[EXOFFI FREELANCE] Lucky One (Chapter 16)

luckyoness

 

Lucky One | Dey’s Storyline and Poster

Length: Multichapter

Genre: Romance, Drama

Rating: T

Main Cast: Oh Sehun(EXO) x Lee Yerim (OC)

Additional Cast: Jaehyun(NCT) , Jung Hyejin, EXO Member

Disclaimer: This story is mine! But castnya punya Tuhan, Orang tua mereka dan agensi mereka;D WARNING!!! Typo(s), OOC, No plagiat! Jika ada kesamaan Tokoh bahkan alur cerita, mohon dimaafkan hal tersebut hanya 100% unsur KETIDAKSENGAJAAN! NO BASHING! Jangan lupa comment kritik dan sarannya;)

Wattpad/Line id: dey256

PENTING!!! BACA NOTE DI BAWAH YA JANGAN DI SKIP

Happy Reading!

 

Saat ini Sehun dan Yeri tengah berada didalam lift, Sehun menekan tombol yang membawa mereka ke rooftop. Meskipun mereka berada di dalam lift Sehun tetap menggengam erat lengan Yeri. Yeri tetap memberontak memaksa Sehun untuk melepaskan tangannya

“YAK!! LEPASKAN!! KAU MENYAKITI LENGANKU!! AW!!” Berontak Yeri. Seakan tuli Sehun tidak memperdulikan apa yang Yeri katakana. Sehun hanya menampilkan wajahnya yang dingin dan terlihat menyeramkan jika orang lain melihatnya

Yeri bergidik ngeri melihat tampilan wajah Sehun saat ini. Jadi ia memilih untuk diam karena percuma saja jika ia memberntak memaksa Sehun untuk melepaskan lengannya sungguh hanya usaha yang sia-sia

TING

Pintu lift akhirnya terbuka. Sehun langsung saja menarik Yeri menuju ke bagian rooftop yang sangat jarang di datangi lalu memojokkannya ditembok

Yeri hanya menunduk tak berani untuk menatap wajah Sehun yang dingin dan terselip sedikit raut geram di wajahnya. Sementara Sehun terus menatap Yeri yang menundukkan kepalanya

“Angkat kepalamu! Tatap aku Yeri!!” Nada Sehun terdengar memaksa namun ada kelembutan yang terselip diantara nada itu

Yeri masih menundukkan kepalanya. Ia takut, sangat takut untuk menatap Sehun. Bahkan sekarang tubuh Yeri sedikit bergetar

Tiba-tiba Sehun mengarahkan tangannya ke arah dagu Yeri untuk mengangkat kepalanya agar tatapan mereka bertemu.

Raut wajah Sehun yang dingin dan menakutkan langsung berubah menjadi tatapan yang sarat akan kerinduaan dan terselip tatapan lembut yang sangat membuat Yeri nyaman

Cukup lama mereka saling bertatapan, menyalurkan perasaan rindu yang mengebu-gebu meminta untuk dilepaskan. Setelah cukup lama bertatapan, akhirnya Sehun mengangkat suara

“Aku merindukanmu Yeri! Sangat!” Lirih Sehun. Bahkan saat ini selapis cairan bening sudah membentuk di mata indah Sehun

Yeri hanya terdiam tidak berniat untuk membalas pernyataan Sehun barusan. Yeri sungguh muak dengan semua ini, ia lelah menyangkal segala perasaannya pada Sehun. Yeri tak sanggup membendung kerinduannya pada Sehun. Bahkan saat ini ia berusah untuk tidak memeluk Sehun

Yeri hanya menghela napas kasar. Ia harus bisa menjauh sejauh mungkin dari Sehun dan apapun akan ia lakukan agar ia bisa segera menjauh dari Sehun

“Menyingkirlah, aku ada pemotretan sebentar lagi” Ujar Yeri dengan nada datar

“Aku tidak akan membiarkan mu pergi sebelum masalah kita selesai” Sehun semakin merapatkan tubuh mungil Yeri seakan memblokir jalan keluar Yeri dengan kedua lengannya

Yeri memutar bola matanya malas,“Cih! Kita? Sejak kapan kau dan aku menjadi kita?” Masih dengan nada dinginnya Yeri berkata pada Sehun

Sungguh acting Yeri saat ini patut diacungkan jempol

Kumohon biarkan aku pergi, Aku tak sanggup oppa. Mianhae” Ujar Yeri dalam hatinya

“Wae? Kenapa kau berubah seperti ini Yeri! Aku bisa menjelaskan semuanya padamu. Ini hanya kesalahpahaman” Lirih Sehun

