[EXOFFI FREELANCE] BLIND (Chapter 1)

ff-blind

Title : BLIND

Author : BanHana Chance

Cast :

-Park Chanyeol {EXO K}

-Jang Nina {OC}

Support cast :

-Jang Nara {OC}

-Bobby {IKON}

Genre : Sad, Romance, Schooll life

Length : Chaptered

Rating : PG17

Disclaimer : FF INI MURNI DARI IMAGINASI AUTHOR. DILARANG KERAS PLAGIAT

Summary : Impian Park Chanyeol sebagai pemain basket tingkat internasional kandas di tengah jalan akibat penyakit yang di derita-nya dan juga pengorbanan-nya untuk memperjuangkan cinta-nya. Akankah sang dokter bisa menyelamatkan-nya? atau justru Chanyeol harus menggantung semua harapan terbesar-nya.

Author Note’s : FF ini murni dari imaginasi author. Kalau pun ada kesamaan alur cerita atau sebalik-nya itu pasti hanya sebuah kebetulan saja. FF ini terinspirasi dari film Magic Hour. Banyak TYPO’S dimana-mana.

.

.

~oOo~

Dia adalah gadis tercantik di SM High Schooll. Entah kenapa aku sudah menyukai-nya sejak kita sama-sama menapak-kan kaki di sekolah dan kelas yang sama. Aku benar-benar sangat mencintai-nya, sama hal-nya seperti aku mencintai Basket. ‘Park Chanyeol’

Entah kenapa setiap melihat senyuman itu membuat-ku semakin ingin berada di samping-nya. dia adalah orang pertama yang memberikan tangan-nya untuk membantu-ku disaat aku merasa kesulitan. ‘Jang Nina’

Kami terlahir dengan rahim yang sama. Dia adalah satu-satu nya adik yang ku punya. Apa-pun akan kuberikan demi dia. Termasuk orang yang ku cintai. ‘Jang Nara’

Teman? Di dunia ini aku tidak membutuhkan teman. Cinta? Untuk apa cinta kalau pada akhir-nya aku melukai gadis yang ku cintai. ‘Bobby’

~oOo~

{Chanyeol POV}

“Kerja yang bagus teman-teman. Kita harus menang hari ini Fighting.” Ucap-ku menyemangati teman-teman pemain basket lain-nya.

Hari ini adalah turnamen basket antara SM High School dengan YG High School.

Tim-ku  melawan tim dari Bobby. Kita berdua adalah musuh bebuyutan semenjak aku menjuarai turnamen basket tingkat Junior High School dulu mengalahkan tim dari Bobby.

{Skill bermain Park Chanyeol tidak bisa diragukan lagi. Apalagi setiap hari dia berlatih sangat keras}

Hal tersebut wajar saja membuat Bobby sangat membenci-nya. Sebenar-nya mereka dulu berteman baik. Tapi karena ayah Bobby pernah menipu ayah Park Chanyeol, keluarga mereka berdua bermusuhan. Bahkan termasuk Chanyeol dan Bobby.

.

~oOo~

{Jang Nina}

“Eonni…hari ini aku pulang terlambat. Aku ingin menyaksikan pertandingan basket namjachingu-ku. Bolehkah eonni?” tanya Nina dalam sebuah telepon.

“Baiklah. Tapi jangan sampai pulang malam-malam. Arraseo?” tanya Jang Nara kakak dari Jang Nina.

“Baiklah eonni. Kau kerumah sakit saja dulu. Nanti aku pulang di antar oleh namjachingu-ku.” Ucap Nina.

Nina baru saja menelepon Nara karena hari ini adalah pertandingan basket Park Chanyeol kekasih-nya.

Kebetulan mereka sudah menjalin hubungan sejak masih kelas 1 SMA. Jadi tidak heran jika Nina sangat setia menemani Park Chanyeol.

.

.

“Chagiya…..fighting….!!!” teriak Nina dari kejauhan dan mendapatkan balasan senyuman manis dari Park Chanyeol.

~oOo~

{Jang Nara}

Hari ini Nara mempunyai jadwal yang sangat padat. Dia harus mengoperasi pasien yang mengalami kecelakaan dan kaki-nya patah.

