[EXOFFI FREELANCE] Llibrary Love (Chapter 11)

li

LIBRARY LOVE Chapter 11

Author    :    sucibyun

   Cast            :

park chanyeol

Kang seul dae

Byun baekhyun

Park ra young

Shin ranran

Oh sehun

Do kyungsoo

Genre        :    romance, MERRIAGE LIFE .comedy

RATING    :     PG 18+

Note: ff ini berasal dari imajinasi uthor,bagus dan tidaknya itu tergantung dari kemampuan saya..jadi utor berharap reders bisa suka dengan kegajean saya…kritik dan sran sangat saya butuhkan dalam ff ini semoga semuanya bisa senang anyyeong!!

Part 11

Tidak selamanya dugaan itu benar kan?…….

“eumn.. mashita!,minum kopi dengan cuaca dingin dimalam hari, uhh benar-benar cocok bukan?” gadis cantik itu bergumam setelah menyeruput kopi hngatnya. Wajah manisnya kini tersenyum menikmati coffe yang di pegangnya , Ia berjalan dia atas trotoar jembatan sambil menyaksikan pemandangan sungai han yang begitu indah di malam hari,tapi ketika memandang ke depan sana, gadis itu tertarik untuk menyaksikan.

“apa yang terjadi di sana.. kenapa semuanya berkerumun?. O’…”

Gadis yang ternyata adalah seul dae itu sangat terkejut, ketika melihat chanyeol berada di sana. Gelas cofee yang di pegangnya refleks terjatuh. Ia langsung berlari ketika melihat chanyeol di dorong oleh sekelompok polisi.

Kelihatannya chanyeol masih memberontak ketika melihat mayat itu di masukkan ke dalam ambulance. Siapa sebenarnya gadis itu..? apa mungkin chanyeol mengira gadis itu adalah seul dae?..

Flash back..

Seul dae turun di halte bus dan memilih untuk berjalan kaki. Entah kenapa gadis itu turun dengan cepatnya, bukannya tempat dinnernya masih jauh? tapi entah kenapa ia memilih berjalan kaki dan masuk ke dalam cafee. Setelah memesan segelas kopi hangat, ia keluar dari cafe dan berjalan di trotoar jalan. menikmati angin malam yang bisa saja membuat seseorang beku kedinginan.

Sebelum meminum kopinya, seul dae mengamati bentuk gelas kopi itu    . cap berwarna coklat dan gelas bergambar cofee, di bawah gambar tertulis kata-kata indah dalam bahasa inggris yang artinya. ‘kopi boleh pahit tapi hidup harus manis’. Seketika senyumnya mengambang dan segera saja menyeruput kopinya. Ia bahkan langsung semangat dan tersenyum hanya dengan membca kata-kata indah. Menurutnya itu adalah motivasi untuknya.

Flashback off

Seul dae berjalan hinnga tidak sadar ia sudah di jembatan mapo tepat di atas sungai han.. ia masih menikmati kopinya sambilmatanya mengamati semua keindahan malam di sungai han tapi seul dae terhenti ketika melihat di sepanjang jembatan begitu ramai seperti ada kejadian yang serius di sana. Semua orang terlihat berkerumun, bukan hanya itu mobil polisi dan ambulance juga berada di sana apa ada yang bunuh diri lagi. Seul dae begitu tertarik untuk melihatnya, hingga ia tersadar bahwa chanyeol berada di sana. Seul dae langsung berlalri ketika melihat chanyeol di hadang oleh tiga orang polisi dan mendorong chanyeol ke aspal. Seul dae tiba dengan tepat.dan membantu chanyeolberdiri

“apa yang kalian lakukan?” pekik seul dae membantu chanyeol untuk bangkit dari aspal, chanyeol berblik dan melihat seul dae yang membantunya,dan saat itu pula chanyeol terkejut .

“gwenchana?” tanya seul dae membantu chanyeol berdiri.

“seul-ra ottoke?…” chanyeol langsung melihat mayat yanga ada di ambulance lalu kembali menatap seul dae lekat-lekat

“ya…apa yang sudah kau lakukan?..apa yang terjadi?” tanya seul dae, tapi chanyeol masih syok ia tidak mendengarkan gadis itu. Dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu ia masih tidak percaya dengan apa yang di alaminya. Semua orang bahkan memandangnya dengan tatapan aneh sekarang.

