[EXOFFI FREELANCE] Wolf and Beauty 3 (Chapter 2)

poter-fix

 

WOLF AND BEAUTY 3

Author : Galaxyjoon

Genre : Romance-School life-Fantasy

Length : Chaptered

Rated : PG 17/T/AU

Main cast :

*Kris x-Exo as Kris

* Kim Sae Ron as Sae Ron

Other cast :

* All Member Exo as All Member Exo

* Jun Ji Hun as Sae Ron eomma

*Joy Red Velvet as Sae Ron chingu

*Park Si Ho as Seonsaengnim

Summary : Setelah Luhan dan Kai dalam cerita mereka menyangkut kisah cinta ‘Serigala dan gadis cantik’, kini sang leader  dingin dengan tatapan menusuknya Nampak tak enggan berjuang merebut kembali cintanya.

AKU MASIH PERAWAN ASAL KAU TAHU!!!. SEENAKNYA SAJA KAU MERASAKANKU”

“….semoga harimu indah, my beauty”

 

Disclaimer : This story has been owned by me. If you like ‘read it’, if you just want to judge you can ‘read it’ but close the site before!. So, give appreciations please. Yo yo yo! Guys, Don’t become Plagiator, okey!!!

 

Hari ini tidak terlalu menarik, mungkin karena belum terbiasa -_-

Kalimat itu ditulis Sae Ron di note miliknya setelah sebulan di sekolah barunya. Bel pulangpun berbunyi. Sonsaengnim segera mengakhiri pelajaran. Semua murid berbenah diri untuk pulang. “ Sae Ron-ah! Aku pulang terlebih dahulu, aku ada les Rap. Emmm tak apa kan?”. Pamit Joy. “Hmm… okey, aku juga masih ada urusan di sini”. “Ok, aku duluan  Sae Ron-ah bye! Anyeongi gyeseyo!”. “ Ne, hati-hati !”.

*****

Sae Ron beranjak ke atap gedung sekolah. “Hmm….di sini sangat tenang. Woahhhh!…” Sae Ron berteriak kencang mengeluarkan penat. Well, benar apa yang dilihatnya di drama. Beteriak di atap sekolah memang sedikit membantu. Merasa belum puas ia sekali lagi beteriak. Dua kali. Tiga kali. Well ini segera menjadi baik. Mungkin Sae Ron membutuhkan satu teriakan lagi. Sae Ron menaik napas dalam bersiap berteriak. Namun suara baritone nenyela kegiatannya.  “Yyak! Hajima! Kau menghilangkan konsentrasiku”. Itu adalah suara milik seorang namja yang sedang duduk  di plafon pagar atap. Namja dengan rambut pirang khasnya, tubuh jangkung, suara baritone, dan….err…..sangat tampan. Tentu saja Sae Ron mengenalnya. Jangan salahkan ibu namja itu karena telah melahirkan namja se-sempurna dirinya. “Oh neo! Darimana datangmu? Jangan-jangan kau mengikutiku?!”. Teriak Sae Ron. Benar sekali, namja itu adalah Wu Yi Fan. Atau bisa disebut Kris. Leader EXO M sekaligus Leader Rap EXO. Kris menarik sudut bibirnya. Menyeringai. Kini ia merubah posisi duduknya dan beranjak menuju ke arah Sae Ron. Bagaimana rasanya ditatap tajam oleh mata elang seorang namja. Dan sialnya namja itu adalah Kris. Namja dengan sejuta pesona sedang menatap tajam ke arahnya. Gugup? Atau takut? Well tak bisa dijelaskan bukan?. “Ke..kenapa k..kau mendekat?Ja.. Jangan kesini! AHHH!…”. Sae Ron mundur sedikit demi sedikit dan menutup matanya. Kris menutup mulut Sae Ron. Hey jangan berpikir yang aneh. Tangan Kris sukses membekap mulut Sae Ron kemudian Kris berbisik. “Heuh!..ternyata kau ini sangat naif”. Seketika menjauh dari Sae Ron besamaan dengan terlepasnya tangan besarnya dari mulut Sae Ron. Sae Ron pun membuka matanya dan terheran. “Mwo? Apa maksud namja itu? Heuh.. dasar aneh!” Ocehnya bingung dan kesal dengan nada nyaris tak terdengar.  “ Sepertinya kau suka muncul di mana-mana dan bertingkah aneh”. Sae Ron bertambah bingung.  “ Sebulan lalu tepatnya di parkiran sekolah, mobilku hampir lecet gara-gara kau, sekarang pun kau mengganggu meditasiku ”. Sae Ron beusaha mencerna kalimat Kis “ Sebulan lalu? Di parkiran? Mobil?. Jangan-jangan yang hampir menabrakku saat itu adalah kau dan teman-temanmu itu. Hufftt…Dasar kalian dua belas WOLVES! Bukan meminta maaf  seenaknya saja menyalahkanku. Apa kau tak tahu jalan meuju perkiran sekolah ini seluas delapan apartement Apgujeong!!”.

