[EXOFFI FREELANCE] Autumn: Lady of the Night (Chapter 8)

lady-of-the-night

 

Autumn: ℒady f the Night

by: Andelle/Han

 

Main cast:

EXO’s Oh Sehun, OC’s Alexa Kim and Kris Wu

Additional Cast:

EXO’s Byun Baekhyun and Kim Jongin

OC’s Jung Yunhee, Lee Hyena and Choi Hana

 

A Thriller, Suspense, Tragedy, Romance, and Psycho story

PG-17 rated  ¶  Chaptered length

 

Credit Poster: Hyunleea@ Indo Fanfiction Arts

 

DISCLAIMER

We just own the plot and the original character. This is Andelle & Han second fanfict collab in our Season Fanfict Project―Every season has their own story. Previous series has been done for you [Summer: Mirage], you can find that on HERE.Now we come with a new story on new season; Autumn. So, enjoy the Autumn! And there’s no element of plagiarism in this story. Copy this story without any credit and/or our own permission is prohibited.

COPYRIGHT©2016 ANDELLE & HAN ALL RIGHT RESERVED

HAPPY READING

◊◊◊◊◊◊

 

 

 

#Teaser 1 || #Teaser 2 || #Chapter 1 || #Chapter 2 || #Chapter 3 || #Chapter 4 || #Chapter 5 || #Chapter 6 || #Chapter 7 || [NOW] #Chapter 8

 

 

#8: I’m here, babe

 

Sehun mengamati berkas yang diberikan oleh Baekhyun beberapa menit lalu. Meneliti setiap kata yang tertulis dengan cermat meskipun matanya benar-benar berat dan menuntut untuk istirahat, tapi ia tentu saja tidak bisa atau mungkin tidak ingin menuruti hal itu karena perkara ini lebih penting dari apapun. Otaknya terus-menerus bekerja, setiap informasi penting ia simpan dengan baik di mesin memorinya. Beberapa menit kemudian, ia menutup berkas itu dan meletakkannya di atas meja. Mengalihkan tatapannya menuju Baekhyun yang duduk di  hadapannya dengan pandangannya khas seorang Oh Sehun.

Merasakan sebuah pandangan mengitrupsi dari Sehun, Baekhyun yang tadinya bersandar pada punggung sofa merubah posisinya menjadi lebih tegak dan tegas. “Kita sudah menemukan banyak informasi tentang mereka. Hanya saja, lokasi mereka belum diketahui. Aku hanya tahu mereka masih ada di kota Seoul.”

“Tidak apa-apa. Kau sudah berusaha dengan keras untuk mendapatkan informasi sebanyak ini dalam waktu singkat. Terima kasih… Baekhyun.”

Baekhyun memandang Sehun dari atas hingga ke bawah sembari menunjukkan ekspresi cibiran yang tersurat di wajahnya. “Kenapa kau menjadi begitu melankonis? Aku tidak menyukainya.”

Sehun tersenyum tipis, tidak berniat untuk membalas ucapan Baekhyun.

“Kau harus berusaha untuk sedikit lebih bahagia”

“Bagaimana aku bisa berusaha kalau aku lebih sengsara daripada yang pernah kurasakan?” kata Sehun. Tidak ada gunanya menutupi perasaannya.

“Jangan terlalu khawatir, Sehun. Alexa, baik-baik saja” hibur Baekhyun.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Insting?” Baekhyun kembali bersandar pada punggung kursi.

“Aku harap instingmu benar.”

“Oh, ya. Aku penasaran tentang satu hal. Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan Alexa nanti?” tanya Baekhyun.

“Bagaimana denganmu?”

Baekhyun melipat tangannya di depan dada dan menatap nanar Sehun, “Aku ‘kan belum pernah mengalami hal semacam itu.”

“Ya, aku tahu,” jawab Sehun kemudian mencondongkan tubuhnya ke depan selagi kedua siku ia gunakan sebagai tumpuan. Pandangan lelaki itu masih tertuju pada permukaan meja yang ada di hadapannya. Samar-samar ia bisa melihat bayangan dirinya sendiri di sana. Wajahnya terlihat lesu. Matanya juga sembab akibat kurang tidur.

