[EXOFFI LINE@] Sun-Bae (Ficlet)

myhome_10

[FF From Adders] Sun-BAE by ace-z
cast: Park Chan Yeol, Jung Min Hwa (OC)
romance, fluff / G / ficlet / warning: hati-hati kena diabet setelah baca ahahaydek uhuk.

dsc: murni dari otak author sendiri, author minta maaf kalo ceritanya agak kurang memuaskan dan garing ga dapet feelnya. ini baru ketiga kalinya author buat ff hehe. so no copy/plagiarism ya kamsahamnida🦄💖 happy reading :’3

***

“Pantun itu… hal yang sangat membosankan, bukan?”

“TIDAK”, jawab seorang yeoja. Terukir seutas senyum tipis di wajahnya. “Bagiku, pantun telah mengubah segalanya”

***

08:00. Ddrrrrt. “Ugh”. Beep.

Ritme cepat langkahan kakinya memecahkan kesunyian di suatu gang. Semalam, yeoja bermarga Jung itu begadang hingga pukul dua pagi. Layaknya kegiatan yang sudah terjadwal bak di sekolah, pasti selalu saja Minhwa menonton episode demi episode drama tiap malam Minggu-nya. Kabarnya sih, sudah tiga per empat dari total episode yang Ia tonton semalam. Biasanya klimaks berakhir di sekitar episode seperti itu, bukan? Dingdong. Kesialannya berawal dari situ. Karena pada saat malam itu, Ia benar-benar terhanyut dalam kesedihan drama yang Ia tonton. Saking hanyutnya, Ia telah menghabiskan sekotak tisu dan sekitar sepuluh tisu wajah Eomma-nya. Ia bahkan lupa bahwa esoknya— tepatnya hari ini— akan ada latihan mendadak di klub sastranya. Alhasil Ia bangun kesiangan.

Pasti di pikiran kalian, klub sastra itu membosankan bukan? Awalnya Minhwa juga memiliki pikiran yang sama seperti itu. Tapi..

***

“Akhirnya sampai juga. Ah pabo-yaaaa! Jinjja. Yang benar saja jika guru-guru akan memarahiku. Mereka harusnya memarahi jam bekerku. Alat tua itu yang salah, bukan aku yang innocent!”, batinnya menggerutu kesal.

“Annyeonghaseyo”, gadis bersurai hitam kecoklatan tersebut membungkuk 180° di hadapan teman, sunbae, dan gurunya, tepatnya di depan kelasnya. “Minhwa-ya! Kenapa kamu bisa telat seperti ini?!? Sudah kamu berdiri di depan kelas saja. Kita tunggu temanmu yang satu lagi”, balas guru sastra Minhwa, Dara Ssaem— yang galak dan seramnya melebihi seorang Valak. Hampir seluruh murid segan dengannya.

“Jeosonghamnida”, balas Minhwa kembali membungkuk kepada gurunya. Tapi tunggu. “Temannya? Teman— Teman siapa?”, batinnya bingung. Toh Minhwa saja baru bergabung selama dua hari di klub tanpa ditemani oleh seorang pun yang Ia kenal. “Namun selain itu juga kenapa aku harus berdiri di sini dan terus menunggunya?”, kembali batinnya penasaran.

Toktok. Di saat itu juga, terdengar ketukan lesu dari luar pintu. “Masuk”, perintah Dara kepada sosok pria yang dapat terlihat dari dalam melalui jendela kaca yang tertera di pintu kayu tersebut. Dan..

“Annyeonghaseyo”, sosok Chanyeol sunbae hadir di hadapan Minhwa. Ia baru saja memasuki ruangan kelas dengan hormat bungkuknya. Chanyeol— yang notabene adalah sosok namja idamannya Minhwa sejak awal Ia duduk di bangku SMA. Namja bernama Park Chanyeol, seorang pria atletik, pintar, rajin, dan sangat menyukai pelajaran sastra dan matematika, juga idaman para yeoja lainnya— ini alasan mengapa Minhwa mengikuti klub sastra. Agar Ia bisa lebih mengenal sunbae yang berbeda dua tingkat dari nya, Minhwa nekat mengikuti klub sastra yang dikenal sebagai klub yang paling membosankan bagi para siswa. Bayangkan saja, di sana hanya ada sekitar sepuluh siswa yang mengikuti klub sastra. Tapi bagi Chanyeol, keadaan seperti apapun tak akan mempengaruhinya untuk batal mengikuti klub favoritnya ini. Ibarat sudah menjadi darah daging baginya.

