[EXOFFI FREELANCE] REGRET (Chapter 15)

byunpelvis

Author : ByunPelvis

Cast : Byun Baekhyun, Lee Kyungra (OC/You), Kim Jong In.

Other cast : member EXO lainnya.

Genre : Hurt ,  Romance.

Rating : General.

Leght : Chapter

Disclaimer  : Cerita murni dari pemikiran saya. Maaf untuk typo ☺.

*

“ALLOW ME”

Suasana malam hari selalu sama, sunyi dan juga hanya sendiri. Byun Baekhyun, pria karir yang selalu sibuk dengan pekerjaannya tak memikirkan jam berapa ia harus tidur. Beberapa menit lalu ia barusaja menutup laptop kesayangannya. Beberapa file pekerjaannya selesai dalam satu hari dan waktunya terkuras habis untuk itu.

Sebenarnya ada alasan khusus ia menyibukan diri selama ini. Baekhyun selalu berharap dengan banyaknya aktifitas dan kesibukan mampu membuang fikiran yang bisa membuat hatinya resah.

Tapi karena ksibukannya juga ia menjadi tak memikirkan pola hidupnya. Pria itu sebenarnya juga baru sembuh dari sakitnya, bahkan obat dari dokter yang diminumnya baru habis hari ini.

Baekhyun berbaring, mata sipitnya dipejamkan tapi lama ia mencoba tak kunjung bisa tertidur. Ia pernah mendengar tentang Insomnia, dan dirinya mungkin dalam kategori itu.

“apa yang harus kulakukan?” ucapnya bertanya pada diri sendiri. Tiba-tiba Baekhyun mengingat tentang Kyungra dahulu. Ia masih ingat betul saat tengah malam mengirim Kyungra pesan hanya untuk bertanya bagaimana caranya agar bisa tidur. Baekhyun beranjak, membuka kulkas yang tersedia didalam kamarnya. Dituangkannya susu kedalam gelas, sebelum minum ia mengamatinya. Baekhyun meletakan gelas itu dimeja.

Lagi, kenapa setiap waktu ia selalu berfikir tentang gadis itu?

“aku tak percaya kita akan bertemu lagi.”

Sekarang ia menemukan jawabannya mengapa tak bisa tidur. Ya , karena ia sungguh tak sabar untuk bertemu Kyungra. Pria itu tersenyum sekilas lalu meminum susu dalam sekali teguk.

Entah rasa susunya sangat enak atau Baekhyun yang sedang dalam mood baik. Setelah gelas kosong ia tersenyum bahagia. Hanya dengan memikirkan pertemuan itu jantungnya berdebar sangat kencang.

“aku sangat merindukanmu”

.

.

.

Pagi-pagi betul Baekhyun sudah rapi dengan pakaiannya. Ia memakai kemeja terbaik yang dimilikinya. Kemeja putih berpadu warna biru tua sangat cocok dengan kulitnya yang putih. Ia menyisir rambutnya berulang kali agar terlihat rapi.

“huh”

Baekhyun gugup, rasanya seperti menanti pengumuman kelulusan. Segugup apapun ia harus bisa mengatasinya. Baekhyun menyambar kunci mobilnya dan keluar apartement. Ia tak boleh terlambat,  Baekhyun lebih memilih menunggu daripada ditunggu. Ya walau ini terlalu awal untuk waktu yang telah dinantikan.

Ponselnya berbunyi , dan dengan cepat ia mengangkatnya.

“ne Kyungsoo-ya? aku menuju kesana.”

.

.

.

“berhentilah mondar-mandir. Kau membuatku pusing”

Kyungsoo yang sedang meminum ice green tea rasanya akan tersedak melihat tingkah Baekhyun. keduanya ada didepan airport dan selama disana belum masuk kedalam.

“Kyungsoo-ya, bagaimana kalau Kyungra berteriak dan mengusirku? Bagaimana jika dia lari dan tak mau melihatku?” tanyan Baekhyun cemas.

“dia tak akan seperti itu. Sudah sana masuk, dia terus menelfonku”

Kyungsoo malah masuk ke dalam mobilnya. Baekhyun berdecak dan dengan sedikit gugup memasuki airport. Kakinya terus melangkah dan matanya menyapu kesegala arah.