Drrrt, drrrt

Ponsel Sehun bergetar, tanda sebuah panggilan masuk. Cepat-cepat Sehun mengambil ponselnya yang terletak di sudut meja itu. Siapa tahu panggilan dari seseorang yang menemukan keberadaan Alexa atau ada hal yang penting yang harus dibicarakan. Namun setelah Sehun menilik layar ponselnya, ia hanya bisa mengerutkan keningnya menatap nomor yang tertera di sana lantas menggeser tombol hijau yang tertera di layar ponselnya.

Yeoboseyo,”

 

[Autumn: Lady of The Night]

WHEN LOVE PRESENT BY BLOOD 

 

Alexa terduduk diam di sudut ruangan. Matanya menatap kosong sudut ruangan yang ada di hadapannya. Raut wajahnya tersirat kesan dingin. Suara butiran-butiran hujan yang jatuh menyapa bumi menjadi musik yang cukup ampuh untuk menghibur laranya. Luka hatinya begitu lebar tapi entah kenapa ia sama sekali tak merasakan sakit ketika hujan merengkuhnya dalam kedinginan. Ia begitu menikmati saat-saat seperti ini, dimana tidak akan ada seorangpun yang mengganggunya. Bahkan para bajingan yang dalam beberapa hari terakhir ini mempermainkannya, meninggalkan lukisan-lukisan warna hitam kebiru-biruan dengan sedikit warna merah di sekitar tubuhnya.

Sambil menghela napasnya, gadis itu mengalihkan perhatiannya menuju jendela ruangan yang dibiarkan sedikit terbuka tanpa alasan apapun. Memandangi langit yang mulai menunjukkan semburat jingga akibat mentari yang mulai menarik diri seiring dengan kemunculan bulan yang terlihat semakin jelas oleh sepasang iris mata.

Alexa tersenyum tipis. Siang hari ini ia lewati dengan sangat menenangkan. Tidak ada yang menemuinya dan mengusiknya. Membuat Alexa mempunyai banyak waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya dan membirakan luka-luka ditubuhnya sembuh sebelum harus kembali terjun untuk terluka. Sebentar lagi, hingga sinar mentari benar-benar tak berbekas lagi. Alexa mengadahkan tangannya lalu membersihkan debu yang ada di telapak tangannya. Hah, bahkan memar merah sudah menjalari telapak tangannya.

Pikiran Alexa melayang pada kejadian pada kemarin sore, saat dimana ia mengobrol dengan santai bersama dengan Yunhee. Entah mengapa ia bisa bersikap dengan lebih baik terhadap Yunhee dibanding dengan keempat bajingan lainnya. Mungkin karena Yunhee tidak pernah menyiksanya? Entahlah, Alexa sendiri tak tahu alasannya. Tapi yang jelas Yunhee termasuk bajingan karena gadis itu masuk dalam kelompok.

“Kau tahu? Kau harus sering-sering melihat ke arah jendela. Itu akan sangat membantumu,”

Alexa tidak tahu apa yang ada di pikiran Yunhee saat itu karena ia bukan orang yang pandai membaca pikiran seseorang. Menatap jendela hanya akan membuang-buang waktunya, bukan? Lebih baik ia memikirkan cara untuk lolos dari ruangan yang sudah seperti neraka baginya.

Kembali menatap jendela itu, ia berusaha meneliti setiap detail dari jendela itu. Dari engsel jendelanya, ukiran-ukiran yang ada di kayu, hingga pada tirai tipis penutup jendela. Alexa mengerutkan keningnya saat melihat sesuatu yang sedikit bersinar akibat terkena sedikit tumpahan sinar matahari. Alexa beranjak dari duduknya dan mendekat untuk memperjelas penglihatannya. Ia mengerutkan keningnya ketika matanya menemukan sebuah koin tujuh puluh won yang terselip di sudut jendela. Alexa menarik koin itu. Cukup sulit diambil sehingga Alexa mengerahkan seluruh tenaganya. Sepersekian detik kemudian, koin itu tertarik dan disambut dengan suara jendela yang terbuka. Oh! Jadi, koin inilah yang selama ini membuat jendela ini selalu terbuka sebagian!

