Surrounded! (Chapter 01) – Shaekiran

surrounded-poster

Surrounded!

A Fanfiction By Shaekiran

Main Cast

Park Chanyeol & Son Wendy 

Other Cast

Lee Donghae , Kim Jinwoo, Bae Irene, Kim Yeri, and others.

Genres

Romance? Action? Family? Frienship? AU? Dark? Mistery?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Cerita ini merupakan sebuah hasil pengembangan ide yang tercipta di neutron otak manusia ambigu (Re:Shaekiran) yang anehnya sedang bekerja waktu itu. Hanya karangan fiksi yang jauh dari kata sempurna dan sarat akan cacat baik dalam penulisan, frasa, diksi dan banyak lagi. Selamat Membaca~

Special Note

Ini adalah sebuah fiksi yang tercipta untuk menyambut hari kelahiran bias tercinta, tersebutlah seorang lelaki kelahiran 1992 bertubuh setinggi pintu rumah lebih sedikit yang sudah memutarbalikkan dunia seorang gadis remaja polos yang kini tak polos lagi. Sebut saja dia Park Chanyeol.

 

Previous Chapter

Prolog | [NOW] Chapter 1 |

.

-Rumit, saat frasa kau dan aku bersatu.-

 

 

Dan disinilah Chanyeol sekarang, duduk diam di dalam mobil yang panas, memandangi wilayah teritorial yang penuh dengan kamera dan kerlip blitz itu. Uh, sungguh menyilaukan.

Hyung, kau tidak serius kan?”, Chanyeol bertanya sambil mengggebrak meja kerjanya kasar beberapa menit setelah kaki jenjang Wendy yang berbalut celana jeans selutut berwarna hitam itu pergi melenggang keluar kantor kepolisian.

“Memangnya kenapa? Bukannya kau biasa mengintai?”, lanjut Donghae tenang sambil membolak-balik koran di tangannya, membaca beberapa kabar baru yang mungkin bisa menambah referensi beberapa kasus.

“Tapi tidak dengan mengintai wanita hyung. Apa hyung pikir aku bisa? Ku mohon, ganti aku saja.”, rengek Chanyeol kemudian yang semakin membuat geger anggota sedivisinya. Kapan Chanyeol yang selalu berprestasi dalam tugas merengek minta kasusnya di ambil alih? Tsk, tak bisa dipercaya.

“Park Chanyeol, memang apa salahnya dengan mengintai wanita? Toh, gadis itu adalah saksi penting untuk kasus ini.”, balas Donghae sambil meninggikan suaranya , kemudian melemparkan koran di tangannya yang langsung menunjukkan sebuah headline news “Seorang lelaki berumur 50 tahunan ditemukan meninggal dengan keadaan tangan kanan terpotong.”

Lelaki bermarga Park itu meringis. Benar kata Donghae, memang apa salahnya mengintai wanita? Toh dia hanya menjalankan tugas negara dan bukan berniat menjadi stalker seorang gadis berusia 23 tahun. Masalahnya adalah siapa wanita yang harus diintai Chanyeol selama 24 jam penuh setiap harinya itu.

“Percayalah padaku, eoh? Kau bisa melakukanya. Tugas ini tidak sesederhana mengintai saja, kau tau kan?”, Chanyeol kemudian terdiam. Dia tau betul apa maksud kepala divisinya itu. Dia berperan ganda. Menurut Undang-Undang, Saksi adalah seseorang yang harus diberikan perlindungan Negara karena ada kemungkinan pelaku akan mencari saksi dan membungkam mulutnya, dan itu berarti saksi kasus tersebut yang tak lain tidak bukan adalah Son Wendy harusnya juga mendapat perlindungan jika mereka tidak ingin kehilangan saksi kasus penting.

Arraseo Hyung. Mungkin aku bisa.”, jawab Chanyeol mengalah, tidak ada gunanya berdebat dengan Donghae. Hasilnya akan tetap sama -kekalahan seorang Park Chanyeol.

Eoonie? Siapa dia? Apa pacarmu?”, Tanya gadis bercelana pendek dan kaos oblong berwarna merah cerah dengan penasaran. Itu Yeri, salah satu make up artis yang memang cukup dekat dengan Wendy.

Gadis yang sedari tadi asyik berkutat dengan laptopnya untuk mengetik naskah itu pun langsung terganggu dengan pertanyaan juniornya itu. Dia sedikit menengadahkan kepalanya dari depan laptop, kemudian memandang seorang lelaki dengan jeans rombeng yang duduk di atas kap mobilnya itu dengan jengah.

“Huh, Yeri-ah, bisa kau tidak membicarakan dia? Aku benar-benar muak melihat manusia itu sekarang.”, jawab Wendy seadanya kemudian kembali berkutat dengan lembaran Microsoft Word di depannya. Mendengar itu Yeri hanya mengangkat bahunya, sepertinya Wendy tidak sedang dalam mood yang bagus jadi lebih baik dia menyingkir saja.

Arrasseo, kalau begitu aku ke dalam dulu eonie. Sepertinya make up Irene Eonnie perlu diperbaiki sedikit.”, pamitnya kemudian sambil berjalan cepat –cepat ke dalam ruang make up. Benar dugaan Yeri , Wendy tidak dalam suasana hati yang baik, buktinya dia tidak menggubris gadis itu sama sekali.

Sepeninggal Yeri, Wendy yang asyik mengetik langsung menghentikan gerakan tangannya. Dia kembali mendongakkan kepalanya sedikit, lalu mendapati Chanyeol yang tengah menguap sambil meregangkan tangannya.

“Polisi apanya? Melindungiku? Cih.”, pikir gadis itu kesal, pasalnya Chanyeol sudah mengikutinya sejak beberapa hari lalu. Jika dihitung, ini adalah hari ketiga lelaki bermarga Park itu membuntuti Wendy. Ingat, 24 jam penuh dalam sehari. Siapa yang tidak muak?

Wendy masih ingat bagaimana Chanyeol mengikutinya sepanjang hari kemanapun gadis itu pergi. Lelaki itu mengikuti Wendy ke tempat syuting yang berubah-ubah, mulai dari Seoul hingga kini saat mereka berada di Busan. Tidak hanya tempat syuting, Chanyeol bahkan mengikuti Wendy hingga ke salon, spa, café, perpustakaan, minimarket, dan bahkan hingga ke apartemen gadis itu.