“ya…cepat bawa namja gila ini. Kalian mengganggu kerja poloisi tau!”

Seul dae memandang punggung chanyeol , namja itu berjalan lemah dan juga lambat seperti zombie yang kehilangan arah. Seul dae langsung menyusul chanyeol dan menarik lengan namja itu dengan kasar

“sebenarnya apa yang terjadi?.. apa yang kau lakukan di sana?” seul dae bertanya penuh harap,alisnya bersatu ketika chanyeol menatapnya dengan tatapan sedih.

“sepertinya aku sudah gila, karena mencemaskanmu.” kata chanyeol merubah tatapannya menjadi marah, matanya berkaca-kaca berusaha menyembunyikan air matanya. Seul dae terdiam mengartikan maksud chanyeol.

“chan-ah….”

“pergi dari hidupku..jangan membuatku tambah khawatir. Jangan pernah muncul dihadapanku.. jangan pernah masuk dalam kehidupanku”kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut  chanyeol,kemudian tangannya melepas tangan sul dae dengan perlahan. Chanyeol pergi begitu saja meninggalkan seul dae yang mematung.

~pergi dari hidupku…

Kata-kata itu terngiang-ngiang di telinga seul dae. entah apa yang seul dae dengar itu sangat sakit baginya seperti ribuan jarum yang menusuk hatinya. gadis itu benar-benar tidak menyangka chanyeol akan berkata itu padanya. Menyuruhnya pergi?,apa bisa ia melakukannya, sedangkan tekatnya untuk tetap menerima kehidupannya bersama chanyeol sudah bulat. Ia bahkan rela menerima pernikahan tanpa cinta itu dan mengorbankan hidupnya untuk chanyeol. tapi apa yang dilakukan chanyeol.. menyuruhnya pergi?. Itu sangat sulit pastinya…

~Kenapa kau begitu marah park chanyeol. Kenapa jika kau khawatir padaku?.apa  Aku tidak pantas mendapatkan perhatian darimu.. apa semua ini?..selama ini kau hanya menganggapku bagian dari sandiwaramu. Kenapa kau membuatku seperti ini chanyeol

hatiku begitu sakit chan-ah… aku bahkan sudah menerima semua ini.. tapi kenapa?..kenapa kau menyuruhku untuk pergi dari hidupmu..”

seul dae terduduk syok di trotoar jembatan. Mengakhiri perpisahannya dengan tangisan. Tangisan yang membuat dadanya terasa sesak. Penuh luka dan terasa pilu. chanyeol baru saja berlalu dengan mobilnya. Bahkan jika bisa seul dae ingin mengakhiri hidupnya seperti gadis itu,tapi ia bukan orang yang mudah putus asa,meski ia gadis yang lemah tapi untuk hal seperti ini seul dae masih kuat menjalani semuanya. Lama seul dae menangis daan entah apa yang membuatnya kuat hingga berdiri dan memandang mobil chan yeol jang berada di ujung jalan, mobil itu berhenti lampu belakangnya masil menyala. Seul dae menghapus air matanya,menaikkan tali handbagnya ke atas bahu, rambutnya yang panjang tertiup angin membuatnya terlihat indah. Entah apa yang meyakinkan dirinya…

“aku..kang seul dae..tidak akan menyerah,aku sadah jauh melangkah…aku tidak akan mundur atau berbalik ke belakang”

Brumm….. mobil itukembali dan berhenti tepat di depan seul dae,bahkan seul dae sudah yakin hal ini pasti akan terjadi..

Chanyeol keluar dari mobil dan berdiri di depan seul dae..menatap seul dae dengan expresi khasnya…

“na…na..naiklah!” setelah mengatakan itu chanyeol beralik berniat untuk masuk kembali ke mobilnya,

“nega…kang seul dae…maksudku,aku tidak akan pernah pergi..” chan yeol langsung berbalik, menatap gadis itu dengan penuh tanya,seakan  mengerti maksud seul dae chanyeol merasa bersalah dan matap seul dae dengan lembut…

“lupakan kata-kataku…” chanyeol mengabaikan seul dae kali ini, chanyeol berjalan ke mobil dan membuka pintu mobilnya..