Nara adalah seorang dokter muda yang sangat pintar dan cantik. Dia juga hebat dalam ahli medis. Keahlian-nya dalam mengoperasi orang sudah tidak bisa diragukan lagi. Dia sangat hebat dalam hal itu.

.

.

~oOo~

Tim basket Park Chanyeol kali ini menang lagi. Bisa dilihat Bobby sangat kesal karena tim basket nya kalah telak.

“Sial….kita kalah lagi.” Ucap Bobby kesal sambil melempar bola basket sangat keras dan mengenai kepala Chanyeol.

Bughh….

Chanyeol pun tidak terima dengan perlakuan Bobby barusan. Dia langsung mendatangi Bobby dengan wajah kesal-nya.

“Wae….” tanya Chanyeol dengan lagak songong.

“Cih…kau fikir aku sedang apa eoh?” ucap Bobby meremehkan.

“Aishh….dasar kau sekya….!!!” teriak Chanyeol dan satu pukulan mendarat di pipi Bobby.

Bughh…..

Bobby kini tengah tersungkur di tengah lapangan. Sudut bibir-nya mengeluarkan darah segar. Saat hendak melawan, tiba-tiba Nina datang dan menghadang Bobby untuk melindungi Park Chanyeol.

“Yak…chagiya apa yang kau lakukan eoh. Cepat kau minggir.” Ucap Chanyeol cemas melihat Nina kini sedang berada di depan-nya dengan tangan terlentang.

“Siapapun. Tidak ada yang boleh menyentuh Namjachingu-ku terutama kau Bobby. Arraseo…!!!!!” bentak Nina kepada Bobby.

Bobby langsung berdiri dan meninggalkan Chanyeol dan Nina.

“Kau tidak apa-apa chagiya?” tanya Nina khawatir.

“Gwaenchana…chagiya…mianhae hari ini kau pulang sendiri ya. Aku masih ada urusan penting.” Ucap Chanyeol tergesa-gesa.

“Tapi chagi. Hari ini kan kita…”

“Mianhae chagi aku pergi dulu bye-bye…” ucap Chanyeol dan berlalu meninggalkan Nina begitu saja.

“Hufftt….dasar Chanyeol phabo..tahu begitu kan tadi aku ikut eonni Nara saja.” Kesal Nina dan pergi meninggalkan lapangan yang sepi itu.

.

.

~oOo~

{Bobby}

Kali ini Bobby tengah berkumpul dengan teman-teman basket lain-nya. Seperti-nya mereka menyusun rencana yang buruk pada Chanyeol.

“Bagaimana? Apa kau sudah menyelesaikan apa yang ku suruh tadi?” tanya Bobby berbisik.

“Sudah dong bos. Sepertinya rencana kita akan berhasil.” Jawab teman Bobby.

“Baiklah. Kajja kita pulang.” Ajak Bobby dan pergi meninggalkan teman-teman lain-nya.

.

.

~oOo~

{Jang Nara}

“ahh badan-ku capek sekali…” keluh Nara sambil memijit kaki-nya.

Saat hendak pergi tiba-tiba Nina datang membawakan minuman untuk Nara.

“Ini untuk-mu eonni.” Ucap Nina memberikan sebotol minuman ber ion untuk Nara.

“Gomapta.” Ucap Nara. “Muka mu kenapa? Kenapa ditekuk seperti itu?” sambung Nara.

“Huhh aku kesal dengan Park Chanyeol eonni. Masak aku ditinggal pergi begitu saja. Padahal kan aku ingin pulang bersama-nya.”

“Hahaha sudahlah. Kau sudah makan? Kajja kita pergi makan siang dulu. Hari ini eonni bekerja sangat keras. Ada orang kecelakaan tadi dan harus di operasi.”

“Huhh eonni kau membuat nafsu makan ku hilang saja. Aku jijik dengan darah eonni kenapa kau malah menceritakan orang kecelakaan padaku eoh?” kesal Nina.

“Hahaha kau ingin melihat darah orang habis kecelakaan. Kajja ikut eonni ke ruang UGD. Darah nya segar…kaya juice strawberry. Hahaa” ejek Nara kepada Nina.

“Yakk…eonni…” teriak Nina dengan kesal.

Namun saat mereka hendak pergi tiba-tiba ambulan datang membawa pasien kecelakaan.

“Ada apa eonni?” tanya Nina cemas.

