[EXOFFI FREELANCE] Sacrifice of Love (Chapter 2)

sacrifice-of-love-part-1

 

Title  : SACRIFICE of LOVE – 2

Author : BanHana Chance

Cast :

– Xi Luhan

-Seohyun (SNSD)

-Oh Sehun (EXO K)

Support cast :

Byun Baekhyun (EXO K)

Park Chanyeol (EXO K)

Zhang Yixing (EXO K)

Kwon Yuri (SNSD)

Genre : Sad, Romance, School life, Friendship, Mariage life

Lenght : Chaptered

Rating : PG17

~Ooo~

“Sepertinya namja itu menyukaimu, aaahhh aku sangat cemburu.” Seohyun yang mendengar ucapan Luhan tadi hanya tersenyum.

“ooh ngomong-ngomong kenapa kau tadi malam tidak menjawab pesan ku eoh?” Seohyun tiba-tiba menghentikan langkah kaki nya.

“hh aku tadi malam tertidur Luhan-ah”. Tiba-tiba sekelibat bayangan tadi malam menghentikan bicara Seohyun.

 

 

Flashback

“appaa, kenapa kau menampar eomma?” tanya Seohyun sambil menangis memeluk eomma nya.

“kau tidak usah ikut campur. Semua ini appa nya semakin geram saja.

 “oohh jadi kau membela eomma mu? Perusahaan ayah sekarang bangkrut dan appa harus membayar semua hutang-hutang eomma mu!” seohyun pun diam tanpa menjawab appa nya.

“kau harus appa jodohkan dengan teman appa, itu satu-satu nya cara agar menyelamatkan perusahaan appa, arraseo?”

Flashback end

“yak’ seobaby, kenapa kau melamun eoh?”. Tangan Luhan pun membuyarkan lamunan Seohyun seketika.

“ahh mian, kajja kita pulang saja”. Luhan pun menaiki motor nya dan memberikan helm kepada Seohyun.

~oOo~

{Author}

 

Perusahaan ayah Seohyun pun semakin hari makin mengalami titik berat saja sampai-sampai ayah Seohyun mengalami sakit-sakit an. Sang ibu serabutan menjual semua perhiasan dan mencari pekerjaan untuk membayar hutang nya.

 

Tidak hanya itu, Seohyun tidak pernah konsen dalam pelajaran karena memikirkan keluarga nya. Ditambah lagi Seohyun yang harus menerima perjodohan ayah nya agar bisa menyelamatkan perusahaan sang ayah.

 

Seohyun benar-benar orang yang paling terpuruk dalam masalah ini. Dia juga tidak ingin melihat ayah nya sakit-sakit an seperti itu. Tetapi di sisi lain dia bingung bagaimana mengungkapkan nya kepada Luhan kalau dia di jodohkan oleh ayah nya. Benar-benar situasi yang sangat sulit untuk Seohyun.

~oOo~

@Sungai Han.

 

Mata Yixing tidak salah melihat seorang yeoja sedang duduk melamun di dekat sungai Han yang sangat sunyi.

 

“Apa yang sedang kau pikirkan?”. Yeoja itu kaget dan langsung menatap Yixing.

“ohh, aku hanya menikmati kesunyi an di sungai Han saja. Kudengar sungai ini bisa menghilangkan pikiran stress seseorang”.

 

Yixing melongo sambil duduk di samping yeoja tersebut.

“oh iya, siapa nama mu? Kita belum sempat berkenalan sejak saat itu, nama ku Yixing, kau bisa memanggilku sesuka hatimu.”

Yixing mengulurkan tangan nya  sambil tersenyum manis kepadanya.

“Seohyun imnida”. Jawab Seohyun sambil membalas jabatan tangan dari Yixing.

“ohhh nama yang indah”. Mereka berjabat tangan lalu kembali menatap sungai Han.

 

 

Hampir setengah jam Seohyun diam tanpa memulai pembicaraan sama sekali. Seohyun memang dalam keadaan sangat kacau saat ini.

 

“Ngomong-ngomong namja di sekolah itu kekasihmu”. Seohyun hanya meng-oh kan saja kata-kata Yixing.

“hhmm sepertinya dia sangat mencintaimu, buktinya dia tidak membiarkan ku berkenalan dengan mu, haha jinjja”.

