[EXOFFI LINE@] White Vanilla (Oneshot)

myhome_7

[EXOFFI ADDERS] White Vanilla

White Vanilla 》Oneshoot 》Seulgi ( RedVelvet ) Sehun( EXO ) Irene (RedVelvet) 》 osh944.
Happy Reading:)
.
.

Kau sahabatku, tapi… kita menjauh secara tiba2. Bukan, bukan engkau yang menjauhiku. Tapi aku, maaf Irene aku bukan sahabat yang baik. Tapi alasannya jelas dan singkat, saat itu tanpa engkau ketahui sedikitpun kita menyukai 1 orang yang sama yaitu Sehun, aku yang lebih dahulu mengenalnya tapi kau yang bersamanya. Ya aku tahu aku kurang cepat. Aku tahu bahwa engkau menyukai Sehun dan juga Sehun menyukaimu kan?. Maaf aku tak pernah memberitahukan perasaanku yang sesungguhnya juga aku rasakan untuk Sehun. Karena jelas, kau itu sahabatku aku paham perasaanmu dan aku ingin melihatmu bahagia bersama Sehun walaupun itu sakit. Aku menyayangi mu Irene.

-oOo-
21 DESEMBER 2015
Seoul, South Korea

Aku kembali ke Kota ini setelah menempuh pendidikan di Tokyo . Sudah 8 tahun aku tak menginjakkan kakiku ditanah kelahiranku, segarnya masih sama dan hari ini first snow turun dan juga suhu di Kota ini menjadi lebih dingin dari biasanya. Celana jeans, mantel, topi rajutan menjadi tema khas bagi orang2 di Kota ini ketika musim semi tiba.

Bus yang kunaiki telah berhenti ditempat tujuanku, yaitu sebuah Caffe. Caffe yang juga telah 8 tahun tak ku kunjungi. Suasananya masih sama mulai dari pintu, warna cat, kanopi, hingga bangunannya. Bahkan ketika aku memasukinya figura itu masih terletak rapih ditempatnya.

“Bibi, aku ingin white vanilla coffenya 1” aku segera memesan minuman itu, minuman kesukaanku jika aku berkunjung kesini
“Oke tunggu sebentar ya. Oh ya, apa kau Seulgi?” bibi pelayan caffe itu memicingkan matanya padaku, ah apa dia masih mengingat wajahku?
“Yap! benar sekali, Bibi Kim masih ingat denganku?” aku tersenyum kecil.
“Tentu, kau makin cantik dan dewasa ya. Lama tidak berkunjung kesini, tunggu sebentar aku akan meracikkan coffe mu” aku hanya tertawa kecil malu2 dan mengangguk mengiyakan perkataan Bibi Kim

Beberapa menit kemudian

“White Vanilla dengan topping Ice special telah datang” Bibi Kim mengantarkan pesananku tadi
“Ah Bibi, terimakasih ya” aku tersenyum terimakasih padanya
“Bibi, aku bayar sekarang. Kembaliannya ambil saja untuk bibi” ucapku sambil mengeluarkan beberapa lembar won dari saku mantel yang kukenakan
“Ah kau sudah sukses ya. Oke terimakasih, silahkan dinikmati” Bibi Kim membungkukkan badannya lalu meninggalkanku

White Vanilla, minuman kesukaanku jika berkunjung kesini bersama Irene. Dulu, jika berkunjung aku akan menghabiskan 2 cup white vanilla ditemani ramen hangat ketika musim dingin datang.

Apa kau masih ingat Irene? Kita pernah membuat minuman ini dikantin saat pelajaran Jung saem usai.

-oOo-

“Seulgi ayo!!” Irene menarik tanganku dan saat itu juga buku-pena-kotakpensilku berjatuhan dari meja, aku tak sempat mengambilkannya tapi saat itu Wendy berbaik hati mau memungutinya lalu aku tersenyum terimakasih.
“Aishhhh sabarlah sedikit” Kau masih menarikku hingga aku menabrak adik kelas berkacamata.
“Yak! aku sudah tak sabar” akhirnya kau melepaskan genggaman tangan kita, lalu pergi berlari meningalkanku.
“Hey! TUNGGU!!” aku meneriakimu hingga adik kelas berkuncir dua menutup telinganya.

Bughhhh!

