kali ini benar benar dilakukan secara cepat, aku ingin kita bergerak lebih cepat dibandingkan dengan para iblis itu, kita harus menolong para manusia itu secepatnya aku tak ingin kaum manusia musnah akibat selalu disiksa oleh para iblis itu”  ucap seorang laki laki yang duduk berada dipaling ujung, tempat yang hanya disediakan untuk seorang raja

“kita harus menolong mereka agar tak dijadikan budak lagi, maka dari itu aku akan memperluas wilayah pencarian, tetapi terlepas dari itu kita juga harus berhati-hati terhadap para iblis” lanjut sang raja

“semua nama nama wilayah sudah aku berikan kepada kim minseok yang akan memimpin tugas kali ini jadi kalian tanyakan saja wilayah mana yang harus didatangi oleh kelompok kalian, apa ada pertanyaan?” Tanya sang raja

“tidak raja” jawab mereka serempak

Namun diantara semua anak buah raja malaikat terdapat seorang namja yang hanya terdiam, mungkin tubuhnya memang berada dirungan itu namun siapapun yang melihatnya pun tau kalau pikirannya tak ada disana

Sehun POV

Aku masih saja memikirkan eunbi, sahabat keciku

Aku benar-benar merasa tak enak kepadanya

Sepertinya aku sudah keterlaluan tadi, membentaknya

Padahal aku tak pernah sama sekali membentaknya seperti itu dulu

Aku salah, kali ini aku yang salah, aku sudah keterlaluan karna sudah membentaknya

Tapi yang tidak aku habis fikir kenapa ia marah kepadaku hanya karna hal itu? Aku hanya berfikir kalau itu sangat kenakan

Aku tau kalau eunbi memang seperti anak kecil teapi bukankah kali ini benar benar kekanakan?

“AAGRHH!” teriakku frustasi

“oh sehun kau baik-baik saja?”

Kali ini aku tersadar, aku sedang rapat

Aku melihat  semua rekanku menoleh kearahku termasuk juga sang raja

Bodoh batinku

“maafkan saya raja” ucapku menundukkan kepala

“baiklah tak apa, tapi apa kau ingin beristrirahat? Sepertinya kau sedang banyak masalah” ucap raja

Aku terdiam sejenak, sepertinya itu tidak buruk aku akan mencari eunbi dan meminta maaf pikir sehun

“apakah boleh raja?” tanyaku sekali lagi untuk memastikan

“tentu saja, kau juga boleh tidak bertugas hari ini istirahatlah” ucap kim junmyeon selaku raja para malaikat

“terima kasih raja”ucapku dan segera bergegas mencari eunbi

Aku harus minta maaf. Harus. batinku

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

“eunbi-yyaa!!” teriakku

Aku sudah berada didepan rumah eunbi, tetapi tak ada jawaban

Tak ingin berlama lama aku segera masuk kedalam rumahnya, mungkin ini sedikit tak sopan tapi percayalah aku sudah sering datang kesini dan kalau kau Tanya bagaimana sebenarnya hubunganku dengan raja mengingat eunbi adalah anaknya

Jawabannya raja sudah menganggap aku sebagai anaknya dan raja juga pernah berpesan untuk menjaga eunbi jangan sampai menyakitinya karna eunbi sangat rapuh

Ah aku bahkan sekarang menyakitinya

Aku sudah melalaikan tugasku

Tak memerlukan waktu lama untuk sampai kekamar eunbi, samar samar aku mendengar suara isakan

Apa aku benar benar sudah keterlaluan kali ini? Batin ku

Tok tok tok

“eunbi-yya apa aku boleh masuk?” tanyaku

Tapi tak ada jawaban dengan sedikit ragu ku putar kenop pintu kamar eunbi

Kulihat ia sedang berbaring dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, aku juga dapat melihat tubuhya bergetar dan naik turun

Eunbi sedang menangis, dan itu semua karenaku

Dasar oh sehun bodoh batinku

Aku mendekati ranjang eunbi mendudukan tubuhku disamping ranjangnya ku elus kepala eunbi dari balik selimut

