Diary Of Childhood Memories – April Mop #7 – HyeKim

image

Title : Diary of Childhood Memories – April Mop #7

 Author : HyeKim

Genre : Romance, Childhood, Comedy, Marriage Life

Rating : PG-13

Lenght : Ficlet – Series

Summary : “Kamu tahu bulan apa sekarang?”

Main Cast :

-Kim Hyerim (OC)

-Luhan

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.

Note : Ini adalah sebuah FF berseri yang bakal langsung habis tapi akan ada kelanjutan cerita yang lain dalam tema berbeda. Blod-italic  menandakan flashback!

HAPPY READING

HyeKim ©2016

 

║ ♫ ║ ♪ ║ ♫ ║ ♪ ║

PREVIOUS SERIES :

The First Kiss?!#1 || Traumatic of Lift#2 || Rose in Valantine Day #3 || Lullaby for Hyerim#4 || Test Pack#5 || Jealous #6

 

1 april 2016. Hyerim rasanya ingin kembali tidur saja, tapi matanya harus terbuka dan nyawanya terkumpul 100% detik ini juga. Tangan Luhan masih melingkar sempurna dipinggangnya dan wajahnya tenggelam dengan nyamannya dipunggung Hyerim.

“Lu, bangun…” Hyerim merengek agar sesegera mungkin Luhan melepaskannya. “Luhan!”

Kali ini, kelereng milik Luhan itu terbuka disertai mulutnya yang menguap lebar. Tapi pelukan itu belum juga mau dilepaskan oleh lelaki tersebut.

“Kamu tahu kan, tadi malam kita tidur sangat larut…” Luhan menenggelamkan wajahnya kebahu Hyerim, mencium aroma tubuh sang istri “Aku masih mau seperti ini.” Luhan menciumi leher Hyerim. Sementara Hyerim tampak memutar bola matanya lantaran sifat manja Luhan yang akhir-akhir ini selalu ia dapatkan tiap paginya.

“Itu salahmu tentang perihal tadi malam,” lalu Hyerim melanjutkan. “Berhenti menciumiku!”  dan Hyerim pun menjambak rambut Luhan

“Aaaaa.. Bocah! Sakit bodoh!”

Hyerim tampak acuh dan menyingkirkan tangan Luhan kasar dan turun dari atas ranjang, kakinya mulai menapaki lantai ruang pribadinya dan Luhan tersebut.

“Kamu tidak suka dengan kelakuanku akhir-akhir ini sepertinya…” gumam Luhan, membuat Hyerim yang sudah memakai jubah mandinya untuk segera mandi, menengok.

“Kamunya yang terlalu manja,” Hyerim melangkah kembali ke kamar mandi.

Luhan menyunggingkan sebuah smirk yang entah dimaksudkan karena apa. Lalu pemuda itu berucap. “Kamu berbeda sekali dengan May, dia mau saja meladeniku ketika manja,”

Layaknya sebuah petir terdengar, hati Hyerim seakan remuk begitu saja mendengarnya. Siapa gerangan Mey? Dan apa? Suaminya bermanja-manjaan dengan wanita lain? Hyerim memutar balik lagi badannya pada Luhan yang tampak santai duduk menyender pada kepala ranjang. Dapat dilihat tubuh toples Luhan sekarang yang rasanya ingin Hyerim cakar dengan kuku panjangnya.

“Siapa Mey?” gertak Hyerim dengan tampang tak sukanya.

Luhan menatapnya santai dan menjawab. “Rekan kerjaku, dia sangat cantik lho, dia juga…-“

‘BAK!’

Suara bantingan pintu kamar mandi terdengar lantaran Hyerim masuk ke ruangan tersebut dengan tidak santainya. Luhan yang melihatnya hanya tertawa pelan. Hyerimnya sungguh gampang dilanda cemburu, sama seperti dengannya, tapi sayangnya bila Luhan cemburu, Hyerim tidak peka sama sekali. Luhan hanya menatap tanggalan di kalender dengan kekehan pelannya.