“ya…park chanyeol…aku mencintaimu!!!!..aku sudah melangkah sangat jauh..dan aku tidak ingin berhenti…”

“entah kenapa saat pertama kau menciumku aku merasakan hal yang aneh,aku sadar aku mulai menyukaimu…dan aku mulai menerima perjodohan ini,kau juga bahkan tidak membatalkannya dan kita sudah menjadi suami istri..aku tidak akan mundur,aku akan terus berjalan ke arahmu…jangan menyalahkannku chanyeol-ah” chan yeol mendengar semua itu, tiba-tiba perasaanya mulai tenang..ia berbalik dan memndang  gadis yang berjarak 3 meter darinya.. memandang wajah sedih gadis itu, terlihat seul dae berlalri menghampirinya dan ia hanya diam…

seul dae berlari dengan air matanya yang membasahi pipinya, mata indah gadis itu menangis untuk kesekian kalinya..serasa chanyeol melihat masalalunya ketika gadis yang di cintainya berlari ke arahnya dan memeluk dirinya dengan penuh perhatian…hatinya benar-benar bimbang sekarang. Ia selalu berusaha untuk menghindar, tapi entah mengapa dirinya selalu menolak dan selalu mengaitkan dirinya dengan gadis itu sampai sekarang ia belum bisa menentukan siapa yang akan di pilihnya, chanyeol sadar ia juga mulai menyukai seul dae, tapi ia takut menjadi namja pengecut yang mengabaikan gadis yang sudah sangat lama ia tunggu…

GREB~…..

Dan sekarang gadis itu benar-benar memeluknya,mengeratkan tangannya di pinggang chanyeol. Chanyeol terdiam saat merasakan gadis itu memeluknya dengan erat, chanyeol tidak membuka suara atau menjaukan dirinya dari seul dae, serasa ia menerima pelukan tulus itu,namun hatinya tetap bertanya mengapa ia di tempatkan di posisi yang sulit. ia menutup matanya perlahan berusaha meredakan perasaannya yang kacau, ia bahkan belum siap untuk membalas pelukan seul dae. seul dae melepas pelukannya, menatap wajah tampan itu, matanya tertutp damai.

entah mengapa tangan seul dae tidak menurut, dan dengan berani mengelus pipi chanyeol dengan kedua tangannya,kini tangannya menangkup wajah chanyeol. Bahkan namja yang menutup matanya itu tidak menolak sedikitpun.. seul dae kembali menjatuhkan air matanya, merasakan kebahagian yang tidak pernah ia rasakan.. orang yang di cintainya sekarang ada di dekatnya rasanya begitu legah karena sudah menyatakan perasaan yang begitu lama ia simpan. ini adalah pertama kalinya seul dae mengungkapkan perasaannya pada seseorang,dan itu adalah suaminya sendiri. senyum manisnya kini terhias di bibirnya,ketika mentap wajah chanyeol yang damai ada perasaan yang bahagia yang memenuhi dirinya. Seul dae berjinjit dan menarik wajah chanyeol, menutup mata sebelum menempelkan bibirnya, menyalurkan rasa kasih yang selama ini ia tahan. Saat merasakan bibir seul dae, chanyeol memilih tidak membuka mata, dam menerima setiap perlakuan gadis itu.

Adegan romantis itu terjadi di trotoar jembatan sungai han. di kelilingi pemandangan indah kota seoul di malam hari, seakan  mereka adalah raja dan ratu di dunia ini.

@seafood restorant..

Sudah sekitar 2 jam waktu berlalu tapi  seul dae belum juga menemui baekhyun. Baekhyun yang dari tadi gelisah merasa kesal dan memilih untuk pulang. Ia keluar dari restaurant dengan kesalnya. Ia mengambil ponsel dari mantelnya dan menekan no. D.o

“ katakan apa yang kau inginkan?” tanya baekhyun to the point

“kau gagal?.ahahaha” jawab d.o sambil terbahak

Baekhyun mencibirkan bibir kektika mendengar d.o menertawainya,ingin rasanya memukul kepala d.o jika saja d.o berada di dekatnya. “Huft” entah sudah berapa kali ia membuang nafas karena emosi..

“ok.. aku mau tiket liburan semuanya kau yang bayar..” kata d.o dengan santai

“terserah!…” baekhyun menutup telfonnya dengan kasar dan melangkah masuk ke mobil pribadinya. Ia menancap gas dan pergi dengan kecewa, misinya gagal total  acara makan malam  dan rencananya untuk mengalahkan kyungsoo  gagal, ternyata apa yang di harapkan baekhyun itu tidak semudah yang ia pikirkan. Seul dae memang adalah gadis yang mengidolakan dirinya, tapi dia lupa kalau fansnya itu sudah memiliki suami yang bahkan biasa menerkamnya kapan saja.