Alexa mengedarkan pandangannya ke luar jendela. Ia bisa melihat rumput-rumput ilalang yang tumbuh tinggi dan telah basah oleh air hujan yang semakin deras. Tidak ada hal lain yang bisa ia lihat. Alexa terdiam. Apa yang dimaksud Yunhee dengan hal yang bisa membantunya? Di luar jendela tidak ada apapun.Ia lalu memandangi koin yang kini berada di telapak tangannya, berusaha berpikir keras. Jika bukan dengan keadaan di luar jendela. Pasti yang dimaksud dengan Yunhee adalah koin ini. Yah, tidak salah lagi!

Otak Alexa kembali mengingat kembali percakapannya dengan Yunhee, membuatnya tertegun sejenak sebelum sebuah informasi masuk ke dalam otaknya. Alexa bergegas memanjat jendela itu dengan susah payah karena ia bukan tipikal gadis tomboi lalu melompat keluar. Ia berlari dengan sekuat tenaga. Ia sedikit merintih tatkala rintik hujan tak menoleransi dan membasahi bagian tubuhnya yang terluka. Tangannya bergerak liar, menyibak rumput ilalang yang menghalangi jalannya. Alexa terus berlari, meskipun telapak kakinya benar-benar sakit karena tak mengenakan alas kaki. Hingga akhirnya, ia sampai di sebuah jalan kecil lalu berlari menyusuri jalan itu. Pandangannnya meniliti setiap sisi jalan yang sepi. Ia tersenyum saat menemukan sebuah hal yang ia telah cari-cari sedari tadi.

Sepasang kaki milik Alexa itu lalu melangkahkan masuk ke sebuah telepon umum. Ia memasukkan koin tujuh puluh won dan menekan nomor seseorang yang sudah ia hapal luar kepala. Tak lam setelah bunyi sambungan, ia mendengar suara berat yang selama ini ia rindukan.

Yeoboseyo,”

Ada sebuah badai haru di hati Alexa. Pada Akhirnya ia bisa mendengar suara laki-laki itu lagi. Dengan suara yang bergetar, Alexa membalas ucapan Sehun, “Yeoboseyo, Sehun-a,”

Alexa?! Apa itu kau?!”

Alexa terisak pelan. “Ya, ini aku. Alexa,”

Apa yang terjadi padamu?! Apa kau baik-baik saja?!”

“Aku tidak ingin berada di sini. Tolong bantu aku, Sehun. Tolong bawa aku pergi dari sini,” kata Alexa dengan nada memohon. Kedua tangannya kini memegang ganggang telepon.

“Dimana kau sekarang?! Cepat beritahu aku! Aku akan menemuimu”

“Aku tidak tahu. Aku tidak mengenali daerah ini.”

 “Jelaskan ada apa saja disekitarmu,”

“Aku berada di sebuah jalan kecil” ucap Alexa sembari mengedarkan pandangannya meneliti setiap benda yang tertangkap oleh indera penglihatannya.

“Lalu?”

“Disini hanya ada toko-toko yang sudah lama ditutup. Daerahnya sudah tidak terawat. Sepertinya tidak ada orang,”

“Ah, tidak ada orang ya,”

Alexa segera berbalik dan mendapatkan Kris si psikopat bajingan tengah berjalan mendekatinya dengan langkah yang angkuh. Sorot mata ketakutan Alexa memperlebar senyumannya. Ketika jarak diantara mereka semakin sempit dan Alexa semakin tersudut, Kris mengusap pipi Alexa pelan. Tatapan sendunya yang sulit diartikan membuat tubuh Alexa merinding. “I’m here, babe,”

Perkataan serta senyuman kecil Kris membuat Alexa terdiam mematung. Senyuman kecil yang entah kenapa terlihat tulus. Tulus dan mematikan.

 

To be Continued

 

Hello~

Bagaimana ceritanya? Nambah aneh ya? :v

Oh iya, mau minta sarannya dong

Berhubung sebentar lagi ff ini akan berakhir, bagusan sad ending atau happy ending?

Go comment guys! Kami menunggu pendapat kalian ^^

 

XOXO

-Andelle and Han

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Autumn: Lady of the Night (Chapter 8)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s