**

Tampak anak kecil berumur 7 tahun itu berlari-lari riang di sekitar taman  rumah keluarga Lu. Hari ini Hyerim mendapatkan teman baru. Namanya Kim Taehyung yang seumuran dengan Hyerim. Hari ini Taehyung bermain ke rumah Hyerim dan malah berakhir di rumah Luhan. Lelaki berumur 14 tahun tersebut hanya duduk di teras melihat Hyerim dan Taehyung bermain kejar-kejaran. Dirinya menerima saja kehadiran Taehyung, tapi tidak juga dengan Hyerim mengacanginya.

“Hyerim-ah, ibuku bilang sudah menjemputku. Jadi aku pulang duluan ya,”

“Geurae? Josim arra, (begitu, baiklah, hati-hati ya)” ucap Hyerim dan Taehyung hanya mengangguk dan keduanya berpelukan sebentar. Luhan hanya tersenyum tipis melihatnya.

Setelah mengantar Taehyung, Hyerim berlari kearah Luhan dan lantas memeluknya. “Maaf oppa, tadi aku mengacangi oppa.” ucap Hyerim khas dengan suara aegyonya. Luhan terlihat jengkel dan memandang datar Hyerim.

“Huh! Kamu main saja dengan Taehyung, oppa tidak mau jadi temanmu lagi,” seru Luhan yang lalu mendorong tubuh mungil Hyerim. Sayangnya dorongan tersebut berakibat fatal dengan jatuhnya tubuh Hyerim di atas rumput halaman.

“Huaaaaaaaaaaa………”

Aduh. Luhan yang melihat Hyerim sudah tersungkur dan menangis kencang, hanya menampilkan wajah paniknya. Begini, Luhan tadi berniat mengerjai Hyerim dengan marah lantaran sekarang sedang april mop. Tapi kenapa kejadiannya jadi gawat begini.

“Huaaaaa, Luhan oppa jahatttttttt!!” Hyerim menangis kencang dan Luhan pun berjongkok di hadapannya.

“Aduh, aduh Hyerimku sayang. Oppa tidak marah beneran kok, tadi cuman april mop,” Luhan mulai menenangkan bocah di hadapannya tersebut dan memeluknya.

Hyerim yang mendengarnya berhenti menangis dan hanya cemberut memandang Luhan dengan mata menyipit. “Hiks, oppa jahat, sudah april mop malah mendorongku lagi. Aku benci oppa!” Hyerim pun kembali menangis dan berlari menjauh dari Luhan.

Luhan pun tampak mengigit bibir bawahnya dan menyusul Hyerim yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, isakan gadis cilik tersebut masih terdengar. Setelah berada di depan Hyerim, Luhan mengelus puncak kepala bocah bermarga  Kim tersebut.

“Hyerimku, jangan marah lagi hmm? Oppa janji tidak begitu lagi,”

“Hiks, gak mau tahu. Aku gak mau main sama oppa lagi.”

Luhan menghela napas dan berjongkok di hadapan Hyerim, gadis itu masih menutupi kedua wajah manisnya dengan kedua tangan mungilnya.

“Kamu ingin es krim satu truk, oppa belikan, asal jangan nangis lagi ya,”

Sepertinya Hyerim mulai melunak dengan menurunkan kedua tangannya dan menatap Luhan polos dengan sisa kristal bening di sisi matanya. “Benarkah?”

Luhan mengangguk mantap dengan senyumannya. “Padahal tadi aku menangis dan tidak mau main sama oppa lagi cuman april mop.” Luhan tampak membuka mulutnya lebar dan Hyerim tampak memeletkan lidahnya. Oh… ternyata gadis cilik ini membalas Luhan yang tadi memberikan april mop padanya.

“Kalau begitu aku tagih ya es krimnya nanti,” ucap Hyerim sambil nyengir.

“Yak! Tidak mau!” bisa-bisa Luhan bangkrut bila melakukannya.

**

Hari ini kebetulan Hyerim libur. Jadi gadis tersebut bisa bersantai di balkon rumahnya. Hanya saja, perasaan kesal masih menyelimutinya gara-gara ucapan Luhan tadi pagi. Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar, membuat gadis bernama lengkap Kim Hyerim tersebut menoleh. Sudah Hyerim duga Luhan yang datang, tapi yang mengejutkannya adalah Luhan datang bersama seorang wanita. Parahnya Luhan berangkulan mesra dengan wanita tersebut dengan kepalanya ditaruh pada wanitanya dengan manja.