Seohyun hanya tersenyum kecut. “Kau tidak lapar? Mau ku traktir makan ramen?”.

“Sireo aku tidak lapar.” Yixing paham kalau yeoja itu sedang dalam suasana hati yang sangat kacau entah apa itu tapi Yixing tidak ingin bertanya.

 

Tiba-tiba ponsel Seohyun berbunyi.

“nde?…ahh aku di sungai Han Luhan-ah, kau mau ke sini? Ah… nde”. Yixing penasaran siapa yang telepon dengan nya tadi.

“Mianhae Yixing-ah aku tidak menghiraukan mu, sepertinya kekasih ku akan datang, alangkah baik nya kalau kau pergi sekarang. Aku hanya tidak ingin dia salah paham saja seperti kemarin”. Yixing pun meng-oh kan kata-kata seohyun tadi.

“Yasudah bye sampai ketemu besok ya”. Yixing pun berdiri dan meninggalkan Seohyun sendirian.

10 menit kemudian…….

 

“Seobaby ku yang cantik, kenapa kau disini sendirian?”. Tanya Luhan sambil duduk di samping Seohyun.

 

Tiba-tiba Seohyun menitihkan air mata. Suara isakan Seohyun pun terdengar oleh telinga Luhan. Luhan pun kaget dan penuh dengan tanda tanya.

 

“yak’ seobaby waeyoo? gwenchanayo? Ya Seohyun-ah jawab aku!” Seohyun hanya bisa menangis dan Luhan menaruh kepala Seohyun di pundak nya.

“Gwaenchana ada aku di sini”. Ucap Luhan sambil memeluk Seohyun sembari menenangkan nya.

Hampir 5 menit Seohyun menangis, akhir nya Luhan dan Seohyun memutuskan untuk pergi. Mereka berjalan bersama ke sebuah caffe. Mereka memutuskan untuk makan disana sambil menjernihkan suasana. Seohyun masih terlihat murung.

 

“Kau terlihat tidak sehat, semenjak kemarin malam saat kau tidak menjawab telepon ku dan kau mulai berubah. Tidak apa-apa, kau boleh bicara kalau kau mau. Aku siap mendengar curhat an mu kapan saja. Dan ingat, jangan pernah kau menyakiti dirimu sendiri. Kau tau sendiri kan kalau aku tidak bisa hidup tanpa mu seobaby ku”. Ucap luhan sambil mencubit hidung Seohyun.

 

Deg ……

 

Tiba-tiba hati Seohyun merasa sangat sakit mendengar ucapan Luhan barusan. Dia sangat mencintai Luhan. Tetapi apa boleh buat detik ini juga Seohyun harus mengakhiri hubungan mereka.

 

Sungguh detik ini juga rasanya Seohyun ingin mengakhiri hidupnya, dia tidak ingin melihat orang yang ia cintai merasakan rasa sakit yang begitu dalam akibat dirinya.

 

Dia tidak ingin Luhan merasakan apa yang dia rasakan sama seperti dulu saat cinta pertamanya memutuskan nya, yaitu Byun Baekhyun. Meskipun Seohyun tau kalau suatu saat nanti mereka berpisah, Luhan bisa mendapatkan pengganti dirinya.

 

 

“Luhan-ah….” Seohyun mulai mengatur nafas nya perlahan.

“nde’?” luhan yang tidak tau apa-apa tiba-tiba kaget dari lamunan nya dan segera menjawab Seohyun.

“mianhae”. Ucap Seohyun dengan nada lemah. “jeongmal minhae Luhan-ah…”. Seohyun kembali meminta maaf dan membuat Luhan semakin bingung.

“mian? Untuk apa kau minta maaf seobaby?”. Luhan semakin bingung dengan perkataan Seohyun. Tiba-tiba Seohyun menangis.

“Kurasa kencan kita kemarin sangat menyenangkan bukan? apa kau juga merasa seperti itu Luhan-ah?”. Luhan hanya meng-oh kan saja perkataan Seohyun.

“Hari ini aku juga sangat senang berada di pelukan mu, sangat hangat, aku merasa tubuhku sudah menyatu dengan mu. Aku berharap suatu saat nanti kita akan bertemu kembali luhan-ah”.

