[EXOFFI FREELANCE] Making A Lover (Songfic)

20161024140905

 

Making A Lover

October 21, 2016 22:02 pm

|★Tittle/judul fanfic : Making A Lover | ★Author : parkjeeah | ★ Length : Songfic |

| ★ Rating : G | ★Main Cast : Baekhyun and Z.Her | ★Backsound SS501 – Making A Lover |

 

Untuk dunia aku ingin berteriak ‘Aku cinta kamu’

Untuk Mencintaimu dan menjadikanmu gadisku

“Teman-teman dengarkan aku! Aku ingin mengatakan sesuatu” Teriak seorang pria yang berhasil mencuri perhatian seluruh siswa-siswi kantin sekolah. Byun Baekhyun — nama pria yang membuat kantin gaduh.

“Aku ingin mengatakan bahwa aku mencitai gadis itu” Tunjuk Baekhyun. Seisi kantin segera mengarahkan perhatian pada seorang gadis yang tengah menatap Baekhyun tidak percaya.

“Naega?” tanya gadis itu tak percaya.

Baekhyun tersenyum. Ia segera menghampiri gadis itu yang masih menatapnya tidak percaya.

Baekhyun langsung saja berlutut didepan gadis itu. Sontak seluruh siswa-siswi bersiul-siul dengan menggoda. Seolah dianggap angin, Baekhyun meraih tangan gadis itu.

“Ya kau, Ji Hye Ran. I Love You” Baekhyun terus saja menatap gadis itu, berbanding terbalik dengan gadis ia mengalihkan perhatian seolah menyembunyikan wajahnya yang merah.

“Aku ingin kau menjadi milikku sekarang dan selamanya”

Mempesona, kau selalu bintangku

Saya akan melindungimu

Bel bertanda pulang berbunyi. Siswa dan siswi SMA Haejong berteriak gembira tak terkecuali Z.Hera — gadis yang ditembak Baekhyun kini mendapatkan hukuman. Disebabkan tidak membuat pekerjaan rumah yang diberikan Uhm Seosangmin.

Z.Hera diberikan hukuman untuk membersihkan lapangan basket, yah kalian tahu ukuran lapangan basket pada umumnya.

“Aish menyebalkan!” gerutu Z.Hera yang tengah mengepal lapangan basket. “Dasar seosangnim botak”

Tanpa ia sadari, Baekhyun tengah melihatnya dikursi penonton. Baekhyun tersenyum lembut melihat Z.Hera. Ia sedikit terpesona dengan Z.Hera, gadis dengan berbagai macam ekspresi yang ia miliki.

Baekhyun meraih ranselnya, lalu turun menghampiri Z.Hera. “Kau jangan banyak mengeluh Nona” Baekhyun tertawa kecil.

Baekhyun berjalan dengan pelan, seolah tidak ingin menganggu Z.Hera.

Baekhyun memeluk Z.Hera.

Z.Hera membeku, seseorang tengah memeluknya. Ia memejamkan matanya takut. “Tenang Nona Ji, aku tidak akan melukaimu”.

Aku selalu dapat (akan) menunggumu

Pada akhir hari yang melelahkan hanya ada satu orang yang dapat membuat aku tertawa

“Cha! Sekarang kau masuk. Palli!” suruh Baekhyun.

Sekarang mereka berdua didepan rumah Z.Hera. Suasana sedikit canggung, ditambah lagi dengan hawa dingin yang menusuk kulit mereka.

“Baiklah sekarang kau..”

“Byun Baekhyun, pernyataanmu padaku saat itu. Apakah memiliki batas waktu?” tanya Z.Hera memastikan.

Baekhyun mengembangkan senyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan Z.Hera.

“Tidak ada. Kau bebas menjawab sampai kapanpun, karena aku akan menunggu jawabanmu..” Jawab Baekhyun. “Sekarang cepat masuk” sambung Baekhyun.

Baekhyun segera melangkahkan kakinya meninggalkan perkarangan rumah Z.Hera. Baru selangkah penyataan Z.Hera membuat ia berbalik dan menatapnya.

