[EXOFFI LINE@] Are You…, Baekhyun? (Oneshot)

myhome_8

[EXOFFI ADDERS] Are You . . . Baekhyun ?

Author : bebebaek_

Genre : romance

Rate : PG-15

Main Cast : Byun Baek Hyun (EXO) and Kim Na Na (oc).

“Cerita ini sudah pernah di publish di akun wordpress (BABY BEE) dan wattpad ( @beebbaek ) bebeb dengan judul yang sama”

***

Suara air mendidih memenuhi dapur apartement. Seorang gadis yang berada tidak jauh dari kompor listrik itu segera mematikannya.

Gadis itu menuangkan air hangat tersebut ke dalam sebuah mug berwarna putih tulang. Melarutkan bubuk susu cokelat kesukaan seseorang yang spesial untuknya.

Tidak hanya membuat segelas susu cokelat hangat. Gadis itu juga membuat dua potong roti bakar dengan selai rasa buah di atasnya.

Gadis itu tersenyum cerah saat menata selai tersebut dengan motif sebuah hati.

“Kau di sini nana-ya ?” Suara seseorang yang sangat di kenalnya menginterupsi jejak jemari gadis bernama nana itu.

Nana mendongak, gadis itu memiringkan tubuhnya agar dapat menatap langsung pemuda yang tinggal bersebelahan dengannya itu.

“Ya, aku menyiapkan sarapan untukmu” jawab nana dengan senyum terbaiknya.

Nana kembali diam setelah menyelesaikan kalimatnya. Kedua bola mata gadis itu menatap lekat penampilan pemuda di depannya dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Apa- kau akan pergi ?” Tanya nana pelan.

Pemuda itu menjawab pertanyaan nana dengan sebuah senyum kemudian berlalu menuju pintu keluar.

“Baek-ah, kau tidak ingin sarapan dulu ?”

“Baek-” panggilan nana berhenti ketika mendapati baekhyun mengangkat satu tangannya dan nana tahu apa artinya.

Nana menatap hampa pada potongan roti di depannya, menghela nafasnya pelan. Bingung mengapa beberapa minggu belakangan teman kecil sekaligus tunangannya itu bersikap aneh.

***

Bip bip bip!Suara pintu apartement menandakan seseorang telah membukanya.

“Eoh, kau masih di sini sayang ?” Suara baekhyun saat mendapati nana yang sedang duduk di bawah sofa dengan membaringkan kepalanya di atas meja kaca di depannya.

“Kau sudah kembali ?”

“Ya, kau tidak-”

“Aku tidak memiliki kegiatan apapun. Kau lupa ini weekend dan kau meninggalkanku sendiri” suara nana lirih dan memelan di akhir kata.

“Ah. Maaf aku lupa jika-”

“Sebenarnya kau kenapa ? Kemana kau pergi setiap paginya dan pulang dengan penuh keringat” potong nana.

“Itu-”

“Apa kau bosan denganku ? Kau tidak ingin melanjutkan hubungan ini ? Kau- kau mungkin baru menyadarinya setelah kita bertunangan- apa-”

“Tidak. Hey sayang jangan bicara seperti itu”

“Lalu kenapa ? Kau selalu meninggalkan ku setiap hari dan kau- kau tidak lagi memakan sarapan ataupun makanan yang ku buat” suara nana terdengar begitu sedih.

“Itu- aku-”

“Lupakan” potong nana kembali. “sekarang ayo sarapan bersama. Kali ini tidak ada penolakan. Kau sama sekali tidak mengisi perutmu sejak kemarin malam” nada suara gadis itu berubah. Nana menatap baekhyun di depannya menarik lengan penuh keringat pemuda itu menuju dapur.

“Kau mau ku buatkan omelet ? Sandwich ? atau kau ingin aku mengambilkan sereal kesukaanmu ?” Tawar nana setelah keduanya tiba di depan pantri.

“Ti-dak nana-ya. Aku tidak ingin makan. Aku tidak lapar” suara baekhyun hati-hati.

Nana terdiam. Gadis itu menunduk lesu, lengannya perlahan menjulur di kedua sisi tubuhnya melepaskan cengkramannya pada lengan baekhyun.

Baekhyun yang menyadari perubahan ekspresi gadisnya itu di landa kebingungan.

“Nana-ya bisakah aku minta tolong padamu ?” Suara baekhyun kikuk, pemuda itu bahkan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

Nana mendongak menanti perkataan lanjut dari pemuda di depannya itu.

“Tolong buatkan aku segelas jus” lanjut baekhyun dengan wajah datar kikuk.

“Jus ?”

“Eoh jus. Manggo jus. Bisa ?”

“Ah! Ya tentu saja” suara nana kembali antusias. Gadis itu segera beranjak menuju lemari es yang berada di pojok ruangan.

“Tunggu sebentar” suara gadis itu kembali dengan senyumnya.

Baekhyun ikut tersenyum. Diam-diam pemuda itu menghela nafasnya lega karena berhasil menghilangkan raut kecewa itu di wajah manis gadisnya.