“Sepertinya ada pasien kecelakaan. Eonni harus menangani-nya.” Jawab Nara dan lari menemui pasien tersebut.

“Omo..yaaa eottokeh…aku takut aku takuttt…” resah Nina sambil menutup kedua mata-nya.

Namun pandagan Nina menjadi kosong ketika melihat pasien yang barusaja melewati-nya sedang dibawa lari ke ruang UGD.

Tubuh Nina serasa sangat lemah. Mata-nya meneteskan air mata dan bibir-nya terasa kaku.

“Apa yang kulihat barusan? Darah… dan….” ucap Nina.

Tiba-tiba Nina pingsan begitu saja. Seseorang yang melihat Nina tergeletak langsung menolong-nya.

.

.

~oOo~

“Sepertinya pasien ini mengalami masalah yang cukup serius. Tangan kaki nya mengalami patah tulang dan kira-kira akan sulit untuk pulih.” Ucap salah satu dokter yang menangani pasien itu bersama Nara.

“Oh iya sudah di hubungi-kah keluarga pasien ini? Siapa nama pasien ini?” tanya Nara.

“Nama pasien ini Park Chanyeol. Kata teman-nya dia masih pelajar SMA dari SM High School. Dia mengalami kecelakaan karena terjadi rem blong pada mobil-nya Dokter.” Ucap salah satu suster di ruangan operasi itu.

Tiba-tiba Nara membelalak-kan mata-nya kaget dengan apa yang baru saja dikatakan suster barusan.

“Mwoo….Park Chanyeol…???” teriak Nara.

“Wae dokter…???” tanya salah satu suster tersebut.

“Ahh tidak apa-apa. Kalian bereskan dulu alat-alat ini dan pindahkan pasien ke ruang VIP.” Suruh Nara dan langsung pergi meninggalkan ruang operasi untuk menemui Nina.

.

.

~oOo~

Diluar terlihat Nara sangat kebingungan mencari keberadaan Nina.

Saat hendak menelepon Nina tiba-tiba seorang suster memberitahu keberadaan Nina.

“Dokter…Ny.Nina sekarang ada diruang ini. Dia tadi pingsan dokter.

“Mwo…pingsan…” teriak Nara cemas

.

.

~oOo~

“Eonni…” ucap Nina lirih sambil menangis. Nara langsung berlari memeluk Nina.

“Gwaenchana Nina. Apakah namja itu Park Chanyeol kekasih-mu?” tanya Nara.

Tiba-tiba Nina melepaskan pelukan-nya.

“Jadi …..benar namja berlumuran darah tadi Park Chanyeol?” ucap Nina dan tiba-tiba tangisan tidak terbendung lagi. Nina benar-benar merasa terpukul melihat sang kekasih lemah tak berdaya.

“Gwaenchana Nina…eonni akan menyelamatkan-nya. Kau jangan menangis lagi ndee?” ucap Nara menenangkan Nina.

Kini Nina tengah menangis sejadi-jadi nya di pelukan Nara. “Kenapa kau bisa seperti ini Chanyeol-ah….”

~oOo~

Nina kini tengah tertidur di samping Chanyeol yang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan di hidung-nya.

Mata Nina terlihat sangat sembab akibat menangisi sang kekasih yang barusaja kecelakaan dan mengakibatkan kaki-nya patah.

Namun beruntung kaki nya tidak di amputasi. Hanya butuh gift dan terapi saja untuk kesembuhan-nya.

“Nina kajja kita pulang. Eomma pasti sudah menunggu dirumah. Kau juga harus beristirahat.” Ucap Nara.

“Andwee eonni. Kalau aku pulang Park Chanyeol akan kesepian.” Tolak Nina.

“Kan orang tua dia ada disini.” Jawab Nara. “Kajja kita pulang. Besok kan kau bisa kesini lagi.” Sambung Nara.

Akhir-nya Nina menuruti juga perkataan sang kakak. Bisa dilihat tubuh Nina sekarang sedang tidak sehat. Dia masih syok dengan kejadian yang menimpa sang kekasih.

.

.

~oOo~

Ke esokan harinya….

Hari ini Nina sedang tidak sehat. Dia tidak bersekolah hari ini. Nara pun juga menyuruh-nya agar tidak menemui Chanyeol dulu karena pasti dia akan kecapek-an disana.

