[EXOFFI FREELANCE] Fall – (Chapter 4)

7iKxC-K3lY.jpg

Author:

Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

Tittle:

Fall (chapter 4)

#Jealous

Main cast:

-Oh Sehun(exo) -hwang Sejin(oc/you) -Xi Luhan (chinese actor)

Support cast:

-All EXO member, -Bae joo hyeon a.k.a Irene(RV), Jung soojung ,          Various artist -and other

Genre:

School life, romance ,Drama ,Fluff , my be Sad

Rating: G

PG:17

Lenght: chapter

Prepost: chapter 1 || chapter 2 || chapter 3

~summery~

Sejin pernah mengalami rasanya jatuh cinta , tapi cinta itu juga yang memberinya rasa sakit yang begitu mendalam baginya. Sehingga gadis itu trauma akan yang namanya cinta.

Sehun adalah laki-laki yang tampan , tentu saja dia adalah most wanted disekolahnya , playboy itu juga dia. Bahkan namja itu memiliki kepintaran diatas rata-rata.

 

Drrtt…Sejin langsung membuka pesan yang masuk keponselnya itu.

 

From: +69********

Aku mencintaimu

 

Sejin terdiam , siapa yang berani mengiriminya pesan seperti ini. Yeoja itu memberanikan diri untuk menoleh kebelakang. Sehun sudah tertidur , mana mungkin namja itu yang mengiriminya pesan seperti ini.

 

Drrrtt…ponsel Sejin kembali bergetar

 

From: +69********

Kita selalu bersama , dan aku selalu ada dimanapun kau berada

 

Bulu kuduk Sejin meremang , siapa orang yang sudah membuatnya takut seperti ini.

 

To: +69*******

Maaf kau mungkin salah orang. Jangan lagi menghubungi nomor ini.

 

Drrttt….

 

From: +69*******

Aku tidak pernah salah dengan orang yang aku cintai Hwang Sejin.

 

Sejin langsung melempar ponselnya , seketika membuat Soojung yang sejak tadi terlelap langsung bangun.

 

“Waeyeo?” tanya Soojung cemas , menangkap expresi ketakutan Sejin

 

“a-anio , k-kau bisa tidur. Aku hanya mimpi buruk saat tidur tadi” Soojung menatap Sejin penuh selidik , namun setelah itu ia kembali menutup matanya.

 

“siapa orang ini? Aku harus mencari tau”

 

 

CHAPTER 4

 

Semua murid GGHS sudah tiba disebuah persinggahan hutan Mosam berarti mereka harus masih menempuh perjalanan kaki selama beberapa menit untuk sampai ketempat masing-masing.

 

Kelompok 12 adalah kelompok yang saat ini Sejin tempati . Ia dan para anggota lain sedang berjalan bersama menuju tempat mereka.

 

“ouuu…tempat ini benar-benar hijau , Kai_aa itu burung yang aku ceritakan waktu itu” Baekhyun memekik kegirangan melihat burung yang selama ini dikaguminya bisa ia lihat dengan nyata disini.

 

“eo….Majayeo (betul sekali) hyung” Kai masih menatap kagum sekelilingnya.

 

Sejin menatap kedepan , tangannya sudah digenggam erat seorang Oh Sehun yang sibuk memandu kelompoknya.

 

“aku lelah Sehun_aa” ucap Sejin dengan nada putus asa.

 

“jinjja , kajja aku akan menggendongmu” Sejin memutaar bola matanya malas.

 

“ani…maksudku jangan menggenggam tanganku seperti itu , kau membuatnya sampai berkeringat” Sehun mengangguk paham lalu menggenggam tangan Sejin dengan santai.

 

“YA….HWANG SEJIN , KAU BILANG AKAN SELALU DISAMPINGKU” Soojung tau-tau memekik kencang membuat anggota kelompoknya menutup telinga.

 

“ya…Jung soojung , Hwang Sejin adalah kekasihku” Sehun berujar tanpa menatap Soojung.

 

“aigooo….semua orang sudah mengetahuinya Sehun_ssi , kalau dia hanya pacar-”

 

“kita sudah sampai” pekik Sehun membuat ucapan Soojung terhenti.

 

Tepat didepan mereka terdapat air terjun yang begitu indah , dengan rimbun semak hijau dan bebatuan , membuat suasana begitu tenang.

 

Mereka mulai mendirikan tenda mereka. Sehun, Kai, dan Baekhyun sudah menyelesaikan tenda mereka. Matanya melihat kesekitar , beberapa dari mereka juga sudah selesai dengan tenda mereka.