1 jam berlalu saat sehun mengunci pintu rooftopnya,dan ra young masih tertidur sambil meringkuk kedinginan di kursi kayu.

Ngiiiingg…..ngiiii.nggg..ngiiiing “plak!”

“Plak!”

“ketepak!”

“Ketepuk!”

“aish…dasar tante-tante girang!. Dia bilang rumah ini begitu nyaman. Nyaman apanya…”timpal sehun menggaruk kepalanya karena kesal. Ia tidak bisa tidur karena suara nyamuk dan tubuhnya terasa gatal karena gigitan nyamuk-nyamuk nakal itu.. ia memutuskan untuk keluar rumah, dan mencari udara segar

“huftt..” ia membuang nafas lega setelah ia kahirnya bisa menghirup udara di teras rooftop. Ia mengira jika dirinya tidak akan tidur malam ini,karena nyamuk yang sangat banyak di kamarnya. Ia bisa saja membeli obat nyamuk, tapi ini sudah sangat larut dan lagi pula mini market cukup jauh dari sini, terlebih lagi ia merasa takut di persimpangan jalan itu sangat gelap dan menyeramkan.

“setidaknya aku bisa bebas dari wanita tua itu..” gumam sehun menatap sederet pemandangan yang ada di bawah, pemandangan malam kota seul yang begitu indah,lampu-lampu gedung pencakar langit itu berkilau dengan ragam warna…

“halmoeni” terdengar ringkihan suara di belakangnya , sehun berbalik “oh..yak.. Kkamjjagiya! “dan seketika ia terlonjak kaget mendapati ra young yang meringkuk kedinginan di kursi terasa dekat pintu rooftopnya. Alis tebal sehun mengerut “mwoya..kenapa gadis gila ini belum pergi juga?” sehun mendekati ra young dengan santai. Dan menatap remeh gadis itu. “hei!..” sehun menyentuh lengan dengan jijik,maksudnya menggunakan ujung jari telunjuknya, ra young tidak merespon melainkan meringis karena kedinginan. “he he hei…!”sehun mengguncang bahu rayoung, rayoung merasakan itu dan sontak menangkap tangan sehun di bahunya, menggenggamnya dengan erat, meringis kedinginan.

sehun terkejut karena tangannya di genggam oleh ra young, kini bibirnya terbuka, ia berhenti bergerak ketika ra young menggenggam tangannya. Ia berniat melepasnya tapi rayoung lebih dulu mengeratkan genggamannya, ra young membawa tangan sehun ke dadanya meletakkannya seakan memeluk tangan sehun. Sehun tambah terkejut tiba-tiba tubuhnya menggenjang,pikirannya tidak karuan..

“m.m..mmwoya?..” sehun tergagap posisi tangannya sedang tidak benar..

“halmoni bogosippo..” lirih ra young mengigau…

Dengan cepat sehun menarik tangnnya. Dan berbalik membelakangi ra young ,mengipasi wajahnya yang tidak panas. rupanya namja tampan ini menjadi salah tingkah.. “huffhh..”sehun mendesah merasakan sesak di dadanya. Baru kali ini ia mengalami hal yang memalukan..

“aku tidak menyentuhnya kan ?…benar aku tidak menyentuhnya… ouhhh.. jinja!” sehun berbalik dan menatap ra young dengan kesal. Gadis itu terlihat kesakitan. Sehun kembali mendekat dan dengan lembut memeriksa dahi ra young. Yang benar saja seluruh tubuh ra young kedinginan, untuk kedua kalinya sehun terkejut dan panik. Ia segera menggendong gadis itu dan masuk ke dalam rumah. Sehun menendang pintu kamarnya dan memasukkan ra young ke kamarnya, membawanya ke kasur dan membaringkan gadis itu, sehun dengan cepat menarik selimutnya untuk ra young. Dan setelah itu ,sehun berjalan ke sudut kamar untuk menyalakan penghangat ruangan. “halmoni..” gumam ra young sekali lagi,sejak tadi gadis itu memanggil nama neneknya. “sepertinya aku lupa membawa neneknya.” Sehun tertawa kecil,ia kembali keluar dan menemukan boneka itu di bawah kursi. Sehun meraih boneka itu dan untuk sesaat memandangnya dengan penuh pertanyaan.