Minhwa mati rasa, kaku tak berdaya serasa tubuhnya akan dicuri oleh sosok makhluk gaib. A— ada apa ini?

“Jadi, saya di sini sudah memilih kalian berdua untuk mengikuti lomba balas pantun di hari Valentine nanti. Chanyeol-ah, kau sudah menyampaikan hal ini ke Minhwa seperti apa yang sudah saya beri tahukan, bukan?”, tanya guru yang usianya paruh baya itu. Kemudian Ia beranjak dari kursi di mana Ia biasanya mengajar.

Minhwa POV

Mwo? Apa? Apanya? Ada apa? Beri tahu apa? Apa-apaan ini?

Masih banyak sekali kalimat yang sejenis seperti itu menghantui benakku. Bukan. Hanya saja, maksudku itu, ya ‘apa?’. Aku sama sekali heran tak mengerti. Sebelas dua belas dengan aku, saat lamban mengerti pelajaran mtk dan fisika.

Sementara itu, kulihat Chanyeol sunbae yang baru saja memalingkan pandangannya dariku setelah Ia mengetahui kalau aku akan menatap wajahnya dengan kebingungan. Ia menatap ke arah keramik tepat di dekat ujung kakinya. Ia… tersenyum. Tepatnya terdapat senyuman jahil di balik tundukan kepalanya. Entah apa itu maksudnya, kenapa Ia menyembunyikannya, dan hal lainnya yang masih dipertanyakan. Dengan segera Ia mengangkat kepalanya dan kembali masuk ke dalam percakapan. “Tentu saja Ssaem”, jawabnya santai dengan senyuman manis.

Andwae! Maksudku, ARGH. Maksud— Maksudnya tuh apa sih? Aku tak mengerti sama sekali. Sumpah! Rasanya ingin aku berteriak kepada guru bahwa apa yang baru saja Ia katakan itu omong kosong. Selama ini, Ia tak pernah melontarkan sepeser kalimat pun kepadaku. Bahkan menemuiku, menyapaku, mendatangiku, dan senyum kepadaku seperti tadi saja benar-benar tak pernah Ia lakukan sebelumnya. Apa maksud dari semua ini, sunbae? Apa? Mwo? Mwoyaaaaa? Arghhh aku stress mati rasa. Bisa ku rasakan tubuh mungil ini dengan spontan membeku.

Aku dan Chanyeol sunbae diminta untuk berlatih berdua hingga siang di ruangan kosong yang letaknya tepat di sebelah ruang klub. Iya, hanya berduaan. Tidak. Mungkin kami sedang bertiga dengan setan. Ah ada-ada saja diriku ini.

“Jeogiyo. Kau bisa, kan?”, tanyanya cuek sembari Ia membuka tasnya. Mengeluarkan sesuatu dari situ.

“Mwo?” Apa yang akan dia keluarkan? Pasti dia sedang mengeluarkan— Ah benar seperti dugaanku. Aku melihat Ia baru saja mengeluarkan dua lembar kertas. Kemudian Ia menjawab pertanyaanku sebelumnya, “Maksudku ini. Kau bisa membuatnya sendiri kan?”

Oh, ini toh maksudnya. Seketika aku baru saja sampai ke alam sadarku dan berkata, “Geure sunbae”

***

Sekitar dua puluh menit telah berlalu. Kini kami akan segera latihan saling membalas pantun. Asal kalian tahu, jantungku ini sudah kembang kempis sedari tadi. Iya, dari tadi sampai sekarang kami hanya berdua di satu ruangan.

“Uhm. Anu. Sunbae, kau saja duluan. Aku— Aku sangat malu”, aku bisa merasakan panas menjalar di kedua pipiku. Melihat hal ini, Ia hanya membalas dengan senyum gemas kepadaku. Chanyeol sunbae ini.. pedofilia kah? Ahahaha tidak. Ya! Otak! Caramu berpikir itu aneh sekali!

“Uh. Baiklah aku mulai ya.

Daripada bikin sambal
Mending makan buah jambu
Daripada aku banyak gombal
Mending kita jadian aja yu”

DEG. DEG. Aku membalikkan badanku searah dimana Ia menghadapku— Aku membelakanginya dan mengepalkan kedua tangan di dadaku. Jantung yang malang ini benar-benar berdegup dengan kencang. Ya Tuhan, jebaaaaaaaal!! Aku harus bagaimana? Aku.. Salah tingkah.