Kalau saja Wendy tidak melempar lelaki itu dengan sepatu higheels-nya yang punya hak runcing sepanjang 7 senti saat lelaki itu muncul di depan pintu rumahnya, mungkin Chanyeol sudah ikut masuk dan tinggal di apartemen Wendy dan merusak semua privasi gadis itu. Heol, gadis mana yang mau seorang laki-laki asing masuk ke dalam rumahnya? Jadilah Chanyeol selalu tidur di dalam mobil yang diparkir di depan apartemen Wendy setiap malam. Astaga, bahkan gadis itu sudah mendengar guncingan tetangganya yang mengatakan bahwa dia adalah gadis yang kejam karena membiarkan pacarnya tidur di dalam mobil di luar apartemen karena mereka berkelahi. Heol, pacar? Oh ayolah, mereka bahkan baru bertemu selama 4 hari.

“Son Wendy, tolong kemari sebentar,. Sepertinya ada yang salah dengan dialog di naskahnya.”, Wendy langsung mengerjap kaget. Ternyata dia melamun sedari tadi. “Arasseo sunbae. Sebentar.” , jawabnya kemudian sambil berdiri dari duduknya.

“Sial, ini semua gara-gara si Park Chanyeol itu.”, batin Wendy kesal.

“Ada yang aneh dengan gadis itu.”, batin Chanyeol sambil membolakbalik kertas laporan kasus ‘tangan kanan’ yang selalu dia bawa. Dia membaca kata demi kata lagi, yah…memang ada yang aneh dengan kesaksian Wendy –seperti penjelas Donghae beberapa hari lalu-, seperti ada yang gadis itu tutup-tutupi.

“Aku pergi ke rumah ayahku karena kudengar dia sedang sakit perut, jadi aku membawakan beberapa makanan kesukaannya agar nafsu makannya naik.”

Chanyeol meringis. Dia sudah memeriksa hasil otopsi Kim Kyung Joon –korban pembunuhan kasus tangan kanan– dan itu menyebutkan kalau korban meninggal dikarenakan sarafnya pecah setelah sebuah pisau dapur menusuk perut dan naasnya mengenai organ vital. Indikasi sebelumnya nihil, Kim Kyung Joon sehat dan tidak ada yang salah dengan pencernaannya.

Lalu apa maksud Wendy dengan perut ayah tirinya itu sakit? Lalu, bukannya seharusnya gadis itu membawa obat dan bukannya makanan berkalori berat seperti daging panggang dan beberapa botol soju yang ditemukan di TKP? Justru itu akan semakin membuat perut ayahnya sakit jika memang perut lelaki yang sudah pergi ke dunia lain itu sedang dalam keadaan tidak baik. Dan fakta kalau Kim Kyung Joon sudah berhenti meminum alkohol sejak lama, lalu buat apa Wendy membawakannya berbotol-botol soju di hari kejadian?

Tidak hanya itu, identitas Wendy. Ah, bagaimana bisa Wendy tidak mengenalinya? Jelas-jelas dia dan Wendy saling mengenal. Meski sebentar, tapi tidakkah Wendy bisa mengingatnya? Atau apa memang eksistensi Chanyeol dihidupnya itu tidak berarti apa-apa sehingga gadis itu melupakannya secepat itu?

“Kau mau bermalam disini?”, atensi Chanyeol langsung teralih ke arah gadis berkuncir kuda yang ternyata sudah berdiri di depannya selama beberap menit. Gadis yang sedari tadi dia lamunkan.

“Ah, maaf. Sepertinya aku melamun.”, jawab Chanyeol kemudian.

“Aku tidak bertanya kau melamun atau tidak Chanyeol-ssi, aku hanya bertanya kau mau bermalam disini atau tidak?”, Tanya gadis itu lagi cerewet. Chanyeol lantas menegakkan posisi badannya yang sedari tadi duduk di atas kap mobil.

“Memangnya kenapa? Kalian tidak pulang ke Seoul hari ini?”, Tanya balik Chanyeol. Mendengar itu Wendy hanya memutar matanya malas, kemudian mengangguk singkat. Sebenarnya gadis itu tidak mau peduli sama sekali dengan nasib Chanyeol, tapi mengingat bahwa lelaki itu adalah aparat negara yang sedang bertugas,agaknya Wendy terlalu kejam. Belum lagi rekan kerjanya sedari tadi menaruh curiga pada Chanyeol dan Wendy. Bukankah dia jadi serba salah?

“Kalau begitu, beritahu saja kau mengingap dimana. Aku akan berjaga di depan.”, jawab Chanyeol sekenanya. Mendengar itu Wendy hanya mengiyakan singkat, lalu langsung pergi meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku tanpa berniat berbicara sepatah katapun. “Ternyata dia baik juga.”, batin lelaki itu sambil memandangi punggung Wendy yang semakin menjauh.

Drtttt….

Chanyeol melirik benda perssegi panjang hitam yang baru saja bergetar di kantong celanany. Tak menunggu lama, polisi muda itu langsung merogoh sakunya kemudian meletakkan handphone itu di telinganya.

“Ne hyung?”

“….”

“Aku sedang di busan.”

“….”

Mwo? Apa kau serius? Kalau begitu tolong kirim seorang polisi Busan untuk menjaga gadis itu untuk sementara. Aku akan segera ke sana hyung.”

Para kru drama nampak duduk berkumpul di beberapa meja panjang di sebuah restoran Korea. Mereka tertawa bersama, saling berbincang tentang drama mereka yang akan segera tayang disalah satu stasiun televisi nasional minggu depan dan bahkan hingga masalah pribadi. Wendy nampak hanya memegangi gelas soju-nya, sementara teman-temannya yang lain sudah bermabuk ria.

Ladies and gentleman..”, sang sutradara Song mulai bersuara. Pria berusia 40 tahunan itu berdiri dari duduknya sambil mengangkat gelas alkoholnya tinggi-tinggi. Melihat itu, kru drama yang lainnya mulai bertepuk tangan meriah.

Chukkae! Minggu depan drama kita akan segara rilis!”, pekiknya semangat yang diikuiti riuhan oleh kru-nya yang lain. Sutradara Song kemudian menarik seseorang untuk berdiri bersamanya.