“Aku menerimamu Byun Baekhyun. Aku siap menjadi gadismu”

Setelah mengatakan hal tersebut Z.Hera segera berlari memasuki rumahnya. Membiarkan Baekhyun tertawa dengan tingkahnya.

Hanya ada satu orang yang mencerahkan kehidupan sulitku.

sebelum hari dimulai, aku hanya bisa memikirkan senyum manismu

Kini pagi tengah menyapa kediaman keluarga Ji. Seluruh keluarga Ji melakukan aktifitasnya dengan baiknya, tak terkecuali gadis yang masih saja terbaring ditempat tidur.

Krekk

Sosok Wanitu tua tengah membuka pintu kamar dari gadis itu. Wanita tersebut menggeleng, melihat anak gadisnya. Benarkah pria itu tidak salah memilih seorang gadis, pikir wanita itu.

Wanita itu menuju kekasur, tempat gadis itu terbaring. “Sayang,, bagun. Ada pria yang menunggumu dibawah” dengan Kasih sayang wanita itu membangunkan Z.Hera — gadis itu.

Bukannya bagun Z.Hera malah bergumam tidak jelas. “Pria? Pacarku bukan?”, lalu kembali tidur.

“Eoh” wanita itu mengiyakan ucapan Z.Hera

Tak berselang 5 detik Z.Hera bangun dengan cepat. “Pria? pasti Baekhyun”. Z.Hera keluar dari kamarnya, dari atas ia melihat Baekhyun tengah berbincang sedikit dengan Ayahnya.

“Hey anak nakal, apa yang kau lihat. Cepat mandi” marah Ayahnya dengan maksud bercanda. Z.Hera hanya menyengir lalu berlari kekamar mandi.

Lagi-lagi Baekhyun tertawa kecil dengan sifat Z.Hera

Aku tidak bahagia dengan siapa pun di sampingku, tetapi kamu

Di bawah Langit ini, aku berjanji, aku akan memberikan segala yang aku punya

Baekhyun dan Z.Hera tengah dihukum. Mereka terlambat sekitar 15 menit, membuat mereka tidak mengikuti setengah jam pelajaran.

Hormat bendera, itulah hukuman mereka ber-2.

“Mian. Karenaku kau terlambat” sesal Z.Hera

“Ini bukan salahmu sepenuhnya. Bel saja yang terlalu cepat”

Jawaban Baekhyun berusaha untuk tidak menyalahkan Z.Hera.

“Tapi tetap saja itu salahku. Jika kau pergi duluan kau pasti …” ucapan Z.Hera terhenti dimana Baekhyun menariknya untuk menghadap Baekhyun.

“Dengar, aku tidak pernah menyalahkanmu. Ini sudah takdir jadi kita harus menerimanya bukan?  Aku berjanji dibawah langit yang menjadi saksi. Bahwa aku akan memberikan yang aku punya dan melindungimu segenap hatiku”

Z.Hera sedikit berkaca mendegar pernyataan Baekhyun. Ia segera memeluk Baekhyun dengan haru. Seolah melupakan hukuman mereka.

Untuk dunia aku ingin berteriak ‘Aku cinta kamu’

Untuk Mencintaimu dan menjadikanmu gadisku

Mempesona, kau selalu bintangku

Saya akan melindungimu

Aku selalu dapat (akan) menunggumu

Mengapa sekarang, aku merasa aku memiliki semua dunia

terima kasih malaikatku, rasanya aku mencintaimu untuk pertama kalinya

Baekhyun dan Z.Hera sekarang tengah melakukan kencan pertama.

Ice Skating, tempat mereka untuk berkencan. Sekaligus mengajari Z.Hera untuk Ice Skating.

Kini mereka berdua tengah duduk dipinggir tempat Ice Skating, memakai sepatu khusus. Baekhyun dengan cepat memasang dan mengikat sepatunya.

Tidak untuk Z.Hera gadis itu telihat kesusahan, bagaimana tidak kaus yang dipakai gadis itu sangat kebesaran dimana jika ia merunduk otomatis bagian atasnya akan terlihat.

Baekhyun yang melihat tersebut dengan segera ia berjongkok dihadapan Z.Hera lalu mengikat sepatu gadis itu. “Baek-ah” ucap Z.Hera tak enak

“Diamlah biarkan aku mengikat sepatumu,”

.