“Hoobae. Bagaimana ini?”, tanyanya padaku yang kemudian diriku memutar balikkan badanku ke hadapannya, “Ba— Bagaimana apanya?”, tanyaku salting.

Ditatapnya wajahku yang keringat dingin. Duh, Minhwa. Mampus. Apes banget hari ini. Aku melihatnya, menutup mukanya menggunakan telapak-telapak tangannya— yang bisa dibilang mukanya memerah tanpa adanya sebab. Kemudian Ia segera menjawab,

“Kalau kamu mau sepatu
Belilah dengan uang saku
Kalau kamu suka padaku
Jadikanlah aku pacarmu.

Tapi.. Sebenarnya aku akan menggunakan pantun ini untuk menembak orang yang kusuka selama ini. Apakah cara yang kupunya ini sangat norak dan membosankan?”

Teng. Layaknya suara bel quiz di Korea yang menandakan bahwa jawaban anda salah. HUAAAA. Rasanya roh ini mau terbang. Minhwa duh. Uh. Oh. ARGH. Dasar yeoja yang kepedean. Aku pikir Ia akan menembakku secara tak sengaja. Tapi— Ah, sudahlah. Namun, kalau dilihat-lihat, raut wajahnya tak secerah dulu. Nampaknya sunbae-ku satu ini benar-benar sedang galau.

Aku ingin meyakinkannya walau aku saja baru sadar cintaku yang kumiliki selama setahun ini hanya bertepuk sebelah tangan. Sadarlah, Minhwa! Jangan terlalu percaya diri seperti ini lagi, okay? ARGHHH ingin rasanya aku menghancurkan segala-galanya saat ini. Tenang, sabar.

“Ah, sunbae. Ada-ada saja ah. Mana mungkin orang akan menolakmu. Cara ini tidak norak ataupun membosankan. Tapi hal ini yang dinamakan romantisme. La— Lagipula—”, aku sendiri sama sekali tak sadar bahwa mata ini sudah berkaca-kaca. Entah mengapa, aku seolah-olah tegar untuk menyemangatinya. Padahal kenyataannya? Akulah sosok orang itu sendiri yang membutuhkan solusi dari orang lain seperti dirinya sekarang. Aku… Hanya saja aku tak kuat. Man, mencintai seseorang itu sama saja seperti menutup luka yang dalam. Sedalam laut samudera, seluas laut pasifik. Ah tidak. Benar, aku serius. Entah kenapa aku sekarang sedang bijak, efek menonton K-Drama semalam, mungkin?

“Lagipula— Sunbae itu adalah sosok orang yang atletik, tampan, pintar matematika, pintar kesastraan, dan rajin sepertimu ini pasti tak ada satupun orang yang akan menolak dirimu sendiri, Sunbae”. Setelah aku melontarkan kalimat bijak— bisa dibilang bahwa faktanya baru saja aku mengeluarkan unek-unek terdalam di hatiku— aku memperhatikan jemarinya yang menggeser membuat celah diantara jari-jarinya, agar Ia bisa sedikit mengintip diriku dari matanya. Kemudian Ia membalas dengan senyuman selagi membuka wajahnya yang tadinya ditutupi oleh telapak tangannya, “Ah geure. Baguslah kalau begitu”, yang menyisakan tanda tanya bagiku. Namun saat ini, aku tak peduli.

“Aku— Ah ayo, kita latihan sekali lagi. Aku sangat ingin membantumu”, dengan segera, aku memasang seutas senyum ‘palsu’ di bibirku.

Ia terdiam untuk beberapa saat. Sepertinya sedang memikirkan kalimat yang cocok untuk membalas kalimatku. “Mianhe. Aku— Aku tak bisa”, ucapnya kemudian merunduk.

Mwoya? Aku benar benar bingung. Semuanya menjadi blank dan hang.

“Waeyo?”, tanyaku khawatir. Kemudian Ia membuka mulutnya dan berkata.

“Aku sudah melakukannya barusan dan sepertinya, aku juga sudah mendapatkan jawabannya. Benar-benar barusan”

FIN

#EXOFFI #CHANYEOL #PARKCHANYEOL #PCY

One thought on “[EXOFFI LINE@] Sun-Bae (Ficlet)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s