“Penulis Kim, ini semua berkat kau. Kalau saja tidak ada naskah cerita yang sangat penuh intrik buatanmu, mungkin kita tidak akan bisa mencapai titik ini.”, kata Sutradara lagi dengan bahagia. Penulis Kim yang berdiri di sebelahnya nampak tersenyum malu-malu.

“Tidak, tidak. Ini semua berkat ide asistenku. Imajinasinya benar-benar luar biasa sekali. Aku jadi malu sendiri saat mengatakan kalau aku adalah penulis naskah drama ini.”, jawab Penulis Kim kemudian sambil menunjuk Wendy yang kini hanya bisa menunduk sambil tersenyum malu-malu.

“Tidak, tidak. Ini semua berkat Penulis Kim. Aku hanya menyumbangkan ide sementara sunbae yang membuat semua plot ceritanya sehingga terlihat lebih nyata dan dramatis.” , jawab Wendy sekenanya. Bisa gawat kalau dia terlalu membanggakan diri meski sebenarnya ini adalah naskah drama hasil kerjanya sendiri. Penulis Kim? Huh, wanita setengah baya itu hanya tau enaknya saja, sementara sebenarnya Wendy-lah yang menulis semuanya dari awal hingga akhir.

“Baiklah-baiklah. Sekarang mari kita bersulang untuk penulis Kim dan asistennya calon penulis Son!”, kata sutradara song lagi sambil mengangkat gelas yang lebih besar. Mau tidak mau semua kru langsung mengangkat gelasnya, kemudian bersulang untuk kedua penulis naskah itu. Wendy dengan enggan meminum gelas kecil soju di tangannya dengan beberapa kali teguk.

Aish, bagaimana bisa gadis berusia 23 tahun tidak bisa minum alkohol? Lihat, dia hanya memegang gelas kecil.”, teriak Jinwoo, pemeran utama pria di drama itu. Memang, Jinwoo cukup dekat dengan Wendy, jadi wajar kalau dia menggoda gadis itu seperti ini meski dia tau Wendy tidak pandai minum alkohol.

“Jinwoo-ya, jangan begitu. Kalau dia tidak kuat ya tidak usah dipaksa.”, sambung Irene yang duduk di sebelah Jinwoo dengan kalem. Kru drama langsung berteriak heboh.

Hooo, sepertinya kepribadian Irene dan tokoh Ahn Jae Rin di dalam drama bersatu sekarang.”, kata kru yang lain. Mendengar itu Irene yang adalah pemeran wanita utama di drama yang sedang mereka garap itu langsun tertawa kecil.

Aish, aku bukan Ahn Jae Rin!”, balas gadis Bae itu kemudian dan kru drama kembali bertepuk tangan heboh karena Irene baru saja melafalkan kalimat yang ada dalam naskah drama hari ini.

“Sudah, sudah. Wendy-ah, minum sojumu.”, perintah Jinwoo kemudian sambil menuang soju ke gelas Wendy yang sudah kosong.

“Son Wendy. Son Wendy.”, Jinwoo mulai berteriak hingga kini seluruh ruangan dipenuhi kata ‘Son Wendy’ sambil bertepuk tangan. Melihat itu gadis yang dimaksud hanya bisa menggaruk tengkuknya , lalu meminum soju di tangannya perlahan.

“Lihat, aku bisa minum.”, kata gadis itu kemudian setelah sukses meminum soju nya dalam sekali teguk.

“Lagi, lagi, lagi.”

Wendy meringis. Mau tidak mau dia mulai menuang sojunya lagi ke dalam gelas kemudian meneguknya berkali-kali. Berkali-kali-kali-kali lagi hingga kini matanya berkunang-kunang dan hampir ambruk. Sama halnya seperti Wendy, kru yang lain juga nampak sudah mabuk berat. Mereka semua kini tertidur lemas di atas meja.

“A-aku per-misi du-lu.”, pamit Wendy terbata-bata kemudian sambil berusaha berdiri. Dia mulai menyeret langkahnya keluar pintu restoran yang sudah sepi pengunjung. Langkah Wendy terseok-seok, bahkan tak jarang dia menabrak beberapa benda di depannya. Anehnya, gadis itu malah meminta maaf padahal yang dia tabrak adalah benda mati. Hanya ada satu kemungkinan, Wendy sudah sangat sangat mabuk.

Gadis itu langsung melepas sepatunya sesampainya di tempat yang dia tuju. Pantai. Dia melempar mantel dan tasnya sembarang, kemudian duduk di pinggir pantai Busan yang memang terkenal baik di siang hari maupun malam hari. Gadis itu menekuk kakinya, kemudian menenggelamkan kepalanya di atas paha, setengah tertidur.

“Wendy-ah.”

Gadis itu lantas menoleh saat telinganya mendengar sebuah nama yang tak lain adalah namanya. Dia berusaha membuka matanya yang tinggal beberapa watt itu.

“Kau, kau, kenapa kau di sini huh?”, kata Wendy kemudian sambil berdiri. Dia berjalan sempoyongan ke arah lelaki yang memanggilnya itu sambil menunjuk-nunjuknya dengan tangan. Melihat langkah gadis itu yang tidak seimbang, lelaki yang tadi memanggilnya itu langsung berlari mendekati Wendy. Dan benar saja, kalau tadi dia terlambat sedetik saja, mungkin gadis itu sudah mencium pasir pantai. Masalahnya, badan lelaki itu yang kini menabrak pasir dengan Wendy yang setengah tertidur di atasnya.

Omo, Jinwoo oppa, apa kau kesakitan? Maaf, aku tidak sengaja.”, cengir gadis bermarga Son itu kemudian sambil berdiri dari atas Kim Jinwoo yang dia panggil oppa tadi. Yah, begitu-gitu juga Jinwoo lebih tua 3 tahun darinya.

Tsk, kau pasti mabuk berat.”, celoteh Jinwoo kemudian sambil duduk di sebelah Wendy. Gadis itu hanya tersenyum-senyum tak jelas. “Hehe, seperti Wendy mabuk oppa. Ottokhe?”, kata Wendy kemudian sambil mengerucutkan bibirnya, memasang aegyo yang selama ini tidak pernah dia tunjukkan pada siapapun dalam keadaan normal.

