Experiment Chapter 3

picsart_07-29-09-29-36.jpg

Tittle : Experiment

AuthorBaekludeer

Cast : Do Kyung Soo, Jean Ashley, Park Chanyeol

Genre : Romance, sad, sci-fi

Lenght : Multichapter

Rated : PG-16

Inspired by : Bongsun a Woman Who Dies When She Loves and Winter Woods

This story is mine, please don’t be plagiator. Don’t be silent readers and please be a good reader

Chapter sebelumnya : Chapter 1 Chapter 2

oOo

 

 

Jean mengernyitkan dahi, ia merasakan perasaan yang meletup-letup. Ia bahagia, eksperimennya berhasil oleh jerih payahnya sendiri. Eksperimen terbesar yang pernah ia lakukan dan mungkin jika ia katakan pada media atau bahkan dunia, mereka akan menyanjungnya. Namun ia memikirkan keselamatan Kyungsoo, seniornya mungkin akan berusaha mengambil Kyungsoo untuk dimanfaatkan untuk keperluannya sendiri.

“Tuan.”

Jean mengulum senyum manisnya, ia bangga pada dirinya sendiri. “Namaku Jean Ashley, panggil saja aku Jean.”

Kyungsoo menatap intens Jean. “Jean.” Panggilnya lirih.

“Kyung, ah tidak ku rasa aku harus mengubah nama mu menjadi eumm..” Jean sedikit berfikir. “Ah karena aku melakukan usaha keras dan akhirnya berhasil, maka aku akan beri nama kau Do, di eja dalam bahasa inggris menjadi D.O.” Jean kembali berbicara, ia memberikan nama baru pada Kyungsoo agar identitasnya tidak diketahui oleh seniornya.

Langkah pertama yang ingin dilakukan Jean pada Kyungsoo adalah mengajarinya banyak hal. Saat ini Kyungsoo masih belum sepenuhnya bertingkah laku seperti seorang manusia. Ia ingin mengajarinya menjadi manusia yang normal.

Hari-hari berlalu semua berjalan dengan normal dan Jean bekerja seperti biasa. Walaupun ia selalu bermasalah dengan—

“Jean.” Panggil Kyungsoo.

Jean menoleh, matanya melebar dan hampir keluar dari tempatnya. “Kyungsoo pakai bajumu, bodoh.” Pekik Jean, ia hampir terkena serangan jantung.

—Kyungsoo yang selau tidak mau memakai baju.

Kyungsoo tidak menggubris, ia malah berkeliaran keseluruh ruangan dengan menggendong boneka pinguin yang baru dibeli Jean di festival kuliner waktu itu. Jean berteriak sambil menghentikan Kyungsoo, dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia memberikan baju Kyungsoo.

“Pakai bajumu Kyungsoo.”

Kyungsoo memberengut, bibirnya maju beberapa centi. “Aku tidak suka benda itu, aku tidak nyaman memakainya.”

“Tapi kau harus memakainya, aku tidak mau melihatmu sampai kapanpun kalau kau tidak memakai bajumu,” ujar Jean dengan melemparkan baju itu pada wajah Kyungsoo.

Kyungsoo menatap punggung Jean yang menjauhinya lalu menatap baju yang ia pegang, kemudian ia memakai baju yang diberikan pada Jean. Pria itu datang menghampiri Jean yang masih kesal padanya.

“Jean, kenapa kita harus memakai baju?,” tanya Kyungsoo dengan wajah polos.

Jantung Jean berdegup kencang, pipinya mulai memerah menahan malu dengan pertanyaan yang dilontarkan Kyungsoo. Walaupun ia adalah seorang robot semi manusia, ia tetaplah seorang pria. “Karena, kau harus menutupi tubuhmu. Tubuh kita itu tidak boleh dilihat oleh siapapun, apa kau mengerti?.”

Kyungsoo mengangguk patuh, menuruti setiap perkataan Jean. Pria itu tidak ingin membuat Jean terluka. Disinilah perasaan Kyungsoo mulai tumbuh secara perlahan, walaupun ia masih belum terlalu peka dengan apa yang dirasakannya.