Kini Baekhyun dan Z.Hera berada ditengah tempat Ice Skating.

“Cha! Hera-ya aku akan melepaskanmu. Kau cukup berjalan dengan santai saja Oke?” instruksi Baekhyun. Perlahan ia melepaskan tangan gadis. Tapi Z.Hera segera menggenggam tangan Baekhyun.

Ia menggeleng seolah menolak untuk tangan Baekhyun dilepaskan. “Geurae, kau pegang tanganku terus dan jangan lepaskan Aresso?”

Baekhyun kini berkeliling ditemani Z.Hera disampingnya yang terus saja mengenggam tangannya.

‘Terima Kasih telah menjadi malaikat yang menghiasi hidupku. Merasa aku telah memiliki semua yang ada dunia ini. Dan tidak ada alasan untuk tidak melindungimu’ batin Baekhyun

Di bawah Langit ini, aku berjanji, aku ingin menjadi dirimu seutuhnya

Untuk dunia aku ingin berteriak ‘Aku cinta kamu’

Untuk Mencintaimu dan menjadikanmu gadisku

Mempesona, kau selalu bintangku

Saya akan melindungimu

Aku selalu dapat (akan) menunggumu

Kita hanya perlu membuat satu janji

Aku bersumpah pada langit

Aku akan tetap mencintaimu hingga matahari membakar semua

“Mari kita buat janji?” Ajak Z.Hera dengan semangat.

“Janji” Baekhyun berusaha menyakinkan

Z.Hera mengangguk semangat. “Janji untuk mencintai sampai dunia tidak bisa memberikan oksigen lagi untuk kita. Otte?” tanya Z.Hera

“Tanpa berjanji seperti itu. Aku akan dengan senang hati melakukannya Ji Hye Ran” jawaban Baekhyun mau tak membuat Z.Hera senang sekaligus terharu disaat bersamaan.

Oh ~ cintaku

Saya berdoa kamu mengizinkan ku ini~

Bahwa aku menerima aku menjadi laki-lakimu

Untuk hari terakhirku

Hatiku tidak akan berubah

Aku selalu dapat (akan) menunggumu

Baby Aku selamanya akan bersamamu

kamu sendirian, aku akan selamanya ….mencintaimu ....

Z.Hera kini tengah menunggu Baekhyun bermain Basket bersama teman-temannya. Ia satu-satunya yang duduk dikursi penonton. Yah sudah menjadi rutinitas Z.Hera untuk menunggu Baekhyun, walau Baekhyun seringkali melarangnya.

“Baiklah kurasa sudah cukup latihannya. Lagipula pacarmu menunggumu Baekhyun” goda Jackson — ketua tim Basket. Baekhyun hanya tersenyum menanggapi godaan dari teman-temannya.

.

“Kau lelah? Ini” Z.Hera memberikan air mineral yang dibawanya kepada Baekhyun. Baekhyun mengambilnya dengan senang hati. Ia segera meneguk air tersebut dengan sekali tegukan.

Setelahnya ia memberikan handuk kecil yang ia siapkan sedari tadi. Baekhyun menggeleng dan menyuruh Z.Hera untuk menyeka keringatnya. Z.Hera awalnya menolaknya, tapi paksaan dari Baekhyun akhirnya ia mau.

Dengan tangan yang sedikit bergetar, Z.Hera membersihkan keringat yang ada dahi Baekhyun. Yang membuatnya mau tak mau harus berjinjit. Baekhyun menatap Z.Hera yang tengah serius membersihkan keringatnya. Ia terkekeh kecil.

Baekhyun meraih tangan gadis Z.Hera, sontak saja kegiatan Z.Hera terhenti.

“Terima Kasih telah menjadi ‘gadisku'”

Setelah mengatakan hal tersebut. Baekhyun mendekatkan wajah ke Z.Hera dan memejamkan matanya. Tak beda dengan Baekhyun, Z.Hera hanya mematung melihat wajah Baekhyun yang semakin dekat. Dan…

CUP

Handuk yang dipegang Z.Hera terjatuh. Baekhyun menciumnya, dan ini merupakan ciuman pertamanya.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s