Cupp.

“Oppa, kau menciumku.”, celoteh Wendy kemudian sambil tersenyum dan menunjuk bibir Jinwoo yang baru saja menyentuh bibirnya cepat. Melihat itu Jinwoo gemas sendiri. Dia kemudian menurunkan tangan gadis itu dari bibirnya. “Memangnya kenapa kalau aku mencium pacarku sendiri?”, ucap Jinwoo sambil mencubit kedua pipi chubby Wendy yang kini memerah, ntah karena mabuk atau mendengar kata-kata Jinwoo barusan.

“Cium.”, pinta Wendy kemudian sambil memasang aegyo-nya lagi. Gadis itu memonyong-monyongkan bibir merah mudanya. Melihat itu Jinwoo tentu saja tidak tinggal diam. Dia langsung mendekatkan wajahnya ke arah bibir Wendy dan lansung mencium gadisnya itu. Tapi kali ini bukan ciuman singkat, karena kali ini Jinwoo mulai menarik tengkuk Wendy dan bahkan sesekali memutar arah kepalanya saat berciuman, sedikit menuntut. Bisa dibilang, itu panas.

Ukhh, oppa. Wendy sesak nafas.”, kata Wendy pertama kali setelah Jinwoo melepas tautan bibir mereka berdua. Mendengar perkataan Wendy yang seperti kanak-kanak itu langsung membuat Jinwoo meletakkan telapak tangannya di atas kepala si gadis, kemudian mengelusnya dengan sayang. Nyaman, Wendy kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Jinwoo.

Oppa, saranghae. Jeongmal saranghae.”, lirih Wendy kemudian sambil memejamkan matanya nikmat. Jinwoo nampak tersenyum masam. Dia mengelus kepala Wendy lagi, bahkan kini dia mencium puncak kepala gadis itu.

“Wendy-ah, kau mau kan memafkan oppa?”, Tanya Jinwoo kemudian. Mendengar itu Wendy yang setengah tertidur langsung mengangguk-angguk kecil. “Arraseo. Siapa yang bilang aku tidak mau memaafkan oppa, huh?”, jawab gadis itu polos dan gaya kekanakan, berbeda denga saat dia dalam keadaan normal dimana dia akan menjawan lantang dan tegas, penuh ciri khas seorang gadis yang tegar dalam menjalani hidup.

“Kalau begitu, kau baik-baik saja kan kalau oppa bilang kita tidak bisa bersama lagi?”, mendengar itu Wendy lantas terdiam. Memang dia mabuk, tapi setidaknya otaknya masih berfungsi dengan sempurna. Dia mengangkat kepalanya, kemudian memandang lelaki yang adalah pacarnya selama 2 tahun itu dengan pandangan bertanya. “Maksud oppa?”, tanyanya seakan men-cek kalau telinganya hanya salah dengar.

“Maafkan aku Son Wendy, tapi sepertinya aku tidak bisa bersamamu lagi. Mulai sekarang hubungan kita selesai disini. Biarlah pantai ini menjadi saksi akhir kisah kita berdua. Sekali lagi, maafkan aku Son Wendy.”, Terang Jinwoo sambil menatap lekat mata gadisnya. Wendy nampak terpaku. Tak terasa, sebuah tetes bening meluncur bebas dari sudut matanya.

“Kumohon jangan menangis Wendy-ah.”, pinta Jinwoo kemudian sambil berusaha me-lap airmata Wendy, namun naas. Gadis itu menghentakkan tangan Jinwoo yang ingin menyentuhnya, menepisnya dengan cukup kasar. Melihat sikap Wendy, Jinwoo langsung menundukkan kepalanya sedih.

“Maafkan aku Son Wendy. CEO Agensiku sudah tau tentang hubungan kita berdua dan dia ingin kita berdua putus. Katanya seorang aktor pemeran utama tidak cocok dengan seorang asisten penulis naskah. Dia bilang orang yang bekerja di depan layar tidak akan pernah bisa bersama dengan orang yang ada di belakang layar. Kau tau maksudku kan?”, terang Jinwoo untuk kedua kalinya. Mendengar itu Wendy langsung berdiri dari duduknya.

“Jadi kau tidak mau mepertahankan aku Jinwoo-ya? Kau tidak mau berusaha untukku?”, Tanya Wendy dengan pelupuk mata yang senantiasa basah. Mendengar itu Jinwoo hanya menekuk kakinya, kemudian memeluk lututnya sendiri.

“Maaf Wendy-ah, tapi karirku jauh lebih penting.”, jawab lelaki itu pasti sambil memadang hamparan pantai yang menggulung beberapa meter di depannya. Enggan bahkan untuk melirik Wendy barang sekali saja.

Arasseo. Kalau memang itu maumu. Kita putus Kim Jinwoo.”, kata Wendy singkat, padat dan jelas lalu segera berlalu dari hadapan lelaki yang sama sekali tidak menggubrisnya itu. Dengan bertelanjang kaki Wendy mulai menyusuri pantai, kembali ke arah penginapannya tanpa peduli high heels 7 sentinya ataupun mantel bulu serta tas yang selalu menemaninya itu kini tergeletak begitu saja di bibir pantai. Dia menangis dalam diam sambil menepuk-nepuk dadanya yang perih. “Kau bajingan Kim Jinwoo!”, ucapnya berulang-ulang kali dalam hati sementara air matanya semakin menucur deras, membasahi semua pipinya.

Sinar mentari pagi menusuk indra penglihatan Wendy pagi ini. Dia mulai meregangkan badannya yang pegal, baru beberap sekon selanjutnya dia mulai membuka matanya perlahan.

“Dimana aku?”, batinnya pertama kali saat bukannya mendapati langit-langit kamar penginapannya, malahan matanya bertubrukan langsung dengan pemandangan atap yang dia yakini adalah atap mobil.

“Kau sudah bangun?”, Tanya seseorang kemudian yang ternyata ada di sebelah gadis itu. Itu Chanyeol.

Mwo? Kenapa aku bisa ada di sini? Ya! Kau tidak berbuat macam-macam kan?”, pekik Wendy kemudian sambil menarik mantel yang menyelimutinya hingga menutupi dada.

