[EXOFFI FREELANCE] I WILL SURVIVE ‘Bullying’ (Prolog)

images

 

I WILL SURVIVE ‘Bullying’ (Prolog)

Author : @Aqilua

Cast : Oh Sehun, Jung Yerin

Genre : Drama, Hurt

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Disclaimer :
Semua murni dari dalam otakku sendiri! Bila ada beberapa kemiripan dengan cerita lain sekali lagi itu hal yang tidak disengaja.

****

Sebelum meninggalkan rumah untuk menghadiri rapat proyeknya di London—Inggris, wanita berumur 35 tahunan itu menyempatkan diri untuk mengucapkan salam perpisahan pada kedua anaknya. Mereka berdiri tepat di ambang pintu utama mansion megah itu. Nyonya Oh sudah siap dengan beberapa koper besarnya dan sejenak ia menilik kepada benda yang melingkar manis di pergelangan kirinya tersebut. “Lima belas menit lagi ibu akan berangkat menuju bandara.” Ia berucap dengan seulas senyum lembut di akhir kalimat.

Si pria balas tersenyum dan si gadis juga balas tersenyum—namun senyum si gadis tampak terpaksa. Jelas saja karena apa yang ia tunjukan tidak sejalan dengan hatinya.

“Sehun ingat pesan ibu, jangan usil pada adikmu dan jaga dia selama ibu pergi.”

“Aku tidak pernah usil padanya. Aku sangat menyayangi Yerin dan tanpa ibu mintapun…” Pria itu menoleh kepada sosok gadis berponi rata di sebelahnya, masih tersenyum manis. “Aku akan menjaganya dengan baik.”

Demi Tuhan ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisnya saat mendengar kalimat itu. Yerin benar-benar takut, cemas dan gelisah. Ingin rasanya ia mencegah kepergian wanita itu tetapi rasa takutnya pada Sehun lebih besar dari apapun.

Pria itu pasti akan ‘membunuhnya’ jika ia berani bicara macam-macam.

“Ibu senang mendengar—Yerin? kau kenapa? Matamu berkaca.”

Yerin baru saja tersadar ketika merasakan sentuhan lembut pada sisi wajahnya. Ia menatap wanita itu kemudian tersenyum gugup. “A-Aku… baik-baik saja… a-aku… hanya-“

“Yerin hanya sedih karena ibu akan pergi…” sahut Sehun. “Bukan begitu Yerin?” tanyanya dengan suara baritone yang ditekan.

Saat mata keduanya bertemu. Yerin mendapat sorotan mata yang selalu ia takuti dari sosok tersebut. Mata jernih berwarna hitam pekat itu memang tidak pernah berubah saat menatapnya, kebencian. Dan Yerin sendiri tidak akan sanggup untuk memandangnya lebih dari 2 detik.

“Tidak sayang, jangan menangis. Ibu tidak akan lama. Ibu hanya pergi satu minggu hm?”

Satu minggu. Ya, Yerin harus betahan selama satu minggu. Jika wanita ini tidak ada di rumah Yerin hanya bisa berharap kepada malaikat Tuhan untuk menjaganya. Yerin mengangguk pelan dengan wajah sedikit muram, melihat itu Nyonya Oh merengkuh tubuh mungil tersebut dalam pelukannya.

“Jangan bersedih lagi. Ibu janji akan pulang tepat waktu dan ingat? Ada kakakmu Sehun yang akan selalu menemanimu.”

“Benar. Selama ada aku, tidak ada yang perlu kau khawatirkan bukan?”

Suara pria itu terdengar mengejek hingga membuat Yerin jadi memegang erat belakang blouse yang Nyonya Oh gunakan sebelum kemudian ia melepaskan pelukkannya dengan berat hati.

“Nah, karena kalian sudah berada di satu sekolah yang sama, mulai besok… Sehun, kau bisa berangkat dan pulang bersama dengan adikmu Yerin,” ucap Nyonya Oh tersenyum pada keduanya. “Ibu benar-benar harus berangkat sekarang.”

Untuk yang terakhir kalinya Nyonya Oh kembali tersenyum kemudian ia berlalu masuk menuju mobil berserta koper-kopernya yang dibawa oleh sang supir. Melihat sedan putih itu bergerak semakin jauh meninggalkan halaman rumah, Yerin hanya bisa termenung dengan tatapan kosong.

“Kau semakin bertingkah rupanya.” Suara datar nan dingin itu terdengar. Sehun sudah kembali pada sifat aslinya.

Tanpa sadar Yerin meremas kuat sisi celana jeans setengah tiang yang ia gunakan, kepalanya menunduk takut.

Tangan kokoh Sehun menyentuh cepat sisi wajah gadis itu, seperti menampar—sehingga kepala Yerin terpaksa menoleh.

“Ingin menangis di hadapan ibuku Jung Yerin?”

Gadis itu menggeleng lemah kepalanya, menangkis tuduhan Sehun walau pada kenyataan ucapan pria itu memang sepenuhnya benar.

“Beruntung air matamu tidak jadi menetes adik pintar. Jika tidak, aku tidak tahu apa yang akan menimpamu sekarang,” desisnya mengancam. Sehun meneliti dengan lekat gadis yang mematung di sebelahnya itu lalu mengutarakan keinginannya secara gamblang. “Padahal, jika kau menangis tadinya aku berencana akan mencekik lehermutapi… ya sudah lah, mungkin lain kali.”

Saat pria itu akan beranjak masuk kedalam rumah ia mengurungkan langkahnya. Sehun menoleh ke arah gadis mungil yang masih tertunduk dalam itu dan menyeringai puas. “Welcome to hell Jung Yerin.”

 

TBC

****

Fanfic daur ulang di laptop, jumlahnya ada  chapter dan semua hanya aku publish di wattpad. Adegan kasar di atas bukan untuk ditiru ya adik-adik #STOPbullying.

Berteman yuks.

Wattpad : Aqilua

WordPress : Aqilua’qil

LINE :@Chikaaprila

IG : Yechikaprilia

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] I WILL SURVIVE ‘Bullying’ (Prolog)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s