[EXOFFI FREELANCE] Without Identity (Chapter 6)

pizap-com1470406446850111

 

Tittle/judul: Without Identity (Chapter 6)

Author: Annisa Maulidia.

Length: chaptered.

Genre: school life, comedy, romance.

Rating: 17.

Main Cast:

  • Sangmi a.ka You
  • Irene Red Velvet
  • Chanyeol EXO
  • Sehun EXO
  • Jimin BTS
  • Other cast

Disclaimer: Fanfict ini buatanku sendiri, terima kasih yang sudah mau baca fanfict yang ntah bagaimana kedepannya.

Sebelumnya..

Clekkk..

“sangmi waktunya pulang.. eh.. sehun” kai melongo melihat adegan sehun seperti mengurung sangmi dengan kedua tangannya, tapi sehun acuh dan tetap menatap sangmi tajam, sementara sangmi meminta bantuan jongin yang masih melongo.

Lalu..

“hei..”

**

Kai tampak terkejut melihat kejadian tersebut.

“hei, ada apa?” seorang menepuk pundak kai dari belakang, karna bingung apa yang terjadi orang tersebut ikut menoleh kedalam ruangan.

“sehun yak.. apa yang kau lakukan hah..” chanyeol juga ikut terkejut, ia melangkah masuk menggeser tubuh  kai yang masih belum percaya apa yang ia lihat.

“lepaskan sehun.” Chanyeol berhenti di hadapan mereka berdua dengan tatapan tajam.

“dia melanggar aturan chan..”

“dia murid magang, akulah yang meminta bantuan padanya tadi..” chanyeol memegang lengan sehun yang masih menempel pada sandaran kursi.

“diamlah ini bukan urusanmu, untukmu..” sehun mendekatkan wajahnya ke sangmi, “ini bukan sekolah yang bisa sebebas mau mu.” Sehun pun melepaskan kurunganya hingga sangmi bisa bernafas lega.

“pulanglah.” Chanyeol menepuk halus pundah sangmi yang masih kaku.

“hmm..”

“kau chanyeol dan kai, aku ingin bicara.”

**

Sangmi POV

Akhirnya aku bebassss….

Apa yang dilakukannya tadi sungguh memalukan, ia mempermalukanku di depan chanyeol, aihh.. bagaimana hari esok, oh tuhan.. kuharap chanyeol masih mau berada didekatku.

Aku menekan tombol telpon, meminta jimin menjemputnya, setelah selesai aku pun melangkahkan kaki ku sebentar hinggap di minimarket untuk membeli minum.

Tingnung..

“anyeong haseo..” kudengar sapa dari kasir menyambutku, kubalas dengan senyum seadannya, lalu aku berkeliling rak, memilih susu dan makanan ringan lainnya.

“ah.. makan ramen enak kali ya..”

Ehh.. tiba – tiba saat aku mengambil ramen cup, aku melihat seseorang yang aku kenali melalui rak-rak makanan yang renggang.

“kyungsoo.. ahh otthokae.. duh.. sepertinya ia baru pulang dari tempat magangnya juga.” aku masih melirik gerak-gerik kyungsoo yang tengah memilih sesuatu di rak lain.

“tampannya memakai setelan jas, tapi kurasa itu milik appanya, tampak kebesaran ck.. hah.. dia kemari.”

Panic.. aku segera melangkah kakiku diam-diam melalui jalan lain agar tak terlihatnya, naas mungkin efek matanya yang terlalu besar hingga bisa melihatku yang tengah mengumpat.

“sangmi..” ia menghampiriku, ingin sekali aku mendorongnya lalu berlari menjauh.

“ah.. kyungsoo sedang apa.” Pertanyaan bodoh, sudah tau berbelanja makanan aish.. park sangmi.

Biar ku perjelas, Do Kyungsoo, atau kyungsoo adalah teman sekelas dan pengisi hati sangmi, namun itu dulu, sekarang kyungsoo sudah memiliki hati lain, bukan dirinya, sempat sangmi sedih saat mendengar kyungsoo sudah mempunyai yeoja, sampai ia menangis semalaman dan tidak masuk sekolah 3 hari, memang terlalu lebai mungkin.