Cih, memangnya siapa yang tertarik denganmu, huh?”, Tanya Chanyeol sambil menaikkan ujung bibirnya kesal. Dia kemudian menyodorkan sebuah botol ke arah si gadis.

“Minumlah, ku rasa mabukmu belum hilang sehingga kau menuduhku seperti itu, cih.”, lanjut Chanyeol lagi sambil meletakkan botol berisi minuman pereda mabuk itu di atas telapak tangan Wendy yang kini mulai memasang wajah bingung.

Cukup lama gadis bermarga Son itu hanya memandangi botol di telapak tangannya sementara si pemberi kini sudah pergi ntah kemana. Anehnya, sekian jauh gadis itu memandang ini bukanlah arena penginapan, tapi ini adalah pantai. Ya, pantai. Chanyeol ternyata memarkir mobilnya di tepi pantai dan kemungkinan besar dia melihat gadis itu mabuk, benar kan?

Wendy mulai memutar otaknya lebih keras. Dia memandangi mantel yang sekarang menutupi tubuh bagian atasnya itu. What the hell, itu adalah mantel yang kemarin jelas-jelas dia tinggalkan begitu saja di pantai. Lalu kenapa sekarang mantel coklat itu sudah ada bersamanya? Belum lagi sudut mata Wendy kini bisa menangkap penampakan sepasang sepatu high heels 7 senti yang dia yakini adalah miliknya di dashboard mobil Chanyeol, lengkap dengan sebuah tas –yang juga milik gadis itu- di sebelahnya.

“Tunggu, jadi polisi itu melihatku mabuk kemarin?”, batin Wendy mulai berspekulasi. Gadis itu lantas memakai high heels dan mengambil tasnya. Beberapa detik kemudian, gadis itu turun dari mobil Chanyeol dengan tergesa-gesa.

Ya! Apa kau melihatku mabuk semalam?!”, pekik Wendy kemudian ke arah Chanyeol yang tengah membelakanginya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana jeans rombeng yang senantiasa dia pakai. Chanyeol ternyata tengah memandang pantai Busan yang indah.

Wae? Bukankah itu bagus? Untung aku yang menemukanmu, bagaimana kalau ahjussi hidung belang ,eoh?”, balas Chanyeol tanpa berniat memalingkan mukanya sama sekali. Lelaki itu terlalu asyik dengan debur ombak dan angin pagi yang meniup rambutnya.

“Jadi, apa kau juga melihat tentang-“

“Pertengkaranmu dengan lelaki itu?”, potong Chanyeol cepat, membuat Wendy langsung mengatupkan mulutnya.

“Kau agresif juga saat berciuman.”, sambung Chanyeol lagi, membuat si gadis langsung menatapnya dan segera memukuli lelaki itu cepat.

Mwo? Dasar byuntae!”

“Wendy-ah, darimana saja kau?”, sambut Penulis Kim saat Wendy baru saja turun dari mobil Chanyeol. Gadis bermarga Son itu langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Maaf sunbae, kemarin aku..”

“Kemarin aku mengajaknya berbicara 4 mata, ada urusan penting soal kasus.”, potong Chanyeol kemudian sesaat setelah dia juga turun dari dalam mobilnya itu.

“Tak apa kan? Ini tugas negara.”, sambung Chanyeol lagi yang langsung membuat Penulis Kim diam. Memang, hanya beberapa orang kru drama yang tau kalau Chanyeol adalah seorang polisi yang tengah melindungi seorang saksi kasus yang tak lain tak bukan adalah Wendy. Sebut saja 3 nama, produser, sutradara dan juga Penulis Kim yang adalah penulis naskah. Jadi wajar kalaau seorang Yeri yang adalah seorang make up artist salah paham saat Chanyeol selalu mengintil Wendy di lokasi syuting dan berpikir kalau lelaki Park itu adalah seorang pacar yang posesif.

Arasseo. Oh ya Wendy, kita sedang berkemas dan berniat kembali ke Seoul setengah jam lagi. Kau akan pulang dengan siapa? Mobil kru drama atau-“, penulis Kim menganggtung kalimatnya, kemudian melirik Chanyeol yang kini sudah duduk di atas kap mobil.

“Dengan kru saja. Aku muak dengan orang ini sunbae, serius.”, jawab Wendy kemudian sambil menatap Chanyeol sinis sementara si Park hanya membuang muka.

“Anu sunbae..”, Wendy berucap lagi, membuat Penulis Kim langsung bertanya apa.

“Siapa saja yang ikut mobil kru?”, Tanya Wendy sambil menggigit ujung bibirnya. Chanyeol melirik gadis itu sebentar. “Cih, dasar gadis naif.”, batinnya dalam diam.

Umm, seperti yang biasa. Hanya saja kali ini Jinwoo dan manager-nya ingin sekalian ikut karena mobilnya tiba-tiba mogok barusan. Memangnya kenapa?”, jawab Penulis Kim seakan berpikir keras, mengingat siapa saja yang ikut pulang ke Seoul dengan mobil kru. Wendy meneguk ludahnya kasar. Jinwoo katanya tadi? Bagaimana bisa Wendy menatap mantan pacarnya itu sekarang eoh? Tidak, Wendy tidak bisa. Dia terlalu pengecut untuk setidaknya berakting tegar di depan Jinwoo.

Gadis itu menelan suaranya. Dia belum menjawab pertanyaan Penulis Kim barusan. Gadis berambut agak wavy berwarna kecokletan itu lantas melirik Chanyeol yang masih setia membuang mukanya. Jauh di dalam hati, Wendy ingin lelaki itu peka dan segera mengajaknya pulang dengan mobilnya saja dengan dalih mobil kru drama terlalu padat karena kalian pasti tau, gengsi Wendy terlalu tinggi untuk menarik ucapannya lagi.

“Kalau begitu bukannya lebih baik kau pulang denganku saja? Selain aku lebih mudah menjagamu, mobil kru itu agaknya juga terlalu padat kalau menampung kalian semua.”, ucap Chanyeol kemudian seakan sadar kalau Wendy sedang berteriak minta ditolong dengan harga diri tingginya.

Arasseo. Sepertinya kau benar Chanyeol-ssi.”, jawab Wendy sambil mengangkat sedikit dagunya, bersikap sok jual mahal padahal di dalam hati dia sedang bersorak-sorai karena Chanyeol secara tidak langsung menolongnya.