“sebenarnya boneka ini…aduh aku bingung kenapa boneka sejelek ini di bilang nenek?” sehun mengoceh. Tidak sengaja ia menoleh dan melihat foto yang tergeletak di beberapa bungkusan barang,sehun kemudian meraih foto itu dan menyamakan boneka yang di peluk ra young kecil dalam . Ra young terlihat tersenyum dengan gigi depannya yang ompong sangat lucu dan menggemaskan. Di gambar Ra young tampak bahagia dipangku seorang nenek yang sedang mencium pipi ra young..” sehun langsung menganguk-ngangguk tampa berbicara..

Sehun kembali ke kamarnya, menutup pintu setelah masuk dan berjalan ke arah kasurnya. Ia melihat ra young yang tertidur nyaman di kasurnya, sehun kemudian meletakkan boneka itu di samping ra young. Entah sejak kapan tatapannya berubah menjadi tatapan perhatian, setelah merasa semuanya baik. Sehun keluar rumah dan memassukkan barang-barang yang terhambur di teras. Sehun membawa bungkusan barang berwarna biru entah apa isinya. Dan tidak sengaja kotak kecil berwarna pink itu terjatuh ke lantai..

“ O’..” sehun menurunkan bungkusan yang ia bawa di dekat pintu. Sehun meraih kotak yang terjatuh tadi,memperhatikan sebelum membukanya, saat membuka tutup kotak, ia hanya mendapatka secarik kertas yang terlipat rapi,sehun mengambil kertas itu dan membukanya..

Ra youngku tersayang~.. mungkin ini adalah hadiah terakhir dari nenek.. kau bilang kalau cucu kesangan nenek, sangat suka dengan teddy bear..jadi nenek meminjam uang dari teman untuk membelikanmu boneka ini. sebagai hadia ulang tahunmu, mungkin nenek tidak bisa lagi menjaga dirimu..jadi anggap saja boneka ini adalah nenek yang akan selalu ada di sampingmu…saat kau bersedih maka peluklah boneka ini, kau pasti merasana hal yang sama saat memeluk nenek. Boneka ini adalah nenek jadi ra youngku tidak boleh bersedih apapun yang akan terjadi. Kau harus menjadi gadis yang kuat… nenek sangat menyayagimu~…

Sehun begitu terharu ketika membaca surat itu, tiba-tiba ia merasa bersalah pada ra young karena kesalah pahamannya…lama memandang surat itu sehun kembali memasukkan kertas itu kedalam kotak dan kembali mengangkat barang kemudian menaruhnya di ruangan tengah. karena tidak tau ingin menyimpan barang-barang itu, sehun meletakkan semuanya di ruangan tengah.. ia kembali ke kamarnya dan menatap ra young dari pintu.. ra young tertidur pulas setelah berada di kasur sehun,sangat lama sehun memandang ra young dan tiba-tiba ponselnya berdering… sehun langsung keluar rumah dan menerima panggilan tefonnya..

“yeoboeseo?..” ucap sehun

“apa kabar sehun sshi…apa kau kenal suaraku?”

“nun…nu..nuna.. hyo hee nuna/?” ucap sehun tiba-tiba

“wah..kau benar-benar hebat.. kau bahkan masih mengingatku setelah sekian lama”

“nuna..bagaimana kau..ah! apa kau baik-baik saja?.. bagaimana pengobatanmu? ..apakah ada hasil?.. kapan kau kembali ke seoul?”

Sehun menyerang hyo hee dengan beribu pertanyaan dan itu membuat suara di telfon itu terdengar sedang tertawa

“aku baik-baik saja.. tentang hasil pengobatanku aku tidak bisa mengatakannya, aku akan ke Seoul besok.. aku akan memberi kejutan calon suamiku..aku ingin ia terkejut ketika melihatku..”

“nu..nuna..” sehun kembali menjawab gugup, ia tidak mungkin mengatakan bahwa keadaanya sudah berubah dan akan membuat gadis itu terskiti… “apa yang akan terjadi..? nuna tidak boleh tau kalau chanyeol suadah menikah..ini akan menjadi bencana yang besar..”

“sehun-ah aku ingin kau membantuku..?”