Dan dia juga selalu stress apabila Kyungsoo mulai bertingkah seperti anak kecil, seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Jean dan Kyungsoo pergi ke festival kuliner yang selalu diadakan satu bulan sekali. Kyungsoo dengan memakai baju cassual dan celana jeans ia tampak sangat tampan. Banyak gadis yang memperhatikannya waktu itu. Tetapi penampilannya sangat tidak sinkron dengan tingkah lakunya. Kyungsoo tampak seperti seorang bayi dan Jean adalah ibunya. Pria itu antusias dengan penjual balon, eskrim dan bahkan ia bermain-main dengan anak kecil. Ia berlarian kesana kemari percis anak berumur lima tahun.

Jean merasa lelah jika harus hidup seperti ini. Bisa-bisa ia mati muda jika hidupnya dibawah tekanan setiap hari. Sesampainya dirumah, ia juga harus mengajari Kyungsoo membaca, menulis dan bertingkah laku baik. Tetapi tetap saja Kyungsoo bertingkah seperti bayi, yang setiap malam ia tidak berani tidur sendiri, suka bermain-main dan mengacak-acak rumahnya serta menangis jika dimarahi. Kyungsoo seperti orang yang terlahir kembali. Sekalipun perilaku Kyungsoo seperti anak kecil, namun otaknya diatas rata-rata manusia. Ia ingat ketika Jean mengetesnya berhitung untuk pertama kali, Kyungsoo dapat menjawab dengan baik.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponselnya, Jean mengambil ponsel dan mulai membaca pesan tersebut.

From : Stupid Park

Kau ada dirumah?

Jean mendengus, untuk apa ia menanyakan hal yang tidak penting? Memangnya ia akan pergi ke rumahnya?

From : Stupid Park

Aku akan pergi ke rumahmu sekarang Honey :*

Pergi ke rumahmu?

Apa?

Tidak.

Jean tersedak saliva nya sendiri, ia terkejut bukan main ketika membaca pesan singkat tersebut. Untuk apa pria konyol itu pergi ke rumahnya?

To : Stupid Park

Untuk apa?

Beberapa menit kemudian Chanyeol menelponnya.

“Ya? Stupid—“ jawab Jean.

Chanyeol mendengus di telponnya. “Stop calling me stupid. Open the door please.”

“Apa? Kau ada diluar?.” Jean memekik sangat keras membuat Kyungsoo terjungkal dari tempat duduk saking kagetnya.

“Jean—“

Jean menutup mulut Kyungsoo sebelum ia berbicara lebih banyak lagi.

“Memangnya apa yang kau lakukan huh? Siapa suara pria itu? Apa kau sedang—“

Jean memotong ucapan Chanyeol, ia tahu arah pembicaraan pria itu. “Tidak bodoh, baiklah tunggu sebentar.”

Tak berselang lama, Jean membukakan pintu dan menyerahkan berkas-berkas tersebut. Namun, Chanyeol malah memaksa untuk masuk tanpa seizin sang pemilik rumah. Pria itu berkeliling ke seluruh penjuru ruangan dan langkahnya berhenti ketika melihat Kyungsoo ada disana. Ia menoleh menatap Jean dengan pandangan meneliti. Ia menghampiri Kyungsoo dan Jean berusaha mencegahnya dengan memegang pergelangan tangan pria itu. Tetapi, Chanyeol menghempaskan tangannya dan berjalan mendekati Kyungsoo.

“Kyungsoo,”Panggil Chanyeol.

TBC

a/n : Maaf karena ff ini mengalami keterlambatan dalam pengepostan hehe. aku mengalami writers block huhuhu maafkan aku. Tapi ku harap kalian dapat menikmati walaupun ff ini sedikit tidak jelas. Dan mungkin ff ini akan segera berakhir. Tolong Kritik saran dan komen kalian ^^

Terimakasih ^^.

 

2 thoughts on “Experiment Chapter 3

  1. wah kyakx ad something to sama si Oppa Kyungie,andwae ga boleh oppa😛,wah kok ceye tau ya kalo itu Kyungsoo Penasaran bwanget

    salam kenal authornim aku read bru udah komen dipart sblumx

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s