“Cih,”, batin Chanyeol lagi dalam diam.

“Dasar jual mahal.”, komentar lelaki yang tengah duduk santai sambil memegang stir mobil kali pertama Wendy duduk di sebelahnya. Gadis bermarga Son itu kemudian menatap lelaki itu kesal. Tidak bisakah Chanyeol tidak mencari masalah dengannya?

Jengah, Wendy kemudian keluar dari dalam mobil Chanyeol, kemudian membanting pintu mobil itu keras. Gadis itu memutar matanya malas, sementara Chanyeol kini menatapnya tak percaya. Gadis itu benar-benar pemarah rupanya.

Ya! Kau pikir aku ini supirmu apa?”, pekik Chanyeol yang kini sadar kalau Wendy sudah membuka pintu belakang dan duduk di kursi belakang. Persis seperti seorang nona muda dan supir.

Wae? Bukannya kau mau menjagaku?”, cerca Wendy lagi dengan nada mengejek. Bagaimanapun juga gadis itu sadar Chanyeol tidak mungkin menurunkannya atau meninggalkannya begitu saja karena ini adalah tugasnya. Memang siapa suruh membuatnya marah? Pasrah, Chanyeol benar-benar menjadi supir selama perjalanan kembali dari Busan – Seoul.

Chanyeol hanya memilih diam, kemudian mulai menghidupkan mesin mobilnya sementara Wedny kini sudah duduk berleha-leha di bagian belakang. Lelaki Park itu sesekali melirik Wendy yang hanya diam. Gadis yang suka seenaknya, sombong, naif dan suka jual mahal dengan harga diri tinggi itu kini sudah terlelap. “Cih, tukang molor.”, komentar Chanyeol di sepanjang perjalanan.

Akhirnya setelah beberapa jam di perjalanan, Chanyeol kini menepikan mobilnya di depan apartemen sederhana milik Wendy. Bangunan yang didominasi warna putih itu nampak gelap karena memang pemiliknya yang tidak ada rumah. Lelaki Park itu keluar dari mobil, sedikit memutar arah sebelum akhirnya membuka pintu belakang dan membangunkan Wendy.

Hei gadis buluk, bangun.”, ucap Chanyeol sambil mengguncang-guncang bahu Wendy yang sudah seperti orang mati itu. Tapi nihil, Wendy sama sekali tidak menggubrisnya, malahan kini gadis itu asyik menggeliat dan mengganti posisi tidurnya agar lebih nyaman.

“Son Wendy.”, kata Chanyeol lagi, tapi reaksi Wendy masih sama. Asyik tidur. Mau tak mau Chanyeol kemudian mengangkat Wendy keluar dari mobil lalu mengangkat gadis itu dengan gaya bridal. Jangan sangka Chanyeol sedang bersikap romantis setelah diperlakukan sebagai supir oleh Wendy, polisi muda itu bukanlah orang yang cukup baik dan punya dada selapang lapangan sepak bola.

Brughhh.

Wendy mengerjap seketika saat bokongnya kini terasa panas sekaligus sakit sesaat setelah badannya menyentuh lantai teras apartemennya dengan keras. Gadis bermarga Son itu membuka matanya sambil mengelus-ngelus area belakangnya yang sakit.

Ya! Kenapa kau menjatuhkanku bodoh?!”, pekik gadis itu kemudian. Chanyeol yang berdiri di belakangnya hanya berkacak pinggang.

“Kau tidak bangun dan aku hanya membangunkanmu.” , jawab Chanyeol singkat. Wendy mendecihkan lidahnya, ternyata lelaki itu balas dendam rupanya.

“Masuklah. Kau bilang aku tidak boleh masuk kan?”, lanjut Chanyeol sambil berjalan mejauh dari rumah Wendy, kembali masuk ke mobilnya yang hangat karena dia sudah memasang pemanas sejak tadi. Langit hari ini masih mendung, jadi wajar kalau lelaki itu merasa kedinginan saat keluar dari zona nyamannya di mobil.

Chanyeol hanya duduk santai di dalam mobil sambil memandangi Wendy yang kini sudah memasuki rumahnya perlahan, masih sambil mengelus-elus bokongnya yang sakit.

“Cih, dasar gadis itu.”, batin Chanyeol lagi karena sebelum masuk Wendy terlebih dulu memelet Chanyeol dengan lidah menjulur keluar di depan pintu. Satu kata, kekanakan.

Lelaki Park itu duduk santai lagi . Dia menaikkan kedua kakinya ke atas dashboard mobil. Ini masih jam 11 pagi, artinya siaran radio kesukaannya masih ada. Lelaki itu kemudian merogoh kantongnyanya, kemudian mencolokkan earphone ke benda persegi panjang berwarna hitam dari kantongnya. Niatnya Chanyeol ingin mendengarkan siaran radio berita olahraga yang rutin dia dengarkan setiap hari, namun nihil ketika sebuah teriakan mengalihkan atensi lelaki itu sebelum memasang earphone-nya ke telinga.

KYAAAA!

Chanyeol yakin 1000% kalau itu adalah suara Wendy. Mau tidak mau lelaki itu langsung melesat keluar dari mobilnya seperti orang kesetanan, kemudian berlari ke arah pintu rumah Wendy.

Crekkk..crekkk.

Chanyeol berusah membuka pintu Wendy, namun naas. Pintu itu dikunci dari dalam. Si lelaki Park meringis. Sudah dia duga, ada yang tidak beres. Tangan Chanyeol mengepal, kemudian dia mulai mengetok-ngetok pintu putih itu dengan tidak sabaran dan tempo cepat.

“Buka Pintunya Son Wendy!!”, teriak Chanyeol dengan panik.

KYAAA!

Chanyeol mengerjap ketika mendengar teriakan kedua itu. Keringat mulai mengucur di pelipis lelaki yang semakin memperkeras kepalan tangannya saat meneggedor pintu itu.

“Buka pintunya , Son Wendy!”, Chanyeol berteriak lagi, namun hasilnya masih sama. Pintu itu masih terkunci, dengan Wendy yang masih setia berteriak ketakutan.

“SIAL!”, pekik Chanyeol frustasi dalam hati.