Sehun terdiam,berfikir akan apa yang di katakan hyo hee.

“sehun-ah..halo..oh sehun..?”

“n…ne.. nuna” jawab sehun cepat.

“…..”

Sehun menutup telfonnya, ia begitu syok setelah mengetahui hyo hee akan kembali ke seoul. Kenapa hyo hee harus datang kembali? setelah meninggalkan chanyeol yang frustasi gadis ini  kembali dan akan membuat kekacauan besar.

“aku harus menelfon baekhyun hyung!” sehun dengan cepat menekan nomor baekhyun dan memasang wajah seriusnya, menunggu jawaban dari baekhyun

“apa?..aku sedang tidak mood..jangan menelfonku!” Setelah mengatakan itu baekhyun langsung memutuskan telfonnya,bahkan sehun belum sempat berbicara tapi entah apa yang membuat baekhyun begitu tega menutup telfonya..

“ya..ada apa dengan hyung ini..ck..” sehun mendecis.. dan memutuskan menelfon d.o

“ada apa sehun-ah”

Suara yang ini lembut dari yang lainnya

“hyung..ada kabar buruk !. hyo hee nuna akan kembali ke seoul besok..bagaimana ini? Jika sampai ia tau chanyeol sudah menikah…ini akan menjadi bencana hyung!” ucap sehun tidak sabaran..

“apa?..dari mana kau tau kalau hyo hee akan pulang?” taanya d.o tidak percaya..

“baru saja..nuna menelfonku dan ia memintaku untuk merahasiakan kepulangannya..bagaimna ini hyung?…aku benar-benar takut”

“ya..kenapa kau harus takut?… itu kehidupan mereka apa hubungannya denganmu dasar bodoh..” bukannya mendukung sehun, d.o malah mencaci sehun.

“jangan telibat sehun..jangan lagi….sudah cukup kita membantu chanyeol. Apa kau ingin ada yang jadi korban lagi?.. kau ingin menambah dosa  dengan membantu hyo hee lagi..sudah cukup!.sudah cukup  kita menghancurkan kehidupan yeora nuna.. sekarang kau juga ingin menghancurkan hidup seul dae..jadi sebaiknya kau diam saja” tutur d.o yang membuat sehun terdiam menanggapinya..

“suadahlah sehun  percuma kau memberi tahuku. aku tidak akan terlibat…” d.o memutuskan sambungannya, dan setelah itu sehun menjadi semakin syok, bingung ingin menempatkan dirinya pada siapa

Tadinya author berfikir d.o akan membantu sehun tapi nyatanya d.o malah menyuruh sehun untuk tidak terlibat dalam kehidupan chanyeol..padahal sehun benar-benar khawatir dengan chanyeol,ia tau bahwa chanyeol berada di situasi yang sulit, dan ia tidak ingin nuna yang di kenalnya jatuh sakit dan tersiksa…

“apa sebaiknya aku memberi tahu chanyeol?..atau menutup mulutku dan menunggu apa yang terjadi?.kenapa aku yang merasa gelisah…?”

Dan karena itu sehun tidak tidur memikirkan apa yang harus ia lakukan..

Tring……trrriiiiiiing…triiiing…!!

Ra ran tetidur lelah di atas meja belajarnya… ia terbangun ketika mendengar suara dering yang membuat pipinya yang tertempel di meja juga ikut bergetar.,rasanya telinganya akan pecah karena mendengar itu. rupanya suara itu berasal dari smartphonenya, ra ran menyampingkan wajahnya,meraih handphone itu dengan malas dan meletakkan di atas telinganya,matanya bahkan masih tertutp rapat.

“yeoboeseo…?” suara ra ran terdengar serak…

“oh..nuna!” suara itu terdengar bersemangat

“kenapa kau menelfonku malam-malam pabo..” kata ra ran dengan mata yang masih mengantuk..

“nuna aku merindukanmu…apa kau tidak merindukan sepupumu ini?”

“omong kosong…” jawab Ra ran datar

“aku akan liburan di seoul..halmoeni sudah mengisinkanku untuk ke seoul…dan aku ingin menyiapkan kamar tidurku ok..!”

“ishh..bocah tengik ini..kau pikir aku pembantumu…jangan harap”

“oh..baiklah aku akan mengadukanmu pada halmoeni kalau ra ran nuna tiadak melayani cucu kesayangannya”

“oh..jadi kau mengancamku..jangan berharap kau akan bertemu seul dae di seoul!”