 

Luhan yang kaget dengan perkataan Seohyun pun langsung membelalakkan matanya. “Apa yang kau katakan? Apa kau akan meninggalkan ku?”  Sahut Luhan sedikit membentak.

“Mianhae, kurasa ini pertemuan terakhir kita. Kita akhiri saja hubungan kita sampai disini. Aku tidak ingin melukaimu terlalu dalam lagi. Jeongmal mianhae” Seohyun lalu pergi meninggalkan Luhan dan menangis.

 

Sementara itu luhan terpaku di tempat duduk nya. Hatinya terasa begitu sakit. Dadanya terasa sesak seakan-akan ada meteor yang menghantam dirinya secara langsung. Bboommm (author lebay #pllaakkk)

 

Dan tanpa di sadari dari samping meja itu ada seseorang yang dari tadi ternyata mendengar percakapan antara Seohyun dan Luhan.

 

“Wwaahhh daebbak… apa suatu saat nanti aku punya seorang kekasih dan memutuskan nya dengan cara seperti itu ya?” Tanya Yuri sambil meminum segelas kopi latte yang di pesan nya tadi.

“Haisshhh diam kau”. Sahut Yixing dengan wajah penuh tanda tanya. Yixing sangat penasaran apa yang membuat mereka berdua putus.

{Author}

 

Hari ini berbeda dengan biasanya, sangat sepi sekali. Tidak ada suara rengekan dari Seohyun kepada Luhan. Dan juga Chanyeol dan Baekhyun. Hari ini mereka sedang malas bercanda karena Luhan tidak datang sekolah. Tunggu dulu, apa Luhan sakit sehingga dia tidak datang ke sekolah hari ini?

~oOo~

Suasana kelas terlihat sepi sekali tidak seperti biasanya.

“hhooaammmm……aku bosan sekali Baekhyun-ssi, padahal ini kan masih pagi sekali,. Ngomong-ngomong apa Luhan tidak datang hari ini. Seohyun berangkat sendiri tadi”. Ucap chanyeol sedikit mengucek-kucek matanya.

“mungkin Luhan sedang ada urusan, kau tanya saja pada Seohyun”. Chanyeol segera berdiri dan berkata “ide yang bagus”.

 

Tanpa berfikir panjang, Chanyeol berdiri dan menghampiri Seohyun. Yixing dan Yuri yang baru datang pun menatap aneh kepada Chanyeol yang tiba-tiba saja berlari cepat didepan mereka dan hampir saja menabrak mereka berdua.

 

“aishhh jinjja….” kesal Yuri kepada Chanyeol.

“Mianataa”. Tanpa menghiraukan Yuri, Chanyeol langsung minta maaf tanpa melihat Yuri dan Yixing.

“yak’ Seohyun-ah, Luhan eodigha? Apa dia sedang bolos hari ini?”. Tanya Chanyeol dengan penuh tanda tanya.

“Molla, aku tidak tahu, dia tadi pagi tidak menjemputku. Yasudah aku berangkat naik bus tadi pagi”. Sahut seohyun dengan malas.

“Apa kalian bertengkar?”. Tanya Chanyeol sekali lagi.

Seohyun memberikan tatapan tajam kepada Chanyeol.

“Yaak  kau pergi saja sebelum aku memakan mu hidup-hidup eoh?”. Chanyeol pun langsung pergi meninggalkan seohyun dengan kesal. “sepertinya dia sedang datang bulan” (ucap chanyeol dalam hatinya)

 

“Tunggu sebentar, Luhan tidak masuk hari ini, dia kenapa? Apa dia sakit?” (ucap seohyun dalam hatinya). Sepertinya seohyun harus menghubunginya. Seohyun pun pergi ke perpus tempat dia biasa pergi bersama Luhan. Yixing yang melihat Seohyun pergi mengikuti nya dari belakang.

 

 

Saat berada di perpustakaan, Seohyun mengeluarkan ponsel nya dan hendak menelepon Luhan untuk menanyakan kabarnya. “Yoboseyo…. Luhan-ah eodigha? Eodi appo? Kau baik-baik saja kan Luhan-ah. Jawab aku jeball”. Namun  tidak ada sahutan sama sekali dari Luhan. Tiba-tiba…

 

Greebb…..