 

“Sehun_aa bisa kau membantuku?” Irene yang tak jauh dari mereka, memanggil Sehun. Dengan gerak santai namja tampan itu menghampiri tenda Irene, Dasong dan Minhee.

 

Sehun dengan lincah memasang kerangka tenda didepannya, tanpa ada masalah sedikitpun akhirnya tenda itu sudah siap ditinggali.

 

“semua sudah selesaikan, kalau begitu beberapa dari kita akan mencari kayu bakar. Dan sisanya kalian bisa menyiapkan makanan untuk kita semua.” tegas Sehun . Dijawab anggukan oleh teman-temannya.

 

“kalau begitu aku, Sehun , Jongin dan Dasong akan mencari kayu bakar. Kajja Sehun_aa” namja itu memutar malas bola matanya, ia sudah menduga akan seperti ini jadinya.

 

 

“kalau begitu aku , Sehun, Jongin dan Dasong akan mencari kayu bakar. Kajja Sehun_aa” Sejin mulai merasa aneh, kenapa ada perasaan tidak rela saat Sehun bersama Irene.

 

“arraseo…Baekhyun_aa kau bantu aku mengambil beberapa makanan ditenda” ajak Luhan pada Baekhyun.

 

“oke hyung” Sejin menatap Luhan sekilas , lalu berujar.

 

“Luhan_ssi apa yang harus kami lakukan?” tanya Sejin pada Luhan yang saat ini membawa beberap bungkus marsmellow dan jagung.

 

“eobta…kalian hanya perlu menunggu orang-orang itu , lalu kita akan mengadakan BBQ party malam ini” Sejin mengangguk menanggapi ucapan Luhan.

 

Kemudian mereka semua lebih memilih fokus pada kesibukan mereka masing-masing.

 

30 menit berlalu, akhirnya Sehun dan yang lain datang. Tapi ada yang aneh , Irene saat ini ‘bertengger’ nyaman dipunggung Sehun sambil memeluk leher namja itu erat.

 

“apa yang terjadi?” tanya Minhee melihat keadaan Irene saat ini.

 

“dia tadi tak sengaja tersandung akar , dan kakinya sedikit keseleo” jelas Dasong , mereka hanya mengangguk-angguk menanggapinya.

 

“dia pintar sekali mencari kesempatan” desis Soojung pelan.

 

“apa yang kau katakan?” tanya Sejin yang tak sengaja mendengar umpatan Soojung.

 

“gadis tua , tak tau malu itu. Ohhh….aku bahkan bisa membayangkan bagaimana pegalnya punggung Sehun setelah menggendong mahluk itu.” Sejin hanya menggeleng menanggapi umpatan Soojung.

 

“AYO SEMUA…AKU SUDAH MENYIAPKAN APINYA” teriak Kai yang sudah berhasil menyalakan api.

 

Mereka mulai membakar marsmellow dan jagung mereka ditengah hutan yang mulai gelap, terdengar beberapa suara binatang malam yang mulai aktif.

 

“bagaimana kalau kita memainkan sesuatu , pasti menyenangkan” ajak Baekhyun dengan makanan yang masih penuh dimulutnya.

 

“oke…..bagaimana kalau sambung kata? Kita bisa membuka rahasia yang terpendam diantara kita, eotthe?” saran Dasong yang dihadiahi anggukan antusias dari teman-temannya.

 

“kalau begitu mulai dari Minhee” semua mengangguk setuju dengan Seulgi.

 

“Hubungan” Minhee menunjuk cepat kearah Kai.

 

“percintaan” kai menunjuk Soojung.

 

“Manusia” ucap Soojung asal lalu menunjuk kearah Irene.

 

“Kepal-” sebelum Irene melanjut kata-katanya Sejin langsung menyela.

 

“ini membosankan , bagaimana T.O.D. Aku akan memutar botol air mineral ini. Kalian sudah taukan peraturanya , aku malas bicara” semua mengangguk menanggapi ucapan Sejin.

 

Gadis itu mulai memutar botol air mineral itu , dan tak lama berhenti dihadapan Luhan.

 

“Oke…kau Luhan_ssi Truth or Dare” Luhan terlihat berfikir , ini benar-benar pilihan yang sulit.

 

“Truth…” kali ini Sejin terlihat berfikir , mencari pertanyaan apa yang cocok untuk Luhan jawab secara jujur.