Yeri tertawa hambar

“Memangnya apa yang ingin kau jelaskan padaku? Eoh?” Nada bicara Yeri saat ini sungguh membuat Sehun frustasi mengingat Yeri tak pernah berkata dengan nada itu sebelumnya. Sehun sungguh merindukan Yeri yang lembut

“Kumohon. Ini hanya kesalah pahaman! Ciuman…. Ciuman itu sungguh aku tak menyangka Daeun akan melakukannya!! Dia tidak lebih dari seorang teman Yeri! Kumohon kembalilah menjadi Yeri yang dulu selalu berada disampingku! Dan jangan menghindariku lagi! Kau membuatku sangat frustasi Yeri-ya!!” Kini setetes air mata Sehun mengalir di pipi mulusnya dan hal ini membuat Yeri tersentak

Kau juga membuatku frustasi oppa!!” Yeri mengucapkan kalimat tersebut dalam hatinya

“Tsk! Aku tak peduli sama sekali dengan ciuman itu! Aku juga tak peduli jika kau frustasi karna ku! AKU TAK PEDULI!!!” Teriak Yeri. Kini cairan bening yang Yeri tahan akhirnya mengalir dengan mulus di pipi putihnya

Sehun terdiam sejenak,“Cih! Kau tak peduli? Lantas kenapa kau menangis? Apa yang kau tangisi?” Ujar Sehun sarkastik

“Itu bukan urusanmu!! Sekarang menyingkirlah dari hadapanku aku tak ingin meli—“ Ucapan Yeri terpotong karena Sehun langsung menarik Yeri kedalam pelukannya

Sehun memeluk Yeri dengan sangat erat seolah ia takut Yeri akan pergi selamanya dari hidupnya

“Kumohon Yeri!! Aku mencintaimu!! Jangan menghidariku lagi!” Sehun pun tak bisa membendung tangisannya lagi

Memalukan? Sehun bahkan tak peduli dengan hal itu lagi. Asalkan ia dan Yeri bisa bersama lagi apapun akan Sehun lakukan

Sementara Yeri hanya menangis tanpa suara. Ia tak sanggup mendengar Sehun menangis sesegukan karena dirinya

“Kumohon! Aku tak sanggup jika kau terus menjauhi ku!! Aku sudah jatuh terlalu dalam padamu! Kumohon” Sehun terus memohon pada Yeri

Yeri melemah setelah mendengar semua penuturan Sehun. Sesungguhnya ia tak pernah sanggup untuk menjauhi Sehun

“Lebih baik kau melupakanku!! Daeun eonni mencintaimu!!” Ucapan Yeri melemah. Tidak ada nada datar nan dingin yang menusuk

“Tidak aku tidak bisa!! Aku tak mencintainya Yeri! Aku hanya mencintaimu! Kau pikir melupakan mu semudah apa yang barusan kau katakana? Eoh!!” Lirih Sehun

“Sehun-ssi, kumohon lakukan saja!” Ucap Yeri dengan nada memohon

“Mwo? Sehun-ssi?” Sentak Sehun

“Kau tak memanggilku oppa lagi?” Lanjutnya

“Mianhae, aku harus pergi sekarang” Yeri mengusap jejak air matanya dan melepaskan secara sepihak pelukan Sehun.

Sehun hanya menatap punggung Yeri sampai menghilang dibalik pintu keluar

“ARG!! PERSETAN DENGANMU DAEUN!! AKH!! SIALAN!!”Sehun merafalkan segala bentuk umpatannya pada Daeun, karena ia merasa sumber dari permasalahannya adalah Daeun

Sehun mengacak rambutnya yang sudah terlihat berantakan. Ia tak menghiraukan diginnya udara yang menusuk sampai ketulangnya. Sehun menatap kosong ke arah depan

Lalu ia memutuskan untuk pergi ke sebuah bar yang menyediakan tempat private bagi pelanggannya yang butuh privasi. Ia membutuhkan alkohol untuk meringankan sedikit bebannya

Akhirnya Sehun melesatkan mobil nya menuju ke bar tersebut dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia tak menghiraukan klakson yang ditujukan untuknya

.

.

Setelah meninggalkan Sehun di rooftop, Yeri langsung bergegas menuju kea rah parkiran gedung S.M karena ia sudah sedikit terlambat untuk pemotretan

Yeri melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tak kalah dengan Sehun. Bukan hanya karena keterlambatannya saja namun juga karena moodnya benar-benar buruk sekarang. Ia bahkan tak bisa menjamin apakah hasil pemotretannya nanti memuaskan atau tidak

Beberapa menit kemudian Yeri tiba di lokasi pemotretan dan langsung dihadiahi rentetan pertanyaa dari sang maneger, Jaehyun.