Jauh dihadapannya ada sosok gadis yang dicarinya. Baekhyun ingin berlari mendekati Kyungra tapi juga ada rasa takut, jadi pria itu berjalan sepelan mungkin agar Kyungra tak menyadari kehadirannya. Baekhyun hanya menatap wajah yang terlihat dari samping itu, ia tak peduli nanti akan menabrak orang.

Semakin dekat, Baekhyun sempat terhenti saat Kyungra posisi ber jongkok. Dapat dilihatnya barang-barang kecil berserakan dilantai dan Kyungra memungutnya.

Baekhyun menoleh kebawah dan menemukan kotak kecil berwarna coklat.Pria tampan itu membungkuk untuk mengambil benda yang tergeletak tepat didepan sepatunya. Ia terlalu penasaran jadi tanpa ijin membuka kotak yang ternyata isinya adalah sebuah memori.

Baekhyun sempat tertegun dan beralih menatap Kyungra yang masih terduduk. Lama keduanya saling bertatapan sampai suara wanita tua menyadarkannya.

“astaga Kyungra mengapa kau duduk dilantai huh?”

Baekhyun menutup kotak kecil itu, ia masih ingat betul hari dimana ia merekam lagu ciptaannya untuk Kyungra. Baekhyun membeli memori card dan memberikannya untuk Kyungra lewat Kim Jong In, sehari sebelum keberangkatan Kyungra ke USA.

“apa kau terjatuh? Ya bagaimana bi-“ ucapan wanita paruh baya itu terhenti.Baekhyun tersenyum dan membungkuk sopan.

“lama tidak berjumpa , Bibi Do”

“ohh,,,, ne. lama tidak berjumpa Baekhyun-ssi.”

Baekhyun mendekat dan menyodorkan kotak kecil yang dipegangnya pada sipemilik. Dengan sedikit kasar Kyungra menerimanya. Matanya daritadi berusaha menghindar dan Baekhyun menyadarinya.

“lama tidak bertemu”. Lirih Baekhyun hampir seperti bisikan. Kyungra menulikan pendengarannya dan terus melihat lain arah.

“imo, Kyungsoo Oppa belum datang juga. Kita naik taxi saja. eoh?”

“tapi Kyungra-ya , Baekh-“

“IMO”

Kyungra tanpa sadar membentak, suasana hatinya kacau sekarang. Dia ada diantara perasaan terkejut,muak dan rindu. Kyungra hanya tak bisa membenarkan bagaimana hatinya saat ini.

“aku lelah, aku ingin cepat pulang.” Ucap Kyungra dengan nada bergetar. Baekhyun mengepalkan kedua tangannya, bibirnya sangat berat untuk bicara. Ketakutannya kini terjadi, Kyungra benar-benar tak mau melihatnya.

“Baekhyun-ssi apa kau datang sendiri?”

Baekhyun menggeleng dan menoleh kebelakang, tepat disana ada Kyungsoo yang berjalan dengan santainya.

“Eomma, Kyungra-ya!”

Kyungsoo dengan wajah girangnya datang menghampiri, tapi Kyungra justru memandang kakak sepupunya itu dengan wajah membunuh. Siapa lagi kalau bukan Kyungsoo yang memberitahu kepulangannya pada Baekhyun.

“kenapa Oppa lama sekali? Aku sangat lelah” ucap Kyungra dengan nada ketus. Kyungsoo hanya meringis dan mengambil koper dari tangan ibunya.

“eomma, ayo cepat pulang” tandasnya tanpa membalas kata-kata Kyungra.

“tapi Kyungsoo-“

“cepatlah eomma!”

Kyungsoo menyeret pelan ibunya, tentu saja Kyungra tak tinggal diam. Ia menahan lengan Kyungsoo.

“Oppa, tunggu” pinta Kyungra ikut melangkah, tapi dengan cepat Kyungsoo melepas cengkraman tangan gadis itu.

“Baekhyun-ssi aku titip Kyungra.”

“YA! OPPA!”

Kyungrra bahkan sampai berteriak kesal. Bibi Do juga  tak sempat untuk bicara karena Kyungsoo benar-benar menariknya. Kini tertinggal dua sosok yang saling diam, nafas Kyungra terengah-engah karena menahan kesal. Dengan kasar diraihnya koper yang tadi dibawa, dengan acuh gadis itu mlangkah.