 

“eeee….apa kau pernah berciuman?” suasana menjadi sangat konyol , karena terdengar beberapa kikikan tertahan dari Baekhyun dan Seulgi.

 

“ci…ciuman?hei apa ya-” belum sempat Luhan selesai menjawab Sejin langsung menyela.

 

“aku hanya bertanya, tidak ada maksud lain” akhirnya Luhan dengan perasaan malu menjawab pertanyaan Luhan.

 

“eum….aku….sering melakukannya” langsung saja jawaban Luhan dihadiahi tawa menggelegar dari teman-temannya.

 

“baiklah sekarang aku” Irene memutar botol itu dihadapannya. Setelah berputar selama beberapa saat , akhirnya botol itu berhenti dan mengarah pada Sejin. Irene menyeringai lalu mulai memberi isyarat pada Sejin.

 

“Truth” ucap Sejin to the point. Irene semakin melebarkan seringaiannya.

 

“apa kau mencintai Sehun?” Sejin yang awalnya menatap lurus kedepan , langsung menatap Irene.

 

Mereka semua menatap Sejin dan Irene dengan tatapan yang sulit diartikan. Gadis itu menarik nafas panjang sebelum akhirnya berucap.

 

“ani…aku tidak mencintai Sehun dan tidak pernah mencintainya” Sejin menatap sekilas kearah Sehun, namja itu hanya menatapnya dingin. Tapi entah mengapa hati kecil Sejin membantah itu semua, tatapan yang diberikan Sehun bukan tatapan dingin nan datar. Namun tatapan kecewa, kecewa? Sejin seolah ingin tertawa mendengar kata itu.

 

“kita akhiri sampai disini, kalian silakan masuk ketenda masing-masing” Kai lebih dahulu menginterupsi karena merasakan suasana yang aneh dari beberapa orang.

 

Sejin , Soojung dan Seulgi masuk ketenda mereka. Seulgi dan soojung asyik memakai masker mereka , sedangkan Sejin sudah berbaring menghadap kesamping.

 

“Sejin_aa …apa kau lihat expresi Sehun saat kau mengatakan bahwa kau tidak mencintainya?” Sejin hanya menggeleng.

 

“mengapa jika kalian tidak saling mencintai , kalian terlihat sebaliknya” Sejin langsung menatap Seulgi.

 

“apa kami terlihat seperti itu?” pertanyaan bodoh gadis itu meluncur begitu saja. Seulgi hanya mengangguk dan menatap Sejin aneh.

 

Drrtt…ponsel Sejin bergetar singkat.

 

From : +69********

Apa kau bahagia? Aku pikir aku sudah gila hanya karna memikirkanmu.

 

Sejin menatap horor pesan yang baru saja masuk diponselnya, ya…nomor yang sama , saat ia berada dibus tadi pagi.

 

From : +69********

Maaf … Siapapun kau , aku sungguh mohon kepadamu jangan menghubungiku lagi. Maaf jika kau tersinggung , tapi aku tidak mengenalmu dan …. Kau bilang mencintaiku? Kau tidak mengenalku.

Sekali lagi maaf.

 

Sejin mengetik ponselnya dengan cepat, matanya bergerak gelisah. Tentu saja…coba kalian bayangkan seseorang yang tidak kalian kenal mengirimi kalian pesan bahwa dia mencintaimu, itu mengerikan.

.

.

.

.

.

.

Sejin menyelesaikan acara mandinya. Lalu kembali menuju tendanya, namun langkahnya terhenti saat seseorang menahan tangannya.

 

“ikut aku” Luhan menarik tangan Sejin secara paksa.

 

“eh?..ya… Kita mau kemana eo?” Sejin berusaha melepaskan genggaman Luhan , tapi semua hanya sia-sia.

 

Mereka tiba pada sebuah pohon yang berada tepat di tepi air terjun yang ada disana.

 

“apa yang kau inginkan?” tanya gadis itu to the point, sambil membuang tatapannya.

 

“apa maksud pertanyaanmu tadi malam?” tanya Luhan , membuat Sejin menatapnya malas.

 

“sudah kubilang , aku hanya bertanya Luhan_ssi. Tidak ada maksud lain” Sejin menjawab pertanyaan Luhan dengan penuh penekanan.

 

“apa kau gadis yang pernah melihatku bersama jalang itu saat digudang” Sejin tidak dapat bersuara lagi.

 

FLASHBACK ON

 

Sejin menyeret kaki jejangnya dengan malas menuju sebuah ruangan , untuk mengambil beberapa arsip Kwon seonsaengnim yang hampir terbuang.