“membeli minuman dan menjemput Irene.” Kyungsoo tersenyum seperti biasanya berbeda saat bersama Irene {yeojanya}, ia akan tersenyum lebar hingga bibirnya berbentuk hati.

“ah, kalau begitu hati-hati, aku pergi dulu.” Aku berjalan cepat kekasir dan segera membayar makanan/minuman dan keluar dari minimarket tersebut.

“bahaya..” aku berlari menuju tempat aku dijemput jimin, ntah kenapa kalau melihat kyungsoo hatiku selalu sakit, ia terlalu baik padaku, aku terlalu liar untuknya.

“jimin.. jimin jemput aku ku mohon ppalliwa..” gerutuku tampa henti sembari memegang dada kiriku yang merasa ngilu dan sesak.

“heii.. sangmi..”

Author POV

Sangmi menoleh kesuara tersebut lalu segera berlari dan menempati bangku penumpang lalu menutup pintu mobil dengan kencang hingga membuat jimin marah.

“yakkk hati-hati service mahal tau.” Jimin mulai menghidupkan mesin dan mobil pun berjalan mulus.

Sangmi terdiam menatap spion mobil yang memperlihatkan kyungsoo yang baru saja keluar dari minimarket, jimin yang menyadari ada yang aneh segera mengikuti arah pandangan sangmi melalui kaca dasbor.

“ahh.. dia lagi..” ucap jimin pelan, “sudahlah, dia bukan jodohmu.”

Jimin tahu? Yap.. sangmi menceritakan isi hatinya kalau ia menyukai kyungsoo pada saat kelas X, sampai-sampai sangmi bercerita setiap hari dan menunjukan foto kyungsoo yang tengah tertawa bersama teman-temannya. Namun pada semester kenaikan kelas ia mulai merasa malas jika jimin bertanya soal kyungsoo, lalu ia menceritakan bahwa kyungsoo sudah mempunyai yeojachingu, selama 3 hari sangmi tidak masuk sekolah, jimin juga ikut tidak masuk, ia terus merawat adiknya dan memberi semagat maupun motovasi hingga keesokannya sangmi mulai sekolah lagi.

“hmm..”

“hei.. ingin melepaskan beban, aku akan mengajakmu ketempat yang kusukai, sebelumnya kau harus mandi, kau bau.” Ledek jimin tanpa ditanggapi sangmi, “okeyy.. itu menyakitkan.” Lanjutnya.

**

Setelah beristirahat dan mandi jimin menunggu adiknya turun dari kamarnya, terdengar pintu terbuka lalu tertutup kembali, jimin segera berdiri dan menatap sangmi yang mulai menuruni tangga.

“kkajja.” Jimin mendekat memeluk sangmi dari samping.

“hmm.. sudah wangi dan cantik, baiklah ini akan seru.”

Sangmi terlihat bingung, ia melihat dirinya sendiri dikaca, hanya kaos putih polos dan celana pendek selutut dibilang cantik, pasti ada sesuatu..

“mau kemana?”

“ikut saja, ayo..” jimin menarik tangan sangmi, namun sangmi menahan diri.

“kubilang mau kemana dulu, kau aneh hari ini..” selidik sangmi membuat jimin berwajah datar menahan kesalnya.

“kau pikir aku oppa seperti apa yang mempermainkan adiknya huh? Ayo.”

Sangmi memakai sepatu conversnya dan mengikat rambut dengan asal, lalu jimin yang sudah rapih memakai jaket denimnya.

“kita naik apa.” Sangmi mengunci pintu rumah.

“jalan kaki.”

“jauh?”

“lumayan”

Sangmi berdecik lidah, karna harus berjalan jauh, jika jimin berkata ‘lumayan’ berarti jauh jika ‘dekat’ berarti ‘sangat jauh.’.