 

“Pelukan itu……..(ucap Seohyun dalam hatinya). Seohyun merasakan pelukan yang sangat hangat dari belakang. Sesaat ketika Seohyun hendak menghadap ke belakang tiba-tiba..

 

Ccuupp….

 

Bibir mereka menyatu, hangat, lembut iyaa, itulah yang Seohyun rasakan saat ini. Jujur ini adalah first kiss Seohyun. Seketika Seohyun  membelalakkan matanya ketika mengetahui siapa yang mencium nya. Seohyun menghentikan ciuman nya, “kauu….

 

Luhan yang berada di depan Seohyun pun terlihat sangat kacau dengan mata yang sembab.

 

“Kau tega melakukan ini kepada ku eoh seobaby? Kau tahu kan aku tidak bisa hidup tanpa mu, apa kau mau aku mati membeku tanpa pelukan mu?”.

 

Seohyun pun mulai meneteskan air mata nya.

“Aniyo…aku tidak bisa pergi darimu Luhan-ah, aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak bisa bersama mu lagi sekarang”. Ucap Seohyun dengan isakan tangis nya.

“Waeyoo??? Apa ada laki-laki lain? Apa kau menyukai anak pindahan itu sehingga kau lebih memilih untuk berpisah dengan ku?”. Tanya luhan dengan mencengkeram bahu seohyun.

“Ada hal yang tidak bisa aku katakan padamu Luhan-ah, aku tidak ingin menyakitimu”. Sahut Seohyun dengan lemah.

“Arraseo, kalau memang kau ingin mengakhiri semuanya, aku akan terima. Tetapi biarkan aku mencium mu untuk terakhir kali nya”.

 

Seohyun pun mulai memejam kan matanya. Luhan mulai mendekatkan kepalanya sehingga bibir mereka saling bersentuhan. Dalam dan semakin dalam mereka berciuman tanpa menghiraukan orang di sekelilingnya. Tanpa mereka sadari, dari belakang ternyata ada seseorang yang melihatnya dari tadi.

~oOo~

“Apa yang kulihat tadi? Kenapa dadaku begitu sakit melihat mereka berdua tadi berciuman,” ucap Yixing sembari berjalan menuju ke kelas nya. Sementara itu belum lama semenjak Yixing duduk di bangkunya, tiba-tiba Seohyun dan Luhan datang ke kelas.

 

“Omoo itu mereka berdua datang.” Ucap Chanyeol dengan tangan menunjuk kepada kedua nya. Baekhyun yang mendengar ucapan Chanyeol pun bangun dari lamunan nya dan melihat Seohyun dan Luhan tampak baik-baik saja.

 

{Seohyun House}

Ayah seohyun kini tengah berbaring lemah di kamar nya. Kelihatan sangat kelelahan mengerjakan semua pekerjaan kantor yang terus menghantuinya.

 

“Yeobo, apa kau ingin makan?” Tanya ibu Seohyun kepada suaminya.

“Tidak, kau urusi saja pekerjaan lain nya.”

 

Tiba-tiba terdengar suara bel dari pintu luar. Kelihatan nya ada tamu yang datang. Sang  pembantu mengetuk pintu kamar ayah seohyun.

 

“Maaf Tuan, ada Tuan.Ohh dan Nyonya.Ohh datang Tuan, ada seorang pemuda juga mengikutinya, sepertinya itu putra nya”. Ucap seorang pembantu tersebut.

 

Ayah dan ibu Seohyun pun turun untuk menghampiri mereka. Terlihat ada pemuda berparas tampan duduk di tengah-tengah tuan dan nyonya Ohh.

 

“Wahh mengapa kalian repot-repot datang kesini”. Tanya ayah Seohyun dengan basa-basi.

“Seperti yang kita bicarakan sebelum nya, apa putri mu bersedia untuk menikah dengan putra ku? Kalau tidak, kita bisa membatalkan bisnis kita dan..” Tiba-tiba ucapan Tuan.ohh dipotong oleh ayah Seohyun.

“Andwee… putriku bersedia menikah dengan putramu. Kapan kita menentukan tanggal pertunangan nya?”. Sahut ayah Seohyun dengan gegabah.