“ba..baiklah… demi nuna cantik Kang seul dae, pujaan hati sang Kai kim.kekeke “

“menjijikkan..” cibir ra ran memutuskan sambungannya dan menaruh kasar handphonenya di meja belajarnya. ia beranjak  ke kasurnya dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda akibat ocehan sepupunya yang tidak penting itu. –

Malam juga sudah larut sekali sepertinya sekita pukul 11:20

1 jam berlalu sejak kejadian itu…. chanyeol hanya terdiam sejak seul dae melepas ciumannya dan menatap wajah merahnya, dirinya bahkan tidak sanggup menatap wajah seul dae. ia memilih berbalik dan masuk ke mobilnya. Seul dae yang bahagia hanya bisa ikut masuk ke mobil dan duduk di samping chanyeol…sesekali ia memandang wajah chanyeol, yang kelihatannya di penuhi pikiran, saat melihat chanyeol dengan wajah seperti itu, seul dae memilih menoleh dan melihat ke luar jendela mobil.ia berfikir mungkin saja chanyeol tidak menyukainya..karna itu ia tidak membalas perlakuannya tadi, bahkan chanyeol tidak ingin menatapnya,apa chanyol benar-benar tidak menyukainya…jika saja itu benar! Bukankah seul dae hanya menjadi benalu dalam hidup chanyeol..chanyeol bahkan tidak akan menoleh padanya…awalnya ia sangat lega karena pada akhirnya dirinya dengan berani mengungkap perasaanya di depan chanyeol,bahkan berani mencium namja itu.

“Chanyeol-ah..” seul dae membuka suara

“aku tidak ingin berbicara….aku juga tidak ingin membahas apapun..” katanya tampa menatap seul dae . chanyeol bersikap dingin pada seul dae, dan seul dae sudah biasa dengan itu,ia menutup mulunya saat setelah menatap chanyeol yang mengabaikan dirinya..

Chanyeol masih fokus menyetir mobil,seul dae juga hanya bisa melihat kendaraan yang ada di depan mereka….ia tidak berani lagi menatap chanyeol,sampai mobil mereka berhenti di lampu merah..

Kreek..grooouuukkk…groouuukkk!!  suara itu berasal dari perut seul dae yang kelaparan..

Awalnya ia ingin mengatakan jika ia sangat lapar tapi chanyeol langsung menyuruh dirinya untuk diam…

Chanyeol yang mendengar itu langsung menoleh dan medapati pipi seul dae yang merah karena malu,seul dae terlihat menggigiti bibir bawahnya..ingin rasanya chanyeol tertawa, tapi perasaanya sekarang sedang tidak mendukung,ia hanya menyengir dan menginjak gas saat lampunya sudah hijau..

“ayo cari restauran yang masih buka..” ucap chanyeol sambil berbelok dan memilih arah jalan ke kanan…

“aku tidak ingin makan di restauran..saat ini aku sangat ingin makan teokboekki dan sundae”seperti sedang mengidam seul dae menatap harap wajah chanyeol

“mwo..teokboekki..aku tidak suka itu..cari makanan yang ain saja” tolak chan yeol menatap dingin ke seul dae, bibir seul dae tiba-tiba mengerucut ketita mendengar itu..

“baiklah…di depan ada kedai tteok..kau bisa menurunkanku di situdan kau boleh meninggakanku…” ucap seul dae dengan kecewa..

“bodoh…keras kepala sekali ck..” chanyeol mendecis dan memilih untuk menuruti kemauan gadis itu..

“Yes!”teriak seul dae dalam hati,, ia tersenyum kemenangan chan yeol meminggirkan mobilnya  dan ikut turun bersamanya ke kedai tteok.. nampakknya tidak ada pembeli hanya mereka berdua…. terlihat ajumma pemilik kedai sedang mengaduk saus merah di kuali yang besar..

“wah…enak sekali..ajumma aku pesan dua porsi..” kata seul dae pada ajumma itu

“satu porsi saja…” ucap chanyeol datar

“hehehe..aku tau kau juga inginkan?..tapi kau hanya gengsi makan makanan seperti ini…ini sangat enak..ajumma dua porsi..”