Nina pun juga menuruti perkataan sang kakak meskipun tadi-nya dia menolak.

“Nina…eonni berangkat kerja dulu ya. Eonni akan menjaga kekasih-mu. Eonni janji dia akan cepat sembuh. Kau jangan bersedih lagi ya.” Ucap Nara dan mencium kening Nina.

.

.

~oOo~

{Author POV}

Hari ini Nara terlihat tidak bersemangat kerja. Dia sangat mengkhawatirkan sang adik yang sedang sakit berada di rumah sendirian.

Dia juga bingung dengan keadaan Park Chanyeol yang tidak kunjung siuman. Dia masih koma. Seperti-nya benturan keras di kepala Chanyeol mengakibatkan dia gagar otak dan koma.

.

.

{Jang Nara}

“Ya tuhan…. kenapa semua jadi begini?” keluh Nara sambil memegang kepala-nya yang pening.

Namun tiba-tiba seorang suster datang menemui Nara.

“Dokter…palli….sepertinya pasien bernama Park Chanyeol mengalami masalah. Tiba-tiba dia kejang-kejang dokter.”

“Mwoo….baiklah cepat siapkan alat-alat dan segera temui aku diruangan-nya. Oke?”

Nara kini tengah menangani Chanyeol yang tengah sekarat. Tekanan darah Chanyeol sangat lemah. Nara berusaha sangat keras.

“Yak…Park Chanyeol….kau mendengarku?…” ucap Nara sambil berusaha menyelamatkan nyawa Chanyeol. Hampir 5 menit berlangsung tapi detak jantung Chanyeol semakin lemah.

Tiba-tiba saja jantung Chanyeol berhenti berdetak.

Ttiiittt…….

“Yakk….Park Chanyeol….!!!!! cepat sadarlah..apa yang kau lakukan eoh…” teriak Nara sambil  meletakkan alat kejut di dada Chanyeol berkali-kali. {Author gak tau nama alat-nya. Mianhae}

Sang suster pun menggeleng-gelengkan kepala-nya.

“Sepertinya kita tidak bisa menyelamatkan-nya lagi dokter.” Ucap suster.

Dengan nafas terengah-engah, Nara kini mulai melemah dan perlahan mulai meneteskan air mata.

“Cih…dasar namja gila. Apa dengan cara ini kau pergi eoh? Hah…mudah sekali kau meninggalkan adik-ku begitu saja dengan cara seperti ini?” ucap Nara sambil menangis memeluk Chanyeol.

“Ireona….Park Chanyeol….kasihan Nina kau tinggal. Kasihan dia sendirian tanpa-mu. Bangunlah Chanyeol-ah…..” teriak Nara sambil memukul-mukul Chanyeol.

.

.

~oOo~

{Bobby}

Bobby dan teman-teman nya terlihat sangat senang mengetahui keadaan Chanyeol yang sedang sekarat di rumah sakit.

“Huahahaa….” suara tertawa penuh kemenangan memenuhi Cafe yang berada tak jauh dari rumah Bobby.

“Benarkah…? woahh daebbak… tidak salah aku menyuruhmu merusak rem mobil Park Chanyeol. Kau memang hebat.” Ucap Bobby penuh kemenangan.

“Hahaha…. sekarang sudah tidak ada lagi orang yang bisa mengalahkan-ku. Aku akan menjadi pemenang di turnamen basket kali ini. Hahaa.” Ucap Bobby sinis.

.

.

~oOo~

Salah satu seorang suster melihat tangan Park Chanyeol bergerak.

“Dokter….sepertinya pasien ini sadar. Tekanan darah-nya kembali normal. Jantung-nya juga normal Dokter. Sepertinya ini sebuah keajaiban.” Ucap suster itu senang.

“Jinjja….” tanya Nara dan bangun dari tangis-nya.

“Yak suster cepat ambilkan aku suntikan itu. Biar aku periksa dan cepat siapkan alat-alat untuk-nya.” Suruh Nara.

Nara terlihat sangat bahagia. Dia heran kenapa Park Chanyeol bisa kembali seperti itu. Padahal tadi jantung-nya benar-benar sudah berhenti berdetak.