 

Hampir selama satu jam mereka berbicara merencanakan  pertunangan putra dan putri mereka. Dan tiba-tiba pintu terbuka.

“Eomma….aku lapar sekali…apa eomma masak enak hari ini eoh?” keluh Seohyun tanpa melihat ke arah ruang tamu.

 

Sang ibu yang melihat kelakuan Seohyun langsung membentak nya.

“yyaakk Seohyun-ah! Apa kau tidak mengucapkan salam dulu kepada Tuan dan Nyonya Ohh?”. Seohyun yang menghentikan langkahnya pun langsung melotot ke arah ruang tamu. Dia sangat kaget sekaligus merasa malu.

“Hehe anyeonghaseyo ahjuma-ahjusi, selamat datang di rumah Seohyun. Senang bertemu dengan kalian. Dan kau…”. belum selesai mengucapkan perkataan nya sang ibu langsung memotong perkataan Seohyun.

“aahhh Seohyun-ah. Ini Tuan muda Ohh Sehun, dia adalah calon tunangan mu. Bukan kah dia sangat tampan Seohyun-ah?”.

 

Seohyun hanya tersenyum mendengar perkataan ibu nya tadi. “ahhh ndee eomma, aku permisi ke kamar dulu”.

 

Sementara itu Seohyun berjalan sambil melamun dengan perkataan ibu nya tadi. Dia sangat kacau akan pikiran nya hari ini. Baru tadi pagi dia meng akhiri hubungan nya secara sah dengan Luhan, dia sudah di hadapkan oleh masalah sebesar ini. Yaitu harus bertunangan dengan orang yang sama sekali tidak dia cintai.

 

Seohyun hanya terdiam, melamun di depan balkon kamar nya. Tiba-tiba ada seseorang masuk ke dalam kamar Seohyun.

 

“kau….”. ucap Seohyun sambil membelalak kan matanya.

“Aahh pemandangan di sini indah sekali bukan?”. Ucap Sehun sambil berdiri di samping seohyun.

 

Seohyun yang mendengar perkataan sehun hanya mendengus kesal.

 

“apa yang kau lakukan disini”. Sahut seohyun dengan nada datar.

“Apa salahnya aku masuk ke dalam kamar calon tunangan ku, aahh bahkan kita akan menikah setelah kau lulus SMA”. Seohyun yang mendengar perkataan sehun hanya diam saja.

“Kau gadis yang lumayan cantik, apa salahnya kita mencoba?”. Ucap Sehun dengan nada sedikit menggoda.

“Jangan berani-berani kau menyentuh ku eoh? Atau aku akan membunuhmu!”. Ucap Seohyun dengan nada sedikit membentak.

 

Sehun yang mendengar perkataan Seohyun langsung berubah ekspresi muka yang tadi nya santai kini menjadi marah.

 

“Oohh kau mau membunuhku eoh? Bahkan sebelum tangan manis mu ini menyentuhku, aku akan lebih dulu membunuh orang tua mu, bahkan kau sekaligus. Kau ingat-ingat kata-kata ku barusan, arraseo?”. Ucap Sehun dengan mencekram pipi Seohyun kemudian  beranjak pergi meninggalkan Seohyun.

 

Seohyun langsung terjatuh tersungkur di tanah. Apa yang barusan Sehun lakukan kepadanya membuat nya menjadi semakin ketakutan, bahkan seluruh tubuh nya menggigil ketakutan.

 

Seohyun menangis memikirkan kedua orang tua nya. Dia takut akan terjadi sesuatu kepada dirinya dan keluarga nya. Bahkan meskipun Sehun melakukan hal-hal yang buruk kepadanya sekaligus, dia akan tetap menerimanya asalkan dia tidak melakukan hal-hal buruk kepada keluarganya.

{Luhan house}

 

Hari ini Luhan berencana untuk olah raga pagi sebelum berangkat ke sekolah. Dia jogging sendirian pagi ini. Gemericik air mewarnai suasana kamar luhan pagi ini. Terdengar suara ponsel Luhan bergetar. Ada pesan dari nomor tidak dikenal.

 

From: Unknown 05:01AM

Hey luhan, aku berada di depan rumah mu sekarang. Apa kau mau olah raga dengan ku pagi ini. Aku tunggu dalam 3 menit dari sekarang.