“Kalau begitu sembari menunggu aku mandi dulu eoh ?” Tanya baekhyun kemudian.

“Eum” angguk nana tanpa menatap baekhyun. Pemuda itu mengulum senyumnya dan sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir. Gadisnya terlalu mudah berubah suasa hati dan itu menggemaskan baginya.

lima belas menit berlalu.

“Baek-ah, kau ingin jusmu di tambahkan es atau susu jug-” perkataan nana terpotong tepat ketika ia menerobos pintu kamar baekhyun.

Kedua mata kecil gadis itu membola sempurna mendapati baekhyun tengah berdiri di depannya dengan hanya mengenakan sebuah handuk yang melilit di bagian bawah tubuhnya.

Pelan nana menelan salivanya samar. Bukan karena tidak biasa meliat baekhyun dengan tidak mengenakan apapun di bagian atas tubuhnya.

Nana biasa. Gadis itu bahkan sangat terbiasa. Hanya saja kali ini sesuatu terasa berbeda. Benda itu. Sejak kapan baekhyun memilikinya ?

“Kelihatannya nana-ku begitu terkejut ? Kenapa ? Apa ada sesuatu yang salah ?” Tanya baekhyun dengan nada godaan. Pemuda itu tahu nana telah menemukan apa yang di simpan dan siapkannya beberapa minggu belakangan.

“Bagaimana ? Kau menyukainya ?” Tanya baekhyun lagi kali ini pemuda itu melangkahkan satu langkahnya.

“Baek-ah. Apa ini benar-benar kau ?” suara nana terdengar ragu. Gadis itu menatap baekhyun sesaat.

“Sejak kapan kau-”

“Aku membuatnya. Apa kau lupa perkataanmu di hari pertunangan kita ? Kau bilang kau tidak akan menikah dengan pemuda berlemak sepertiku. Kau bilang kau hanya ingin menikah dengan oppa-oppamu itu”

“Kau mengangkap serius perkataanku itu ?” Nana tercengang. Gadis itu menatap manik baekhyun dalam.

Baekhyun tersenyum lembut. “Tentu saja” suara pemuda itu. “Bagaimana. Apa kau tidak ingin menyentuhnya” baekhyun melangkahkan lagi kedua kakinya.

“Bolehkah ?” Suara nana tertahan namun sejurus kemudian gadis itu menolehkan wajahnya. kedua bola matanya tertutup rapat merutuki mulutnya yang terlalu jujur meloloskan isi hatinya.

Baekhyun tersenyum geli lalu memeluk nana merengkuh tubuh mungil gadis itu kedalam dekap hangatnya.

Nana membola. Gadis itu mematung di tempat saat merasakan tegas dan hangat benda itu menembel di tubuhnya.

Tidak lama berselang baekhyun melepas pelukannya. Masih dengan senyum yang di tahannya pemuda itu menarik lengan nana keluar dari kamarnya.

“Ayo. Aku ingin jus-ku”

“Ini enak” suara baekhyun memecah keheningan. Keduanya telah berada di meja makan kecil di dapur itu.

Dengan duduk saling berhadapan. Nana masih menatap lekat baekhyun di depannya. Tatapan ketidak percayaan.

“Mengapa menatapku seperti itu ?” Interupsi baekhyun membuat gadis itu memutuskan pandangannya.

Lagi-lagi baekhyun hanya bisa mengulum senyumnya.

“Baek-ah, ku rasa aku- nutellamu”

“Kenapa ? Bukankah dulu kau selalu mengejekku ?”

“Tidak. Hanya saja ku rasa aku merindukan perut nutellamu”

Baekhyun tersenyum geli. “Kau rindu nutellaku ?”

“Eoh” angguk nana pelan.

“Baiklah aku akan memberikannya padamu” baekhyun menyeringai penuh arti.

Sementara nana masih tidak mengerti dengan maksud baekhyun. Pemuda itu dengan cepat mencolek selai cokelat di sisinya mencicipinya kemudian detik selanjutnya bibir baekhyun telah menempel di permukaan bibir nana.

Nana kembali membola. Gadis itu terperangah akan cepatnya perlakuan baekhyun. Lalu baekhyun mengecup dalam bibir pink nana. Membiarkan nana ikut merasakan nutella itu bersama.

Fin

Kyaaaaaa!!!! Kyaaaaa!!! Sudah liatkan kalian exo’rdium ?

Demi apa! Bebeb sesak nafas, gak kuat, mimisan, lemes, kejang-kejang gara-gara my baby bee udah mengeraskan nutellanya.

Ouchhh~ ini sangat sangat berefek sama bebeb. Jiwa bebeb melayang separuhnya.Duh urat-urat yang begitu jelas. Udel yang bikin gemes. Tulang rusuk yang bikin gue pengen di jadiin salah satu rusuknya *abaikan bim kumat) dan nipple yang….. entahlah.Gak kuat!!!.

#EXO #EXOFFI #Exofanfiction #AreYouBaekhyun #baekhyun #romance #angst

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s