 

“eummm…Luh_ahh” Sejin langsung menghentikan langkahnya. Suara menjijikan apa itu? Batin Sejin sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan yang begitu saja tercipta oleh otaknya.

 

“ahh….” tepat saat ini juga, Sejin melihat sepasang insan sedang bercumbu panas. Gadis itu langsung bersembunyi dibalik dinding.

 

FLASHBACK OFF

 

“Ya… Itu aku. Saat itu aku ingin mengambil Arsip Kwon saem digudang tempat kau bercumbu.” Sejin menjawab begitu santai sambil menatap datar Luhan.

 

“ohhh…aku ketahuan kali ini” gumam Luhan pelan.

 

“sudah dulu yah, aku ada urusan” Sejin melenggang berlalu melewati Luhan.

 

 

Semua anggota kelompok saat ini sedang menyusun tugas yang diberikan Kang seonsaengnim.

 

“Hun_aa aku tidak mengerti bagian ini” Irene duduk mendempet disebelah Sehun, Sejin meliriknya sekilas dan tanpa sadar mendengus tidak suka.

 

“Lusa kita kembali ke-Seoul, jadi besok kita bisa menjelajah hutan ini. Setuju?” ucap Baekhyun disambut anggukan mantap dari teman-temannya.

 

“Sejin_aa kau bisa membantuku keposko besok?” Sejin melirik kearah sumber suara, menatapnya dengan malas.

 

“em…” sedangkan gadis yang disampingnya merasa diabaikan, mulai angkat bicara.

 

“Hun_aa kenapa kau meminta bantuannya, kau kan bisa bersamaku” kali ini Sejin sudah tak bisa mengendalikan emosinya lagi.

 

“kau benar. Kenapa kau minta bantuanku sedangkan sudah ada orang lain yang menawarkan dirinya dengan suka rela padamu?” semua menatap argumen yang terjadi itu, Irene tersenyum puas melihat reaksi Sejin.

 

“kalian bisa lanjutkan, aku ingin kesungai.” Sejin meninggalkan kelompoknya, menuju air terjun yang tak jauh dari tenda mereka.

 

 

Sejin berjalan sambil menatap lurus kedepan sambil sesekali bersenandung kecil menghilangkan kesunyian disekitarnya.

 

Sesampai di air terjun tersebut, gadis itu terdiam beberapa sekon karena melihat sebuah punggung yang duduk membelakanginya diatas batu besar disana.

 

Dengan langkah santai, Sejin menghampiri seseorang itu dan mulai duduk disebelahnya.

 

“kau tidak ikut berdiskusi?” tanya Sejin saat sudah berada disebelah namja itu.

 

“kau sendiri?” tanya namja itu balik, membuat Sejin kesal dan memutar malas bola matanya.

 

“aku muak dengan mereka.” Luhan -namja itu- melirik sekilas kearah Sejin, sebelum tersenyum.

 

“jangan libatkan mereka yang tidak bersalah.” Sejin perlahan menatap sisi wajah Luhan, merasa tak percaya dengan apa yang baru saja namja itu katakan.

 

“kau mengatakan seolah kau tau apa yang aku rasakan saat ini.” kali ini Luhan yang menatap sisi wajah Sejin.

 

“mau main tempur air?” tanya gadis itu dengan wajahnya yang berbinar, membuat Luhan tertawa ringan menatapnya.

 

“siapa takut.” dengan gerak cepat Sejin melepas snekers abu-abu miliknya, dan mulai menyerang Luhan bertubi-tubi.

 

“Yak…. kau memulai tanpa aba-aba.” teriak namja itu dengan wajahnya yang setengah basah, akibat serangan air tiba-tiba dari Sejin.

 

“ayo…serang aku jika kau bisa…hahahaha” Sejin tertawa lepas sambil berjalan menuju ketengah sungai yang mengalir, menuju air terjun yang begitu indah disana.

 

Luhan mulai turun dan mengejar Sejin, gadis itu terus menyerang Luhan sambil tertawa lepas. Dan terjadilah kejar-kejaran didalam air.

 

Namja itu mulai kewalahan karena serangan yang dikerahkan Sejin, dengan situasi yang tidak memungkinkan, Luhan mulai mencari ide untuk menjebak gadis itu. Dan otak cerdasnya dengan cepat mendapat ide untuk mengerjai Sejin.

 

Luhan mengambil oksigen sebanyaknya sebelum menenggelamkan dirinya kedalam air. Sejin yang berlari-lari sontak terdiam, karena tidak ada lagi serangan yang ia dapatkan. Dengan panik gadis itu mulai menyerukan nama Luhan.