 

-To Be Continued-

42 thoughts on “Surrounded! (Chapter 01) – Shaekiran

  1. Ping-balik: Surrounded! (Chapter 02) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. wuuah… makin penasaran thor, emangnya apa yang terjadi ama wendy? (mentang2 ane biasnya wendy) Mian thor, lama ngoment, abis baru nemu nih ff…
    oke thor, ditunggu kelanjutannya… keep writing!!

    • Coba ditebak chingu, kekekeke…soalnya ini masih rahasia Negara/plakk/😂😂
      Duh, bias kita samaan/plakk/😂
      Thanks fo reading, ditunggu ya next chapnya, Cintakuh padamuh.❤❤

  3. Ekiiii
    Dirimu membuat wendy dan abang cy nempel terussss ampunn
    Jgn gitu dong! Iri taww
    Oh ya, next chap makin tegang, romance, fast update yah

    • Wkwk, nempel yak? Cem lem ya ceyenya, eki juga jadi ngiri sama wendy/plakk/😂😂
      Diusahain yaww semua requestnya terpenuhi chingu, wkwkw..😂😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

  4. Ini wendy belum ngeh juga kalo polisi muda nan tanvan dan vangsat ini tuh temen lamanya. Yawla wendy bangun coyyy!! Hehehe..
    Ntu wendi kenapa sih tereak2 bikin parno aja. Eh udah tbc aja ntuh nongol. Tapi ki, puas banget deh kalo per chapter panjangnya segini. Readers terpuaskan. Good job ki ✋✋

    • Yawla, bangun wen. Masa entw lupa sama temen setamvan ceye sihh?? /plakk/😂😂
      Hayoo, kenapa si wendy tereak” chingu? Ada apa gerangan, huh?monggo ditebak, heheh/plakk/😂😂
      Tbc harus nongol donk/plakk/😂
      Wkwk, eki udah kapok bikin chap pendek”, hehe..sekarang sih biasanya bikin sechap minimal 10 lembar ms.word trus 4000 kata lebih, kalo yg chap 1malah 11 lembar chingu..😂😂
      Bagaimana, puas yekan? Biar jangan ada yg ngoment chapnya ditambahin donk kak kayak dulu”..😂😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

    • Akhirnya yekan chingu, wkwk…/plakk/😂😂
      Kalo chingu bilang gitu, eki jadi pengen bilang gini juga. Ane yg bini ente kapan ditemenin 24 jam penuh bang? /plakk/open your eyes eki!!😂😂
      Wendy menang banyak..😂😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  5. MINTA LANJUT AUTHORNIM….
    Wah…..Penasaran bwanget tdi lg asik2x baca, eh lh mlhan Tbc😛 🙂😀

    apa ya terjadi sama wendy??? Sampae wendy teriak sebegitunya🙂😀 Aku masih nungguin kelanjutan ff Rooptop Romance,soakx Rooptop Romance Juga masih gantung banget critax agak masih meneras-nerka sm ap y bkln trjdi sterusx,ff eki sllu aku tunggu🙂

    Keep Writing Authornim
    Hwaiting Author Eki

    • Hoho, pasti aku lanjut kok,wk wkwk.😆😆
      Tbc oh tbc..😂😂
      Kenapa hayoo si wendy? Jangan” cuma liat kecoak kali/plakk/, atau ada sesuatu di rumah wendy makanya dia teriak segitunya? Tunggu tanggal tayang next chap chingu,wkwk..😂😂/plakk/
      Hehe, yg di sebelah dibawa-bawa.😂
      Tenang, rooftop romance juga aku lanjut kok, wkwk..sekarang udah sampek chap 16 dan chap 17 nya diusahain dipost akhir minggu ini.😁
      Masih gantung yak? Hehe, eki sengaja/plakk/
      Pokoknya ditunggu aja next chapter yg sebelah, dan monggo terka-nerka jalan cerita yg udah tersusu di otak eki chingu/plakk/😂
      Ditunggu yaw next chapter surrounded! Ini juga, wkwk..thanks for reading.😆
      Cintakuh padamuh chingu.❤❤

  6. Diikutin 3 hari dibilang memuakkan? Klo yang ngikutin Chanyeol mah bawa ke KUA aja, gk deng ntar eki marah :v
    Tapi, KOK DISINI CHANYEOL PEKA DISEBELAH GK *banting meja* disini malah Chanyeol terlalu peka yah 😂😂
    Wendy udh punya pacar? Ku terkejut, tapi udah langsung putus aja ya 😂
    Kesaksiannya Wendy kok aneh gitu, bapaknya sakit perut gegara perutnya ditusuk piso dapur sama Wendy sampe mati trs Wendy bawain makanan buat bapaknya, karena bapaknya gk mau makan *iyalah dah mati :v* trs tangan kanannya dipotong buat suapin/?
    ^khayalan banget itu tolong abaikan
    Tapi gk ada bekas sidik jari gitu? 😕😕😕
    Ditunggu nextny Ki, ea yg kemaren ultah 😏 luv yu

    • Aku termehek -mehek pas baca ini wahai istrinya kyungsoo, serius.😂😂
      IYAPS, ENTE PAHAM BENER KALO ADA YG AJAK CEYE KE KUA ANE PASTI NGE-THRILLER TUH ORANG WKWKWK/PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!!😂
      Ekhmm, kayaknya yg di sebelah dibawak-bawak nih, wkwk..mungkin karena profesinya beda kali chingu, di sebelah pan masih anak sekolah an, masih polos dan imut/plakk/ ,kalo disini udah kerja jadi polisi, polisi pan harus peka klien (*asal bukan polisi indo pliiss..😂)
      Iya, mungkin pelampiasan karena disbelah wendy gak bisa sama Jinwoo/plakk sekalehh/ jadi disini dibuat bersama, tapi tetep aja bubaran/plakk/😂😂
      MUNGKIN SAJA WENDY PUNYA OTAK THRILLER CEM EKI, JADI MUNGKIN SAJA ITU HASIL PEMECAHAN KASUSNYA CHINGU/PLAKK/ 😂
      wkwk, penasaran kasusnya gimana? Tunggu tanggal tayang di next chapnya, wkwk/plakk/😂😂
      Uhukk,kan kemaren chingu,wkwk..😆😆
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.😆
      Love you too istri kyungsoo, cintakuh padamuh.❤❤