Saat itu aku menabrak seseorang hingga kantong plastik berisikan serbuk white vanilla itu berserakan dilantai

“Mian… kau tak papa? ” orang yang menabrakku tadi menjulurkan tangannya
“Aku tidak apa2…. aku salah, berlari2 semauku” aku membungkuk lalu segera pergi meninggalkan laki2 yang kutabrak tadi.
“Tunggu, apa kau Seulgi?” ia menarikku untuk kembali menoleh.
“Ya. Kau siapa?” aku membalikkan badanku.
“Aku Sehun. Senang bertemu denganmu Seulgi” ia menjulurkan tangan kanannya padaku.
“Iya, aku juga.” aku tersenyum membalasnya, dan entah apa saat itu juga aku merasakan getaran batin yang kuat saat berjabat tangan dengannya. Percayalah ia sangat tampan bahkan eeerrrrrrggg sempurna!!.
“Itu white vanilla? mau diapakan?” ia menunjuk ke arah bungkusan yang kubawa tadi.
“Aku menyukai ini dan ingin membuatnya dikantin, tapi temanku sudah mendahuluiku. Apa kau mau membuatnya juga?” aku mengajaknya saat itu.
“Oke, aku juga menyukainya. Ayo kita pergi” ia segera menarikku sama seperti Irene. Aneh, padahal baru mengenalnya tapi ia sudah seperti akrab dengan orang. Jantungku juga tak karuan saat tanganku digenggam olehnya, apa aku menyukainya secepat inikah? Iya aku menyukainya.

Akhirnya aku sudah sampai di dapur kantin. Lalu disana aku melihat Irene.

“Maaf, aku membuat sahabatmu lama tiba disini” Sehun seketika berbicara pada Irene.
“Hey, dia siapa?” Irene menyenggol tanganku.
“Kenalkan, ini Irene sahabatku.” aku mengenalkan Sehun pada Irene.
Seperti ada suatu yang menjanggal diotakku saat Irene berjabat tangan, apakah Irene melihat Sehun sama seperti apa yang aku lihat saat pertama aku berjabat tangan dengan Sehun?

*
Perasaanku ini benar2 menjadi2 tepatnya aku menyukainya bahkan amat! Sial! Sehun lebih akrab dengan Irene dibandingkan aku, aku tahu aku juga susah bersosialisasi kepada orang baru. Kenapa aku cemburu, bahkan terdiam saat melihat mereka bercanda dekat dan tepat didepan mataku. Aku menyukai Sehun, secepat ini! secepat mobil balap F1 yang melaju.

“Kau dari mana saja, aku ingin bercerita Seulgi-ya” secara langsung Irene berkata itu dengan nafas setengah2 karena ia berlari
“Cerita apa Irene?” aku langsung menjawab
“Janji ya, jangan beritahukan siapa2” ia memberikan jari kelingkingnya padaku. Ya mungkin ia ingin membuat janji
“Hm, janji” aku mengikatkan jari kelingkingku pada jari kelingkingnya

“Sehun…”
aku langsung menaikkan alisku heran ketika nama Sehun terucap

“Akuuuu….”
“Aku menyukai Sehunnnnn”

‘aku menyukai Sehun’
Buku note beserta penaku terjatuh
dan jujur hatiku sakit sekali saat itu juga. Aku tak salah dengarkah? Sa…sahabatku juga menyukai Sehun? Irene menyukainya, apa aku tak salah dengar?

“Kau kenapa?” Irene menyenggol tubuku dan membuyarkan lamunanku yang kacau saat itu juga
“Tidak papa.” aku mengambil buku note dan pena, aku tersenyum kepadanya agar tak terlihat bahwa aku merasakan rasa sakit ketika mendengarkan perlontarannya barusan. Aku tidak apa2 Irene.

*
Semua sudah berbeda dari biasanya, aku bahkan banyak menjaga jarak dengan Irene setelah aku tahu bahwa ia juga menyimpan perasaan pada Sehun, Kenapa Tuhan harus memberikan takdir ini padaku? apa aku tak berhak untuk bahagia? Aku bukan tidak berhak tapi aku memahami perasaan Irene jika aku juga berkata bahwa aku menyukai Sehun sama sepertinya. Maaf Irene, kita kehilangan komunikasi sejak seminggu ini. Tapi alasannya jelas, aku juga memahami perasaanmu karena aku lebih memilih sahabat ketimbang dirinya.
Aku menyayangimu Irene, bahkan seperti saudaraku sendiri.