“ Hey! Kenapa kaget begitu? Aku tahu kau sengaja kan? Muncul dimana-dimana. Akui saja kalau kau salah satu fans kami. Oh atau kau seorang sasaeng?. Ahh.. lebih tepatnya sasaeng-ku?”. Sae Ron menjatuhkan rahangnya mendengar ucapan Kris. “Oh jinjja!! Hey.. siapa yang ‘sasaeng-mu’. Oh astaga!! Kau percaya diri sekali huh?. Kau pikir sekolah ini hanya milik dan teuntuk EXO, begitu? Lagipula aku masih mempunyai kegiatan normal sebagai entertainer ataupun gadis biasa yang bermanfaat. Jadi mengapa aku harus repot menguntit tuan Wu yang popular ini, huh?”. Kris mengendikkan bahunya acuh “Entahlah, siapa yang tahu? Kami-EXO- bahkan sering memergoki sasaeng fans disini. Dan kau tahu mereka merupakan 65% anak konglomerat, dan sisanya adalah anak-anak betitle ‘bintang’. Well, bukan menuduhmu. Hanya saja, kami berhati-hati. Kau tahu bahkan Suho pernah hampir celaka gegara..yeah..orang-orang seperti itu. Kalau begitu aku minta maaf untuk kejadian di parkiran waktu itu dan tuduhanku. Jadi bisakah kau pergi dari sini lalu pulang ke rumahmu yang nyaman itu, hmm?”. “ Siapa kau berani menyuruhku, kau saja yang pergi. Apa? Meditasi?. Dasar memang kau aneh! Harusnya seorang pria itu mengalah untuk wanita. Jadi, Aku Kim Sae Ron-tidak-mau-dan-tidak-akan-pergi-dari-sini!!”. Kris menghela napas panjang. “ Terserah kau saja, pergi ke tempat yang jauh, jangan menggangguku!”. “ Deal!!, siapa yang mau berdekatan dengan pria es sepertimu, orang aneh!”.(Dengan wajah kesal)

Kris di sebelah timur, Sae Ron di sebelah barat. Keduanya saling berjauhan. Di tempat Kris ada tabir yang menutupinya, sedangkan di tempat Sae Ron lebih terbuka namun ia senang dengan itu. Ia merebahkan kedua tangannya dengan posisi berdiri di dekat pagar, ia merasa tenang, nyaman, seakan-akan penatnya telah berkurang. Beberapa menit kemudian bibir mungil Sae Ron melantunkan lagu yang tak asing lagi untuk didengar.

“Boiji anheun neol chajeuryeogo aesseuda
deuliji anhneun neol deureulyeo aesseuda…”

Sae Ron-ah sadarkah kau itu lagu milik siapa? lagu terlantun itu milik EXO Sae Ron-ah. Astaga! Kau bhakan telah beradu mulut dengan salah satu membernya. Oh tidak. Namja itu Leader EXO Sae Ron-ah. Sepertinya ia benar-benar lupa segalanya. Tanpa sadar buliran kristal bening jatuh dari pelupuk mata Sae Ron. Disamping itu ternyata Kris yang sedari tadi memerhatikan Sae Ron di ujung lain hanya tesenyum simpul. Hey! itu reaksi yang terlampau baik untuk seseorang yang beberapa menit lalu baradu mulut dengan lawannya-yang kini bahkan lawannya itu tak tahu malu melantunkan lagu miliknya.

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s