“Oh sudah pulang…” Hyerim berucap datar. Luhan tersenyum masih dengan posisinya. “Siapa dia?” semprot Hyerim.

“Aku May, rekan kerjanya Luhan.” gadis  yang mendapat cap tidak tahu malu dari Hyerim tersebut menjawab dengan kepersekian detiknya bertatapan dengan Luhan dengan mesranya.

“Oh dia May…” tanggap Hyerim sambil meremas ujung roknya menahan amarah.

“Iya dia May,” jawab Luhan yang untungnya mulai melepas rangkulannya dan menjauhi gadis bernama May itu. “Hyerim-ah, aku harus bicara denganmu.”

Luhan pun memandang May dengan tatapan seakan memberi kode disertai senyum miringnya. May mengangguk dan seakan memberi tatapan semangat pada Luhan, dan lantas pergi dari sana. Menyisakan kedua pasang suami-istri yang saling berhadapan dengan raut berbeda. Yang satu dengan raut super jengkelnya, yang satu dengan raut super santainya.

“Dia May, bukankah dia cantik?” Luhan membuka topik membuat Hyerim menatapnya bengis.

“Kamu ingin cerai dariku?” sembur Hyerim, Luhan memiringkan kepala ke samping dengan senyum miringnya.

“Kamu tahu saja topik pembicaraan ini,”

Hyerim tampak mengatur napas yang tersenggal-senggal, dirinya mulai melangkah lebar-lebar menuju Luhan dan memaki lelaki tersebut. “Dasar berengsek! Tidak punya hati, hanya karena aku tidak suka sikap manjamu dan dirimu dimanjakan oleh wanita lain, kamu meninggalkanku?! Dasar bajing..-“

Semua umpatan kasar itu terendam dengan ciuman yang didaratkan Luhan dibibir Hyerim. Membuat Hyerim membulatkan matanya dan memukul bahu pria itu untuk melepaskannya. Tapi apa daya, Luhan malah melumat bibirnya lembut membuat Hyerim terlena dengan ciuman Luhan yang bagaikan racun tersendiri untuknya dan pada akhirnya, dibalaslah lumatan lembut tersebut oleh Hyerim. Setelah berjalan 3 menit, Luhan melepaskan tautannya dan memandang Hyerim yang entah sejak kapan melingkarkan kedua tangannya dileher Luhan.

“Kamu tahu bulan apa sekarang?” tanya Luhan dengan senyum miringnya. Hyerim tampak bingung, kenapa Luhan menanyakannya? Apa lelaki ini amnesia sekarang bulan apa?

“April, memangnya kenapa?” Hyerim berucap bingung dan Luhan hanya tersenyum miring dan menyenggol hidung Hyerim dengan hidungnya. Seakan baru sadar karena senyuman jahil Luhan tersebut, Hyerim melebarkan matanya lalu berseru. “JANGAN BILANG YANG TADI APRIL MOP!”

“AWWW! HYERIM! HENTIKAN! AMPUN!” teriak Luhan keras karena Hyerim dengan membabi buta memukulinya.

“Ahahahah, setidaknya rencana si rusa sialan yang melibatkanku berhasil,” gumam May yang mengintip adegan tersebut sambil terkikik, lantas kaki jenjangnya pun akhirnya membawa dirinya pergi dari rumah pasangan muda tersebut.

“HYERIM AKAN AKU SIKSA KAMU NANTI MALAM BILA MASIH MEMUKULIKU!” teriakan Luhan masih karap terdengar.

“AKU TIDAK PEDULI!” Hyerim kembali memukul Luhan dengan bantal yang baru diambilnya tadi.

-Finish-

HALLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!! AKU BARU UPDATE MAAUPKEUN. INI SUER SPESIAL APRIL MOP AHAHAHA.
 ADA YANG KANGEN KAPEL GAJE INI???? AHAHAH.... 
Oh ya komena kalian jangan lupa ya ^^
Visit juga blog pribadiku
www.hyekim16world.wordpress.com

2 thoughts on “Diary Of Childhood Memories – April Mop #7 – HyeKim

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s