“Apa?!! Mwo?!! Jinja!!! Irene berpacaran dengan Sehun?!!”
“Iya!! aku melihat update teman2 kita semalam tentang IreneSehun!!!”
“Sehun menyatakan perasaannya dengan Irene!!!”

Ketika aku datang menduduki bangkuku semua teman sekelasku membicarakan hal itu. Ya aku tahu apa yang mereka katakan yaitu kabar hubungan Sehun dan Irene. Awalnya aku tak menyangka bahwa Sehun juga menyimpan perasaan yang sama dengan Irene.
Mulai sekarang aku harus terbiasa, maaf Irene kita semakin menjauh bahkan ketika kita bertemu dikantin aku melarikan diri darimu karena aku tak mau ketika melihatmu perasaanku menjadi sakit sama seperti saat kau menyatakan apa yang sebenarnya kau rasakan pada Sehun kepadaku.

*
Hari semakin berganti, Kami sudah menyelesaikan ujian kelulusan sekolah. Tepatnya hari ini juga pengumuman kelulusan telah diterbitkan. Dan syukurlah aku mendapatkan predikat murid dengan nilai kelulusan tertinggi tahun ini. Tapi, biasa. Aku hanya tersenyum menanggapi apa yang orang banggakan padaku

“Selamat ya Seulgi”
Semua teman sekelasku saat itu mengucapkan itu padaku, dan aku hanya mengangguk terimakasih tanpa ekspresi. Aku masih sepeti biasa, memang harusnya aku bahagia mendapatkan predikat lulusan terbaik tahun ini. Tapi ada satu hal yang menjanggal dihatiku dan aku juga tak kuat untuk menyeret kakiku pergi dari tempat berjuta kenangan ini

“Seulgi-ya!!” Suara itu, suara yang telah lama tak aku dengar
Itu teriakkan Irene dan Sehun. aku menghentikan langkahku sejenak, namun tak berbalik badan.
“Kau mau kemana? ayo kita merayakan kelulusan ini dulu”
“Tidak bisa, aku harus cepat2 pergi” aku menjawab.
“Kemana?” Sehun langsung bertanya
“Ke Tokyo, aku akan meneruskan pendidikan disana” Aku tersenyum paksa pada mereka berdua.
“Aku harus pergi Irene, pesawatku akan segera berangkat” aku kemudian berbalik pergi melangkah

“Tunggu! jangan lupa padaku. Kau sahabatku, aku akan merindukanmu” secara tiba2 Irene memelukku

“Tetaplah bahagia bersama Sehun. Aku menyayangimu Irene.” aku tersenyum menumpahkan air mataku saat itu, Ya aku tak sanggup pergi tapi aku harus pergi.

Jagalah Sehun untukku.

Saat di Tokyo, aku tak pernah tahu apa kabar Irene dan Sehun di Korea. Meski aku ingin bertemu Sehun, tapi aku harus melupakan perasaan ini. Aku sangat rindu mereka terutama dengan Sehun.

-oOo-

Tak terasa White Vanilla ku telah habis seiring dengan habisnya cerita tentang masa SMA ku dulu. Aku kemudian bangkit dan pergi meninggalkan caffe ini, tak tahan banyak sekali kenangan jika aku mengingat White Vanilla. Terlalu sakit.

cekrek~ aku membuka pintu caffe

bughhh

“maaf, aku tak sengaja” aku membereskan kertas2 milik org yg aku tabrak tadi

“Tidak papa, oh kau—kau–apa kau Seulgi?” orang tadi menatapku dengan eskpresi kaget dan…

“Oh Sehun?!” aku yang melihat wajahnya lantas terkejut bukan main. Ini adalah Sehun, cinta pertamaku sewaktu SMA

“Oraenmaniya, bogosippo. Aku sangat merindukanmu, 8 tahun tak berjumpa” ia memelukku tiba2 dan aku hanya terdiam ditempat.

“Nado bogosippo. Senang bisa bertemu kembali denganmu Sehun-ah” Ini seperti pertama bertemu, aku tersenyum dan membalas kembali pelukannya.

-END-
#exoffi #sehun #seulgi

2 thoughts on “[EXOFFI LINE@] White Vanilla (Oneshot)

  1. Ff ini secara ga langsung mewakili gua banget yampun. Kenal duluan ama siapa, jadiannya malah ama temen sendiri. Yampun huhuhu. Ceritanya terlalu ngegantung, tapi bagus koookkk👍👍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s