Baekhyun mengikuti langkah Kyungra dengan jarak 2 meter. Kyungra terlihat repot membawa koper juga jalannya yang masih menggunakan tongkat.

“Pulanglah bersamaku”

Langkahnya terhenti, Kyungra menatap Baekhyun sekilas dan melanjutkan jalannya. Tak mau diam Baekhyun merebut koper yang dibawa Kyungra dan menarik halus tangan gadis itu.

“apa yang kau lakukan? YA!!”

.

.

.

.

Tak ada yang bicara didalam mobil, Baekhyun yang sedang menyetir tak henti-hentinya melirik Kyungra yang terus menoleh kesamping. Pria itu terus menunjukan ekspresi kebahagiaannya, walau Kyungra tak menyambutnya dengan hangat.

Tadi Baekhyun berusaha keras untuk memaksa Kyungra pulang diantarnya. Berulangkali gadis itu menyetop taxi, tapi dengan lancang Baekhyun membatalkannya.

“turunkan saja dihalte depan sana” ucap Kyungra dengan nada dibuat sedingin mungkin. Baekhyun menghela nafas berat dan malah semakin menambah kecepatan laju mobil.

Kyungra menoleh dan menatap Baekhyun dengan sorot mata kesal. Dari dulu sampai sekarang Baekhyun selalu saja bersikap seenaknya.

“ada yang ingin kubicarakan.”

“tidak! Aku lelah dan ingin pulang”

Kyungra mengepalkan kedua telapak tangannya. Suasana disana sungguh canggung, kedua orang itu sama-sama merasakan jantungnya berpacu sangat cepat. Gadis itu mati-matian untuk tak memandang langsung mata Baekhyun, ia hanya tak mau merasakan lagi getaran yang dulu pernah dirasakannya.

“Kyungra-ya’’

“jika kau terus bicara aku akan melompat dari mobil ini.”

Baekhyun mengatupkan rapat bibirnya, ia kembali fokus pada jalan dan melambatkan laju mobilnya, pria itu takut apa yang diucapkan Kyungra benar-benar akan dilakukan. Walau sebenarnya ia tau jika Kyungra tak kan melakukan hal bodoh seperti melompat dari mobil yang sedang melaju. Baekhyun sangat tau jika Kyungra trauma pasca kecelakaan 3 tahun yang lalu.

“kau fikir kau siapa? Berhenti bersikap seperti itu!” lanjut Kyungra.

Baekhyun mematung, hatinya seperti ditusuk. Pada akhirnya pemuda itu mengendarai mobil tanpa bicara lagi, ia tak mau Kyungra merasa tidak nyaman bersamanya. Biarlah ia diacuhkan, yang penting hari ini bisa melihat Kyungra setelah sekian lama berpisah. Baekhyun berhasil menebus rasa rindunya setelah sekian lama menahannya.

.

.

.

Siang hari di kota Seoul terlihat sangat padat, sangat banyak orang berlalu lalang melanjutkan aktifitas mereka. Pemuda yang memiliki kulit sexy kecoklatan memandang pemandangan diluar dengan wajah bosan. Jika saja hari ini calon istrinya tak mengajaknya keluar dirinya pasti sudah menjemput teman.

“ckk menyebalkan. Aku jadi tidak bisa menjemput Kyungra hari ini.”

Sayangnya pria tampan bernama lengkap Kim Jong In itu terjebak di sebuah butik bersama wanita tercintanya. Seolah terkurung didalam sangkar burung, Jong In tidak boleh pergi dari tempat itu.

“sayang baju mana yang paling cocok untukku. Setidaknya pilihkan salah satu.” Suara lembut milik  gadis cantik yang sedang berdiri sampingnya membuat Jong In mengalihakn pandangan.

Lagi, telinga Jong In rasanya mau pecah mendengar pertanyaan kekasihnya. Sudah hampir setengah hari waktu mereka terbuang untuk mencoba  perlengkapan pernikahan. Sedari tadi kekasihnya itu terus mencoba baju dan meminta pendapatnya, sungguh menyebalkan baginya. Dan pria itu juga bisa merasakan kejenuhan si pelayan toko.

“eumm aku suka gaun yang terakhir kau coba. Ambil itu saja , sanyang.”