“ah ayolah kkajja.” Dengan semagat jimin menarik tangan sangmi.

Orang-orang yang melewatinya menatap mereka seperti orang berpacaran, sangmi malu sementara jimin cuek saja, ingin sekali sangmi berguling dijalan raya dan truk melindasnya.

Sudah 60 menit mereka berjalan akhirnya mereka berhenti menatap pandangan yang ada didepannya.

“apa-apaan ini, 60 menit kita berjalan, hanya ini yang ingin kau tunjukkan.” Kesal sangmi mencubit pinggang jimin kencang.

“a..a.. appo, tunggu dulu..” akhirnya sangmi melepas cubitannya.

“apalagi huh?”

“jika kita naik motor/mobil kita akan ketahuan, sini.” Jimin menarik lembut membawa sangmi kebelakang mobil yang tengah terparkir. Dibalik mobil itu ada rumah besar putih dan tampak kosong.

“lihat ini.” Jimin mengambil batu lalu, “ku ingin pelajaran matematika dihapus, dan daeyeon seonsaengnim dimutasi kesekolah lain.” Ia mengatakannya lalu melembar batu tersebut kedalam rumah kosong membuat sangmi terkejut mendengar suara pecahan didalam sana.

“yak.. bagaimana kalau ada orangnya.”

“kita lari, giliranmu, lepaskan apa yang ada dihati.”

“hmm..”

Sangmi mengambil batu tersebut dan mengikuti gerak jimin tadi,

“kuharap mereka menganggapku dan mempercayaiku, kuharap ia menghilang..”

“ekhheemm.. kyungsoo..” dehem jimin hingga ia meringis karna sikutan sangmi.

“kuharap masa magangku lancar dan cepat selesai, kuharap.. kuharap.. kuharap.. chanyeol masih mau mendekatiku dan mendukung aku.” Sangmi mengecilkan volume suaranya saat berkata chanyeol, hingga jimin mengerutkan dahi, ‘siapa?’

“ini kekesalanku terhadapnya yang menganggapku maid bukan anak magang.. rasakan ini ooh sehun..”

Sangmi pun berdiri dan memejamkan matanya melempar batu tersebut, tidak terdengar suara pecahan melainkan jeritan seseorang, ia membuka matanya dan terkejut melihat sehun menatapnya dari jauh.

“heh.. jimin.. jimin..” sangmi gugup lalu menoleh kebawah, tidak ada jimin.. dimana dia, apa dia sudah kabur?

“sangmi..” teriak sehun dengan satu lengan yang masih memegang kepala belakangnya, “kesini kau..” lanjutnya dengan nada kesal.

‘lari.. tidak.. lari.. tidak.. ahh otthokke..’ batinya menjerit jika ia lari bagaimana hari esok ditempat ia magang, kalau ia tidak lari sama saja, ia akan di intrograsi.

Terlalu banyak berfikir, tanpa sadar sehun sudah memegang tangannya dan menggeretnya kedepan pagar lalu melepaskannya kembali.

“jadi kau selama ini..” ucap sehun masih menatap sangmi, sementara yang ditatap mendumel dalam hati, ‘selama ini.. selama ini..?? jimin… yakkkkk jiminie bodoh sekali…’

“tanggung jawab.”

“heh..” sangmi memberanikan diri menatap sehun.

“tanggung jawab lukaku dan itu.” Ia menunjuk kaca rumahnya yang pecah, terlihat ada banyak retakan disana, ‘dasar jimin.’

“eu..” sangmi berusaha berfikir tapi otaknya sedang mengalami kemacetan total.

“dan jelaskan apa kata-katamu tadi, ayo.” Saat sehun ingin menarik tangan sangmi lagi, sangmi sudah meloloskan diri, berlari menjauh dari sehun, hatinya merancau ‘tuhan.. tuhan.. tuhan.. kirim aku ke Negara lain.’

“PARK SANGMI..” terdengar suara serak, sepertinya.. sehun mengejarnya, otthokke…

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Without Identity (Chapter 6)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s