“Aku tahu Park Chanyeol kalau keajaiban itu ada. Gomapta..kau sudah kembali hidup untuk adik-ku.” Ucap Nara tersenyum kearah Chanyeol yang terlihat tertidur terlelap.

.

.

~oOo~

{Nina & Nara}

“Jinjja….jinjjaaa….eonni…??? bolehkah aku menjenguk Park Chanyeol sekarang eonni?” teriak Nina sangat kegirangan mengetahui keadaan sang kekasih baik-baik saja.

“Shirreo….kau boleh menjenguk-nya besok. Sekarang kajja kita makan malam dulu. Baru besok kita bisa menjenguk-nya bersama.” Ucap Nara.

“Ahhh eonni kau menyebalkan sekali.” Resah Nina kesal.

.

.

~oOo~

Ke esokan hari-nya…..

“Dokter…sepertinya pasien bernama Park Chanyeol sudah sadar.” Ucap salah satu suster itu kepada Nara.

“Jinjja….baiklah siapkan alat untuk mengecek darah dan detak jantung-nya. Aku akan kesana dalam 5 menit.” Suruh Nara.

“Baiklah dokter…”

.

.

~oOo~

“Benarkah eonni? Woahh syukurlah…bolehkah aku kesana sekarang eonni?” tanya Nina dalam sebuah telepon.

“Andwe…kau jangan kesini dulu. Kau kan masih sakit. Kalau sudah sehat baru kau bisa kesini. Kau ingin Chanyeol sedih melihat-mu dengan keadaan seperti itu?” tanya Nara.

“Tidak eonni. Baiklah…” jawab Nina kesal.

“Kesinilah jika kau sembuh. Jangan menemui Chanyeol dengan air mata. Temuilah dia dengan senyuman manis. Arraseo?”

“Ndee eonni.”

“Baiklah..eonni periksa Chanyeol dulu ya. Anyeong…” ucap Nara dan menutup telepon-nya.

.

.

~oOo~

{Chanyeol}

Chanyeol terlihat sangat murung. Dia tidak ingin bertemu dengan siapa-pun termasuk orang tua-nya sendiri.

Dia terlihat sangat syok melihat kaki-nya tidak bisa di gerak-kan.

“Apa yang terjadi kepada-ku hahhh….” teriak Chanyeol dan melempari semua barang yang ada.

“Tenanglah tuan…kalau kau seperti ini maka kaki mu akan parah.” Cemas salah seorang suster yang berada di ruangan Chanyeol itu sambil berusaha menenangkan.

Namun Chanyeol tetap saja marah-marah. Nara pun heran dengan keributan apa yang sedang terjadi. Bisa dilihat ayah Chanyeol sedang menenangkan sang ibu yang tengah menangis tak kuasa melihat anak-nya yang frustasi.

“Ada apa ini?” teriak Nara.

“Pasien sangat stress dokter. Sepertinya dia mengalami frustasi karena kaki-nya yang patah.” Ucap Suster gugup.

“Baiklah kau keluar dulu biar aku yang menangani-nya.” Suruh Nara dan suster pun keluar.

Nara kini tengah menemui Chanyeol yang terlihat sangat acak-acak an. Dia menangis sesenggukan karena tidak kuasa menahan rasa sakit yang di derita-nya.

“Apa dengan cara seperti ini semua nya kembali seperti semula eoh?” tanya Nara ketus.

Chanyeol pun melengos melihat Nara yang barusaja datang. “Apa urusan mu eoh?” tanya Chanyeol sinis.

“Apa urusan-ku? Aku dokter disini.”

“Aku tidak peduli. Keluarlah.” Usir Chanyeol.

“Kalau kau seperti ini. Kau tidak akan pernah bisa sembuh. Jadi bersikaplah layak-nya laki-laki dewasa.” Ucap Nara.

“Cihh…aku tidak butuh belas kasihan-mu. Jadi keluarlah.” Usir Chanyeol.

“Baiklah aku akan pergi. Tapi setelah aku memberikan satu suntikan untuk-mu.”

“Biarkan aku mati saja lalu pergilah.”

Nara mulai menarik nafas-nya panjang. “Hhuuuhhhh….”

Kesabaran Nara akhir-nya sudah habis. “Dasar keras kepalaaa….kyyaaa……” teriak Nara sambil menyuntikan obat tidur tepat di pantat Chanyeol.