Perkataan Jong membuat si wanita merengut, prianya hari ini sungguh menyebalkan menurutnya.

“aku ambil gaun ini” dengan kesal ia menyerahkan gaun pernikahan pada pelayan toko. Kakinya melangkah menuju tempat Jong In duduk, tanpa malu gadi itu duduk dipangkuan Jong In. Jong In melongo karena sekian banyak pakaian yang dicoba hanya 1 yang dibeli gadisnya.

“astaga” lirihnya sembari menggeleng heran.

“Sayang , setelah ini kita pulang. Eum atau kau ingin nonton?”

“shhh kenapa kau hobi membuang waktu Hwang Shinbi?. Setelah ini kita pulang saja. Aku ada latihan dance.”

Hwang Shinbi atau wanita yang berstatus calon istri Jong In itu terkekeh. Ia senang melihat wajah kesal Jong In yang menurutnya malah lucu.Sedetik kemudian Shinbi menempelkan sekilas bibirnya pada bibir Jong In.

“baiklah, Mr.black”

“yakkkk!”

Shinbi meloncat dari pangkuan Jong In karena mungkin pria itu akan memukul kepalanya. Tak berperasaan memang tapi memang begitulah Kim Jong In jika tidak terima diejek. Shinbi berlari kecil menuju kasir untuk membayar barangnya.

Jong In tersenyum melihat tingkah Shinbi, sungguh kekasihnya itu lebih mirip seperti anak kecil. walau seringkali kesal tapi sebenarnya Jong In sangat mencintai kekasihnya.

“dia sangat childish, sangat berbeda dengan Kyungra.”

.

.

Kyungsoo mengamati sepupunya yang sedang mengaduk-aduk jajangmyeon dengan sumpit. Makanan miliknya tinggal setengah, tapi saat pria itu melirik mangkuk Kyungra  terlihat makanan disana untuh.

“jika kau tidak lapar kengapa ikut pesan jajangmyeon hah?”

“m-mwo? Eum…. aku berniat memakannya.”

“aigo,  apa dengan menatap mangkuk  maka isinya akan habis?”

Mendengar itu Kyungra menggaruk belakang kepala. Sepertinya ia tertangkap basah sedang melamun. Ia menyeruput mie hitam itu tanpa minat, padahal perutnya lapar tapi moodnya sedang tidak stabil.

“Kyung, bagaimana perasaanmu saat bertemu Byun baekhyun?”

Pertanyaan Kyungsoo membuat Kyungra berhenti mengunyah makanannya. Dengan kasar ia meletakan sumpit dimeja,sehingga menimbulkan suara mengagetkan bagi  Kyungsoo.

“Oppa, kau sengaja memberitahunya kan? Kenapa kau mengatakan padanya jika aku kembali?”

“hei luapkan saja kekesalanmu padaku. K-kurasa Baekhyun adalah orang yang pantas mengetahui kepulanganmu.”

Kyungra menggertakan giginya dan menghela nafas sekasar mungkin. Jika saja sekarang ia tak berada di apartement milik Kyungsoo dirinya pasti sudah keluar. Letak apartemen baru Kyungsoo berada dikhawasan yang belum pernah diketahuinya. Kyungra dulunya bukanlah gadis yang gemar keluyuran jadi wilayah selain Seoul dan Gangnam ia masih tak begitu faham.

Dengan kesal gadis itu membuka pintu apartement, ia tak membawa tongkat penyangga tubuh jadi jalannya sedikit pincang dan kesulitan.

“kenapa ini harus terjadi?” keluhnya bersandar pada tembok.

“apa yang harus terjadi heum?”

Kyungra sedikit tersentak saat sebuah suara menyeruak kedalam telinganya. Belum sempat menoleh seseorang tadi sudah berdiri dihadapannya.

Ya, dialah Byun Baekhyun yang sedang berdiri manis dihadapan Kyungra dengan senyum ramahnya. Pertanyaan baekhyun tak dijawab oleh Kyungra, gadis itu hendak membuka pintu apartement tapi tangannya ditahan.

“apa lagi? Hah kenapa pria sibuk sepertimu ada disini?”

“karena aku menunggumu”

Kyungra tak begitu mudah untuk tersentuh atau kaget atas ucapan Baekhyun, ia tetap acuh. Kyungra berniat masuk apartement tapi Baekhyun menghalang jalannya.