 

Luhan mengerutkan dahinya, heran siapa yang mengirimkan pesan kepadanya dan mengajaknya olah raga. Bahkan Seohyun pun tidak pernah mengajaknya olah raga. Karena penasaran, Luhan membuka gorden kamarnya dan melihat siapa orang yang berada di luar rumah yang kini tengah menunggu nya di luar.

 

Terlihat seorang yeoja berada di luar sana. Tanpa habis fikir Luhan pergi menghampiri nya

 

Luhan mengerutkan keningnya, dia heran siapa yeoja berambut hitam pekat dengan bando pita berada di depan nya saat ini.

 

Yeoja tersebut membalik kan badan nya kemuadian tersenyum kepada Luhan dan membuatnya membelalak kan mata nya.

 

“Anyeong… Luhan oppa.. ahh kau lama sekali”. Ucap yeoja tersebut dengan senyum manis terukir di muka nya. Luhan yang tadinya melongo kemudian menjawab pertanyaan yeoja tersebut.

“Ahh aku tadi sibuk Yuri-ssi. Kau tahu darimana nomor ponselku?”. Jawab Luhan sambil menggaruk-garuk tengkuknya meskipun tidak gatal.

“Sudahlah oppa, jangan fikirkan itu, kajja kita olah raga”. Ajak Yuri sambil menarik tangan Luhan.

~oOo~

Pagi itu mereka berhenti di sebuah taman sambil makan ice cream vanilla kesukaan yuri. Ice cream vanilla adalah kesukaan Seohyun. Hal ini mengingatkan nya kepada Seohyun saja, gadis yang sangat dia cintai.

 

“Hahaha oppa kau makan nya belepotan sekali”. Ucap yuri kemudian membersihkan bibir Luhan dengan jari nya. Tanpa mereka ketahui, ternyata Seohyun melihat nya.

 

Seohyun merasakan dada nya sangat sesak sampai dia terjatuh di atas tanah. Belum sampai dia terjatuh, tiba-tiba Yixing datang dan membantunya berdiri. Yixing pun memeluk Seohyun yang tengah menangis dan mengajaknya pergi.

 

“Sudah siang, kajja kita pulang. Nanti kita terlambat sekolah nya”. Ajak luhan kepada Yuri. Sementara itu yuri hanya menganggukkan kepala nya kemudian berdiri dan mereka pulang bersama.

“Selamat tinggal oppa…. besok kita olah raga bersama lagi. Aku tunggu di depan rumah mu seperti tadi ya oppa”. Ucap yuri kepada luhan sambil melambaikan tangan nya. Luhan pun ikut membalas lambaian tangan dari yuri.

~. . . .~

Sementara itu Yixing yang dari tadi hanya memperhatikan Seohyun melamun jadi ikut sedih dengan keadaan nya saat ini.

“Kau tidak apa Seohyun-ah? Gwaenchanayo..sudahlah Yuri memang seperti itu orang nya. Dia sangat manja kepada siapa pun”.

 

Seohyun yang dari tadi melamun bahkan tidak memperhatikan Yixing sama sekali.

“Andai kau tahu Seohyun-ah, aku sangat mencintaimu sejak pandangan pertama. Tapi kenapa kau selalu mengabaikan ku, kau tidak pernah sedikit pun melirik ke arah ku. Kenapa kau tidak pernah bisa pergi dari Luhan. Tidak kah ada ruang kosong yang tersisa di hati mu untuk ku?” (gumam Yixing dalam hatinya).

 

Sebenarnya Yixing sangat sedih dengan perlakuan Seohyun kepadanya. Namun apa boleh buat, Seohyun memang tidak akan pernah bisa melupakan Luhan. Apalagi Luhan adalah orang yang selalu ada di samping nya dan bahkan sekarang dia dengan sangat mudah mendapatkan wanita baru di sisi nya.

To be continued…..

 

Hay hay hay…..apa kalian masih setia baca FF gaje ini. Haha oke deh untuk chapter selanjut-nya bakal di post cepet. Semoga saja deh. Terimakasih untuk readers yang udah setia baca. Jangan lupa RCL yaaa

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Sacrifice of Love (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s