“Kkkyyyaaaaa………….!!!!!!!!”

.

.

~oOo~

{Author POV}

Sudah hampir satu minggu Chanyeol berada di rumah sakit. Dia terlihat sangat frustasi. Bahkan dia tidak mau makan sama sekali.

Tubuh-nya terlihat sangat lemah. Asupan makanan-nya hanya dari selang infus. Selain itu dia tidak mau makan apa-apa. Bahkan orang tua Chanyeol tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Park Chanyeol benar-benar terlihat sangat menyedihkan.

.

.

~oOo~

{Bobby}

Bobby benar-benar menunjukkan kehebatan-nya di lapangan basket kali ini.

“Hahhh sudah kuduga akulah pemenang-nya. Kajja kawan-kawan sedikit lagi kita akan menjadi pemenang-nya. Fighting…go…go…go….” teriak Bobby menyemangati teman-teman nya.

.

.

~oOo~

{Park Chanyeol}

“Pergilah….aku tidak ingin bertemu dengan siapa pun.” Ucap Chanyeol lemah sambil memandang ke arah jendela.

Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di leher Chanyeol. Suara isakan tangis dari yeoja tersebut tidak dapat terbendung lagi.

“Hiks….eottokeh….kenapa kau jadi seperti ini chagiya….” ucap Nina dalam tangis nya sambil tetap memeluk Chanyeol dari belakang.

“Aku tahu kau sangat terpukul. Tapi jangan biarkan orang-orang yang menyayangi-mu ikut merasakan kepedihan-mu chagi. Kau harus kuat. Masih banyak orang yang menyayangi-mu. Jadilah Chanyeol yang dulu. Yang smart, happy virus, dan selalu membuat semua orang bahagia. Bangunlah chagi…jangan seperti ini hiks….hiks…hiks….” ucap Nina sambil tetap menangis.

Perlahan Chanyeol mulai melepaskan tangan Nina dari leher-nya.

“Keluarlah…..” ucap Chanyeol malas.

Seperti tersambar petir. Hati Nina benar-benar terasa sakit mendengar apa yang barusaja di ucapkan Chanyeol pada-nya.

“Neh….?”

“Apa kau tidak dengar. Aku tidak ingin bertemu dengan-mu jadi pergilah.” Usir Chanyeol kepada Nina.

.

“Aku tahu kau pasti bercanda chagi…kau tidak sedang…”

“Pergilah….” usir Chanyeol sekali lagi.

Nina tiba-tiba berlari meninggalkan Chanyeol begitu saja sambil menangis. Tiba-tiba Nina menabrak Nara yang tengah berjalan menuju keruangan Chanyeol.

Bruukkk….

“Ahh….waeyeo….” tanya Nara heran.

Tanpa menjawab pertanyaan Nara, Nina langsung menangis dan memeluk Nara.

“Kau ini kenapa…apa kau bertengkar dengan Chanyeol eoh…” tanya Nara.

“Aaaa…..eonni….ada apa dengan Chanyeol? Kenapa dia mengusirku? Kenapa dia tidak mau bertemu dengan-ku eonni….hati ku terasa sangat sakit eonni….” rengek Nina kepada Nara.

“Sudahlah Nina. Kau jangan menangis. Chanyeol memang dari kemarin seperti itu. Dia tidak mau bertemu dengan siapa-pun. Jadi kau harus bersabar ya. Jangan menangis lagi. Kau bisa menemui-nya lagi besok. Jangan menyerah. Fighting…” ucap Nara menenangkan Nina.

“Baiklah eonni…aku pulang saja. Besok aku kesini lagi. Bye.” Ucap Nina dan pergi meninggalkan Nara.

TBC…..

Apa kalian suka dengan cerita-nya? atau malah bosan dengan konflik yang biasa-biasa saja.

Aku berharap banget kalian tinggalkan jejak kalian yaaa. terimakasih

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] BLIND (Chapter 1)

  1. Ceritanya bagus tapi kesannya jadi keburu-buru gitu thor. Bahasanya juga. Jadi kenikmatan membacanya terkesan cepet2 gitu. Tapi terlepas dari itu semua bagus ko thor. Di tunggu next chap nya yaw. Keep wrote n fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s