    • Gak nyangka pan? Wkwk, masalah mereka udah putus lo chingu.. 😂😂
      Hayoo, kenapa teriak coba? Apa ini ulah tuan kecoak? Wkwk, saksikan jawabannya di next chapter chingu/plak/😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  7. wahh chap1. akhirnyaa. wah itu beneran tuh 24jam diikuti mulu? enak dong dikawal ama polisi ganteng cem ceye,gue juga mau kali bang*wakss*😀 itu wendy knpa? bener2 ya kak eki kalo bikin tbc?? ditunggu chap selanjutnya ya kakk! stuck on you jugaa!*haah??* hehe. fighting kakk^^

    • Iya, beneran diikutin 24 jam, enak pan wendy? Kalo polisinya cem bang ceye yg muka bansatnya kebangetan mah, eki juga mau jadi saksi kasus pembunuhan,iya gak chingu?/plakk/😂
      Monggo ditebak ada apa dengan wendy, apa perlu kita buat aadw cem aadc Indonesia chingu?/plakk/😂
      Hehe, kalo itu bener” buat tbc lo, masa gak tbc, kan gak seru/plakk/😂
      Hoo, kode nih minta epep yg laen di next, wkwk..😂
      Iya chingu, diusahain secepatnya yaw di next chap stuck on you, epep yg lain juga,hehe..😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  8. Weeh., akhirnya kelar juga ini bacanya 😂😂😂

    ” Jika dihitung, ini adalah hari ketiga lelaki bermarga Park itu membuntuti Wendy. Ingat, 24 jam penuh dalam sehari. Siapa yang tidak muak?” mungkin pengecualian untuk Eki#Plaakkk/aku juga sih/Plakkk/dijewerEki..wkwkwk

    “Ternyata dia baik juga.” baik / perhatian bang???

    “Kau tidak bangun dan aku hanya membangunkanmu.” iya kali bang., tega banget lo sama yeoja bang. Gx gitu juga napa, Kan sakit tuhh

    Next juseyo, dtunggu klanjutanya^^
    에키 사랑해 #Plaakkk..hihi

    Fighting!!
    💞💕💕💞

    • Iyaps,pengecualian banget buat seorang Eki, eki mah seneng diintilun kayak begitu ama ceye /plakk/😂
      Awas ,beneran eki jewer lo kak..😂
      Cieeh, ceye diperhatiin, uhukkk..😂
      Mcm, bang ceye emang gak peka sama cewek, masa dijatohin begitu yakan kak, diangkat bridal terus ditarok ke tempat tidur kek, ini kagak, dilempar aja amep jatuh..😂😂
      Ditunggu yaw next chapnya kak ly, thanks for reading.😆
      Nado saranghae kak ly, Cintakuh padamuh.❤❤

      • Wahhahaha.,
        Kalo beneran, terus Eki mau jewer pake apa?..hahaha kan kita jauh tuhh 😂😂
        Uhh.. Ada yg cemburu.. Ekhemm..
        Iyaps., kan kasian tuuhhh..kkkk

        Nee., cheonma..hihihi
        💞💕💞😘

      • Jewer pakek tangan transparan yg bisa terbang ke tempat kak ly mungkin?/plakkk/😂
        Jauh bukan masalah kok kak,wk wk..😂😂
        Eki yg cemburu, eki..😂
        Kesiaan mana sama wendy rooftop romance yg udah diphp, yang dia suka gak peka, digantungin lagi..😂😂
        Kak lyy..❤❤

  9. NEXT!!!
    emang wendy kenapa???
    kok ya brengs*k ya jinwoo itu, abis dcium panas gtu langsung diputusin…ada yg aneh dari dia ini… kan kasian wendy, sebagai wanita ternistakan…hahh kata” apa ini

    • Oalah, next nya ampe di kepslock yah chingu, wkwk..😂
      Pasti di next kok,heheh..😆😆
      Hayoo, wendy itu sebenarnya kenapa? Masih rahasia perusahaan yaw, blm bisa dibocorin chingu..😂
      Jinwoo oh Jinwoo, Kenapa eki selalu buat diaa jadi peran nyakitin hati wendy yak di tiap epep eki?/plakk/😂
      Emang brengsek si Jinwoo disini chingu, lebih mentinginn karir, kan kesiam wendy abis manis sepah dibuang ama dia /plakk/😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  10. Lanjuuut…
    Ceritanya makin seru dan suka sama karakter yang ada disetiap cerita dan dengan gaya park chanyeol yang jadi seorang polisi muda. Dan kasus yang belum terungkap

    • Makasih lo chingu udah suka sama epep astral ini, wkwk..😆😆
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya, biar semua rasa penasaran chingu terpenuhi. 😂
      Cintakuh padamuh.❤

    • Alamak, di kepslock bagian lanjutnya..😂
      Pasti dilanjut kok chingu, hehe,ditunggu aja yaw..😆
      Belum dunks, eki mau kalian penasaran dulu siapa si wendy bagi seorang ceye,wkwk..dia abu” ,cem covernya/plakk/😂
      Pasti semangat kok, apa sih yg nggak buat chingu?/plakk/..😆😆
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

      • Ekhmm, skakmat dah. Ketauan ekinya/plakk/😄
        Gini lo chingu, kan eki lagi search gambar tuh yg kira” pas buat cover, nah..Eki nemu fanedit Irene sama v bts yang makek baju polisi, kan cocok noh apalagi disini ceyenya polisi,jadinya eki pakek itu, tapi bagian kepalanya dipotong biar gak ketauan banget,hehehe ..taunya ketahuan sama chingu, wkwkwk…:D
        Gpp dong, anggep aja itu visualisasi wendy sama chanyeol, yayaya???😄

      • Iyaps, wkwk..ini editan fan kak, kan pernah booming tuh yg foto Irene diedit sama taehyunh a.k.a v bts, nah eki suka fotonya (*gegara si alien make baju polisi😂) ,yaudah capcus pake jadi cover..😂😂😂
        Nista emang chingu , wkakak..😂😂

  11. ye yee yeee…kak ekiii update jugaa akhirnyaa…selalu selaluu di tunggu…mulai dri rooftop romance ampe ini surrounded yg terbaru..manteeeeepppp…like banget
    kak,cobain deh di novelin..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s