 

“Luhan…..” tidak ada jawaban.

 

“Luhan_ssi!!” masih sama, tidak ada sahutan apapun.

 

“ya….jangan seperti ini, aku takut Luhan” tetap saja tidak ada jawaban.

 

Namun tiba-tiba tubuh Sejin serasa tertarik kedalam air dan ia tenggelam. Karena matanya yang masih terbuka didalam air, gadis itu dapat melihat siapa pelakunya.

 

Luhan menyeringai Sejin yang mulai kehabisan nafas pun memberontak. Namun Luhan hanya menggeleng dan terus menahan tubuh Sejin.

 

Tapi hal yang tak terduga selanjutnya adalah Luhan mulai memeluk tubuh Sejin didalam air dan mendekatkan wajahnya. Perlahan ia membuka mulutnya dan mulai meraup bibir Sejin, dengan sisa oksigen yang ada Luhan mulai menyalurkannya melalui penyatuan bibir mereka.

 

Sejin terdiam beberapa saat sebelum kembali memberontak dan akhirnya mereka keluar dari dasar air, namun tubuh mereka masih berendam.

 

Sejin terengah-engah dengan tubuhnya yang basah kuyup, ia terus menghirup oksigen dengan tamaknya. Tidak menyadari sedikitpun kalau Luhan menatapnya begitu dalam. Dengan perlahan Sejin mendongakkan kepalanya dan akhirnya pandangan mereka bertemu.

 

Keheningan masih setia mengiringi mereka, hanya ada suara air terjun dan gemercik air serta burung-burung menambah kesan romantis disana, Luhan mengangkat tangan kanannya perlahan untuk meraih salah satu sisi wajah Sejin.

 

Tangan kirinya pun mulai bergerak melingkari pinggang Sejin, dengan perlahan Luhan mengikis jarak diantara mereka, Sejin hanya diam layaknya terhipnotis dan akan melakukan apa yang Luhan inginkan.

 

Ketika benda lembut itu saling bersentuhan, kedua mata mereka tertutup rapat menikmati sensasi yang mereka rasakan saat itu. Awalnya bibir mereka hanya saling menempel namun detik berikutnya salah satu dari mereka mulai bergerak membuka mulutnya dan meraup bibir mungil didepannya dengan perlahan.

 

 

Sehun sudah menyelesaikan diskusi mereka dan segera beranjak pergi mencari keberadaan Sejin. Sungguh tadi Sehun sangat ingin mengejar gadis itu , namun ia juga harus bertanggung jawab atas kelompoknya.

 

Namja tampan itu menyusuri jalanan setapak menuju air terjun yang dituju Sejin, langkahnya begitu santai. Namun tak sampai beberapa detik langkahnya mulai melambat, makin lambat sampai namja itu tak lagi melanjutkan langkahnya.

 

Matanya terpaku pada pemandangan didepannya, hatinya tiba-tiba begitu nyeri, jantungnya berdebar begitu kecang, matanya mulai berkabut dan memerah.

 

“Kenapa kau tidak mengerti Jin_aa”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

 

A/N:

Ahhhh chapter 4, makasih yah buat kalian yang masih setia nungguin ni ff alay. Aku terkesan banget.

Dan terima kasih banyak buat ANGEL READERS yang selalu mensupport aku.

Udah yahhh maaf sekali lagi buat kekurangannya.

Jangan lupa tinggalkan jejak yahh.

 

Annyeongg….

 

Regrat

Sehun’s wife a.k.a Norhalisa

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Fall – (Chapter 4)

  1. Ahhh sejin itu harusnya so jual mahal jngan gampangan kya gitu dong kan dia mulai suka sama sehun..
    sehun jga dingin nya kebagetan .. awalnya aku kira luhan itu cowo yg lugu..

  2. sehun kenapa nggak ngaku aja kalau cinta sejin, tuh kan sekarang mala saling menyakiti.. irene bikin tangan gatel weehh pengen gw jambak aja tu bocah😀 :v (hahaha kebawa emosi jadinya)
    jangan” yang kirim pesan ke sejin itu luhan???
    waaaa makin penasaran.. lanjut kak

  3. jangan bilang nomor misterius itu luhan!!???
    kok ya bisa sejin diem aja dcium gtu…ahhhhhhhhhh frustasi aku…
    ya udah hun kamu sama aku aja…hahahaha
    lanjut dong ..jngn lama ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s