“aku ingin bicara.”

“kau sudah bicara”

Baekhyun menghela nafas berat karena sangat susah bicara santai dengan Kyungra. Pada akhirnya pria itu menarik tangan Kyungra dan membawanya pergi. Entah kenapa Kyungra menurut setelah melihat wajah meohon Baekhyun.

.

.

Keduanya berada ditaman dekat apartement , Kyungra duduk sembari menatapi beberapa jenis bunga disana. Berbeda jauh dengan Baekhyun yang terus memandangnya, tidak ada hal khusus yang dibicarakan karena sedari tadi yang ditanyakan oleh pria itu adalah kabar dan kesehatan Kyungra selama di USA. Gadis itu sedikit menyesal karena diam saja saat dibawa Baekhyun keluar gedung apartement. Ia sangat berharap Kyungsoo mencari dan menyuruhnya kembali ke apartement.

Karena terasa risih ditatap oleh pria dihadapannya pada akhirnya Kyungra menolehkan pandangan ke Baekhyun walah sedikit canggung

“mengapa kau  membayar pengobatanku selama ini?”

Baekhyun cukup terkejut dengan apa yang Kyungra tanyakan. Sebenarnya tentang biaya pengobatan Kyungra selama tiga tahun Baekhyun lah yang menanggungngya. Tidak ada yang tau hal itu selain Kim Jong In dan keluarga Kyungra. Pria itu tak tau bagaimana bisa Kyungra sampai tau.

“k-kau, bagaimana bisa kau tau tentang itu?”

“hitung semua hutangku padamu. Aku akan melunasinya.” Ucap Kyungra dengan datar. Baekhyun malah tersenyum kecil, membuat  Kyungra mengerutkan keningnya.

“Kyungra-ya. Aku tak ingin kau membayar semua itu” tandas Baekhyun membuat Kyungra semakin mengerutkan keningnya.

“mwo?”

“sebenarnya aku tak pernah menganggap itu semua adalah sebuah hutang. Aku sangat tulus membantumu.”

Kyungra terdiam karena merasa keadaan ini semakin rumit. Jika tau seperti itu ia lebih baik tak usah berobat keluar negri. Tak disangka biaya yang katanya adalah pinjaman yang diperoleh dari sang bibi ternyata uang milik Baekhyun.Betapa lucu kehidupannya, ia merasa dibohongi oleh semua orang.

“hidupku hanya dipenuhi dengan tipuan-”  . Kyungra tersenyum miris, “aku akan mengembalikan semua uangmu. Walau aku harus bekerja sampai mati sekalipun” sambungnya.Kyungra berdiri untuk pergi dari tempat itu.

“Lee Kyungra, kembali padaku. Jebal!” ucap pria itu setelah menahannya sejak tadi.  Baekhyun tidak berdiri ataupun menahan tangan Kyungra, ia masih duduk dikursi dan memandang Kyungra yang saat ini diam membeku.

“apa setelah sekian lama kau….   belum bisa melupakan masa lalu?” sambung Baekhyun dengan nada super lirih.

“majja, aku tak pernah bisa melupakan rasa sakit itu. Kumohon jangan ganggu aku lagi. Sudah berapa kali kukatakan aku tak ingin kau muncul dihadapanku.”

“aku-“

“aku mencintai orang lain” potong Kyungra karena tidak tahan jika Baekhyun terus memaksanya. Gadis itu merogoh ponsel dan berusaha menunjukan sesuatu.

“lihat! aku sudah menjadi miliknya”  ucap Kyungra dengan menyodorkan ponsel.

Baekhyun tak jadi melanjutkan bicaranya setelah melihat layar ponsel itu. Disana menunjukan gambar Kyungra dan seorang namja  saling memeluk. Baekhyun merasa hancur seketika, nafasnya tersa sesak melihat Kyungra terlihat mesra dengan pria lain.

“siapa dia?”

Dengan kuat hati Baekhyun bertanya. Ia tak menatap mata Kyungra karena sedang meredakan rasa perih dihatinya.

“Jeon Jungkook , dia adalah kekasihku. Maaf, sebaiknya jangan temui aku! Aku takut dia salah faham”

“bohong”

Kyungra memejamkan matanya sejenak , mengumpulkan kekuatan untuk mengatakan sesuatu lagi. Ia tak tau dengan cara apa untuk membuat Baekhyun berhenti menemuinya.