“Yerim! Kau dari mana saja? kau membuatku khawatir setengah mati!” Ocehan Jaehyun pada Yerim

“Mianhae oppa. Tadi aku ada sedikit urusan” Yerim menundukkan kepalanya. Ia takut Jaehyun akan mendapati wajah dan mata nya yang membengkak akibat menangis tadi dan dihadiahi lagi rentetan pertanyaan yang tak bisa Yerim hidari

“Setidaknya kau menghubungiku!” Jaehyun menghela napas panjang

“Neo waegeurae?” Jaehyun mencoba mengangkat kepala Yerim yang tertunduk karena merasa ada sesuatu yang ia sembunyikan darinya

Setelah kepala Yerim terangkat sempurna, Jaehyun mulai menelisik wajah Yerim. Ia merasa ada sesuatu yang janggal pada area mata indah Yerim

“Kau….. Kau habis menangis?” Selidik Jaehyun

“A—anniya oppa” Bantah Yerim.

Meskipun Yerim membantah ucapan Jaehyun tadi namun dilihat dari sisi manapun memang terlihat jika Yerim habis mengeluarkan air mata yang mengakibatkan matanya bengkak

“Kau tak usah membohongiku! Sekarang karena apa lagi eoh?” Tanya Jaehyun penuh selidik

“Sudahlah oppa. Semua orang sudah menunggu, aku akan keruang make up” Sangat jelas Yerim menghindar dari rentetan pertanyaan Jaehyun tadi dan langsung melesat meninggalkan Jaehyun dengan tatapan penuh Tanya dan khawatir pada Yerim

Saat diruang rias Yerim langsung mengambil tempat duduk dan make up artist memulai tugasnya

“Anda habis menangis?” Tanya make up artist yang sedang memoleskan BB krim pada wajah Yeri

Yeri tak menjawab dan hanya membalasnya dengan senyuman tipis

“Tenang saja Yeri-ssi, aku akan menyulap wajahmu. Aku akan menyamarkan matamu yang agak bengkak, jangan menggangapku sebagai make up artist pro jika aku tak bisa menyamarkannya” Make up artist tersebut mencoba sedikit mengghibur Yeri

“Baiklah eonni, lakukan yang terbaik untuk menyamarkannya” Guman Yeri pelan namun masih dapat didengar oleh sang make up artis

Dan benar mata bengkak Yeri saat ini tak terlihat sama sekali. Gelar make up artist pro memang pantas di anugrahkan padanya

Akhirnya Yeri pun melakukan sesi demi sesi pemotretannya dengan lancar tanpa ada hambatan meskipun suasana hatinya sedang sangat buruk sekarang ia tetap bersikap professional

Disebuah bar mewah yang menyediakan tempat private khusus bagi para pelanggannya yang langsung dilayani oleh seorang bartender ahli, seorang namja sudah meneguk setengah dari isi botol vodka yang memiliki kadar alkohol tinggi

Yah namja itu adalah Oh Sehun, mangnae boygrub EXO. Saat ini bahkan ia sudah berguman tak jelas namun ia terus saja menuangkan cairan vodka dan terus meneguknya. Sang bartender yang melihatnya hanya pasrah saja, pasalnya ia sudah berulang kali mengingatkan pelanggan khususnya ini untuk berhenti meminum minuman dengan kadar alkohol tinggi itu namun justru bentakan yang ia dapatkan.

Sedari tadi Sehun terus mengumankan nama Yeri dan mengumpat pada Daeun

“Yeri-ya… bogoshipo” dengan setengah kesadaran yang ia miliki ia terus menggumankan kalimat tersebut

Namun seketikan gumanannya kadang berubah menjadi umpatan yang ia tujukan pada Daeun sahabatnya yang menjadi sumber utama dari permasalahan yang dialami Sehun

“Wae? Kenpa kau menciumku dan membuat Yeri salah paham dan menjauh dariku! WAEEE!! AISH!!” Teriaknya dengan nada khas orang mabuk

Sehun terus saja menyuruh bartender yang melayaninya untuk menuangkan vodka pada gelasnya. Bahkan saat ini sudah sebotol penuh vodka ia habiskan seorang diri. Dan kesadar Sehun perlahan hilang namun sesekali ia masih menggumankan nama Yeri

Sang bartender pun mengambil ponsel sang pelanggan yang berada di sampingnya dan mencoba mencari nama seseorang yang terus pelanggannya gumankan.