Kudengar ia masih menangis walaupun dengan suara yang lebih kecil

“bi-yya” panggilku

“bi-yya maafkan aku eoh?” Tanyaku

Eunbi tak bergeming sama sekali ia masih tetap menutup tubuhnya dengan selimut seakan telinganya tuli dan tak mendengar kalimat maaf sehun

“kim eunbi ayolah jangan seperti ini, aku mengaku salah aku minta maaf karna sudah membentakmu, aku juga minta maaf karna sudah membuatmu menangis, aku juga minta maaf karena berkata kalau kau kekanakan dan yang paling penting aku minta maaf karna sudah melupakan janjiku untuk kesekian kalinya jadi maafkan aku eoh?” ucapku panjang lebar

Aku menundukkan kepalaku, aku tak pernah bisa melihat eunbi menagis

Eunbi adalah kelemahanku aku akan menangis kalau eunbi menangis

Oh ayolah aku sudah besar tapi aku juga tak tau mengapa aku masih menangis apabila melihat eunbi menangis?

Ayolah oh sehun kuatkan dirimu jangan menangis sidepan eunbi batinku

Selagi menundukkan kepalaku tak disangka eunbi sudah membuka selimut yang menutupinya, ia terduduk disampingku

Awalnya aku tak berani menatap wajahnya namun aku merasa kalau eunbi menatapku dan dengan terpaksa aku juga menatap wajahnya

Kulihat mata serta hidungnya merah, matanyapun masih sedikit tertutupi air mata

Oh sungguh ini adalah kelemahanku. Aku benar benar tak sanggup melihatnya menagis

“eunbi-yya mianhe eoh?” ucapku menahan tangisku

Aku melihat eunbi juga menahan tangisnya, samar kulihat ia menganggukan kepalanya

Lega

Aku sungguh lega, kutarik ia kedalam pelukanku tangis kami berdua pecah

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku begitu juga eunbi kurasakan tubuhnya bergetar dalam pelukannku tangisnya semakin kencang akupun semakin mengeratkan pelukanku

Menaruh daguku diatas kelanya dan mengelus pelan punggungnya, entahlah sekarang aku merasa benar benar cengeng

Hanya eunbi yang dapat membuatku kacau seperti ini hanya dia yang dapat membuatku menangis layaknya seorang perempuan

Mungkin sudah sekitar 20 menit kami perpelukan aku enggan melepaskan pelukanku karna aku tak ingin eunbi melihatku mengangis seperti ini, walaupun aku tau kalau eunbi mengetahiu kalau aku menangis

Aku juga merasakan kaus yang ku kenakan sudah basah karena air mata eunbi namun aku tak peduli

Yang aku pedulikan sekarang hanyalah eunbi

mianheyo bi-yaa”

“mianhe”

TBC

@@@ CANT I TRUST YOU @@@

Kyaaaaa ottoke?? Apa dapet fellnya??

Aku ga tau fellnya nyampe atau engga kekalian, yang pasti aku masih sangat sangat meminta kritik sama sarannya dan juga pendapatnya

Makasih buat yang mau baca ^^

Jangan lupa review ^^

 

4 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] CAN I TRUST YOU? (Chapter 2)

  1. baekhyun beneran g’ tau ya kalau eunbi itu orang yg ia cari, atau emang pura” g’ tau karna ada rencana lain??
    sehun jahat iihh.. udah berkali-kali ingkar janji mala sekarang jahat lagi sama eunbi,. inget hun jangan bikin anak orang baper😀😀

    • hehehe tunggu di chap selanjutnya aja ya, ia sehun emang seneng banget bikin anak orang baper😀
      Makasih banyak udah mau review ^^

  2. acaranya tangis”an ini..uhhh sedihhh
    baekhyun kalo bisa baca pikiran, kenapa dia gk tau kalo eunbi manusia…atau sebenernya dia tau tapi pura” gk tau..
    dan ibunya baekhyun berarti malaikat dong..dan raja iblis tuh pasti ngancam baekhyun pake ibunya kan..uhhh iblis bner…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s