“sebentar lagi kami akan menikah.”

Tepat setelah mendengar kata itu benda bulat kecil terjatuh, benda yang sedari tadi ada digenggaman Baekhyun. Tak ada niatan untuk memungutnya, sebuah cincin indah tergeletak begitu saja di tanah berlapiskan rumput .

“bohong”

“Kami berhubungan sangat baik selama ini. Dia pria yang tulus menyayangiku, kami pasangan yang sangat cocok. Ah bahkan kami telah menentukan tanggal untuk menikah.”

Tanga Baekhyun terkepal hingga kuku jarinya memutih , matanya merah menahan tangis dan amarah. Kyungra terus bicara tentang pria lain dihadapannya dan Baekhyun tak bisa menahan hatinya.

Pria itu berdiri dan menarik Kyungra dalam dekapannya. Pria itu menumpahkan airmatanya dibahu Kyungra. Baekhyun terus menggeleng tidak percaya dengan apa yang Kyungra katakan.

Sedangkan Kyungra masih terkejut karena tiba-tiba Baekhyun memeluknya. Untuk mendorong tubuh Baekhyun saja ia tak kuasa.

“lepaskan!”

“aku mohon berhentilah berbohong. Berhenti bicara  seolah kau bisa melupakanku.” Ucap Baekhyun ditengah isakan kecilnya. Ini pertama kalinya ia menangis lagi sejak hari itu, Baekhyun menumpahkan semua sakit hatinya selama Kyungra tak ada disisinya.

Tapi sangat sayang karena gadis itu bahkan tak membalas pelukannya. Baekhyun melepas pelukan itu dan menatap Kyunra dengan jarak cukup dekat. Kyunra mendorong tubuh Baekhyun, kakinya yang belum normal membuatnya kesulitan untuk mundur.

“menyingkir! Kau bisa membuat hati kekasihku sakit . Perg-“

Cup

Hanya itu yang bisa Baekhyun lakukan untuk menghentikan kata-kata Kyungra. Baekhyun menempelkan bibirnya, secara perlahan bibirnya membuat lumatan kecil yang terkesan lembut. Saat Kyungra bergerak Baekhyun memeluk pinggang gadis itu , mengunci agar tidak bisa memberontak.

Baekhyun tak peduli nafasnya akan habis setelah ini, ia sangat marah dan ingin melampiaskan rasa rindunya.

“Baek-mppppppptt”

Kyungra memukul dada Baekhyun sekeras mungkin, tapi tangan Baekhyun malah terangkat menangkup kedua pipinya. Menekannya hingga tautan itu semakin dalam,sampai wajah Kyungra memerah karena tak bisa mendapatkan oksigen. Gadis itu menutup rapat bibirnya tapi dengan lancang Baekhyun mengigitnya.

Setelah sadar telah menyakiti Kyungra  kini pria itu menghentikan kegiatannya, perlahan bibirnya menjauh dari bibir mungil Kyungra.

“brengsek”

Sebuah tamparan Kyungra berikan untuk Baekhyun. Gadis itu berbalik dan berlari sebisa mungkin, ia juga menagis.

Saat ini Baekhyun sudah terduduk dirumput, namja itu mengambil cincin yang tadi terjatuh dan mengamatinya.

Benda kecil itu awalnya adalah hadiah yang akan diberikannya pada Kyungra, ia ingat saat keduanya selesai berkencan,  Kyungra pernah tertarik pada cincin berlian itu. Dulu gadis itu bilang akan mengumpulkan uang untuk membelinya, dan kemarin  Baekhyun ke toko perhiasan memesan cincin itu khusus untuk Kyungra.

#FLASHBACK

(3 tahun yang lalu, hari dimana Kyungra dan Baekhyun kencan) [part 5]

Baekhyun dan Kyungra berjalan menuju tempat dimana motor terparkir. Tak ada pembicaraan lagi antara keduanya sampai tiba-tiba saja Kyungra berhenti dan menahan langkah Baekhyun.

“apa kau kedinginan Baekhyun-ah?”

“anhi”

Kyungra menatap curiga dan meraih tangan Baekhyun, bahkan sampai menyentuh kedua pipi Baekhyun.