Setelah berhasil menemukan nama tersebut, sang bartender pun segera menekan tombol hijau untuk menghubungi sang pemilik kontak tersebut

Sudah dua kali bartender tersebut menghubungi nomor tersebut namun tak kunjung mendapat jawaban. Jelas saja ini sudah pukul 2 subuh, tentu semua orang sudah berlayar kedunia mimpinya

Namun pada panggilan yang ke empat akhirnya sang bartender mendapat jawaban di ujung telepon

“Yeoboseyo” Ujar sang bartender

“Oh syukurlah nona menjawabnya”

Sedangkan yeoja diujung sana tidak menjawab sama sekali

“Yeoboseo? Yeoboseo? Nona anda masih disana?”

Ah nde. Nuguseyo? Kenapa ponsel Sehun bisa ada pada anda?

“Ah mianhae saya lupa member tahu anda. Saya bartender dari bar XX bisakah anda menjemput tuan Sehun sekarang? Karena ia sudah tidak sadarkan diri karena mabuk dan tuan terus mengumankan nama anda”

Yeri hanya terdiam tak menjawab bartender yang memintanya untuk menjemput Sehun

“Yeoboseyo? Nona?”

Nd—nde, saya akan segera kesana

“Ah baiklah nona”

Sang bartender pun memutuskan panggilan tersebut

 

Author POV end

 

Yeri POV

 

Photoshoot yang ku jalani akhirnya selesai juga. Dan sekarang sudah pukul 2 subuh, tubuhku sangat lelah dan aku perlu mengistirahatkannya

Saat hendak melajukan mobilku menuju ke apartementku tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada panggilan masuk

Segera ku ambil ponselku yang berada di dalam tasku dan melihat siapa yang menghubungiku pada jam-jam begini

Tatapanku membeku melihat nama yang tampil di ponselku

Sehun oppa is calling~

Sudah 3 panggilan yang kuabaikan. Kupikir ia akan jerah untuk menghubungiku namun panggilan lainnya menyusul

Aku mulai jerah dan memilih untuk menjawab panggilannya

Yeoboseyo” Ujar seseorang yang aku yakini bukan suara Sehun oppa

Oh syukurlah nona menjawabnya

Aku hanya terdiam mendengar penuturan seseorang diujung sana

Yeoboseo? Yeoboseo? Nona anda masih disana?”

“Ah nde. Nuguseyo? Kenapa ponsel Sehun bisa ada pada anda?” Tanya ku

Ah mianhae saya lupa member tahu anda. Saya bartender dari bar XX bisakah anda menjemput tuan Sehun sekarang? Karena ia sudah tidak sadarkan diri karena mabuk dan tuan terus mengumankan nama anda

Aku hanya terdiam tidak menjawab penuturan bartender yang memintaku menjemput Sehun oppa yang katanya sedang mabuk

Aku terdiam sampai suara sang bartender tersebut menyadarkanku

Yeoboseyo? Nona?”

“Nd—nde, saya akan segera kesana”

Ah baiklah nona

Saat panggilan di ujung sana terputus segera ku lajukan mobilku dengan kecepatan maksimal karena rasa khawatirku pada Sehun oppa

Untung saja jalanan kota Seoul sepi, hanya beberapa saja mobil yang berlalu lalang yang membuat leluasa untuk melajukan kecepatan mobilku

 

 

 

TBC…

Hey ey ey ey

Gimana? Ngebosanin ya? Hmmm

Oh iya next chapt di private ya hohohoho

Dan yang bener-bener bukan siders yang aku kasih pass

Dan tentu aja aku tau siapa aja yang sering comment di setiap chapt nya

Jadi mungkin yang siders bisa tobat deh wkwkw

Next week bakal ada kok cara dapetin pass nya

So keep comment guys

See yaa~

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Lucky One (Chapter 16)

  1. Ga tahan liat mereka terpisah kaya gitu… Semoga next chap mereka bisa nyelesaiin masalah mereka..
    Mian thor baru komen di chap ini.. aku ikutin ff ini dari awal, tapi karena sibuk jadi baru bisa baca sekarang..
    Ditunggu next chapnya thor.. Hwaiting..

  2. emmm gimana yaa jujur kurang greget chap ini.. entah yeri yg lama mikir dan keras hati..ato sehun yg ke bar, rasanya janggal..kalo marah harusnya sehun datengin daeun dan ngejelasin, bukannya malah ke bar…
    padahal sehun udh ngaku cinta lho..tapi yeri kok gitu…ahhh molla, aku ikut frustasi..hahaha

  3. Kenapa aku nangis ya lihat sehun ama yeri sama2 sedih gara2 perasaan mereka yang harus mereka tahan?/😭😭/

    Semoga mereka baikan lagi..

    Next thor and fighting 😊😊

  4. Sedih liat mereka sama2 tersiksa dengan perasaan mereka sendiri 😞
    Semoga kesalahpahaman ini cepat selesai dan mereka bisa kembali seperti biasa.Sedih liat.y eyyy
    D tunggu next chap.y thor 😃

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s