“ku bilang satu..” bentak canyeol

“satu atau dua?..dua atau satu?..” ajumma itu mulai bingung…secara ajumma ini suada tua jangan membuatnya jadi pikun chanseul _-

“na ara..” gumam seul dae,

“mwo?” chanyeol bertanya, bibir tebalnya merapat dan mentap bingung..

“tidak apa-apa..kau pulang saja..kalau kau ingin makan tinggal bersamaku..jika tidak pulang saja.aku bisa pulang sendiri…” ucap seul dae memberi pilihan. Dan chanyeol mulai kesal..chanyeol mengangkat 2 jarinya dan tatapannya mengarah ke seul dae tapi tangannya di arahkan ke ajumma, ajumma langsung menurut,seul dae langsung melihat jari tangan seul dae dan tersenyum kemenangan…

“ASSA!”

TBC….

CA..! sampai disini dulu uthor lelah mikirnya…. part kali ini agak kacau…bingung mau lanjutin apa nggak..part berikutnya mungkin lama aku mau mikir panjang wkwkwk… bye bye ..sampai jumpa di part berikutnya.. and readers yang sebelumnya pada kemana ya…. chanseul lovers kok pada ilang semua ?… udah ah yang setia lebih penting

Keep faighting ☺

21 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Llibrary Love (Chapter 11)

  1. Huft..kasihan seul dae nya kalo di next chap tersakiti oleh hyo hee…andwae!!!
    Sehunnie juga lagi bingung mikirnya gegara hyo hee..,, huft.. memang dasar hyo hee..😑

    Di tunggu next chap nya thorr…😊
    Hwagthing!✊😁

  2. Huaaa yg ditakutkan trjdi jg.. Hyo hee balik lg nih, ahh tp yg aku ga ngrti jd hyo hee itu ninggalin chan bwt brobat gtu thor?trs smpe bkn chanyeol frustasi, dan skrg dia mw balik lg dan blng chan calon suaminya?huaaaa andwee ksian seul dae😦 ditnggu nex chap ny thor, smga lbh pnjng dan mkin bnykin scene sosweet ny chan seul dae nya yah hihii

  3. Halo thor aku reader baru dan ngebut baca ff ini baru bgt hari ini wkwk jd mending sekalian aku komen di chapt 11. Aku suka bgt ff library love tp jujur, chapt 11 diluar ekspetasi ku bgt, huhuhu rada gasuka kl si seul dae tb2 ngungkapin perasaannya duluan abis cy nya kasar, awalnya aku berharap cy yg berjuang gt/ngungkapin duluan. Tp gpp aku sangat menghargai karya imajinasi author..

    Ditunggu nextnya~

    • reders akan tau sendiri kenapa seul dae yang deluan bukan chanyeol..? padahal awal kisah orang lebih dulu menyukai seul dae itu adalah chanyeol..kisah LL masih banyak sebab-sebab yang belum readers ketahui… autor udah rencanain dari awal,, aku bakal ngasih sedikit bocoran tentang ff ini
      chanyeol adalah orang berusaha menimbun prilaku munafiknya atasa apa yang di lakukan dirinya 3 tahun yang lalu sebelum perjodohan ini terjadi. rasa penyesalan yang membuat dirinya harus mengambil jalan yang sudahia pilih… itu aja kekeke^^

  4. Akhirnya LL update juga. Enggak papa thor next chap updatenya agak lamaan juga “agak” lho ya. Hehehe maksa nih reader yg satu 😆😆. Yang penting nambah bagus setiap chapnya agak lamaan juga enggak papa.
    Itu napa sih pengganggu muncul pas seuldae lagi kasmaran sama chanyeol. Huft!!

  5. Tuhh kan aku bilang juga apa, yeoja itu bukan Seul dae..hihi

    Wiihh..hahaha
    Ngakakkk beneran pas sehun oppa di serang nyamuk(?). Plak., ketepak., ketepuk..hahahaha
    “aku tidak menyentuhnya kan ?…benar aku tidak menyentuhnya… ouhhh.. jinja!” hahahaha., hayoo Sehun oppa kau menyentuh apa eohh??..hahahaha
    Duhh ngakak beneran deh disini Sehun oppa bikin ktawa aja..kkkkk

    Nahh chan gitu dong., mau juga kan akhirnya..
    Itu yeoja siapa lagi., duhh jgn ganggu kehidupan Chanyeol dan Seul dae dehh.,

    Next kak dtunggu klanjutanya^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s