“ya apa yang kau lakukan?” protes Baekhyun karena Kyungra menangkup wajahnya.

“eoh kau kedinginan.”

Kyungra melihat sekitarnya, lebih tepatnya ke etalase yang berderet ditempat itu. bibirnya tertarik keatas  setelah menemukan sesuatu yang sedang dicarinya.

“Baekhyun-ah. Kau tunggu disini sebentar ya.”

“kau mau kemana? Ini sudah semakin larut.”

Bukannya menjawab Kyungra malah semakin melebarkan senyumnya, gadi itu berlari kecil menuju etalase. Dari sana Baekhyun tersenyum kecil melihat tingkah Kyungra yang mirip anak kecil.

“aku baru menyadari kau ini sangat spesial Lee Kyungra.” lirihnya. Baekhyun menunggu dengan bersender ditiang lampu. Sesekali ia berpindah duduk diatas motornya.

Sudah 10 menit lebih berlalu tapi Kyungra belum terlihat.

“aishh kemana anak itu?”

Baekhyun mulai khawatir karena Kyungra tak kunjung kembali, barusaja pria itu akan melangkahkan kaki untuk menyusul tapi sekarang Kyungra terlihat berlari kearahnya.Baekhyun aneh menatap Kyungra yang ngos-ngosan.

“apa kau dikejar hantu?” tanya Baekhyun konyol. Kyungra menggeleng dan lagi-lagi tersenyum.

“Aku membeli syal untukmu.”

“ckkk kau sangat lama hanya untuk membeli itu?”

“eumm sebenarnya aku melihat sesuatu dulu tadi.”

Baekhyun sebenarnya tak ingin penasaran, tapi egonya terus berkata lain.

“memangnya apa? kau membuatku jamuran.” Kesal Baekhyun.

“ini. Tadi aku melihat perhiasan ini.” Todong gadis itu dengan memperlihatkan sebuah gambar cincin berlian. Baekhyun mengangkat sebelah alisnya saat dengan semangatnya Kyungra menunjukan brosur promosi perhiasan.

“tskkk”

“eumm aku akan menabung untuk membelinya.” Ucap gadis itu dengan penuh yakin.

“ekhmm sudahlah. sebaiknya kita pulang. Ini sudah larut, aigoo ini pemborosan. Menghabiskan waktu seharian untuk kencan.”

“Kyungra merengut dan memandang Baekhyun dengan tatapan kecewa. Gadis itu menahan lengan Baekhyun saat namja itu hendak memakai helm.

chakaman kidaryeo

Kyungra merogoh tas dan mengeluarkan sebuah syal rajut berwarna biru laut. Jaraknya semakin mendekat pada Baekhyun. Dengan tlaten gadis itu memakaikan kain lembut berbahan wol dileher Baekhyun.

“Baekhyun-ah , malam ini dingin. Kau jangan sampai sakit ”

Baekhyun hanya terdiam memandang Kyungra yang masih setia memasang senyum. Gadis itu memakai helm’nya dan naik di jok belakang.

“kajja!”.

Baekhyun sadar setelah Kyungra menarik lengan jaketnya.

“e-eoh nde”

Baekhyun juga  memakai helmnya dan mulai menjalankan motor sportnya. Sepanjang jalan ia masih memikirkan sikap manis Kyungra selama kencan hari ini. Baekhyun melirik tangan Kyungra yang melingkar erat diperutnya.

Flashback end

Baekhyun menggenngam erat cincin itu dan tak lama melemparnya kesembarang arah. Membayangkan pria yang terpampang di walpaper ponsel Kyungra tadi membuatnya hancur.

“kau bohong Lee Kyungra.”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hallo readers…^^

Gmana kabarnya???

Maaf ya aku baru lanjut minggu ini. sekarang semakin sibuk dengan urusan sekolah , maklum udah kelas 12.

Dan aku rasa chapter ini aneh banget dan terlalu cepat alurnya. Maaf bgt ya, aku lagi kekurangan ide. Padahal janjinya chapter 15 end, tapi ini malah TBC. ^^

So, endingnya aku undur aja deh. He he.

Ok pamit dulu yah,, sampai ketemu di chapter 16 End (mungkin).

Paii paii….

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] REGRET (Chapter 15)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s